Thursday, 4 March 2021

Menangis Bersama Al Quran



Tulisan ini dikirimkan oleh Bunda Kanjeng di Grup WA. Saya sangat tersentuh dengan uraian dari Didi Junaedi ini. Untuk itulah saya menyimpannya agar suatu saat saya bisa membukanya kapan pun. Sebagai pengingat diri untuk selalu dekat dengan Al Quran.

Menangis Bersama Al-Qur'an

Oleh : Didi Junaedi 


“Sesungguhnya Dialah yang menjadikan manusia tertawa dan menangis.” (Q.S. An-Najm: 43)

Dalam hidup ini, selalu ada saat di mana kita merasakan kesedihan dan kekecewaan. Pada saat seperti itu, tidak jarang air mata menetes membasahi pipi. Bahkan, jika kesedihan dan kekecewaan itu sangat dalam, tanpa terasa kita akan menangis.

Menangis karena sakit, sedih serta kecewa adalah hal yang wajar dan manusiawi belaka. Menjadi tidak wajar, ketika kita terus-menerus menangisi peristiwa yang membuat kita sakit, sedih dan kecewa itu. Lebih tidak wajar lagi, ketika kesedihan serta kekecewaan itu membuat kita kehilangan semangat hidup, pesimis serta putus asa.

Al-Qur’an mengajarkan kepada kita tentang bagaimana cara yang tepat dalam menghadapi kekecewaan serta menyikapi kesedihan. “...Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (Q.S. At-Taubah: 40). Ayat ini menegaskan bahwa jika kita menyadari sepenuh hati tentang kebersamaan Allah dalam setiap gerak dan langkah kehidupan yang kita jalani, maka tidak ada alasan bagi kita untuk bersedih hati, khawatir atau takut dalam menjalani hidup ini. Karena kita yakin, Allah pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.

Dalam ayat lain dinyatakan, "Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang beriman." (QS. Ali Imran:139)

Ayat ini menggugah kesadaran kita tentang hakekat keimanan kita kepada Allah. Jika kita memang orang yang benar-benar beriman, yakin dan percaya kepada Allah Swt., maka tidak ada alasan bagi kita untuk merasa lemah atau bersedih hati. Karena sesungguhnya kita adalah bagian dari kelompok hamba Allah yang paling tinggi derajat serta kedudukannya di antara makhluk-makhluk ciptaan Allah lainnya.

Keimanan seseorang akan menjadi kunci utama kedewasaan sikapnya dalam menghadapi beragam ujian dan cobaan hidup. Semakin tinggi iman seseorang, maka semakin siap dan dewasa dalam menghadapi pelbagai persoalan kehidupan yang menimpanya. Karena, dia yakin sepenuh hati bahwa Allah Swt. pasti akan memberikan solusi atas setiap persoalan yang dihadapinya.

Semakin rendah keimanan seseorang, maka semakin sulit untuk menerima kenyataan hidup yang dialaminya. Bahkan, pada titik tertentu, ketika dia tidak mampu lagi bersabar, dia akan putus asa serta frustrasi menghadapi hidup ini. Mereka itu, disebut oleh al-Qur’an sebagai orang-orang kafir, yang mengingkari nikmat serta keberadaan Allah Swt. “….Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang yg kafir.” (Q.S. Yusuf: 87)

Padahal kesedihan, kekecewaan, serta kesulitan yang menimpa seseorang, adalah salah satu cara Allah untuk menghapus dosa-dosanya. Nabi Saw. pernah menyatakan, “Tidaklah seorang mulim ditimpa penyakit, kepayahan, kesedihan, bahkan kerisauan yang membuatnya galau, kecuali dengan itu Allah hapus dosanya.” (HR. Muslim)

* Ruang Inspirasi, Rabu, 24 Februari 2021

Doa-Doa Harian




Assalamu'alaikum wr wb

Hari ini saya ingin menuliskan kembali doa-doa yang selalu dikirimkan kawan lewat aplikasi whatapps. Mengapa saya simpan di sini? Karena pengalaman beberapa waktu lalu. HP mengalami error dan hampir seluruh data yang ada di dalamnya hilang. Termasuk doa-doa yang menurut saya sangat bermanfaat.

Selain sebagai hafalan doa pribadi, ini menjadi pengingat diri sendiri. Untuk terus memperbaiki diri sendiri setiap saat. Terima kasih Pak Inta atas kiriman doanya setiap pagi. Semoga ini menjadi kebaikan yang tercatat di sisi Allah dan menjadi amal baik. Aamiin.

اللَّهُمَّ إِنِّي َأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ رواه احمد، الترمذي، النساءي

Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon ampunan-Mu atas (dosa-dosa hamba) yang Engkau mengetahuinya, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang ghoib!. (HR Ahmad, at-Tirmidzi, An-Nasa’i)



اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ رواه احمد، الترمذي، النساءي

Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu keteguhan dalam segala perkara, dan kemauan kuat untuk berbuat sesuatu yang benar, hamba memohon kepada-Mu rasa syukur atas nikmat-Mu dan ibadah dengan baik kepada-Mu, hamba memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. Hamba memohon kepada-Mu dari kebaikan yang Engkau mengetahuinya dan hamba berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau mengetahuinya. Dan hamba memohon ampunan-Mu atas (dosa-dosa hamba) yang Engkau mengetahuinya, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang ghoib’. (HR Ahmad, at-Tirmidzi, An-Nasa’i)




رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

Ya Allah, berilah hamba dari pihak Engkau, anak/keturunan yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa! (QS Al-Furqon : 38)


رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

Ya Allah, berilah hamba dari pihak Engkau, anak/keturunan yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa! (QS Ali Imron: 38)


رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ

Ya Allah, jadikan hamba dan anak turunan hamba ahli ibadah salat! Ya Allah, kabulkan doa kami!” (QS.Ibrahim : 40)


رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ya Allah, berilah kami istri dan keturunan yang menyenangkan mata, (hati gembira) serta jadikan kami imam bagi orang2 yang bertakwa! (QS.Al-Furqon : 74)


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ...!

Ya Allah, jadikanlah anak kami anak yang saleh (salehah)!....


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآن...!ِ

Ya Allah, jadikan anak-anak kami hafal Qur'an!...


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا حَافِظِيْنَ لِلسُّنَّةِ...!ِ

Ya Allah, jadikan anak kami hafal pada Hadits!....


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ...!

Ya Allah, jadikan anak kami faham dalam agama (bisa mengamalkan Qur'an dan Hadits)!...!


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا...!ِ

Ya Allah, jadikan anak kami berkah kehidupannya di dunia...!

Menulis di Blog, Hambatan dan Solusinya



Pada kesempatan tantangan #kamis menulis hari ini adalah menuliskan cerita tentang hambatan yang pernah dialami dan upaya mengatasinya. Pada kesempatan ini ingin menceritakan proses menulis di blog.

Menulis di blog sebenarnya sama seperti kita menulis di media yang lain. Sebagai media digital yang tanpa batas, tentu blog menjadi sarana untuk berpendapat dan tempat menuangkan inspirasi kita. Semangat berbagi dengan yang lain. Berbagi dengan tulisan dari apa yang kita kuasai dan kita sukai.

Ini kesempatan saya untuk mencurahkan apa yang saya rasakan selama belajar menjadi blogger. Pengalaman membuat blog kemudian terbengkalai menjadi satu pengalaman yang tidak ingin terulang. Mudah-mudahan ada solusi dari pembaca yang bisa mengatasi permasalahan yang dialami.



Setidaknya ada 5 hambatan yang saya alami ketika belajar menulis di blog. Apa saja itu? Simak tulisan berikut ya?Anda bisa menambahkan jika memang dirasa perlu lewat kolom komentar.

