Sunday, 5 July 2026

Mengelola Harta dengan Bijak



HARTA adalah salah satu penunjang utama kehidupan manusia yang  seharusnya dikelola secara baik dan bijak. Namun,  kenyataanya  banyak manusia justru terlena dengan harta hingga gelap mata yang berujung melakukan penyimpangan  dalam pengelolaannya.


🌺 KEKAYAAN  berupa harta yang dimiliki setiap orang pada dasarnya merupakan  amanah yang  diberikan  Allah  dan sudah seharusnya  digunakan dan dikelola dengan sebaik mungkin  agar bermanfaat dan berkah tentunya.


🌺 PENGELOLAAN harta bukan sekadar tentang menjaga aset dan merencanakan keuangan, melainkan  juga menyangkut tanggung jawab dan keberkahannya. Sebagai  titipan Allah, harta harus digunakan dengan baik,  bijak, dan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Harta juga  bisa menjadi  sarana untuk berbagi dengan sesama. 


🌺 SEMUA aspek kehidupan manusia akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Tanggung jawab tersebut tidak hanya terbatas pada amal ibadah. Harta yang dimiliki pun akan turut dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.


🌺 SEJATINYA, harta bukan sekadar milik pribadi, melainkan amanah, titipan  dari Allah.  Harta itu adalah titipan Allah,  "Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya…" (Q.S. Al-Hadid: 7).


🌺 AYAT tadi mengingatkan kita bahwa harta yang kita peroleh tidak sepenuhnya milik kita, melainkan titipan yang harus dikelola sesuai dengan ketentuan-Nya. Pengelolaan harta yang baik adalah bentuk ketaatan kepada Allah yang akan berbuah pahala, baik di dunia maupun akhirat.


🌺 MANUSIA diciptakan Allah   dengan tabiatnya  mencintai harta.  “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Q.S. Ali ‘Imran: 14).


🌺 MAKSUDNYA,  diijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia.  Di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.





Friday, 3 July 2026

Doa Dimudahkan Urusan


Secara lengkap, doa mulia ini berbunyi:

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

> *“Ya Hayyu Ya Qayyum, bi rahmatika astaghits, ashlih li sya’ni kullahu, wa la takilni ila nafsi thorfata ‘ain.”

"Wahai Rabb Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri (tidak memerlukan segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata pun (tanpa taufik dan pertolongan-Mu)."

Keutamaan & Konteks:

Doa ini merupakan salah satu doa yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ, khususnya untuk dibaca sebagai bagian dari dzikir pagi dan petang.

Doa ini mengandung pengakuan yang mendalam bahwa kita sebagai manusia sangat lemah dan sepenuhnya bergantung pada rahmat serta pertolongan Allah SWT dalam setiap jengkal urusan kehidupan kita—baik urusan dunia, pekerjaan, maupun akhirat.



Stop Hidup Boros



“DAN janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (Q.S. Al Israa’: 26-27).


🌺 SEORANG yang hidupnya boros biasanya berlaku zalim. Meski pendapatan besar, karena boros, dia akan selalu merasa kurang. Dia akan berani mencuri, merampok, korupsi, dan sebagainya untuk membiayai gaya hidupnya yang boros tersebut. 


🌺 KEBALIKAN hidup boros adalah hidup sederhana. Kini, hidup sederhana seolah menjadi hal aneh dan asing di tengah kehidupan masyarakat kita yang didominasi oleh gaya hidup hedonistik, materialistik, dan konsumeristik. Gaya hidup yang eksesif terdebut kini telah menjadi tren, yang mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang mengarah kepada kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial.  


🌺 TIDAK heran jika ada satu pejabat yang lembaganya dikenal sebagai satu lembaga terkorup berkata, _"Siapa sih yang gajinya cukup untuk hidup?”Padahal, selain punya rumah dan mobil mewah, pejabat itu juga punya sepeda motor mewah yang amat mahal.


🌺 SEBALIKNYA, seorang polisi yang jujur, sebut saja Pak Bibit, berkata, _“Besar kecil gaji itu relatif. Kalau kita makan di restoran hotel, seminggu juga sudah habis. Tetapi, kalau sekadar makan nasi kecap dengan lauk tempe, 2 bulan juga masih cukup."_


🌺 JADI, hendaknya kita hidup dengan sederhana. Belajar bersikap zuhud (tidak tamak pada dunia) dan kanaah (merasa cukup atas apa yang ada). Inilah kesederhanaan Nabi Muhammad SAW. Jika mau, beliau bisa hidup mewah seperti Kaisar Romawi dan Kisra Persia. 


🌺 BELIAU merupakan pribadi yang memiliki kesederhanaan dalam kehidupan sehari-harinya. Meskipun menjadi seorang pemimpin umat dan kedudukannya melebihi seorang raja, tetapi kehidupan beliau sangatlah sederhana.


🌺 BERIKUT contoh kesederhanaan beliau. Anas R.A. menyatakan, "Sesungguhnya, Rasulullah dalam sarapan dan makan malamnya tidak pernah memadukan roti dengan daging, kecuali jika sedang menjamu tamu." (H..R Tirmidzi).


🌺 JADI, hendaknya kita hidup secara sederhana. Belajar bersikap zuhud (tidak tamak pada dunia) dan kanaah (merasa cukup atas apa yang ada).

🌠 SEMOGA Allah rida menganugerahkan kepada kita semua: kesehatan, keselamatan, kebahagiaan, rahmat (kasih sayang-Nya), berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita, umur panjang, rezeki halal, serta kemudahan mengarungi kehidupan.

Kekuatan Tawakal

 

DAHSYATNYA kekuatan  tawakal  terletak pada kemampuan seorang untuk meraih ketenangan jiwa, kecukupan rezeki, dan keteguhan hati dalam menghadapi tantangan hidup karena keyakinan penuh pada Allah. Orang yang tawakal  tidak berarti pasrah tanpa usaha, tetapi merupakan kombinasi antara usaha maksimal dan penyerahan hasil akhir kepada Allah sehingga membawa berbagai keutamaan dunia dan akhirat._


🌺 MENGHADAPI kehidupan yang penuh  masalah dan tantangan, kita membutuhkan cara yang tepat agar tidak tenggelam dalam ketidakpastian dan kegelisahan. Salah satu konsep kunci yang dapat membantu kita mengatasi berbagai masalah adalah tawakal. 


🌺 NAMUN, tawakal sering disalahartikan  sebagai bentuk kepasrahan tanpa usaha. Padahal, tawakal sejatinya melibatkan upaya maksimal dan keyakinan penuh bahwa apa pun hasilnya adalah ketetapan terbaik dari Allah. Secara bahasa, tawakal berarti mempercayakan atau menyerahkan urusan kepada Allah, bukan  pasrah atau menyerah tanpa melakukan apa pun. 


🌺 JADI, tawakal  adalah sikap menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah melakukan ikhtiar maksimal hingga Allah memberikan hasil terbaik. Jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, kita harus meyakini bahwa ketetapan Allah  lebih baik daripada yang bisa kita ukur dengan keterbatasan manusiawi. 


🌺 ORANG yang bertawakal memiliki keyakinan bahwa Allah adalah sebaik-baik pengatur, termasuk rezeki, “Jika kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepadamu sebagaimana burung yang pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi).


🌺 BAHKAN,   orang yang bertawakal tersebut yakin bahwa  Allah akan memberikan hasil terbaik. Jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, kita harus meyakini bahwa ketetapan Allah jauh lebih baik daripada yang bisa kita ukur dengan keterbatasan manusiawi.


🌺 SEMUA keputusan-Nya adalah demi kebaikan hamba-Nya, baik untuk saat ini maupun masa depan. Sikap mental itu tercermin dalam kisah Nabi Ibrahim A.S. ketika akan dilempar ke dalam api oleh Raja Namrud. Meskipun dalam situasi yang tampaknya sangat mengerikan, Nabi Ibrahim tidak panik, tetapi meyakini bahwa pertolongan Allah pasti datang. 


