Showing posts with label AGAMA. Show all posts
Showing posts with label AGAMA. Show all posts

Wednesday, 6 May 2026

Tidak Mudah Menuduh Orang Munafik dari Prasangka

 ONE DAY ONE HADITS

Senin, 4 Mei 2026 / 16 Dzulkaidah 1447


عن عِتْبَانَ بن مالك رضي الله عنه وَهُوَ مِمَّن شَهِدَ بَدرًا، قَالَ: كنتُ أُصَلِّي لِقَوْمِي بَني سَالِم، وَكَانَ يَحُولُ بَيْنِي وبَيْنَهُمْ وَادٍ إِذَا جَاءتِ الأَمْطَار، فَيَشُقُّ عَلَيَّ اجْتِيَازُهُ قِبَلَ مَسْجِدِهم، فَجِئتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم فقلت لَهُ: إنّي أنْكَرْتُ بَصَرِي، وَإنَّ الوَادِي الَّذِي بَيْنِي وبَيْنَ قَومِي يَسيلُ إِذَا جَاءتِ الأمْطَارُ، فَيَشُقُّ عَلَيَّ اجْتِيَازُهُ فَوَدِدْتُ أنَّكَ تَأتِي فَتُصَلِّي في بَيْتِي مَكَانًا أتَّخِذُهُ مُصَلّى، فَقَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((سَأَفْعَلُ)).

فَغَدَا عليَّ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم وَأَبُو بكر رضي الله عنه بَعْدَ مَا اشْتَدَّ النَّهَارُ، وَاسْتَأذَنَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم، فَأذِنْتُ لَهُ، فَلَمْ يَجْلِسْ حَتَّى قَالَ: ((أيْنَ تُحِبُّ أَنْ أُصَلِّيَ مِنْ بَيْتِكَ؟)) فَأَشَرْتُ لَهُ إِلَى المَكَانِ الَّذِي أُحبُّ أَنْ يُصَلِّيَ فِيهِ، فَقَامَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم فَكَبَّرَ، وَصَفَفْنَا وَرَاءَهُ فَصَلَّى رَكعَتَينِ، ثُمَّ سَلَّمَ وَسَلَّمْنَا حِينَ سَلَّمَ فَحَبَسْتُهُ عَلَى خَزيرَةٍ تُصْنَعُ لَهُ، فَسَمِعَ أهلُ الدَّارِ أنَّ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم في بَيْتِي فَثَابَ رِجالٌ مِنْهُمْ حَتَّى كَثُرَ الرِّجَالُ فِي البَيْتِ.

فَقَالَ رَجُلٌ: مَا فَعَلَ مَالِكٌ لاَ أرَاهُ! فَقَالَ رَجُلٌ: ذلِكَ مُنَافِقٌ لا يُحِبُّ اللهَ ورسولَهُ، فَقَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((لاَ تَقُلْ ذلِكَ، ألا تَرَاهُ، قَالَ: لاَ إلهَ إلا الله يَبْتَغي بذَلِكَ وَجهَ الله تَعَالَى)) فَقَالَ: اللهُ ورسُولُهُ أعْلَمُ، أمَّا نَحْنُ فَوَاللهِ مَا نَرَى وُدَّهُ وَلا حَدِيثَهُ إلا إِلَى المُنَافِقينَ! فَقَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((فإنَّ الله قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ: لاَ إلهَ إِلاَّ الله يَبْتَغِي بذَلِكَ وَجْهَ الله)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.


Dari Itban bin Malik radhiyallahu anhu salah seorang sahabat yang ikut perang Badar ia berkata:

“Aku biasa mengimami kaumku dari Bani Salim. Namun di antara aku dan mereka ada sebuah lembah. Jika hujan turun, lembah itu tergenang sehingga sulit bagiku untuk menyeberang ke masjid mereka.

Maka aku datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dan berkata: ‘Sesungguhnya penglihatanku telah berkurang, dan lembah yang ada antara aku dan kaumku mengalir saat hujan, sehingga sulit bagiku menyeberang. Aku berharap engkau datang dan shalat di rumahku pada suatu tempat yang nanti akan aku jadikan tempat shalat.’

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda: ‘Aku akan melakukannya.’

Keesokan harinya Rasulullah shalallahu alaihi wa salam datang kepadaku bersama Abu Bakar

radhiyallahu anhu setelah matahari agak tinggi. Beliau meminta izin masuk, lalu aku izinkan. Beliau tidak duduk sampai berkata: ‘Di mana engkau ingin aku shalat di rumahmu?’