Permasalahan pertama adalah sulit mencari ide tulisan. Sebagai penulis pemula seperti saya, banyak hal yang ditakutkan ketika menulis. Kita bingung mau menulis apa. Memulai dari mana ketika akan menulis. Idenya dari mana? Dan pertanyaan sejenis lainnya.

Permasalahan kedua adalah bagaimana kita menuliskannya di dalam blog. Kecenderungan kita menulis seperti menulis di file word. Panjang dan tidak terpotong-potong dalam kalimat singkat dan padat. Hal ini mungkin karena biasanya yang dituliskan adalah ungkapan cerita sehari –hari. Jadi mengalir begitu panjang seperti bercerita. Jadi seperti orang ngobrol, lupa koma dan titiknya.

Hambatan ketiga adalah menjaga motivasi menulis agar tetap konsisten. Karena biasanya kita menulis adalah karena tuntutan dan kewajiban. Akhirnya sering keluar jurus “the power of kepepet” . Kita ‘dipaksa’ untuk menulis. Jika ini tidak segera diantisipasi maka akan timbul rasa tertekan dan bosan. Nah perlu memanfaatkan agar the power of kepepet itu tidak selalu menjadi sumber kekuatan menulis.

Hambatan keempat adalah membagi waktu antara berbagai kegiatan yang kita lakukan. Sebagai seorang ibu rumah tangga, guru, dan anggota masyarakat, tentu kita banyak disibukkan dengan berbagai kegiatan yang tidak sebentar. Jika tidak disiasati dengan cara-cara tertentu maka akan menimbulkan kewalahan pada beberapa sisi kegiatan. Tentu kita tidak ingin demikian terjadi bukan?

Masalah kelima adalah ketidakpercayaan diri pada kita. Ketidakpercayaan diri pada apa? Ketidakpercayaan diri menyangkut tulisan kita juga tentang penampilan blog kita. Apakah tulisan kita bagus? Apakah tulisan kita menarik? Apakah tulisan kita enak dibaca dan sebagainya.

Lebih dari itu kita juga tidak percaya diri dengan tampilan blog kita. Apakah blog kita sudah nyaman untuk dikunuungi? Apakah blog kita menarik? Apakah font yang digunakan cukup nyaman untuk dibaca dan beragam pertanyaan lainnya.

Apalagi jika kita menulis di blog kemudian tidak banyak yang memberikan komentar. Seperti lewat begitu saja. Nah ini menjadi masalah tersendiri bagi blogger pemula seperti saya. Jadi semakin tidak percaya diri. Jangan-jangan tulisan kita jelek, monoton dan membosankan sehingga tidak banyak yang tertarik membacanya. Jangan-jangan blognya tidak update dengan perkembangan teknlogi yang ada,

Nah sudah ada 5 hambatan yang saya tulisankan tentang menulis di blog? Nomor berapa yang sama Anda rasakan dengan saya? Silahkan bisa dijawab masing-masing (di dalam hati saja boleh). Nah apa yang saya lakukan untuk mengatasi hal tersebut. Tentu tergantung masing-masing orang dan kasus ya? Mungkin satu orang dengan orang yang lain akan berbeda penyelesaianya dan solusinya.

(1) Permasalahan kesulitan ide menulis di blog saya pribadi atasi dengan menulis apa yang saya rasakan, sukai dan kuasai. Nekad menulis apa pun. Apa yang ada di sekitar kita menjadi ide.

Foto-foto yang sering kita ambil dari gawai kita menjadi salah satu inspirasi juga. Meskipun mungkin hal yang sepele dan hanya beberapa kalimat. Teruskan saja. Kita dapat mengedit dan menambahkan kalimat lain jika ada tambahan ide di waktu yang lain. Jangan menjadi editor untuk diri kita sendiri. Karena akhirnya kita tidak jadi menulis.

Kita sekarang sudah tidak bisa dipisahkan dengan gadget/HP. Kita lebih kebingungan tidak membawa HP daripada ketika kita ketinggalan dompet. Sudah tidak bisa dipisahkan. Beberapa menit ditinggal ratusan chat sudah menanti untuk dibaca.

Nah karena situasinya demikian, mengapa tidak kita gunakan untuk menulis? Kita bisa menulis apa saja dan kapan saja. Tugas kita sebagai ayah/ibu di rumah, sebagai guru dengan muridnya, anggota masyarakat dengan masyarakat lainnya bisa menjadi ide tulisan yang tidak akan berakhir. Nah sudahkah kita menggalinya den menuliskannya?



(2) Hambatan kedua adalah berkaitan dengan cara kita mengungkapkan tulisan kita di blog. Ketika kita bergabung dengan komunitas blogger maka akan banyak dibahas tentang ini. Bahwa menulis di blog itu berbeda dengan menulis di word. Karena ini berkaitan dengan situasi dan lewat apa tulisan ini dibaca. Nah ini saya sendiri masih sulit untuk membuat potongan-potongan kalimat sehingga satu paragraf cukup memuat 2—3 kalimat saja.

Selanjutnya tentu kita harus banyak belajar kata baku dan kata tidak baku. Sebagai acuan tentu kita bisa memasang aplikasi KBBI dalam gawai kita sehingga kata-kata yang kita gunakan tepat dan pas sesuai penggunaannya.

(3) Berkaitan dengan hambatan ketiga tentang konsistensi dalam menulis. Motivasi memang harus terus dijaga dan dinyalakan. Bukan semangat yang sementara. Setelah lewat kita kembali ke keadaaan semula. Seperti lagu “ku masih seperti yang dulu”.

Motivasi kuat sebenarnya adalah dari diri sendiri. Mengapa kita menulis di blog ini? Untuk apa? Apa tujuannya? Masing-masing memiliki motivasi tersendiri ketika menulis di blog. Motivasi saya sendiri menulis di blog adalah blog sebagai sumber ekspresi diri. Selain juga berharap apa yang saya tulis dapat memberi manfaat dan menginspirasi orang lain yang membacanya.

Nah jika motivasi tidak terlalu kuat dari diri sendiri maka segeralah bergabung dengan komunitas blogger. Salah satunya adalah Komunitas Lagerunal yang saya ikuti. Bergabung dengan komunitas ini memicu kita untuk terus menulis. Karena biasanya komunitas blogger memiliki banyak agenda dan kegiatan untuk mengaktifkan anggotanya untuk menulis dan berkarya.

The power of kepepet akan semakin berkembang, sehingga ide bisa sering muncul dan beragam. Membaca dari postingan anggota komunitas yang lain juga akan membuat kita banyak belajar tentang berbagai genre tulisan sekaligus gaya bahasa yang digunakan.

Setelah mengikuti lomba blog memang menjadi inspirasi sendiri untuk menulis. Sebagai pemula maka harus banyak belajar. Belajar tentang ide tulisan dalam blog sekaligus bagaimana menampilkan dalam blog itu sendiri sehingga menjadi tulisan yang renyah dan enak dibaca.

(4) Terkait dengan hambatan keempat yaitu waktu. Aktivitas kita di rumah sebagai anggota keluarga, aktivitas kita sebagai guru di sekolah dan aktivitas kita sebagai anggota masyarakat memang cukup beragam dan banyak. Jika kita tidak menyempatkan diri untuk menulis maka kita tidak akan pernah menulis. Kita selalu belrindung di balik kata “sibuk” dan “:tidak ada waktu”. 

Tentu kita harus bisa membuat skala prioritas untuk semua kegiatan tersebut. Sehingga semua kegiatan bisa berjalan seiring sejalan. Selalu terngiang kalimat "Orang yang senggang menulis itu biasa. Tetapi orang yang meluangkan waktu untuk menulis di antara kesibukan itu luar biasa."