🌺 KEYAKINAN itulah yang membuatnya mengucapkan, “Cukuplah Allah sebagai penolongku dan Dia adalah sebaik-baiknya pelindung.” (H.R. Bukhari).  


🌺 AKHIRNYA, api yang membara tidak membakarnya, karena Allah melindunginya. Tawakal yang penuh keyakinan itulah yang menjadi sumber ketenangan hati.


SEMOGA Allah  rida menganugerahkan  kepada kita semua:  kesehatan, keselamatan,  kebahagiaan, rahmat (kasih sayang-Nya), berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita, umur panjang, rezeki halal, serta  kemudahan mengarungi kehidupan.

SELESAI DARI SUATU URUSAN, KITA KERJAKAN URUSAN LAIN

 

KITA diberi panduan agar  setelah selesai dari  menunaikan suatu aktivitas, urusan,  atau pekerjaan,   maka waktu yang kosong hendaknya  kita isi dengan aktivitas, urusan, atau pekerjaan  lain yang berdaya guna. "Maka, apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain." (Q.S Al-Insyirah : 7).


🌺 KEMAJUAN dan kemunduran seseorang atau sebuah bangsa sangat tergantung pada kesigapan mereka dalam menyegerakan pekerjaan dan aktivitas produktifnya. Semakin lamban mereka menyelesaikan masalah, akan semakin lambat pula majunya. 


🌺 Semakin cepat mereka mengelola aktivitasnya, maka kemajuan akan segera di depan mata.

Pekerjaan yang bisa kita lakukan di pagi hari, tidak selayaknya kita tunda hingga sore hari. Pun pula, pekerjaan yang bisa kita tuntaskan di siang hari sangat naif jika kita berpikir untuk menyelesaikannya di malam hari. Jalankan aktivitas hari ini dengan sebaik-baiknya.


🌺 Sebab, kita ditentukan oleh hasil kerja kita di hari ini. Nabi Muhammad  (Rasulullah) SAW,  bersabda (yang artinya), "Barangsiapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaannya,   tidak akan dipercepat hartanya." (H.R. Muslim).


🌺Pada kesempatan lain,  Nabi Muhammad  SAW juga bersabda (yang artinya),  "Bersegeralah kalian melakukan amal saleh karena akan muncul berbagai fitnah yang menyerupai malam yang demikian gelap gulita. Pada waktu itu, seseorang di pagi hari masih mukmin dan di sore hari menjadi kafir, menjadi mukmin di sore hari, namun di pagi hari telah menjadi seorang kafir, dia tukar agamanya dengan dunia."  (H.R. Muslim dan Ahmad).


🌺 Mereka yang tidak memiliki aktivitas hanya akan menjadi penebar isu dan desas-desus yang tak bermamfaat. Ketahuilah bahwa saat paling berbahaya bagi akal manusia adalah saat dia ada dalam kekosongan  yang dibiarkan berlanjut.


🌺 Hal itu akan membuat seseorang terjerat dalam kesedihan yang berkepanjangan. Sebab,  sesungguhnya waktu kosong adalah pencuri yang cerdik dan culas. 


🌺 Itulah sebabnya, obatilah kekosongan dari aktivitas tersebut dengan kerja keras, kerja cepat, dan kerja ikhlas sehingga waktu kita berlimpah berkah dan rahmat. Isilah waktu kosong kita dengan kesibukan berkesinambungan. 

-----------------🌼🌼🌼-----------------

🌠 SEMOGA Allah rida menganugerahkan  kepada kita semua:  kesehatan, keselamatan, kebahagiaan,  rahmat (kasih sayang-Nya),  berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita,  umur panjang, rezeki halal, serta kemudahan kemudahan mengarungi kehidupan.


Thursday, 2 July 2026

Anak Cerdas

 Cerdas Itu Ketika Kena Masalah, Sanggup Cari Jalan Keluar Sendiri


Menurut Gardner dalam bukunya Multiple Intelligences, kecerdasan bukan sekedar hasil tes yang berupa angka-angka diatas kertas. Kecerdasan bersumber dari kebiasaan. Kebiasaan adalah perilaku yang dilakukan berulang-ulang.


Bukankah makan dan tidur juga termasuk kebiasaan?


Namun, Gardner membatasi kebiasaan yang bisa disebut sebagai kecerdasan, yaitu:

*Pertama*, kebiasaan seseorang dalam menciptakan produk baru yang memiliki nilai budaya—inilah yang disebut kreativitas.

*Kedua*, kebiasaan seseorang untuk mencari sendiri jalan keluar ketika ia menghadapi masalah—inilah yang disebut pemecahan masalah (problem solving).


Jadi, pada prinsipnya, ketika anak Anda hanya sekadar suka makan, itu tidak lantas disebut kecerdasan.


Berbeda halnya jika di rumah, saat perutnya lapar, ia tidak menemukan makanan di meja, apalagi ia sendirian dan tidak punya uang. Lalu, ia mencari-cari di dapur dan kulkas, dan ternyata hanya tersedia bahan-bahan mentah. Dengan inisiatifnya, ia mencoba memasak untuk dirinya sendiri. Lalu mengolah bahan-bahan yang tersedia dan membuat berbagai jenis masakan. Perilaku inilah yang disebut kecerdasan oleh Gardner.



Wednesday, 1 July 2026

Memanfaatkan Botol Sirup Bekas

Sumber gambar:Liputan6.com


Botol sirup umumnya terbuat dari kaca tebal atau plastik berkualitas sehingga dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan rumah tangga. Dengan sedikit kreativitas, botol tersebut dapat menjadi barang yang fungsional sekaligus mengurangi limbah.

1. Wadah Minuman

  • Tempat menyimpan air putih di lemari es.

  • Botol infused water (iris jeruk, lemon, mentimun, atau daun mint).

  • Wadah sirup atau minuman buatan sendiri.

Tips: Sterilkan botol dengan air panas sebelum digunakan.

2. Wadah Bahan Makanan

Botol sirup sangat baik untuk menyimpan:

  • Beras (dalam jumlah kecil)

  • Kacang hijau

  • Kedelai

  • Jagung pipil

  • Gula pasir

  • Garam

  • Kopi

  • Teh

Tambahkan label agar mudah dikenali.

3. Tempat Bumbu Cair

Gunakan untuk menyimpan:

  • Minyak goreng

  • Kecap

  • Cuka

  • Saus sambal

  • Sirup gula

Jika memungkinkan, pasang tutup dengan corong agar lebih mudah menuang.

4. Vas Bunga

Botol kaca sirup sangat cantik dijadikan:

  • Vas bunga segar.

  • Vas bunga kering.

  • Dekorasi meja makan atau ruang tamu.

Anda dapat mengecat botol dengan cat semprot atau membungkusnya menggunakan tali rami agar tampil lebih menarik.

5. Tempat Sabun Cair

Pasang pompa sabun bekas pada tutup botol untuk dijadikan:

  • Dispenser sabun cuci piring.

  • Dispenser sabun cuci tangan.

  • Tempat hand sanitizer.

6. Pot Tanaman Hidroponik

Botol plastik dapat dipotong menjadi dua bagian untuk:

  • Menanam kangkung.

  • Selada.

  • Pakcoy.

  • Seledri.

  • Daun bawang.

7. Lampu Hias

Botol kaca dapat diisi lampu LED kecil (fairy lights) sehingga menjadi dekorasi yang cantik untuk ruang tamu, teras, atau kamar.

8. Celengan

Lubangi bagian tutup untuk memasukkan uang logam dan uang kertas yang dilipat. Cocok untuk mengajarkan kebiasaan menabung kepada anak.

9. Tempat Alat Tulis atau Peralatan

Botol yang dipotong dapat digunakan sebagai wadah:

  • Pensil dan pulpen.

