Tuesday, 23 June 2026

Saat Nikmat Tak Lagi Disyukuri



SAAT ‘NIKMAT’

TAK LAGI DISYUKURI


🥀 *SERING kali…

kita ‘merasa’ hidup

ini ada yang kurang.

KURANG cukup,

KURANG berhasil,

KURANG bahagia. 


P a d a h a l

BISA JADI masalahnya

bukan pada *NIKMAT*

yang SEDIKIT, 


tapi…..

pada ’cara’ kita

memandangnya.


*Rasulullah SAW.* sudah mengingatkan dengan ‘nasehat’ yang sangat dalam maknanya..

📚 *BELIAU* _shallallahu ‘alaihi wasallam_ bersabda:

”Pandanglah orang yang berada di bawah kalian (dalam masalah harta & dunia) dan janganlah kalian memandang orang yang berada di atas kalian.


HAL itu lebih layak membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kalian."

(HR. Muslim, Bukhari)



HADITS ini…

mengajarkan ‘cara sederhana’ tapi sangat efektif untuk menjaga HATI,


JANGAN selalu

melihat ’ke ATAS’

dalam urusan dunia. 


Karena….

KETIKA ‘pandangan’ kita terus tertuju pada mereka yang;


LEBIH kaya, 

LEBIH sukses, atau

LEBIH nyaman hidupnya, 


tanpa sadar….

kita mulai menganggap ’remeh’ apa yang sudah Allah berikan kepada kita.

Wassalam,


Inilah yang Didapatkan oleh Orang yang Berhjrah

 *INILAH YANG DIDAPATKAN OLEH ORANG  YANG HIJRAH*

"DAN, barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak." (Q.S. An-Nisa: 100).


🌺 HIJRAH  bisa menjadi  jalan terbaik dalam meraih nikmatnya hidayah. Misalnya, ketenteraman, kebahagiaan, kelapangan, dan kesenangan, serta rezeki yang banyak. Namun, keinginan untuk berhijrah itu akan terasa berat jika tidak dilandasi karena Allah semata. 


🌺 KEBIASAAN bermaksiat, berlaku zalim, dan kedurhakaan sebagai larangan Allah  akan menjadi kendala untuk memperbaiki diri dari kebiasaan buruk ke perbuatan baik, sebagaimana sabda Rasulullah SAW  di bawah ini.

 ﻭَﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮُ ﻣَﻦْ ﻫَﺠَﺮَ ﻣَﺎ ﻧَﻬَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪ

“Dan, Al-Muhaajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan larangan Allah.”_* (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).


🌺 BAGI  yang jujur dan ikhlas dalam hijrahnya, mereka  akan mendapat balasan kenikmatan dengan tambahan rezeki. Memang,  hijrah itu tidaklah mudah dan  ujian  selalu ada. 


🌺 APAKAH orang yang yang hijrah tersebut  ikhlas meninggalkan suatu keburukan karena Allah atau hanya pura-pura saja. Padahal, kesabaran akan membuat yang berat terasa ringan. Segala kesusahan dan penderitaan akan terasa manis. 


🌺KEPADA seseorang  yang hijrah,  Allah juga akan memberikan rezeki yang banyak di dalam bumi-Nya yang luas, sebagaimana Allah  firman-Nya di bawah ini.

*وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً*

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (Q.S. An-Nisaa: 100). 


🌺 MAKA ketika hijrah, kita landasi kehijrahan kita tersebut dengan  niatan karena Allah semata. Untuk apa? Untuk mencari.  Rida-Nya agar kita  dapati kenikmatan yang luar biasa.

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.”(H.R. Ahmad).

----------------🌼🌼🌼----------------

🌠 SEMOGA Allah  rida menganugerahkan  kepada kita semua: keselamatan,  kesehatan, kebahagiaan,  rahmat (kasih sayang-Nya), berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita, umur panjang, rezeki halal, serta  kemudahan mengarungi kehidupan.

Monday, 22 June 2026

Persiapan Menjelang Tahun Ajaran Baru


Sumber gambar: Garda Oto


Tahun ajaran 2025/2026 telah berakhir. Tahun ajaran baru siap menjelang. Masa liburan sekolah ini selain dimanfaatkan untuk berlibur juga dimanfaatkan orang tua dan siswa untuk membeli persiapan sekolah berikutnya. 