(5) Hambatan yang kelima adalah ketidakpercayaan diri pada tulisan yang dihasilkan dan penampilan blog. Ini bisa teratasi dengan bergabung di komunitas blogger. Di mana di dalamnya kita memperoleh pengetahuan bagaimana mengelola blog yang kita miliki sehingga tampilan blog kita menjadi menarik dan eye-catching. Dengan belajar bersama kita menjadi tahu banyak hal. Saling mengomentari dan memberi saran anta anggota blog menumbuhkan kepercayaan diri dan memotivasi.

Demikian beberapa hambatan yang saya pribadi alami dan solusi yang coba saya lakukan untuk mengatasinya. Bagaimana dengan Anda? Teruslah menulis dan berkarya sebagai blogger. Salam sehat selalu. Teruslah menginspirasi. Salam literasi.



Puisi Hari ini




 Bosan

Purbalingga, 4 Maret 2021


Jenuh 

Rasa berkepanjangan

Dan tak berujung

Diam tak ingin bergerak


Santai

Purbalingga, 4 Maret 2021


Menikmati 

Pagi indah

Bersama iringan motor

Berderu seiring semangat pagi


Jalani hari yang sepi

Melintasi jalan lengang

Lancar berjalan

Nyaman


Merekam

Dalam pikiran

Lukisan alam terbentang

Di kanan kiri jalan


Keindahan nyata yang terlewatkan

Karena kesibukan kegiatan

Menjadi hilang

Semu




Wednesday, 3 March 2021

Sekilas tentang Katarak



KATARAK

🍀Katarak adalah bagian keruh pada lensa mata yang biasanya bening dan akan mengaburkan penglihatan. Katarak tidak menyebabkan rasa sakit dan termasuk penyakit yang sangat umum terjadi.

🍀Lensa mata adalah bagian transparan di belakang pupil (titik hitam di tengah bagian mata yang gelap) yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya pada lapisan retina. Dengan adanya katarak, kejernihan lensa mata berkurang dan cahaya yang masuk ke mata menjadi terhalang.


🍀Seiring bertambahnya usia, umumnya lensa mata perlahan-lahan akan keruh dan berkabut. Jadi katarak adalah penyakit yang biasa terjadi seraya kita bertambah tua. Banyak pengidap yang pada akhirnya membutuhkan operasi untuk mengganti lensa yang rusak ini dengan lensa buatan.

GEJALA :

🍀Mata yang sensitif ketika terkena cahaya menyilaukan.

Sulit melihat saat cahaya remang-remang (terutama pada malam hari) atau sangat terang.

Semua menjadi terlihat ganda.

Semua terlihat seperti memiliki semburat kuning atau cokelat.

Ukuran lensa kacamata yang sering berubah.

Di sekeliling cahaya terang (misalnya, lampu mobil atau lampu jalan) seperti ada lingkaran cahaya. Warna yang terlihat memudar atau menjadi tidak jelas.




HERBA HNI HPAI :

- Bilberry : 3 x 2 kapsul

- Spirulina : 3 x 3 kapsul

- Kelosin : 3 x 2 kapsul

- Gamat Kapsul : 3 x 2 kapsul

SOAL REPORT TEXT FOR CLASS 9

 


Good morning, everyone. Selamat pagi bagaimana kabarnya hari ini. Semangat ya untuk melanjutkan pembelajaran daring.

Berikut ini soal latihan untuk report text. 


Tuesday, 2 March 2021

Resep Cespleng Mengajar dengan Gaya Motivator

 Assalamu'alaikum wr wb

Malam  ini terasa istimewa karena mengikuti sesi Public Speaking PGRI. Pembicara malam ini luar biasa yaitu Pak Aris Ahmad Jaya, seorang guru motivator. Membawakan tema Resep Cespleng Mengajar dengan Gaya Motivator.

Materi yang beliau selalu menginspirasi. Sudah dua kali kesempatan saya mengikuti

Monday, 1 March 2021

Konsisten Menulis Setelah Serangkaian Ujian


Melewati 28 hari mengikuti lomba blog "Menulis di Blog Jadi Buku" ada rasa lega. Meskipun belum tentu menang. Tetapi memang dari awal bukan itu tujuannya. Bukan kejuaraan yang ingin didapatkan. Jika menang alhamdulillah. Jika tidak kita banyak mendapatkan banyak pengalaman dari membaca banyak posting-an dari orang lain. Sangat beragam tulisan yang sudah diajukan selama 28 hari di Bulan Februari 2021.


Dari awal niatnya memang ingin merutinkan menulis. Karena dengan mengikuti blog kita seperti "dipaksa" untuk tetap menulis. Apa pun tuliskan bahkan ketika kita nge-blank, tidak memiliki ide untuk menulis. Malah keadaan tersebut bisa menjadi ide untuk menulis.

Ternyata memang terasa sekarang pengaruhnya. Sebenarnya hari ini ingin merehatkan diri untuk tidak menulis. Setelah selama 28 hari terus mengulik ide di dalam otak agar tercipta sebuah tulisan dengan kata antara 300-1500 kata. Awalnya tidak mudah tetapi bisa melewati semuanya rasanya luar biasa.

Nah niat saya beristirahat ternyata berbanding terbalik. "Paksaaan" situasi harus menulis setiap hari akhirnya terbawa menjadi kebiasaaan. Keinginan menulis setiap hari ingin diwujudkan. Sudah 28 hari terbentuk akan berhenti hanya karena lelah. Istirahatkan jiwa dengan menuliskannya bukan menghilangkannya.

Membaca beberapa kiriman chat ada pengumuman dari Omjay yang mencetuskan lomba blog ini. Berikut pengumuman lanjutan dari Omjay

Yth bapak ibu peserta lomba blog PGRI bulan Februari 2021

Omjay ucapkan selamat telah menulis selama 28 hari di bulan Februari 2021. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Sebulan menulis di blog terasa singkat.

Jangan lupa segera dirajut dan dijahit menjadi buku yang enak dan renyah dibaca.

Ikuti ketentuan penerbitan buku YPTD yang telah dibagikan pak Thamrin Dahlan.

Buat Sinopsis buku dan covernya. Bila kesulitan membuat cover bukunya, ada pak Ajinata yang siap membantu membuatkannya.

Cari teman yang bisa bantu menjadi editornya dan usahakan penulis tidak merangkap menjadi editor. Supaya buku yang diterbitkan lebih enak dibaca dan berkualitas dari segi tata bahasanya.

Dewan juri sedang bekerja memilih 10 orang guru blogger yang masuk nominasi dan memilih 3 orang pemenang lomba Blog bulan Februari 2021.

Pastikan anda sudah terdaftar sebagai peserta lomba blog PGRI.

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1Sprj4SCcWd8un_ZF7PLzHF51UWEcCo_dxhdI6Tqqkjs/edit#gid=1892642785

Ikuti pengumuman lomba blog PGRI di chanel youtube tv andi dan link zoom yang akan kami bagikan pada tanggal 11 Maret 2021 pukul 08.00 sampai 12.00 wib yang bertepatan dengan hari libur nasional Isra Miraj Nabi Muhammad Saw.

Yuk kita ngeblog! Pastikan anda tetap menulis di bulan berikutnya.

Omjay ucapkan selamat kepada anda yang telah berhasil memenuhi tantangan menulis di Blog yang akan menjelma menjadi buku.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog http://wijayalabs.com


Kita tinggal menunggu pengumuman tersebut. Menang atau kalah tidak menjadi masalah. Langkah selanjutnya adalah mewujudkan tulsian kita menjadi sebuah buku. Mudah-mudahan tetap konsisten menulis setiap hari. Bukan karena menang lomba atau karena alsan lain tapi karena ingin terus berkarya dan memajukan literasi Indonesia. Selamat kepada semua yang telah melewati tantangan 28 hari Bulan Februari ini. Anda semua sudah menjadi juara. Salam literasi. Terus semangat sobat blogger.

