Showing posts with label PENTIGR. Show all posts
Showing posts with label PENTIGR. Show all posts

Tuesday, 31 October 2023

Positive Thinking

Pernah membaca kata-kata tulisan ini? "No one ever injured their eyesight by looking on the bright side."

Kurang lebih kalimat tersebut berarti bahwa kita harus selalu melihat hal-hal positif dari berbagai hal peristiwa di sekitar kita.  Kita tidak akan pernah merugi jika kita memilih untuk melihat segala sesuatu dengan positif.

Tentu, hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu kesabaran dan keikhlasan serta konsistensi dalam menjalani pola pikir demikian. Orang di sekitar kita kadang jengah ketika melihat orang yang disakiti atau dicela diam saja ketika ada seseorang yang menyakiti atau mempermalukannya.

Padahal orang tersebut orang yang sedang berusaha untuk mengendalikan diri agar tidak lepas kontrol dan berperilaku negatif dengan melakukan hal yang sama dengan orang yang menghinanya. Apakah itu Positive thinking? 

A. Pengertian

Pemikiran positif ( Positive thinking) merujuk pada sikap mental dan pola pikir yang cenderung fokus pada hal-hal yang baik, optimis, dan membangun. Ini melibatkan kemampuan untuk melihat sisi cerah dari situasi, mengatasi rasa takut dan ketakutan, dan mencari solusi daripada fokus pada masalah. Pemikiran positif juga melibatkan keyakinan bahwa dengan usaha dan tekad, seseorang dapat mengatasi rintangan dan mencapai tujuan mereka.


B. Karakteristik Pemikiran Positif

Ada beberapa karakteristik pemikiran positif yang dapat kita amati dari orang-orang sekitar kita.

1. Optimisme: Orang yang berpikir positif cenderung memiliki pandangan optimis terhadap masa depan. Mereka melihat peluang daripada ancaman.

2. Fokus pada solusi: Mereka cenderung mencari solusi untuk masalah yang muncul daripada terjebak dalam keluhan atau kendala.

3. Pembangunan Diri: Pemikiran positif mendorong pertumbuhan pribadi dan perkembangan pribadi.

4. Ketahanan (resilience): Orang yang berpikir positif lebih mampu mengatasi kegagalan dan tantangan dengan lebih baik.

5. Kesejahteraan Emosional: Pemikiran positif dapat meningkatkan kesejahteraan emosional, mengurangi stres, dan meningkatkan kebahagiaan.

Pemikiran positif bukan berarti mengabaikan realitas atau menutup mata terhadap masalah yang ada. Sebaliknya, itu berarti menanggapi masalah dengan sikap yang lebih konstruktif dan mencari solusi yang lebih baik. Pemikiran positif dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang dan memungkinkan mereka untuk menghadapi kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.


C. Faktor Pembeentuk Pemikiran Positif

Sikap positive thinking seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

a. Pengalaman Hidup: Pengalaman masa lalu seseorang, baik yang positif maupun negatif, dapat mempengaruhi sikap mereka terhadap pemikiran positif. Pengalaman traumatis atau negatif dapat membuat seseorang lebih cenderung untuk memiliki sikap negatif, sementara pengalaman positif dapat memperkuat pemikiran positif.

b. Lingkungan Sosial: Lingkungan sosial seseorang, termasuk keluarga, teman-teman, dan rekan kerja, dapat memengaruhi sikap mereka. Lingkungan yang mendukung, positif, dan penuh dengan orang-orang yang mendorong pemikiran positif dapat membantu seseorang untuk mengembangkan sikap yang sama.

c. Pola Asuh: Pola asuh yang mendukung dan positif dapat membantu membentuk sikap pemikiran positif pada anak-anak. Orangtua dan pengasuh yang memberikan dukungan emosional, mendorong pertumbuhan pribadi, dan mengajarkan resiliensi dapat memengaruhi perkembangan pemikiran positif pada anak-anak.

