Showing posts with label SASTRA. Show all posts
Showing posts with label SASTRA. Show all posts

Tuesday, 31 March 2026

Lebaran di Rumah Sederhana Kami

 Sore itu, suasana rumah terasa hangat, jauh dari hiruk-pikuk pusat kota. Sinar matahari yang mulai meredup menyelinap masuk melalui jendela kayu, menyinari meja makan kecil yang sudah terisi dengan toples-toples berisi kue kering—kastengel yang warnanya sudah agak kecokelatan dan nastar buatan Ibu yang bentuknya tidak bulat sempurna, namun selalu jadi rebutan.

Aku duduk di kursi kayu tua, menemani Bapak yang sedang menyesap teh hangatnya. Di hadapan kami, ada sepiring kecil Tahu Gejrot yang baru saja dibeli dari pedagang keliling di depan gang.

"Tahu ini rasanya beda, ya, kalau dimakan pas Lebaran begini," ujar Bapak sambil menyumpit sepotong tahu, menyisakan sedikit kuah asam manis di sudut bibirnya.

Aku tertawa kecil. "Bukan karena tahunya, Pak. Tapi karena Bapak makannya sambil nggak kepikiran jadwal mengajar besok."

Bapak ikut tertawa, suaranya renyah. "Iya, benar. Rasanya tenang sekali. Tadi Ibu bilang, katanya tetangga sebelah habis beli sofa baru, warnanya persis kayak warna kulit sapi yang pernah kita lihat di pasar dulu."

Kami pun tergelak. Obrolan receh itu berlanjut ke mana-mana. Mulai dari membahas kucing liar yang kemarin mencuri kerupuk di dapur, sampai Bapak yang dengan semangat menceritakan ulang kisah lucu saat beliau masih muda, yang entah sudah berapa kali aku dengar tapi tetap saja terasa menghibur.

Ibu datang membawa nampan berisi potongan kue kering dan sepiring kecil kacang goreng. "Ini, dimakan lagi. Jangan cuma ketawa-ketiwi, nanti perutnya masuk angin," goda Ibu sambil mengelus bahuku.

Di luar, suara takbir mulai terdengar samar dari kejauhan. Tidak ada kemewahan yang berlebihan di meja kami sore itu, hanya makanan sederhana, teh hangat, dan tawa yang pecah karena hal-hal kecil.

Saat itulah aku menyadari sesuatu: kebahagiaan saat Lebaran bukanlah tentang betapa megah perayaan yang dibuat, melainkan tentang momen sederhana di mana waktu seolah berhenti—membiarkan kita duduk berdampingan, berbagi cerita receh, dan menikmati keberadaan satu sama lain tanpa syarat.

Hanya kami, rumah ini, dan kesederhanaan yang rasanya jauh lebih mahal daripada apa pun di dunia ini.


Karya dibuat dengan AI


Wednesday, 31 December 2025

Puisi "Sunrise"

 Sunrise

Oleh Suyati


Mengejarnya di pagi buta

Menyambutnya di ketinggian persada

Ternyata kulupa bahwa mentari selalu menyambut 

Di ufuk timur tanpa harus kukejar

Ia hadir dengan kehangatan sinar

Tak perlu disambut 

Mengejar hadirmu laksana aku kehilangan 

Justru semakin menjauh oleh jarak maupun suasana 

Mendung menggayut awan berarak membuat kecewa

Padahal hadirmu selalu ada


Yogyakarta,  30 Desember 2025

Di Kala 06.56


Sunday, 21 September 2025

Negeri di Awan

 Negeri di Awan

By Suyati


Berjarak...

Tak terjamah ...

Indah 

Memenuhi kalau seonggok 

Di ruang senyap

Menitipkan setitik harapan 

Yangdiukirkan di langit senja

Terwujud di pagi yang ceria 






Wednesday, 22 January 2025

Legenda Nusantara

Cerita legenda adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan seringkali dikaitkan dengan tokoh sejarah, tempat, atau peristiwa tertentu. Meskipun dianggap "sejarah" oleh masyarakat yang mempercayainya, legenda seringkali bercampur dengan mitos dan unsur-unsur fantastis.

