Showing posts with label AGAMA. Show all posts
Showing posts with label AGAMA. Show all posts

Thursday, 10 September 2026

Menerapkan Agama dalam Kehidupan Nyata

Sebuah pertanyaan kerap muncul dalam pikiran ini,mengapa orang masih tidak maumejaga kebersihan lingkungan dan dirimereka seddangkan dalamagama sudah jelasdikatakan Kebersihan adalah sebagian dari iman. Menapa aplikasi dalamkehidupan sehari-harimasih terasa jauh dari hal tersebut? Pertanyaan ini sangat menarik, karena masalahnya bukan semata-mata umat Islam tidak mengetahui perintah kebersihan, tetapi ada jarak antara mengetahui ajaran, meyakininya, membiasakannya, dan menjadikannya karakter.

Dalam perspektif pendidikan Islam, fenomena tersebut dapat dijelaskan melalui beberapa hal berikut.

1. Mengetahui ajaran tidak otomatis berarti mengamalkannya

Al-Qur'an dan sunnah telah memberikan perhatian besar terhadap kebersihan dan kesucian. Namun, seseorang bisa saja tahu bahwa kebersihan adalah bagian dari ajaran Islam, tetapi pengetahuan itu belum menjadi perilaku.

Ada perbedaan antara:

Knowledge → Awareness → Attitude → Habit → Character

Misalnya, seorang Muslim mengetahui bahwa membuang sampah sembarangan itu tidak baik. Namun ketika tidak ada pengawasan, ia masih bisa membuang sampah sembarangan. Artinya, pengetahuan belum terinternalisasi menjadi kesadaran dan kebiasaan.

2. Pemahaman tentang thaharah sering lebih sempit

Dalam praktik pendidikan, istilah thaharah sering lebih banyak dipahami dalam konteks wudu, mandi, najis, dan kebersihan badan untuk beribadah.

Padahal konsep kesucian dalam Islam dapat dipahami secara lebih luas, mencakup:

  • kebersihan badan;

  • kebersihan pakaian;

  • kebersihan tempat ibadah;

  • kebersihan rumah dan lingkungan;

  • kebersihan makanan dan minuman;

  • kebersihan ucapan dan perilaku;

  • kebersihan hati dari sifat tercela;

  • kebersihan pikiran dari prasangka dan kebencian.

Karena itu, seseorang mungkin sangat disiplin menjaga kebersihan ketika akan salat, tetapi belum tentu memiliki kepedulian yang sama terhadap kebersihan kelas, halaman, sungai, toilet, atau ruang publik.

3. Kebersihan belum menjadi bagian dari kesadaran spiritual

Ini yang menurut saya sangat penting.

Kebersihan dapat dilakukan karena:

takut ditegur → karena aturan → karena kebiasaan → karena sadar → karena merasa itu bagian dari ibadah.

Tingkat terakhir jauh lebih kuat.

Jika siswa membersihkan kelas hanya karena ada guru yang mengawasi, maka perilaku tersebut bergantung pada kontrol eksternal.

Tetapi jika ia berpikir:

"Saya menjaga kebersihan karena Allah menyukai kebersihan, lingkungan adalah amanah Allah, dan menjaga kebersihan merupakan bentuk tanggung jawab saya sebagai khalifah,"

maka kebersihan telah masuk ke wilayah kesadaran spiritual.

4. Ada kesenjangan antara ritual dan akhlak

Salah satu persoalan pendidikan agama adalah kemungkinan terjadinya disintegrasi antara ibadah ritual dan perilaku sosial.

Seseorang dapat rajin beribadah, tetapi belum tentu otomatis memiliki:

  • kepedulian terhadap lingkungan;

  • disiplin membuang sampah;

  • kepedulian terhadap fasilitas umum;

  • kemampuan mengendalikan emosi;

  • kebersihan hati;

  • kepedulian terhadap makhluk hidup.

Padahal idealnya terdapat hubungan:

Iman → ibadah → akhlak → kepedulian → tindakan nyata.

Dengan kata lain, kesalehan personal seharusnya berkembang menjadi kesalehan sosial dan ekologis.

5. Lingkungan sosial sering memberikan pesan yang bertentangan

Anak belajar bukan hanya dari ceramah, tetapi dari apa yang dilihat setiap hari.

Jika guru mengatakan:

"Buanglah sampah pada tempatnya."

tetapi siswa melihat orang dewasa membuang sampah sembarangan, maka terjadi hidden curriculum yang lebih kuat daripada nasihat verbal.

Begitu pula apabila:

  • tempat sampah tersedia tetapi tidak digunakan;

  • toilet kotor;

  • halaman sekolah tidak terawat;

  • fasilitas rusak dan dibiarkan;

  • orang dewasa tidak memberi contoh;

  • kegiatan bersih-bersih hanya dilakukan ketika ada penilaian.

Anak akhirnya belajar bahwa kebersihan adalah kegiatan seremonial, bukan nilai kehidupan.

6. Kebersihan sering diposisikan sebagai pekerjaan, bukan nilai

Kalimat seperti:

"Ayo bersihkan kelas!"

kadang membuat kebersihan dipahami sebagai tugas petugas kebersihan atau tugas piket.

Padahal paradigma yang lebih mendalam adalah:

"Kebersihan adalah tanggung jawab setiap orang."

Perubahannya kecil, tetapi secara pendidikan sangat besar.

Dari cleaning activity menjadi culture of cleanliness.

7. Kebersihan hati dan pikiran bahkan lebih sulit

Kebersihan psikis tidak terlihat secara kasatmata.

Seseorang dapat memiliki:

  • tubuh bersih;

  • pakaian rapi;

  • rumah bersih;

tetapi menyimpan:

  • iri;

  • dendam;

  • sombong;

  • prasangka buruk;

  • kebencian;

  • keinginan menyakiti orang lain;

  • pikiran negatif.

Karena itu, konsep kebersihan dalam Islam sebenarnya sangat menarik jika dikembangkan sebagai kesatuan antara kebersihan lahir dan batin.

Bersih tubuhnya, bersih pakaiannya, bersih lingkungannya, bersih lisannya, bersih pikirannya, dan bersih hatinya.

8. Kebiasaan buruk memiliki kekuatan yang besar

Perilaku manusia tidak selalu ditentukan oleh pengetahuan. Kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang dapat menjadi otomatis.

Misalnya:

melihat sampah → mengambil sampah → membuangnya

dapat menjadi kebiasaan.

Tetapi:

melihat sampah → merasa bukan tanggung jawab saya → meninggalkannya

juga dapat menjadi kebiasaan.

Karena itu, pendidikan kebersihan tidak cukup dengan memberikan materi, tetapi harus menciptakan pengalaman berulang sampai terbentuk kebiasaan.


Lalu apa akar persoalannya?

Jika diringkas, masalahnya dapat digambarkan seperti ini:

Ajaran Islam sudah ada
↓
Pengetahuan tentang kebersihan sudah ada
↓
Tetapi belum selalu menjadi kesadaran
↓
Belum menjadi kebiasaan
↓
Belum menjadi karakter
↓
Belum menjadi budaya

Jadi persoalannya bukan kekurangan dalil, tetapi kesenjangan antara nilai keagamaan dan perilaku nyata.

Dan justru di sinilah pendidikan memiliki peran yang sangat penting.

Perspektif yang lebih menarik: Eco-Spiritual Awareness

Pertanyaan Ibu ini sebenarnya sangat relevan dengan gagasan penelitian GREEN SUFISM SPIRIT: Integrasi Pendidikan Ekosufisme dalam Menumbuhkan Eco-Spiritual Awareness Siswa MTsN 1 Purbalingga. Konsep tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan bahwa persoalan lingkungan bukan hanya persoalan "tahu atau tidak tahu tentang kebersihan", tetapi persoalan hubungan spiritual manusia dengan Allah, dirinya sendiri, sesama manusia, dan alam.

Dengan perspektif ini, sampah bukan sekadar benda yang harus dibuang, tetapi menjadi pengingat bahwa:

alam adalah amanah, kebersihan adalah bagian dari tanggung jawab spiritual, dan perilaku terhadap lingkungan mencerminkan kualitas hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Dari sini muncul pertanyaan penelitian yang jauh lebih mendalam:

"Bagaimana pendidikan Islam dapat mentransformasikan pengetahuan tentang kebersihan menjadi kesadaran spiritual yang melahirkan perilaku ekologis?"