  • Kuas lukis.

  • Gunting.

  • Obeng kecil.

  • Paku dan sekrup.

10. Penyiram Tanaman

Lubangi tutup botol dengan paku yang dipanaskan sehingga air keluar seperti shower kecil. Sangat praktis untuk menyiram bibit atau tanaman hias.

11. Tempat Pupuk Organik Cair (POC)

Botol sirup juga cocok digunakan untuk menyimpan:

  • Pupuk organik cair.

  • Eco enzyme.

  • Pestisida nabati.

Pastikan diberi label agar tidak tertukar dengan minuman.

12. Tempat Lilin atau Lentera

Botol kaca dapat dijadikan wadah lilin dekoratif atau lentera kecil untuk taman dan teras. Pastikan digunakan dengan aman dan jauh dari bahan yang mudah terbakar.

Tips Membersihkan Botol Sirup

  1. Rendam dalam air hangat yang dicampur sabun selama 15–30 menit.

  2. Bersihkan bagian dalam menggunakan sikat botol.

  3. Untuk menghilangkan bau, rendam dengan larutan air hangat dan cuka atau air hangat dengan sedikit soda kue.

  4. Bilas hingga bersih, lalu keringkan sebelum digunakan kembali.

Dengan memanfaatkan kembali botol sirup, Anda dapat mengurangi sampah, menghemat biaya, dan menciptakan berbagai perlengkapan rumah tangga yang bermanfaat. Jika Anda memiliki banyak botol sirup bekas, bahkan dapat dibuat menjadi rangkaian dekorasi atau dijual sebagai kerajinan tangan bernilai ekonomi.

Rujak Sayur



Resep Rujak Sayur (Porsi 6 Orang)

Bahan Sayuran

  • 200 gram kangkung, siangi

  • 200 gram tauge

  • 150 gram kacang panjang, potong 4 cm

  • 150 gram kol, iris kasar

  • 2 buah mentimun, iris

  • 2 buah tahu putih, goreng lalu potong dadu (opsional)

  • 2 butir telur rebus, belah menjadi empat (opsional)

Pelengkap

  • Kerupuk merah atau kerupuk bawang

  • Bawang goreng secukupnya

Bahan Bumbu Kacang

  • 200 gram kacang tanah, goreng

  • 5–8 buah cabai rawit merah (sesuai selera)

  • 3 buah cabai merah keriting

  • 3 siung bawang putih

  • 1 sdt terasi bakar

  • 100 gram gula merah, sisir halus

  • 1 sdt garam

  • 2 sdm air asam jawa

  • 250 ml air matang hangat

  • 2 lembar daun jeruk, iris sangat tipis (opsional)

Cara Membuat

1. Menyiapkan Sayuran

  • Rebus kacang panjang sekitar 2–3 menit hingga setengah matang.

  • Rebus kangkung selama ±1 menit.

  • Seduh tauge dengan air mendidih selama 30 detik.

  • Rebus kol selama ±1 menit.

  • Tiriskan semua sayuran dan biarkan dingin agar tetap renyah.

2. Membuat Bumbu

  1. Haluskan cabai, bawang putih, garam, dan terasi.

  2. Tambahkan gula merah, lalu ulek hingga larut.

  3. Masukkan kacang tanah goreng sedikit demi sedikit sambil diulek hingga halus.

  4. Tambahkan air asam jawa.

  5. Tuangkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga menjadi saus yang kental namun tetap mudah disiram.

  6. Masukkan irisan daun jeruk jika digunakan.

3. Penyajian

  • Tata semua sayuran di atas piring saji.

  • Tambahkan tahu dan telur rebus bila menggunakan.

  • Siram dengan bumbu kacang secukupnya.

  • Taburi bawang goreng dan sajikan bersama kerupuk.

Tips Agar Lebih Nikmat

  • Jangan merebus sayuran terlalu lama agar tetap renyah dan warna hijaunya terjaga.

  • Gunakan kacang tanah yang baru digoreng agar aroma bumbu lebih harum.

  • Jika menyukai rasa lebih segar, tambahkan sedikit perasan jeruk limau saat akan disajikan.

  • Untuk rasa yang lebih kaya, tambahkan 1–2 lembar daun jeruk yang diiris halus ke dalam bumbu.

Variasi

  • Rujak Sayur Jawa Tengah: Tambahkan irisan tempe goreng dan sedikit kencur pada bumbu untuk aroma yang khas.

  • Rujak Sayur Pedas: Tambahkan cabai rawit hijau dan cabai merah sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan.

  • Rujak Sayur Rendah Kalori: Kurangi gula merah dan sajikan tanpa kerupuk.

Rujak sayur ini cocok disajikan sebagai makan siang ringan atau menu pendamping. Kombinasi sayuran yang beragam dengan bumbu kacang yang gurih memberikan rasa yang lezat sekaligus kaya serat, vitamin, dan protein nabati.

Resep Rujak Buah

 

Sumber gambar :cookpad.com

Resep Rujak Buah Bumbu Kacang (Porsi 6 Orang)

Bahan Buah

  • 2 buah mangga muda, potong sesuai selera

  • 1 buah nanas ukuran sedang, potong-potong

  • 2 buah bengkuang, kupas dan potong

  • 2 buah mentimun, iris agak tebal

  • 2 buah jambu air, potong-potong

  • 2 buah kedondong, iris tipis

  • ½ buah pepaya mengkal, potong-potong

Tips: Pilih kombinasi buah yang memiliki rasa manis, asam, dan renyah agar rujak lebih nikmat.

Bahan Bumbu Kacang

  • 150 gram kacang tanah, goreng hingga matang

  • 100 gram gula merah, sisir halus

  • 6–10 buah cabai rawit merah (sesuaikan tingkat kepedasan)

  • 3 siung bawang putih (boleh dibakar sebentar)

  • 1 sdt terasi bakar (opsional, tetapi membuat rasa lebih sedap)

  • 1 sdt garam

  • 2 sdm air asam jawa

  • 100–150 ml air matang hangat

Cara Membuat

  1. Goreng kacang tanah hingga matang, lalu tiriskan.

  2. Haluskan cabai, bawang putih, garam, dan terasi.

  3. Tambahkan gula merah, lalu ulek hingga tercampur rata.

  4. Masukkan kacang tanah sedikit demi sedikit sambil diulek hingga teksturnya agak halus (tidak perlu terlalu lembut agar masih terasa butiran kacangnya).

  5. Tambahkan air asam jawa.

  6. Tuangkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga diperoleh kekentalan yang diinginkan.

Penyajian

  • Tata semua buah dalam mangkuk besar atau piring saji.

  • Siram dengan bumbu kacang atau sajikan bumbu secara terpisah agar setiap orang dapat mengambil sesuai selera.

  • Sajikan dingin agar lebih segar.

Tips Agar Rujak Lebih Lezat

  • Gunakan buah yang baru dipotong dan disimpan di lemari es selama 30–60 menit sebelum disajikan.

  • Sangrai kacang hingga benar-benar matang agar aroma lebih harum.

  • Perbandingan rasa ideal adalah manis : asam : pedas = 3 : 2 : 1. Jika terlalu kental, tambahkan sedikit air hangat; jika kurang manis atau asam, sesuaikan dengan gula merah atau air asam jawa.

  • Untuk cita rasa khas Jawa Tengah, tambahkan 1–2 sdm pisang batu (klutuk) muda yang diparut halus ke dalam bumbu. Bahan ini memberikan rasa sepat yang khas pada rujak tradisional.

Resep ini menghasilkan rujak dengan bumbu kacang yang gurih, harum, sedikit pedas, manis seimbang, dan segar, sangat cocok disajikan sebagai camilan keluarga maupun saat berkumpul bersama teman.