Legenda adalah cerita yang terkait dengan asal usul terjadinya suatu tempat. Indonesia kaya akan cerita legenda yang diwariskan secara turun-temurun. Cerita-cerita ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral dan kearifan lokal. Berikut beberapa contoh cerita legenda dari berbagai daerah di Indonesia:

  • Malin Kundang (Sumatera Barat): Menceritakan seorang anak yang durhaka kepada ibunya dan dikutuk menjadi batu. Legenda ini mengajarkan tentang pentingnya menghormati orang tua.
  • Tangkuban Perahu (Jawa Barat): Mengisahkan tentang Sangkuriang yang jatuh cinta pada ibunya, Dayang Sumbi. Ia kemudian menendang perahu yang dibuatnya hingga terbalik dan membentuk gunung Tangkuban Perahu. Legenda ini mengingatkan tentang bahaya hubungan incest.
  • Asal Mula Danau Toba (Sumatera Utara): Berkisah tentang seorang pemuda bernama Toba yang menikahi seorang putri ikan. Ia melanggar janjinya untuk tidak menceritakan asal-usul istrinya, sehingga menyebabkan terjadinya banjir besar dan membentuk Danau Toba. Legenda ini mengajarkan tentang pentingnya menepati janji.
  • Roro Jonggrang (Jawa Tengah): Menceritakan tentang seorang putri bernama Roro Jonggrang yang diberi syarat oleh Bandung Bondowoso untuk dibuatkan seribu candi dalam semalam jika ingin menikahinya. Dengan bantuan jin, Bandung Bondowoso hampir berhasil, tetapi Roro Jonggrang mengagalkan usahanya. Bandung Bondowoso yang marah kemudian mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca. Legenda ini menjelaskan asal-usul Candi Sewu.
  • Timun Mas (Jawa Tengah): Mengisahkan tentang seorang wanita bernama Mbok Srini yang mendapatkan biji mentimun ajaib dari raksasa. Biji tersebut menghasilkan seorang bayi perempuan bernama Timun Mas. Ketika Timun Mas dewasa, raksasa datang untuk menagih janji. Timun Mas kemudian melarikan diri dengan membawa bekal pemberian orang sakti. Bekal tersebut berubah menjadi berbagai rintangan yang menyulitkan raksasa. Legenda ini mengajarkan tentang keberanian dan kecerdikan.
  • Lutung Kasarung (Jawa Barat): Menceritakan tentang seorang putri bernama Purbasari yang difitnah oleh saudarinya, Purbararang, dan diasingkan ke hutan. Di hutan, ia bertemu dengan seekor lutung yang ternyata adalah seorang pangeran yang dikutuk. Lutung tersebut kemudian membantu Purbasari untuk merebut kembali tahtanya. Legenda ini mengajarkan tentang kebaikan akan mengalahkan kejahatan.

Selain cerita-cerita di atas, masih banyak lagi legenda-legenda lain yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, seperti Batu Menangis dari Kalimantan Barat, Danau Maninjau dari Sumatera Barat, dan Watu Maladong dari Nusa Tenggara Timur. Setiap legenda memiliki keunikan dan pesan moralnya tersendiri.

Perbedaan legenda dengan jenis cerita lainnya di antarnya:

  • Mitos: Mitos adalah cerita yang berkaitan dengan dewa-dewi, asal-usul alam semesta, atau kejadian supranatural lainnya. Mitos umumnya dianggap suci dan memiliki nilai religius.
  • Dongeng: Dongeng adalah cerita fiksi yang umumnya ditujukan untuk anak-anak dan mengandung unsur fantasi yang kuat. Tokoh-tokoh dalam dongeng seringkali berupa hewan yang dapat berbicara atau makhluk-makhluk ajaib.
  • Hikayat: Hikayat adalah cerita prosa panjang yang menceritakan tentang tokoh-tokoh kerajaan, pahlawan, atau orang-orang ternama. Hikayat sering mengandung unsur sejarah, tetapi juga dibumbui dengan fantasi.

