Thursday, 14 May 2026

Merebus Daun Singkong

 Merebus daun singkong memang gampang-gampang susah. Jika caranya kurang tepat, warnanya bisa berubah menjadi hitam atau teksturnya tetap ulet (keras).

Agar hasilnya tetap hijau segar dan empuk seperti di rumah makan Padang, berikut adalah teknik dan tipsnya:

### Cara Merebus Daun Singkong Agar Empuk & Tetap Hijau

Bahan-bahan:

 * 1-2 ikat daun singkong (pilih yang masih muda, biasanya bagian pucuk).

 * Air secukupnya (pastikan daun bisa terendam sempurna).

 * 1 sdt garam.

 * 1/2 sdt baking soda (rahasia agar cepat empuk dan tetap hijau).

 * 2 sdm minyak goreng (opsional, agar daun terlihat mengkilap).

Langkah-langkah:

 1. Siangi Daun: Petik daun singkong dari batangnya. Pilih daun yang warnanya hijau muda. Cuci bersih dengan air mengalir.

 2. Didihkan Air: Rebus air dalam panci hingga benar-benar mendidih.

 3. Tambahkan "Bahan Rahasia": Masukkan garam dan baking soda ke dalam air mendidih. Minyak goreng juga bisa dimasukkan sekarang jika ingin hasil yang lebih *glowing*.

 4. Rebus Tanpa Tutup: Masukkan daun singkong. Jangan menutup panci saat merebus; ini bertujuan agar asam dari daun bisa menguap dan warna hijaunya tidak terperangkap sehingga tetap cerah.

 5. Cek Tekstur: Rebus selama kurang lebih 5–10 menit (tergantung jenis daunnya). Karena menggunakan baking soda, biasanya daun akan empuk jauh lebih cepat.

 6. Bilas Air Dingin: Setelah empuk, segera angkat dan tiriskan. Rendam atau siram dengan air dingin/es sebentar untuk menghentikan proses pematangan, lalu peras airnya.

# Tips Tambahan:

 * Jangan Terlalu Lama: Jika menggunakan baking soda, jangan ditinggal terlalu lama karena daun bisa menjadi terlalu hancur atau lembek.

 * Menghilangkan Rasa Pahit: Mencuci daun singkong setelah direbus (diperas) juga membantu menghilangkan sisa-sisa rasa getir atau bau langu yang biasanya menempel.

 * Penyajian: Daun singkong rebus ini sangat cocok dinikmati dengan sambal ijo, rendang, atau cukup dicocol ke sambal terasi.


Wednesday, 13 May 2026

Makna Logo Matsabangga

 



MAKNA LAMBANG

-          5 SISI GARIS BINGKAI LUAR WARNA KUNING MELAMBANGKAN 5 RUKUN ISLAM

-          5 SISI GARIS BINGKAI DALAM WARNA HIJAU MELAMBANGKAN 5 BUDAYA KERJA KEMENAG ( Integritas,  Profesionalitas, Inovasi, Tanggungjawab dan Keteladanan)

-          5 SISI GARIS BINGKAI DALAM WARNA PUTIH MELAMBANGAKAN 5 SILA PANCASILA

-          WARNA DOMINA HIJAU (warna alas/background) SEBAGAI WARNA KESUKAAN ROSULULLAH SAW (USWATUN CHASANAH)

-          BINTANG DIATAS MELAMBANGKAN AYAT PERTAMA د َاَح هاللُّٰ          ُهَو ُقۡل (Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa.)

-          17 KUNTUM BUNGA KAPAS DAN 45 BUTIR PADI MELAMBANGKAN TANGGAL DAN TAHUN KEMERDEKAAN RI

-          2 TANGAN DENGAN MENENGADAH KE ATAS  MELAMBANGKAN  AYAT KEDUA SURAT AL IKHLAS الَّصَمُد هاللُّٰ َ (Allah Tempat Meminta Segala Sesuatu

-          KITAB SUCI MELAMBANGKAN PEDOMAN HIDUP

-          KUBAH MASJID MELAMBANGKAN KEISTIQOMAHAN IBADAH MAHDLOH / VERTIKAL

-          ANGKA 1968 MELAMBANGKAN TAHUN MASEHI BERDIRINYA MTs / 1388 (arab) MELAMBANGKAN TAHUN HIJRIYAH BERDIRINYA MTs

-          BINGKAI ¼ LINGKARAN WARNA PUTIH MELAMBANGKAN KEHARMONISAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA/ HORIZONTAL

Filosofi

MTs NEGERI 1 PURBALINGGA di bawah naungan Kementerian Agama RI MEMILIKI MOTTO “IDAMANKU” merupakan gabungan antara pendidikan dunia (umum) dan akhirat ( agama) agar berimbang serta menjadi ciri khas MTs NEGERI 1 PURBALINGGA yang tetap mempertahankan sejarah dan mampu bersaing dalam berbagai ilmu pengetahuan sesuai perkembangan zaman.

