Tuesday, 30 June 2026

Posisi Tidur Anak

 *﷽*


✨ INFO SEHAT ANAK

Hati-hati Bun, 4 Posisi Tidur Anak Ini Perlu Diperhatikan


Karena tulang belakang anak masih dalam masa pertumbuhan, posisi tidur yang kurang tepat _bisa berpotensi_ memberikan tekanan berlebih pada sendi & otot.


Yuk kita kenali bareng Bun

4 Posisi Tidur yang Perlu Diwaspadai:

1. Meringkuk Terlalu Rapat / Fetal Position

Nyaman sih Bun, tapi kalau terlalu ekstrem & tiap malam gitu terus...

- _Bisa_ menekan bantalan tulang belakang & bikin napas kurang optimal

- Kalau jadi kebiasaan tanpa variasi, _berpotensi_ memicu postur bungkuk

2. Tidur Tengkurap

Ini posisi yang paling _kurang disarankan_ Bun:

- Tulang belakang jadi susah istirahat di posisi netral

- Leher harus diputar ke samping buat napas → _berisiko_ bikin leher & punggung atas tegang/kaku

3. Tangan di Bawah/Belakang Kepala

Meletakkan tangan di bawah kepala _bisa_ memberi tekanan berlebih ke saraf area bahu Bun.

4. Tidur Posisi Duduk

Berbahaya untuk tulang belakang anak Bun. _Berisiko_ bikin nyeri, otot tegang, sampai gangguan pertumbuhan tulang seperti skoliosis/kifosis.


Lalu Posisi Tidur yang Disarankan Gimana Bun?

✅Tidur Menyamping Kanan/Kiri

Selipkan bantal/guling kecil di antara kedua lutut ya Bun. Fungsinya buat jaga panggul & tulang belakang tetap sejajar.


✅Tidur Terlentang

Pastikan nggak ada tangan yang ketindih kepala/tubuh. Ini posisi yang paling _direkomendasikan_ karena berat badan terdistribusi rata & tulang belakang lebih lurus alami.


Sumber : Janice Ariestiya

Sunday, 28 June 2026

Jadwal Ta'lim Ahad Pagi PDM Purbalingga Bulan Juli 2026

 Jadwal Ketempatan Ta'lim Ahad Pagi  PDM Purbalingga Bulan JULI 2026 Jam 07.00-08.00 WIB:

 

1. Tgl, 05 Juli 2026

     Di Masjid Ali Muhammadiyah Kel. Bancar  Kec. Purbalingga

Ust. Muakhor Abdussalam S.Pd.I.M.Si.


2. Tgl, 12 Juli 2026

     Di Masjid At Takwa Desa Majatengah Kec. Kemangkon

Ust. Syarifudin, S.Ag.M.H.


3. Tgl, 19 Juli 2026

Di Masjid Darul Mujahidin, Desa Karangreja, Kec.Kutasari

Ust. H. Sukarman, S.Ag.


4. Tgl, 26 Juli 2026

     Di Masjid Al Huda, Desa Dawuhan, Kec. Padamara

Ust. Sudirman, S.Kom.I.

Saturday, 27 June 2026

Memanfaatkan Sisa Buku Tulis

Buku tulis yang tersisa di akhir tahun pelajaran sayang sekali jika dibuang atau dibiarkan menumpuk. Masih banyak lembar bersih yang bisa dimanfaatkan secara kreatif dan aplikatif, baik untuk keperluan sekolah di tahun ajaran baru maupun untuk aktivitas sehari-hari.

Berikut adalah beberapa ide kreatif untuk memanfaatkan kembali buku tulis tersebut:

## 1. Dikonsolidasi Menjadi Buku Baru (Binder/Notebook)

Jika sisa lembar bersih di setiap buku hanya sedikit, Anda bisa menyatukannya:

 * Buku Catatan Campuran (Multipurpose Notebook): Satukan lembar-lembar bersih dari beberapa buku dengan cara memotong bagian tengahnya, lalu jahit atau gunakan *staples* besar untuk membuat satu buku baru yang tebal.

 * Buku Binder Kustom: Gunting lembar-lembar bersih, lubangi tepinya, dan masukkan ke dalam ring binder. Ini sangat praktis karena Anda bisa mencampur kertas bergaris, kotak-kotak, atau polos dalam satu tempat.

## 2. Pemanfaatan untuk Tahun Ajaran Baru

 * Buku Corat-Coret (Scribble Book) atau Buram: Dedikasikan satu buku sisa untuk coretan rumus matematika, latihan soal fisika, atau konsep hitungan kasar agar buku utama tetap rapi.

 * Buku Saku Kosakata (Vocabulary Pocket Book): Potong buku tulis menjadi ukuran yang lebih kecil (seperempat ukuran asli). Gunakan untuk mencatat kosakata baru bahasa asing (misalnya bahasa Inggris) beserta artinya yang bisa dibawa ke mana-mana.

 * Buku Jurnal Releksi / Deep Learning Gunakan halaman tersisa untuk mengajak siswa atau diri sendiri menuliskan refleksi harian tentang apa yang dipelajari, apa yang dirasakan, dan apa yang ingin ditingkatkan.

## 3. Sarana Kreativitas dan Pengembangan Diri

 * Media Menggambar dan Sketsa Jika lembarannya polos atau garisnya tipis, buku ini bisa menjadi wadah untuk menyalurkan hobi menggambar, membuat komik strip, atau belajar kaligrafi.

 * Buku Harian atau Bullet Journal Manfaatkan untuk menulis buku harian, mencatat agenda harian, daftar tugas (to-do list), atau melacak kebiasaan baik (*habit tracker).

## 4. Keperluan Rumah Tangga & Hobi

 * Buku Catatan Kebun (Garden Journal): Bagi yang suka berkebun, lembar kosong ini bisa digunakan untuk mencatat tanggal tanam, jadwal pemupukan organik, perkembangan tanaman (seperti kangkung atau bayam), hingga formula pupuk kompos buatan sendiri.

 * Buku Resep Dapur: Salin atau tempel resep-resep masakan tradisional favorit (seperti rawon, soto, atau rendang) yang Anda temukan di internet ke dalam buku ini agar rapi dan mudah dicari saat ingin memasak.

