Thursday, 30 April 2026

Belajar Bertanam Tomat

Menanam tomat adalah pilihan yang sangat tepat karena memiliki kemiripan teknis dengan menanam cabai, namun dengan beberapa karakteristik pertumbuhan yang unik.

Berikut adalah langkah-langkah untuk menanam tomat dari biji agar hasilnya optimal:

1. Persemaian dan Kelembapan

Mirip dengan cabai, tomat membutuhkan media semai yang gembur.

 * Kedalaman: Tanam biji sedalam 0,5 cm.

 * Kelembapan: Tomat sangat sensitif terhadap kekeringan pada fase kecambah. Pastikan media tetap lembap tetapi tidak tergenang air.

 * Suhu: Biji tomat menyukai suhu yang hangat untuk berkecambah, idealnya di area yang terkena cahaya namun terlindung dari hujan deras.

2. Pemindahan ke Media Permanen

Tomat siap dipindahkan saat tingginya mencapai 10–15 cm atau sudah memiliki daun sejati yang kuat.

 * Tanam Lebih Dalam: Berbeda dengan tanaman lain, Anda bisa menanam bibit tomat sedikit lebih dalam hingga batang bawahnya tertutup tanah. Ini akan merangsang pertumbuhan akar tambahan di sepanjang batang yang tertimbun, membuat tanaman lebih kokoh.

3. Pemberian Penyangga (Ajir)

Ini adalah langkah krusial yang sering terlupakan:

 * Karena buah tomat bisa menjadi berat dan batangnya cenderung lemas, pasanglah tonggak kayu atau bambu (ajir) setinggi 1–1,5 meter segera setelah pemindahan. Ini mencegah batang patah atau buah menyentuh tanah yang bisa memicu pembusukan.

 4. Perawatan dan Pemangkasan

 * Pemangkasan (Pruning): Buang "tunas air" yang tumbuh di ketiak daun agar nutrisi fokus pada pembentukan buah, bukan hanya rimbun di daun.

 * Penyiraman Fokus: Siramlah langsung ke bagian tanah/akar. Hindari membasahi daun terlalu sering karena tomat rentan terhadap penyakit jamur (busuk daun).

5. Kombinasi Tanaman (Companion Planting)

Tomat akan tumbuh sangat baik jika diletakkan berdekatan dengan tanaman seperti kemangi atau marigold, karena aroma tanaman tersebut dapat membantu mengusir hama alami tomat.


Belajar Bertanam Cabai di Pot

Menanam cabai dari biji adalah proses yang memuaskan dan relatif sederhana jika dilakukan dengan langkah yang tepat. Berikut adalah panduan praktis untuk memulai:

1. Persiapan Benih

Anda bisa menggunakan biji dari cabai yang sudah matang sepenuhnya (berwarna merah sempurna) atau membeli benih kemasan.

 * Seleksi: Rendam biji dalam air. Pilih biji yang tenggelam karena memiliki peluang tumbuh lebih tinggi, dan buang yang mengapung.

 * Pengeringan: Jika menggunakan cabai segar, keringkan biji di bawah sinar matahari (tidak langsung) agar tidak berjamur saat disemai.

 2. Tahap Penyemaian

Penyemaian bertujuan agar bibit cukup kuat sebelum dipindahkan ke media permanen.

 * Media Semai: Gunakan campuran tanah halus dan kompos atau sekam bakar dengan perbandingan 1:1

 * Penanaman: Masukkan biji ke kedalaman sekitar 0,5 cm. Siram dengan air menggunakan sprayer agar posisi biji tidak bergeser.

 * Waktu: Biasanya bibit akan mulai berkecambah dalam waktu 7–14 hari.

3. Pemindahan Tanam (Transplanting)

Setelah bibit memiliki 4–6 helai daun (sekitar usia 3-4 minggu), bibit siap dipindahkan ke pot, polybag, atau bedengan tanah.

 * Waktu: Lakukan pemindahan pada sore hari untuk mengurangi stres pada tanaman akibat panas matahari.

 * Jarak: Jika menanam di lahan terbuka, beri jarak sekitar **50–60 cm** antar tanaman agar sirkulasi udara terjaga.

4. Perawatan Rutin

 * Penyiraman: Lakukan secara rutin pagi dan sore, namun pastikan media tidak terlalu becek karena dapat memicu busuk akar.

 * Pemupukan: Berikan pupuk organik atau NPK secara berkala untuk mendukung pertumbuhan daun dan buah.

 * Sinar Matahari: Tanaman cabai membutuhkan paparan sinar matahari minimal **6–8 jam sehari.

5. Pengendalian Hama dan Panen

 * Waspadai hama seperti kutu daun atau ulat. Penggunaan pestisida nabati secara rutin bisa menjadi langkah pencegahan yang baik.