d. Pendidikan dan Pengembangan Pribadi: Pendidikan dan pengembangan pribadi dapat membantu seseorang memahami pentingnya pemikiran positif dan memberikan alat dan keterampilan untuk mengembangkan sikap tersebut. Buku, seminar, kelas, dan pelatihan psikologis dapat memberikan wawasan yang diperlukan.

e. Kepribadian dan Sifat Individu: Beberapa orang mungkin memiliki sifat alami yang lebih cenderung positif, sementara yang lain mungkin cenderung lebih skeptis atau pesimis. Namun, kepribadian tidak bersifat mutlak, dan orang dapat belajar untuk mengubah sikap mereka melalui usaha dan kesadaran diri.

f. Kesehatan Mental dan Kesehatan Fisik: Kesehatan mental dan fisik seseorang dapat memengaruhi sikap mereka terhadap pemikiran positif. Orang yang menderita gangguan mental mungkin lebih rentan terhadap pemikiran negatif, sementara olahraga dan gaya hidup sehat dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional.

g. Kontrol Diri: Kemampuan untuk mengendalikan emosi dan reaksi terhadap situasi sulit dapat memengaruhi sikap positive thinking. Orang yang memiliki kontrol diri yang baik lebih mampu menghadapi tantangan dengan tenang dan rasional.

Sikap positive thinking adalah hal yang dapat dipelajari dan dikembangkan sepanjang hidup, terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kesadaran diri, latihan, dan kesediaan untuk berubah dapat membantu seseorang mengembangkan pemikiran yang lebih positif.


D. Pengaruh Pemikiran Positif

Sikap positive thinking memiliki berbagai pengaruh yang signifikan terhadap cara seseorang menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hidup. Berikut adalah beberapa pengaruh utama:

Ketahanan (Resilience): Orang yang memiliki sikap positive thinking cenderung lebih tahan terhadap stres dan tekanan. Mereka mampu mengatasi rintangan dan peristiwa sulit dengan lebih baik, karena mereka melihatnya sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh.

Pencarian Solusi: Pemikiran positif mendorong seseorang untuk mencari solusi daripada terjebak dalam keluhan atau kendala. Orang yang berpikir positif lebih fokus pada mencari jalan keluar dari masalah daripada meratapi masalah itu sendiri.

Kreativitas: Pemikiran positif dapat merangsang kreativitas dan inovasi. Orang yang memandang permasalahan dengan sikap positif lebih cenderung berpikir "di luar kotak" dan menemukan solusi yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.

Kesejahteraan Emosional: Sikap positive thinking dapat meningkatkan kesejahteraan emosional seseorang. Mereka lebih cenderung merasa bahagia, puas, dan kurang cenderung mengalami depresi atau kecemasan.

Hubungan Sosial: Orang dengan pemikiran positif cenderung memiliki hubungan sosial yang lebih baik. Mereka lebih menarik bagi orang lain karena energi positif mereka, dan hubungan sosial yang kuat dapat menjadi sumber dukungan dan bantuan dalam menghadapi permasalahan hidup.

Keberhasilan: Sikap positive thinking dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam berbagai bidang kehidupan. Orang yang percaya pada diri sendiri dan kemampuan mereka cenderung lebih termotivasi untuk mengejar tujuan dan meraih prestasi.

Kesehatan Fisik: Pemikiran positif juga dapat berdampak positif pada kesehatan fisik seseorang. Orang yang memiliki sikap positif cenderung menjalani gaya hidup sehat, seperti olahraga teratur dan makan dengan baik, yang dapat membantu mencegah berbagai masalah kesehatan.

Optimisme: Sikap positive thinking sering dikaitkan dengan optimisme, yang dapat memotivasi seseorang untuk mencoba hal-hal baru dan merasa bahwa masa depan lebih cerah. Ini bisa membantu mengatasi ketakutan dan rasa ragu.