## 5. Aksi Sosial

 * Donasi Buku Catatan: Jika lembar yang tersisa masih sangat banyak (misalnya lebih dari setengah buku), rapikan bagian tepi atau bersihkan coretan di halaman depan, lalu donasikan ke komunitas sosial atau anak-anak yang membutuhkan untuk digunakan sebagai buku latihan.

> Tips Tambahan: Agar tampilan buku lama kembali menarik, Anda bisa mengajak anak-anak atau siswa untuk menghias ulang sampulnya (DIY Cover) menggunakan kertas kado bekas, teknik ecoprint atau potongan gambar kreatif.

Tabligh Akbar Bersama Menteri Pendidikan RI





Kegiatan Tabligh Akbar di Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga telah sukses dilaksanakan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Acara syiar Islam yang dihadiri oleh ribuan jamaah ini diselenggarakan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan wawasan keagamaan masyarakat. Kehadiran tokoh-tokoh penting dari tingkat daerah hingga nasional menjadikan momentum ini sangat berharga bagi warga Desa Limbangan dan sekitarnya.

Rangkaian acara diawali dengan sesi pra-acara yang memanjakan mata para hadirin melalui penampilan berbagai kesenian daerah khas dari Desa Limbangan. Suguhan seni budaya lokal ini berhasil menciptakan atmosfer yang hangat, ceria, sekaligus menjadi media unjuk kreativitas bagi warga setempat dalam menyambut kedatangan para tamu undangan. Setelah penampilan seni selesai, acara secara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan sesi sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia yang memaparkan laporan kesiapan serta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya acara. Sambutan berikutnya disampaikan oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Purbalingga yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan sinergi umat. Menutup sesi sambutan, Bupati Purbalingga, Bapak H.Fahmi Muhamad Hanif, memberikan arahannya yang mengapresiasi kerukunan warga serta menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis keagamaan.

Memasuki acara inti, para jamaah disuguhkan kajian rohani dan ilmiah yang disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan RI, Bapak Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed yang sekaligus mengemban amanah sebagai Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam ceramahnya, beliau memaparkan materi mengenai pentingnya integrasi nilai-nilai moral keagamaan ke dalam sistem pendidikan demi mencetak generasi bangsa yang unggul dan berkarakter. Penyampaian materi yang lugas, berbobot, namun diselingi humor segar khas beliau membuat seluruh jamaah yang hadir menyimak dengan penuh antusias dari awal hingga akhir.

Pesan Kepemimpinan Rasulullah SAW (Pilar Kedamaian & Persatuan)

​Saat mengutus Muadz bin Jabal dan Abu Musa Al-Asy’ari ke Yaman, Rasulullah SAW memberikan tiga pesan emas yang menjadi kompas utama dalam memimpin dan berinteraksi dengan sesama:

​Mudahkan, Jangan Mempersulit (Yassiruu walaa tu’assiruu) 

Seorang pemimpin hadir untuk membawa solusi, bukan birokrasi yang berbelit-belit. Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mempermudah urusan orang banyak, memberikan pelayanan terbaik, dan tidak membebani rakyat atau anggotanya di luar batas kemampuan mereka.

​Gembirakan, Jangan Menakut-nakuti (Bassyiruu walaa tunaffiruu)

Dekatilah manusia dengan optimisme, senyuman, dan kabar gembira. Pemimpin yang dicintai adalah mereka yang mampu membangkitkan harapan, bukan yang membangun kepatuhan di atas rasa takut, ancaman, atau intimidasi.

​Patuh pada Pimpinan & Jangan Berselisih (Tathaawa'aa walaa takhtalifaa)

Sebuah organisasi, masyarakat, atau negara hanya akan kuat jika ada kesolidan. Kepatuhan kepada pemimpin (selama dalam kebaikan) adalah kunci ketertiban. Pesan ini mengingatkan kita untuk menekan ego, mencari titik temu, dan menjauhi perpecahan demi maslahat bersama.

Suasana di lokasi kegiatan menjadi semakin seru dan penuh gemuruh kegembiraan saat panitia memasuki agenda tambahan, yaitu pengundian umrah gratis. Ketegangan dan rasa haru mewarnai momen ini hingga akhirnya terpilih 3 peserta yang beruntung untuk berangkat ke tanah suci tanpa dipungut biaya. Hadiah utama ini menambah rasa syukur yang mendalam di tengah-tengah jamaah. Seluruh rangkaian kegiatan Tabligh Akbar ini kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan, kemakmuran, dan keselamatan warga Desa Limbangan pada khususnya, serta bangsa Indonesia pada umumnya.


Thursday, 25 June 2026

Klipping

Kliping adalah kegiatan mengumpulkan, memilih, menggunting, menempel, dan menyusun informasi dari berbagai sumber (koran, majalah, tabloid, brosur, atau media daring yang dicetak) berdasarkan tema tertentu. Kliping bertujuan untuk mendokumentasikan informasi agar mudah dipelajari, dijadikan referensi, atau digunakan sebagai bahan tugas dan penelitian sederhana.

Manfaat Kliping

  1. Melatih kemampuan membaca dan memahami informasi.
  2. Menambah wawasan tentang suatu topik.
  3. Melatih keterampilan mengelompokkan dan mengorganisasi data.
  4. Menjadi sumber referensi yang dapat digunakan kembali.
  5. Melatih kreativitas dalam penyajian informasi.

Cara Membuat Kliping yang Baik

1. Tentukan Tema

Pilih tema yang jelas, misalnya:

  • Lingkungan hidup
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Tokoh inspiratif

2. Kumpulkan Sumber Informasi

Cari artikel atau gambar yang relevan dari:

  • Surat kabar
  • Majalah
  • Brosur
  • Internet (cantumkan sumbernya)

3. Pilih Informasi yang Relevan

Hindari mengumpulkan artikel secara asal. Pilih informasi yang:

  • Sesuai tema
  • Akurat dan terpercaya
  • Mudah dipahami
  • Memiliki nilai edukatif

4. Susun Secara Sistematis

Urutan yang disarankan:

  1. Sampul/Judul
  2. Kata Pengantar (jika diperlukan)
  3. Daftar Isi
  4. Isi Kliping
  5. Kesimpulan atau Tanggapan
  6. Daftar Pustaka/Sumber

5. Berikan Identitas Sumber

Setiap artikel sebaiknya dilengkapi:

  • Judul artikel
  • Nama media
  • Tanggal terbit
  • Penulis (jika ada)
  • Alamat situs (jika dari internet)

6. Buat Tampilan Menarik

  • Gunakan kertas yang rapi.
  • Beri judul pada setiap bagian.
  • Gunakan warna secukupnya.
  • Pastikan hasil guntingan ditempel dengan rapi.
  • Sisakan margin agar mudah dibaca.

