Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Thursday, 2 November 2023

Puisi: Untuk Malam yang Pekat

  Pada Malam yang Pekat

Oleh: Suyati


Angin berhembus mengendus

Meniupkan dingin mengurangi panas yang berhembus

Menidurkan mimpi pada peraduan yang halus

Agar raga istirahat dengan tulus

Membiarkan harapan dan angan berlanjut terus

Di esok hari yang serius

Pada wajah-wajah nampak tirus

Terbebani target yang tak terurus

Demikian hidup berputar tak lurus

 Seperti  sungai yang mengalirkan arus

Hingga hari tiba bahagia dan senyuman tulus


Purbalingga, 2 November 2023

Friday, 15 September 2023

Puisi: Refleksi Diri

 Refleksi Diri 

Oleh Suyati


Sejenak duduk terpekur

Badan diam membisu

Tatapan jauh ke depan 

Pikiran jauh melesat ke belakang

Mengurai satu persatu peristiwa

Yang terjalin dalam sebuah perjalanan

 yang bernama kehidupan 


Haru biru yang menguras air mata dan pilu

Riang gembira yang menyunggingkan bahagia

Gegap gempita melakoni usaha yang tak selalu sama

Kukuh kuat bekerja meraih impian


Sejauh mana kaki ini melangkah ke jalurnya

Seberapa dalam iman merasuki jiwa

Mewujud pada lisan, pikiran dan perbuatan 

Menjadi manusia seutuhnya raga dan jiwa

Mengabdikan diri kepada Yang Mahakuasa


Umur kian berkurang

Data tenaga tak lagi sekuat pemuda 

Sementara angan masih menerawang panjang

Mencoba tetap menggapai harapan

Akankah semua akan berlabuh dalam kebahagiaan 

Monday, 30 January 2023

Amarah

 Amarah 

Oleh Suyati


Menyesak dalam dada

Menggumpal memenuhi rongga 

Membakar memanaskan raga

Nanar menyalakan pandangan mata 

Kucoba menahan amukannya 

Ingin kumuntahkan segera

Agar lega terasa

Namun kau tak berubah juga

Lalu untuk apa aku melampiaskannya?


Purbalingga,30 Januari 2023

Kala 22.00

Gambar: blem.co


Friday, 13 January 2023

Akhirnya Dia Pulang




Kembali Pulang 

Oleh Suyati

Teramat muda ia menderita

Sakit yang tak biasa

Cukup membuatnya tuk tetap bahagia

Menikmati masa anak-anak yang berbeda


Lama sakit bersarang di tubuh kecilnya 

Melewati hari-hari dengan obat-obat yang beragam

Agar hilang sakit dari rasa

Tuk dapat hidup seperti yang lainnya


Kini dia berpulang

Kembali kepada pemilik sejati-Nya dengan tenang 

Setelah kesabaran yang panjang  

Dalam perjuangan pengobatan yang tiada terang 

Menuju tempat yang tiada rasa sakit bersarang

Semoga menempati tempat yang menyenangkan dalam kedamaian


Purbalingga, 13 Januari 2023

20.00

Puisi sebagai rasa turut berdukacita dan kehilangan yang mendalam atas kepergian Ananda Nadia Nur Khasanah, satu siswa MTsN 1 Purbalingga yang malam ini berpulang. Semoga husnul khotimah. Mendapatkan tempat terbaik pengganti kesabaran. Aamiin. 


Gambar: Nadia dalam kenangan 


Wednesday, 11 January 2023

Senja nan Indah

 Senja nan Indah

Oleh Suyati


Langit sore yang membentang terang

Menghembuskan rasa teduh dan tenang 

Pada jiwa yang terhempas kegiatan siang.


Tawarkan biru nan mempesona

Lembut syahdu merona 

Ditemani jingga yang membahana

Pada langit senja nan membuat terpana.