Sikap positive thinking bukanlah jaminan bahwa seseorang tidak akan menghadapi permasalahan atau kesulitan, tetapi mereka lebih mampu mengatasi dan mengatasi permasalahan tersebut dengan cara yang lebih produktif dan efektif. Dengan fokus pada solusi, rasa optimisme, dan ketahanan yang baik, seseorang dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan mengatasi tantangan dengan lebih baik.

"Optimism is a happiness magnet. If you stay positive, good things and good people will be drawn to you." -- Mary Lou Retton

E. Cara Membentuk Pemikiran Positif

Bagaimana membentuk sikap positive thinking? Membentuk sikap positive thinking adalah suatu proses yang dapat dipelajari dan ditingkatkan sepanjang hidup. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda membentuk sikap positive thinking:

1. Kesadaran Diri (Self-Awareness): Langkah pertama adalah meningkatkan kesadaran diri Anda. Cobalah untuk memahami pikiran, perasaan, dan reaksi emosional Anda terhadap berbagai situasi. Kenali pola pikir negatif yang mungkin ada dalam pikiran Anda.

2. Praktikkan Gratitude (Rasa Syukur): Menghargai hal-hal positif dalam hidup Anda adalah cara yang baik untuk memulai perubahan. Setiap hari, luangkan waktu untuk mencatat beberapa hal yang Anda hargai atau syukuri. Ini dapat membantu Anda fokus pada hal-hal baik dalam hidup Anda.

3. Pemahaman Emosi: Belajar memahami dan mengelola emosi Anda adalah penting dalam membentuk sikap positive thinking. Ketika Anda merasa marah, sedih, atau frustrasi, cobalah untuk mengidentifikasi penyebab emosi tersebut dan mencari cara yang lebih sehat untuk mengatasinya.

4. Pergantian Pikiran Negatif: Ketika Anda menyadari bahwa Anda sedang berpikir negatif, coba untuk menggantikannya dengan pikiran positif. Misalnya, jika Anda berpikir, "Saya tidak bisa melakukannya," cobalah menggantinya dengan, "Saya akan mencoba yang terbaik dan belajar dari pengalaman ini."

5. Berbicara dengan Diri Sendiri secara Positif: Jaga bahasa internal Anda positif. Hindari mengkritik diri sendiri atau mengatakan hal-hal negatif kepada diri sendiri. Alihkan perhatian Anda pada pujian dan motivasi diri.

6. Mencari Dukungan: Berbicara dengan teman, keluarga, atau seorang profesional tentang perasaan dan pemikiran Anda dapat membantu Anda mendapatkan perspektif yang lebih positif dan dukungan yang Anda butuhkan.

7. Berlatih Ketahanan (Resilience): Belajar mengatasi kegagalan dan rintangan dengan sikap yang positif adalah kunci untuk pembentukan sikap positive thinking. Lihat setiap kesalahan atau kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh.

8. Pertimbangkan Pengaruh Lingkungan: Jagalah lingkungan sosial Anda agar mendukung sikap positive thinking. Hindari lingkungan yang toksik dan berinteraksi dengan orang-orang yang mendukung pemikiran positif.

9. Latihan Relaksasi dan Meditasi: Teknik relaksasi, meditasi, dan latihan pernapasan dapat membantu Anda meredakan stres, meningkatkan ketenangan pikiran, dan mempromosikan pemikiran positif.

10. Fokus pada Tujuan dan Keberhasilan: Tetapkan tujuan yang realistis dan kerjakan langkah-langkah kecil untuk mencapainya. Meraih keberhasilan dalam mencapai tujuan dapat memperkuat pemikiran positif Anda.