Kriteria Kliping yang Sesuai

Sebuah kliping yang baik memiliki:
✅ Tema yang jelas dan fokus.

✅ Isi yang relevan dengan tema.

✅ Sumber yang terpercaya.

✅ Susunan yang sistematis.

✅ Tulisan dan gambar yang rapi.

✅ Mencantumkan sumber informasi.

✅ Memiliki kesimpulan atau refleksi pribadi.

Cara Penyimpanan Kliping

Penyimpanan Fisik

  1. Gunakan map, ordner, atau binder.
  2. Beri label pada sampul:
    • Judul tema
    • Nama penyusun
    • Tahun pembuatan
  3. Simpan di tempat yang kering dan tidak lembap.
  4. Hindari paparan sinar matahari langsung agar kertas tidak menguning.
  5. Jika penting, gunakan plastik pelindung dokumen.

Penyimpanan Digital

  1. Scan atau foto setiap halaman.
  2. Simpan dalam format PDF.
  3. Beri nama file yang jelas, misalnya:
    • Kliping_Lingkungan_Kelas8_2026.pdf
  4. Simpan di beberapa lokasi:
    • Komputer/laptop
    • Flashdisk
    • Penyimpanan awan seperti Google Drive

Khotmil Quran MTsN 1 Purbalingga dalam Rangka Peaceful Muharram 1448 H

 



Purbalingga, 25 Juni 2026 – Dalam rangka menyemarakkan kegiatan Peaceful Muharram 1448 H, MTs Negeri 1 Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur'an yang berlangsung di Masjid Baitul Hikmah MTs Negeri 1 Purbalingga pada hari Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai dan dipimpin oleh Seksi Keagamaan MTs Negeri 1 Purbalingga, Achmad Ghufron, S.Ag.

Kegiatan Khotmil Qur'an diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan MTs Negeri 1 Purbalingga dengan penuh khidmat. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an secara bersama-sama hingga khatam 30 juz, kemudian ditutup dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi seluruh warga madrasah.

Dalam sambutannya, Bapak Achmad Ghufron, S.Ag. menyampaikan bahwa kegiatan Khotmil Qur'an merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan kegiatan yang membawa kedamaian dan keberkahan. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta didik semakin termotivasi untuk membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana Masjid Baitul Hikmah tampak penuh kekhusyukan selama kegiatan berlangsung. Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan antusias sebagai wujud syukur atas datangnya bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Melalui kegiatan Khotmil Qur'an ini, MTs Negeri 1 Purbalingga berharap semangat Peaceful Muharram 1448 H dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, serta membangun karakter peserta didik yang religius, berakhlak mulia, dan cinta Al-Qur'an.

Wednesday, 24 June 2026

Berbuat Baik Tanpa Mengharapkan Pujian


DALAM perjalanan hidup ini,  kita sering berbuat baik kepada orang lain tanpa ada yang tahu, membantu tanpa diminta, atau berkorban tanpa dihargai. Di saat-saat seperti itu, hati mudah lelah. Dalam kondisi seperti itu, kita tidak berharap pujian. Sebab balasan dari Allah atas perbuatan kita tersebut lebih sempurna._ 


🌺 NAMUN demikian, ada satu pengingat yang mampu menenangkan segalanya. Yakni  bahwa tidak ada satu pun kebaikan yang luput dari pandangan Allah. Allah berfirman seperti di bawah ini.


وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ ٱللَّهُ


“Dan kebajikan apa pun yang kamu kerjakan, niscaya Allah (pasti) mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 197).


🌺 PESAN ayat  tadi  menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan, baik besar atau kecil, terlihat atau tersembunyi, tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan Allah. 


🌺 ADA dua pelajaran yang dapat kita ambil  dari ayat tersebut, yakni yang berikut ini.


1️⃣ *Melatih keikhlasan*.  Ketika seseorang terbiasa mengingat dan meyakini bahwa setiap kebaikan yang dilakukan pasti dilihat dan akan dibalas oleh Allah, maka seseorang tidak akan terlalu peduli apakah orang lain melihat kebaikannya atau tidak. 


🌺 KEIKHLASAN akan tumbuh saat seseorang hanya berharap.pada  Allah  yang menilai dan membalas amalnya, bukan manusia. Pujian manusia menjadi tidak penting. Sebab, balasan Allah jauh lebih sempurna.


2️⃣ *Menjadikan seseorang tidak _baperan (bawa perasaan, sensitif, mudah tersinggung). Terkadang seseorang sudah berbuat baik, tetapi orang yang dibantu justru lupa, tidak menghargai, atau malah membalas dengan keburukan. 


🌺ITULAH yang sering membuat hati menjadi baper, kecewa, dan patah semangat. Namun, ketika ia yakin bahwa Allah melihat dan mengetahui setiap niat dan kebaikannya, serta menjanjikan balasan yang sempurna, maka hatinya menjadi lebih lapang, lebih tenang, dan tidak mudah tersinggung oleh sikap manusia.


🌺 PERIHAL tersebut,  kita diberi informasi oleh Allah  

tentang salah satu  ciri penduduk surga dalam firman-Nya seperti yang di bawah ini.


*إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا


“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih."  (Q.S. Al-Insan: 9).