Monday, 9 January 2023

Istirahat

 Istirahat 

Oleh Suyati 

Menghempaskan beban yang terangkat berat seharian

Masih berlanjut di hari kemudian

Begitulah hidup pasti ada ujian

Yang menguras tenaga dan pikiran


Namun jangan lupakan tuk berhenti

Sejenak tak mengapa asal menikmati

Mensyukuri apa yang sudah dilewati

Bahwa ternyata kita masih diperkenankan oleh-Nya mengabdi dan berbakti 

Menjalani kehidupan tak putus asa di hati


Rehat sejenak dari rutinitas

Agar tetap terjaga vitalitas

Tanpa kehilangan antusias

Menghadapi berbagai realitas 


Lepaskan penat

Buang napas yang terasa berat

Agar lepas beban terangkat

Kembali berjalan menjalankan amanat 


Purbalingga, 9 Januari 2023

23.00 WIB 

Tuesday, 3 January 2023

Selamat Hari Amal Bhakti Kemenag RI

Selamat Hari Amal Bhakti Kemenag RI

Oleh Suyati 

Tiga Januari tahun 1946 kala itu 

Menjadi tonggak berdirinya Departemen agama yang padu

Mengemban amanah tuk mengurus umat yang tak satu

Beraneka agama dan adat dan perilaku


Tujuh puluh tujuh tahun sudah

Usia kementrian agama melangkah

Tak terpungkiri cobaan dan aral rintangan yang tak mudah

Namun jalan tak perlu melemah apalagi menyerah kalah


Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Integritas, profesional, inovasi dan keteladanan

Menjadi lima budaya kerja yang menjadi pegangan

Agar langkah tetap sejalan dan beriringan

Menuju harapan yang terwujudkan


Purbalingga, 3 Januari 2023

22.47

Sunday, 1 January 2023

Puisi di Awal Tahun



Puisi di Awal Tahun 

Oleh Suyati 


Kembang api bersahutan memecah keheningan

Cahaya beraneka warna mengisi langit malam 

Lagu-lagu nan rentak mengoyak sunyi

Membawa jiwa euphoria

Melepaskan masa yang berganti masa 


Ada pilu yang menyeruak di dada

Semua ini untuk apa?

Kegembiraan yang mana yang akan disambut adanya

Kisah pedih apa yang akan ditinggalkan di belakangnya 

Kecerahan apa yang hendak diraih di depannya


Bagaimana dapat ku rayakan hari 

Dengan gembira tiada tara 

Sementara 

 Aku kehilangan masa 

Yang tak mungkin diulang lagi 

Yang tak mungkin lagi kembali 


Pagi ini tahun baru sudah datang di sini

Bersama mentari pagi yang menyinari

Menyapa seperti pagi biasanya 

Sama seperti pagi sebelumnya

Semua kembali sama semula 

Bahkan mungkin ada subuh yang terlewat karena kantuk yang berat 

Ada janji -janji diri yang lupa ditepati 

Karena lelah begadang malam tadi

Tidur menjadi pilihan untuk menikmati hari 

Terlupa janji motivasi semangat mengisi pagi berganti 

Inikah tahun baru yang disambut semalam tadi?


Purbalingga, 1 Januari 2023

05.00



Tuesday, 6 December 2022

Tak Perlu Kau Bertanya

Oleh Suyati


Mengapa 

Selalu ada tanya di antara kita 

Menjadi sebuah kata yang membuka sesuatu

Serba harus ada alasan


Tak perlu kau bertanya

Tentang banyak hal di antara kita 

Cukup cinta selalu kuberikan

Ketulusan selalu kupersembahkan 

Kesetiaan selalu kutanamkan

Kepercayaan selalu kutumbuhkan


Jangan selalu kau ingin tahu 

Benar tidaknya cintaku 

Hadirku selalu ada untukmu

Ragaku hadir menenangkanmu 

Harapan terbesar kuberikan padamu 


Tak usah kau mencari jawaban

Tentang diriku yang belum mampu kau terima 

Beragam alasan dapat kuciptakan

Untuk membuatku merasa benar 

Aneka pertanyaan yang kau ajukan

Semakin membuat dirimu pun hilang

Hilang kebahagiaan

Hilang kepercayaan

Hilang kesetiaan 

Mencipta sosok yang tak lagi kurindukan 


 

Purbalingga, 6 Desember 2022

16.20'







Wednesday, 30 November 2022

Mengantuk

Gambar: kabarfajar.com

Mengantuk

Oleh Suyati


Terasakan beban ini semakin memberat 

Tak dipungkiri oleh pandangan yang sarat

Ada yang harus ditutup

Meskipun terus mencoba dibuka 

Suara semakin jauh terdengar

Terasa berbisik agar aku tak terusik

Mata kabur memandang tak lagi laik


Aku melayang terbang

Tanpa sayap menuju ke awang-awang

Menikmati sepoi angin yang kencang

Menerjang menghilangkan  rintang 

Semakin tinggi menggapai bayang-bayang

Ke bumi terantuk kesadaran yang datang 


Purbalingga, 30 November 2022

22.35'