Resep Acar yang Menyegarkan

Sumbergambar : Resep Koki


Resep acar yang segar, renyah, dan memiliki perpaduan rasa manis, asam, serta sedikit pedas. Cocok sebagai pelengkap sate, nasi goreng, ikan bakar, atau aneka hidangan berkuah.

Resep Acar Timun dan Wortel (Porsi 6 Orang)

Bahan-bahan

  • 3 buah mentimun ukuran sedang (±500 g)

  • 2 buah wortel ukuran sedang

  • 8 siung bawang merah, iris tipis

  • 8 buah cabai rawit (sesuai selera), iris tipis

  • 2 buah cabai merah besar, iris serong (opsional)

  • 2 sdm daun seledri cincang (opsional)

Bumbu Kuah

  • 200 ml air matang

  • 100 ml cuka makan (5%)

  • 4 sdm gula pasir

  • 1½ sdt garam

  • ½ sdt lada putih bubuk (opsional)

Cara Membuat

  1. Cuci bersih semua sayuran.

  2. Potong mentimun menjadi dadu kecil atau irisan setengah lingkaran. Buang sebagian bijinya agar tetap renyah.

  3. Iris wortel tipis-tipis atau potong bentuk korek api.

  4. Campurkan mentimun, wortel, bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah dalam mangkuk besar.

  5. Dalam wadah lain, aduk air, cuka, gula, garam, dan lada hingga gula larut.

  6. Tuangkan larutan bumbu ke dalam campuran sayuran.

  7. Tambahkan daun seledri bila suka.

  8. Simpan di dalam lemari es selama minimal 1 jam agar bumbu meresap. Lebih nikmat jika didiamkan 3–4 jam sebelum disajikan.

Tips Agar Acar Lebih Lezat

  • Gunakan mentimun yang masih muda dan segar agar hasilnya renyah.

  • Setelah dipotong, taburi mentimun dengan sedikit garam selama 10–15 menit, lalu bilas dan tiriskan. Cara ini membuat teksturnya lebih garing.

  • Gunakan cuka makan berkualitas baik agar rasa asamnya lebih segar.

  • Jika ingin rasa lebih manis khas acar rumahan, tambahkan 1 sdm gula lagi.

  • Simpan dalam wadah kaca atau plastik food grade yang tertutup rapat.

Variasi

  • Tambahkan 100 gram nanas potong dadu untuk rasa manis-asam yang lebih segar.

  • Tambahkan 2 buah timun Jepang (kyuri) sebagai pengganti sebagian mentimun biasa.

  • Untuk menemani hidangan berlemak seperti sate atau gulai, tambahkan sedikit jahe yang dimemarkan ke dalam larutan acar, lalu angkat sebelum disajikan.

Acar ini dapat disimpan di dalam lemari es selama 3–5 hari dengan rasa yang justru semakin meresap. Sajikan dalam keadaan dingin agar terasa lebih menyegarkan.

Tuesday, 30 June 2026

Posisi Tidur Anak

 *﷽*


✨ INFO SEHAT ANAK

Hati-hati Bun, 4 Posisi Tidur Anak Ini Perlu Diperhatikan


Karena tulang belakang anak masih dalam masa pertumbuhan, posisi tidur yang kurang tepat _bisa berpotensi_ memberikan tekanan berlebih pada sendi & otot.


Yuk kita kenali bareng Bun

4 Posisi Tidur yang Perlu Diwaspadai:

1. Meringkuk Terlalu Rapat / Fetal Position

Nyaman sih Bun, tapi kalau terlalu ekstrem & tiap malam gitu terus...

- _Bisa_ menekan bantalan tulang belakang & bikin napas kurang optimal

- Kalau jadi kebiasaan tanpa variasi, _berpotensi_ memicu postur bungkuk

2. Tidur Tengkurap

Ini posisi yang paling _kurang disarankan_ Bun:

- Tulang belakang jadi susah istirahat di posisi netral

- Leher harus diputar ke samping buat napas → _berisiko_ bikin leher & punggung atas tegang/kaku

3. Tangan di Bawah/Belakang Kepala

Meletakkan tangan di bawah kepala _bisa_ memberi tekanan berlebih ke saraf area bahu Bun.

4. Tidur Posisi Duduk

Berbahaya untuk tulang belakang anak Bun. _Berisiko_ bikin nyeri, otot tegang, sampai gangguan pertumbuhan tulang seperti skoliosis/kifosis.


Lalu Posisi Tidur yang Disarankan Gimana Bun?

✅Tidur Menyamping Kanan/Kiri

Selipkan bantal/guling kecil di antara kedua lutut ya Bun. Fungsinya buat jaga panggul & tulang belakang tetap sejajar.


✅Tidur Terlentang

Pastikan nggak ada tangan yang ketindih kepala/tubuh. Ini posisi yang paling _direkomendasikan_ karena berat badan terdistribusi rata & tulang belakang lebih lurus alami.


Sumber : Janice Ariestiya

Sunday, 28 June 2026

Jadwal Ta'lim Ahad Pagi PDM Purbalingga Bulan Juli 2026

 Jadwal Ketempatan Ta'lim Ahad Pagi  PDM Purbalingga Bulan JULI 2026 Jam 07.00-08.00 WIB:

 

1. Tgl, 05 Juli 2026

     Di Masjid Ali Muhammadiyah Kel. Bancar  Kec. Purbalingga

Ust. Muakhor Abdussalam S.Pd.I.M.Si.


2. Tgl, 12 Juli 2026

     Di Masjid At Takwa Desa Majatengah Kec. Kemangkon

Ust. Syarifudin, S.Ag.M.H.


3. Tgl, 19 Juli 2026

Di Masjid Darul Mujahidin, Desa Karangreja, Kec.Kutasari

Ust. H. Sukarman, S.Ag.


4. Tgl, 26 Juli 2026

     Di Masjid Al Huda, Desa Dawuhan, Kec. Padamara

Ust. Sudirman, S.Kom.I.

Saturday, 27 June 2026

Memanfaatkan Sisa Buku Tulis

Buku tulis yang tersisa di akhir tahun pelajaran sayang sekali jika dibuang atau dibiarkan menumpuk. Masih banyak lembar bersih yang bisa dimanfaatkan secara kreatif dan aplikatif, baik untuk keperluan sekolah di tahun ajaran baru maupun untuk aktivitas sehari-hari.

Berikut adalah beberapa ide kreatif untuk memanfaatkan kembali buku tulis tersebut:

## 1. Dikonsolidasi Menjadi Buku Baru (Binder/Notebook)

Jika sisa lembar bersih di setiap buku hanya sedikit, Anda bisa menyatukannya:

 * Buku Catatan Campuran (Multipurpose Notebook): Satukan lembar-lembar bersih dari beberapa buku dengan cara memotong bagian tengahnya, lalu jahit atau gunakan *staples* besar untuk membuat satu buku baru yang tebal.

 * Buku Binder Kustom: Gunting lembar-lembar bersih, lubangi tepinya, dan masukkan ke dalam ring binder. Ini sangat praktis karena Anda bisa mencampur kertas bergaris, kotak-kotak, atau polos dalam satu tempat.

## 2. Pemanfaatan untuk Tahun Ajaran Baru

 * Buku Corat-Coret (Scribble Book) atau Buram: Dedikasikan satu buku sisa untuk coretan rumus matematika, latihan soal fisika, atau konsep hitungan kasar agar buku utama tetap rapi.

 * Buku Saku Kosakata (Vocabulary Pocket Book): Potong buku tulis menjadi ukuran yang lebih kecil (seperempat ukuran asli). Gunakan untuk mencatat kosakata baru bahasa asing (misalnya bahasa Inggris) beserta artinya yang bisa dibawa ke mana-mana.

 * Buku Jurnal Releksi / Deep Learning Gunakan halaman tersisa untuk mengajak siswa atau diri sendiri menuliskan refleksi harian tentang apa yang dipelajari, apa yang dirasakan, dan apa yang ingin ditingkatkan.

