Thursday, 4 March 2021

Menangis Bersama Al Quran



Tulisan ini dikirimkan oleh Bunda Kanjeng di Grup WA. Saya sangat tersentuh dengan uraian dari Didi Junaedi ini. Untuk itulah saya menyimpannya agar suatu saat saya bisa membukanya kapan pun. Sebagai pengingat diri untuk selalu dekat dengan Al Quran.

Menangis Bersama Al-Qur'an

Oleh : Didi Junaedi 


“Sesungguhnya Dialah yang menjadikan manusia tertawa dan menangis.” (Q.S. An-Najm: 43)

Dalam hidup ini, selalu ada saat di mana kita merasakan kesedihan dan kekecewaan. Pada saat seperti itu, tidak jarang air mata menetes membasahi pipi. Bahkan, jika kesedihan dan kekecewaan itu sangat dalam, tanpa terasa kita akan menangis.

Menangis karena sakit, sedih serta kecewa adalah hal yang wajar dan manusiawi belaka. Menjadi tidak wajar, ketika kita terus-menerus menangisi peristiwa yang membuat kita sakit, sedih dan kecewa itu. Lebih tidak wajar lagi, ketika kesedihan serta kekecewaan itu membuat kita kehilangan semangat hidup, pesimis serta putus asa.

Al-Qur’an mengajarkan kepada kita tentang bagaimana cara yang tepat dalam menghadapi kekecewaan serta menyikapi kesedihan. “...Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (Q.S. At-Taubah: 40). Ayat ini menegaskan bahwa jika kita menyadari sepenuh hati tentang kebersamaan Allah dalam setiap gerak dan langkah kehidupan yang kita jalani, maka tidak ada alasan bagi kita untuk bersedih hati, khawatir atau takut dalam menjalani hidup ini. Karena kita yakin, Allah pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.

Dalam ayat lain dinyatakan, "Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang beriman." (QS. Ali Imran:139)

Ayat ini menggugah kesadaran kita tentang hakekat keimanan kita kepada Allah. Jika kita memang orang yang benar-benar beriman, yakin dan percaya kepada Allah Swt., maka tidak ada alasan bagi kita untuk merasa lemah atau bersedih hati. Karena sesungguhnya kita adalah bagian dari kelompok hamba Allah yang paling tinggi derajat serta kedudukannya di antara makhluk-makhluk ciptaan Allah lainnya.

Keimanan seseorang akan menjadi kunci utama kedewasaan sikapnya dalam menghadapi beragam ujian dan cobaan hidup. Semakin tinggi iman seseorang, maka semakin siap dan dewasa dalam menghadapi pelbagai persoalan kehidupan yang menimpanya. Karena, dia yakin sepenuh hati bahwa Allah Swt. pasti akan memberikan solusi atas setiap persoalan yang dihadapinya.

Semakin rendah keimanan seseorang, maka semakin sulit untuk menerima kenyataan hidup yang dialaminya. Bahkan, pada titik tertentu, ketika dia tidak mampu lagi bersabar, dia akan putus asa serta frustrasi menghadapi hidup ini. Mereka itu, disebut oleh al-Qur’an sebagai orang-orang kafir, yang mengingkari nikmat serta keberadaan Allah Swt. “….Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang yg kafir.” (Q.S. Yusuf: 87)

Padahal kesedihan, kekecewaan, serta kesulitan yang menimpa seseorang, adalah salah satu cara Allah untuk menghapus dosa-dosanya. Nabi Saw. pernah menyatakan, “Tidaklah seorang mulim ditimpa penyakit, kepayahan, kesedihan, bahkan kerisauan yang membuatnya galau, kecuali dengan itu Allah hapus dosanya.” (HR. Muslim)

* Ruang Inspirasi, Rabu, 24 Februari 2021

Doa-Doa Harian




Assalamu'alaikum wr wb

Hari ini saya ingin menuliskan kembali doa-doa yang selalu dikirimkan kawan lewat aplikasi whatapps. Mengapa saya simpan di sini? Karena pengalaman beberapa waktu lalu. HP mengalami error dan hampir seluruh data yang ada di dalamnya hilang. Termasuk doa-doa yang menurut saya sangat bermanfaat.

Selain sebagai hafalan doa pribadi, ini menjadi pengingat diri sendiri. Untuk terus memperbaiki diri sendiri setiap saat. Terima kasih Pak Inta atas kiriman doanya setiap pagi. Semoga ini menjadi kebaikan yang tercatat di sisi Allah dan menjadi amal baik. Aamiin.

