Showing posts with label Ramadan Berkah. Show all posts
Showing posts with label Ramadan Berkah. Show all posts

Friday, 5 April 2024

AIR #22 Ketika Kurang Menikmati Proses Kehidupan


KETIKA ANDA KURANG MENIKMATI PROSES KEHIDUPAN

_Aris Ahmad Jaya_


Keajaiban tidak terjadi ketika Anda melakukan usaha ini atau itu dalam kehidupan Anda.

Namun keajaiban terjadi manakala Anda bahagia dan ikhlas saat melakukan proses dalam mengerjakan usaha tersebut.


Sahabatku…

Ketika harapan kebahagiaan Anda ada pada hasil akhir, maka bisa jadi Anda akan menghalalkan semua cara untuk hasil yang Anda idamkan.

Maka terciduklah para koruptor yang menghalalkan kecurangannya, pembohong demi tujuan akhirnya, pengkhianat demi keuntungan pribadinya.


Nikmatilah dan bahagiakanlah diri Anda menikmati proses menuju hasil. Sesungguhnya tugas Anda adalah melakukan usaha yang terbaik dan hasil akhir adalah Hak Allah. Dan Allah tidak pernah mengkhianati hambaNya.


Memang tidak semua proses menyenangkan untuk dijalani, namun anehnya semua orang sukses lebih suka bercerita tentang proses perjalanan yang penuh aral dan duri sampai terhantarkannya mereka menjadi sosok sukses saat ini.

Proses perjalanan tidak selalu mulus dan lancar, namun karena proses itulah seseorang menjadi kuat dan memiliki sejarah yang layak dicontoh dan dihargai.


Tahukah Anda? ternyata prasyarat utama kesuksesan adalah ketika Anda diberikan masalah atau ujian yang harus Anda selesaikan.

Karenanya nikmatilah proses perjalanan penyelesaian ujiannya, maka bonusnya adalah kenaikan kelas Anda yang lebih tinggi.


Wariskanlah kepada anak Anda dan generasi setelah Anda, pengalaman Anda tentang proses bagaimana Anda mengatasi permasalahan Anda. Bukan sekedar medali dan prestasi akhir yang pernah Anda peroleh.


Ajarkan bagaimana mereka memancing dan bukan sekedar bagaimana menikmati ikannya.


💌 _Selalu ada pesan cinta yang dititipkan Allah kepada hambaNya yang senantiasa bahagia dalam menjalani proses penyelesaian masalah dan ujian hidupnya.._



AIR #21 Ketika Dirimu Masih Menghamburkan Waktu

 KETIKA DIRIMU MASIH MENGHAMBURKAN WAKTU

Oleh Aris Ahmad Jaya


Waktu akan terasa lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu panjang bagi yang gelisah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Namun... waktu adalah keabadian bagi yang mereka mampu berbagi.


Sahabatku…

Pernahkah Anda gusar karena waktu terasa sedemikian terbatas di akhir-akhir pekerjaan?

Atau... merasa stress karena durasi waktu terasa kurang dibanding pekerjaan yang menggunung?


Kalau kita boleh jujur, semua itu disebabkan lebih sering karena manajemen waktu yang kacau, terlalu santai Anda di awal proses pengerjaan dikarenakan merasa masih cukup waktu dari _deadline_ yang ditetapkan dan kagetnya Anda di akhir pengerjaan karena belum tuntasnya tugas dari target pencapaian.


Tahukah Anda?

Betapa banyak orang pintar namun gagal dikarenakan abai atas waktu.

Betapa banyak taubat yang terlambat karena merasa masih muda dan seolah kematian terasa masih jauh.

Betapa banyak orang sakit dikarenakan abai atas ketepatan waktu makan karena merasa masih sanggup menahan lapar.

Dan betapa banyak yang akhirnya putus asa dan hilang harapan karena merasa sudah uzur dan lewat masa produktif karena menyia-nyiakan masa muda sebelumnya.


⏰ WAKTU BAGAIKAN PEDANG

Ketika Anda tidak memangkasnya, maka Anda yang akan dipangkas oleh pedang tersebut.

Anda dapat membeli jam tangan, jam dinding, namun Anda tidak bisa membeli waktu.


Berapa pun banyaknya uang yang Anda miliki, tidak akan pernah mampu mengembalikan waktu 🥺

Setiap kita punya waktu yang sama 24 Jam, namun tidak semua kita mampu memanfaatkan waktu dengan kualitas yang terbaik.