Sunday, 28 February 2021

Goresan Catatan Guru Bersama Korona Bagian 16



 #Menulis di Blog Jadi Buku

#28 Februari 2021


Memori Gawai Mulai Tak Berdamai

Oleh: Suyati

Kegiatan pembelajaran yang berlangsung setahun lebih ini memang menguras memori gawai yang kita miliki. Pembelajaran yang dilakukan secara online memang banyak menggunakan fasilitas WA(whatapps). Hal ini dikarenakan kemampuan peserta didik, guru dan sekolah yang menyepakati pelaksanaan KBM daring dengan menggunakan aplikasi WA.

Sebenarnya sudah beberapa kali mencoba menggunakan platform lain seperti google classroom, quizziz, dan telegram. Tetapi kelihatannya lebih nyaman dan mudah terjangkau dengan menggunakan aplikasi WA yang utama. Mungkin karena akrab dengan kita selama ini. Sedangkan platform-platform pembelajaran yang lain hanya sebagai pendukung. Hampir semua materi pembelajaran dilakukan lewat WA. Ada bentuk word, gambar, PDF, PPT dan Video disampaikan lewat WA.

Demikian pula dengan pengumpulan tugas peserta didik. Mereka lebih suka menggunakan gambar sebagai bentuk pengumpulan tugas. Bisa dibayangkan berapa memori yang dibutuhkan untuk menyimpan file-file tersebut jika mengajar sampai 6 kelas sekaligus.

Ini barangkali yang sedang terjadi dengan gawai saya. Baterai yang mulai protes terlalu panas karena seringkali dipakai dalam kondisi sedang di-charge. Belum lagi memori yang habis karena digunakan untuk menyimpan berbagai file pembelajaran selama masa pandemi. Hal ini tentu saja membuat saya sebagai guru mulai kelimpungan. Gawai sudah menjadi benda penting dalam kegiatan pembelajaran saat ini. Rusaknya gawai akan sangat membuat bingung sekarang.

Akibat memori yang penuh ini, gawai menjadi lamban kerjanya alias lemot. Kadang tidak bisa menerima dan mengirim file baik itu berupa gambar/foto, video atau file-file yang lain. Tidak bisa membuka story WA, tidak bisa membuka aplikasi yang diperlukan. Kalau sudah seperti ini maka akan sangat menganggu. Selain karena tidak dapat melakukan pembelajaran secara maksimal, respon kita terhadap peserta didik pun akan terkendala.

Hal ini sebenarnya sudah diantisipasi dengan menghapus file-file yang masuk dan sudah mendapat penilaian. Tetapi belum teratasi secara maksimal. Penasaran dengan situasi ini saya mencoba berselancar bagaimana mengatasi masalah ini. Ternyata tidak sekedar karena file saja tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhinya.

Berdasarkan beberapa pembahasan tentang memori gawai dan antisipasinya. Berikut beberapa yang dapat saya lakukan untuk mangatasinya:

1. Menghapus file cache dan file kamera yang banyak menyita memori tetapi tidak tampak di bagian folder.

2. Hapus aplikasi yang jarang dipakai. Nah ini saya biasanya tidak peduli terhadap aplikasi yang sudah terunduh di HP saya. Ternyata sangat mempengaruhi performa gawai kita.

3. Menggunakan aplikasi ‘Cleaner’ untuk membersihkan secara cepat.

4. Cek data Whatapps. Ini biasanya saya fokus pada gambar dan video yang masuk. Video-video yang bertebaran di whatapp terunduh karena saya tidak mengeset dalam pengaturan media. Hapus data-data yang tidak penting baik berupa gambar, dokumen maupun video.

5. Hapus pesan SMS. Karena kita lebih sering menggunakan aplikasi whatapps, pesan-pesan yang masuk kadang kita abaikan. Akhirnya menumpuk dan menyita banyak memori gawai kita. Terlebih pesan-pesan yang muncul dari provider. Jika tidak mulai dihapus maka akan menumpuk.

6. Mereset gawai kita. Tetapi selalu cadangkan atau back up agar data-data lama yang penting masih dapat kita gunakan dan simpan.

Semoga ada solusi lain yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran berikutnya. Sehingga tidak harus melalu aplikasi whatapps. Salah satunya dengan mengaktifkan dan mengefektifkan e-learning 3.0.0 yang sudah dicanangkan dan diterapkan. Sayangnya masih kurang efektif pada pelaksanaanya. Padahal mungkin ini bisa menjadi solusi masalah-masalah gawai yang semakin bermasalah dengan memori. Tetap semangat. Salam sehat selalu. Salam literasi.




Saturday, 27 February 2021

Goresan Catatan Guru Bersama Korona Bagian 15

 



#Menulis di Blog Jadi Buku

#27 Februari 2021

Melewati Masa Pandemi, Menikmati Perjalanan Hari

Oleh: Suyati


Masa pandemi yang berlangsung lama membuat banyak kegiatan dilakukan hanya di rumah. Pemberlakuan PSBB, PKKM membuat ruang batas bergerak semakin sempit. Kegiatan pembelajaran juga berlangsung dari rumah. Kita kenal dengan istilah Belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran daring. Sementara guru dan pegawai berlaku WFO (Work from Home) dan WFH (Work from Home).

Ada yang berbeda saat sekarang yang saya rasakan. Yakni suasana perjalanan berangkat dan pulang jika mendapat giliran WFO. Perjalanan menuju ke tempat tugas menjadi semakin nyaman. Jika di masa-masa sebelum pandemi harus berangkat pagi dan terburu-buru karena pasti akan bertemu dengan beberapa kemacetan yang biasa terjadi di beberapa titik. Belum lagi banyaknya sepeda motor yang sebagian besar pengendaranya adalah siswa menengah atas. Kita seperti berpacu dengan waktu. Lama perjalanan pun berubah. Jika biasanya perjalanan ditempuh selama 30 menit menuju ke sekolah. Kini hanya dibutuhkan waktu 15 sampai 20 menit saja untuk saya dapat tiba di sekolah.

Pada jam-jam sekolah jalan-jalan sekarang lebih sepi. Deretan-deretan motor siswa yang biasanya berjejer dan berlawanan arus dengan kecepatan yang tinggi, kini seperti hilang. Suasana perjalanan ke sekolah menjadi lengang. Jam 06.00 sampai jam 07.00 adalah waktu terpadat pada hari-hari sebelum pandemi. Sekarang tidak lagi terjadi. Beberapa daerah pabrik yang biasanya menimbulkan kemacetan saat kehadiran dan pulang kerja. Kini pun nampakanya terurai dengan sendirinya.

Ada baiknya memang. Hari-hari yang biasanya terpacu untuk segera sampai ke sekolah. Sekarang relatif tenang. Hal tersebut menjadikan saya dapat menikmati perjalanan. Jika biasanya tidak tengok kanan kiri selama perjalanan, kini karena lengang saya dapat melihat pemandangan selama perjalanan. Kecepatan sepeda motor terpacu antara 40-45 km per jam. Dapat menikmati sepoi angin pagi yang menyegarkan sekaligus melihat pemandangan alam yang memukau. Kenapa selama ini tidak terlihat indahnya?

Sawah-sawah yang membentang hijau bak permadani terhampar. Ada gubuk –gubuk kecil di tengah persawahan, burung-burung bangau putih yang beterbangan dari pematang, petani yang bekerja dengan tekun di tengah lumpur dan tanaman. Bukit-bukit hijau yang mengelilingi. Indah melindungi. Semuanya seperti lukisan yang ditayangkan selama perjalanan pagi dan sore pulang dari sekolah. Ke mana lukisan itu selama ini?