اللَّهُمَّ إِنِّي َأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ رواه احمد، الترمذي، النساءي

Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon ampunan-Mu atas (dosa-dosa hamba) yang Engkau mengetahuinya, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang ghoib!. (HR Ahmad, at-Tirmidzi, An-Nasa’i)



اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ رواه احمد، الترمذي، النساءي

Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu keteguhan dalam segala perkara, dan kemauan kuat untuk berbuat sesuatu yang benar, hamba memohon kepada-Mu rasa syukur atas nikmat-Mu dan ibadah dengan baik kepada-Mu, hamba memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. Hamba memohon kepada-Mu dari kebaikan yang Engkau mengetahuinya dan hamba berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau mengetahuinya. Dan hamba memohon ampunan-Mu atas (dosa-dosa hamba) yang Engkau mengetahuinya, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang ghoib’. (HR Ahmad, at-Tirmidzi, An-Nasa’i)




رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

Ya Allah, berilah hamba dari pihak Engkau, anak/keturunan yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa! (QS Al-Furqon : 38)


رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

Ya Allah, berilah hamba dari pihak Engkau, anak/keturunan yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa! (QS Ali Imron: 38)


رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ

Ya Allah, jadikan hamba dan anak turunan hamba ahli ibadah salat! Ya Allah, kabulkan doa kami!” (QS.Ibrahim : 40)


رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ya Allah, berilah kami istri dan keturunan yang menyenangkan mata, (hati gembira) serta jadikan kami imam bagi orang2 yang bertakwa! (QS.Al-Furqon : 74)


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ...!

Ya Allah, jadikanlah anak kami anak yang saleh (salehah)!....


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآن...!ِ

Ya Allah, jadikan anak-anak kami hafal Qur'an!...


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا حَافِظِيْنَ لِلسُّنَّةِ...!ِ

Ya Allah, jadikan anak kami hafal pada Hadits!....


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ...!

Ya Allah, jadikan anak kami faham dalam agama (bisa mengamalkan Qur'an dan Hadits)!...!


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا...!ِ

Ya Allah, jadikan anak kami berkah kehidupannya di dunia...!

Menulis di Blog, Hambatan dan Solusinya



Pada kesempatan tantangan #kamis menulis hari ini adalah menuliskan cerita tentang hambatan yang pernah dialami dan upaya mengatasinya. Pada kesempatan ini ingin menceritakan proses menulis di blog.

Menulis di blog sebenarnya sama seperti kita menulis di media yang lain. Sebagai media digital yang tanpa batas, tentu blog menjadi sarana untuk berpendapat dan tempat menuangkan inspirasi kita. Semangat berbagi dengan yang lain. Berbagi dengan tulisan dari apa yang kita kuasai dan kita sukai.

Ini kesempatan saya untuk mencurahkan apa yang saya rasakan selama belajar menjadi blogger. Pengalaman membuat blog kemudian terbengkalai menjadi satu pengalaman yang tidak ingin terulang. Mudah-mudahan ada solusi dari pembaca yang bisa mengatasi permasalahan yang dialami.



Setidaknya ada 5 hambatan yang saya alami ketika belajar menulis di blog. Apa saja itu? Simak tulisan berikut ya?Anda bisa menambahkan jika memang dirasa perlu lewat kolom komentar.

Permasalahan pertama adalah sulit mencari ide tulisan. Sebagai penulis pemula seperti saya, banyak hal yang ditakutkan ketika menulis. Kita bingung mau menulis apa. Memulai dari mana ketika akan menulis. Idenya dari mana? Dan pertanyaan sejenis lainnya.

Permasalahan kedua adalah bagaimana kita menuliskannya di dalam blog. Kecenderungan kita menulis seperti menulis di file word. Panjang dan tidak terpotong-potong dalam kalimat singkat dan padat. Hal ini mungkin karena biasanya yang dituliskan adalah ungkapan cerita sehari –hari. Jadi mengalir begitu panjang seperti bercerita. Jadi seperti orang ngobrol, lupa koma dan titiknya.

Hambatan ketiga adalah menjaga motivasi menulis agar tetap konsisten. Karena biasanya kita menulis adalah karena tuntutan dan kewajiban. Akhirnya sering keluar jurus “the power of kepepet” . Kita ‘dipaksa’ untuk menulis. Jika ini tidak segera diantisipasi maka akan timbul rasa tertekan dan bosan. Nah perlu memanfaatkan agar the power of kepepet itu tidak selalu menjadi sumber kekuatan menulis.

Hambatan keempat adalah membagi waktu antara berbagai kegiatan yang kita lakukan. Sebagai seorang ibu rumah tangga, guru, dan anggota masyarakat, tentu kita banyak disibukkan dengan berbagai kegiatan yang tidak sebentar. Jika tidak disiasati dengan cara-cara tertentu maka akan menimbulkan kewalahan pada beberapa sisi kegiatan. Tentu kita tidak ingin demikian terjadi bukan?