Yang Perlu Dipersiapkan untuk tahun ajaran baru

1. Perlengkapan Menulis

  • Buku tulis 
  • Pensil, pulpen, penghapus
  • Penggaris
  • Rautan
  • Pensil warna atau spidol (sesuai jenjang)
  • Stabilo untuk membuat rangkuman

2. Tas Sekolah

Perhatikan:

  • Ukuran sesuai kebutuhan.
  • Tali bahu empuk dan kuat.
  • Tidak terlalu berat saat kosong.
  • Memiliki beberapa kompartemen agar barang tertata rapi.

3. Seragam dan Atribut Sekolah

  • Seragam harian
  • Seragam olahraga
  • Dasi, topi, ikat pinggang
  • Kaos kaki
  • Sepatu

Sebaiknya periksa apakah masih muat dan layak pakai sebelum membeli baru.

4. Perlengkapan Ibadah

  • Mukena atau sarung
  • Al-Qur'an atau buku doa
  • Sajadah kecil (jika diperlukan)

5. Botol Minum dan Kotak Bekal

  • Mudah dibersihkan.
  • Tidak mudah bocor.
  • Ukuran sesuai kebutuhan anak.

6. Perangkat Pendukung Belajar

  • Kamus Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia.
  • Kalkulator (untuk jenjang tertentu).
  • Flashdisk (jika diperlukan).
  • Akses internet yang memadai untuk tugas sekolah.

7. Kesehatan Anak

Yang sering terlupakan justru paling penting:

  • Membiasakan tidur lebih awal.
  • Mengatur kembali jadwal belajar setelah liburan.
  • Memastikan anak sarapan sebelum sekolah.
  • Pemeriksaan mata jika anak sering mengeluh tidak bisa melihat tulisan di papan.

Lebih Baik Membeli Online atau Offline?

Membeli Offline Lebih Baik Jika:

✅ Membeli seragam dan sepatu.

Karena:

  • Bisa dicoba langsung.
  • Dapat mengecek kualitas bahan.
  • Menghindari salah ukuran.

✅ Membeli tas sekolah.

Karena:

  • Bisa mengecek kenyamanan saat dipakai.
  • Dapat melihat kualitas jahitan dan resleting.

Membeli Online Lebih Baik Jika:

✅ Membeli barang standar seperti:

  • Buku tulis
  • Pulpen
  • Pensil
  • Penghapus
  • Label nama
  • Sampul buku

Karena:

  • Harga sering lebih murah.
  • Banyak promo dan gratis ongkir.
  • Tidak perlu keluar rumah.

Strategi yang Paling Hemat

Banyak keluarga menggunakan cara berikut:

  1. Inventarisasi perlengkapan yang masih layak pakai.
  2. Beli seragam, sepatu, dan tas secara offline.
  3. Beli alat tulis dan buku tulis secara online saat ada promo.
  4. Libatkan anak dalam memilih perlengkapan agar mereka lebih bersemangat menyambut sekolah.

Yang Sebaiknya Dihindari

  • Membeli semua perlengkapan baru hanya karena ingin mengikuti tren.
  • Membelikan tas yang terlalu besar atau berat.
  • Memilih perlengkapan berdasarkan karakter atau gambar yang sedang populer tanpa mempertimbangkan kualitas.
  • Menunda pembelian hingga mendekati hari pertama sekolah karena harga dan antrean biasanya meningkat.

Yang paling penting sebenarnya bukan banyaknya perlengkapan baru, tetapi kesiapan anak untuk kembali belajar, disiplin, dan semangat menjalani tahun ajaran baru. Orang tua dapat menjadikan momen ini untuk berdiskusi tentang target belajar, kebiasaan baik, dan tanggung jawab anak selama satu tahun ke depan.

Saat Nikmat Tak Lagi Disyukuri

SAAT ‘NIKMAT’ TAK LAGI DISYUKURI 🥀 *SERING kali… kita ‘merasa’ hidup ini ada yang kurang. KURANG cukup, KURANG berhasil, KURANG bahagia.  P...