Saturday, 28 December 2024

Sakit

Sakit 

Oleh: Suyati 

Tak dinyana tak diduga 

Berada di sini untuk jeda

Merekatkan raga bukan jiwa 

Dengan derak suara pengantar makanan bergizi 

Yang katanya baik untuk stamina tubuh 

Dengan pengawasan ketat dari yang berseragam putih 

Meski ramah tapi tak membuat aku betah 


Seharusnya aku memang healing 

Mengembalikan semangat fisik dan psikis 

yang terserak selama enam bulan terlewat 

ku butuh rehat 

ku perlu istirahat 

ku perlu suasana sehat 

Tapi bukan di sini 

bersama botol ampul infus 

Yang menetes membasahi aliran darah 

Mengedarkan obat yang tercairkan 


Purbalingga, 28 Desember 2024



Tuesday, 3 December 2024

Perjalanan untuk Andi

 Andi menatap surat pemberitahuan dari sekolah perihal pelaksanaan Kegiatan Study Tour. Hatinya bimbang untuk memberitahukan pemberitahuan ini kepada orang tuanya. Jangankan diminta untuk memilih salah satu tempat yang tercantum di sana. Ke Bandung, Jakarta atau Malang, semuanya membuatnya bingung. Bukan karena dia sudah pernah ke sana. Ketiga tempat itu belum pernah ia tuju. Sangat ingin dia memilih salah satu tempat tujuan study tour tersebut namun kebimbangan semakin memuncak ketika malam tiba. Ayahnya sebentar lagi pulang dari bekerja. 

Akankah ia memberitahukan pemberitahuan ini kepada orang tuanya? Sudah sangat jelas ia melihat bagaimana orang tuanya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Bekerja sebagai buruh harian lepas ayahnya tentu mendapatkan penghasilan yang tidak seberapa setiap harinya. Belum lagi digunakan untuk memenuhi 4 orang kakak beradik dengannya. 

Begitu melihat ayahnya pulang, Andi memegang surat pemberitahuan dari sekolah itu dengan bimbang. Akankah ia berikan kepada orang tuanya atau ia simpan saja? Toh, orang tuanya tidak banyak tahu tentang berbagai kegiatan sekolahnya. Bukan karena tidak peduli tetapi seringkali informasi tersebut berlalu saja tanpa ia mengikutinya karena berbagai pertimbangan keuangan. 

"Ndi , kamu pilih ke mana study tournya? Sudah ditunggu Ibu Lala, wali kelas kita. Segera kumpulkan suratnya kembali. " Pertanyaan dari Roni, teman sebangkunya mengingatkannya kembali. Namun, ia sepertinya enggan untuk mengumpulkannya. Sudah jelas ia tidak akan mengikutinya. Orang tuanya tidak akan mengizinkannya pergi. Terlebih dengan biaya kurang lebih 1 juta. 

Uang sebesar itu bisa digunakan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan makan selama 2 bulan . Kini, hanya untuk dia seorang uang sebesar itu akan digunakan. Itupun kalau ada uangnya. Tidak mungkin uang sebesar itu dapat dipinjam dari orang lain. 

"Bapak, ini ada surat dari sekolah," Andi ragu memulai pembicaraan ketika Bapaknya sudah meminum kopi di dipan depan. Disodorkannya surat pemberitahuan dari sekolah ke hadapan Bapaknya. Bapaknya menerimanya dengan pelan sambil memandang wajah Andi. 

Sunday, 10 November 2024

Pantun Hari Pahlawan

Hari Pahlawan yang kita peringati setiap tanggal 10 November akan dilaksanakan beberapa acara. Tema Hari Pahlawan Tahun 2024 adalah Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu. 

Berikut saya tuliskan beberapa pantun untuk memeriahkan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2024.