Apakah keindahan itu baru saja tercipta setelah pandemi ini berlangsung? Atau baru sekarang saya menikmatinya? Perjalanan yang tenang dan tidak terburu-buru karena jalan raya lengang dan lancar. Barangkali ini efek positif pandemi covid 19 secara spesifik bagi saya. Selalu ada hal baik yang dapat kita ambil pelajaran dan hikmahnya. Semoga kenyamanan perjalanan ini menjadi penambah imunitas diri di saat masih menghadapi berlangsungnya perkembangan penyebaran virus korona di Indonesia. Semoga. Salam sehat selalu. Salam literasi.

Friday, 26 February 2021

Goresan Catatan Guru Bersama Korona Bagian 14



 #Menulis di Blog Jadi Buku

#26 Februari 2021


Kita Tidak Sendiri, Kita Pasti Bisa Melewatinya

Oleh: Suyati



Tak ada manusia

Yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali

Segala yang telah terjadi



Kita pasti pernah

Dapatkan cobaan yang berat

Seakan hidup ini

Tak ada artinya lagi



Syukuri apa yang ada

Hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik



Tak ada manusia

Yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali

Segala yang telah terjadi



Syukuri apa yang ada

Hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik



Tuhan pasti kan menunjukkan

Kebesaran dan kuasanya

Bagi hambanya yang sabar

Dan tak kenal putus asa



Jangan menyerah

Jangan menyerah

Jangan menyerah

Jangan menyerah

Jangan menyerah

Jangan menyerah



Syukuri apa yang ada

Hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik



Tuhan pasti kan menunjukkan

Kebesaran dan kuasanya

Bagi hambanya yang sabar

Dan tak kenal putus asa



Dan tak kenal putus asa

Dan tak kenal putus asa



Sumber: KapanLagi



Mendengarkan lagu “Jangan Menyerah” yang dinyanyikan oleh D’Masiv tersebut menjadi semakin pas terasa dengan keadaan dan kondisi saat ini. Tidak hanya kita yang merasakan pandemi ini. Masa-masa ini dimulai dari tahun 2020 menjadi masa yang sulit untuk dilewati. Tetapi tidak berarti hal ini tidak mungkin dilalui.

Perkembangan covid 19 hingga setelah satu tahun menyerang dunia belum mulai menunjukkan hilangnya. Banyak sector yang sudah terpuruk akibat covid 19. Banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat dirumahkan. Pembelajaran pun harus dilaksanakan lewat daring atau online. Entah sampai kapan semuanya akan berlangsung. Pertanyaan tersebut terus muncul di antara usaha-usaha yang mencoba dilakukan untuk mengurangi penyebaran covid 19. Dari penerapan 3M, 5M, PSBB, PKKM dan sekarang adalah penggunaan vaksinasi. Semuanya dilakukan untuk tujuan melewati masa pandemi ini pada akhirnya.

Siang itu, beberapa pedagang datang ke sekolah. Mereka adalah seorang pedagang kaos kaki, pedagang makanan dan pedagang sepatu. Sebenarnya sudah diterapkan protokol kesehatan. Beberapa waktu lalu pedagang dilarang masuk ke area sekolah tetapi sekarang lebih dipermudah. Bukan karena apa-apa. Kebutuhan akan makan bagi mreka tidak mungkin dihindari. Akhirnya sekarang pedagang diizinkan masuk dengan aturan protokol yang ketat. Terutama untuk pedagang kebutuhan makanan dan kebutuhan esensial.

Pedagang-pedagang tersebut bercerita betapa susahnya sekarang mendapatkan keuntungan dari barang-barang yang dijualnya. Dengan dihentikannya pembelajaran tatap muka berarti sekolah pun berhenti. Kebutuhan akan kaos kaki dan sepatu menjadi hal yang tidak penting lagi. Anak-anak sekolah tidak lagi menggunakan kaos kaki dan sepatu dalam pembelajaran yang dilakukan di rumah (BDR). Ke sekolah-sekolah pun menjadi sepi. Guru-guru hanya separo yang datang ke sekolah karena diberlakukannya system WFO (Work from Office) dan WFH (Work form Home). Sama halnya dengan para pesera didi, guru pun akhirnya tidak banyak yang membuat anggaran untuk kebutuhan sepatu. Kalau pun ada yang membeli, sekarang tidak menjadi prioritas. Sehingga pendapatan para pedagang sangat menurun sekarang.

Masih menurut pedagang-pedagang tersebut, banyak teman-temannya yang seprofesi sudah pindah haluan ke bidang yang lain. Karena tidak dapat bertahan dalam menghadapi sepinya pembeli di masa sekarang ini. Anaknya yang bekerja di bidang pariwisata pun tidak jauh beda dengan dirinya. Sepinya pengunjung ke tempat-tempat wisata membuat banyak perubahan. Memang tidak sampai mengalami di PHK tetapi berkurangnya pengunjung juga menjadikan gaji dan pendapatan mereka berkurang.

Cerita tersebut tidak hanya disampaikan oleh pedagang kaos kaki, sepatu dan makanan. Beberapa pedagang-pedagang lain yang pernah datang ke sekolah pun menyatakan hal yang senada. Tidak dapat dipungkiri ada hal yang tidak mengenakan terjadi. Semuanya harus terus berjuang di masa-masa sulit ini. Kalau tidak memikirkan kebutuhan makan keluarga, mungkin tidak akan kuat menghadapi hal seperti ini. Keluarga menjadi sebuah menyemangat. Demikian tekad mereka.

Demikanlah sekelumit keluh kesah yang terjadi di sekolah oleh para pedagang saat saya WFO. Mungkin kita tidak bisa memberikan jalan keluar secara ekonomi. Mendengarkan cerita dan keluh kesah mereka mungkin tidak banyak membantu. Tetapi bisa jadi hal tersebut bisa saling menguatkan satu sama lain. Membeli barang-barang mereka tanpa menawar mungkin bisa menjadi salah satu solusi. Berhenti menawar dan bernego dengan harga. Kita semua mengalami hal-hal yang sulit. Tetapi dalam kesulitan kita tidak harus berhenti berbuat kebaikan. Salam sehat selalu. Jangan menyerah. Terus semangat. Salam literasi.



Thursday, 25 February 2021

Goresan Catatan Guru Bersama Korona Bagian 13

 


#Menulis di Blog Jadi Buku

#25 Februari 2021

Tetap  Menulis dalam Beragam Kegiatan

Oleh: Suyati

"Menulis di waktu senggang itu biasa. Menulis di antara kesibukan itu baru luar biasa"

Kalimat tersebut memotivasi kembali untuk menyempatkan diri tetap menulis. Di antara berbagai agenda sekolah berkaitan tentang proses penilaian semester ini mulai meminta perhatian waktu. Harus berbagi waktu agar semua agenda bisa berjalan.

Bagi yang sudah terbiasa menulis barangkali tidak sulit untuk mendapatkan ide dan menuangkan dalam tulisan. Tetapi bagi penulis pemula seperti saya harus sering-sering mencari motivasi agar semangat menulis terus menyala di antara berbagai agenda kegiatan sekolah. Mencari ide-ide yang bisa menjadi tulisan yang enak dibaca dan berharap semoga bermanfaat bagi pembacanya.

Karena berada di lingkungan pendidikan maka ide yang bermunculan memang lebih banyak dari sekolah, kegiatan pembelajaran dan pernak-perniknya. Kegiatan pembelajaran daring atau online ini contohnya. Banyak cerita yang bisa diungkapkan menjadi sebuah tulisan. Saat ini waktu tersita untuk membuat soal-soal untuk penilaian semester. Penilaian dengan menggunakan format google form dan CBT e-learning madrasah cukup menyita waktu. Belajar untuk menggunakan keduanya sebagai antisipasi berbagai kendala yang muncul pada sat pelaksanaan penilaian.

Beberapa postingan yang dikirimkan memang banyak bercerita tentang proses kegiatan belajar mengajar pada saat pandemi ini. Situasi dan kondisi yang berbeda dari pembelajaran tatap muka menjadi ide tersendiri untuk bahan tulisan.