Makna Keseluruhan Logo

LOGO SEGI LIMA DENGAN BINGKAI PITA WARNA KUNING, HIJAU DAN PUTIH, WARNA DASAR HIJAU TUA SERTA LAMBANG BINTANG, 17 KUNTUM BUNGA KAPAS, 45 BUTIR PADI, KUBAH MESJID, KITAB SUCI, 2 TANGAN DAN ¼ LINGKARAN WARNA PUTIH MERUPAKAN BENTUK DOA SERTA HARAPAN KELUARGA BESAR MTs N 1 PURBALINGGA YANG BERITIKAD TURUT SERTA MENCETAK GENERASI BANGSA INDONESIA YANG BERDAYA SAING DENGAN TETAP MEMPERTAHANKAN CIRI KHAS PARA PENDIRINYA YANG BERKESINAMBUNGAN DENGAN PANCASILA DAN BERNUANSA ISLAMI

Sunday, 10 May 2026

Proses Pembuatan Ecobrick dan POC

Pada pertemuan PKK RT 02 RW 02 kali ini kami mendapatkan informasi menarik dan sangat bermanfaat terkait pemanfaatan sampah organik dan nonorganik. Kami diberikan informasi tentang pembuatan ecobrick dan pembuatan POC (Pupuk Organik Cair)

Berikut adalah panduan praktis pembuatan Ecobrick untuk mengelola sampah plastik dan Pupuk Organik Cair (POC) untuk memanfaatkan limbah dapur organik.

1. Petunjuk Pembuatan Ecobrick

Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik non-biologis untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali.

Alat dan Bahan:

  • Botol plastik bekas (ukuran seragam lebih baik, misal 600ml).

  • Sampah plastik (bungkus makanan, sedotan, kresek, label botol).

  • Tongkat kayu atau bilah bambu (sebagai pemadat).

  • Gunting.

Langkah-langkah:

  1. Cuci dan Keringkan: Pastikan semua sampah plastik dalam keadaan bersih dan benar-benar kering agar tidak ada bakteri yang tumbuh di dalam botol.

  2. Potong Kecil-kecil: Gunting plastik menjadi potongan kecil agar lebih mudah dipadatkan dan tidak menyisakan rongga udara.

  3. Masukkan Plastik Dasar: Masukkan plastik berwarna cerah (seperti kantong kresek) di bagian dasar botol agar hasil akhirnya tampak menarik secara estetika.

  4. Padatkan: Masukkan potongan plastik sedikit demi sedikit, lalu tekan sekuat tenaga menggunakan tongkat kayu. Pastikan tidak ada rongga udara.

  5. Timbang: Ecobrick yang baik harus sangat keras dan berat. Standar berat minimal adalah 0,33 x volume botol (Contoh: Botol 600ml minimal beratnya 200 gram).

  6. Tutup: Setelah penuh dan padat hingga leher botol, tutup rapat.


2. Petunjuk Pembuatan POC (Pupuk Organik Cair)

POC adalah pupuk hasil fermentasi limbah organik yang sangat baik untuk nutrisi tanaman.

Alat dan Bahan:

  • Wadah/Ember bertutup (kapasitas 10-20 liter).

  • Sampah organik (sisa sayuran, kulit buah, air cucian beras).

  • Bioaktivator: EM4 (tersedia di toko pertanian) atau air gula merah/molase sebagai makanan bakteri.

  • Air secukupnya.

Langkah-langkah:

  1. Siapkan Bahan Organik: Cacah atau potong kecil sisa sayuran dan buah agar proses penguraian lebih cepat.

  2. Larutkan Aktivator: Campurkan 1-2 tutup botol EM4 dan sedikit gula merah ke dalam 1 liter air. Diamkan selama 15 menit agar mikroba "bangun".

  3. Campur dalam Wadah: Masukkan bahan organik ke dalam ember, tambahkan air cucian beras, lalu tuangkan larutan aktivator tadi. Aduk hingga rata.

  4. Fermentasi: Tutup ember dengan rapat (anaerob). Beri lubang kecil pada tutup yang dihubungkan dengan selang ke botol air mineral (sebagai pembuangan gas) agar ember tidak meledak karena tekanan gas.

  5. Proses Pendiaman: Simpan di tempat teduh selama 10–14 hari. Buka tutup setiap 2 hari sekali untuk membuang gas jika tidak menggunakan selang.

  6. Ciri Keberhasilan: Jika cairan berbau segar seperti aroma tape/fermentasi, berarti berhasil. Jika berbau busuk/got, tambahkan lagi gula merah dan EM4.

  7. Penyaringan: Saring cairan dari ampasnya. Cairan siap digunakan, ampasnya bisa dijadikan kompos padat.

Cara Penggunaan:

  • Campurkan POC dengan air bersih dengan perbandingan 1:10 (1 bagian pupuk untuk 10 bagian air).

  • Siramkan pada media tanam atau semprotkan ke daun tanaman pada pagi hari.


Tips Tambahan: Untuk Ecobrick, hindari memasukkan kertas, logam, atau kaca. Sedangkan untuk POC, hindari memasukkan sisa daging, minyak, atau susu agar tidak mengundang lalat dan bau tidak sedap.

Merebus Daun Singkong

 Merebus daun singkong memang gampang-gampang susah. Jika caranya kurang tepat, warnanya bisa berubah menjadi hitam atau teksturnya tetap ul...