Itulah titik temu antara Islam, pendidikan karakter, kebersihan, kesehatan psikis, dan ekologi.

Friday, 28 August 2026

Menyimak Bacaan Al-Qur'an

Perintah untuk menyimak dan mendengarkan bacaan Al-Qur'an secara tenang termaktub secara eksplisit dalam Surah Al-A'raf ayat 204:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

"Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat."

Fokus Utama Perintah Ayat

  • فَاسْتَمِعُوا (Fas-tami‘ū) – Mendengarkan: Tidak sekadar mendengar bunyi, melainkan menyimak dengan penuh perhatian dan keheningan hati.
  • وَأَنصِتُوا (Wa-anṣitū) – Diam: Menahan diri dari berbicara, gaduh, atau melakukan aktivitas lain yang memecah konsentrasi saat Al-Qur'an dilantunkan.
  • لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (La‘allakum tur-ḥamūn) – Tujuan: Menggapai rahmat, kasih sayang, dan ketenangan dari Allah SWT.

Thursday, 27 August 2026

Jadwal Ahad Pagi PDM Purbalingga Bulan September 2026

 Jadwal Ketempatan Ta'lim Ahad Pagi  PDM Purbalingga Bulan SEPTEMBER 2026 Jam 07.00-08.00 WIB:

 

1. Tgl, 06 September 2026

     Di Masjid Baitul Mutakin Rt. 02 Rw. 01 Desa Kejobong  Kec. Kejobong

Ust. Drs. H. Munir


2. Tgl, 13 September 2026

     Di Masjid Agung Daarussalam Purbalingga Kec. Purbalingga

Ust. Hanif Ahmas, S.Th.I, M.Hum..


3. Tgl, 20 September  2026

Di Masjid At Takwa, Desa Selaganggeng, Kec.Mrebet

Ust. H. Aris Pujianto, S.Pd.


4. Tgl, 27 September 2026

     Di Masjid Mujahidin, Desa Rabak, Kec. Kalimanah

Ust. H. Suparna

Thursday, 13 August 2026

YANG PENTING BERKAHNYA

 🪷🪻YANG PENTING BERKAHNYA

Ustadz Dr. Musyaffa' Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

*🪷🪻Banyak orang mengatakan kepada anaknya, 'aku ingin engkau jadi dokter, atau arsitek, atau pengusaha, atau ..'

*🪷🪻Tapi siapa yang mengatakan kepada anaknya, 'aku ingin engkau menjadi berkah dimanapun engkau berada..'

*Sungguh ini sangat penting untuk direnungkan..!


🪷🪻Keberkahan adalah sesuatu ywng sangat besar pengaruh baiknya pada sesuatu.*

- bila berkah ada pada harta, ia akan memperbanyaknya,

- bila ada pada anak, ia akan men-sholih-kannya,

- bila ada pada badan, ia akan menguatkannya,

- bila ada pada waktu, ia akan memakmurkannya,

- bila ada pada hati, ia akan membahagiakannya.


🪷🪻Maka, banyaklah meminta keberkahan untuk harta, anak, waktu, dan nikmat Allah lainnya ..* *karena yang menjadi penentu bukanlah "banyaknya", tapi "keberkahannya".


🪷🪻Ya Allah .. jadikanlah kami orang-orang yang Engkau berkahi, amin


Tuesday, 21 July 2026

Bacaan Sujud

 _Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 253_


*BACAAN SAAT SUJUD Bag-6*


Oleh: Abdullah Zaen


Pada momen sujud, Nabi _shallallahu ‘alaihi wasallam_ mencontohkan beberapa redaksi bacaan. Mulai dari yang pendek, hingga yang agak panjang. Di antara dzikir dan doa yang dibaca beliau adalah:


Bacaan Keenam


Membaca doa berikut ini:


«‌اللهُمَّ ‌لَكَ ‌سَجَدْتُ، ‌وَبِكَ ‌آمَنْتُ، ‌وَلَكَ ‌أَسْلَمْتُ. سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ. تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ»


_“Ya Allah, hanya kepada-Mu aku sujud. Hanya kepada-Mu pula kami beriman. Dan hanya kepada-Mu kami berislam. Wajahku sujud kepada Yang menciptakannya dan membentuknya, serta Yang membuka pendengaran dan pengelihatannya. Maha berkah Allah ta’ala sebaik-baik Pencipta”._


Dalil Landasan


Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib _radhiyallahu ‘anhu,_ ketika beliau menjelaskan tata cara shalat Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam._ Di akhir hadits, beliau mengatakan,


"وَإِذَا سَجَدَ قَالَ: «اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ. سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ، وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ. تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ»"


_“Manakala Nabi sujud, beliau membaca, “Allôhumma laka sajadtu, wa bika âmantu, wa laka aslamtu. Sajada wajhî lilladzî kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu wa bashorohu. Tabârokallohu ahsanul khôliqîn”._ HR. Muslim (no. 771).


Renungan Kandungan


Doa sujud ini mengajarkan puncak tauhid, ketundukan, dan rasa syukur kepada Allah. Nabi _shallallahu ‘alaihi wasallam_ mengucapkan, *_"Ya Allah, hanya kepada-Mu aku sujud, hanya kepada-Mu aku beriman, dan hanya kepada-Mu aku berislam."_* Susunan kalimat tersebut menunjukkan makna pembatasan: hanya Allah yang berhak menerima sujud, keimanan, dan kepasrahan kita. Tidak boleh sedikit pun hak itu diberikan kepada selain-Nya.


Penyebutan "iman" dan "islam" dalam doa ini mencerminkan keterpaduan antara batin dan lahir. Iman sebagai bentuk pengakuan serta ketundukan hati, sedangkan islam sebagai perwujudan ketaatan melalui anggota tubuh. 


Selanjutnya Nabi _shallallahu ‘alaihi wasallam_ berkata, “Wajahku sujud kepada Yang menciptakannya dan membentuknya, serta Yang membuka pendengaran dan pengelihatannya”._* Ini merupakan pengakuan bahwa wajah—anggota tubuh yang paling mulia—ditundukkan di atas tanah sebagai bentuk kerendahan diri di hadapan Sang Pencipta. Allah-lah yang menciptakan manusia, membentuk wajahnya dengan rupa yang istimewa, serta menganugerahkan pendengaran dan penglihatan. Setiap manusia memiliki susunan wajah yang sama, tetapi tidak ada dua wajah yang benar-benar identik. Demikian pula letak mata, telinga, dan seluruh anggota tubuh yang sempurna. Semuanya menjadi bukti kebijaksanaan dan kekuasaan Allah.


Doa ini ditutup dengan kalimat, "Mahaberkah Allah, sebaik-baik Pencipta."_* Allah adalah sebaik-baik yang menetapkan, merancang, membentuk, dan menciptakan segala sesuatu dengan penuh hikmah dan kesempurnaan.


Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Senin, 5 Shafar 1448 / 20 Juli 2026_


Sunday, 5 July 2026

Mengelola Harta dengan Bijak



HARTA adalah salah satu penunjang utama kehidupan manusia yang  seharusnya dikelola secara baik dan bijak. Namun,  kenyataanya  banyak manusia justru terlena dengan harta hingga gelap mata yang berujung melakukan penyimpangan  dalam pengelolaannya.


🌺 KEKAYAAN  berupa harta yang dimiliki setiap orang pada dasarnya merupakan  amanah yang  diberikan  Allah  dan sudah seharusnya  digunakan dan dikelola dengan sebaik mungkin  agar bermanfaat dan berkah tentunya.


🌺 PENGELOLAAN harta bukan sekadar tentang menjaga aset dan merencanakan keuangan, melainkan  juga menyangkut tanggung jawab dan keberkahannya. Sebagai  titipan Allah, harta harus digunakan dengan baik,  bijak, dan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Harta juga  bisa menjadi  sarana untuk berbagi dengan sesama. 


🌺 SEMUA aspek kehidupan manusia akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Tanggung jawab tersebut tidak hanya terbatas pada amal ibadah. Harta yang dimiliki pun akan turut dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.


🌺 SEJATINYA, harta bukan sekadar milik pribadi, melainkan amanah, titipan  dari Allah.  Harta itu adalah titipan Allah,  "Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya…" (Q.S. Al-Hadid: 7).