Sunday, 27 November 2022

Puisi: Nekat

 


Nekat

Oleh Suyati


Gagu

Ragu 

Terbelenggu

Merasa tak mampu 

Untuk bersama denganmu

Beriring sejalan menuju tujuan satu


Berbeda

Terjeda

Gejolak tak mereda 

Bergemuruh di dalam dada

Amarah dan rasa tak berdaya 

Hendak berontak mengumpatkan luka


Tersisih

Merasa risih

Tanpa kasih

Apakah bisa memilih

Hendak bersamamu menjadi letih

Luka ini entah kapan kembali pulih 


Tak sama

Haruskah selalu beginilah akhirnya 

Membuat luka yang tidak biasa

Menggerus percaya menutup kisah

Menyudahinya dengan berpisah


Purbalingga, 27 November 2022

Kala 21.50'






Wednesday, 23 November 2022

Tugas

Oleh Suyati


Gelap

Tak berarti lelap

Ada gegap gempita gemerlap

Yang harus diselesaikan dengan sigap


Berawal pada selembar

Menuju ke bidang yang lebih lebar

Untuk menunaikan semangat menebar

Pada jalan yang lurus lagi benar 


Mengemban tugas 

Dilakukan dengan kerja keras

Diupayakan dengan kerja cerdas

Dikerjakan dengan kerja ikhlas


Bismillah

Semoga lelah menjadi lillah 

Hanya didasari mengabdi pada pada Allah

Menjadi amalan yang berkah barokah 


Purbalingga, 23 November 2022

22.58

Tuesday, 15 November 2022

Puisi: Lentera

 Oleh Suyati

Kerling

Di ujung gelap

Memberi secercah sinar

Merobek malam berharap cahaya

Membias mewujudkan setitik asa jiwa


Meringkas gelap pada lekukan jingga

Memberi bayangan siluet kegelapan 

Enyahkan takut memberangut

Pada jiwa

Rasa 

Purbalingga, 14 November 2022



Saturday, 5 November 2022

Semangat Bocah Kecil

 Oleh Suyati 

Membiarkan kamu menemukan diri

Seorang bocah yang menjelajahi petualangan 

Berlari gembira tertawa ceria

Meski tetap ada duka dan kecewa

Namun tak menyurutkan rasa bahagia 

Dan senyuman di kerling matamu


Tetaplah menjadi bocah kecil yang bahagia

Menceriakan dunia dengan tawa gembira

Berjalan dengan penuh semangat 

Meski masa depan belum lagi nampak

Menatap masa depan dengan sederhana

Ikuti saja dan jalani

Suka dan duka biarlah seiring 



 

Wednesday, 26 October 2022

Air Bah

Oleh: Suyati 

Tak berhenti tangisnya

Meneteskan deras air mata

Dari langit nun jauh di atas sana

Mewakili luka yang menganga


Pun semenit tak menyisakan jeda

Untuk bumi menyerahkan pada akar yang menanti

Hingga ia membawa semuanya meluncur

Memporak-porandakan tanah nan lemah

Tanpa pegangan tanpa kekuatan 


Kejernihan yang selama ini nampak 

Lenyap sudah dibalik gulungan berarak

Tak tertahankan penuh semangat bergejolak

Membawa semuanya menjadi berserak


Pohon tumbang tak berdaya

Tanah longsor tanpa disangka

Tergulung air yang bergemuruh penuh tenaga

Mengalirkan semua yang tersisa 

 Tanah yang kecoklatan pekat

Batu beriringan  berlarian

Seperti lomba lari tanpa pemenang 

 



Purbalingga, 26 Oktober 2022



 