Pada kesempatan ini adalah menulis di antara berbagai macam kegiatan pembelajaran daring. Kegiatan pembelajaran online cukup menyita waktu karena keterlibatan peserta didik dalam proses kegiatan belajar berbeda-beda. Jika peserta didik aktif maka tidak banyak menyita tenaga dan waktu. Bagikan yang tidak aktif inilah perhatian khusus harus diberikan.

Sebagian besar peserta didik yang tidak aktif harus sering diingatkan dan diajak bicara lewat telepon. Pengecekan setiap hari mutlak diperlukan untuk mereka. Wali kelas memang menjadi super sibuk. Terlebih di masa penilaian seperti sekarang. Ketidakaktifan mereka akan menghambat proses penilaian yang dilakukan.

Pada setiap malam wali kelas mengingatkan jadwal penilaian untuk besok pagi. Tujuannya tidak lain adalah agar peserta didik mempersiapkan diri untuk penilaian mapel. Sebagian besar mereka yang tidak aktif, cenderung aktif HP dan telepon seluler pada malam hari. Mungkin mereka sedang menggunakan ini untuk bermain game.

Kegiatan tersebut tentu saja menyita banyak waktu. Karena sampai malam kita masih mengecek beberapa peserta didik yang belum juga mengikuti penilaian harian. Kita ingin tahu sebab dan alasannya segera. Agar terselesaikan dan teratasi segera kendala yang dihadapinya. Termasuk menghubungi orang tuanya jika mereka berada jauh dari anak. Peserta didik biasanya akan aktif pada malam hari. Maka sebagai wali kelas, saya menyempatkan waktu malam untuk menyapa dan mengingatkan peserta didik untuk persiapan penilaian pada mata pelajaran berikutnya.

Dari berbagai kegiatan tersebut, mencoba menyisihkan waktu untuk tetap menulis. Mencoba membuat skala prioritas dari berbagai kegiatan yang ada. Sehingga kegiatan sebagai ibu rumah tangga, mengajar, menulis,dan bergabung dalam komunitas dapat dilaksanakan secara bersama dan selaras. Tanpa ada yang ditinggalkan atau diabaikan.

Berada di dalam komunitas, alhamdulllah juga menjadi motivasi tersendiri untuk tetap menulis. Kita harus tetap menulis setiap hari. Di blog salah satunya. Tidak mudah bagi saya untuk membagi waktu untuk kegiatan sekolah, rumah dan menulis. Tetapi niat dan semangat untuk meningkatkan dan menebarkan semangat literasi menyebabkan tetap berusaha menggerakan jari-jari di atas keyboard laptop. Ide-ide juga kadang menjadi kering dan menipis. Tetapi kalimat tulislah apa saja yang kamu kuasai dan sukai. Menjadi pemicu semangat lagi. Jangan jadi editor untuk tulisan sendiri. Yang menentukan suka atau tidak suka pada tulisan kita adalah orang lain. Pembaca tulisan. Bukan kita. Maka teruslah menulis.

Demikianlah sampai pada waktu sekarang saya mencoba tetap menulis. Terima kasih kepada teman-teman komunitas menulis di grup menulis dan di grup blogger. Motivasi dan dukungan lewat dunia maya ini menguatkan saya untuk terus berkarya. Salam sehat selalu. Salam literasi.





KAMIS MENULIS: bERmain Kata Lewat Foto




Kamis menulis pada hari ini bertema #Bermain Kata Lewat Foto. Wah menarik sekali. Kata orang one picture is worth a thousand words Satu gambar bermakna ribuan kata. Gambar menyampaikan makna atau esensi lebih efektif daripada deskripsi. Gambar lebih efisien dan efektif menyampaikan informasi dibandingkan kata-kata.

Kita akan mencoba dengan gambar pertama yang dimunculkan pada Kamis Menulis #Bermain Kata Lewat Foto



Apa yang Anda pikirkan tentang gambar tersebut? Melihat gambar ini saya tersenyum sendiri. Benarkah sayur asam yang akan kita buat? Berkaca dari diri sendiri ketika akan memasak. Kok tidak serapi itu ya? Saya kira itu adalah tampilan untuk sebuah fotografi. Bukan ingin memasak secara langsung. Pembelaan terhadap diri sendiri (he he)

Teringat pada tayangan Master Chef Indonesia. Seringkali dinyatakan oleh chef-chef yang menjadi juri dalam kompetisi tersebut. Penampilan suatu masakan akan sangat mempengaruhi makanan yang disajikan. Betapa penampilan seringkali menjadi bahan kritikan yang tidak pernah habis. Karena begitu pentingnya penampilan pada sebuah sajian. Ia bisa mewakili rasa dari penampilan.

Selain itu gambar tersebut menguatkan salah satu penilaian kerja dari seorang chef. Bekerja dengan bersih. Bahwa ketika berada di dapur harus menunjukkan kebersihan. Bersih bahan/materi masakan, bersih cara pengolahan dan bersih tempat memasak sampai pada bersih pada penyajian. Inilah yang saya salut dari acara tersebut. Kalau makanan mungkin tidak bisa meniru membuatnya tetapi pelajaran bahwa dapur adalah tempat yang asyik untuk bekerja dan berkreasi jika kondisinya bersih.

Melihat gambar tersebut teringat diri sendiri. Bahan-bahan biasanya tersedia di rumah. Tetapi bingung mau masak apa? Ada jagung, ada terong dan kacang panjang dan telur. Dibuat apa ya? Yang terpikir adalah sayur lodeh dengan lauk telor goreng. Bukan apa-apa karena waktu yang terbatas di pagi hari. Memilih menu yang sederhana sehingga bisa menyediakan makanan yang bergizi tetapi waktu yang dibutuhkan relatif singkat untuk mengolahnya.

Maka jadilah sarapan pagi dengan sayur lodeh dan telor goreng. Singkat, sederhana dan terjangkau dari segi bahan dan waktu. Meski bingung membuat makanan apa, tetap harus menyediakan sarapan pagi untuk bekal sehari. Semoga berkenan dengan masakannya. Selamat menikmati sayur lodeh dan telor goreng rasa virtual. Salam sehat selalu. 

Wednesday, 24 February 2021

Goresan Catatan Guru Bersama Korona Bagian 12

 



Pengalaman Penilaian dengan CBT

Oleh: Suyati




#Menulis di Blog Jadi Buku

#24 Februari 2021

“Alah bisa karena biasa” barangkali bisa menggambarkan apa yang saya sampaikan dalam tulisan catatan guru bersama korona ini. Segala kesukaran tidak akan terasa lagi apabila sudah biasa.

Hari ini adalah jadwal pelaksanaan kegiatan penilaian untuk mata pelajaran bahasa Inggris. Mapel yang saya ampu. Persiapan sudah dilakukan untuk proses penilaian ini. Ada 2 cara penilaian yang digunakan. Yaitu google form dan CBT (Computer Based Test). Yang wajib digunakan adalah google form. Hal ini dikarenakan google form sudah disepakati sebagai cara penilaian sebelumnya. Tetapi karena kita juga diharapkan dapat memanfaatkan e-learning yang sudah diupdate maka yang memiliki kemampuan membuat soal penilaian di CBT, menggunakan e-learning. Persiapan untuk penilaian dengan CBT ini tentu terlalu mepet sementara pengetahuan kita terhadap fitur-fitur di e-learning msih sangat minim. Temasuk penggunaan penilaian CBT. Maka hanya beberapa guru yang bersedia menggunakannya. Beberapa hari yang lalu hanya satu kelas yang baru menggunakan CBT. Kendala yang terlihat belum banyak terungkap.