🌺 AYAT tadi mengingatkan kita bahwa harta yang kita peroleh tidak sepenuhnya milik kita, melainkan titipan yang harus dikelola sesuai dengan ketentuan-Nya. Pengelolaan harta yang baik adalah bentuk ketaatan kepada Allah yang akan berbuah pahala, baik di dunia maupun akhirat.


🌺 MANUSIA diciptakan Allah   dengan tabiatnya  mencintai harta.  “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Q.S. Ali ‘Imran: 14).


🌺 MAKSUDNYA,  diijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia.  Di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.





Friday, 3 July 2026

Doa Dimudahkan Urusan


Secara lengkap, doa mulia ini berbunyi:

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

> *“Ya Hayyu Ya Qayyum, bi rahmatika astaghits, ashlih li sya’ni kullahu, wa la takilni ila nafsi thorfata ‘ain.”

"Wahai Rabb Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri (tidak memerlukan segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata pun (tanpa taufik dan pertolongan-Mu)."

Keutamaan & Konteks:

Doa ini merupakan salah satu doa yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ, khususnya untuk dibaca sebagai bagian dari dzikir pagi dan petang.

Doa ini mengandung pengakuan yang mendalam bahwa kita sebagai manusia sangat lemah dan sepenuhnya bergantung pada rahmat serta pertolongan Allah SWT dalam setiap jengkal urusan kehidupan kita—baik urusan dunia, pekerjaan, maupun akhirat.



Kekuatan Tawakal

 

DAHSYATNYA kekuatan  tawakal  terletak pada kemampuan seorang untuk meraih ketenangan jiwa, kecukupan rezeki, dan keteguhan hati dalam menghadapi tantangan hidup karena keyakinan penuh pada Allah. Orang yang tawakal  tidak berarti pasrah tanpa usaha, tetapi merupakan kombinasi antara usaha maksimal dan penyerahan hasil akhir kepada Allah sehingga membawa berbagai keutamaan dunia dan akhirat._


🌺 MENGHADAPI kehidupan yang penuh  masalah dan tantangan, kita membutuhkan cara yang tepat agar tidak tenggelam dalam ketidakpastian dan kegelisahan. Salah satu konsep kunci yang dapat membantu kita mengatasi berbagai masalah adalah tawakal. 


🌺 NAMUN, tawakal sering disalahartikan  sebagai bentuk kepasrahan tanpa usaha. Padahal, tawakal sejatinya melibatkan upaya maksimal dan keyakinan penuh bahwa apa pun hasilnya adalah ketetapan terbaik dari Allah. Secara bahasa, tawakal berarti mempercayakan atau menyerahkan urusan kepada Allah, bukan  pasrah atau menyerah tanpa melakukan apa pun. 


🌺 JADI, tawakal  adalah sikap menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah melakukan ikhtiar maksimal hingga Allah memberikan hasil terbaik. Jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, kita harus meyakini bahwa ketetapan Allah  lebih baik daripada yang bisa kita ukur dengan keterbatasan manusiawi. 


🌺 ORANG yang bertawakal memiliki keyakinan bahwa Allah adalah sebaik-baik pengatur, termasuk rezeki, “Jika kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepadamu sebagaimana burung yang pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi).


🌺 BAHKAN,   orang yang bertawakal tersebut yakin bahwa  Allah akan memberikan hasil terbaik. Jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, kita harus meyakini bahwa ketetapan Allah jauh lebih baik daripada yang bisa kita ukur dengan keterbatasan manusiawi.


🌺 SEMUA keputusan-Nya adalah demi kebaikan hamba-Nya, baik untuk saat ini maupun masa depan. Sikap mental itu tercermin dalam kisah Nabi Ibrahim A.S. ketika akan dilempar ke dalam api oleh Raja Namrud. Meskipun dalam situasi yang tampaknya sangat mengerikan, Nabi Ibrahim tidak panik, tetapi meyakini bahwa pertolongan Allah pasti datang. 


🌺 KEYAKINAN itulah yang membuatnya mengucapkan, “Cukuplah Allah sebagai penolongku dan Dia adalah sebaik-baiknya pelindung.” (H.R. Bukhari).  


🌺 AKHIRNYA, api yang membara tidak membakarnya, karena Allah melindunginya. Tawakal yang penuh keyakinan itulah yang menjadi sumber ketenangan hati.


SEMOGA Allah  rida menganugerahkan  kepada kita semua:  kesehatan, keselamatan,  kebahagiaan, rahmat (kasih sayang-Nya), berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita, umur panjang, rezeki halal, serta  kemudahan mengarungi kehidupan.

SELESAI DARI SUATU URUSAN, KITA KERJAKAN URUSAN LAIN

 

KITA diberi panduan agar  setelah selesai dari  menunaikan suatu aktivitas, urusan,  atau pekerjaan,   maka waktu yang kosong hendaknya  kita isi dengan aktivitas, urusan, atau pekerjaan  lain yang berdaya guna. "Maka, apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain." (Q.S Al-Insyirah : 7).


🌺 KEMAJUAN dan kemunduran seseorang atau sebuah bangsa sangat tergantung pada kesigapan mereka dalam menyegerakan pekerjaan dan aktivitas produktifnya. Semakin lamban mereka menyelesaikan masalah, akan semakin lambat pula majunya. 


🌺 Semakin cepat mereka mengelola aktivitasnya, maka kemajuan akan segera di depan mata.

Pekerjaan yang bisa kita lakukan di pagi hari, tidak selayaknya kita tunda hingga sore hari. Pun pula, pekerjaan yang bisa kita tuntaskan di siang hari sangat naif jika kita berpikir untuk menyelesaikannya di malam hari. Jalankan aktivitas hari ini dengan sebaik-baiknya.


🌺 Sebab, kita ditentukan oleh hasil kerja kita di hari ini. Nabi Muhammad  (Rasulullah) SAW,  bersabda (yang artinya), "Barangsiapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaannya,   tidak akan dipercepat hartanya." (H.R. Muslim).


🌺Pada kesempatan lain,  Nabi Muhammad  SAW juga bersabda (yang artinya),  "Bersegeralah kalian melakukan amal saleh karena akan muncul berbagai fitnah yang menyerupai malam yang demikian gelap gulita. Pada waktu itu, seseorang di pagi hari masih mukmin dan di sore hari menjadi kafir, menjadi mukmin di sore hari, namun di pagi hari telah menjadi seorang kafir, dia tukar agamanya dengan dunia."  (H.R. Muslim dan Ahmad).


🌺 Mereka yang tidak memiliki aktivitas hanya akan menjadi penebar isu dan desas-desus yang tak bermamfaat. Ketahuilah bahwa saat paling berbahaya bagi akal manusia adalah saat dia ada dalam kekosongan  yang dibiarkan berlanjut.


🌺 Hal itu akan membuat seseorang terjerat dalam kesedihan yang berkepanjangan. Sebab,  sesungguhnya waktu kosong adalah pencuri yang cerdik dan culas. 


🌺 Itulah sebabnya, obatilah kekosongan dari aktivitas tersebut dengan kerja keras, kerja cepat, dan kerja ikhlas sehingga waktu kita berlimpah berkah dan rahmat. Isilah waktu kosong kita dengan kesibukan berkesinambungan. 

-----------------🌼🌼🌼-----------------

🌠 SEMOGA Allah rida menganugerahkan  kepada kita semua:  kesehatan, keselamatan, kebahagiaan,  rahmat (kasih sayang-Nya),  berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita,  umur panjang, rezeki halal, serta kemudahan kemudahan mengarungi kehidupan.


Sunday, 28 June 2026

Jadwal Ta'lim Ahad Pagi PDM Purbalingga Bulan Juli 2026

 Jadwal Ketempatan Ta'lim Ahad Pagi  PDM Purbalingga Bulan JULI 2026 Jam 07.00-08.00 WIB:

 

1. Tgl, 05 Juli 2026

     Di Masjid Ali Muhammadiyah Kel. Bancar  Kec. Purbalingga

Ust. Muakhor Abdussalam S.Pd.I.M.Si.


2. Tgl, 12 Juli 2026

     Di Masjid At Takwa Desa Majatengah Kec. Kemangkon

Ust. Syarifudin, S.Ag.M.H.


3. Tgl, 19 Juli 2026

Di Masjid Darul Mujahidin, Desa Karangreja, Kec.Kutasari

Ust. H. Sukarman, S.Ag.


4. Tgl, 26 Juli 2026

     Di Masjid Al Huda, Desa Dawuhan, Kec. Padamara

Ust. Sudirman, S.Kom.I.