## 3. Sarana Kreativitas dan Pengembangan Diri

 * Media Menggambar dan Sketsa Jika lembarannya polos atau garisnya tipis, buku ini bisa menjadi wadah untuk menyalurkan hobi menggambar, membuat komik strip, atau belajar kaligrafi.

 * Buku Harian atau Bullet Journal Manfaatkan untuk menulis buku harian, mencatat agenda harian, daftar tugas (to-do list), atau melacak kebiasaan baik (*habit tracker).

## 4. Keperluan Rumah Tangga & Hobi

 * Buku Catatan Kebun (Garden Journal): Bagi yang suka berkebun, lembar kosong ini bisa digunakan untuk mencatat tanggal tanam, jadwal pemupukan organik, perkembangan tanaman (seperti kangkung atau bayam), hingga formula pupuk kompos buatan sendiri.

 * Buku Resep Dapur: Salin atau tempel resep-resep masakan tradisional favorit (seperti rawon, soto, atau rendang) yang Anda temukan di internet ke dalam buku ini agar rapi dan mudah dicari saat ingin memasak.

## 5. Aksi Sosial

 * Donasi Buku Catatan: Jika lembar yang tersisa masih sangat banyak (misalnya lebih dari setengah buku), rapikan bagian tepi atau bersihkan coretan di halaman depan, lalu donasikan ke komunitas sosial atau anak-anak yang membutuhkan untuk digunakan sebagai buku latihan.

> Tips Tambahan: Agar tampilan buku lama kembali menarik, Anda bisa mengajak anak-anak atau siswa untuk menghias ulang sampulnya (DIY Cover) menggunakan kertas kado bekas, teknik ecoprint atau potongan gambar kreatif.

Tabligh Akbar Bersama Menteri Pendidikan RI





Kegiatan Tabligh Akbar di Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga telah sukses dilaksanakan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Acara syiar Islam yang dihadiri oleh ribuan jamaah ini diselenggarakan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan wawasan keagamaan masyarakat. Kehadiran tokoh-tokoh penting dari tingkat daerah hingga nasional menjadikan momentum ini sangat berharga bagi warga Desa Limbangan dan sekitarnya.

Rangkaian acara diawali dengan sesi pra-acara yang memanjakan mata para hadirin melalui penampilan berbagai kesenian daerah khas dari Desa Limbangan. Suguhan seni budaya lokal ini berhasil menciptakan atmosfer yang hangat, ceria, sekaligus menjadi media unjuk kreativitas bagi warga setempat dalam menyambut kedatangan para tamu undangan. Setelah penampilan seni selesai, acara secara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan sesi sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia yang memaparkan laporan kesiapan serta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya acara. Sambutan berikutnya disampaikan oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Purbalingga yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan sinergi umat. Menutup sesi sambutan, Bupati Purbalingga, Bapak H.Fahmi Muhamad Hanif, memberikan arahannya yang mengapresiasi kerukunan warga serta menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis keagamaan.

Memasuki acara inti, para jamaah disuguhkan kajian rohani dan ilmiah yang disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan RI, Bapak Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed yang sekaligus mengemban amanah sebagai Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam ceramahnya, beliau memaparkan materi mengenai pentingnya integrasi nilai-nilai moral keagamaan ke dalam sistem pendidikan demi mencetak generasi bangsa yang unggul dan berkarakter. Penyampaian materi yang lugas, berbobot, namun diselingi humor segar khas beliau membuat seluruh jamaah yang hadir menyimak dengan penuh antusias dari awal hingga akhir.

Pesan Kepemimpinan Rasulullah SAW (Pilar Kedamaian & Persatuan)

​Saat mengutus Muadz bin Jabal dan Abu Musa Al-Asy’ari ke Yaman, Rasulullah SAW memberikan tiga pesan emas yang menjadi kompas utama dalam memimpin dan berinteraksi dengan sesama:

​Mudahkan, Jangan Mempersulit (Yassiruu walaa tu’assiruu) 

Seorang pemimpin hadir untuk membawa solusi, bukan birokrasi yang berbelit-belit. Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mempermudah urusan orang banyak, memberikan pelayanan terbaik, dan tidak membebani rakyat atau anggotanya di luar batas kemampuan mereka.

​Gembirakan, Jangan Menakut-nakuti (Bassyiruu walaa tunaffiruu)

Dekatilah manusia dengan optimisme, senyuman, dan kabar gembira. Pemimpin yang dicintai adalah mereka yang mampu membangkitkan harapan, bukan yang membangun kepatuhan di atas rasa takut, ancaman, atau intimidasi.

​Patuh pada Pimpinan & Jangan Berselisih (Tathaawa'aa walaa takhtalifaa)

Sebuah organisasi, masyarakat, atau negara hanya akan kuat jika ada kesolidan. Kepatuhan kepada pemimpin (selama dalam kebaikan) adalah kunci ketertiban. Pesan ini mengingatkan kita untuk menekan ego, mencari titik temu, dan menjauhi perpecahan demi maslahat bersama.

Suasana di lokasi kegiatan menjadi semakin seru dan penuh gemuruh kegembiraan saat panitia memasuki agenda tambahan, yaitu pengundian umrah gratis. Ketegangan dan rasa haru mewarnai momen ini hingga akhirnya terpilih 3 peserta yang beruntung untuk berangkat ke tanah suci tanpa dipungut biaya. Hadiah utama ini menambah rasa syukur yang mendalam di tengah-tengah jamaah. Seluruh rangkaian kegiatan Tabligh Akbar ini kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan, kemakmuran, dan keselamatan warga Desa Limbangan pada khususnya, serta bangsa Indonesia pada umumnya.


Thursday, 25 June 2026

Klipping

Kliping adalah kegiatan mengumpulkan, memilih, menggunting, menempel, dan menyusun informasi dari berbagai sumber (koran, majalah, tabloid, brosur, atau media daring yang dicetak) berdasarkan tema tertentu. Kliping bertujuan untuk mendokumentasikan informasi agar mudah dipelajari, dijadikan referensi, atau digunakan sebagai bahan tugas dan penelitian sederhana.

Manfaat Kliping

  1. Melatih kemampuan membaca dan memahami informasi.
  2. Menambah wawasan tentang suatu topik.
  3. Melatih keterampilan mengelompokkan dan mengorganisasi data.
  4. Menjadi sumber referensi yang dapat digunakan kembali.
  5. Melatih kreativitas dalam penyajian informasi.

Cara Membuat Kliping yang Baik

1. Tentukan Tema

Pilih tema yang jelas, misalnya:

  • Lingkungan hidup
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Tokoh inspiratif

2. Kumpulkan Sumber Informasi

Cari artikel atau gambar yang relevan dari:

  • Surat kabar
  • Majalah
  • Brosur
  • Internet (cantumkan sumbernya)

3. Pilih Informasi yang Relevan

Hindari mengumpulkan artikel secara asal. Pilih informasi yang:

  • Sesuai tema
  • Akurat dan terpercaya
  • Mudah dipahami
  • Memiliki nilai edukatif

4. Susun Secara Sistematis

Urutan yang disarankan:

  1. Sampul/Judul
  2. Kata Pengantar (jika diperlukan)
  3. Daftar Isi
  4. Isi Kliping
  5. Kesimpulan atau Tanggapan
  6. Daftar Pustaka/Sumber

5. Berikan Identitas Sumber

Setiap artikel sebaiknya dilengkapi:

  • Judul artikel
  • Nama media
  • Tanggal terbit
  • Penulis (jika ada)
  • Alamat situs (jika dari internet)

6. Buat Tampilan Menarik

  • Gunakan kertas yang rapi.
  • Beri judul pada setiap bagian.
  • Gunakan warna secukupnya.
  • Pastikan hasil guntingan ditempel dengan rapi.
  • Sisakan margin agar mudah dibaca.