Perlu diingat bahwa membentuk sikap positive thinking memerlukan waktu dan usaha. Ini adalah suatu proses yang berkelanjutan, dan kemajuan mungkin tidak selalu linear. Tetapi dengan latihan dan kesadaran diri yang terus-menerus, Anda dapat memperkuat sikap positif Anda dan menghadapi hidup dengan lebih baik. Jika Anda merasa kesulitan, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari seorang profesional kesehatan mental.

If you think you can do a thing or think you can't do a thing, you're right." --Henry Ford

"A lot of times people look at the negative side of what they feel they can't do. I always look on the positive side of what I can do." --Chuck Norris

F. Hambatan Pembentukan Pemikiran Positif

Membentuk sikap positif tidak selalu mudah dan dapat melibatkan berbagai hambatan yang perlu diatasi. Beberapa hambatan umum yang mungkin dihadapi dalam proses membentuk sikap positif termasuk:

1) Pemikiran Negatif Berulang: Pola pikir negatif yang telah terbentuk dalam pikiran seseorang selama bertahun-tahun mungkin sulit untuk diubah. Merubah pemikiran negatif menjadi positif memerlukan kesadaran diri dan upaya yang berkelanjutan.

2) Rasa Takut dan Ketakutan: Rasa takut akan kegagalan, penolakan, atau ketidakpastian dapat menghambat kemampuan seseorang untuk memiliki sikap positif. Rasa takut ini bisa menghalangi seseorang untuk mencoba hal baru atau mengambil risiko yang sehat.

3) Lingkungan yang Toksik: Lingkungan sosial yang negatif, beracun, atau tidak mendukung dapat sangat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk membentuk sikap positif. Interaksi dengan orang-orang yang seringkali merendahkan, kritik, atau pesimis dapat memengaruhi perasaan seseorang.

4) Pengalaman Traumatis: Pengalaman traumatis dalam hidup dapat mengakibatkan luka emosional yang dalam dan membuatnya sulit untuk mengembangkan pemikiran positif. Dalam kasus seperti itu, mungkin diperlukan bantuan profesional untuk mengatasi trauma.

5) Kecemasan dan Depresi: Kondisi kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi dapat menyebabkan pemikiran negatif yang persisten. Mengatasi kondisi kesehatan mental ini adalah langkah penting dalam pembentukan sikap positif.

6) Kegagalan dan Rintangan: Kegagalan dan rintangan dalam hidup dapat menghambat pemikiran positif. Namun, penting untuk melihat kegagalan sebagai peluang untuk tumbuh dan belajar, bukan sebagai tanda kekurangan diri.

7) Perbandingan Sosial: Membandingkan diri dengan orang lain, terutama melalui media sosial, dapat menyebabkan perasaan tidak memadai dan menghambat pemikiran positif. Penting untuk ingat bahwa setiap individu memiliki perjalanan mereka sendiri.

8) Kurangnya Dukungan: Tidak memiliki dukungan sosial dari teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental dapat membuat pembentukan sikap positif lebih sulit. Mendapatkan dukungan dari sumber yang tepat bisa sangat membantu.

9) Pola Pikir yang Dalam: Pola pikir dan keyakinan yang telah tertanam dalam pikiran seseorang sejak lama mungkin sulit untuk diubah. Ini mungkin memerlukan pengulangan dan latihan yang konsisten.

10) Kurangnya Kesadaran Diri: Tidak menyadari atau mengabaikan pikiran dan perasaan negatif bisa menjadi hambatan. Kesadaran diri adalah langkah pertama dalam mengatasi hambatan ini.

Mengatasi hambatan-hambatan ini memerlukan komitmen, kesabaran, dan kerja keras. Terkadang, mengatasi hambatan tersebut juga memerlukan bantuan dari sumber eksternal seperti terapis atau konselor. Yang penting adalah bahwa pembentukan sikap positif adalah tujuan yang layak dan dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang.