Saturday, 27 June 2026

Tabligh Akbar Bersama Menteri Pendidikan RI





Kegiatan Tabligh Akbar di Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga telah sukses dilaksanakan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Acara syiar Islam yang dihadiri oleh ribuan jamaah ini diselenggarakan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan wawasan keagamaan masyarakat. Kehadiran tokoh-tokoh penting dari tingkat daerah hingga nasional menjadikan momentum ini sangat berharga bagi warga Desa Limbangan dan sekitarnya.

Rangkaian acara diawali dengan sesi pra-acara yang memanjakan mata para hadirin melalui penampilan berbagai kesenian daerah khas dari Desa Limbangan. Suguhan seni budaya lokal ini berhasil menciptakan atmosfer yang hangat, ceria, sekaligus menjadi media unjuk kreativitas bagi warga setempat dalam menyambut kedatangan para tamu undangan. Setelah penampilan seni selesai, acara secara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan sesi sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia yang memaparkan laporan kesiapan serta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya acara. Sambutan berikutnya disampaikan oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Purbalingga yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan sinergi umat. Menutup sesi sambutan, Bupati Purbalingga, Bapak H.Fahmi Muhamad Hanif, memberikan arahannya yang mengapresiasi kerukunan warga serta menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis keagamaan.

Memasuki acara inti, para jamaah disuguhkan kajian rohani dan ilmiah yang disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan RI, Bapak Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed yang sekaligus mengemban amanah sebagai Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam ceramahnya, beliau memaparkan materi mengenai pentingnya integrasi nilai-nilai moral keagamaan ke dalam sistem pendidikan demi mencetak generasi bangsa yang unggul dan berkarakter. Penyampaian materi yang lugas, berbobot, namun diselingi humor segar khas beliau membuat seluruh jamaah yang hadir menyimak dengan penuh antusias dari awal hingga akhir.

Pesan Kepemimpinan Rasulullah SAW (Pilar Kedamaian & Persatuan)

​Saat mengutus Muadz bin Jabal dan Abu Musa Al-Asy’ari ke Yaman, Rasulullah SAW memberikan tiga pesan emas yang menjadi kompas utama dalam memimpin dan berinteraksi dengan sesama:

​Mudahkan, Jangan Mempersulit (Yassiruu walaa tu’assiruu) 

Seorang pemimpin hadir untuk membawa solusi, bukan birokrasi yang berbelit-belit. Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mempermudah urusan orang banyak, memberikan pelayanan terbaik, dan tidak membebani rakyat atau anggotanya di luar batas kemampuan mereka.

​Gembirakan, Jangan Menakut-nakuti (Bassyiruu walaa tunaffiruu)

Dekatilah manusia dengan optimisme, senyuman, dan kabar gembira. Pemimpin yang dicintai adalah mereka yang mampu membangkitkan harapan, bukan yang membangun kepatuhan di atas rasa takut, ancaman, atau intimidasi.

​Patuh pada Pimpinan & Jangan Berselisih (Tathaawa'aa walaa takhtalifaa)

Sebuah organisasi, masyarakat, atau negara hanya akan kuat jika ada kesolidan. Kepatuhan kepada pemimpin (selama dalam kebaikan) adalah kunci ketertiban. Pesan ini mengingatkan kita untuk menekan ego, mencari titik temu, dan menjauhi perpecahan demi maslahat bersama.

Suasana di lokasi kegiatan menjadi semakin seru dan penuh gemuruh kegembiraan saat panitia memasuki agenda tambahan, yaitu pengundian umrah gratis. Ketegangan dan rasa haru mewarnai momen ini hingga akhirnya terpilih 3 peserta yang beruntung untuk berangkat ke tanah suci tanpa dipungut biaya. Hadiah utama ini menambah rasa syukur yang mendalam di tengah-tengah jamaah. Seluruh rangkaian kegiatan Tabligh Akbar ini kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan, kemakmuran, dan keselamatan warga Desa Limbangan pada khususnya, serta bangsa Indonesia pada umumnya.


Wednesday, 24 June 2026

Berbuat Baik Tanpa Mengharapkan Pujian


DALAM perjalanan hidup ini,  kita sering berbuat baik kepada orang lain tanpa ada yang tahu, membantu tanpa diminta, atau berkorban tanpa dihargai. Di saat-saat seperti itu, hati mudah lelah. Dalam kondisi seperti itu, kita tidak berharap pujian. Sebab balasan dari Allah atas perbuatan kita tersebut lebih sempurna._ 


🌺 NAMUN demikian, ada satu pengingat yang mampu menenangkan segalanya. Yakni  bahwa tidak ada satu pun kebaikan yang luput dari pandangan Allah. Allah berfirman seperti di bawah ini.


وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ ٱللَّهُ


“Dan kebajikan apa pun yang kamu kerjakan, niscaya Allah (pasti) mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 197).


🌺 PESAN ayat  tadi  menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan, baik besar atau kecil, terlihat atau tersembunyi, tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan Allah. 


🌺 ADA dua pelajaran yang dapat kita ambil  dari ayat tersebut, yakni yang berikut ini.


1️⃣ *Melatih keikhlasan*.  Ketika seseorang terbiasa mengingat dan meyakini bahwa setiap kebaikan yang dilakukan pasti dilihat dan akan dibalas oleh Allah, maka seseorang tidak akan terlalu peduli apakah orang lain melihat kebaikannya atau tidak. 


🌺 KEIKHLASAN akan tumbuh saat seseorang hanya berharap.pada  Allah  yang menilai dan membalas amalnya, bukan manusia. Pujian manusia menjadi tidak penting. Sebab, balasan Allah jauh lebih sempurna.


2️⃣ *Menjadikan seseorang tidak _baperan (bawa perasaan, sensitif, mudah tersinggung). Terkadang seseorang sudah berbuat baik, tetapi orang yang dibantu justru lupa, tidak menghargai, atau malah membalas dengan keburukan. 


🌺ITULAH yang sering membuat hati menjadi baper, kecewa, dan patah semangat. Namun, ketika ia yakin bahwa Allah melihat dan mengetahui setiap niat dan kebaikannya, serta menjanjikan balasan yang sempurna, maka hatinya menjadi lebih lapang, lebih tenang, dan tidak mudah tersinggung oleh sikap manusia.


🌺 PERIHAL tersebut,  kita diberi informasi oleh Allah  

tentang salah satu  ciri penduduk surga dalam firman-Nya seperti yang di bawah ini.


*إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا


“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih."  (Q.S. Al-Insan: 9).


🌺 SALAH satu ciri dan sifat penduduk surga yaitu  berbuat baik karena Allah, bukan karena berharap manusia akan membalas atau bahkan sekadar berterima kasih. Itulah sebabnya,  janganlah kita  berharap balasan manusia. Sebab kebaikan kita tersebut  tak akan pernah sirna


🌺 DALAM kehidupan sehari-hari, kita melihat  banyak kebaikan yang mengalir dari hati manusia. Guru yang sabar menuntun muridnya, suami dan istri yang saling melayani, orang tua yang bekerja keras demi anak-anaknya, hingga kebaikan kecil yang kita berikan kepada teman dan tetangga.


🌺 NAMUN, sering kali kebaikan itu tidak kembali kepada kita sebagaimana yang kita harapkan. Tidak selalu ada ucapan terima kasih. Tidak selalu ada penghargaan. Tidak selalu ada balasan yang setimpal. Tetapi ketahuilah, tidak ada satu pun kebaikan yang hilang di sisi Allah.


🌺 WALAUPUN manusia tidak membalas, selama kebaikan itu dilakukan karena Allah, niscaya balasan dari-Nya pasti datang dengan lebih indah, lebih adil, dan lebih sempurna daripada apa pun yang dapat diberikan manusia. 


🌺 ALLAH  berfirman seperti yang di bawah ini.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. At-Taubah: 120).


🌺 RASULULLAH SAW  juga memberikan kabar gembira,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً


“Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi seorang mukmin atas kebaikan apa pun.” (H.R. Muslim).


🌺 ARTINYA, setiap kebaikan pasti diganti oleh Allah, meskipun manusia tidak membalasnya. Hal ini tentu berbeda ketika kita menjadi objek penerima manfaat atau kebaikan dari orang lain.