Kriteria Kliping yang Sesuai

Sebuah kliping yang baik memiliki:
✅ Tema yang jelas dan fokus.

✅ Isi yang relevan dengan tema.

✅ Sumber yang terpercaya.

✅ Susunan yang sistematis.

✅ Tulisan dan gambar yang rapi.

✅ Mencantumkan sumber informasi.

✅ Memiliki kesimpulan atau refleksi pribadi.

Cara Penyimpanan Kliping

Penyimpanan Fisik

  1. Gunakan map, ordner, atau binder.
  2. Beri label pada sampul:
    • Judul tema
    • Nama penyusun
    • Tahun pembuatan
  3. Simpan di tempat yang kering dan tidak lembap.
  4. Hindari paparan sinar matahari langsung agar kertas tidak menguning.
  5. Jika penting, gunakan plastik pelindung dokumen.

Penyimpanan Digital

  1. Scan atau foto setiap halaman.
  2. Simpan dalam format PDF.
  3. Beri nama file yang jelas, misalnya:
    • Kliping_Lingkungan_Kelas8_2026.pdf
  4. Simpan di beberapa lokasi:
    • Komputer/laptop
    • Flashdisk
    • Penyimpanan awan seperti Google Drive

Khotmil Quran MTsN 1 Purbalingga dalam Rangka Peaceful Muharram 1448 H

 



Purbalingga, 25 Juni 2026 – Dalam rangka menyemarakkan kegiatan Peaceful Muharram 1448 H, MTs Negeri 1 Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur'an yang berlangsung di Masjid Baitul Hikmah MTs Negeri 1 Purbalingga pada hari Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai dan dipimpin oleh Seksi Keagamaan MTs Negeri 1 Purbalingga, Achmad Ghufron, S.Ag.

Kegiatan Khotmil Qur'an diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan MTs Negeri 1 Purbalingga dengan penuh khidmat. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an secara bersama-sama hingga khatam 30 juz, kemudian ditutup dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi seluruh warga madrasah.

Dalam sambutannya, Bapak Achmad Ghufron, S.Ag. menyampaikan bahwa kegiatan Khotmil Qur'an merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan kegiatan yang membawa kedamaian dan keberkahan. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta didik semakin termotivasi untuk membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana Masjid Baitul Hikmah tampak penuh kekhusyukan selama kegiatan berlangsung. Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan antusias sebagai wujud syukur atas datangnya bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Melalui kegiatan Khotmil Qur'an ini, MTs Negeri 1 Purbalingga berharap semangat Peaceful Muharram 1448 H dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, serta membangun karakter peserta didik yang religius, berakhlak mulia, dan cinta Al-Qur'an.

Wednesday, 24 June 2026

Berbuat Baik Tanpa Mengharapkan Pujian


DALAM perjalanan hidup ini,  kita sering berbuat baik kepada orang lain tanpa ada yang tahu, membantu tanpa diminta, atau berkorban tanpa dihargai. Di saat-saat seperti itu, hati mudah lelah. Dalam kondisi seperti itu, kita tidak berharap pujian. Sebab balasan dari Allah atas perbuatan kita tersebut lebih sempurna._ 


🌺 NAMUN demikian, ada satu pengingat yang mampu menenangkan segalanya. Yakni  bahwa tidak ada satu pun kebaikan yang luput dari pandangan Allah. Allah berfirman seperti di bawah ini.


وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ ٱللَّهُ


“Dan kebajikan apa pun yang kamu kerjakan, niscaya Allah (pasti) mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 197).


🌺 PESAN ayat  tadi  menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan, baik besar atau kecil, terlihat atau tersembunyi, tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan Allah. 


🌺 ADA dua pelajaran yang dapat kita ambil  dari ayat tersebut, yakni yang berikut ini.


1️⃣ *Melatih keikhlasan*.  Ketika seseorang terbiasa mengingat dan meyakini bahwa setiap kebaikan yang dilakukan pasti dilihat dan akan dibalas oleh Allah, maka seseorang tidak akan terlalu peduli apakah orang lain melihat kebaikannya atau tidak. 


🌺 KEIKHLASAN akan tumbuh saat seseorang hanya berharap.pada  Allah  yang menilai dan membalas amalnya, bukan manusia. Pujian manusia menjadi tidak penting. Sebab, balasan Allah jauh lebih sempurna.


2️⃣ *Menjadikan seseorang tidak _baperan (bawa perasaan, sensitif, mudah tersinggung). Terkadang seseorang sudah berbuat baik, tetapi orang yang dibantu justru lupa, tidak menghargai, atau malah membalas dengan keburukan. 


🌺ITULAH yang sering membuat hati menjadi baper, kecewa, dan patah semangat. Namun, ketika ia yakin bahwa Allah melihat dan mengetahui setiap niat dan kebaikannya, serta menjanjikan balasan yang sempurna, maka hatinya menjadi lebih lapang, lebih tenang, dan tidak mudah tersinggung oleh sikap manusia.


🌺 PERIHAL tersebut,  kita diberi informasi oleh Allah  

tentang salah satu  ciri penduduk surga dalam firman-Nya seperti yang di bawah ini.


*إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا


“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih."  (Q.S. Al-Insan: 9).


🌺 SALAH satu ciri dan sifat penduduk surga yaitu  berbuat baik karena Allah, bukan karena berharap manusia akan membalas atau bahkan sekadar berterima kasih. Itulah sebabnya,  janganlah kita  berharap balasan manusia. Sebab kebaikan kita tersebut  tak akan pernah sirna


🌺 DALAM kehidupan sehari-hari, kita melihat  banyak kebaikan yang mengalir dari hati manusia. Guru yang sabar menuntun muridnya, suami dan istri yang saling melayani, orang tua yang bekerja keras demi anak-anaknya, hingga kebaikan kecil yang kita berikan kepada teman dan tetangga.


🌺 NAMUN, sering kali kebaikan itu tidak kembali kepada kita sebagaimana yang kita harapkan. Tidak selalu ada ucapan terima kasih. Tidak selalu ada penghargaan. Tidak selalu ada balasan yang setimpal. Tetapi ketahuilah, tidak ada satu pun kebaikan yang hilang di sisi Allah.


🌺 WALAUPUN manusia tidak membalas, selama kebaikan itu dilakukan karena Allah, niscaya balasan dari-Nya pasti datang dengan lebih indah, lebih adil, dan lebih sempurna daripada apa pun yang dapat diberikan manusia. 


🌺 ALLAH  berfirman seperti yang di bawah ini.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. At-Taubah: 120).


🌺 RASULULLAH SAW  juga memberikan kabar gembira,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً


“Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi seorang mukmin atas kebaikan apa pun.” (H.R. Muslim).


🌺 ARTINYA, setiap kebaikan pasti diganti oleh Allah, meskipun manusia tidak membalasnya. Hal ini tentu berbeda ketika kita menjadi objek penerima manfaat atau kebaikan dari orang lain.



Tuesday, 23 June 2026

Saat Nikmat Tak Lagi Disyukuri



SAAT ‘NIKMAT’

TAK LAGI DISYUKURI


🥀 *SERING kali…

kita ‘merasa’ hidup

ini ada yang kurang.

KURANG cukup,

KURANG berhasil,

KURANG bahagia. 


P a d a h a l

BISA JADI masalahnya

bukan pada *NIKMAT*

yang SEDIKIT, 


tapi…..

pada ’cara’ kita

memandangnya.


*Rasulullah SAW.* sudah mengingatkan dengan ‘nasehat’ yang sangat dalam maknanya..

📚 *BELIAU* _shallallahu ‘alaihi wasallam_ bersabda:

”Pandanglah orang yang berada di bawah kalian (dalam masalah harta & dunia) dan janganlah kalian memandang orang yang berada di atas kalian.


HAL itu lebih layak membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kalian."