Ke padang rumput membawa sapi

Tuk memakan rumput dengan senang

Apa yang kita nikmati saat ini

Tak terlepas dari jasa pahlawan yang gigih berjuang


Hari libur hari yang ditunggu

Lepaskan penat dari rutinitas

Janganlah jadi generasi yang termangu

Lupa perjuangan para pahlawan yang totalitas


Kembang melati berwarna putih

Indah dipandang isi taman

Teladani perjuangan pahlawan yang gigih

Tanpa mengharapkan imbalan dan pujian


Buah mengga enak buat rujakan

Makin sedap ditambah bumbu kacang

Bergerak terus lanjutkan perjuangan

Mewujudkan Indonesia yang berjaya dan terkenang




Wednesday, 4 September 2024

Puisi: Di Balik Gambar

 Di Balik Gambar 

Oleh Suyati 


Ada drama yang ku sembunyikan 

Pada setiap gambar yang kukirimkan padamu 

Senyuman indah wajah ceria selalu ada cerita 

Taman indah hijau mempesona 

Keindahan marcapada yang kuberikan 

Ketenangan gambar biarlah yang kutampilkan 

Seperti senyum Monalisa yang menawan dunia 

Meskipun senantiasa ada tanya di baliknya 


Begitulah gambaran kehidupan 

Tak perlu orang tahu berbagai drama yang tercipta 

Pun tak memberi pengaruh jika dijadikan berita 

Cukup kunikmati proses liku-likunya 

Cukup kau menikmati keindahan hasilnya 

Membuat orang bahagia yang melihatnya 

Menenangkan hati yang gelisah karena cintanya untuk kita 

Cukup engkau lihat bahagiaku 

Redam resahmu dengan ketenanganku 

Kupastikan kumemilih bahagia 

Untuk diriku juga untuk dirimu 


Purbalingga, 4 September 2024

Kala 17.10'

Saturday, 3 August 2024

Gamang

 Oleh : Suyati

Berputar-putar pada pusaran waktu

Mengelilingi takdir yang mengiringi

Setapak demi setapak melangkah

Sambil terus diliputi tanya 

Kemana akhir perjalanan waktu ini dibawa

Tanpa kepastian kata darinya

Untuk melangkah bersama atau berjalan sendiri 



Saturday, 27 April 2024

Joker

Oleh: Suyati 


Kurasakan perihnya dia tertawa 

Tertawa ketika terluka 

Oleh perih duka yang tiada tara 

Ditutupi dengan bahagia di muka 

Luka luka luka 

Terus menggores batinnya 

Hanya tidak tahu kepada siapa kan bertanya 

Ini salah siapa jika bukan salahnya?

Dia pergi dengan senyum khasnya 

Lebar membuka perih yang tersembunyi di matanya 

Thursday, 25 April 2024

Puisi: Rangkaian Cinta untuk Semua

 Uniknya Cinta 

Oleh Suyati


Andaikan dapat terkatakan 

Cinta ini untukmu 

Tak pernah lekang tak pernah berkurang 

Mengharapmu penuh berkah sepanjang jalan 

Bahagiamu menjadi harapan yang tak pernah padam 

Dari dunia hingga akhirat ujungnya 


Namun, ternyata cinta kadang harus sebelah tangan 

Senyum ceriamu pudar oleh cinta yang kuberikan 

Maaf jika rasa cinta ini mengekangmu 

Maaf jika cinta ini menghilangkan bahagiamu 

Maaf jika cinta ini memudarkan senyummu 


Yang kutahu cinta akan berbalas cinta 

Jika hadir dari hati yang bersih 

Bersihkah ku mencintaimu 

Murnikah ku menyayangimu


Kubertanya pada sendiri dalam sepi 

Barangkali ada ambisi dalam mencintaimu 

Barangkali ada takabur dalam sayangku 


Hingga cinta ini tak mampu bertemu 

Dengan sayang dan cintamu 


Mungkin 


Purbalingga, 25 April 2024

Kala 10.43'