Sahabatku...

Waktumu sedemikian berharga

Dia terbatas.

Dia tidak dapat dibeli.

Dia tidak dapat disimpan.

Dia tidak mungkin ditambah.

Dan dia tidak mungkin kembali.


💌 _Selalu ada pesan cinta yang dititipkan Allah kepada hambaNya yang mampu memanfaatkan waktu dengan penuh tanggung jawab._



AIR #20 Ketika Emosi Susah Terkendalikan

 

KETIKA EMOSI SUSAH TERKENDALIKAN OLEH DIRI ANDA

Aris Ahmad Jaya


Hidup terdiri dari 10% apa yang terjadi padamu dan 90% bagaimana kau meresponnya,


Sahabatku...

Apa yang terjadi pada Anda, sesungguhnya di luar kendali Anda. Namun bagaimana Anda meresponnya adalah hak Anda.

Betapa banyak masalah sederhana menjadi sedemikian rumit dikarenakan respon berlebihan dan kurang bijak.


Namun sebaliknya, betapa banyak masalah yang cukup berat menjadi sederhana dan terpecahkan karena respon bijak yang sedemikian cerdas.


Respon berlebih dan kurang bijak atas masalah, biasanya sangat terkait dengan kedewasaan emosi dan spiritual yang kurang.

Sebaliknya... respon bijak dan cerdas atas masalah, sangat terkait dengan kedewasaan emosi dan spiritual yang matang.


Kematangan emosi dan kedewasaan spiritual biasanya ditopang oleh:


✅ Kemauan yang baik untuk senantiasa belajar dari permasalahan-permasalahan masa lalu sehingga lebih bijak menghadapi masa depan.


✅ Kemauan dievaluasi, bahkan siap dikritik oleh pihak lain atas aktivitas kerja yang kita lakukan sebagai proses perbaikan aktivitas berikutnya.


✅ Kesiapan diberikan tanggung jawab lebih yang senantiasa keluar dari zona nyaman, sehingga kecerdasan emosi dan mental lebih bertumbuh dan berikutnya menjadi sosok yang bijak dalam merespon peristiwa-peristiwa.


Sahabatku…

Ketika di sekolah dan di kampus Anda belajar terlebih dahulu baru diuji kemudian, namun...ketika di masyarakat Anda akan diuji terlebih dahulu dan baru belajar kemudian.


Di sinilah dibutuhkan kemauan untuk terus belajar, kelapangan hati ketika memperoleh kritik dan masukan, serta kebesaran jiwa kita manakala kenyataan yang kita peroleh tidak selalu sesuai harapan yang kita inginkan.


💌 _Selalu ada pesan cinta yang dititipkan Allah kepada hambaNya melalui ujian hidup yang harus diresponnya._


Thursday, 28 March 2024

Khotmil Qur'an di Peringatan Nuzulul Quran Matsabangga

Purbalingga, Kamis 28 Maret 2024_Dalam rangkaian kegiatan Peringatan Nuzulul Qur'an MTs Negeri 1 Purbalingga menyelenggarakan KHOTMIL QUR'AN 2 kali  untuk siswa, guru dan pegawai. Untuk guru dan Pegawai dilaksanakan dengan pembagian sbb.

1. Juz 1 ibu Siti Mudrikah

2. Juz 2@3 bpk sahlan

3. Juz 4 bpk Azwar.U

4. Juz 5@6 bpk Imam .H

5. Juz 7  bpk Abas .R

6. Juz 8 ibu Hidayatun

7. Juz 9 ibu Titis H

8. Juz 10 ibu Fiatun

9. Juz 11 ibu Siti Zakiyah

10. Juz 12 ibu Catur

11. Juz 13 ibu Amelia

12. Juz 14 ibu Nur Rizqi

13. Juz 15 bpk Nur Fadilah

14. Juz 16 ibu Saroh

15. Juz 17 ibu Laily. F

16. Juz 18 bpk Abdul .H

17. Juz 19 bpk Khoerul .M

18. Juz 20 ibu Tsalis

19. Juz 21 ibu Latifah.R

20. Juz 22 ibu Irma.F

21. Juz 23 bpk Suchufam

22. Juz 24 ibu Kholifah

23. Juz 25 bpk Wawan

24. Juz 26 bpk Tefur

25. Juz 27 bpk Sahrun

26. Juz 28 ibu Eli Purwati

27. Juz 29 @ 30 bpk Khoirun


Sementara bagi pelaksanaan khotmil Qur'an siswa adalah sbb:

KHOTMIL QUR'AN UNTUK SISWA KAMIS 28 MARET 2024

1. Kelas 7A Juz 27

2. Kelas 7B Juz 1 dan 24

3. Kelas 7C Juz 7

4. Kelas 7D Juz 6

5. Kelas 7E Juz 10

6. Kelas 7F Juz 12

7. Kelas 7G Juz 16

8. Kelas 7H Juz 30

9. Kelas 7I Juz 3

10. Kelas 8A Juz 28 dan 29

11. Kelas 8B Juz 8 dan 9

12. Kelas 8C Juz 18

13. Kelas 8D Juz 21

14. Kelas 8E Juz 11

15. Kelas 8F Juz 19

16. Kelas 8G Juz 26

17. Kelas 8H Juz 17

18. Kelas 9A Juz 13 dan 22

19. Kelas 9B Juz 5

20. Kelas 9C Juz 25

21. Kelas 9D Juz 14

22. Kelas 9E Juz 23

23. Kelas 9F Juz 20

24. Kelas 9G Juz 2

25. Kelas 9H Juz 4

26. Laily F Juz 15





Tuesday, 18 April 2023

Pemburu Amal 10 Hari Terakhir Ramadan

UNTUK PARA PEMBURU AMAL SHOLEH


Menangislah wahai jiwa yang masih lalai, karena _Ramadhan_ akan segera meninggalkan kita


Tak terasa _Ramadhan_ sudah semakin dekat akan meninggalkan kita semua.

Sudah 25 hari _Ramadhan_ kita tinggalkan.


Malam ini kita masih ada di 4 atau 5 hari terakhir bulan _Ramadhan_

Raih pahala yang lebih baik dari 1000 bulan.


Bayangkan jika kita beramal dan bertepatan dengan _Lailatul Qadar_ maka pahala yang berlipat-lipat yang akan kita dapatkan.


Jika Anda merutinkan amal yang anda lakukan di 10 hari terakhir dan pasti ada 1 hari yang bertepatan dengan lailatul qadar maka anda beramal seperti amal selama 83 tahun

Subhanallah....


Mari tingkatkan amal sholeh sesi akhir _Ramadhan_ ini.


Tingkatkan sholat, baca Al-Qur'an, dzikir, infak/sedekah/jariyah dan amal sholeh lainnya


Diantara amal yang kita harapkan pahala yang akan terus mengalir meskipun kita sudah meninggal adalah sedekah، infaq, jariyah.


Semoga *الله* memberikan keberkahan harta dan keluarga kepada kita.


Jangan lupa membaca doa :


*اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى*

.

*Ya الله*, *Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai sifat pemaaf, karenanya maafkanlah aku.”*

(HR. Tirmidzi 3513 dan Ibnu Majah 3850) 


Sumber tulisan:JENDELA DUNIA ISLAM 

Saturday, 15 April 2023

Hukum-hukum Zakat Fithri


Hukum-hukum Terkait Dengan Zakat Fitrah


عن ابن عمر رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى كُلِّ نَفْسٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ حُرٍّ، أَوْ عَبْدٍ، أَوْ رَجُلٍ، أَوِ امْرَأَةٍ، صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ


Dari  Ibnu Umar radhiyallah anhu berkata,

“Bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri karena telah berakhir Ramadhan, atas setiap jiwa kaum muslimin, orang merdeka atau budak, laki-laki atau wanita, kecil atau besar, sebanyak satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:


1- Zakat secara bahasa artinya bertumbuh, bertambah, kesucian, keberkahan.

2- Adapun fitrah/fitri artinya berbuka, maksudnya tidak lagi berpuasa, dinamakan zakat fitrah karena sebab wajibnya adalah berakhirnya bulan Ramadhan, dan ini adalah penamaan yang berasal dari hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.

3- Adapun secara istilah zakat fitri atau zakat fitrah adalah,

“Zakat yang telah diketahui dengan ukuran yang telah diketahui, dikeluarkan oleh orang yang telah ditentukan dengan syarat-syarat yang telah ditentukan, dan dikeluarkan dari golongan yang khusus untuk golongan yang khusus pula, yang diwajibkan ketika berbuka (berakhir) bulan Ramadhan, sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang haram, serta makanan bagi orang-orang miskin.”

4- Dan zakat fitri termasuk perintah dan ketetapan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam secara tegas dalam As-Sunnah. 