(HR. Muslim, Bukhari)



HADITS ini…

mengajarkan ‘cara sederhana’ tapi sangat efektif untuk menjaga HATI,


JANGAN selalu

melihat ’ke ATAS’

dalam urusan dunia. 


Karena….

KETIKA ‘pandangan’ kita terus tertuju pada mereka yang;


LEBIH kaya, 

LEBIH sukses, atau

LEBIH nyaman hidupnya, 


tanpa sadar….

kita mulai menganggap ’remeh’ apa yang sudah Allah berikan kepada kita.

Wassalam,


Inilah yang Didapatkan oleh Orang yang Berhjrah

 *INILAH YANG DIDAPATKAN OLEH ORANG  YANG HIJRAH*

"DAN, barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak." (Q.S. An-Nisa: 100).


🌺 HIJRAH  bisa menjadi  jalan terbaik dalam meraih nikmatnya hidayah. Misalnya, ketenteraman, kebahagiaan, kelapangan, dan kesenangan, serta rezeki yang banyak. Namun, keinginan untuk berhijrah itu akan terasa berat jika tidak dilandasi karena Allah semata. 


🌺 KEBIASAAN bermaksiat, berlaku zalim, dan kedurhakaan sebagai larangan Allah  akan menjadi kendala untuk memperbaiki diri dari kebiasaan buruk ke perbuatan baik, sebagaimana sabda Rasulullah SAW  di bawah ini.

 ﻭَﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮُ ﻣَﻦْ ﻫَﺠَﺮَ ﻣَﺎ ﻧَﻬَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪ

“Dan, Al-Muhaajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan larangan Allah.”_* (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).


🌺 BAGI  yang jujur dan ikhlas dalam hijrahnya, mereka  akan mendapat balasan kenikmatan dengan tambahan rezeki. Memang,  hijrah itu tidaklah mudah dan  ujian  selalu ada. 


🌺 APAKAH orang yang yang hijrah tersebut  ikhlas meninggalkan suatu keburukan karena Allah atau hanya pura-pura saja. Padahal, kesabaran akan membuat yang berat terasa ringan. Segala kesusahan dan penderitaan akan terasa manis. 


🌺KEPADA seseorang  yang hijrah,  Allah juga akan memberikan rezeki yang banyak di dalam bumi-Nya yang luas, sebagaimana Allah  firman-Nya di bawah ini.

*وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً*

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (Q.S. An-Nisaa: 100). 


🌺 MAKA ketika hijrah, kita landasi kehijrahan kita tersebut dengan  niatan karena Allah semata. Untuk apa? Untuk mencari.  Rida-Nya agar kita  dapati kenikmatan yang luar biasa.

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.”(H.R. Ahmad).

----------------🌼🌼🌼----------------

🌠 SEMOGA Allah  rida menganugerahkan  kepada kita semua: keselamatan,  kesehatan, kebahagiaan,  rahmat (kasih sayang-Nya), berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita, umur panjang, rezeki halal, serta  kemudahan mengarungi kehidupan.

Monday, 22 June 2026

Persiapan Menjelang Tahun Ajaran Baru


Sumber gambar: Garda Oto


Tahun ajaran 2025/2026 telah berakhir. Tahun ajaran baru siap menjelang. Masa liburan sekolah ini selain dimanfaatkan untuk berlibur juga dimanfaatkan orang tua dan siswa untuk membeli persiapan sekolah berikutnya. 

Yang Perlu Dipersiapkan untuk tahun ajaran baru

1. Perlengkapan Menulis

  • Buku tulis 
  • Pensil, pulpen, penghapus
  • Penggaris
  • Rautan
  • Pensil warna atau spidol (sesuai jenjang)
  • Stabilo untuk membuat rangkuman

2. Tas Sekolah

Perhatikan:

  • Ukuran sesuai kebutuhan.
  • Tali bahu empuk dan kuat.
  • Tidak terlalu berat saat kosong.
  • Memiliki beberapa kompartemen agar barang tertata rapi.

3. Seragam dan Atribut Sekolah

  • Seragam harian
  • Seragam olahraga
  • Dasi, topi, ikat pinggang
  • Kaos kaki
  • Sepatu

Sebaiknya periksa apakah masih muat dan layak pakai sebelum membeli baru.

4. Perlengkapan Ibadah

  • Mukena atau sarung
  • Al-Qur'an atau buku doa
  • Sajadah kecil (jika diperlukan)

5. Botol Minum dan Kotak Bekal

  • Mudah dibersihkan.
  • Tidak mudah bocor.
  • Ukuran sesuai kebutuhan anak.

6. Perangkat Pendukung Belajar

  • Kamus Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia.
  • Kalkulator (untuk jenjang tertentu).
  • Flashdisk (jika diperlukan).
  • Akses internet yang memadai untuk tugas sekolah.

7. Kesehatan Anak

Yang sering terlupakan justru paling penting:

  • Membiasakan tidur lebih awal.
  • Mengatur kembali jadwal belajar setelah liburan.
  • Memastikan anak sarapan sebelum sekolah.
  • Pemeriksaan mata jika anak sering mengeluh tidak bisa melihat tulisan di papan.

Lebih Baik Membeli Online atau Offline?

Membeli Offline Lebih Baik Jika:

✅ Membeli seragam dan sepatu.

Karena:

  • Bisa dicoba langsung.
  • Dapat mengecek kualitas bahan.
  • Menghindari salah ukuran.

✅ Membeli tas sekolah.

Karena:

  • Bisa mengecek kenyamanan saat dipakai.
  • Dapat melihat kualitas jahitan dan resleting.

Membeli Online Lebih Baik Jika:

✅ Membeli barang standar seperti:

  • Buku tulis
  • Pulpen
  • Pensil
  • Penghapus
  • Label nama
  • Sampul buku

Karena:

  • Harga sering lebih murah.
  • Banyak promo dan gratis ongkir.
  • Tidak perlu keluar rumah.

Strategi yang Paling Hemat

Banyak keluarga menggunakan cara berikut:

  1. Inventarisasi perlengkapan yang masih layak pakai.
  2. Beli seragam, sepatu, dan tas secara offline.
  3. Beli alat tulis dan buku tulis secara online saat ada promo.
  4. Libatkan anak dalam memilih perlengkapan agar mereka lebih bersemangat menyambut sekolah.

Yang Sebaiknya Dihindari

  • Membeli semua perlengkapan baru hanya karena ingin mengikuti tren.
  • Membelikan tas yang terlalu besar atau berat.
  • Memilih perlengkapan berdasarkan karakter atau gambar yang sedang populer tanpa mempertimbangkan kualitas.
  • Menunda pembelian hingga mendekati hari pertama sekolah karena harga dan antrean biasanya meningkat.

Yang paling penting sebenarnya bukan banyaknya perlengkapan baru, tetapi kesiapan anak untuk kembali belajar, disiplin, dan semangat menjalani tahun ajaran baru. Orang tua dapat menjadikan momen ini untuk berdiskusi tentang target belajar, kebiasaan baik, dan tanggung jawab anak selama satu tahun ke depan.

Sunday, 21 June 2026

Baktimu kepada Ibu Bapakmu Pintu Surgamu

 

Oleh Ustadz Drs. Jubaedi Syarbini



Birrul Walidain (berbakti kepada kedua orang tua) adalah salah satu amalan paling utama dalam Islam. Kedudukannya sangat tinggi, bahkan dalam Al-Qur'an, perintah untuk berbakti kepada orang tua sering kali diletakkan langsung setelah perintah untuk mentauhidkan Allah. Ini menunjukkan bahwa menghormati dan merawat orang tua bukanlah sekadar norma sosial, melainkan ibadah yang sangat mendasar.

Berikut adalah panduan mengenai apa yang harus dan tidak boleh dilakukan seorang anak, disertai dengan dalil-dalil dari Al-Qur'an.