 * Cabai biasanya siap dipanen pada usia 3–4 bulan setelah tanam, tergantung pada varietasnya.



Pemanfaatan Pupuk Organik

Menggunakan pupuk organik tidak hanya menyediakan nutrisi jangka panjang bagi tanaman tomat dan cabai Anda, tetapi juga memperbaiki struktur tanah di halaman agar tetap gembur.

Berikut adalah beberapa jenis pupuk organik yang efektif dan cara aplikasinya:

1. Pupuk Kompos atau Kascing

Ini adalah dasar nutrisi yang paling aman.

 * Aplikasi: Campurkan kompos ke dalam tanah sebelum penanaman dengan perbandingan 1 bagian kompos : 2 bagian tanah.

 * Manfaat: Menambah mikroorganisme baik yang membantu akar tanaman menyerap nutrisi lebih maksimal.

2. Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Dapur

Anda bisa memanfaatkan sisa sayuran, kulit buah, atau air cucian beras.

 * Air Cucian Beras: Mengandung vitamin B1 yang sangat baik untuk mencegah stres saat bibit baru dipindahkan. Cukup siramkan langsung ke media tanam seminggu sekali.

 * POC Kulit Pisang: Rendam kulit pisang dalam air selama 24 jam. Air rendaman ini kaya akan Kalium (K) yang sangat dibutuhkan tomat dan cabai untuk merangsang pembungaan dan membuat buah lebih manis/pedas.

3. Cangkang Telur (Sumber Kalsium)

Tomat sering mengalami masalah *Blossom End Rot* (ujung buah busuk/hitam) karena kekurangan kalsium.

 * Cara: Cuci bersih cangkang telur, keringkan, lalu tumbuk hingga halus. Taburkan bubuk cangkang telur ini di sekitar pangkal batang tanaman.

4. Pupuk Kandang yang Sudah Matang

Pastikan pupuk kandang (kambing atau ayam) sudah melalui proses fermentasi sempurna (tidak berbau menyengat dan dingin).

 * Peringatan: Jangan gunakan pupuk kandang yang masih "segar" karena suhunya panas dan bisa membakar akar bibit yang masih muda.

 Tips Pemberian Pupuk

 * Fase Pertumbuhan: Berikan pupuk tinggi Nitrogen (N) seperti kompos di awal pertumbuhan.

 * Fase Pembuahan: Saat bunga mulai muncul, beralihlah ke pupuk yang tinggi Kalium (K) dan Fosfor (P) seperti rendaman kulit pisang atau sabut kelapa.


Sunday, 26 April 2026

Belajar Bertanam 2

 Pilihan yang bagus! Menambahkan sawi dan kemangi akan membuat ekosistem di pinggiran sawah Anda jadi lebih beragam. Karena karakter kedua tanaman ini sedikit berbeda dengan bayam dan kangkung, ada beberapa hal yang bisa Anda terapkan:

### 1. Menanam Sawi (Caisim/Pakcoy)

Sawi memiliki kebutuhan nutrisi yang mirip dengan bayam, namun sedikit lebih manja terhadap serangan ulat daun.

 * **Posisi:** Tempatkan sawi di area yang paling gembur tanahnya. Sawi sangat suka tanah yang kaya bahan organik.

 * **Jarak Tanam: Berikan jarak sekitar 20-25 cm. Sawi butuh ruang untuk melebarkan daunnya agar tidak mudah busuk di bagian bawah karena kelembapan tanah sawah.

 * **Tips: Jika menanam dari benih pabrikan, sebaiknya disemai dulu di wadah kecil (tray semai) selama 7-10 hari sebelum dipindah ke bedengan sawah.

### 2. Menanam Kemangi

Kemangi adalah pilihan cerdas untuk ditanam di pinggiran karena fungsinya sebagai **tanaman pengusir hama alami** (*repellent*).

 * Sebagai Pagar Hidup: Tanamlah kemangi di sisi yang berbatasan langsung dengan kebun. Aroma kuat dari daun kemangi dapat membantu mengalihkan perhatian serangga agar tidak langsung menyerang bayam dan sawi Anda.

 * Kebutuhan Air: Kemangi lebih tahan kering dibanding kangkung. Ia akan tumbuh sangat rimbun jika sering dipetik ujung pucuknya (topping). Ini akan merangsang pertumbuhan tunas baru di samping.

 * Ketahanan: Tanaman ini sangat awet. Jika bayam dan kangkung sudah panen, kemangi biasanya masih bisa terus tumbuh dan dipanen berkali-kali.