🌺 SALAH satu ciri dan sifat penduduk surga yaitu  berbuat baik karena Allah, bukan karena berharap manusia akan membalas atau bahkan sekadar berterima kasih. Itulah sebabnya,  janganlah kita  berharap balasan manusia. Sebab kebaikan kita tersebut  tak akan pernah sirna


🌺 DALAM kehidupan sehari-hari, kita melihat  banyak kebaikan yang mengalir dari hati manusia. Guru yang sabar menuntun muridnya, suami dan istri yang saling melayani, orang tua yang bekerja keras demi anak-anaknya, hingga kebaikan kecil yang kita berikan kepada teman dan tetangga.


🌺 NAMUN, sering kali kebaikan itu tidak kembali kepada kita sebagaimana yang kita harapkan. Tidak selalu ada ucapan terima kasih. Tidak selalu ada penghargaan. Tidak selalu ada balasan yang setimpal. Tetapi ketahuilah, tidak ada satu pun kebaikan yang hilang di sisi Allah.


🌺 WALAUPUN manusia tidak membalas, selama kebaikan itu dilakukan karena Allah, niscaya balasan dari-Nya pasti datang dengan lebih indah, lebih adil, dan lebih sempurna daripada apa pun yang dapat diberikan manusia. 


🌺 ALLAH  berfirman seperti yang di bawah ini.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. At-Taubah: 120).


🌺 RASULULLAH SAW  juga memberikan kabar gembira,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً


“Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi seorang mukmin atas kebaikan apa pun.” (H.R. Muslim).


🌺 ARTINYA, setiap kebaikan pasti diganti oleh Allah, meskipun manusia tidak membalasnya. Hal ini tentu berbeda ketika kita menjadi objek penerima manfaat atau kebaikan dari orang lain.



Tuesday, 23 June 2026

Saat Nikmat Tak Lagi Disyukuri



SAAT ‘NIKMAT’

TAK LAGI DISYUKURI


🥀 *SERING kali…

kita ‘merasa’ hidup

ini ada yang kurang.

KURANG cukup,

KURANG berhasil,

KURANG bahagia. 


P a d a h a l

BISA JADI masalahnya

bukan pada *NIKMAT*

yang SEDIKIT, 


tapi…..

pada ’cara’ kita

memandangnya.


*Rasulullah SAW.* sudah mengingatkan dengan ‘nasehat’ yang sangat dalam maknanya..

📚 *BELIAU* _shallallahu ‘alaihi wasallam_ bersabda:

”Pandanglah orang yang berada di bawah kalian (dalam masalah harta & dunia) dan janganlah kalian memandang orang yang berada di atas kalian.


HAL itu lebih layak membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kalian."

(HR. Muslim, Bukhari)



HADITS ini…

mengajarkan ‘cara sederhana’ tapi sangat efektif untuk menjaga HATI,


JANGAN selalu

melihat ’ke ATAS’

dalam urusan dunia. 


Karena….

KETIKA ‘pandangan’ kita terus tertuju pada mereka yang;


LEBIH kaya, 

LEBIH sukses, atau

LEBIH nyaman hidupnya, 


tanpa sadar….

kita mulai menganggap ’remeh’ apa yang sudah Allah berikan kepada kita.

Wassalam,


Inilah yang Didapatkan oleh Orang yang Berhjrah

 *INILAH YANG DIDAPATKAN OLEH ORANG  YANG HIJRAH*

"DAN, barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak." (Q.S. An-Nisa: 100).


🌺 HIJRAH  bisa menjadi  jalan terbaik dalam meraih nikmatnya hidayah. Misalnya, ketenteraman, kebahagiaan, kelapangan, dan kesenangan, serta rezeki yang banyak. Namun, keinginan untuk berhijrah itu akan terasa berat jika tidak dilandasi karena Allah semata. 


🌺 KEBIASAAN bermaksiat, berlaku zalim, dan kedurhakaan sebagai larangan Allah  akan menjadi kendala untuk memperbaiki diri dari kebiasaan buruk ke perbuatan baik, sebagaimana sabda Rasulullah SAW  di bawah ini.

 ﻭَﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮُ ﻣَﻦْ ﻫَﺠَﺮَ ﻣَﺎ ﻧَﻬَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪ

“Dan, Al-Muhaajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan larangan Allah.”_* (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).


🌺 BAGI  yang jujur dan ikhlas dalam hijrahnya, mereka  akan mendapat balasan kenikmatan dengan tambahan rezeki. Memang,  hijrah itu tidaklah mudah dan  ujian  selalu ada. 


🌺 APAKAH orang yang yang hijrah tersebut  ikhlas meninggalkan suatu keburukan karena Allah atau hanya pura-pura saja. Padahal, kesabaran akan membuat yang berat terasa ringan. Segala kesusahan dan penderitaan akan terasa manis. 


🌺KEPADA seseorang  yang hijrah,  Allah juga akan memberikan rezeki yang banyak di dalam bumi-Nya yang luas, sebagaimana Allah  firman-Nya di bawah ini.

*وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً*

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (Q.S. An-Nisaa: 100). 


🌺 MAKA ketika hijrah, kita landasi kehijrahan kita tersebut dengan  niatan karena Allah semata. Untuk apa? Untuk mencari.  Rida-Nya agar kita  dapati kenikmatan yang luar biasa.

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.”(H.R. Ahmad).

----------------🌼🌼🌼----------------

🌠 SEMOGA Allah  rida menganugerahkan  kepada kita semua: keselamatan,  kesehatan, kebahagiaan,  rahmat (kasih sayang-Nya), berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita, umur panjang, rezeki halal, serta  kemudahan mengarungi kehidupan.

Monday, 22 June 2026

Persiapan Menjelang Tahun Ajaran Baru


Sumber gambar: Garda Oto


Tahun ajaran 2025/2026 telah berakhir. Tahun ajaran baru siap menjelang. Masa liburan sekolah ini selain dimanfaatkan untuk berlibur juga dimanfaatkan orang tua dan siswa untuk membeli persiapan sekolah berikutnya. 

Yang Perlu Dipersiapkan untuk tahun ajaran baru

1. Perlengkapan Menulis

  • Buku tulis 
  • Pensil, pulpen, penghapus
  • Penggaris
  • Rautan
  • Pensil warna atau spidol (sesuai jenjang)
  • Stabilo untuk membuat rangkuman

2. Tas Sekolah

Perhatikan:

  • Ukuran sesuai kebutuhan.
  • Tali bahu empuk dan kuat.
  • Tidak terlalu berat saat kosong.
  • Memiliki beberapa kompartemen agar barang tertata rapi.