## Yang Harus Dilakukan (Bentuk Bakti)

 * Menaati Mereka dalam Kebaikan: Mematuhi segala perintah dan nasihat orang tua, selama tidak bertentangan dengan syariat agama (bukan maksiat atau syirik).

 * Berbicara dengan Lembut dan Sopan: Menggunakan nada suara yang rendah, kata-kata yang santun, dan penuh rasa hormat saat berkomunikasi dengan mereka.

 * Merawat dan Menanggung Kebutuhan Mereka: Terutama saat mereka sudah berusia lanjut, anak berkewajiban menjaga, merawat fisik, serta memenuhi kebutuhan finansial atau tempat tinggal mereka jika mampu.

 * Mendoakan Kebaikan untuk Mereka: Selalu menyelipkan doa ampunan dan kasih sayang untuk orang tua, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah tiada.

 * Menjaga Silaturahmi Teman-Teman Orang Tua: Termasuk menyambung hubungan baik dengan kerabat dekat mereka sebagai bentuk penghormatan.

## Yang Tidak Boleh Dilakukan (Bentuk Durhaka)

 * Mengatakan "Ah" atau Membentak: Mengeluarkan keluhan, bersungut-sungut, atau meninggikan suara di hadapan mereka, sekecil apa pun bentuk kekesalan tersebut.

 * Menolak Perintah Mereka Tanpa Alasan Syar'i: Mengabaikan atau menolak permintaan mereka hanya karena malas atau lebih mementingkan urusan pribadi yang tidak mendesak.

 * Menelantarkan Mereka di Hari Tua: Membiarkan mereka hidup kesusahan, kesepian, atau tidak terawat ketika mereka sudah tidak berdaya.

 * Memandang Mereka dengan Tatapan Tajam/Marah: Menunjukkan ekspresi wajah yang tidak menyenangkan, cemberut, atau menatap dengan rasa benci/marah.

 *Menaati Mereka dalam Maksiat: Satu-satunya pengecualian untuk tidak patuh adalah jika orang tua mengajak kepada kemusyrikan atau pelanggaran agama. Namun, penolakan ini pun harus disampaikan dengan cara yang sangat santun.

#Ayat-Ayat Al-Qur'an Terkait Birrul Walidain

Berikut adalah beberapa ayat utama yang menjadi dasar perintah berbakti kepada orang tua:

 1. Surah Al-Isra' Ayat 23–24

Ayat ini merupakan panduan paling detail mengenai etika berbicara dan bersikap kepada orang tua, terutama saat mereka lansia.

Artinya:"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."


Artinya:"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil'."

2. Surah Luqman Ayat 14

Ayat ini menekankan pengorbanan seorang ibu dan perintah untuk bersyukur kepada Allah sekaligus kepada orang tua.

Artinya:"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku tempat kembalimu."

 3. Surah An-Nisa' Ayat 36

Dalam ayat ini, perintah berbuat baik kepada orang tua ditempatkan langsung setelah perintah menyembah Allah tanpa mempersekutukan-Nya.

Artinya:"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua..."


Ketika orang tua telah wafat, pintu untuk berbakti (birrul walidain) tidak serta-merta tertutup. Islam memberikan tuntunan yang sangat indah bahwa seorang anak tetap bisa mengirimkan kebaikan dan pahala kepada orang tua mereka yang sudah berada di alam barzakh.

Berikut adalah hal-hal utama yang perlu dan dapat dilakukan oleh anak ketika orang tua sudah wafat, lengkap dengan dasar hadisnya:

## 1. Mendoakan dan Memohonkan Ampunan

Ini adalah tugas paling utama dan berkelanjutan bagi seorang anak. Doa anak yang saleh adalah aset paling berharga bagi orang tua di alam kubur karena pahalanya tidak akan terputus.

 * Dasar Hadis:

   Rasulullah ﷺ bersabda:

   > "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim no. 1631)

 

 * Dampak di Alam Kubur:

   Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa derajat seorang orang tua bisa diangkat di surga karena istigfar anaknya:

   > "Sesungguhnya Allah ’Azza wa Jalla akan mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga. Hamba itu berkata, 'Wahai Rabb, dari mana saya bisa mendapatkan ini?' Allah berfirman, '**Karena permohonan ampunan anakmu untukmu**'." (HR. Ahmad, disahihkan oleh Al-Albani)


2. Melunasi Utang-Utang Orang Tua (Utang kepada Manusia maupun Allah)

Anak hendaknya segera memeriksa dan menyelesaikan tanggung jawab finansial atau kewajiban ibadah orang tua yang belum terpenuhi semasa hidup, seperti utang piutang, wasiat, atau utang puasa/haji (jika mampu).

 * Dasar Hadis (Utang Puasa):

   > "Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan memiliki utang puasa, maka walinya (anak/kerabatnya) yang berpuasa untuknya." (HR. Bukhari no. 1952 dan Muslim no. 1147)

 * Dasar Hadis (Utang Haji/Nazar):

   Seorang wanita bertanya kepada Nabi ﷺ tentang ibunya yang bernazar ingin haji tapi wafat sebelum menunaikannya. Nabi ﷺ menjawab:

 "Hajikanlah untuknya. Bagaimana pendapatmu jika ibumu memiliki utang, bukankah kamu yang melunasinya? **Bayarlah utang kepada Allah, karena utang kepada Allah lebih berhak untuk dilunasi." (HR. Bukhari no. 1852)

 

3. Bersedekah Atas Nama Orang Tua

Anak bisa menginfakkan sebagian hartanya (seperti membangun sumur, mewakafkan Al-Qur'an, atau memberi makan fakir miskin) dengan meniatkan pahalanya untuk orang tua.

 * Dasar Hadis:

   Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa ibu dari Sa'ad bin Ubadah meninggal dunia ketika Sa'ad tidak ada di tempat. Lalu Sa'ad bertanya kepada Rasulullah:

   > "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku meninggal dunia sedangkan aku sedang tidak bersamanya, apakah bermanfaat jika aku bersedekah atas namanya?" Beliau bersabda, **"Ya, bermanfaat."** (HR. Bukhari no. 2756)

 

 4. Menyambung Silaturahmi dengan Kerabat dan Sahabat Orang Tua

Bentuk bakti yang sering terlupakan adalah menjaga hubungan baik dengan paman, bibi, serta teman-teman dekat almarhum/almarhumah orang tua.

 * Dasar Hadis:

   Rasulullah ﷺ bersabda:

   > "Sesungguhnya bakti yang paling utama adalah seorang anak menyambung tali silaturahmi dengan keluarga teman baik ayahnya setelah ayahnya meninggal dunia." (HR. Muslim no. 2552)

 

## Ringkasan dalam Satu Hadis Penuh

Seluruh poin di atas sebenarnya terangkum indah dalam sebuah dialog antara seorang sahabat dari Bani Salimah dengan Rasulullah ﷺ:

"Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku setelah keduanya wafat?"

>Beliau ﷺ menjawab, "Ya, ada. Yaitu (1) mendoakan keduanya, (2) memohonkan ampunan untuk keduanya, (3) menunaikan janji/wasiat mereka setelah wafatnya, (4) menyambung silaturahmi yang tidak tercipta kecuali lewat perantara mereka, dan (5) memuliakan teman dekat keduanya." (HR. Abu Dawud no. 5142, dinilai sahih oleh sebagian ulama dan dhoif oleh yang lain, namun maknanya didukung hadis-hadis sahih sebelumnya).



Al Isra: 23

Menyenangkan orang tua:

Berakhlak baik

Berprestasi 

Mengunjungi orang tua 

Membawakan oleh-oleh/buah tangan 

Meluangkan waktu untuk menemui orang tua 

Mengelola Harta dengan Bijak

HARTA adalah salah satu penunjang utama kehidupan manusia yang  seharusnya dikelola secara baik dan bijak. Namun,  kenyataanya  banyak manus...