Aku tunjukkan tempat yang aku inginkan. Maka Rasulullah shalallahu alaihi wa salam berdiri, bertakbir, dan kami berbaris di belakang beliau. Beliau shalat dua rakaat, lalu salam, dan kami pun ikut salam.

Kemudian aku menahan beliau untuk menikmati hidangan khazirah (makanan dari tepung dan lemak) yang aku siapkan. Lalu penduduk sekitar mendengar bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam berada di rumahku, maka banyak orang berdatangan hingga rumah penuh.

Seseorang berkata: ‘Mana Malik? Aku tidak melihatnya.’ Orang lain berkata: ‘Dia itu munafik, tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya.’

Maka Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda: ‘Jangan berkata begitu. Tidakkah kamu melihat bahwa ia mengucapkan: La ilaha illallah dengan mengharap wajah Allah?’

Orang itu berkata: ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Adapun kami, demi Allah, kami tidak melihat kecintaan dan pembicaraannya kecuali kepada orang-orang munafik.’ Maka Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda: ‘Sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan La ilaha illallah dengan mengharap wajah Allah.’”

(HR. Bukhari dan Muslim)


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Keringanan dalam ibadah karena uzur. Orang yang memiliki kesulitan (seperti sakit, buta, atau kondisi alam) mendapat keringanan untuk tidak ke masjid.

2- Bolehnya membuat tempat khusus shalat di rumah.

Disunnahkan memiliki tempat tertentu di rumah untuk ibadah agar lebih khusyuk.

3- Tawadhu dan perhatian Nabi shalallahu alaihi wa salam.

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam mau memenuhi permintaan sahabat, meskipun secara kedudukan beliau lebih tinggi.

4- Tidak mudah menuduh orang munafik. Nabi shalallahu alaihi wa salam melarang menuduh seseorang sebagai munafik hanya dari prasangka.

5- Keutamaan kalimat tauhid

Ucapan “La ilaha illallah” dengan ikhlas menjadi sebab keselamatan dari neraka.

6- Pentingnya niat (ikhlas).

Tidak cukup hanya mengucapkan, tetapi harus disertai keikhlasan karena Allah.

7- Bolehnya menjamu tamu

Menjamu tamu termasuk akhlak mulia yang dicontohkan para sahabat.

8- Boleh menjelaskan kondisi diri (uzur). Mengabarkan kekurangan (seperti rabun) bukan termasuk keluhan tercela jika ada kebutuhan.

9- Boleh mengajak orang lain saat bertamu. Selama tuan rumah tidak keberatan, membawa teman saat berkunjung diperbolehkan.


Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur'an:


1- Ikhlas dalam Tauhid.

Hadits menegaskan bahwa orang yang mengucapkan La ilaha illallah dengan ikhlas akan diselamatkan.

Tidak cukup hanya ucapan, harus disertai keikhlasan


وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya...”

(QS. Al-Bayyinah: 5)


2- Allah Mengetahui Isi Hati

Dalam hadits, Nabi shalallahu alaihi wa salam melarang menuduh seseorang munafik karena hanya Allah yang tahu isi hati. Kita tidak boleh menghakimi iman seseorang


إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati.”

(QS. Ali ‘Imran: 154)


3- Larangan Su’uzan (Buruk Sangka). Tidak boleh mudah menilai buruk orang lain.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

“Wahai orang-orang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa.”

(QS. Al-Hujurat: 12)


4- Keutamaan Tauhid

Hadits: Allah mengharamkan neraka bagi orang yang ikhlas bertauhid. Tauhid adalah kunci keselamatan.


إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.”

(QS. An-Nisa: 48)


5- Kemudahan dalam Agama

Hadits menunjukkan adanya keringanan karena uzur (hujan, lemah penglihatan). Islam memberi kemudahan, bukan kesulitan.


لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuannya.”

(QS. Al-Baqarah: 286).