3. Seragam dan Atribut Sekolah

  • Seragam harian
  • Seragam olahraga
  • Dasi, topi, ikat pinggang
  • Kaos kaki
  • Sepatu

Sebaiknya periksa apakah masih muat dan layak pakai sebelum membeli baru.

4. Perlengkapan Ibadah

  • Mukena atau sarung
  • Al-Qur'an atau buku doa
  • Sajadah kecil (jika diperlukan)

5. Botol Minum dan Kotak Bekal

  • Mudah dibersihkan.
  • Tidak mudah bocor.
  • Ukuran sesuai kebutuhan anak.

6. Perangkat Pendukung Belajar

  • Kamus Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia.
  • Kalkulator (untuk jenjang tertentu).
  • Flashdisk (jika diperlukan).
  • Akses internet yang memadai untuk tugas sekolah.

7. Kesehatan Anak

Yang sering terlupakan justru paling penting:

  • Membiasakan tidur lebih awal.
  • Mengatur kembali jadwal belajar setelah liburan.
  • Memastikan anak sarapan sebelum sekolah.
  • Pemeriksaan mata jika anak sering mengeluh tidak bisa melihat tulisan di papan.

Lebih Baik Membeli Online atau Offline?

Membeli Offline Lebih Baik Jika:

✅ Membeli seragam dan sepatu.

Karena:

  • Bisa dicoba langsung.
  • Dapat mengecek kualitas bahan.
  • Menghindari salah ukuran.

✅ Membeli tas sekolah.

Karena:

  • Bisa mengecek kenyamanan saat dipakai.
  • Dapat melihat kualitas jahitan dan resleting.

Membeli Online Lebih Baik Jika:

✅ Membeli barang standar seperti:

  • Buku tulis
  • Pulpen
  • Pensil
  • Penghapus
  • Label nama
  • Sampul buku

Karena:

  • Harga sering lebih murah.
  • Banyak promo dan gratis ongkir.
  • Tidak perlu keluar rumah.

Strategi yang Paling Hemat

Banyak keluarga menggunakan cara berikut:

  1. Inventarisasi perlengkapan yang masih layak pakai.
  2. Beli seragam, sepatu, dan tas secara offline.
  3. Beli alat tulis dan buku tulis secara online saat ada promo.
  4. Libatkan anak dalam memilih perlengkapan agar mereka lebih bersemangat menyambut sekolah.

Yang Sebaiknya Dihindari

  • Membeli semua perlengkapan baru hanya karena ingin mengikuti tren.
  • Membelikan tas yang terlalu besar atau berat.
  • Memilih perlengkapan berdasarkan karakter atau gambar yang sedang populer tanpa mempertimbangkan kualitas.
  • Menunda pembelian hingga mendekati hari pertama sekolah karena harga dan antrean biasanya meningkat.

Yang paling penting sebenarnya bukan banyaknya perlengkapan baru, tetapi kesiapan anak untuk kembali belajar, disiplin, dan semangat menjalani tahun ajaran baru. Orang tua dapat menjadikan momen ini untuk berdiskusi tentang target belajar, kebiasaan baik, dan tanggung jawab anak selama satu tahun ke depan.

Sunday, 21 June 2026

Baktimu kepada Ibu Bapakmu Pintu Surgamu

 

Oleh Ustadz Drs. Jubaedi Syarbini



Birrul Walidain (berbakti kepada kedua orang tua) adalah salah satu amalan paling utama dalam Islam. Kedudukannya sangat tinggi, bahkan dalam Al-Qur'an, perintah untuk berbakti kepada orang tua sering kali diletakkan langsung setelah perintah untuk mentauhidkan Allah. Ini menunjukkan bahwa menghormati dan merawat orang tua bukanlah sekadar norma sosial, melainkan ibadah yang sangat mendasar.

Berikut adalah panduan mengenai apa yang harus dan tidak boleh dilakukan seorang anak, disertai dengan dalil-dalil dari Al-Qur'an.

## Yang Harus Dilakukan (Bentuk Bakti)

 * Menaati Mereka dalam Kebaikan: Mematuhi segala perintah dan nasihat orang tua, selama tidak bertentangan dengan syariat agama (bukan maksiat atau syirik).

 * Berbicara dengan Lembut dan Sopan: Menggunakan nada suara yang rendah, kata-kata yang santun, dan penuh rasa hormat saat berkomunikasi dengan mereka.

 * Merawat dan Menanggung Kebutuhan Mereka: Terutama saat mereka sudah berusia lanjut, anak berkewajiban menjaga, merawat fisik, serta memenuhi kebutuhan finansial atau tempat tinggal mereka jika mampu.

 * Mendoakan Kebaikan untuk Mereka: Selalu menyelipkan doa ampunan dan kasih sayang untuk orang tua, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah tiada.

 * Menjaga Silaturahmi Teman-Teman Orang Tua: Termasuk menyambung hubungan baik dengan kerabat dekat mereka sebagai bentuk penghormatan.

## Yang Tidak Boleh Dilakukan (Bentuk Durhaka)

 * Mengatakan "Ah" atau Membentak: Mengeluarkan keluhan, bersungut-sungut, atau meninggikan suara di hadapan mereka, sekecil apa pun bentuk kekesalan tersebut.

 * Menolak Perintah Mereka Tanpa Alasan Syar'i: Mengabaikan atau menolak permintaan mereka hanya karena malas atau lebih mementingkan urusan pribadi yang tidak mendesak.

 * Menelantarkan Mereka di Hari Tua: Membiarkan mereka hidup kesusahan, kesepian, atau tidak terawat ketika mereka sudah tidak berdaya.

 * Memandang Mereka dengan Tatapan Tajam/Marah: Menunjukkan ekspresi wajah yang tidak menyenangkan, cemberut, atau menatap dengan rasa benci/marah.

 *Menaati Mereka dalam Maksiat: Satu-satunya pengecualian untuk tidak patuh adalah jika orang tua mengajak kepada kemusyrikan atau pelanggaran agama. Namun, penolakan ini pun harus disampaikan dengan cara yang sangat santun.