Masalah kelima adalah ketidakpercayaan diri pada kita. Ketidakpercayaan diri pada apa? Ketidakpercayaan diri menyangkut tulisan kita juga tentang penampilan blog kita. Apakah tulisan kita bagus? Apakah tulisan kita menarik? Apakah tulisan kita enak dibaca dan sebagainya.

Lebih dari itu kita juga tidak percaya diri dengan tampilan blog kita. Apakah blog kita sudah nyaman untuk dikunuungi? Apakah blog kita menarik? Apakah font yang digunakan cukup nyaman untuk dibaca dan beragam pertanyaan lainnya.

Apalagi jika kita menulis di blog kemudian tidak banyak yang memberikan komentar. Seperti lewat begitu saja. Nah ini menjadi masalah tersendiri bagi blogger pemula seperti saya. Jadi semakin tidak percaya diri. Jangan-jangan tulisan kita jelek, monoton dan membosankan sehingga tidak banyak yang tertarik membacanya. Jangan-jangan blognya tidak update dengan perkembangan teknlogi yang ada,

Nah sudah ada 5 hambatan yang saya tulisankan tentang menulis di blog? Nomor berapa yang sama Anda rasakan dengan saya? Silahkan bisa dijawab masing-masing (di dalam hati saja boleh). Nah apa yang saya lakukan untuk mengatasi hal tersebut. Tentu tergantung masing-masing orang dan kasus ya? Mungkin satu orang dengan orang yang lain akan berbeda penyelesaianya dan solusinya.

(1) Permasalahan kesulitan ide menulis di blog saya pribadi atasi dengan menulis apa yang saya rasakan, sukai dan kuasai. Nekad menulis apa pun. Apa yang ada di sekitar kita menjadi ide.

Foto-foto yang sering kita ambil dari gawai kita menjadi salah satu inspirasi juga. Meskipun mungkin hal yang sepele dan hanya beberapa kalimat. Teruskan saja. Kita dapat mengedit dan menambahkan kalimat lain jika ada tambahan ide di waktu yang lain. Jangan menjadi editor untuk diri kita sendiri. Karena akhirnya kita tidak jadi menulis.

Kita sekarang sudah tidak bisa dipisahkan dengan gadget/HP. Kita lebih kebingungan tidak membawa HP daripada ketika kita ketinggalan dompet. Sudah tidak bisa dipisahkan. Beberapa menit ditinggal ratusan chat sudah menanti untuk dibaca.

Nah karena situasinya demikian, mengapa tidak kita gunakan untuk menulis? Kita bisa menulis apa saja dan kapan saja. Tugas kita sebagai ayah/ibu di rumah, sebagai guru dengan muridnya, anggota masyarakat dengan masyarakat lainnya bisa menjadi ide tulisan yang tidak akan berakhir. Nah sudahkah kita menggalinya den menuliskannya?



(2) Hambatan kedua adalah berkaitan dengan cara kita mengungkapkan tulisan kita di blog. Ketika kita bergabung dengan komunitas blogger maka akan banyak dibahas tentang ini. Bahwa menulis di blog itu berbeda dengan menulis di word. Karena ini berkaitan dengan situasi dan lewat apa tulisan ini dibaca. Nah ini saya sendiri masih sulit untuk membuat potongan-potongan kalimat sehingga satu paragraf cukup memuat 2—3 kalimat saja.

Selanjutnya tentu kita harus banyak belajar kata baku dan kata tidak baku. Sebagai acuan tentu kita bisa memasang aplikasi KBBI dalam gawai kita sehingga kata-kata yang kita gunakan tepat dan pas sesuai penggunaannya.

(3) Berkaitan dengan hambatan ketiga tentang konsistensi dalam menulis. Motivasi memang harus terus dijaga dan dinyalakan. Bukan semangat yang sementara. Setelah lewat kita kembali ke keadaaan semula. Seperti lagu “ku masih seperti yang dulu”.

Motivasi kuat sebenarnya adalah dari diri sendiri. Mengapa kita menulis di blog ini? Untuk apa? Apa tujuannya? Masing-masing memiliki motivasi tersendiri ketika menulis di blog. Motivasi saya sendiri menulis di blog adalah blog sebagai sumber ekspresi diri. Selain juga berharap apa yang saya tulis dapat memberi manfaat dan menginspirasi orang lain yang membacanya.

Nah jika motivasi tidak terlalu kuat dari diri sendiri maka segeralah bergabung dengan komunitas blogger. Salah satunya adalah Komunitas Lagerunal yang saya ikuti. Bergabung dengan komunitas ini memicu kita untuk terus menulis. Karena biasanya komunitas blogger memiliki banyak agenda dan kegiatan untuk mengaktifkan anggotanya untuk menulis dan berkarya.