### Strategi Tata Letak (Zonasi)

Agar lahan Anda yang cenderung lembap ini efisien, Anda bisa menyusunnya seperti ini:

 1. Zona Paling Lembap (Dekat saluran air/sawah): Tanam Kangkung

 2. Zona Tengah (Bedengan tinggi): Tanam Bayam dan Sawi.

 3. Zona Perbatasan (Dekat kebun): Tanam Kemangi sebagai pembatas.

### Tips Tambahan untuk Sawah Pinggiran:

Karena Anda menanam beberapa jenis sayuran sekaligus, waspadai Hama "Lembing Batu" atau serangga penghisap yang sering berpindah dari padi ke sayuran. Penggunaan mulsa alami seperti jerami kering di atas bedengan bisa sangat membantu menjaga agar daun sawi dan bayam tidak kotor terkena percikan tanah saat hujan, sekaligus menjaga struktur tanah tetap gembur.


Belajar Bertanam 1

Kondisi tanah yang kering namun cenderung lembap di pinggiran sawah sebenarnya adalah "titik manis" untuk menanam sayuran hijau. Lokasi dekat kebun biasanya juga memberikan sirkulasi udara yang baik, meski Anda harus tetap memastikan tanaman mendapatkan akses sinar matahari langsung tanpa terhalang tajuk pohon besar di kebun tersebut.

Berikut adalah beberapa strategi khusus untuk mengoptimalkan lahan pinggiran sawah tersebut:

## 1. Pengaturan Drainase (Kunci Utama)

Karena lokasinya di pinggiran sawah yang cenderung lembap, risiko utama adalah tanah menjadi terlalu jenuh air (waterlogged).

 * Tinggikan Bedengan: Buat bedengan sedikit lebih tinggi (sekitar 30 cm) dari permukaan tanah sekitarnya. Ini memastikan akar bayam—yang lebih sensitif terhadap pembusukan dibanding kangkung—tetap bisa bernapas meski tanah di bawahnya lembap.

 * Parit Keliling: Buat parit kecil di sekeliling bedengan agar air sisa dari sawah atau hujan tidak menggenang di area perakaran.

## 2. Manajemen Cahaya di Dekat Kebun

Karena lokasi berdekatan dengan kebun, perhatikan bayangan pohon:

 * **Posisi Tanam:** Jika ada pohon tinggi di kebun tersebut, tanamlah bayam dan kangkung di sisi yang tidak tertutup bayangan pohon pada jam 09.00 hingga 15.00.

 * Prioritas Lokasi: Letakkan Kangkung di bagian yang paling lembap/basah, dan Bayam di bagian yang sedikit lebih tinggi atau kering, karena kangkung jauh lebih toleran terhadap kondisi air yang berlebih.

## 3. Penyesuaian Media Tanam

Kondisi lembap terus-menerus bisa memicu tumbuhnya jamur atau tanah menjadi asam.

 * Pemberian Kapur Dolomit: Sangat disarankan untuk menaburkan sedikit kapur dolomit saat pengolahan tanah. Ini berfungsi menetralkan pH tanah sawah yang biasanya cenderung asam dan mencegah penyakit rebah semai.

 * Sekam Bakar: Campurkan sekam bakar pada bedengan untuk memperbaiki porositas tanah, sehingga tanah tidak memadat (bantat) saat basah.

## 4. Antisipasi Hama dari Kebun

Lokasi di pinggiran kebun biasanya lebih kaya akan biodiversitas, termasuk hama:

 * Ulat Grayak & Belalang: Sering berpindah dari tanaman kebun ke sayuran hijau. Lakukan pengecekan rutin pada pagi hari.

 * Pembersihan Gulma: Bersihkan rumput di perbatasan antara kebun dan area tanam Anda agar tidak menjadi "jembatan" bagi hama untuk menyeberang.

Saran Tambahan:

Mengingat tanahnya sudah lembap, Anda mungkin hampir tidak perlu menyiram secara manual setiap hari jika kelembapan bawah tanah sudah cukup. Anda cukup memantau kondisi daun; jika terlihat segar di pagi hari, berarti pasokan air dari tanah sudah Menggunakan bibit bayam lokal biasanya memberikan keuntungan karena tanaman tersebut sudah lebih adaptif dengan iklim mikro di daerah Anda, sementara kangkung pabrikan umumnya memiliki daya tumbuh yang seragam dan batang yang lebih renyah.

Mengingat kondisi lahan Anda yang di pinggiran sawah dan jenis bibit yang berbeda, berikut beberapa tips tambahan agar hasilnya maksimal:
1. Penanganan Bibit Bayam Lokal (Cabutan/Tebar Biji Lokal)
Karena bibit diambil dari area sekitar, ada risiko membawa hama atau penyakit bawaan dari lahan lama.
 * Seleksi Ketat: Pilih bibit yang batangnya kokoh dan daunnya tidak ada bercak putih (karat putih).
 * Jarak Tanam: Jika Anda memindahkan bibit cabutan, beri jarak sekitar 10-15 cm. Jangan menanam terlalu rapat agar sirkulasi udara di bawah tajuk daun tetap baik, mengingat lokasi Anda cenderung lembap.
 * Adaptasi: Jika itu bibit cabutan, sebaiknya tanam pada sore hari agar tanaman punya waktu semalam untuk pulih dari stres sebelum terkena matahari terik besok paginya.# 2. Penanganan Kangkung Benih Pabrikan
Benih kemasan biasanya sudah diberi perlakuan pestisida (seringkali berwarna merah atau hijau).
 * Perendaman: Rendam benih kangkung dalam air hangat kuku selama 2-6 jam sebelum ditanam untuk mempercepat perkecambahan. Benih yang mengapung sebaiknya dibuang karena kemungkinan besar tidak akan tumbuh.
 * Sistem Garitan: Karena benih pabrikan tumbuh serempak, buatlah barisan (garitan) yang rapi. Ini akan memudahkan Anda saat mencabut gulma yang mungkin tumbuh subur dari area kebun sebelah.
3. Tips Khusus Lahan Pinggiran Sawah & Kebun
 * Waspada Keong Mas: Sawah pinggiran seringkali menjadi tempat persembunyian keong mas. Kangkung yang baru tumbuh adalah makanan favorit mereka. Pastikan area bedengan bersih dari sampah plastik atau kayu yang bisa jadi tempat mereka bertelur.
 * Nutrisi Tambahan: Karena bayam lokal biasanya lebih "rakus" nutrisi dibanding varietas hibrida tertentu, pastikan pupuk kandang yang Anda gunakan sudah benar-benar matang (sudah jadi tanah) agar tidak memicu panas di tanah yang lembap.
 * Rotasi Posisi: Pada musim tanam berikutnya, tukarlah posisi. Bekas lahan kangkung ditanami bayam, dan sebaliknya. Ini membantu menjaga keseimbangan unsur hara di tanah pinggiran sawah tersebut.


Saturday, 25 April 2026

Jadwal Ta'lim Ahad Pagi PDM Purbalingga Bulan Mei 2026

 Jadwal Ketempatan Ta'lim Ahad Pagi  PDM Purbalingga Bulan MEI 2026 Jam 07.00-08.00 WIB:

 

1. Tgl, 03 Mei 2026

     Di Masjid Al Hikmah Perumahan Bojong, Kec. Purbalingga.

Ust. Dari Lazismu Prop. Jateng.


2. Tgl, 10. Mei 2026

     Di Masjid Darunnaja Desa Gembong, Kec. Bojongsari.

Ust. H.Sukarman, S.Ag.


3. Tgl, 17 Mei 2026

Di Panti Asuhan Muhammadiyah Bukateja, Kec. Bukateja

Ust. H. Suparna


4. Tgl, 24 Mei 2026

     Di Masjid Nurul Huda Desa Lamuk Kec. Kejobong.

Ust. Agus Triyono, S.Ag. M.Pd.


5. Tgl 31 Mei 2026

Di Masjid... Desa Sangkanayu, Kec. Mrebet

Ust. H. Sodikin Masyruhin, S.Ag.M.Pd.

Konsep Segitiga Restitusi

 Konsep **Segitiga Restitusi** merupakan proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka dengan karakter yang lebih kuat. Pendekatan ini dikembangkan oleh Diane Gossen dan sering digunakan dalam praktik disiplin positif di sekolah.

Berikut adalah tiga tahapan Segitiga Restitusi beserta contoh penerapannya:

## 1. Menstabilkan Identitas (*Stabilize the Identity*)

Tahap ini bertujuan untuk mengubah identitas anak dari orang yang gagal karena berbuat salah menjadi orang yang sukses. Tujuannya agar anak merasa tenang dan tidak dalam kondisi bertahan (*defensive*).

 * **Prinsip:** Kita tidak bisa membantu seseorang jika mereka masih merasa bersalah atau ketakutan.

 * **Contoh Kalimat/Tindakan:**

   * "Bapak/Ibu tidak tertarik mencari siapa yang salah, tapi Bapak/Ibu ingin mencari solusi dari masalah ini."

   * "Berbuat salah itu hal yang manusiawi. Tidak ada manusia yang sempurna."

   * "Kamu punya hak untuk merasa marah/kecewa saat itu."

## 2. Validasi Tindakan yang Salah (*Validate the Misbehavior*)

Setiap perilaku manusia pasti memiliki tujuan atau alasan tertentu (memenuhi kebutuhan dasar). Di tahap ini, guru mencoba memahami alasan di balik tindakan murid tersebut tanpa menghakimi.

 * *Prinsip: Mengenali kebutuhan yang sedang berusaha dipenuhi oleh anak.

 * *Contoh Kalimat/Tindakan:

   * "Padahal kamu bisa melakukan hal yang lebih buruk dari ini, tapi kamu tidak melakukannya, kan?"

   * "Kamu pasti punya alasan mengapa melakukan hal itu."

   * "Kamu melakukan itu karena kamu ingin mempertahankan sesuatu yang penting bagimu?"

