Wednesday, 6 May 2026

ECA (Extra Curricula Activities)

 

Sumber gambar: Labbaikudidadu Wisdom Matric School


Sumber gambar: The Catalyst

Ekstrakurikuler (atau sering disebut ECAExtra-Curricular Activities) adalah bagian seru dari kehidupan sekolah untuk mengasah bakat. Berikut adalah materi lengkap mengenai jenis-jenisnya dan panduan percakapan dalam bahasa Inggris.

1. Jenis-Jenis Ekstrakurikuler (Types of ECA)

Secara umum, kegiatan ekstrakurikuler dibagi menjadi beberapa kategori utama:

Sports (Olahraga)

Fokus pada kesehatan fisik dan kerja sama tim.

·         Basketball : basket

 Volleyball : voli/ 

Football (Soccer): sepak bola 

·         Badminton:  bulutangkis 

·         Martial Arts (Pencak Silat, Karate, Taekwondo)

·         Swimming. : Renang

Table  tennis

Arts & Culture (Seni & Budaya)

Wadah untuk kreativitas dan ekspresi diri.

·         Traditional/Modern Dance

·         Choir / Vocal Group: paduan suara

·         Marching Band / Orchestra: drumband 

·         Painting / Fine Arts: Melukis 

·         Theater / Drama Club: Teater/drama

Science & Technology (Iptek)

Untuk kamu yang suka bereksperimen dan berpikir logis.

·         Science Club (Karya Ilmiah Remaja/KIR)

·         Robotics

·         Coding / Computer Club

Tahfidz: quran recetition 

Leadership & Social (Kepemimpinan & Sosial)

Membangun karakter dan kepedulian terhadap sesama.

·         Scouts (Pramuka)

·         Red Cross Youth (PMR)

·         Student Council (OSIS)

·         Nature Lovers (Pencinta Alam)

2. Kosakata Penting (Key Vocabulary)

Sebelum masuk ke percakapan, hafalkan beberapa kata kunci ini:

·         Join / Sign up: Ikut serta / mendaftar.

·         Member: Anggota.

·         Practice / Training: Latihan.

·         Tournament / Competition: Lomba.

·         Take part in: Berpartisipasi dalam.

·         Skills: Keterampilan.

3. Bertanya Jawab dalam Bahasa Inggris

Berikut adalah cara menanyakan dan menjawab pilihan ekstrakurikuler dengan berbagai tingkat kerincian.

A. Menanyakan Pilihan (Asking)

·         "What extracurricular activity do you join?"

(Ekskul apa yang kamu ikuti?)

·         "Are you a member of any school club?"

(Apakah kamu anggota klub sekolah tertentu?)

·         "Why did you choose that club?"

(Kenapa kamu memilih klub tersebut?)

·         "When do you usually practice?"

(Kapan biasanya kamu latihan?)

B. Menjawab (Answering)

·         "I joined the English Club to improve my speaking skills."

(Aku ikut English Club untuk meningkatkan kemampuan bicara.)

·         "I'm in the Basketball team. We practice every Wednesday."

(Aku di tim basket. Kami latihan setiap Rabu.)

·         "I've been a member of the Scouts since last year."

(Aku sudah jadi anggota Pramuka sejak tahun lalu.)

4. Contoh Dialog Singkat

Alex: "Hi, Sarah! I saw you carrying a violin. Are you joining the Music Club?"

Sarah: "Yes, I am! I just signed up last week. How about you?"

Alex: "I prefer outdoor activities, so I joined the Football Club."

Sarah: "That sounds fun! How often do you practice?"

Alex: "We have training sessions twice a week, on Tuesdays and Fridays."

Tips: Saat berbicara tentang hobi atau ekskul, gunakanlah alasan yang kuat seperti "It's my passion" (Itu kegemaran saya) atau "I want to make more friends" (Saya ingin menambah teman) agar percakapan menjadi lebih mengalir!

Directions (Arah)

 

Sumber :Games4esl

1. Vocabulary: Penunjuk Arah Dasar

Sebelum memberi petunjuk, kamu harus tahu dulu kosakata dasarnya. Cek daftar di bawah ini:

·         Turn left: Belok kiri

·         Turn right: Belok kanan

·         Go straight: Jalan lurus

·         Go past: Melewati

·         Cross: Menyeberang

·         At the corner of: Di pojok/sudut

·         T-junction: Pertigaan

·         Crossroads: Perempatan

·         Traffic lights: Lampu lalu lintas

2. Prepositions of Place (Preposisi Tempat)

Kata depan ini digunakan untuk menjelaskan di mana posisi sebuah gedung berada:

·         Beside / Next to: Di samping

·         Between: Di antara (dua benda)

·         Behind: Di belakang

·         In front of: Di depan

·         Across from / Opposite: Di seberang

3. Asking for Directions (Menanyakan Arah)

Gunakan kalimat sopan saat ingin bertanya kepada orang lain:

·         "Excuse me, could you tell me the way to the hospital?"

·         "Excuse me, where is the nearest post office?"

·         "Can you show me how to get to the library?"

·         "Is there a bank near here?"



4. Giving Directions (Memberi Petunjuk)

Setelah ada yang bertanya, kamu bisa menjawab dengan langkah-langkah yang jelas.

Contoh Dialog:

Stranger: Excuse me, can you tell me the way to the Cinema?

You: Of course. Go straight along this street until you see the traffic lights. Then, turn left. The cinema is next to the bookstore.

Stranger: Thank you very much!

You: You're welcome.

5. Tips Menghafal

Supaya cepat ingat, coba bayangkan kamu sedang di sekolah:

1.      Kantin ada di sebelah mana kelasmu? (The canteen is beside the laboratory)

2.      Gerbang sekolah ada di mana? (The gate is in front of the parking lot)




Tidak Mudah Menuduh Orang Munafik dari Prasangka

 ONE DAY ONE HADITS

Senin, 4 Mei 2026 / 16 Dzulkaidah 1447


عن عِتْبَانَ بن مالك رضي الله عنه وَهُوَ مِمَّن شَهِدَ بَدرًا، قَالَ: كنتُ أُصَلِّي لِقَوْمِي بَني سَالِم، وَكَانَ يَحُولُ بَيْنِي وبَيْنَهُمْ وَادٍ إِذَا جَاءتِ الأَمْطَار، فَيَشُقُّ عَلَيَّ اجْتِيَازُهُ قِبَلَ مَسْجِدِهم، فَجِئتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم فقلت لَهُ: إنّي أنْكَرْتُ بَصَرِي، وَإنَّ الوَادِي الَّذِي بَيْنِي وبَيْنَ قَومِي يَسيلُ إِذَا جَاءتِ الأمْطَارُ، فَيَشُقُّ عَلَيَّ اجْتِيَازُهُ فَوَدِدْتُ أنَّكَ تَأتِي فَتُصَلِّي في بَيْتِي مَكَانًا أتَّخِذُهُ مُصَلّى، فَقَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((سَأَفْعَلُ)).

فَغَدَا عليَّ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم وَأَبُو بكر رضي الله عنه بَعْدَ مَا اشْتَدَّ النَّهَارُ، وَاسْتَأذَنَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم، فَأذِنْتُ لَهُ، فَلَمْ يَجْلِسْ حَتَّى قَالَ: ((أيْنَ تُحِبُّ أَنْ أُصَلِّيَ مِنْ بَيْتِكَ؟)) فَأَشَرْتُ لَهُ إِلَى المَكَانِ الَّذِي أُحبُّ أَنْ يُصَلِّيَ فِيهِ، فَقَامَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم فَكَبَّرَ، وَصَفَفْنَا وَرَاءَهُ فَصَلَّى رَكعَتَينِ، ثُمَّ سَلَّمَ وَسَلَّمْنَا حِينَ سَلَّمَ فَحَبَسْتُهُ عَلَى خَزيرَةٍ تُصْنَعُ لَهُ، فَسَمِعَ أهلُ الدَّارِ أنَّ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم في بَيْتِي فَثَابَ رِجالٌ مِنْهُمْ حَتَّى كَثُرَ الرِّجَالُ فِي البَيْتِ.

فَقَالَ رَجُلٌ: مَا فَعَلَ مَالِكٌ لاَ أرَاهُ! فَقَالَ رَجُلٌ: ذلِكَ مُنَافِقٌ لا يُحِبُّ اللهَ ورسولَهُ، فَقَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((لاَ تَقُلْ ذلِكَ، ألا تَرَاهُ، قَالَ: لاَ إلهَ إلا الله يَبْتَغي بذَلِكَ وَجهَ الله تَعَالَى)) فَقَالَ: اللهُ ورسُولُهُ أعْلَمُ، أمَّا نَحْنُ فَوَاللهِ مَا نَرَى وُدَّهُ وَلا حَدِيثَهُ إلا إِلَى المُنَافِقينَ! فَقَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((فإنَّ الله قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ: لاَ إلهَ إِلاَّ الله يَبْتَغِي بذَلِكَ وَجْهَ الله)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.


Dari Itban bin Malik radhiyallahu anhu salah seorang sahabat yang ikut perang Badar ia berkata:

“Aku biasa mengimami kaumku dari Bani Salim. Namun di antara aku dan mereka ada sebuah lembah. Jika hujan turun, lembah itu tergenang sehingga sulit bagiku untuk menyeberang ke masjid mereka.

Maka aku datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dan berkata: ‘Sesungguhnya penglihatanku telah berkurang, dan lembah yang ada antara aku dan kaumku mengalir saat hujan, sehingga sulit bagiku menyeberang. Aku berharap engkau datang dan shalat di rumahku pada suatu tempat yang nanti akan aku jadikan tempat shalat.’

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda: ‘Aku akan melakukannya.’

Keesokan harinya Rasulullah shalallahu alaihi wa salam datang kepadaku bersama Abu Bakar

radhiyallahu anhu setelah matahari agak tinggi. Beliau meminta izin masuk, lalu aku izinkan. Beliau tidak duduk sampai berkata: ‘Di mana engkau ingin aku shalat di rumahmu?’

Aku tunjukkan tempat yang aku inginkan. Maka Rasulullah shalallahu alaihi wa salam berdiri, bertakbir, dan kami berbaris di belakang beliau. Beliau shalat dua rakaat, lalu salam, dan kami pun ikut salam.

Kemudian aku menahan beliau untuk menikmati hidangan khazirah (makanan dari tepung dan lemak) yang aku siapkan. Lalu penduduk sekitar mendengar bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam berada di rumahku, maka banyak orang berdatangan hingga rumah penuh.

Seseorang berkata: ‘Mana Malik? Aku tidak melihatnya.’ Orang lain berkata: ‘Dia itu munafik, tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya.’

Maka Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda: ‘Jangan berkata begitu. Tidakkah kamu melihat bahwa ia mengucapkan: La ilaha illallah dengan mengharap wajah Allah?’

Orang itu berkata: ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Adapun kami, demi Allah, kami tidak melihat kecintaan dan pembicaraannya kecuali kepada orang-orang munafik.’ Maka Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda: ‘Sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan La ilaha illallah dengan mengharap wajah Allah.’”

(HR. Bukhari dan Muslim)


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Keringanan dalam ibadah karena uzur. Orang yang memiliki kesulitan (seperti sakit, buta, atau kondisi alam) mendapat keringanan untuk tidak ke masjid.

2- Bolehnya membuat tempat khusus shalat di rumah.

Disunnahkan memiliki tempat tertentu di rumah untuk ibadah agar lebih khusyuk.

3- Tawadhu dan perhatian Nabi shalallahu alaihi wa salam.

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam mau memenuhi permintaan sahabat, meskipun secara kedudukan beliau lebih tinggi.

4- Tidak mudah menuduh orang munafik. Nabi shalallahu alaihi wa salam melarang menuduh seseorang sebagai munafik hanya dari prasangka.

5- Keutamaan kalimat tauhid

Ucapan “La ilaha illallah” dengan ikhlas menjadi sebab keselamatan dari neraka.

6- Pentingnya niat (ikhlas).

Tidak cukup hanya mengucapkan, tetapi harus disertai keikhlasan karena Allah.

7- Bolehnya menjamu tamu

Menjamu tamu termasuk akhlak mulia yang dicontohkan para sahabat.

8- Boleh menjelaskan kondisi diri (uzur). Mengabarkan kekurangan (seperti rabun) bukan termasuk keluhan tercela jika ada kebutuhan.

9- Boleh mengajak orang lain saat bertamu. Selama tuan rumah tidak keberatan, membawa teman saat berkunjung diperbolehkan.


Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur'an:


1- Ikhlas dalam Tauhid.

Hadits menegaskan bahwa orang yang mengucapkan La ilaha illallah dengan ikhlas akan diselamatkan.

Tidak cukup hanya ucapan, harus disertai keikhlasan


وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya...”

(QS. Al-Bayyinah: 5)


2- Allah Mengetahui Isi Hati

Dalam hadits, Nabi shalallahu alaihi wa salam melarang menuduh seseorang munafik karena hanya Allah yang tahu isi hati. Kita tidak boleh menghakimi iman seseorang


إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati.”

(QS. Ali ‘Imran: 154)


3- Larangan Su’uzan (Buruk Sangka). Tidak boleh mudah menilai buruk orang lain.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

“Wahai orang-orang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa.”

(QS. Al-Hujurat: 12)


4- Keutamaan Tauhid

Hadits: Allah mengharamkan neraka bagi orang yang ikhlas bertauhid. Tauhid adalah kunci keselamatan.


إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.”

(QS. An-Nisa: 48)


5- Kemudahan dalam Agama

Hadits menunjukkan adanya keringanan karena uzur (hujan, lemah penglihatan). Islam memberi kemudahan, bukan kesulitan.


لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuannya.”

(QS. Al-Baqarah: 286).

ECA (Extra Curricula Activities)

  Sumber gambar: Labbaikudidadu Wisdom Matric School Sumber gambar: The Catalyst Ekstrakurikuler (atau sering disebut ECA — Extra-Curricula...