#Ayat-Ayat Al-Qur'an Terkait Birrul Walidain

Berikut adalah beberapa ayat utama yang menjadi dasar perintah berbakti kepada orang tua:

 1. Surah Al-Isra' Ayat 23–24

Ayat ini merupakan panduan paling detail mengenai etika berbicara dan bersikap kepada orang tua, terutama saat mereka lansia.

Artinya:"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."


Artinya:"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil'."

2. Surah Luqman Ayat 14

Ayat ini menekankan pengorbanan seorang ibu dan perintah untuk bersyukur kepada Allah sekaligus kepada orang tua.

Artinya:"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku tempat kembalimu."

 3. Surah An-Nisa' Ayat 36

Dalam ayat ini, perintah berbuat baik kepada orang tua ditempatkan langsung setelah perintah menyembah Allah tanpa mempersekutukan-Nya.

Artinya:"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua..."


Ketika orang tua telah wafat, pintu untuk berbakti (birrul walidain) tidak serta-merta tertutup. Islam memberikan tuntunan yang sangat indah bahwa seorang anak tetap bisa mengirimkan kebaikan dan pahala kepada orang tua mereka yang sudah berada di alam barzakh.

Berikut adalah hal-hal utama yang perlu dan dapat dilakukan oleh anak ketika orang tua sudah wafat, lengkap dengan dasar hadisnya:

## 1. Mendoakan dan Memohonkan Ampunan

Ini adalah tugas paling utama dan berkelanjutan bagi seorang anak. Doa anak yang saleh adalah aset paling berharga bagi orang tua di alam kubur karena pahalanya tidak akan terputus.

 * Dasar Hadis:

   Rasulullah ﷺ bersabda:

   > "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim no. 1631)

 

 * Dampak di Alam Kubur:

   Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa derajat seorang orang tua bisa diangkat di surga karena istigfar anaknya:

   > "Sesungguhnya Allah ’Azza wa Jalla akan mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga. Hamba itu berkata, 'Wahai Rabb, dari mana saya bisa mendapatkan ini?' Allah berfirman, '**Karena permohonan ampunan anakmu untukmu**'." (HR. Ahmad, disahihkan oleh Al-Albani)


2. Melunasi Utang-Utang Orang Tua (Utang kepada Manusia maupun Allah)

Anak hendaknya segera memeriksa dan menyelesaikan tanggung jawab finansial atau kewajiban ibadah orang tua yang belum terpenuhi semasa hidup, seperti utang piutang, wasiat, atau utang puasa/haji (jika mampu).

 * Dasar Hadis (Utang Puasa):

   > "Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan memiliki utang puasa, maka walinya (anak/kerabatnya) yang berpuasa untuknya." (HR. Bukhari no. 1952 dan Muslim no. 1147)

 * Dasar Hadis (Utang Haji/Nazar):

   Seorang wanita bertanya kepada Nabi ﷺ tentang ibunya yang bernazar ingin haji tapi wafat sebelum menunaikannya. Nabi ﷺ menjawab:

 "Hajikanlah untuknya. Bagaimana pendapatmu jika ibumu memiliki utang, bukankah kamu yang melunasinya? **Bayarlah utang kepada Allah, karena utang kepada Allah lebih berhak untuk dilunasi." (HR. Bukhari no. 1852)

 

3. Bersedekah Atas Nama Orang Tua

Anak bisa menginfakkan sebagian hartanya (seperti membangun sumur, mewakafkan Al-Qur'an, atau memberi makan fakir miskin) dengan meniatkan pahalanya untuk orang tua.

 * Dasar Hadis:

   Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa ibu dari Sa'ad bin Ubadah meninggal dunia ketika Sa'ad tidak ada di tempat. Lalu Sa'ad bertanya kepada Rasulullah:

   > "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku meninggal dunia sedangkan aku sedang tidak bersamanya, apakah bermanfaat jika aku bersedekah atas namanya?" Beliau bersabda, **"Ya, bermanfaat."** (HR. Bukhari no. 2756)

 

 4. Menyambung Silaturahmi dengan Kerabat dan Sahabat Orang Tua

Bentuk bakti yang sering terlupakan adalah menjaga hubungan baik dengan paman, bibi, serta teman-teman dekat almarhum/almarhumah orang tua.

 * Dasar Hadis:

   Rasulullah ﷺ bersabda:

   > "Sesungguhnya bakti yang paling utama adalah seorang anak menyambung tali silaturahmi dengan keluarga teman baik ayahnya setelah ayahnya meninggal dunia." (HR. Muslim no. 2552)

 

## Ringkasan dalam Satu Hadis Penuh

Seluruh poin di atas sebenarnya terangkum indah dalam sebuah dialog antara seorang sahabat dari Bani Salimah dengan Rasulullah ﷺ:

"Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku setelah keduanya wafat?"

>Beliau ﷺ menjawab, "Ya, ada. Yaitu (1) mendoakan keduanya, (2) memohonkan ampunan untuk keduanya, (3) menunaikan janji/wasiat mereka setelah wafatnya, (4) menyambung silaturahmi yang tidak tercipta kecuali lewat perantara mereka, dan (5) memuliakan teman dekat keduanya." (HR. Abu Dawud no. 5142, dinilai sahih oleh sebagian ulama dan dhoif oleh yang lain, namun maknanya didukung hadis-hadis sahih sebelumnya).



Al Isra: 23

Menyenangkan orang tua:

Berakhlak baik

Berprestasi 

Mengunjungi orang tua 

Membawakan oleh-oleh/buah tangan 

Meluangkan waktu untuk menemui orang tua 

Friday, 19 June 2026

Real Food dan Processed Food, Apa dan Mengapa?



Melihat sebuah tayangan yang menjelaskan mengapa anaknya begitu tenang dan tidak suka tantrum,salah satunya disebabkan pola makan dan konsumsi real food yang cukup baik membuat saya ingin tahu lebih banyak tentang real food dan processed food. 

Perbedaan Real Food dan Processed Food

1. Real Food (Makanan Alami)

Real food adalah makanan yang masih mendekati bentuk aslinya dari alam dan mengalami sedikit atau tanpa proses pengolahan.

