Saturday, 25 April 2026

Konsep Segitiga Restitusi

 Konsep **Segitiga Restitusi** merupakan proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka dengan karakter yang lebih kuat. Pendekatan ini dikembangkan oleh Diane Gossen dan sering digunakan dalam praktik disiplin positif di sekolah.

Berikut adalah tiga tahapan Segitiga Restitusi beserta contoh penerapannya:

## 1. Menstabilkan Identitas (*Stabilize the Identity*)

Tahap ini bertujuan untuk mengubah identitas anak dari orang yang gagal karena berbuat salah menjadi orang yang sukses. Tujuannya agar anak merasa tenang dan tidak dalam kondisi bertahan (*defensive*).

 * **Prinsip:** Kita tidak bisa membantu seseorang jika mereka masih merasa bersalah atau ketakutan.

 * **Contoh Kalimat/Tindakan:**

   * "Bapak/Ibu tidak tertarik mencari siapa yang salah, tapi Bapak/Ibu ingin mencari solusi dari masalah ini."

   * "Berbuat salah itu hal yang manusiawi. Tidak ada manusia yang sempurna."

   * "Kamu punya hak untuk merasa marah/kecewa saat itu."

## 2. Validasi Tindakan yang Salah (*Validate the Misbehavior*)

Setiap perilaku manusia pasti memiliki tujuan atau alasan tertentu (memenuhi kebutuhan dasar). Di tahap ini, guru mencoba memahami alasan di balik tindakan murid tersebut tanpa menghakimi.

 * *Prinsip: Mengenali kebutuhan yang sedang berusaha dipenuhi oleh anak.

 * *Contoh Kalimat/Tindakan:

   * "Padahal kamu bisa melakukan hal yang lebih buruk dari ini, tapi kamu tidak melakukannya, kan?"

   * "Kamu pasti punya alasan mengapa melakukan hal itu."

   * "Kamu melakukan itu karena kamu ingin mempertahankan sesuatu yang penting bagimu?"

3. Menanyakan Keyakinan (Seek the Belief)

Setelah anak merasa tenang dan dipahami, langkah terakhir adalah menghubungkan perilaku mereka dengan nilai-nilai atau keyakinan yang mereka percayai atau keyakinan kelas yang telah disepakati.

 * **Prinsip:** Memotivasi anak secara internal untuk memperbaiki diri.

 * **Contoh Kalimat/Tindakan:**

   * "Apa nilai-nilai umum yang telah kita sepakati di kelas?"

   * "Seperti apa gambaran kelas yang ideal menurutmu?"

   * "Kamu ingin menjadi orang seperti apa nantinya?"

### Contoh Kasus Integratif

**Skenario:** Seorang murid (misal: Budi) ketahuan menyontek saat ulangan karena tidak sempat belajar.

 1. Menstabilkan Identitas: "Budi, Bapak tahu kamu merasa tertekan dengan ulangan tadi. Semua orang pernah merasa bingung saat menghadapi ujian."

 2. Validasi Tindakan: "Kamu menyontek karena ingin mendapatkan nilai bagus agar orang tuamu tidak kecewa, benar begitu? Padahal kamu bisa saja bolos sekolah tadi, tapi kamu tetap datang dan mencoba mengerjakan."

 3. Menanyakan Keyakinan: "Sekarang, mari kita lihat kembali. Apakah menyontek sesuai dengan keyakinan kelas kita tentang kejujuran? Jika kamu ingin menjadi orang yang sukses di masa depan, apakah cara ini membantu? Apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki ini?"


Pembinaan ASN dan Non ASN Kemenag Kecamatan Karanganyar dan Kartanegara






Pembinaan  ASN dan Non ASN Kementerian Kabupaten Purbalingga 

Tidak mencampuri komite 

Tidak ada penahanan ijazah 


Jadilah pegawai yang profesional. 

SEHATI :

 Santun 

Efektif dan Efisien

Humanis 

Amanah 

Tertib

Ikhlas


Mempertahankan WBK --->WBMM

Integritas 

Profesional 

Biasakan Budaya pelayanan yang terbaik

Inovasi dan 

URAB MENDOAN:

Ustadz

Rajin

Bertani 

Menopang/Mendukung 

Kehidupan 

Wednesday, 22 April 2026

Penuntut Ilmu dan Pemburu Harta

 ONE DAY ONE HADITS

Senin, 20 April 2026 / 2 Dzulkaidah 1447


عن ابن مسعود رضي الله عنه قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " مَنْهُومَانِ لا يَشْبَعَانِ طَالِبُ عِلْمٍ وَطَالِبُ دُنْيَا " ، الطبراني في الكبير

Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

Ada dua macam orang yang rakus selalu tidak merasa kenyang, yaitu penuntut ilmu dan pemburu duniawi.

[ Hr At- Tabroni]


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Bahwa Abdullah ibnu Mas'ud pernah mengatakan bahwa ada dua orang yang haus dan tidak pernah merasa kenyang, yaitu orang yang berilmu dan orang yang memiliki harta; tetapi keduanya tidak sama. 

2- Adapun orang yang berilmu, maka bertambahlah ridha Tuhan Yang Maha Pemurah kepadanya. Adapun orang yang berharta, maka dia makin tenggelam di dalam kesesatannya (sikap melampaui batasnya).

3- Semoga kita bisa menyikapi dan mewaspadai keadaan yang ada dengan benar dan baik untuk keselamatan dunia akhirat.


Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an: 

1-  Orang yang berilmu, maka bertambahlah ridha Tuhan Yang Maha Pemurah kepadanya bila mau mengamalkan ilmunya dengan benar dan baik

َ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ 

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.[Fâthir: 28]


2- Adapun orang yang berharta, bila tidak bisa mewaspadai dirinya maka dia makin tenggelam di dalam kesesatannya (sikap melampaui batasnya).

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَى  أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى 

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. [Al-'Alaq: 6-7].Lr

Konsep Segitiga Restitusi

 Konsep **Segitiga Restitusi** merupakan proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kemb...