Wednesday, 10 June 2026

9 WASIAT NABI MUHAMMAD YANG SANGAT PENTING UNTUK UMAT ISLAM

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari Abud Darda, radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memberikan wasiat kepadaku dengan sembilan (perkara):

لَا تُشْرِكْ بِاللهِ شَيْئًا وَإِنْ قُطِّعْتَ أَوْ حُرِّقَتْ، وَلَا تَتْرُكَنَّ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوْبَةَ مُتَعَمِّدًا، وَمَنْ تَرَكَهَا مُتَعَمِّدًا بَرِئَتْ مِنْهُ الذِّمَّةُ، وَلَا تَشْرَبَنَّ الْخَمْرَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ، وَأَطِعْ وَالِدَيْكَ وَإِنْ أَمَرَاكَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ دُنْيَاكَ فَاخْرُجْ لَهُمَا، وَلَا تُنَازِعَنَّ وُلَاةَ الْأَمْرِ وَإِنْ رَأَيْتَ أَنَّكَ أَنْتَ، وَلَا تَفْرُرْ مِنَ الزَّحْفِ وَإِنْ هَلَكْتَ وَفَرَّ أَصْحَابُكَ، وَأَنْفِقْ مِنْ طَوْلِكَ عَلَى أَهْلِكَ، وَلَا تَرْفَعْ عَصَاكَ عَلَى أَهْلَكَ، وَأَخِفْهُمْ فِي اللهِ عَزَّ وَجَلَّ


1. Janganlah engkau menyekutukan Alloh dengan apapun, meski engkau diancam dibunuh atau dibakar.

2. Janganlah engkau meninggalkan sholat wajib dengan sengaja, karena sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat wajib dengan sengaja telah lepas dari perlindungan Alloh.

3. Janganlah engkau minum khomer, karena itu induk semua kekejian.

4. Taatilah kedua orang tuamu, meski keduanya memerintahkanmu untuk meninggalkan duniamu, maka tinggalkanlah karena mentaati keduanya.

5. Janganlah engkau memberontak kepada Penguasa Yg TELAH berhukum dengan kitabulloh walaupun engkau melihat bahwa engkau di atas kebenaran.

6. Janganlah engkau lari dari peperangan, walaupun engkau sendirian,dan kawan-kawanmu telah lari.

7. Nafkahilah keluargamu dari usahamu yang halal.

8. Didiklah keluargamu dgn Syariat

9. Ingatkan mereka untuk takut kepada Alloh.

[HR. Al-Bukhari di dalam Al-Adabul Mufrod]


Fawaid Hadis:

Ada beberapa faidah yang bisa kita ambil dari hadis ini, antara lain :

1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan bibingan kepada sebagian sahabat secara khusus, dan kepada umat secara umum.*

2. Kewajiban seorang Muslim menetapi tauhid dan menjauhi syirik, walaupun mengorbankan nyawanya. Sebab tauhid adalah kunci Surga, sedangkan syirik adalah penyebab kekal di dalam Neraka.

3. Kedudukan sholat wajib, dan bahaya meninggalkannya dengan sengaja, karena orang yang meninggalkan shalat wajib dengan sengaja telah lepas dari perlindungan Alloh.

4. Larangan minum khomer, yaitu semua minuman yang memabukkan, karena khomer adalah induk semua kekejian.

5. Kewajiban mentaati kedua orang tua di dalam kebaikan, meski dengan mengorbankan dunia.

6. Larangan memberontak kepada Penguasa Yg telah berhukum dengan kitabulloh, walaupun seseorang merasa  di atas kebenaran.* Sebab kerusakan pemberontakan lebih besar dari pada kerusakan kemaksiatan Pemerintah.

7. Larangan lari dari peperangan, walaupun sampai mengorbankan nyawa.

8. Perintah menafkahi keluarga dengan usaha yang halal dan baik.

9. Kewajiban orang tua membimbing anak-anaknya untuk taat kepada Alloh, jika perlu dengan pukulan untuk pendidikan, bukan pukulan untuk penyiksaan. Seperti ketika anak sudah berumur 10a tahun, tetapi masih meninggalkan shalat.


10. Kewajiban kepala rumah tangga mengingatkan anggota keluarganya untuk takut kepada Alloh, kemudian mentaatiNya.

Hanya Alloh yang memberikan taufiq, rahmat dan hidayah.


*وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*

••••••••••••••••••••••

Mewaspadai Pujian Agar Tidak Sampai Terlena



_KETIKA seseorang memiliki kelebihan, misalnya, cantik, tampan, beprestasi, atau kelebihan lainnya, biasanya orang tersebut mendapat pujian dari orang lain. Perlu disadari bahwa pujian manusia bisa menyebabkan seorang terlena hingga berbuat sombong. Maka, jangan sampa terlena atas pujian tersebut._


🌺MEMANG, pada dasarnya manusia suka dipuji. Pujian tersebut sejatinya merupakan sebuah kebaikan, sekaligus ujian bagi seseorang. Sebab, dengan pujian seseorang tanpa sadar bisa bersikap takjub pada diri sendiri, takabur, ujub, sombong, atau riya. 


🌺 PUJIAN atau memuji seseorang adalah pernyataan rasa kagum dan penghargaan kepada seseorang yang dianggap baik, indah, dan sebagainya. Namun demikian, ternyata ada bahayanya ketika seseorang memuji orang lain, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW (yang artinya), *_“Berhati-hatilah dalam memuji (menyanjung-nyanjung). Sesungguhnya itu adalah penyembelihan.”_* (H.R. Bukhari).


🌺 NAMUN demikian, risiko akibat dari pemberian pujian bagi orang yang dipuji ini yang harus dipertimbangkan. Ternyata, pada hakikatnya pujian bisa membuat orang yang dipuji menjadi terlena. 