3. Menanyakan Keyakinan (Seek the Belief)

Setelah anak merasa tenang dan dipahami, langkah terakhir adalah menghubungkan perilaku mereka dengan nilai-nilai atau keyakinan yang mereka percayai atau keyakinan kelas yang telah disepakati.

 * **Prinsip:** Memotivasi anak secara internal untuk memperbaiki diri.

 * **Contoh Kalimat/Tindakan:**

   * "Apa nilai-nilai umum yang telah kita sepakati di kelas?"

   * "Seperti apa gambaran kelas yang ideal menurutmu?"

   * "Kamu ingin menjadi orang seperti apa nantinya?"

### Contoh Kasus Integratif

**Skenario:** Seorang murid (misal: Budi) ketahuan menyontek saat ulangan karena tidak sempat belajar.

 1. Menstabilkan Identitas: "Budi, Bapak tahu kamu merasa tertekan dengan ulangan tadi. Semua orang pernah merasa bingung saat menghadapi ujian."

 2. Validasi Tindakan: "Kamu menyontek karena ingin mendapatkan nilai bagus agar orang tuamu tidak kecewa, benar begitu? Padahal kamu bisa saja bolos sekolah tadi, tapi kamu tetap datang dan mencoba mengerjakan."

 3. Menanyakan Keyakinan: "Sekarang, mari kita lihat kembali. Apakah menyontek sesuai dengan keyakinan kelas kita tentang kejujuran? Jika kamu ingin menjadi orang yang sukses di masa depan, apakah cara ini membantu? Apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki ini?"


Pembinaan ASN dan Non ASN Kemenag Kecamatan Karanganyar dan Kartanegara






Pembinaan  ASN dan Non ASN Kementerian Kabupaten Purbalingga 

Tidak mencampuri komite 

Tidak ada penahanan ijazah 


Jadilah pegawai yang profesional. 

SEHATI :

 Santun 

Efektif dan Efisien

Humanis 

Amanah 

Tertib

Ikhlas


Mempertahankan WBK --->WBMM

Integritas 

Profesional 

Biasakan Budaya pelayanan yang terbaik

Inovasi dan 

URAB MENDOAN:

Ustadz

Rajin

Bertani 

Menopang/Mendukung 

Kehidupan 

Wednesday, 22 April 2026

Penuntut Ilmu dan Pemburu Harta

 ONE DAY ONE HADITS

Senin, 20 April 2026 / 2 Dzulkaidah 1447


عن ابن مسعود رضي الله عنه قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " مَنْهُومَانِ لا يَشْبَعَانِ طَالِبُ عِلْمٍ وَطَالِبُ دُنْيَا " ، الطبراني في الكبير

Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

Ada dua macam orang yang rakus selalu tidak merasa kenyang, yaitu penuntut ilmu dan pemburu duniawi.

[ Hr At- Tabroni]


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Bahwa Abdullah ibnu Mas'ud pernah mengatakan bahwa ada dua orang yang haus dan tidak pernah merasa kenyang, yaitu orang yang berilmu dan orang yang memiliki harta; tetapi keduanya tidak sama. 

2- Adapun orang yang berilmu, maka bertambahlah ridha Tuhan Yang Maha Pemurah kepadanya. Adapun orang yang berharta, maka dia makin tenggelam di dalam kesesatannya (sikap melampaui batasnya).

3- Semoga kita bisa menyikapi dan mewaspadai keadaan yang ada dengan benar dan baik untuk keselamatan dunia akhirat.


Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an: 

1-  Orang yang berilmu, maka bertambahlah ridha Tuhan Yang Maha Pemurah kepadanya bila mau mengamalkan ilmunya dengan benar dan baik

َ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ 

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.[Fâthir: 28]


2- Adapun orang yang berharta, bila tidak bisa mewaspadai dirinya maka dia makin tenggelam di dalam kesesatannya (sikap melampaui batasnya).

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَى  أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى 

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. [Al-'Alaq: 6-7].Lr

Tuesday, 21 April 2026

Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 MTsN 1 Purbalingga

 Peringatan Hari Kartini tahun 2026 di MTsN 1 Purbalingga berlangsung dengan semarak dan khidmat. Seluruh civitas akademika turut serta merayakan semangat perjuangan pahlawan emansipasi wanita tersebut dengan berbagai rangkaian kegiatan yang menarik.

1. Apel Pagi: Memaknai "Habis Gelap Terbitlah Terang"

Kegiatan diawali dengan apel pagi yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan karyawan di lapangan madrasah. Pemandangan terlihat berbeda karena seluruh siswa mengenakan baju adat dari berbagai daerah di Nusantara, menciptakan nuansa warna-warni budaya yang kental.