"Once you replace negative thoughts with positive ones, you'll start having positive results." --Willie Nelson

"Keep your thoughts positive because your thoughts become your words. Keep your words positive because your words become your behavior. Keep your behavior positive because your behavior becomes your habits. Keep your habits positive because your habits become your values. Keep your values positive because your values become your destiny." --Mahatma Gandhi


Saturday, 18 February 2023

Parenting dan Hikmah Peristiwa Isra Miraj



Hari Sabtu tanggal 18 Februari 2023 ini merupakan hari libur dalam rangka peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Kesempatan ini digunakan untuk melaksanakan parenting oleh SD Muhammadiyah 1 Purbalingga yang dilaksanakan di Gedung Kesenian SMK Muhammadiyah Bobotsari.

Dengan mengusung tema "Setetes Hikmah dari Sebuah Perjalanan Agung" parenting kali ini mengaitkan kegiatan orang tua wali murid Musabanese, sebutan untuk siswa SD Muhammadiyah 1 Purbalingga, dengan peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

# Pembukaan 

# Sambutan kepala SD Muhammadiyah 1 Purbalingga

Selamat datang kepada wali murid yang berpartisipasi dalam kegiatan parenting

✅18 Februari smart parenting

✅20 Februari peringatan Isra Miraj dengan takiran

✅Pertukaran pelajar dalam negeri bulan SD Muhammadiyah 4 Pucang dan SD Muhammadiyah 26 Surabaya 

✅ Prestasi Musabanese:

Pencak silat juara umum mengirimkan atlit pencak silat 16 dengan medali 10 anak.

Futsal juara 3

Persiapan Popda, FL2SN, OSN,

✅3 program unggulan

Sekolah digital

Tahfidz school 

Excell School, pertukaran pelajar (studex)

#  Parenting inti

Ustadz Subur Harsono, S.Pd 

Karunia Allah terbesar adalah bangun setelah tidur.

Imam Bukhari lahir dalam keadaan buta dan ibunya memohon kepada Allah dalam shalat malamnya. Dan di pagi harinya Bukhari kecil bisa melihat.

Kekuatan doa seorang ibu dan mendampingi anak menghafal Al Qur'an harus bisa membaca Al Qur'an dengan benar. Harus diprogramkan oleh sekolah untuk bimbingan membaca Al Quran untuk orang tua.

✅ Manusia cenderung berkeluh kesah oleh sedikit ujian dan kesusahan. Dan terlupakan kebahagiaan dan kenikmatan yang begitu banyak dari Allah berikan pada kita.

✅ Hendaklah kita bisa menikmati musibah dan ujian yang diberikan Allah SWT. 

✅ Hikmah peristiwa Isra Miraj:

1. Perjalanan sebelum peristiwa

Dilaksanakan tahun ke-10 kenabian Muhammad SAW. Musibah bertubi -tubi yakni ditinggal oleh istri tercinta, Khadijah dan Abu Tholib paman nabi Muhammad. Mereka adalah pembela-pembela Nabi Muhammad SAW pada saat perjuangannya menyebarkan agama Islam.

Ketika suami pulang sambutlah dengan senyuman yang ramah. Seperti kisah Khadijah dengan Rasulullah.

Jangan bersandar pada manusia tetapi hanya kepada Allah SWT kita bersandar dan meminta.

✅Rasulullah kemudian berjuang di tempat yang baru di Thoif, 100 km dari tempat semula bernama Zaid (putra angkatnya). Harapannya akan disambut perjuangannya tetapi yang ada hanya cacian dan siksaan pada Nabi Muhammad SAW.  Sehingga malaikat pun geram dan akan melakukan apa yang diminta Rasulallah tetapi beliau menolaknya. Beliau tidak menghendaki kaum Thoif dibinasakan karena beliau menganggap mereka belum paham terhadap ajaran Islam.

Doa beliau:

Setiap kebaikan yang kita lakukan pasti akan adan tantangan dan ujiannya. Termasuk dalam mendidik dan menyekolahkan anak di SD Muhammadiyah 1 Purbalingga 

QS  : 42

✅ Semakin tinggi kebaikan seseorang, niat baiknya maka semakin tinggi pula tantangan yang dihadapinya.