5- Wajib atas setiap muslim, baik orang merdeka atau budak, laki-laki atau perempuan, kecil atau besar, sebagaimana hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, diatas.

6- Kecukupan, yaitu memiliki makanan di siang dan malam idul fitri, lebih dari satu sho’ yang mencukupi dirinya dan tanggungannya, serta kebutuhan-kebutuhan dasarnya.

Maka orang miskin sekali pun, apabila memiliki syarat kecukupan ini, wajib atasnya mengeluarkan zakat fitri, walau kecukupannya tersebut juga berasal dari zakat fitri yang ia terima.

7- Masuknya waktu yang diwajibkan, yaitu terbenamnya matahari di akhir Ramadhan, sebagaimana hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, beliau berkata,


أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ


“Bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri karena telah berakhir Ramadhan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

8- Maka siapa yang menikah sebelum terbenam matahari di akhir Ramadhan wajib atasnya mengeluarkan zakat fitri bagi istrinya. Atau memiliki anak sebelum terbenam matahari, wajib atasnya mengeluarkan zakat fitrah bagi anaknya. Atau masuk Islam sebelum terbenam matahari maka wajib atasnya mengeluarkan zakat fitri bagi dirinya. Namun jika itu semua terjadi setelah terbenam matahari maka tidak wajib.

Demikian pula apabila seseorang meninggal dunia setelah terbenam matahari di akhir Ramadhan maka wajib dikeluarkan baginya zakat fitri.

9- Hikmah terbesar zakat fitri adalah pembersihan bagi orang-orang yang berpuasa dari kekurangan-kekurangan selama menjalankan ibadah puasa dan menyenangkan serta mencukupi orang-orang miskin di hari kebahagiaan kaum muslimin, yaitu hari Idul fitri. Sahabat yang Mulia Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,


فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ


“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang haram, serta makanan bagi orang-orang miskin, barangsiapa mengeluarkannya sebelum sholat Idul fitri maka itu adalah zakat yang diterima, dan barangsiapa mengeluarkannya setelah sholat Idul fitri maka itu adalah sedekah biasa.” [HR. Abu Daud, Shahih Abi Daud: 1427]

10- Waktu Mengeluarkan Zakat Fitri:

1) Waktu mulai diwajibkannya adalah terbenamnya matahari di akhir Ramadhan sampai sebelum sholat idul fitri, sebagaimana hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, beliau berkata,


أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ


“Bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri karena telah berakhir Ramadhan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

2) Waktu yang disunnahkan adalah sebelum keluar menuju sholat Idul fitri, sebagaimana hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, beliau berkata,


وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ


“Dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan untuk menunaikan zakat fitri sebelum keluarnya manusia menuju sholat Idul fitri.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

3) Waktu yang dibolehkan adalah satu atau dua hari sebelum berakhir Ramadhan, berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma,


وَكَانُوا يُعْطُونَ قَبْلَ الفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ


“Dahulu mereka menunaikan zakat fitri satu atau dua hari sebelum berbuka (berakhir Ramadhan).” [HR. Al-Bukhari]

4) Waktu yang terlarang adalah menundanya sampai setelah sholat idul fitri tanpa alasan darurat; hukumnya haram dan tidak sah, sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau berkata,


مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ


“Barangsiapa mengeluarkannya sebelum sholat Idul fitri maka itu adalah zakat yang diterima, dan barangsiapa mengeluarkannya setelah sholat Idul fitri maka itu adalah sedekah biasa.” [HR. Abu Daud, Shahih Abi Daud: 1427]

11- Maka zakat fitri adalah makanan pokok suatu negeri. Ukurannya adalah 1 sho’, dan 1 sho’adalah 4 mud, dan 1 mud adalah memenuhi dua telapak tangan orang dewasa yang sedang (orangnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil). Adapun perkiraan ukurannya dalam kilo gram adalah 2 1/2kg-3 kg

12- Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitri

a- Pendapat Pertama: Diberikan kepada 8 golongan, sebagaimana firman Allah ta’ala,


إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ


“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, budak (yang mau memerdekakan diri), orang-orang yang berhutang, orang yang sedang di jalan Allah dan musafir, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Hikmah.” [At-Taubah: 60]

b- Pendapat Kedua: Diberikan khusus kepada fakir miskin, karena ayat di atas masih bersifat umum yang mencakup zakat maal dan zakat fitri, adapun untuk zakat fitri telah dikhususkan untuk fakir miskin dengan hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,


فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ


“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang haram, serta makanan bagi orang-orang miskin.” [HR. Abu Daud dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahih Abi Daud: 1427]

Demikian pula Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu’anhum tidak memerintahkan untuk dibagikan kepada 8 golongan, melainkan kepada fakir miskin secara khusus.