Contoh:

  • Buah-buahan segar
  • Sayuran
  • Ikan segar
  • Telur
  • Kacang-kacangan
  • Beras, jagung, umbi-umbian
  • Daging segar tanpa pengawet

Ciri-ciri:

  • Kandungan gizi masih utuh.
  • Tidak atau sedikit mengandung bahan tambahan (pengawet, pewarna, pemanis buatan).
  • Umumnya kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan.

2. Processed Food (Makanan Olahan)

Processed food adalah makanan yang telah mengalami pengolahan untuk memperpanjang masa simpan, meningkatkan rasa, atau memudahkan penyajian.

Contoh:

  • Mi instan
  • Sosis dan nugget
  • Minuman bersoda
  • Keripik kemasan
  • Roti kemasan
  • Makanan kaleng

Ciri-ciri:

  • Mengandung tambahan gula, garam, lemak, atau bahan aditif.
  • Umumnya lebih tahan lama.
  • Praktis dan mudah disajikan.

Perlu diketahui bahwa tidak semua makanan olahan buruk. Misalnya susu pasteurisasi, tahu, tempe, atau yogurt juga termasuk makanan olahan, tetapi masih memiliki nilai gizi yang baik. Yang perlu dibatasi adalah ultra-processed food, yaitu makanan yang sangat banyak mengalami pengolahan dan mengandung banyak bahan tambahan.

Pengaruh terhadap Kondisi Kejiwaan Konsumen

Penelitian dalam bidang Nutritional Psychiatry (Psikiatri Nutrisi) menunjukkan bahwa pola makan dapat memengaruhi kesehatan mental.

Pengaruh Positif Real Food

Orang yang lebih banyak mengonsumsi makanan alami cenderung memiliki:

✅ Suasana hati lebih stabil
✅ Konsentrasi lebih baik
✅ Risiko depresi lebih rendah
✅ Kualitas tidur lebih baik
✅ Energi lebih stabil sepanjang hari

Hal ini karena real food mengandung:

  • Vitamin B kompleks yang membantu fungsi saraf.
  • Omega-3 (ikan) yang mendukung kesehatan otak.
  • Magnesium yang membantu mengurangi stres.
  • Serat yang menyehatkan mikrobiota usus.

Saat ini para ilmuwan mengenal adanya hubungan gut-brain axis, yaitu hubungan antara usus dan otak. Usus yang sehat dapat membantu produksi neurotransmiter seperti serotonin yang berperan dalam rasa bahagia dan tenang.

Pengaruh Negatif Konsumsi Berlebihan Processed Food

Jika terlalu sering mengonsumsi makanan ultra-olahan, beberapa penelitian menemukan kaitan dengan:

⚠️ Peningkatan risiko depresi
⚠️ Mudah lelah dan lesu
⚠️ Perubahan suasana hati yang lebih cepat
⚠️ Gangguan konsentrasi
⚠️ Kualitas tidur yang menurun

Kemungkinan penyebabnya:

  • Kadar gula darah yang naik-turun secara tajam.
  • Peradangan kronis dalam tubuh.
  • Kekurangan zat gizi penting bagi otak.
  • Gangguan keseimbangan bakteri baik dalam usus.

Namun perlu diingat bahwa kesehatan mental tidak ditentukan oleh makanan saja. Faktor lain seperti hubungan keluarga, kondisi ekonomi, aktivitas fisik, kualitas tidur, lingkungan sosial, dan kesehatan fisik juga sangat berpengaruh.

Kesimpulan

Real food umumnya lebih kaya gizi dan lebih baik untuk kesehatan tubuh maupun kesehatan mental. Sementara processed food dapat dikonsumsi sesekali dan dalam jumlah wajar, tetapi konsumsi berlebihan—terutama makanan ultra-olahan—berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah kesehatan fisik dan psikologis.

Pedoman sederhana isi piringku

Usahakan menu utama:

  • ½ piring berisi sayur dan buah.
  • ¼ piring berisi sumber protein (ikan, telur, tempe, tahu, daging).
  • ¼ piring berisi karbohidrat (nasi, jagung, kentang, ubi).
  • Batasi minuman manis, makanan kemasan, dan camilan ultra-olahan.


Menu Harian Real Food + Positive Processed Food

Prinsipnya adalah 80–90% real food dan 10–20% processed food yang positif (minimal processing) seperti tempe, tahu, yogurt, susu pasteurisasi, roti gandum, keju, atau oatmeal.

Senin

Sarapan

  • Oatmeal (processed food positif)
  • Pisang
  • Susu rendah lemak

Makan Siang

  • Nasi
  • Ikan pindang
  • Sayur bening bayam
  • Pepaya

Makan Malam

  • Ubi rebus
  • Tempe bacem (processed food positif)
  • Tumis kangkung
  • Jeruk

Selasa

Sarapan

  • Roti gandum (processed food positif)
  • Telur rebus
  • Tomat dan mentimun
  • Susu

Makan Siang

  • Nasi
  • Ayam panggang
  • Sayur lodeh
  • Semangka

Makan Malam

  • Jagung rebus
  • Tahu kukus (processed food positif)
  • Cah sawi
  • Pisang

Rabu

Sarapan

  • Yogurt tanpa gula (processed food positif)
  • Potongan buah naga dan pepaya
  • Kacang tanah rebus

