Monday, 4 January 2021

Perpisahan Virtual

Sering kita mendengar ada pertemuan pasti ada perpisahan. Tetapi kali ini menjadi tidak biasa. Rasanya aneh, tidak pernah bertemu tetapi mengucapkan perpisahan. Mungkin itu yang ingin saya tuliskan hari ini. 

Secara fisik saya memang tidak pernah bertemu dengan siswa yang menjadi tangung jawab saya, Kelas 7A MTs Negeri 1 Purbalingga. Hal ini dikarenakan pembelajaran dilaksanakan dengan sistem daring/online sejak dari kegiatan Matsama/Pengenalan Madrasah. 

Jadi belum pernah bertemu sama sekali. Mungkin pernah sekali bertemu itupun dengan waktu yang sangat terbatas. Dan sama sekali tidak ada kesempatan untuk saling kenal mengenal. Waktu yang diberikan full digunakan untuk menyampaikan hal-hal yang diamanatkan madrasah. Tidak bisa dimanfaatkan untuk saling bertanya kabar secara personal. Semua yang disampaikan bersifat umum dan berlaku menyeluruh untuk semua siswa.

Setelah 1semester mendampingi siswa 7A,saya harus mengucapkan perpisahan. Lho kenapa? Ya agak mendadak mendapat amanat untuk menjadi waka kurikulum di madrasah tersebut. Terus terang agak membuat gugup dan ragu karena amanat diberikan di tengah-tengah tahun ajaran. 

Tetapi mau tidak mau saya harus menerima amanat yang sudah diberikan. Kepercayaan harus dibalas dengan kerja yang profesional dan maksimal. Salah satunya adalah harus melepas status sebagai wali kelas. Sehingga tidak terjadi dobel jabatan. Nah  inilah salah satu yang menjadi beban beberapa hari selain beban membuat jadwal yang harus jadi sekitar 1 minggu. 

Meski jarang bertemu tetapi karena setiap hari mendampingi dan menyapa siswa kelas 7A sebelum dan setelah pembelajaran, munculketerikatan. Seperti berat mengucapkan kata perpisahan. Perlu waktu untuk mengungkapkan apa yang harus disampaikan kepada wali siswa dan siswa sendiri. Yang tidak membuat mereka bertanya-tanya.

Akhirnya menjelang 1 hari kegiatan pembelajaran, saya menyampaikan beberapa hal yang salah satunya adalah mengenai berhentinya saya jadi wali kelas 7A. Rasanya sesak di dada meskipun sudah berusaha ditahan.

Beberapa wali siswa menghubungi japri setelah saya mengucapkan perpisahan. Ucapan terima kasih dan permintaan maaf mereka juga.Demikian juga siswa yang bertanya tentang pamitan saya dengan mereka. Mereka masih bertanya nanti yang mengajar siapa dan sebagainya. Yang membuat saya tidak dapat menahan haru sekaligus sedih. Andaikan bisa memilih saya lebih baik menjadi wali kelas. Berkutat dengan beragam karakter siswa. 

Kini seperti ada yang hilang di pagi hari. Karena setiap pagi saya menyapa dan memberi semangat siswa kelas 7A dan mengingatkan mereka untuk mengisi daftar hadir. Untungnya ada kelas yang harus saya siapkan sehingga bisa terselingi dengan menyapa mereka.

Untuk siswa kelas 7A, tetap semangat di semester 2 dan semester selanjutnya. Bangga Bu guru menjadi wali kelas kalian meskipun hanya satu semester. Jaga kesehatan dengan 3M. Doa ibu selalu menyertai. Sukses selalu untuk kalian. Semoga korona ini seera berlalu sehingga pembelajaran tatap muka bisa segera dilaksanakan. Aamiin.


Gambar. Dok Pribadi



No comments:

Post a comment