Friday, 1 May 2026

Allah Memberi Keberkahan pada yang Sedikit

 ONE DAY ONE HADITS

Jum'at, 1 Mei 2026 / 13 Dzulkaidah 1447



عن أَبي هريرة رضي الله عنه أَوْ أَبي سعيد الخدري رضي الله عنهما- شك الراوي- ولا يَضُرُّ الشَّكُّ في عَين الصَّحَابيّ؛ لأنَّهُمْ كُلُّهُمْ عُدُولٌ- قَالَ: لَمَّا كَانَ غَزوَةُ تَبُوكَ، أصَابَ النَّاسَ مَجَاعَةٌ، فقالوا: يَا رَسُول الله، لَوْ أَذِنْتَ لَنَا فَنَحرْنَا نَواضِحَنَا فَأكَلْنَا وَادَّهَنَّا؟ فَقَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((افْعَلُوا)). 

فَجاء عُمَرُ رضي الله عنه فَقَالَ: يَا رَسُول الله، إنْ فَعَلْتَ قَلَّ الظَّهْرُ، وَلَكِن ادعُهُمْ بفَضلِ أزْوَادِهِمْ، ثُمَّ ادعُ الله لَهُمْ عَلَيْهَا بِالبَرَكَةِ، لَعَلَّ الله أنْ يَجْعَلَ لهم في ذلِكَ البَرَكَةَ. فَقَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((نَعَمْ)) فَدَعَا بِنَطْع فَبَسَطَهُ، ثُمَّ دَعَا بِفضلِ أزْوَادِهِمْ، فَجَعَلَ الرَّجُلُ يَجيءُ بكَفّ ذُرَة، وَيَجيءُ الآخر بِكَفّ تمر، وَيجيءُ الآخرُ بِكِسرَة، حَتَّى اجْتَمَعَ عَلَى النّطعِ مِنْ ذلِكَ شَيء يَسيرٌ، فَدَعَا رَسُول الله صلى الله عليه وسلم عليه بِالبَرَكَةِ، ثُمَّ قَالَ: ((خُذُوا في أوعِيَتِكُمْ)) فَأَخَذُوا في أوْعِيَتهم حَتَّى مَا تَرَكُوا في العَسْكَرِ وِعَاء إلا مَلأوهُ وَأَكَلُوا حَتَّى شَبعُوا وَفَضَلَ فَضْلَةٌ، فَقَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((أَشْهَدُ أَنْ لا إلهَ إلا اللهُ، وَأَنّي رَسُولُ الله، لا يَلْقَى اللهَ بِهِمَا عَبْدٌ غَيْرَ شَاكٍّ فَيُحْجَبَ عَنِ الجَنَّةِ)). رواه مسلم. 


Dari Abu Hurairah atau Abu Sa'id Al-Khudri (perawi ragu), dan tidak masalah keraguan dalam penentuan sahabat karena semua sahabat itu adil.

Ia berkata:

Ketika terjadi perang Tabuk, orang-orang mengalami kelaparan. Mereka berkata:

“Wahai Rasulullah, apakah engkau mengizinkan kami menyembelih unta-unta kami lalu kami makan dan memakai lemaknya?”

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

“Lakukanlah.”

Kemudian Umar bin Khattab datang dan berkata:

“Wahai Rasulullah, jika itu dilakukan, maka kendaraan akan berkurang. Akan tetapi, ajaklah mereka membawa sisa bekal mereka, lalu doakan keberkahan untuk mereka. Semoga Allah menjadikan di dalamnya keberkahan.”

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

“Ya.”

Maka beliau meminta alas (hamparan), lalu dibentangkan. Kemudian beliau meminta sisa-sisa bekal makanan mereka.

Lalu orang-orang datang membawa segenggam gandum, segenggam kurma, atau sepotong roti, hingga terkumpul sedikit di atas alas tersebut.

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam kemudian mendoakan keberkahan atasnya.

Lalu beliau bersabda:

“Ambillah ke dalam wadah kalian masing-masing.”

Maka mereka mengisi wadah mereka hingga tidak ada satu wadah pun di pasukan kecuali terisi penuh. Mereka makan sampai kenyang, bahkan masih tersisa makanan.

Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

“Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan aku adalah utusan Allah. Tidaklah seorang hamba menemui Allah dengan dua kalimat ini dalam keadaan tidak ragu, kecuali ia tidak akan terhalang dari surga.”

(HR. Sahih Muslim)


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1. Mukjizat Nabi shalallahu alaihi wa salam. Allah memberikan keberkahan pada makanan yang sangat sedikit hingga cukup untuk seluruh pasukan.

2- Pentingnya keberkahan dari Allah Bukan banyaknya jumlah yang membuat cukup, tetapi barakah dari Allah.