Cara pertama adalah dengan menggunakan google formulir. Peserta didik nampaknya sudah mulai terbiasa dengan aplikasi google formulir. Hal itu sudah dilaksanakan mulai dari presensi kehadiran setiap hari di dalam pembelajaran daring. Sebagian besar sudah tidak mengalami kendala. Masalah yang muncul biasanya terkait dengan gambar yang tidak muncul di dalam soal karena terbatasnya sinyal di tempat peserta didik tinggal. Tetapi nampaknya pertanyaan tentang proses mengerjakan dengan google form tidak banyak masalah.

Cara kedua adalah dengan menggunakan sistem CBT (Computer Based Test) e-learning. Ini termasuk cara baru. Sebagian besar guru masih menggunakan google formulir untuk penilaian sekarang. Menggunakan cara kedua ini masih membuat gamang para guru karena pengalaman agak sedikit ribet pada penilaian sebelumnya. Kegagalan login, beberapa data yang harus dimasukkan untuk login, seringnya proses masuk yang gagal oleh peserta didik, dan banyaknya pertanyaan peserta didik dalam prosesnya yang tidak dapat dijawab oleh wali kelas. Penguasaan dan pengetahuan tentang berbagai kendala sistem e-learning ini yang mencoba dihindari. Karena system baru memang diperlukan penyesuaian sekaligus pelatihan untuk menggunakannya secara maksimal untuk proses pembelajaran.

Saya sendiri mencoba keduanya. Cara pertama bukan tanpa masalah tetapi boleh dikatakan bisa diminimalkan. Pertanyaan yang muncul sebagian besar tentang masuk yang sedikit terlambat dari setingan waktu yang dipakai. Dan bisa diatasi dengan merefresh link yang dibagikan. Pertanyaan yang lain yang muncul dari google form adalah gambar soal yang tidak muncul di dalam soal. Ini jelas karena kondisi sinyal yang kurang bagus. Saya memintanya menunggu dan mengulang proses dengan merefreshnya terlebih dahulu. Memang sebagian besar cuaca hari ini hujan dan mendung. Barangkali itu menjadi salah satu sebab sinyal kurang bagus.

Sedangkan cara kedua, yaitu cara e-learning. Luar biasa respon peserta didik. Meskipun sudah diberi cara dan proses pengerjaan dari mulai login sampai selesai dengan langkah-langkah detail, diperkuat dengan gambar dan video, ternyata belum cukup membuat paham. Begitu no token diberikan, pertanyaan mulai bermunculan. Apa itu username, password dan token. Padahal sebelumnya sudah diberikan file nisn, password masing-masing peserta didik perkelas oleh wali kelas masing-masing. Apakah mereka tidak membacanya sama sekali?

Hampir seharian ini HP full berbunyi dan memberikan notifikasi pesan tanpa henti. Meski WFH saya nyaris tidak bisa melepaskan HP karena pertanyaan terus muncul dari kelas-kelas yang menggunakan CBT. Benar-benar harus diberikan perhatian satu-persatu berbagai kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik. Hal yang baru memang memerlukan waktu penyesuaian dan latihan. Satu yang menyebabkan hal ini terjadi adalah karena kurangnya simulasi yang saya laksanakan sebelum menggunakan CBT ini. Sebabnya tidak lain adalah sempitnya waktu persiapan pembuatan soal hingga pelaksanaan penilaian CBT. Memang agak sedikit nekad saya menggunakan ini. Tujuannya adalah membiasakan hal-hal yang baru untuk diri saya sendiri dan sekaligus untuk peserta didik. Perubahan teknologi begitu cepat. Jika kita tidak mau belajar dengan cepat maka kita akan tertinggal.

Satu hal yang saya pelajari dari proses penilaian CBT adalah kesiapan dan penguasaan kita terhadap proses CBT sehingga apabila ada kendala kita bisa memberi solusi dan penyelesaian kepada peserta didik. Mereka membutuhkan jawaban yang cepat karena brkaitna dengan penilaian. Jika ada kendala mereka akan cemas dalam proses penilaian. Tentu hal ini bisa mempengaruhi hasil penilaian. Pelajaran kedua adalah berani mencoba. Mungkin kita akan menghadapi banyak masalah tetapi dari masalah-masalah yang dihadapi kita menjadi tahu bagaimana solusi dan penyelesaiannya. Kita menjadi tahu persisi apa saja masalah yang mungkin muncul dalam penggunaan suatu sistem.

Dari berbagai kendala juga diharapkan peserta didik pun belajar proses yang baru dengan semangat. Tidak takut dalam mencoba sesuatu. Mereka akan terbiasa menggunakannya jika kita sebagai guru pun mengaplikasikannya dalam pembelajaran. Selamat terus belajar dan berproses. Tantangan ini bukan untuk dihindari tetapi untuk ditaklukkan. Percayalah, kita pasti bisa.



Tuesday, 23 February 2021

Goresan Catatan Guru Bersama Korona Bagian 11



#Menulis di Blog Jadi Buku

#23 Februari 2021

Pembelajaran dengan e-learning
Oleh: Suyati

Pengetahuan tentang berbagai platform aplikasi memang mutlak diperlukan untuk kegiatan pembelajaran daring saat ini. Setelah berkutat dengan pelatihan pemanfaatan google form, kini kita harus beralih ke penggunaan e-learning. Sementara sebelumnya sudah mulai merasakan nyaman menggunakan google form.

Waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan penilaian dengan e-learning sebenarnya sudah lama disosialisasikan. Tetapi memang masih banyak yang belum aktif di dalamnya.

Sebenarnya platform e-learning ini lebih mudah dan lengkap. Terutama setelah di-update ke dalam sistem 3.0.0. Ada fasilitas semacam zoom meeting. Di e-learning kami menyebutnya learning conference.

Diharapkan semua kelas dan guru sudah menggunakan teknologi ini. Ada beberapa tutorial yang harus diperhatikan dan dipelajari sebelumnya. Hal tersebut sangat membantu para guru untuk dapat mengaplikasikan e-learning dalam pembelajaran online.

Tutorial tersebut meliputi beberapa langkah yang harus dilakukan untuk dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan di dalam sistem e-learning. Berikut beberapa link tutorial yang dapat dipelajari sehingga dapat memaksimalkan penggunaan fasilitas yang ada di e-learning.

Video ini adalah jawaban dari beberapa madrasah yang mungkin belum familiar dengan penggunaan elearning madrasah. Video meliputi

1. Fitur Operator

2. Fitur Eksekutif

3. Fitur Guru

4. Fitur Siswa


Tutorial Elearning Madrasah | #1 Pengenalan Fitur Login

Tutorial Elearning Madrasah | #2 Fitur Login Operator

Tutorial Elearning Madrasah | #3 Setting Kalender Akademik

Tutorial Elearning Madrasah | #4 Setting Ruang Kelas & Mapel

Tutorial Elearning Madrasah | #5 Setting Management User
Tutorial Elearning Madrasah | #6 Setting Wali Kelas dan BK

Tutorial Elearning Madrasah | #7 Setting Kenaikan Kelas
Tutorial Elearning Madrasah | #8 Fitur Login Eksekutif/Kepala & Waka
Tutorial Elearning Madrasah | #9 Fitur Login Guru
Tutorial Elearning Madrasah | #10 Membuat Kelas Online

Tutorial Elearning Madrasah | #11 Copy Kelas Online

Tutorial Elearning Madrasah | #12 Video Conference

Tutorial Elearning Madrasah | #13 Absen dan Jurnal Kelas

Tutorial Elearning Madrasah | #14 CBT Online

Tutorial Elearning Madrasah | #15 Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan

Tutorial Elearning Madrasah | #16 Penilaian Sikap
Tutorial Elearning Madrasah | #17 Fitur Login Siswa

Tutorial Elearning Madrasah | #18 Kelas Online

Tutorial Elearning Madrasah | #19 Video Conference Siswa

Tutorial Elearning Madrasah | #20 Cara Mengerjakan CBT
https://youtu.be/r-3ZHHid3Rc

Tutorial Elearning Madrasah | #21 Cara Mengerjakan Tugas Pengetahuan dan Keterampilan

Pemanfaatan e-learning ini akan membantu guru dan peserta didik untuk dapat belajar di satu link sekolah. E-learning diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya pada saat pembelajaran online dan jarak jauh seperti sekarang. Ini juga dapat dimanfaatkan pada situasi pembelajaran tatap muka.