🌺 ORANG yang bangga atau suka dipuji-puji mudah sekali terkena penyakit hati. Di antara penyakit hati tersebut adalah sombong, congkak, riya, dan membanggakan diri sendiri. 


🌺 AKIBAT pujian yang menyebabkan seseorang membanggakan diri hingga membawa pada jurang kebinasaan, kita diingatkan oleh Nabi Muhammad (Rasulullah) SAW, _"Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan (3) ujub (takjub pada diri sendiri)." (H.R. Abdur Rozaq).


🌺 LANTAS, bagaimana seharusnya sikap ketika seorang mendapatkan pujian? Jika pujian orang lain kepada kita memang benar, Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita agar berdoa kepada Allah untuk dijadikan pribadi yang lebih baik lagi. “Ya Allah. Jadikanlah aku lebih baik daripada apa yang mereka kira.” (H.R. Bukhari).

------------🌼🌼🌼------------

🌠 SEMOGA Allah rida menganugerahkan kepada kita semua: kesehatan, keselamatan, kebahagiaan, rahmat (kasih sayang-Nya), berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita, umur panjang, rezeki halal, serta kemudahan mengarungi kehidupan.

Tujuh Dosa Besar yang Harus Dijauhi

 ONE DAY ONE HADITS

Rabu, 10 Juni 2026 / 24 Dzulhijjah 1447


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوبِقَاتِ»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: «الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ اليَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ المُحْصَنَاتِ المُؤْمِنَاتِ الغَافِلاَتِ». (رواه الشيخان، وأبو داود، والنسائي).


Dari Abu Huroiroh –semoga Alloh merdihoinya-, dari Nabi shalallahu alaihi wa salam, beliau berkata: “Jauhilah oleh kalian 7 (tujuh) dosa yang membinasakan!”. Mereka (para shahabat) bertanya: “Wahai Rosululloh dan apa saja dosa-dosa yang membinasakan itu?” Beliau berkata: “Menyekutukan Alloh, sihir, membunuh jiwa (yang jiwa tersebut) telah Alloh haromkan melainkan (membunuhnya dengan) cara yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling (lari) pada hari pertempuran dan menuduh wanita yang beriman, yang suci, yang menjaga kehormatannya dengan tuduhan berbuat zina“. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhory, Muslim, Abu Dawud dan An-Nasa’iy).


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Sabda Beliau, "Jauhilah" lebih keras daripada kata-kata "Jangan kalian mengerjakan", karena larangan mendekati lebih keras daripada larangan melakukan suatu perbuatan, dimana dalam kata-kata "jauhilah" mencakup larangan segala yang dapat mendekatkan kepada perbuatan itu.

2- Sabda Beliau "tujuh dosa yang membinasakan" adalah tujuh dosa besar. Dikatakan "membinasakan", karena dosa-dosa tersebut menjadi sebab binasa pelakunya di dunia karena hukuman yang diakibatkan darinya dan di akhirat ia akan memperoleh azab.

3- Dosa besar adalah perbuatan yang dilarang Allah dan Rasul-Nya, dimana perbuatan tersebut ada hadnya (hukumannya) di dunia, atau adanya ancaman berupa azab dan kemurkaan di akhirat atau adanya laknat terhadap pelakunya.

4- Tujuh dosa besar yaitu:

"Syirik kepada Allah, melakukan sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri dari peperangan, dan menuduh berzina wanita yang suci mukminah yang tidak tahu-menahu." 


Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Syirik adalah dosa yang paling besar. Allah mengharamkan surga bagi orang yang meninggal di atas perbuatan syirk dan mengekalkan orang itu di neraka.

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya adalah neraka, tidak ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al Maa’idah : 72).


2- Sihir adalah sejumlah pekerjaan setan yang dilakukan oleh pesihir berupa mantera-mantera, bertawassul (mengadakan perantara) kepada setan-setan, dan berupa kalimat yang diucapkan pesihir dengan ditambah dupa/kemenyan dan buhul-buhul yang ditiup-tiup.


وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

"Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul."(Terj. QS. Al Falaq: 4)


3- Membunuh seseorang tanpa alasan atau sebab yang dibenarkan oleh agama adalah merupakan dosa besar diantara tujuh dosa besar yang terdapat didalam hadist diatas dan akan mendapatkan balasan dari Allah yaitu neraka jahannam 


وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Artinya: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.”(An-Nisa’:93)


4- Orang yang bermu’amalah dengan riba tidak dapat bangkit dari kuburnya pada hari kebangkitan melainkan seperti berdirinya orang yang terkena penyakit ayan, hal ini disebabkan mereka memakan riba ketika di dunia.


الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِييَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

 “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena (tekanan) penyakit gila. (Al Baqarah: 275)


5- Memakan harta anak yatim.

Tentang memakan harta anak yatim.


إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا

"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)." (Qs. An Nisaa': 10)


6- Melarikan diri dari peperangan.

Ketika bertemu musuh wajib tetap bertahan dan haram melarikan diri. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ، وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ.

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).---Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan sangat buruklah tempat kembalinya. (Al Anfaal: 15-16)


7-  Bahwa siapa saja yang menuduh berzina kepada wanita yang baik-baik, yang merdeka lagi suci, maka ia mendapatkan laknat di dunia dan akhirat, serta baginya azab yang besar. Di samping adanya had di dunia, yaitu 80 kali dera dan persaksiannya tidak dianggap meskipun sebagai orang yang adil.


إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ    

"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar, (An Nuur: 23).

9 WASIAT NABI MUHAMMAD YANG SANGAT PENTING UNTUK UMAT ISLAM

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Dari Abud Darda, radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi ...