Wednesday, 24 June 2026

Berbuat Baik Tanpa Mengharapkan Pujian


DALAM perjalanan hidup ini,  kita sering berbuat baik kepada orang lain tanpa ada yang tahu, membantu tanpa diminta, atau berkorban tanpa dihargai. Di saat-saat seperti itu, hati mudah lelah. Dalam kondisi seperti itu, kita tidak berharap pujian. Sebab balasan dari Allah atas perbuatan kita tersebut lebih sempurna._ 


🌺 NAMUN demikian, ada satu pengingat yang mampu menenangkan segalanya. Yakni  bahwa tidak ada satu pun kebaikan yang luput dari pandangan Allah. Allah berfirman seperti di bawah ini.


وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ ٱللَّهُ


“Dan kebajikan apa pun yang kamu kerjakan, niscaya Allah (pasti) mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 197).


🌺 PESAN ayat  tadi  menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan, baik besar atau kecil, terlihat atau tersembunyi, tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan Allah. 


🌺 ADA dua pelajaran yang dapat kita ambil  dari ayat tersebut, yakni yang berikut ini.


1️⃣ *Melatih keikhlasan*.  Ketika seseorang terbiasa mengingat dan meyakini bahwa setiap kebaikan yang dilakukan pasti dilihat dan akan dibalas oleh Allah, maka seseorang tidak akan terlalu peduli apakah orang lain melihat kebaikannya atau tidak. 


🌺 KEIKHLASAN akan tumbuh saat seseorang hanya berharap.pada  Allah  yang menilai dan membalas amalnya, bukan manusia. Pujian manusia menjadi tidak penting. Sebab, balasan Allah jauh lebih sempurna.


2️⃣ *Menjadikan seseorang tidak _baperan (bawa perasaan, sensitif, mudah tersinggung). Terkadang seseorang sudah berbuat baik, tetapi orang yang dibantu justru lupa, tidak menghargai, atau malah membalas dengan keburukan. 


🌺ITULAH yang sering membuat hati menjadi baper, kecewa, dan patah semangat. Namun, ketika ia yakin bahwa Allah melihat dan mengetahui setiap niat dan kebaikannya, serta menjanjikan balasan yang sempurna, maka hatinya menjadi lebih lapang, lebih tenang, dan tidak mudah tersinggung oleh sikap manusia.


🌺 PERIHAL tersebut,  kita diberi informasi oleh Allah  

tentang salah satu  ciri penduduk surga dalam firman-Nya seperti yang di bawah ini.


*إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا


“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih."  (Q.S. Al-Insan: 9).


🌺 SALAH satu ciri dan sifat penduduk surga yaitu  berbuat baik karena Allah, bukan karena berharap manusia akan membalas atau bahkan sekadar berterima kasih. Itulah sebabnya,  janganlah kita  berharap balasan manusia. Sebab kebaikan kita tersebut  tak akan pernah sirna


🌺 DALAM kehidupan sehari-hari, kita melihat  banyak kebaikan yang mengalir dari hati manusia. Guru yang sabar menuntun muridnya, suami dan istri yang saling melayani, orang tua yang bekerja keras demi anak-anaknya, hingga kebaikan kecil yang kita berikan kepada teman dan tetangga.


🌺 NAMUN, sering kali kebaikan itu tidak kembali kepada kita sebagaimana yang kita harapkan. Tidak selalu ada ucapan terima kasih. Tidak selalu ada penghargaan. Tidak selalu ada balasan yang setimpal. Tetapi ketahuilah, tidak ada satu pun kebaikan yang hilang di sisi Allah.


🌺 WALAUPUN manusia tidak membalas, selama kebaikan itu dilakukan karena Allah, niscaya balasan dari-Nya pasti datang dengan lebih indah, lebih adil, dan lebih sempurna daripada apa pun yang dapat diberikan manusia. 


🌺 ALLAH  berfirman seperti yang di bawah ini.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. At-Taubah: 120).


🌺 RASULULLAH SAW  juga memberikan kabar gembira,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً


“Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi seorang mukmin atas kebaikan apa pun.” (H.R. Muslim).


🌺 ARTINYA, setiap kebaikan pasti diganti oleh Allah, meskipun manusia tidak membalasnya. Hal ini tentu berbeda ketika kita menjadi objek penerima manfaat atau kebaikan dari orang lain.