Dengan keikhlasan yakinlah rezeki harus diperjuangkan dan datang sendiri) guru pasti dapat memenuhi kebutuhan.

2. Pelaksanaan isra Miraj

QS Al Isra:1)----> di luar akal manusia

Manusia dan apa yang ada dalam jasad ini terbatas. Sesuatu yang terbatas tidak akan menjangkau apa yang tidak terbatas. Cara menjangkau yang tidak terbatas adalah dengan keimanan.

Mendapatkan risalah perintah shalat 5 waktu yang langsung disampaikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.


3. Pasca peristiwa Isra Miraj 

Ketika Allah SWT memerintahkan shalat karena shalat merupakan salah satu jalan menuju kebahagiaan. Jika sudah shalat tetapi masih belum bahagia berarti ada sesuatu yang salah dengan shalatnya. Apakah wudhunya, rukun shalatnya ada yang tidak terpenuhi dan lain sebagainya. Muhasabah diri untuk pelaksanaan shalat selama ini.

Thursday, 16 June 2022

Hari ke-7: Kegiatan Final Classmeeting yang Seru

Piala bergilir yang siap diberikan kepada pemenang lomba


Pagi ini suasana lebih sumringah. Tidak hanya peserta didik yang menggunakan seragam olahraga tetapi juga guru dan pegawai MTs Negeri 1 Purbalingga. Hari inimerupakan tahapan final pool lomba futsal dan tarik tambang kelas 7 dan 8. 

Kegiatan lomba dilaksanakan setelah kegiatan pembiasaan yakni pembacaan Asmaul Husna dan Surat-surat juz 30. Sekitar jam 08.00 kegiatan lomba dimulai. Pengeras suara mulai terdengar mengumumkan peserta final pool lomba futsal putra dan tarik tambang putri. 

Suara gemuruh penonton yang memenuhi lapangan menjadi penyemangat tersendiri bagi para pemain yang sedang bertanding. Wali kelas pun tidak lepas mendampingi kelasnya masing-masing sekaligus memberikan motivasi dan arahan untuk bisa memenagkan lomba. 

Penonton memberikan dukungan di sekeliling lapangan


Wali kelas pun mendampingi dan memotivasi siswanya bertanding


Adapun lomba yang dipertandingkan hari Kamis, 16 Juni 2022 adalah:

Final pool futsal  7E x 7C dimenangkan oleh kelas 7E

Final pool futsal 8E x 8F dimenangkan oleh kelas 8E

Final pool tarik tambang  7G x 7C dimenangkan oleh  7G

Final pool tarik tambang  8A x 8F dimenangkan oleh 8A 






Masing-masing pemenang final pool berhadapan sehingga dilaksanakan final sebagai berikut:

Final futsal 7E x 8E ----->8E

Final tarik tambang 7G x 8A ------>8A

Dari hasil tersebut maka diperoleh hasil lomba futsal dan tarik tambang adalah sebagai berikut:

Futsal : Juara 1 --- 8E

            Juara 2 ---- 7E

            Juara 3 ---- 7C dan 8F

Tarik tambang : Juara 1 --- 8A

                        Juara 2 ---- 7G

                        Juara 3 ---- 7C dan 8F

Selamat kepada para pemenang lomba. Kalian luar biasa. Juga kepada yang belum menang semoga di kesempatan lain bisa meraih prestasi. Partisipasi kalian sudah sangat luar biasa. Teima kasih untuk antusias mengisi classmeeting ini dengan semangat. Salam olahraga.

ECA (Extra Curricula Activities)

  Sumber gambar: Labbaikudidadu Wisdom Matric School Sumber gambar: The Catalyst Ekstrakurikuler (atau sering disebut ECA — Extra-Curricula...