Inilah pendapat yang lebih kuat insya Allah, yaitu zakat fitri khusus bagi fakir miskin, dan ini yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim, Asy-Syaikh Ibnu Baz, Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dan Al-Lajnah Ad-Daimah.

13- Tempat mengeluarkan zakat fitri adalah diutamakan di daerah tempat tinggal orang yang mengeluarkannya dan diserahkan kepada fakir miskin yang tinggal di sekitar rumahnya, berdasarkan keumuman makna hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,


أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ


“Bahwa Allah mewajibkan zakat atas kaum muslimin pada harta-harta mereka, diambil dari orang-orang kaya mereka dan diserahkan kepada orang-orang fakir mereka.” [HR. Al-Bukhari dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma]


Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an:


1- Hukum zakat fitri wajib berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’. Adapun Al-Qur’an berdasarkan keumuman makna firman Allah ta’ala,


قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّى * وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى


“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat.” [Al-A’la: 14-15]


2- Orang yang berzakat termasuk orang yang berusaha taat dan menyucikan dirinya dari dosa-dosa. 


وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا


“Apa yang ditetapkankan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” [Al-Hasyr: 7]


خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيم


Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. [At-taubah:103-104].

Doa di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan


 6 Perkataan Ulang Sebanyak Mungkin Dalam 10 Hari Terakhir


اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي


1. Allahumma

2. Innaka

3. 'Afuwwun

4. Tuhibbul

*5. 'Afwa

*6. Fa'fu 'Anni

*'Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku."*


*Doa ini diberikan oleh Nabi Muhammad saw kepada isteri baginda Siti Aisyah melalui kisah berikut:*


اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي


"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku 

(HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Imam al-Tirmidzi dan al-Hakim menshahihkannya


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulillah, keluarga dan para sahabatnya.


Doa di atas adalah doa yang berkaitan dengan sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan dan punya kaitan dengan Lailatul Qadar. Doa tersebut menjadi sangat istimewa karena diajarkan sendiri oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada isteri  tercinta beliau, ummul mukminin'


'Aisyah Radhiyallahu 'Anha. Yaitu saat 'Aisyah bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?" kemudian Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, "Ucapkanlah:


اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي


"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku."


(HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Imam al-Tirmidzi dan al-Hakim menshahihkannya)

Friday, 14 April 2023

Pesan Penting Jelang Ramadan Pergi

 Syaikh Mahir Al Mu’aiqily, pemilik suara emas yang menjadi Imam Masjidil Haram memberikan 13 pesan penting pada kita sebelum Ramadhan beranjak pergi agar bisa meraih keutamaan dan keberkahan "malam Lailatul Qadar"


▶️ 1. Sedekahkan kepada siapa saja setiap hari minimal Rp 1.000 dalam 10 malam terakhir ini sehingga apabila Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau menyedekahkan sebanyak Rp 1.000 selama 84 tahun atau Rp 1.000 x 365 hari x 84 tahun.


▶️ 2. Kerjakan shalat sunah minimal 2 rakaat tiap malam sehingga jika Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau shalat dua (2) rakaat selama 84 tahun atau 2 rakaat x 365 hari x 84 tahun.


▶️ 3. Bacalah surat Al Ikhlas minimal 3 kali setiap malam hingga apabila Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau mengkhatamkan Quran selama 84 tahun.


▶️ 4. Bacalah tafsir surat Al-Qadar, dan pahami apa yang sesungguhnya terjadi pada Lailatul Qadar. Kau akan merasakan keagungan dan kekuatannya, insya Allah.


▶️ 5. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk memperbanyak amal shaleh dan beribadah semaksimal mungkin. Karena seluruh malam dari sepuluh malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai kesempatan meraih Lailatul Qadar terlewati begitu saja.


▶️ 6. Hafalkan doa malam Lailatul Qadar yang diajarkan oleh baginda Rasulullah ﷺ ini:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني.


_*ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN, TUHIBBUL ‘AFWA FA’ FU’ANNI*_


(Ya Allah, Engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku)


▶️ 7. Sempatkan *tidur siang (qaylulah)* sejenak jika memungkinkan.


▶️ 8. Jangan lupakan keluargamu! Nabi Muhammad ﷺ senantiasa membangunkan para istrinya pada malam-malam ini. Anak-anak pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa. semangati dan berilah motivasi pada mereka!


▶️ 9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri *akan berpengaruh secara psikologis*. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian yang syar’i ketika beribadah.


▶️ 10. Jagalah perut agar tidak terlalu kenyang dan *tidurlah segera setelah isya dan tarawih sekadar untuk menyegarkan diri*. Lalu bangunlah untuk mendirikan sholat malam.


▶️ 11. Seluruh ibadah di bulan Ramadhan ini bukan lah ajang untuk pasang status (misalnya : “Alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepada-Nya malam ini” dsb) di Facebook atau media sosial lainnya Biarlah itu jadi rahasia indah antara engkau dengan Allah.


▶️ *12. Sabar* adalah kunci untuk mendapatkannya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Di siang hari anda mungkin masih harus bekerja, sekolah atau aktifitas lainnya. Ini adalah saat untuk mengerahkan kesabaran semaksimal mungkin. Ingatlah Allah telah memberi kita kesempatan berharga (akan luasnya ampunan) yang mungkin saja tidak datang lagi.


▶️ 13. Ini yang paling penting: *Berbaik sangkalah pada Allah. Ketika bermunajat*, ingatlah kau sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah dan Pengampun. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapan-Nya.  Jangan biarkan keragu-raguan dan prasangka buruk menjauhkanmu dari-Nya.


Semoga Allah azza wajalla mudahkan kita untuk mengamalkannya.

Tuesday, 11 April 2023

Cara Mendapatkan Laelatul Qodar

 *cara mendapatkan Lailatul Qadr.*

1. Jaga sholat wajib khususnya Isya dan Subuh berjamaah

2. Sholat Tarawih berjamaah bersama imam sampai selesai witir

3. Memperbanyak membaca Al Quran minimal 100 ayat semalam

4. Memperbanyak doa khususnya doa yang diajarkan Rasulullah shollallahu alaihi wasalam kepada ibunda Aisyah ra : *Allahumma innaka 'afuwwun kariim. Tuhibbul 'afwa fa'fu'anna (ya Kariim)*

5. Memperbanyak muhasabah, istighfar dan taubat

6. Memperbanyak dzikir khususnya diakhir tengah malam

7. Membaca 2 ayat terakhir dari surat Al Baqarah

8. Berpenampilan baik, mandi, memakai baju bagus dan wewangian (khusus pria)

9. Bangunkan dan ajak keluarga untuk beribadah

10. Lakukan ibadah dengan iman dan keyakinan disertai rasa antusias dan bahagia. 


Amalan2 lain boleh dilakukan untuk mengisi malam. Keterangan hadist dan keutamaan serta penjelasan ibadah silahkan disimak di video

https://youtu.be/q4tYoevBYKg

Friday, 24 March 2023

Serba-serbi Ramadan Bersama Buah Hati: Latihan Karate

 Hari kedua Ramadan 1444 H: Latihan Karate 

Pengumuman libur latihan karate sudah diumumkan sejak selesai kegiatan ujian kenaikan tingkat sabuk karate satu pekan yang lalu. Menjelang Ramadan ini kegiatan latihan karate diliburkan dari hari Senin -Kamis 

Serba-serbi Ramadan Bersama Buah Hati : Sahur

 Hari ke-1 Sahur Perdana 

Setelah persiapan kamar tidur yang diubah anakku terlelap tidur kelelahan. Semangat menyambut Ramadan tahun ini sangat mempengaruhi kesiapannya untuk menikmati Ramadan dengan sepenuh hati. 

Jelang jam 21.00 dia sudah menata diri untuk pergi tidur. Dia tampak puas dengan hasil perubahan kamar yang dibuatnya. 

"Kamarku jadi rapi kan, Ma? tanyanya memastikan.

"Iya hebat semuanya jadi rapi. Kamar jadi luas ya?"

"Iya biar bisa semangat nanti bangun sahurnya.  Jangan lupa dibangunkan jam 03.00 ya? Jangan telat." Dia mengingatkan dengan agak khawatir.

Malam beranjak semakin larut. Bocah kecil itu tertidur dengan lelap di kamarnya. Suara 


ECA (Extra Curricula Activities)

  Sumber gambar: Labbaikudidadu Wisdom Matric School Sumber gambar: The Catalyst Ekstrakurikuler (atau sering disebut ECA — Extra-Curricula...