Kepala MTsN 1 Purbalingga, Bapak Syarif Hidayat, S.Ag., bertindak langsung sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, beliau menekankan beberapa poin penting:

  • Bukan Sekadar Fisik: Beliau mengingatkan bahwa peringatan Hari Kartini jangan hanya dimaknai sebatas perayaan fisik seperti mengenakan baju adat semata.

  • Filosofi Perjuangan: Makna terdalam dari perjuangan R.A. Kartini tertuang dalam kalimat ikonik "Habis Gelap Terbitlah Terang".

  • Korelasi Religi: Beliau menjelaskan bahwa kalimat tersebut sejatinya bersumber dari nilai spiritual Minadz-dzulumati ilan-nuur (dari kegelapan menuju cahaya). Perjuangan ini adalah upaya membebaskan diri dari kegelapan kebodohan menuju terangnya ilmu pengetahuan dan kemuliaan adab.

  • Dalam kegiatan apel ini juga diberikan penghargaan kepada Kartini-Kartini MTsN 1 Purbalingga yang telah berprestasi dalam bidang masing-masing. Kartini-Kartini tersebut adalah: 1) Ibu Laily Fatimah,S.Ag 2) Ibu Kingkin Widiasih,S.Pd 3) Ibu Kholifah, S.Pd.I 4) Ibu Tsalis Suwaebah,S.Ag 5) Ibu Suyati,S.Pd 6) Ibu Sri Maulidah Isrofiyatun,S.Pd 7) Ibu Dian Sri Yuli Astutin, S.Pd 8) Ibu Eliyaningsih, S.E


2. Kemeriahan Lomba Antarkelas

Setelah apel selesai, suasana madrasah berubah menjadi panggung kreativitas. Sebanyak 27 kelas di MTsN 1 Purbalingga berpartisipasi aktif dalam berbagai perlombaan yang telah disiapkan panitia. Lomba yang diselenggarakan adalah Fashion Show dan Menyanyi

3. Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperingati sejarah, tetapi juga sebagai sarana:

  1. Menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta budaya melalui pakaian adat.

  2. Mengasah bakat dan keberanian siswa dalam bidang seni dan performa.

  3. Menanamkan nilai kegigihan agar siswa-siswi MTsN 1 Purbalingga terus belajar demi mencapai masa depan yang cerah (menuju cahaya ilmu).

Peringatan Hari Kartini 2026 di MTsN 1 Purbalingga ini berlangsungmeriah dan dilaksanakan dengan antusias oleh seluruh siswa. Semangat Kartini benar-benar terasa hidup di lingkungan madrasah.

Sunday, 19 April 2026

Signs and Notices at School

 

1. Definisi (Definition)

Notice atau Sign adalah pesan singkat berupa tulisan atau simbol di tempat umum yang bertujuan untuk memberikan informasi, instruksi, peringatan, atau larangan kepada orang lain.

2. Jenis-jenis Notice (Types of Notices)

Di sekolah, kita biasanya menemukan empat jenis utama:

  • Command (Perintah): Memberitahu apa yang harus dilakukan.

    • Contoh: "Keep the room clean" (Jagalah kebersihan ruangan).

  • Prohibition (Larangan): Memberitahu apa yang tidak boleh dilakukan. Biasanya menggunakan kata "No" atau "Do Not".

    • Contoh: "No smoking", "Do not litter" (Jangan buang sampah sembarangan).

  • Caution/Warning (Peringatan): Mengingatkan akan adanya bahaya atau sesuatu yang perlu diwaspadai.

    • Contoh: "Caution: Wet Floor" (Awas: Lantai basah).

  • Information (Informasi): Memberikan keterangan tentang suatu tempat atau benda.

    • Contoh: "Library" (Perpustakaan), "Staff Only" (Hanya untuk staf).

3. Kosakata Penting (Key Vocabulary)

  • Litter: Sampah / membuang sampah.

  • Quiet: Tenang / diam.

  • Queue: Antre.

  • Prohibited/Forbidden: Dilarang.

  • Required/Must: Wajib / harus.

  • rubbish bin : tempat sampah

  • allowed : diizinkan

  • must not : jangan

  • don't/do not/No... : dilarang/tidak boleh

Saturday, 18 April 2026

Memasak Labu

 Memasak labu menjadi sayur sangatlah fleksibel karena teksturnya yang lembut dan rasa manis alaminya cocok dengan berbagai bumbu. Di Indonesia, labu siam atau labu kuning biasanya diolah menjadi hidangan berkuah yang segar atau gurih.

Berikut adalah tiga cara populer untuk mengolah labu:

# 1. Sayur Bening Labu (Segar & Cepat)

Cocok untuk menu makan siang yang ringan.

 * Bahan: Labu siam (potong korek api) atau labu kuning (potong dadu), jagung manis, dan bayam.

 * Bumbu: Bawang merah iris, temu kunci (geprek), garam, dan sedikit gula.

