Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts

Wednesday, 18 October 2023

Kisah Zahid dan Bidadari Surga

 Bismillah...


Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia tinggal di Suffah masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.

“Wahai saudaraku Zahid, selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah SAW menyapa.


“Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid.

“Maksudku kenapa engkau selama ini membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah?” kata Rasulullah SAW.

Zahid menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah?”

” Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!” kata Rasulullah SAW.


Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sahabatnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita. Akhirnya, surat itu dibawah ke rumah Zahid dan oleh Zahid surat itu dibawa kerumah Said, ayah dari sang gadis. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.


“Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia diberikan untukmu saudaraku.”

Said menjawab, “Adalah suatu kehormatan buatku.”

Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.


Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, “Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?”

Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihat aku berbohong?”

Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, “Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini. bukankah lebih baik disuruh masuk?”


“Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya,” kata ayahnya.

Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, “Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah..!” dan Zulfah merasa dirinya terhina.


Maka Said berkata kepada Zahid, “Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mau bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak.”


Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama rasul?”


Akhirnya Said berkata, “Ini yang melamarmu adalah perintah Rasulullah.”

Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dikawinkan dengan pemuda ini"


Karena ingat firman Allah dalam Al-Quran surat 24: 51: "Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan "Kami mendengar, dan kami taat" Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 24:51)”


Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada tara dan segera pamit pulang. Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.


“Bagaimana Zahid?”

“Alhamdulillah diterima ya rasul,” jawab Zahid.

“Sudah ada persiapan?”

Zahid menundukkan kepala sambil berkata, “Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa.”

Pada akhirnya, pernikahan antara keduanya pin akan disegerakan, dan Zahid pun pulang dalam keadaan gembira. Di mana ia merasa senang, lantaran lamarannya telah diterima.

Namun ketika menjelang hari pernikahan, tetapi rencana Allah tiba-tiba, ada hal yang harus dilakukan oleh Zahid menjelang hari H pernikahannya bersama Zulfa. Di mana, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam memerintahkan kepada kaum muslim untuk pergi ke medan perang dalam beberapa waktu. 

Mendengar kabar tersebut, tanpa berpikir panjang pun Zahid langsung mengiyakkan dan melaksanakan perintah sang Rasul. 

Beberapa para sahabat lain pun dibuat kaget lantaran Zahid akan segera menikah namun tetap mau menjalankan perintah dari Rasulullah SAW. 

Karena Zahid bertanggung jawab dan memiliki tekad yang kuat, akhirnya ia pun ikut serta dalam perang tak peduli itu menjelang hari H pernikahannya.

Zahid lebih memilih berjihad di jalan Allah bersama Rasulullah dan memutuskan untuk menunda pernikahannya. Biaya yang digunakan untuk menikah pun akhirnya dipakai untuk membeli baju besi dan kuda terbaik untuk menemaninya perang.

Zahid pun akhrinya maju ke medan pertempuran. Dengan hebatnya lagi, beliau bertempur dan banyak dari kaum kafirin tewas di tangannya. Namun naas, ketika perang berlangsung, Zahid pun harus gugur dalam peperangan yang membawanya kepada mati syahid. 

Rasulullah SAW mendengar kabar bahwa jasad Zahid, melihat dirinya diperebutkan oleh bidadari-bidari surga yang sangat cantik. Zahid terlihat sedang diperebutkan dan tak sengaja gaun bidadari tersebut tersingkap hingga betisnya yang indah pun terlihat.

Demikianlah kisah salah satu sahabat Rasulullah SAW, yaitu Zahid RA, dimana semasa hidupnya ia telah terhinakan oleh orang-orang sekitar sebab memiliki paras wajah yang tidak tampan dan juga tidak memiliki keluarga yang jelas.


Thursday, 29 June 2023

Makna Ihram dan Sa'i

 MELEPASKAN KEMELEKATAN

Izinkan hari ini saya bagikan kepada Anda. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.


Ilmu ini adalah tentang makna Ihram dan makna Sa'i.


Makna Ihram adalah melepaskan semua kemelekatan. Jadi jamaah haji yang melepaskan satu persatu kancing bajunya dan melepaskan semua atribut kebesarannya dan menggunakan baju ihram, itu adalah sebuah simbol bahwa setiap manusia suatu hari nanti akan dilepaskan satu persatu kebesaran-kebesaran yang melekat pada tubuhnya, baik harta, benda, anak, jabata, penghormatan ataupun kedudukan.

Semua akan dilepaskan satu persatu, kemudian diganti dengan selembar kain putih yang dinamakan baju ihram. Artinya adalah kita suatu hari nanti akan kembali sebagai hamba Allah dan bukan sebagai label-label yang selama ini disandangkan kepada kita. Apakah kita seorang tokoh terhormat, kaya raya, artis ataupun apapun. Pada dasarnya itu semua akan dilepaskan dan kita kembali sebagai Abdullah sebagai hamba Allah yang hadirnya tidak membawa apa-apa dan pulangnya pun tidak membawa apa-apa kecuali tiga amalan yaitu sedekah jariyah ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih.


Karenanya momentum ini mengingatkan kepada kita untuk senantiasa berdzikir kepada Allah bahwa kita bukanlah siapa-siapa. Kita hanyalah hamba Allah. 


Karenanya kita mencari bekal sebanyak mungkin sebelum Allah memanggil kita karena tidak seorangpun yang mau bertanggung jawab atas diri kita, termasuk anak, istri, suami ataupun siapapun. 

Kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri.


Yang kedua adalah tentang Makna Sa'i.