Tuesday, 23 June 2026

Inilah yang Didapatkan oleh Orang yang Berhjrah

 *INILAH YANG DIDAPATKAN OLEH ORANG  YANG HIJRAH*

"DAN, barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak." (Q.S. An-Nisa: 100).


🌺 HIJRAH  bisa menjadi  jalan terbaik dalam meraih nikmatnya hidayah. Misalnya, ketenteraman, kebahagiaan, kelapangan, dan kesenangan, serta rezeki yang banyak. Namun, keinginan untuk berhijrah itu akan terasa berat jika tidak dilandasi karena Allah semata. 


🌺 KEBIASAAN bermaksiat, berlaku zalim, dan kedurhakaan sebagai larangan Allah  akan menjadi kendala untuk memperbaiki diri dari kebiasaan buruk ke perbuatan baik, sebagaimana sabda Rasulullah SAW  di bawah ini.

 ﻭَﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮُ ﻣَﻦْ ﻫَﺠَﺮَ ﻣَﺎ ﻧَﻬَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪ

“Dan, Al-Muhaajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan larangan Allah.”_* (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).


🌺 BAGI  yang jujur dan ikhlas dalam hijrahnya, mereka  akan mendapat balasan kenikmatan dengan tambahan rezeki. Memang,  hijrah itu tidaklah mudah dan  ujian  selalu ada. 


🌺 APAKAH orang yang yang hijrah tersebut  ikhlas meninggalkan suatu keburukan karena Allah atau hanya pura-pura saja. Padahal, kesabaran akan membuat yang berat terasa ringan. Segala kesusahan dan penderitaan akan terasa manis. 


🌺KEPADA seseorang  yang hijrah,  Allah juga akan memberikan rezeki yang banyak di dalam bumi-Nya yang luas, sebagaimana Allah  firman-Nya di bawah ini.

*وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً*

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (Q.S. An-Nisaa: 100). 


🌺 MAKA ketika hijrah, kita landasi kehijrahan kita tersebut dengan  niatan karena Allah semata. Untuk apa? Untuk mencari.  Rida-Nya agar kita  dapati kenikmatan yang luar biasa.

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.”(H.R. Ahmad).

----------------🌼🌼🌼----------------

🌠 SEMOGA Allah  rida menganugerahkan  kepada kita semua: keselamatan,  kesehatan, kebahagiaan,  rahmat (kasih sayang-Nya), berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita, umur panjang, rezeki halal, serta  kemudahan mengarungi kehidupan.

Sunday, 21 June 2026

Baktimu kepada Ibu Bapakmu Pintu Surgamu

 

Oleh Ustadz Drs. Jubaedi Syarbini



Birrul Walidain (berbakti kepada kedua orang tua) adalah salah satu amalan paling utama dalam Islam. Kedudukannya sangat tinggi, bahkan dalam Al-Qur'an, perintah untuk berbakti kepada orang tua sering kali diletakkan langsung setelah perintah untuk mentauhidkan Allah. Ini menunjukkan bahwa menghormati dan merawat orang tua bukanlah sekadar norma sosial, melainkan ibadah yang sangat mendasar.

Berikut adalah panduan mengenai apa yang harus dan tidak boleh dilakukan seorang anak, disertai dengan dalil-dalil dari Al-Qur'an.

## Yang Harus Dilakukan (Bentuk Bakti)

 * Menaati Mereka dalam Kebaikan: Mematuhi segala perintah dan nasihat orang tua, selama tidak bertentangan dengan syariat agama (bukan maksiat atau syirik).

 * Berbicara dengan Lembut dan Sopan: Menggunakan nada suara yang rendah, kata-kata yang santun, dan penuh rasa hormat saat berkomunikasi dengan mereka.

 * Merawat dan Menanggung Kebutuhan Mereka: Terutama saat mereka sudah berusia lanjut, anak berkewajiban menjaga, merawat fisik, serta memenuhi kebutuhan finansial atau tempat tinggal mereka jika mampu.

 * Mendoakan Kebaikan untuk Mereka: Selalu menyelipkan doa ampunan dan kasih sayang untuk orang tua, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah tiada.

 * Menjaga Silaturahmi Teman-Teman Orang Tua: Termasuk menyambung hubungan baik dengan kerabat dekat mereka sebagai bentuk penghormatan.

## Yang Tidak Boleh Dilakukan (Bentuk Durhaka)

 * Mengatakan "Ah" atau Membentak: Mengeluarkan keluhan, bersungut-sungut, atau meninggikan suara di hadapan mereka, sekecil apa pun bentuk kekesalan tersebut.

 * Menolak Perintah Mereka Tanpa Alasan Syar'i: Mengabaikan atau menolak permintaan mereka hanya karena malas atau lebih mementingkan urusan pribadi yang tidak mendesak.

 * Menelantarkan Mereka di Hari Tua: Membiarkan mereka hidup kesusahan, kesepian, atau tidak terawat ketika mereka sudah tidak berdaya.

 * Memandang Mereka dengan Tatapan Tajam/Marah: Menunjukkan ekspresi wajah yang tidak menyenangkan, cemberut, atau menatap dengan rasa benci/marah.

 *Menaati Mereka dalam Maksiat: Satu-satunya pengecualian untuk tidak patuh adalah jika orang tua mengajak kepada kemusyrikan atau pelanggaran agama. Namun, penolakan ini pun harus disampaikan dengan cara yang sangat santun.

#Ayat-Ayat Al-Qur'an Terkait Birrul Walidain

Berikut adalah beberapa ayat utama yang menjadi dasar perintah berbakti kepada orang tua:

 1. Surah Al-Isra' Ayat 23–24

Ayat ini merupakan panduan paling detail mengenai etika berbicara dan bersikap kepada orang tua, terutama saat mereka lansia.

Artinya:"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."


Artinya:"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil'."

2. Surah Luqman Ayat 14

Ayat ini menekankan pengorbanan seorang ibu dan perintah untuk bersyukur kepada Allah sekaligus kepada orang tua.

Artinya:"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku tempat kembalimu."

 3. Surah An-Nisa' Ayat 36

Dalam ayat ini, perintah berbuat baik kepada orang tua ditempatkan langsung setelah perintah menyembah Allah tanpa mempersekutukan-Nya.

Artinya:"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua..."


Ketika orang tua telah wafat, pintu untuk berbakti (birrul walidain) tidak serta-merta tertutup. Islam memberikan tuntunan yang sangat indah bahwa seorang anak tetap bisa mengirimkan kebaikan dan pahala kepada orang tua mereka yang sudah berada di alam barzakh.

Berikut adalah hal-hal utama yang perlu dan dapat dilakukan oleh anak ketika orang tua sudah wafat, lengkap dengan dasar hadisnya:

## 1. Mendoakan dan Memohonkan Ampunan

Ini adalah tugas paling utama dan berkelanjutan bagi seorang anak. Doa anak yang saleh adalah aset paling berharga bagi orang tua di alam kubur karena pahalanya tidak akan terputus.

 * Dasar Hadis:

   Rasulullah ﷺ bersabda:

   > "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim no. 1631)

 

 * Dampak di Alam Kubur:

   Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa derajat seorang orang tua bisa diangkat di surga karena istigfar anaknya:

   > "Sesungguhnya Allah ’Azza wa Jalla akan mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga. Hamba itu berkata, 'Wahai Rabb, dari mana saya bisa mendapatkan ini?' Allah berfirman, '**Karena permohonan ampunan anakmu untukmu**'." (HR. Ahmad, disahihkan oleh Al-Albani)


2. Melunasi Utang-Utang Orang Tua (Utang kepada Manusia maupun Allah)

Anak hendaknya segera memeriksa dan menyelesaikan tanggung jawab finansial atau kewajiban ibadah orang tua yang belum terpenuhi semasa hidup, seperti utang piutang, wasiat, atau utang puasa/haji (jika mampu).

 * Dasar Hadis (Utang Puasa):

   > "Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan memiliki utang puasa, maka walinya (anak/kerabatnya) yang berpuasa untuknya." (HR. Bukhari no. 1952 dan Muslim no. 1147)

 * Dasar Hadis (Utang Haji/Nazar):

   Seorang wanita bertanya kepada Nabi ﷺ tentang ibunya yang bernazar ingin haji tapi wafat sebelum menunaikannya. Nabi ﷺ menjawab:

 "Hajikanlah untuknya. Bagaimana pendapatmu jika ibumu memiliki utang, bukankah kamu yang melunasinya? **Bayarlah utang kepada Allah, karena utang kepada Allah lebih berhak untuk dilunasi." (HR. Bukhari no. 1852)

 

3. Bersedekah Atas Nama Orang Tua

Anak bisa menginfakkan sebagian hartanya (seperti membangun sumur, mewakafkan Al-Qur'an, atau memberi makan fakir miskin) dengan meniatkan pahalanya untuk orang tua.