Tuesday, 23 April 2024

Butuh

 Oleh Suyati 

Selembar itu terasa berarti 

Bunyi kerincing receh terasa merdu membahagiakan 

Dicari di antara sela -sela lipatan dompet yang usang 

Dibongkar dari celengan tanah liat yang kusam 

Untuk memenuhi perut kosong beberapa hari ini 

Wednesday, 6 March 2024

Istighfar Jiwa

Oleh: Suyati

Biarlah sesak yang di dada

Menggumpal penuhi galau jiwa

Luruh bersama api amarah yang menyala 

Melelehkan kesal jiwa

Menjadi air dingin yang membawa sejuk

Bersama lirih istighfar

Bersama luluh tetesan air mata

Menangis

Meratap

Memohon

Hanya padaMu Allah Penguasa segala 

Teteskan kesejukan air suci pada raga

Yang menembus sukma 


Thursday, 2 November 2023

Puisi: Untuk Malam yang Pekat

  Pada Malam yang Pekat

Oleh: Suyati


Angin berhembus mengendus

Meniupkan dingin mengurangi panas yang berhembus

Menidurkan mimpi pada peraduan yang halus

Agar raga istirahat dengan tulus

Membiarkan harapan dan angan berlanjut terus

Di esok hari yang serius

Pada wajah-wajah nampak tirus

Terbebani target yang tak terurus

Demikian hidup berputar tak lurus

 Seperti  sungai yang mengalirkan arus

Hingga hari tiba bahagia dan senyuman tulus


Purbalingga, 2 November 2023

Friday, 15 September 2023

Puisi: Refleksi Diri

 Refleksi Diri 

Oleh Suyati


Sejenak duduk terpekur

Badan diam membisu

Tatapan jauh ke depan 

Pikiran jauh melesat ke belakang

Mengurai satu persatu peristiwa

Yang terjalin dalam sebuah perjalanan

 yang bernama kehidupan 


Haru biru yang menguras air mata dan pilu

Riang gembira yang menyunggingkan bahagia

Gegap gempita melakoni usaha yang tak selalu sama

Kukuh kuat bekerja meraih impian


Sejauh mana kaki ini melangkah ke jalurnya

Seberapa dalam iman merasuki jiwa

Mewujud pada lisan, pikiran dan perbuatan 

Menjadi manusia seutuhnya raga dan jiwa

Mengabdikan diri kepada Yang Mahakuasa


Umur kian berkurang

Data tenaga tak lagi sekuat pemuda 

Sementara angan masih menerawang panjang

Mencoba tetap menggapai harapan

Akankah semua akan berlabuh dalam kebahagiaan 

Saturday, 2 September 2023

Mengukir Senyuman di Wajah Ayah


Tatapan Bapak pada dua ekor kambing itu penuh harap. Dua kambing tersebut ditawarkan oleh tetangga kepada Bapak karena terdesak oleh kebutuhan. Dua juta rupiah adalah angka yang diminta untuk membayar dua ekor kambing tersebut. Mengingat hal tersebut wajah Bapak berubah. Ia memandang silih berganti antara wajah tetangganya yang memelas dan dua kambing yang tengah asyik memakan rumput.

"Mbok aja dua juta," Ucapan Bapak bimbang.

"Itu juga sudah sangat murah. Kalau bukan karena lagi butuh tak mungkin dijual segitu."

"Aku ora nduwe duit semeno akehe. Duit sejuta wis akeh. Lha kiye rong juta. Golet ngendi ya?"


Monday, 8 May 2023

Fiksi Mini:Salah Sasaran

Peristiwa yang cukup menghebohkan datang dari kelasku. Seorang anak tidak berpuasa pada bulan Ramadan kemarin karena sedang halangan. 

Di grup kelas ia ketahuan makan di kantin sekolah. Aku sebagai wali kelasnya menjadi emosi karena anak belum mampu mengormati kawan lain yang sedang berpuasa. 

Akhirnya di jam pembiasaan, sebelum masuk jam pertama aku menasehati mereka. Sebenarnya anak sudah tahu siapa yang saya bicarakan meskipun saya tidak menyebutkan nama. 

Anak-anak menunduk terdiam ketika. Mereka tidak berani melihat kepadaku ketika saya sangat kecewa dengan perilaku salah satu anggota kelasku. Tidak sepantasnya kita yang berpuasa memperlihatkan sedang makan di depan mereka yang berpuasa. Panjang lebar aku menasehati mereka. 

Anak-anak saling bertatapan menunjukkan kebingungan. Tapi aku abaikan. Akhirnya mereka mendengarkan saja apa yang aku katakan tanpa sedikitpun bertanya.

Tiba-tiba pintu kelas diketuk seseorang. Aku persilahkan masuk. Aku kaget karena anak tersebut sebenarnya yang aku tuju dari nasehat yang disampaikan. Dengan perasaan kesal sekaligus mentertawakan sendiri. Aku sudah salah menasehati. Yang dituju ternyata dari tadi tidak berada di kelas. Pantas anak-anak yang lain nampak bingung dengan pembicaraanku. Karena kesal semua jadi tidak berbeda. Oalah salah sasaran. Ternyata...