Tuesday, 23 June 2026

Saat Nikmat Tak Lagi Disyukuri



SAAT ‘NIKMAT’

TAK LAGI DISYUKURI


🥀 *SERING kali…

kita ‘merasa’ hidup

ini ada yang kurang.

KURANG cukup,

KURANG berhasil,

KURANG bahagia. 


P a d a h a l

BISA JADI masalahnya

bukan pada *NIKMAT*

yang SEDIKIT, 


tapi…..

pada ’cara’ kita

memandangnya.


*Rasulullah SAW.* sudah mengingatkan dengan ‘nasehat’ yang sangat dalam maknanya..

📚 *BELIAU* _shallallahu ‘alaihi wasallam_ bersabda:

”Pandanglah orang yang berada di bawah kalian (dalam masalah harta & dunia) dan janganlah kalian memandang orang yang berada di atas kalian.


HAL itu lebih layak membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kalian."

(HR. Muslim, Bukhari)



HADITS ini…

mengajarkan ‘cara sederhana’ tapi sangat efektif untuk menjaga HATI,


JANGAN selalu

melihat ’ke ATAS’

dalam urusan dunia. 


Karena….

KETIKA ‘pandangan’ kita terus tertuju pada mereka yang;


LEBIH kaya, 

LEBIH sukses, atau

LEBIH nyaman hidupnya, 


tanpa sadar….

kita mulai menganggap ’remeh’ apa yang sudah Allah berikan kepada kita.

Wassalam,


Inilah yang Didapatkan oleh Orang yang Berhjrah

 *INILAH YANG DIDAPATKAN OLEH ORANG  YANG HIJRAH*

"DAN, barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak." (Q.S. An-Nisa: 100).


🌺 HIJRAH  bisa menjadi  jalan terbaik dalam meraih nikmatnya hidayah. Misalnya, ketenteraman, kebahagiaan, kelapangan, dan kesenangan, serta rezeki yang banyak. Namun, keinginan untuk berhijrah itu akan terasa berat jika tidak dilandasi karena Allah semata. 


🌺 KEBIASAAN bermaksiat, berlaku zalim, dan kedurhakaan sebagai larangan Allah  akan menjadi kendala untuk memperbaiki diri dari kebiasaan buruk ke perbuatan baik, sebagaimana sabda Rasulullah SAW  di bawah ini.

 ﻭَﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮُ ﻣَﻦْ ﻫَﺠَﺮَ ﻣَﺎ ﻧَﻬَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪ

“Dan, Al-Muhaajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan larangan Allah.”_* (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).


🌺 BAGI  yang jujur dan ikhlas dalam hijrahnya, mereka  akan mendapat balasan kenikmatan dengan tambahan rezeki. Memang,  hijrah itu tidaklah mudah dan  ujian  selalu ada. 


🌺 APAKAH orang yang yang hijrah tersebut  ikhlas meninggalkan suatu keburukan karena Allah atau hanya pura-pura saja. Padahal, kesabaran akan membuat yang berat terasa ringan. Segala kesusahan dan penderitaan akan terasa manis. 


🌺KEPADA seseorang  yang hijrah,  Allah juga akan memberikan rezeki yang banyak di dalam bumi-Nya yang luas, sebagaimana Allah  firman-Nya di bawah ini.

*وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً*

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (Q.S. An-Nisaa: 100). 


🌺 MAKA ketika hijrah, kita landasi kehijrahan kita tersebut dengan  niatan karena Allah semata. Untuk apa? Untuk mencari.  Rida-Nya agar kita  dapati kenikmatan yang luar biasa.

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.”(H.R. Ahmad).

----------------🌼🌼🌼----------------

🌠 SEMOGA Allah  rida menganugerahkan  kepada kita semua: keselamatan,  kesehatan, kebahagiaan,  rahmat (kasih sayang-Nya), berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita, umur panjang, rezeki halal, serta  kemudahan mengarungi kehidupan.

Berbuat Baik Tanpa Mengharapkan Pujian

DALAM perjalanan hidup ini,  kita sering berbuat baik kepada orang lain tanpa ada yang tahu, membantu tanpa diminta, atau berkorban tanpa di...