 * Cara: Rebus air bersama bawang merah dan temu kunci hingga mendidih. Masukkan labu dan jagung, masak hingga empuk, lalu tambahkan bayam. Beri garam dan gula, aduk sebentar, lalu angkat.

# 2. Sayur Lodeh atau Gulai (Gurih Bersantan)

Tekstur labu kuning yang lembut sangat menyatu dengan gurihnya santan.

 * Bahan: Labu kuning atau labu siam, kacang panjang, dan tempe.

 * Bumbu Halus: Bawang putih, bawang merah, kemiri, kunyit, dan ketumbar.

 * Cara: Tumis bumbu halus bersama lengkuas dan daun salam. Tuangkan santan encer, masukkan potongan labu. Setelah labu agak lunak, tambahkan santan kental, garam, dan kaldu bubuk. Masak hingga bumbu meresap.

# 3. Tumis Labu Siam (Praktis)

Jika Anda lebih suka hidangan tanpa kuah banyak.

 * Bahan: Labu siam (iris tipis memanjang).

 * Bumbu: Bawang putih, bawang merah, dan cabai (iris semua).

 * Cara: Tumis bumbu iris hingga harum. Masukkan labu siam, tambahkan sedikit air agar tidak gosong. Beri saus tiram, garam, dan merica. Masak cepat dengan api besar agar labu tetap renyah.

# Tips Mengolah Labu:

 * Menghilangkan Getah: Untuk labu siam, potong bagian pangkalnya lalu gosokkan kedua permukaannya hingga keluar buih putih (getah). Cuci bersih sebelum dipotong.

 * Waktu Memasak: Labu kuning lebih cepat lunak dibanding labu siam. Masukkan labu kuning paling terakhir jika dicampur dengan bahan keras lain agar tidak hancur menjadi bubur.



Thursday, 16 April 2026

Mengatur Keuangan secara Sederhana

 Mengatur keuangan dengan pendapatan Rp2.500.000 memerlukan kedisiplinan tinggi, namun sangat mungkin dilakukan dengan metode yang tepat. Salah satu pendekatan yang paling efektif dan sederhana adalah menggunakan rumus 50/30/20 yang dimodifikasi sesuai prioritas kebutuhan pokok.

Berikut adalah panduan simulasi alokasi anggarannya:

# 1. Alokasi Anggaran (Metode Persentase)

1. Kebutuhan Pokok---> 60% --->Rp1.500.000 (Makan, transportasi, listrik/air, pulsa/internet.)

2. Tabungan & Dana Darurat--->20% --->Rp500.000---> Tabungan masa depan dan cadangan biaya tak terduga. 

3. Kebutuhan Pribadi/Hiburan---->10% --->Rp250.000---> Jajan santai, hobi, atau belanja ringan. 

4. Sosial & Sedekah--->10% --->Rp250.000--->Zakat, sedekah, atau bantuan keluarga.

# 2. Strategi Pelaksanaan

 * Prioritaskan "Membayar Diri Sendiri": Begitu gaji diterima, segera sisihkan Rp500.000 ke rekening terpisah yang tidak memiliki akses kartu ATM (atau simpan secara digital). Jangan menunggu sisa uang di akhir bulan untuk menabung.

 * Gunakan Sistem Amplop: Bagi uang tunai untuk kategori Kebutuhan Pokok ke dalam amplop fisik atau dompet pintar di aplikasi bank. Jika jatah makan minggu ini sudah habis, Anda dipaksa untuk lebih hemat di minggu berikutnya.

 * Audit Pengeluaran Kecil: Seringkali kebocoran keuangan terjadi pada "pengeluaran tidak terasa" seperti biaya admin bank, biaya parkir berlebih, atau berlangganan aplikasi yang jarang digunakan.

 * Masak di Rumah: Dengan budget makan di kisaran Rp1.000.000 per bulan (setelah dipotong transportasi/listrik), memasak sendiri dan membawa bekal adalah kunci utama agar nutrisi tetap terjaga tanpa menguras kantong.

# 3. Tips Tambahan agar Tetap Konsisten

 * Dana Darurat adalah Prioritas: Sebelum mulai berinvestasi di instrumen berisiko, pastikan Anda memiliki dana darurat minimal 3x pengeluaran bulanan.

 * Hindari Cicilan Konsumtif: Sebisa mungkin hindari penggunaan fitur paylater untuk barang-barang yang sifatnya keinginan belaka. Jika tidak bisa membeli tunai, berarti barang tersebut belum sesuai dengan kapasitas anggaran saat ini.

Dengan struktur ini, keuangan Anda akan jauh lebih terukur dan Anda tetap memiliki ruang untuk menabung meskipun dengan pendapatan yang terbatas.


Sunnah Nabi Itu Memang Super!