Monday, 27 February 2023

Macet

Kunyalakan sepeda motor yang sudah dipanaskan sebelumnya. Pagi hari memang selalu menjadi suasana yang sibuk. Saya dan suami menuju ke sekolah masing-masing. Demikian juga dengan anak yang berangkat ke sekolahnya. Maka otomatis semua keluar dari rumah.

Jam enam lebih seperempat saya sudah mulai start. Anak diminta untuk mempersiapkan diri lebih pagi. Suasana hari Senin biasanya akan lebih ramai dibandingkan dengan hari yang lain. Maka saya berangkat lebih awal 15 menit daripada hari-hari yang lain. Tentu untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan di perjalanan. 

Sunday, 26 February 2023

Daftar Belanja


Beberapa kebutuhan rumah tangga di rumah sudah semakin menipis. Beberapa di antaranya malah sudah habis. Anak berusia sepuluh tahun itu mengingatkan ibunya tentang sabun dan pasta gigi yang habis. Ia juga mengajukan beberapa barang lainnya. Bulan ini kami memang belum belanja kebutuhan sehari-hari. Masih menghabiskan barang-barang yang tersisa dari pembelian barang bulan sebelumnya.

"Mama aku tuliskan di kertas ya buat belanja," katanya menawarkan. Tanpa menunggu jawaban dari saya,ia bergegas mencari kertas dan pena. Agak lama ia mencari pulpen yang masih berfungsi. Pulpen yang ada di meja kerjaku sudah banyak yang kehabisan isinya. Tapi aku biarkan saja.

Dengan cekatan ia menuliskan barang-barang yang perlu dibeli. Ada sabun mandi, odol, bumbu -bumbu, jajan, mie, deterjen, cotton bud, tissue dan es krim. Kita bersepakat berbelanja besok setelah pulang latihan karate. Aku siapkan sejumlah uang belanja sesuai dengan daftar. Aman. Anakku sudah mulai berlatih mendaftarkan kebutuhan daripada keinginan. 

Selembar daftar belanja dipegang tangan kanannya. Sementara tangan kirinya membawa keranjang belanja. Keranjang belanja itu terlihat kebesaran bagi ukuran tubuhnya yang kecil. Satu-persatu barang yang ada dalam daftar belanja diambil dan dimasukkan ke dalam keranjang belanja.


Beberapa barang yang tidak terdaftar pun mulai masuk ke dalam keranjang. Aku mencoba mencegahnya agar ia disiplin dan belanja sesuai kebutuhan yang tertulis. 

"Ayo belanjanya sesuai yang ada di daftar saja. Kita kan sudah sepakat ", ujarku mengingatkan.

"Iya,Ma. Ini kan juga sesuai dengan daftar belanjaan. Ia tunjukkan makanan-makanan ringan yang baru diambilnya. Cukup banyak juga variasinya. Bahkan membuat keranjang belanjaan menjadi penuh. 

"Nah, ini kan tidak ada di daftar. Kok, dibeli juga?," Aku bertanya menyelidik.

"Semuanya masuk di daftar belanja, Ma. Ini semuanya kan masuk daftar jajan aku" , ujarnya ringan tanpa beban. 

"Oalah pinternya." Ternyata tulisan jajan di daftar belanja berbeda dengan yang ada di pikiranku. Akhirnya aku bayar juga aneka jajan yang sudah mulai dihitung penjaga tokonya. Membengkak juga akhirnya pengeluaran belanja hari ini. Kubuka dompetku sambil berdoa semoga uang di dalamnya cukup untuk membayar. 

Monday, 30 January 2023

Amarah

 Amarah 

Oleh Suyati


Menyesak dalam dada

Menggumpal memenuhi rongga 

Membakar memanaskan raga

Nanar menyalakan pandangan mata 

Kucoba menahan amukannya 

Ingin kumuntahkan segera

Agar lega terasa

Namun kau tak berubah juga

Lalu untuk apa aku melampiaskannya?


Purbalingga,30 Januari 2023

Kala 22.00

Gambar: blem.co


ECA (Extra Curricula Activities)

  Sumber gambar: Labbaikudidadu Wisdom Matric School Sumber gambar: The Catalyst Ekstrakurikuler (atau sering disebut ECA — Extra-Curricula...