Friday, 21 October 2022

Embun Pagi

Oleh Suyati

Menetes pada dedaunan hijau yang menyambut pagi

Dalam dingin mencerahkan hari 

Semalam mengolah dingin menjadi tetesan harapan

Esok pagi kan datang menjelang


Bening

Sepi menyembunyikan rasa

Mengikhlaskan gelap malam

Dengan kesibukan berkontemplasi diri

Mengumpulkan titik harapan pada langit dini hari

Semoga mewujudkan pada terang cerah mentari 

Wednesday, 19 October 2022

Di Bawah Gerimis

Gambar: Suara Jatim.com


Oleh Suyati 

Kucuran air dari langit yang berwarna kelabu 

Mengantarkan dingin yang membuncah sampai ke tulang

Di sela - sela basah yang melingkupi raga

Kulihat semua tetap bergerak

Bahkan semakin cepat dan terburu 

Lelaki muda yang membawa motornya melaju membelah deras hujan tanpa bermantel

Lelaki tua bersepeda bermantel tipis berwarna kuning

Terus mengayuh meski deras hujan menggoyahkan laju sepedanya

Ia harus segera tiba

Mungkin kembali ke rumah nyaman 


Gambar: IDN Times


Saturday, 1 October 2022

Pancasila Sakti

Oleh Suyati

Pengamalan ajaran Pancasila menyelimuti kehidupan bangsa

Arti paham sesungguhnya makna yang terkandung di dalamnya

Nasionalisme membakar semangat seluruh jiwa raga

Ciptakan rasa cinta yang menggelora pada bangsa Indonesia 

Arahkan perjuangan dan pengorbanan baktimu untuk negara

Sebagai sebuah pengabdian tulus nan suci 

Ikrar janji melindungi dan menjaga sepanjang hayati

Luluhkan semua rintangan dan gangguan yang terjadi

Agar Pancasila tetap kokoh terpatri di hati sanubari


Sanggup hadapi segala gangguan dan cobaan yang merongrong

Amalkan lima sila yang menjadi isinya

Kokoh bertameng kuat melindungi negara Indonesia

Tanpa sedetikpun memberi ruang pengkhianatan

Izin Allah SWT masih melingkupi keberadaan Pancasila di bumi Nusantara


Purbalingga, 1 Oktober 2022


 

Friday, 23 September 2022

Hujan ini

Oleh Suyati
Mendung ini menggayut di langit kotaku
Hitam pekat mengabarkan hujan lebat
Kan segera datang bersama sambaran kilat
Menderu angin menebarkan dingin dan keengganan

Hujan ini akhirnya datang
Dari siang hingga petang menjelang
Meluapkan sungai dan selokan menggenang
Mengalirkan deras air bersama lumpur pegunungan

Ia memang tak datang tiba-tiba 
Namun kesabaran meneteskan air kehidupan
Membuat bumi kotaku terkoyak
Longsor terjadi satu persatu
Membawa bongkahan tanah meluncurkan pondasi
Meluluh lantakkan segala yang ada di atasnya

Pepohonan tumbang tak bertahan
Bangunan tergerus miring menahan desakan
Tiang -tiang listrik roboh mematikan aliran
Gelap menciptakan suasana kegelisahan

Oh duhai Allah penguasa semesta
Adakah ini tanda alam semakin renta
Atau bumi sudah terlampau tua
Tuk menahan beban di atasnya
Atau manusia yang terlena
Memanfaatkan alam tanpa mengembalikan haknya

Purbalingga, 23 September 2022
22.25
Di tengah hujan yang belum juga reda





Tuesday, 6 September 2022

Sendiri

 Oleh Suyati


Menatap ke depan dengan hampa

Limbung harapan yang coba dibangun 

Untuk merenda mimpi -mimpi yang diukir pada langit malam

Dihiasi bintang-bintang dan secercah sinar rembulan

Agar pagi semburat menyingsingkan asa 

Namun semua sirna kini

Bersama hujan pagi yang meneteskan kesedihan

Yang coba ditahan tuk tak tertumpah pada bumi di dini tadi

Kau pergi tak kembali

Meninggalkan semuanya kini

Juga aku yang kini sendiri 

Menapaki hari tanpamu di sini

Limbung tak berdaya lagi

Karena sayap terbang harapan

Patah sebelum ia mampu membawa ke angkasa cita 


Purbalingga, 6 September 2022

22.30


Gambar : id.id Facebook.

Gambar: pexels.com

ECA (Extra Curricula Activities)

  Sumber gambar: Labbaikudidadu Wisdom Matric School Sumber gambar: The Catalyst Ekstrakurikuler (atau sering disebut ECA — Extra-Curricula...