 * Dasar Hadis:

   Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa ibu dari Sa'ad bin Ubadah meninggal dunia ketika Sa'ad tidak ada di tempat. Lalu Sa'ad bertanya kepada Rasulullah:

   > "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku meninggal dunia sedangkan aku sedang tidak bersamanya, apakah bermanfaat jika aku bersedekah atas namanya?" Beliau bersabda, **"Ya, bermanfaat."** (HR. Bukhari no. 2756)

 

 4. Menyambung Silaturahmi dengan Kerabat dan Sahabat Orang Tua

Bentuk bakti yang sering terlupakan adalah menjaga hubungan baik dengan paman, bibi, serta teman-teman dekat almarhum/almarhumah orang tua.

 * Dasar Hadis:

   Rasulullah ﷺ bersabda:

   > "Sesungguhnya bakti yang paling utama adalah seorang anak menyambung tali silaturahmi dengan keluarga teman baik ayahnya setelah ayahnya meninggal dunia." (HR. Muslim no. 2552)

 

## Ringkasan dalam Satu Hadis Penuh

Seluruh poin di atas sebenarnya terangkum indah dalam sebuah dialog antara seorang sahabat dari Bani Salimah dengan Rasulullah ﷺ:

"Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku setelah keduanya wafat?"

>Beliau ﷺ menjawab, "Ya, ada. Yaitu (1) mendoakan keduanya, (2) memohonkan ampunan untuk keduanya, (3) menunaikan janji/wasiat mereka setelah wafatnya, (4) menyambung silaturahmi yang tidak tercipta kecuali lewat perantara mereka, dan (5) memuliakan teman dekat keduanya." (HR. Abu Dawud no. 5142, dinilai sahih oleh sebagian ulama dan dhoif oleh yang lain, namun maknanya didukung hadis-hadis sahih sebelumnya).



Al Isra: 23

Menyenangkan orang tua:

Berakhlak baik

Berprestasi 

Mengunjungi orang tua 

Membawakan oleh-oleh/buah tangan 

Meluangkan waktu untuk menemui orang tua 

Thursday, 18 June 2026

Hijrah Hati

 


_HIJRAH  berarti meninggalkan, berpisah, menjauhkan dari, dan berpindah tempat. Hijrah hati adalah proses penyucian hati dari sifat-sifat negatif, seperti iri, dengki, sombong, dan tamak. Dengan hati yang bersih, seseorang  dapat memiliki niat yang ikhlas dalam beribadah. Hijrah hati menjadi pondasi untuk melaksanakan hijrah diri secara konsisten._


🌺 HIJRAH bisa dimaknai sebagai upaya memperbaiki diri ke kehidupan yang lebih baik. Hijrah dalam konteks luas, bisa diterapkan dalam segala keadaan.


🌺ORANG yang hijrah  adalah orang yang berusaha  memperbaiki diri dan berjuang untuk mendekatkan diri kepada Allah. “Sesungguhnya orang-orang  beriman, orang-orang yang berhijrah,  dan berjihad di jalan Allah. Mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Dan, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Baqarah: 218).


🌺MAKA, hijrah hati menjadi langkah penting bagi setiap orang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Hijrah hati adalah perubahan dari kondisi hati yang buruk menuju kondisi yang lebih baik.


🌺 HIJRAH hati   mencakup meninggalkan dosa, menghindari maksiat, serta mengganti kebiasaan buruk dengan amalan yang dicintai Allah. ”…dan seorang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

.

🌺 ADAPUN langkah-langkah  untuk menuju hijrah hati di antaranya seperti yang di bawah ini.

 

1️⃣ Memperbaiki Niat. “Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya.”_* (H.R. Bukhari dan Muslim). Hijrah hati dimulai dengan niat yang tulus untuk berubah menjadi lebih baik demi menggapai rida Allah, bukan demi pujian manusia.


2️⃣ Meninggalkan dosa dan maksiat.  Meninggalkan dosa adalah salah satu bentuk hijrah hati yang paling mendasar.  “Dan bertobatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang beriman agar kalian beruntung.” (Q.S. An-Nur: 31). Tobat yang sungguh-sungguh  menjadi pintu awal untuk menghapus dosa dan memperbaiki hubungan dengan Allah.


3️⃣ Memperbanyak amal kebaikan. Hijrah hati akan sempurna jika diiringi dengan memperbanyak amal kebaikan dan membantu sesama. “Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya akan melihat (balasan)nya." (Q.S. Al Zalzalah: 7).


🌺 ADAPUN manfaat  hijrah hati  adalah membuat seseorang lebih taat dalam beribadah dan merasa lebih dekat dengan Allah. Pun pula, menjadikan pribadi seseorang  lebih baik, yaitu sabar, rendah hati, dan berakhlak mulia.

🌠 *_SEMOGA Allah  rida menganugerahkan  kepada kita semua:  kesehatan, kebahagiaan, keselamatan,  rahmat (kasih sayang-Nya), berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita, umur panjang, rezeki halal, serta  kemudahan mengarungi kehidupan.

Monday, 15 June 2026

Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1448 H

 

Sumber gambar: dokumen pribadi 


Sejarah Kalender Hijriyah

Berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis perputaran bumi mengelilingi matahari (syamsiyah), kalender Hijriyah berbasis pada perputaran bulan mengelilingi bumi (qamariyah). Namun, tahukah Anda bahwa kalender ini tidak dimulai sejak zaman Nabi Muhammad $SAW$ lahir atau wafat?

Sejarahnya dimulai pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab (sekitar tahun 17 Hijriyah atau 638 Masehi). Khalifah Umar menerima surat dari gubernur Bashrah, Abu Musa al-Asy'ari, yang mengeluhkan tentang kebingungan penanggalan surat-surat resmi karena tidak adanya acuan tahun yang jelas.

Umar kemudian mengumpulkan para sahabat untuk berdiskusi. Ada yang mengusulkan perhitungan dimulai dari tahun kelahiran Nabi, ada pula dari tahun wafatnya.

 Ali bin Abi Thalib mengusulkan agar penanggalan dimulai dari peristiwa Hijrahnya Nabi Muhammad $SAW$ dari Mekkah ke Madinah. Usul ini diterima karena Hijrah adalah momentum pemisah antara kebenaran dan kebatilan, serta titik awal berdirinya peradaban Islam yang berdaulat. Oleh karena itu, kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah.

Apa yang Perlu Dilakukan pada Tahun Baru Islam?

Dalam Islam, pergantian tahun bukanlah momen untuk hura-hura, pesta kembang api, atau begadang tanpa arah. Momen ini adalah waktu yang tepat untuk beribadah dan merenung. Berikut adalah beberapa hal yang sangat dianjurkan:

  • Muhasabah (Evaluasi Diri): Ini adalah amalan paling utama. Menghitung kembali berapa banyak dosa yang dilakukan dan berapa banyak amal shalih yang telah tabung sepanjang tahun lalu.

  • Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun: * Doa Akhir Tahun dibaca sebelum maghrib di hari terakhir bulan Dzulhijjah, memohon ampunan atas dosa setahun ke belakang.

    • Doa Awal Tahun dibaca setelah maghrib (karena pergantian hari dalam Islam dimulai saat maghrib), memohon perlindungan dari setan dan keberkahan di tahun yang baru.

  • Meningkatkan Amalan Ibadah: Memperbanyak dzikir, istighfar, dan membaca Al-Qur'an.

  • Mempersiapkan Diri untuk Puasa Sunnah: Bulan Muharram adalah salah satu Asyhurul Hurum (bulan yang dimuliakan). Sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa, terutama Puasa Tasu'a (9 Muharram) dan Puasa Asyura (10 Muharram).

Haruskah Ada Resolusi Tahun Baru Hijriyah?

Jawabannya: Tidak wajib secara syariat, tetapi SANGAT BAGUS jika dilakukan secara esensial.