The power of kepepet akan semakin berkembang, sehingga ide bisa sering muncul dan beragam. Membaca dari postingan anggota komunitas yang lain juga akan membuat kita banyak belajar tentang berbagai genre tulisan sekaligus gaya bahasa yang digunakan.

Setelah mengikuti lomba blog memang menjadi inspirasi sendiri untuk menulis. Sebagai pemula maka harus banyak belajar. Belajar tentang ide tulisan dalam blog sekaligus bagaimana menampilkan dalam blog itu sendiri sehingga menjadi tulisan yang renyah dan enak dibaca.

(4) Terkait dengan hambatan keempat yaitu waktu. Aktivitas kita di rumah sebagai anggota keluarga, aktivitas kita sebagai guru di sekolah dan aktivitas kita sebagai anggota masyarakat memang cukup beragam dan banyak. Jika kita tidak menyempatkan diri untuk menulis maka kita tidak akan pernah menulis. Kita selalu belrindung di balik kata “sibuk” dan “:tidak ada waktu”. 

Tentu kita harus bisa membuat skala prioritas untuk semua kegiatan tersebut. Sehingga semua kegiatan bisa berjalan seiring sejalan. Selalu terngiang kalimat "Orang yang senggang menulis itu biasa. Tetapi orang yang meluangkan waktu untuk menulis di antara kesibukan itu luar biasa."

(5) Hambatan yang kelima adalah ketidakpercayaan diri pada tulisan yang dihasilkan dan penampilan blog. Ini bisa teratasi dengan bergabung di komunitas blogger. Di mana di dalamnya kita memperoleh pengetahuan bagaimana mengelola blog yang kita miliki sehingga tampilan blog kita menjadi menarik dan eye-catching. Dengan belajar bersama kita menjadi tahu banyak hal. Saling mengomentari dan memberi saran anta anggota blog menumbuhkan kepercayaan diri dan memotivasi.

Demikian beberapa hambatan yang saya pribadi alami dan solusi yang coba saya lakukan untuk mengatasinya. Bagaimana dengan Anda? Teruslah menulis dan berkarya sebagai blogger. Salam sehat selalu. Teruslah menginspirasi. Salam literasi.



Puisi Hari ini




 Bosan

Purbalingga, 4 Maret 2021


Jenuh 

Rasa berkepanjangan

Dan tak berujung

Diam tak ingin bergerak


Santai

Purbalingga, 4 Maret 2021


Menikmati 

Pagi indah

Bersama iringan motor

Berderu seiring semangat pagi


Jalani hari yang sepi

Melintasi jalan lengang

Lancar berjalan

Nyaman


Merekam

Dalam pikiran

Lukisan alam terbentang

Di kanan kiri jalan


Keindahan nyata yang terlewatkan

Karena kesibukan kegiatan

Menjadi hilang

Semu




Wednesday, 3 March 2021

Sekilas tentang Katarak



KATARAK

🍀Katarak adalah bagian keruh pada lensa mata yang biasanya bening dan akan mengaburkan penglihatan. Katarak tidak menyebabkan rasa sakit dan termasuk penyakit yang sangat umum terjadi.

🍀Lensa mata adalah bagian transparan di belakang pupil (titik hitam di tengah bagian mata yang gelap) yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya pada lapisan retina. Dengan adanya katarak, kejernihan lensa mata berkurang dan cahaya yang masuk ke mata menjadi terhalang.


🍀Seiring bertambahnya usia, umumnya lensa mata perlahan-lahan akan keruh dan berkabut. Jadi katarak adalah penyakit yang biasa terjadi seraya kita bertambah tua. Banyak pengidap yang pada akhirnya membutuhkan operasi untuk mengganti lensa yang rusak ini dengan lensa buatan.

GEJALA :

🍀Mata yang sensitif ketika terkena cahaya menyilaukan.

Sulit melihat saat cahaya remang-remang (terutama pada malam hari) atau sangat terang.

Semua menjadi terlihat ganda.

Semua terlihat seperti memiliki semburat kuning atau cokelat.

Ukuran lensa kacamata yang sering berubah.

Di sekeliling cahaya terang (misalnya, lampu mobil atau lampu jalan) seperti ada lingkaran cahaya. Warna yang terlihat memudar atau menjadi tidak jelas.




HERBA HNI HPAI :

- Bilberry : 3 x 2 kapsul

- Spirulina : 3 x 3 kapsul

- Kelosin : 3 x 2 kapsul

- Gamat Kapsul : 3 x 2 kapsul