 *MERINDING!!! SUNNAH NABI ITU EMANG SUPER*


1. B.A.B duduk, beresiko tinggi terkena wasir/ambeien. BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

 

2. Kencing berdiri beresiko prostat dan batu ginjal. Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

 

3. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna. Dibanding dengan besi, kayu, atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

 

4. Makan dan minum berdiri dpt mengganggu perncernaan. Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

 

5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan. Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

 

6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi asam. Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

 

7. Tidur tengkurep tidak bagus untuk kesehatan, bahkan itu tidurnya syetan. Tidur menghadap kanan lebih menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

 

8. Banyak Rahasia Sunnah yg telah diteliti para pakar, dari segi hikmah, manfaat, dan kesehatan. Benarlah yg dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika misalnya belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.

 

9. Seorang dokter Eropa berkata: jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (Sunnah Makan, Sunnah di Kamar Mandi, dan Sunnah Tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien...

Subhanallah.

 

Cintailah Sunnah Nabi, tidak hanya adab2 sehari tapi seluruh apa yang telah Rasullah tetapkan dalam Dien Islam ... "Mau yg disukai atau tidak".


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 


Adverb of Manner

 *Adverb of Manner adalah kata keterangan yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana suatu tindakan dilakukan. Sederhananya, kata ini memberikan rincian tentang cara atau gaya seseorang melakukan sesuatu.

Mengubah kata sifat (adjective) menjadi kata keterangan cara (adverb of manner) umumnya dilakukan dengan menambahkan akhiran -ly, namun ada beberapa aturan ejaan dan pengecualian yang perlu diperhatikan.

Berikut adalah daftar kata sifat beserta perubahannya:

1. Aturan Umum (Tambah -ly)

Ini adalah pola yang paling sering ditemukan.

  • Quick -----> Quickly (Dengan cepat)

  • Slow -----> Slowly (Dengan lambat)

  • Bad -----> Badly (Dengan buruk)

  • Soft -----> Softly (Dengan lembut)

  • Calm -----> Calmly (Dengan tenang)

2. Kata Berakhiran -y (Berubah menjadi -ily)

Jika kata sifat berakhiran huruf "y", ganti "y" dengan "i" lalu tambahkan "-ly".

  • Happy -----> Happily (Dengan bahagia)

  • Angry -----> Angrily (Dengan marah)

  • Lazy -----> Lazily (Dengan malas)

  • Easy -----> Easily (Dengan mudah)

  • Hungry -----> Hungrily (Dengan lapar)

3. Kata Berakhiran -le (Berubah menjadi -ly)

Cukup ganti huruf "e" terakhir dengan "y".

  • Gentle -----> Gently (Dengan lemah lembut)

  • Terrible ----->Terribly (Dengan sangat buruk/mengerikan)

  • Possible -----> Possibly (Mungkin saja)

  • Simple -----> Simply (Dengan sederhana)

4. Kata Berakhiran -ic (Tambah -ally)

  • Automatic -----> Automatically (Secara otomatis)

  • Tragic -----> Tragically (Secara tragis)

  • Dramatic -----> Dramatically (Secara dramatis)

  • Specific -----> Specifically (Secara khusus)

5. Bentuk Tidak Beraturan (Irregular)

Beberapa kata tidak mengikuti aturan di atas atau bentuknya tetap sama.

  • Good -----> Well (Dengan baik)

  • Fast   ------> Fast (Dengan cepat — tidak ada kata "fastly")

  • Hard  ------> Hard (Dengan keras/giat)

  • Late --------> Late (Terlambat)

  • Early --------> Early (Lebih awal)


Tips Cepat:

Ingatlah bahwa Adverb of Manner digunakan untuk menjelaskan bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan.

Contoh: "He drives carefully." (Dia menyetir dengan hati-hati). Kata carefully menjelaskan cara dia menyetir.


> **Catatan Penting: Hati-hati dengan kata Hard. Jika kamu bilang "I work hard", artinya kamu bekerja keras. Tapi jika kamu bilang "I hardly work", artinya kamu hampir tidak pernah bekerja!

2. Letak Adverb of Manner dalam Kalimat

Biasanya, kata keterangan ini diletakkan setelah kata kerja utama atau setelah objek.

 * Setelah Kata Kerja:She sings beautifully. (Dia menyanyi dengan merdu).

 * Setelah Objek: He ate the chocolate greedily. (Dia memakan cokelat itu dengan rakus).


#Tips Cepat Membedakannya

Untuk memastikan sebuah kata adalah adverb of manner, coba tanyakan pertanyaan "How?" (Bagaimana?).

 * Contoh: "How did she dance?"

 * *Jawaban: "She danced gracefully." (Kata gracefully adalah adverb-nya).


Makna Logo Matsabangga

  MAKNA LAMBANG -           5 SISI GARIS BINGKAI LUAR WARNA KUNING MELAMBANGKAN 5 RUKUN ISLAM -           5 SISI GARIS BIN...