Kata "resolusi" sering kali identik dengan budaya barat di malam tahun baru Masehi (seperti diet, beli barang baru, atau target finansial). Namun, jika kita melihat dari kacamata Islam, esensi dari tahun baru Hijriyah adalah spirit Hijrah—yaitu berpindah dari kondisi yang buruk menuju yang lebih baik.

Rasulullah $SAW$ bersabda:

"Seorang muslim yang sejati adalah orang yang mana kaum muslimin lainnya selamat dari lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (HR. Bukhari)

Cara Membuat "Resolusi Hijrah" yang Bermakna:

Jika Anda ingin membuat resolusi, fokuslah pada aspek spiritual dan peningkatan kualitas diri sebagai hamba Allah, misalnya:

Bidang PeningkatanContoh Resolusi Hijriyah
Ibadah RitualBerkomitmen tidak lagi menunda shalat lima waktu atau merutinkan shalat tahajud.
SpiritualTarget mengkhatamkan Al-Qur'an secara berkala beserta artinya.
Akhlak/SosialBerhenti bergosip (ghibah), lebih rajin bersedekah, atau lebih sabar menahan amarah.
ProduktifitasMeningkatkan etos kerja atau belajar hal baru yang bermanfaat bagi sesama sebagai bentuk ibadah.

Membuat resolusi seperti ini justru menghidupkan makna Hijrah yang sesungguhnya di zaman modern. 

Wednesday, 10 June 2026

9 WASIAT NABI MUHAMMAD YANG SANGAT PENTING UNTUK UMAT ISLAM

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari Abud Darda, radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memberikan wasiat kepadaku dengan sembilan (perkara):

لَا تُشْرِكْ بِاللهِ شَيْئًا وَإِنْ قُطِّعْتَ أَوْ حُرِّقَتْ، وَلَا تَتْرُكَنَّ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوْبَةَ مُتَعَمِّدًا، وَمَنْ تَرَكَهَا مُتَعَمِّدًا بَرِئَتْ مِنْهُ الذِّمَّةُ، وَلَا تَشْرَبَنَّ الْخَمْرَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ، وَأَطِعْ وَالِدَيْكَ وَإِنْ أَمَرَاكَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ دُنْيَاكَ فَاخْرُجْ لَهُمَا، وَلَا تُنَازِعَنَّ وُلَاةَ الْأَمْرِ وَإِنْ رَأَيْتَ أَنَّكَ أَنْتَ، وَلَا تَفْرُرْ مِنَ الزَّحْفِ وَإِنْ هَلَكْتَ وَفَرَّ أَصْحَابُكَ، وَأَنْفِقْ مِنْ طَوْلِكَ عَلَى أَهْلِكَ، وَلَا تَرْفَعْ عَصَاكَ عَلَى أَهْلَكَ، وَأَخِفْهُمْ فِي اللهِ عَزَّ وَجَلَّ


1. Janganlah engkau menyekutukan Alloh dengan apapun, meski engkau diancam dibunuh atau dibakar.

2. Janganlah engkau meninggalkan sholat wajib dengan sengaja, karena sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat wajib dengan sengaja telah lepas dari perlindungan Alloh.

3. Janganlah engkau minum khomer, karena itu induk semua kekejian.

4. Taatilah kedua orang tuamu, meski keduanya memerintahkanmu untuk meninggalkan duniamu, maka tinggalkanlah karena mentaati keduanya.

5. Janganlah engkau memberontak kepada Penguasa Yg TELAH berhukum dengan kitabulloh walaupun engkau melihat bahwa engkau di atas kebenaran.

6. Janganlah engkau lari dari peperangan, walaupun engkau sendirian,dan kawan-kawanmu telah lari.

7. Nafkahilah keluargamu dari usahamu yang halal.

8. Didiklah keluargamu dgn Syariat

9. Ingatkan mereka untuk takut kepada Alloh.

[HR. Al-Bukhari di dalam Al-Adabul Mufrod]


Fawaid Hadis:

Ada beberapa faidah yang bisa kita ambil dari hadis ini, antara lain :

1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan bibingan kepada sebagian sahabat secara khusus, dan kepada umat secara umum.*

2. Kewajiban seorang Muslim menetapi tauhid dan menjauhi syirik, walaupun mengorbankan nyawanya. Sebab tauhid adalah kunci Surga, sedangkan syirik adalah penyebab kekal di dalam Neraka.

3. Kedudukan sholat wajib, dan bahaya meninggalkannya dengan sengaja, karena orang yang meninggalkan shalat wajib dengan sengaja telah lepas dari perlindungan Alloh.

4. Larangan minum khomer, yaitu semua minuman yang memabukkan, karena khomer adalah induk semua kekejian.

5. Kewajiban mentaati kedua orang tua di dalam kebaikan, meski dengan mengorbankan dunia.

6. Larangan memberontak kepada Penguasa Yg telah berhukum dengan kitabulloh, walaupun seseorang merasa  di atas kebenaran.* Sebab kerusakan pemberontakan lebih besar dari pada kerusakan kemaksiatan Pemerintah.

7. Larangan lari dari peperangan, walaupun sampai mengorbankan nyawa.

8. Perintah menafkahi keluarga dengan usaha yang halal dan baik.

9. Kewajiban orang tua membimbing anak-anaknya untuk taat kepada Alloh, jika perlu dengan pukulan untuk pendidikan, bukan pukulan untuk penyiksaan. Seperti ketika anak sudah berumur 10a tahun, tetapi masih meninggalkan shalat.


10. Kewajiban kepala rumah tangga mengingatkan anggota keluarganya untuk takut kepada Alloh, kemudian mentaatiNya.

Hanya Alloh yang memberikan taufiq, rahmat dan hidayah.


*وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*

••••••••••••••••••••••

Tujuh Dosa Besar yang Harus Dijauhi

 ONE DAY ONE HADITS

Rabu, 10 Juni 2026 / 24 Dzulhijjah 1447


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوبِقَاتِ»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: «الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ اليَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ المُحْصَنَاتِ المُؤْمِنَاتِ الغَافِلاَتِ». (رواه الشيخان، وأبو داود، والنسائي).


Dari Abu Huroiroh –semoga Alloh merdihoinya-, dari Nabi shalallahu alaihi wa salam, beliau berkata: “Jauhilah oleh kalian 7 (tujuh) dosa yang membinasakan!”. Mereka (para shahabat) bertanya: “Wahai Rosululloh dan apa saja dosa-dosa yang membinasakan itu?” Beliau berkata: “Menyekutukan Alloh, sihir, membunuh jiwa (yang jiwa tersebut) telah Alloh haromkan melainkan (membunuhnya dengan) cara yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling (lari) pada hari pertempuran dan menuduh wanita yang beriman, yang suci, yang menjaga kehormatannya dengan tuduhan berbuat zina“. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhory, Muslim, Abu Dawud dan An-Nasa’iy).


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Sabda Beliau, "Jauhilah" lebih keras daripada kata-kata "Jangan kalian mengerjakan", karena larangan mendekati lebih keras daripada larangan melakukan suatu perbuatan, dimana dalam kata-kata "jauhilah" mencakup larangan segala yang dapat mendekatkan kepada perbuatan itu.

2- Sabda Beliau "tujuh dosa yang membinasakan" adalah tujuh dosa besar. Dikatakan "membinasakan", karena dosa-dosa tersebut menjadi sebab binasa pelakunya di dunia karena hukuman yang diakibatkan darinya dan di akhirat ia akan memperoleh azab.

3- Dosa besar adalah perbuatan yang dilarang Allah dan Rasul-Nya, dimana perbuatan tersebut ada hadnya (hukumannya) di dunia, atau adanya ancaman berupa azab dan kemurkaan di akhirat atau adanya laknat terhadap pelakunya.

4- Tujuh dosa besar yaitu:

"Syirik kepada Allah, melakukan sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri dari peperangan, dan menuduh berzina wanita yang suci mukminah yang tidak tahu-menahu." 


Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Syirik adalah dosa yang paling besar. Allah mengharamkan surga bagi orang yang meninggal di atas perbuatan syirk dan mengekalkan orang itu di neraka.

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya adalah neraka, tidak ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al Maa’idah : 72).


2- Sihir adalah sejumlah pekerjaan setan yang dilakukan oleh pesihir berupa mantera-mantera, bertawassul (mengadakan perantara) kepada setan-setan, dan berupa kalimat yang diucapkan pesihir dengan ditambah dupa/kemenyan dan buhul-buhul yang ditiup-tiup.


وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

"Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul."(Terj. QS. Al Falaq: 4)


3- Membunuh seseorang tanpa alasan atau sebab yang dibenarkan oleh agama adalah merupakan dosa besar diantara tujuh dosa besar yang terdapat didalam hadist diatas dan akan mendapatkan balasan dari Allah yaitu neraka jahannam 


وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Artinya: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.”(An-Nisa’:93)


4- Orang yang bermu’amalah dengan riba tidak dapat bangkit dari kuburnya pada hari kebangkitan melainkan seperti berdirinya orang yang terkena penyakit ayan, hal ini disebabkan mereka memakan riba ketika di dunia.


الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِييَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

 “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena (tekanan) penyakit gila. (Al Baqarah: 275)


5- Memakan harta anak yatim.

Tentang memakan harta anak yatim.


إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا

"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)." (Qs. An Nisaa': 10)


6- Melarikan diri dari peperangan.

Ketika bertemu musuh wajib tetap bertahan dan haram melarikan diri. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ، وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ.

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).---Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan sangat buruklah tempat kembalinya. (Al Anfaal: 15-16)


7-  Bahwa siapa saja yang menuduh berzina kepada wanita yang baik-baik, yang merdeka lagi suci, maka ia mendapatkan laknat di dunia dan akhirat, serta baginya azab yang besar. Di samping adanya had di dunia, yaitu 80 kali dera dan persaksiannya tidak dianggap meskipun sebagai orang yang adil.


إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ    

"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar, (An Nuur: 23).

Sunday, 7 June 2026

SIBUK KEJAR DUNIA BISA SEBABKAN LUPA SANG PENCIPTA


_MANUSIA yang  sibuk mencari, mengejar, dan menginginkan segala sesuatu yang bukan kebutuhannya   bisa menyebabkan  lupa bersyukur.  Bahkan, mereka  akhirnya bisa lupa kepada Sang Pencipta dan sesamanya._


🌺 MANUSIA sering merasa kurang dengan harta atau apa pun yang telah dimiliki. Inginnya manusia memiliki lebih daripada  yang sudah ada. 


🌺 PUNYA satu, manusia ingin punya dua. Punya dua, ingin punya tiga. Begitu seterusnya. *_“Seandainya manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, ia tentu ingin lagi yang kedua. Jika ia diberi yang kedua, ia ingin lagi yang ketiga. Tidak ada yang bisa mengha langi isi perutnya selain tanah. Dan Allah Maha Penerima tobat siapa saja yang mau bertobat."_* (H.R. Bukhari).


🌺 MANUSIA  yang selalu merasa kurang sehingga terus berambisi menumpuk kekayaan  tersebut sering melupakan syukur ketika telah mendapatkan yang diinginkan. Sebab, manusia tersebut sibuk mencari tambahan lebih banyak lagi. 


🌺 KETIKA  tidak berhasil mendapatkannya, manusia kecewa secara berlebihan, Orang seperti itu, baik mendapatkan apa yang diinginkan maupun tidak, tetap melupakan Allah dan sesama manusia  di sekitarnya, terutama yang membutuhkan.


🌺 PADAHAL, seperti dikatakan Rasulullah SAW,  salah satu cara mengingat Allah dan sesamanya dalam masalah harta duniawi adalah dengan melihat orang yang berada di bawahnya.  *_"Lihatlah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta) dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena hal itu lebih bisa membuatmu tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu."_* (H.R. al-Bukhari-Muslim).


🌺 KETIKA seseorang  menyadari bahwa dirinya masih lebih baik daripada orang lain, ia akan menjadi orang yang bersyukur dan merasa cukup. Lalu, orang tadi  lebih memfokuskan diri untuk berbagi terhadap sesama. 


🌺 SYUKUR seperti itulah  yang menjadi faktor utama Allah menambahkan rezeki-Nya serta memberkahinya, *_"Jika kalian bersyukur, niscaya Aku tambahkan nikmat-Ku untuk kalian. Namun, jika kalian kufur, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."_*  (Q.S. Ibrahim : 7).

----------------🌼🌼🌼----------------

🌠 *_SEMOGA Allah  rida menganugerahkan  kepada kita semua:  kesehatan, keselamatan,  kebahagiaan, rahmat (kasih sayang-Nya), berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita, umur panjang, rezeki halal, serta  kemudahan mengarungi kehidupan.

Thursday, 4 June 2026

Manfaat Puasa untuk Kesehatan: Tinjauan Ilmiah

 Assalamualaikum ...


Puasa adalah kondisi ketika seseorang menahan diri dari makan dan minum dalam jangka waktu tertentu. Selain memiliki nilai spiritual yang tinggi, berbagai penelitian modern menunjukkan bahwa puasa juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental apabila dilakukan dengan benar.

1. Membantu Mengontrol Berat Badan

Saat berpuasa, tubuh menggunakan cadangan glukosa yang tersimpan di hati dan otot sebagai sumber energi. Setelah cadangan tersebut berkurang, tubuh mulai memanfaatkan lemak sebagai bahan bakar. Proses ini membantu mengurangi penumpukan lemak tubuh dan mendukung penurunan berat badan secara bertahap.

2. Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Puasa dapat membantu tubuh menggunakan insulin secara lebih efisien. Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula darah. Sensitivitas insulin yang lebih baik membantu menjaga kestabilan gula darah dan dapat menurunkan risiko terjadinya resistensi insulin yang berkaitan dengan diabetes tipe 2. Type 2 Diabetes

3. Merangsang Autofagi (Pembersihan Sel)

Salah satu manfaat puasa yang banyak diteliti adalah meningkatnya proses autofagi, yaitu mekanisme alami tubuh untuk membersihkan komponen sel yang rusak atau tidak diperlukan. Proses ini membantu menjaga kesehatan sel, memperbaiki jaringan, dan mendukung regenerasi tubuh.

4. Menyehatkan Jantung dan Pembuluh Darah

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu:

Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Menurunkan tekanan darah.

Mengurangi kadar trigliserida.

Faktor-faktor tersebut berperan penting dalam menurunkan risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.

5. Mengurangi Peradangan

Peradangan kronis merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Puasa dapat membantu menurunkan beberapa penanda inflamasi sehingga tubuh menjadi lebih terlindungi dari kerusakan jaringan akibat peradangan berkepanjangan.

6. Mendukung Kesehatan Otak

Puasa dapat meningkatkan produksi protein yang disebut Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yang berperan dalam pertumbuhan dan perlindungan sel saraf. Manfaatnya antara lain:

Meningkatkan daya ingat.

Mendukung kemampuan belajar.

Membantu menjaga fungsi otak seiring bertambahnya usia.

7. Memberikan Kesempatan Istirahat bagi Sistem Pencernaan

Selama puasa, organ pencernaan bekerja lebih ringan karena tidak terus-menerus memproses makanan. Waktu istirahat ini memungkinkan tubuh melakukan pemeliharaan dan perbaikan berbagai fungsi metabolik.

8. Meningkatkan Kesehatan Mental dan Pengendalian Diri

Puasa melatih disiplin, kesabaran, dan pengendalian diri. Selain itu, sebagian orang melaporkan peningkatan fokus, ketenangan batin, dan rasa syukur yang lebih besar selama menjalani puasa.

9. Berpotensi Memperlambat Proses Penuaan

Melalui mekanisme seperti autofagi, penurunan stres oksidatif, dan perbaikan metabolisme, puasa diduga dapat membantu menjaga kesehatan sel dan berpotensi memperlambat beberapa aspek proses penuaan biologis.

Kesimpulan

Dari sudut pandang ilmiah, puasa memberikan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari pengendalian berat badan, perbaikan metabolisme gula darah, kesehatan jantung, peningkatan fungsi otak, hingga proses peremajaan sel. Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika puasa dilakukan dengan pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, dan tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Dalam Islam, puasa tidak hanya bertujuan menyehatkan tubuh, tetapi juga membentuk ketakwaan, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 183: "agar kamu bertakwa." Dengan demikian, puasa memberikan manfaat yang menyentuh aspek fisik, mental, dan spiritual sekaligus.


Semoga bermanfaat . Salam sehat .


Tips Rumah Rapi dan Nyaman Dihuni

Agar rumah tidak mudah berantakan, kuncinya bukan memiliki rumah yang besar atau banyak tempat penyimpanan, tetapi setiap barang mempunyai t...