Monday, 22 February 2021

Goresan Catatan Guru Bersama Korona Bagian 10




#Menulis di Blog Jadi Buku

# 22 Februari 2021

Belajar Link, Belajar Kedisiplinan dan Ketelitian
Oleh: Suyati


Perubahan-perubahan yang terjadi akibat pandemic mulai terbiasa kita rasakan. Kita memang harus berdampingan dengan virus ini. Tidak mengabaikan tetapi tidak pula kita bisa menghindarinya. Berbagai sektor sudah tepengaruh dengan keadaan ini. Kebiasaan-kebiasaan baru dituntut untuk dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan keadaaan.

Salah satu yang terjadi pada guru adalah tentang presensi/kehadiran dalam bekerja. Setelah dberlakukan finger print untuk presensi selama beberapa tahun ke belakang. Awalnya presensi ddengan menggunakan finger print mendapat banyak kritikan. Tetapi seiring berjalannya waktu, akhirnya pun kita bisa menyesuaikan dan akhirnya terbiasa. Kini karena merebaknya virus ini system presensi diubah dengan sistem online. Sekarang harus berganti pola kembali.

Yang ingin saya sampaikan di sini bukanlah tentang presensinya. Tetapi pola yang digunakan. Karena kita menggunakan link kadang-kadang ketika kita meyimpannya maka akan muncul kerepotan luar biasa. Bagi yang menyimpannya kita tinggal klik saja. Internet jalan dan kuota tersedia maka lancarlah. Tetapi bagi yang tidak ini akan menimbulkan kebingungan. Ketika kita harus mengetik alamat yang diberikan maka tidak satu pun kesalahan yang diperbolehkan masuk ke dalamnya. Jika kita salah mengetik satu karakter slah maka proses akan tertolak.

Yang kedua adalah penyampaian materi pelajaran. Kita bisa menggunakan blog, google, classroom, youtube dan berbagai fasilitas online lainnya. Sama halnya dengan link presensi, jika kita salah memasukkan link kita pada fasilitas pembelajaran tersebut maka kita tidak akan mendapatkan materi tersebut. Materi tersebut tidak dapat dibuka.

Berikutnya adalah link-link tentang sertifikat atau pengumpulan suatu dokumen. Pada saat sekarang banyak pengarsipan dokumen-dokumen yang dilakukan lewat online. Kita diminta untuk mengumpulkan dokumen-dokumen tentang kepegawaian, tentang kenaikan pangkat, tentang sertifikat, dan alin sebagainya melalui link. Tentu ini akan berbahaya dan sekaligus merugikan jika kita sampai salah link. Apa yang seharusnya dikirim akhirnya tertunda bahkan gagal terupload karena salah penulisan karakter pada link.

Bahasa pemrogramanan mungkin di kalangan penikmat teknologi tidak asing lagi. Tetapi bagi yang jarang berkutat dengan hal tersebut adalah hal yang membingungkan. Memang link tersebut tidak harus diingat. Kita hanya perlu menyimpannya dean kemudian kita bisa mengkopi paste di lain kesempatan. Kalau tidak demikian maka akan bolak-balik akses kita ditolak oleh komputer atau jaringan kita. Ini yang kadang akhirnya memakan waktu proses dari kegitan presensi dan penyampaian materi. Keluhan link tidak bisa dibuka sering mewarnai. Dan kadang-kadang hal tersebut terjadi karena hal-hal yang sepele saat kita memasukkan link yang diberikan. Ketelitian dan perhatian mutlak diperlukan untuk bisa menggunakan Bahasa pemrograman ini dengan baik. Hanya karena kurang tanda titik (.), salah membedakan strip (-) dengan slash (_), menggunakan koma dan sampai menulis karakter huruf dan angka salah menjadi masalah yang tidak bisa dianggap kecil dalam pembuatan link dalam penyampaian materi.

Berkaca dari kebingungan dan kegagalan masuk karena memasukkan karakter salah dalam link. Saya lebih berhati-hati. Tidak menganggap sepele apa yang kita anggap tidak penting. Juga meningkatkan kedisplinan dalam segi yang lain. Tidak asal dan sembarangan. Karena akibatnya tidak main-main. Kegagalan kita masuk pada sebuah link tentu akan merugikan diri kita sendiri. Selain kita tidak mendapatkan apa yang kita tuju. Lebih dari itu kita sama sekali tidak bisa masuk ke dalamnya. Nah solusinya latih ketelitian dan kedisplinan diri mulai dari menuliskan atau mengetik link secara tepat dan benar sesuai yang diberikan. Salam literasi.


Pentigraf: Film Upin dan Ipin di Mata Anakku

 


Siapa yang tidak kenal film Upin dan Ipin? Saya kira tidak ada ya? Semua mengenal filmnya maupun versi di layar televisi. Upin dan Ipin sudah menjadi tontonan wajib bagi anak-anak termasuk anakku. Ia sudah hafal betul jam berapa saja film ini ditayangkan di layar kaca. Meski sekarang lebih jarang menonton televisi tapi jadwal menonton Upin dan Ipin tidak boleh terlewatkan. Biasanya ia akan menonton bersama-sama teman-temannya di rumah.

Perkembangan pengenalannya terhadap tokoh-tokoh Upin dan Ipin ternyata luar biasa. Sekarang ia sudah mampu menganalisis karakter dari masing-masing tokoh pemain di sana. Seperti sore ini ia bercerita dengan teman-temannya siapa saja pemain di Upin dan Ipin. Mereka saling menyebutkan tokoh-tokoh. Ia mulai menganalisis karakter mereka. Misalnya, Upin dan Ipin, suka membantu Atuk dan pengen menjadi detektif. Upin dan Ipin suka makan ayam goreng. Ijat yang penakut dan suka pingsan. Ikhsan menurutnya orang kaya yang suka makan dan manja. Mey-Mey yang suka bermain masak-masakan, pakai kacamata dan suka membaca. Susanti orang Indonesia yang suka memotret. Mail yang suka berjualan. Apa-apa harus dibayar. Tidak boleh ada yang gratis. Jarjit yang suka berpantun dan pakai topeng. Opah, nenek yang sayang sama Upin dan Ipin. Atuk giginya ompong dan suka berkebun. Satu demi satu mereka saling melengkapi analisis mereka.

Mendengar analisis mereka saya berdecak kagum. Ternyata anak-anak tidak hanya sekedar menonton seperti yang saya kira. Mereka mencermati apa yang mereka tonton. Mungkin inilah yang menjadi alasan, anak-anak harus didampingi saat mereka menonton televisi. Ada satu tokoh yang belum mereka sebutkan dalam cerita mereka, yaitu Kak Ros. Aku akhirnya ikut bergabung penasaran. Saya tanya tentang Kak Ros. “Kalau Kak Ros bagaimana?” Sejenak anakku diam. Teman-temannya juga diam, berpikir untuk mencoba menjawab. Tiba-tiba anakku menjawab, “Kak Ros itu kayak Mama. Suka marah-marah. Apa-apa nggak boleh dilakukan Upin Ipin.” Mendengar jawaban anakku, aku tercengang. Duh jawabannya mak jleb banget. Teman-temannya tertawa, mungkin membenarkan. Begitukah aku selama ini? Pemarah kayak Kak Ros? “Tapi aku sayang Mama. Kayak Upin Ipin sayang Kak Ros,” ucapnya sambil memelukku di depan teman-temannya. So sweet, my little angel! Love you, too.