Sai ini luar biasa perjalanan ibadah haji dari Shofa ke Marwah, Marwah-Shofa sedemikian luar biasa. Bolak-balik mencari air dan dia tahu bahwa di sana tidak ada air, gersang, tandus, bahkan tidak ada sejarah di situ ada sumber air. Namun mengapa Ibunda Hajar lari kesana-kemari Shofa-Marwah, Marwah-Shofa sampai 7 kali? Kita harus tahu, Ibunda Hajar memang tahu di situ tidak ada air tapi dia tahu ada Allah yang punya air.

Di sinilah keyakinan kita. Ketika kita bekerja bukan untuk mencari rezeki, tapi ada Allah yang memberikan rezeki.


Ketika kita beraktivitas bukan untuk mencari rezeki sebenarnya tapi ada Allah yang memberi rezeki. Karena ikhtiar itu adalah kepantasan kita kepada Allah Azza wa Jalla yang menjadikan diri kita atas izin Allah memperoleh sebagaimana kebutuhan yang kita butuhkan, karena Allah lebih tahu.


Jadi... sekali lagi, Zamzam adalah sebuah pembuktian Allah Maha Sempurna dengan caranya.


Sahabatku sekalian, semoga momentum ini menjadikan kita belajar bahwa kita harus *senantiasa mengingat sebagai hamba Allah dan senantiasa berikhtiar karena ada Allah yang punya segalanya.* Mudah-mudahan bermanfaat.


_Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh_


Sumber tulisan: Aris Ahmad Jaya

Mr. Sugesti Indonesia Motivator Nasional Character Building CEO PT. ABCO Sugesti Motivatindo Owner ABCO Therapy Centre

Tuesday, 7 March 2023

Lima Tanda Orang yang Baik dan Bijak

Banyak sekali kita bertemu dengan beragam orang dengan karakter dan sifat yang berbeda. Termasuk di antaranya adalah orang-orang yang baik dan menyenangkan kita ketika bertemu.  Tentu tidak semua yang kita temui adalah orang-orang yang baik namun dari ciri-ciri tertentu kita dapat mengenali dan menjadikan mereka sahabat kita. Berikut adalah beberapa ciri dan tanda orang-orang baik dan bijak yang kita kenali.


1. Wajhu Mumbasyar (wajah yang senantiasa menggembirakan)

Dia memiliki penampilan diri yang menyenangkan bila dipandang, murah senyum, hangat percakapan, dan kehadirannya senantiasa dirindukan.


2. Lisanun Na'imah (tutur bahasa yang indah)

Dia memiliki bahasa yang indah meskipun sederhana, mudah difahami dan tidak membuat orang tersinggung.


3. Qolbur Rahmah (hati yang menyenangkan)

Hati adalah cerminan sikap pribadi seseorang. Sikap dan perilakunya memberikan rahmat bagi sekitarnya. Kehadirannya memberi manfaat, kata-kata yang terucap berfaedah buat yang mendengarnya.


4. Shodrul Muftihah (lapang dada)

Jiwanya terbuka, jujur, berterus-terang, dan bertoleransi. Arif menghadapi suasana gembira dan sedih, bijaksana dalam mengambil keputusan.


5. Yadul Muftihah (tangan yang senantiasa terbuka)

Dia senang membantu siapa saja, bahkan tanpa perlu dimintapun dia akan peka untuk membantu.


Semoga kita sentiasa diberikan jiwa dan hati seperti para salafus soleh dan alim ulama'.


Sumber tulisan: Jendela Dunia Islam

Sunday, 10 July 2022

Rahasia Anjuran Tidak Memejamkan Mata Saat Shalat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


A. Tidak Memejamkan Mata saat shalat

Inilah rahasia Anjuran untuk 

Tidak memejamkan mata 

Saat shalat.

Para ilmuwan muslim di Amerika telah meneliti cara untuk meningkatkan kekuatan penglihatan MATA memakai konsep dari anjuran yang diajarkan Rasulullah SAW.

Hal ini sangat penting untuk orang-orang yang mata mereka yang LEMAH dan juga untuk semua orang. 

Otot mata yang LEMAH, akan menyebabkan ketidakmampuan dalam melihat secara AKURAT.

Untuk memulihkan mata dan menjaga kekuatan ototnya, maka sebaiknya mengikuti Sunnah selama sholat.

Kita harus selalu membuka mata kita SELAMA SUJUD, dan ketika BERDIRI pandangan MATA melihat TEMPAT SUJUD.

Jaga MATA Anda tetap FOKUS pada SATU TITIK tempat sujud.

Hikmah di balik pandangan MATA tetap FOKUS pada SATU TITIK tempat sujud adalah :

Saat RUKU', otot mata akan menekan lensa mata untuk meningkatkan visi dan saat Anda bangun otot mata  akan melonggarkan.

Sementara saat SUJUD, lensa mata akan menyusut karena jarak antara mata dengan tempat sujud memendek dan ketika Anda bangun lagi itu akan mengendurkan otot-otot mata.

Bila kita praktikkan setiap hari, maka akan melatih otot-otot mata kita, sehingga mata kita akan sehat

Kita dapat melakukan hal ini setiap hari 17 kali atau sebanyak yang kita inginkan. Nabi Muhammad SAW selalu memerintahkan untuk membuka mata kita selama sujud.

Dan sekarang para ilmuwan telah membuktikan bahwa praktek ini bekerja dalam meningkatkan kekuatan penglihatan MATA.


Masya Allah...

ECA (Extra Curricula Activities)

  Sumber gambar: Labbaikudidadu Wisdom Matric School Sumber gambar: The Catalyst Ekstrakurikuler (atau sering disebut ECA — Extra-Curricula...