Makan Siang

  • Nasi merah
  • Ikan nila bakar
  • Sayur asem
  • Melon

Makan Malam

  • Kentang rebus
  • Tempe goreng air fryer
  • Lalapan
  • Jambu biji

Kamis

Sarapan

  • Bubur kacang hijau
  • Telur rebus
  • Jeruk

Makan Siang

  • Nasi
  • Pepes ikan
  • Tumis buncis wortel
  • Pepaya

Makan Malam

  • Singkong rebus
  • Tahu bacem
  • Sayur sop
  • Semangka

Jumat

Sarapan

  • Smoothie pisang dan yogurt
  • Roti gandum

Makan Siang

  • Nasi
  • Telur dadar sayur
  • Sayur bening bayam
  • Nanas

Makan Malam

  • Ubi kukus
  • Tempe mendoan tipis
  • Lalapan
  • Jeruk

Sabtu

Sarapan

  • Oatmeal
  • Apel
  • Susu

Makan Siang

  • Nasi merah
  • Ayam ungkep panggang
  • Tumis kacang panjang
  • Pepaya

Makan Malam

  • Jagung rebus
  • Tahu dan tempe kukus
  • Sayur capcay
  • Melon

Ahad

Sarapan

  • Telur rebus
  • Roti gandum
  • Buah pisang

Makan Siang

  • Nasi
  • Ikan gurame bakar
  • Sayur asem
  • Semangka

Makan Malam

  • Kentang kukus
  • Tempe orek sedikit gula
  • Tumis bayam
  • Jambu biji

Daftar Positive Processed Food yang Baik Dikonsumsi

✔ Tempe
✔ Tahu
✔ Yogurt tanpa gula
✔ Susu pasteurisasi/UHT rendah gula
✔ Keju secukupnya
✔ Oatmeal
✔ Roti gandum utuh (whole wheat)
✔ Kacang panggang tanpa garam berlebih
✔ Edamame beku
✔ Ikan kaleng dalam air (bukan saus tinggi gula)

Yang Sebaiknya Dibatasi

✘ Mi instan terlalu sering
✘ Minuman bersoda
✘ Sosis dan nugget tinggi sodium
✘ Keripik kemasan
✘ Biskuit manis
✘ Minuman kemasan tinggi gula
✘ Permen dan cokelat berlebihan

Sumber tulisan:

  • World Health Organization (WHO)
  • Food and Agriculture Organization
  • Harvard T.H. Chan School of Public Health
  • American Psychiatric Association
  • Penelitian bidang Nutritional Psychiatry yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah seperti The Lancet Psychiatry dan Nutrients.


GERAKAN AYAH MENGAMBIL RAPOR (GEMAR) DAN GERAKAN AYAH MENGANTAR AWAL SEKOLAH (GAMAS)

 


1. Latar Belakang

Pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Selama ini, keterlibatan ibu dalam pendidikan anak cenderung lebih dominan dibandingkan ayah. Padahal, kehadiran dan keterlibatan ayah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan akademik, karakter, dan kepercayaan diri anak.

Untuk meningkatkan peran ayah dalam pendidikan anak, lahirlah program Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Awal Sekolah (GAMAS).

A. Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR)

Pengertian

GEMAR adalah gerakan yang mendorong ayah atau wali laki-laki untuk hadir langsung ke sekolah saat pembagian rapor dan berkomunikasi dengan guru mengenai perkembangan belajar anak.

Tujuan

  1. Meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak.
  2. Mempererat komunikasi antara sekolah dan keluarga.
  3. Menunjukkan perhatian ayah terhadap prestasi dan perkembangan anak.
  4. Memberikan motivasi kepada anak untuk belajar lebih baik.
  5. Membangun kesadaran bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab kedua orang tua.

Manfaat

  • Anak merasa diperhatikan dan dihargai.
  • Ayah memperoleh informasi langsung mengenai perkembangan akademik dan perilaku anak.
  • Guru dapat menyampaikan kondisi siswa kepada orang tua secara lebih efektif.
  • Terjalin kerja sama yang lebih baik antara keluarga dan sekolah.

Hal yang Dapat Dilakukan Ayah Saat Mengambil Rapor

  • Mendengarkan penjelasan wali kelas dengan baik.
  • Menanyakan perkembangan akademik dan karakter anak.
  • Berdiskusi tentang potensi dan kesulitan belajar anak.
  • Memberikan apresiasi kepada anak atas usaha yang telah dilakukan.
  • Menyusun langkah perbaikan bersama jika terdapat kendala belajar.

B. Gerakan Ayah Mengantar Awal Sekolah (GAMAS)

Pengertian

GAMAS adalah gerakan yang mengajak ayah untuk mengantar anak ke sekolah, khususnya pada hari pertama masuk sekolah atau awal tahun ajaran baru.

Tujuan

  1. Memberikan dukungan moral kepada anak.
  2. Menumbuhkan kedekatan emosional antara ayah dan anak.
  3. Membangun semangat belajar sejak hari pertama sekolah.
  4. Menunjukkan bahwa ayah berperan aktif dalam pendidikan anak.
  5. Membantu anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Manfaat

  • Anak merasa lebih percaya diri dan nyaman saat memulai sekolah.
  • Mengurangi kecemasan terutama pada siswa baru.
  • Menumbuhkan rasa bangga karena mendapat dukungan langsung dari ayah.
  • Memperkuat hubungan keluarga.
  • Menjadi teladan bagi anak tentang pentingnya pendidikan.

Bentuk Kegiatan

  • Ayah mengantar anak ke sekolah.
  • Berfoto bersama di lingkungan sekolah.
  • Mengikuti penyambutan siswa oleh sekolah.
  • Berkenalan dengan wali kelas atau guru.
  • Memberikan pesan motivasi kepada anak sebelum memasuki kelas.

Dampak Positif GEMAR dan GAMAS

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pendidikan anak dapat:

  • Meningkatkan prestasi akademik.
  • Meningkatkan disiplin dan tanggung jawab.
  • Mengurangi risiko perilaku negatif.
  • Memperkuat kesehatan mental dan emosional anak.
  • Menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian.

Pesan untuk Orang Tua

"Kehadiran ayah bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga untuk mendampingi, mendukung, dan menginspirasi anak dalam proses pendidikannya. Langkah sederhana seperti mengantar anak ke sekolah atau mengambil rapor dapat menjadi kenangan berharga dan motivasi besar bagi masa depan mereka."

Dasar dan Sumber Resmi

  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (program pelibatan keluarga dalam pendidikan).
  • Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga.
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI
  • Portal Rumah Pendidikan Keluarga

Program GEMAR dan GAMAS merupakan bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara sekolah dan keluarga untuk mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas dan berkarakter.


Bahayanya Jajan Sembarangan

 *﷽* *🍯Info Sehat Anak* *🍎 BAHAYA JAJAN SEMBARANGAN* Ayah Bunda .. Anak-anak memang suka jajan. Rasanya enak, warnanya menarik.  Tapi... _...