3- Musyawarah dalam mengambil keputusan Umar bin Khattab memberikan pendapat yang lebih bijak, menunjukkan pentingnya pertimbangan dan hikmah dalam keputusan.

4- Kaidah fiqih penting:

Mendahulukan maslahat yang lebih besar.

Menghindari kerusakan yang lebih besar.

Memilih mudarat yang lebih ringan jika terpaksa.

5- Adab dalam berbicara kepada pemimpin. Para sahabat berbicara dengan sopan kepada Nabi shalallahu alaihi wa salam meskipun dalam keadaan sulit.

6- Keutamaan tauhid Kalimat syahadat adalah sebab keselamatan di akhirat, selama diucapkan dengan yakin dan tanpa keraguan.

7- Kepastian masuk surga bagi ahli tauhid Orang yang meninggal dalam keadaan bertauhid dan yakin, pada akhirnya akan masuk surga, meskipun bisa melalui proses (termasuk jika punya dosa).

8- Allah mampu memberi keberkahan dari sesuatu yang sedikit

Islam mengajarkan hikmah, musyawarah, dan prioritas maslahat

Tauhid yang benar tanpa keraguan adalah kunci keselamatan akhirat.


Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur'an :


1- Allah memberi keberkahan dari yang sedikit. Allah memberi keberkahan pada yang sedikit

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Seandainya penduduk negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.”(QS. Al-A’raf: 96)


2- Allah mencukupkan rezeki dengan kehendak-Nya. Rezeki pasukan dalam hadits menjadi cukup karena Allah.

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Tidak ada satu makhluk melata di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya.”(QS. Hud: 6)


3- Perintah musyawarah. Ini sesuai dengan sikap Umar bin Khattab yang memberi saran bijak kepada Nabi shalallahu alaihi wa salam.

وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ

“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”

(QS. Ali Imran: 159)


4- Mendahulukan maslahat dan mencegah kerusakan. Nabi shalallahu alaihi wa salam memilih cara yang lebih maslahat (mengumpulkan makanan dan doa keberkahan).

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Bertakwalah kepada Allah semampu kalian.”

(QS. At-Taghabun: 16)


5- Keutamaan tauhid sebagai

keselamatan. Tauhid yang benar tanpa keraguan adalah jalan keselamatan.

فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ

“Barang siapa ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka ia telah berpegang pada tali yang sangat kuat.”

(QS. Al-Baqarah: 256)

Iman Tidak Cukup di Lisan, Harus Dibuktikan dengan Amal

 ONE DAY ONE HADITS

Kamis, 30 April 2026 / 12 Dzulkaidah 1447




عن أنس رضي الله عنه أن النَّبيّ صلى الله عليه وسلم ومعاذ رديفه عَلَى الرَّحْل، قَالَ: ((يَا مُعَاذُ)) قَالَ: لَبِّيْكَ يَا رَسُول الله وَسَعْدَيْكَ، قَالَ: ((يَا مُعَاذُ)) قَالَ: لَبَّيْكَ يَا رَسُول الله وَسَعْدَيْكَ، قَالَ: ((يَا مُعَاذُ)) قَالَ: لَبِّيْكَ يَا رَسُول الله وسَعْدَيْكَ، ثَلاثًا، قَالَ: ((مَا مِنْ عَبْدٍ يَشْهَدُ أن لا إلهَ إلا الله، وَأنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إلا حَرَّمَهُ الله عَلَى النَّار)) قَالَ: يَا رَسُول الله، أفَلا أخْبِرُ بِهَا النَّاس فَيَسْتَبْشِروا؟ قَالَ: ((إِذًا يَتَّكِلُوا)) فأخبر بِهَا مُعاذٌ عِنْدَ موتِه تَأثُّمًا. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ. 


Dari Anas radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shalallahu alaihi wa salam dan Mu'adz bin Jabal sedang berboncengan di atas kendaraan.

Beliau bersabda:

“Wahai Mu’adz!”

Mu’adz menjawab: “Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah dan aku siap membantumu.”

Beliau memanggil lagi:

“Wahai Mu’adz!”

Mu’adz menjawab: “Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah dan aku siap membantumu.”

Sampai tiga kali.

Kemudian beliau bersabda:

“Tidaklah seorang hamba bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dengan benar dari hatinya, kecuali Allah mengharamkannya dari neraka.”

Mu’adz berkata:

“Wahai Rasulullah, bolehkah aku menyampaikan ini kepada manusia agar mereka bergembira?”

Beliau menjawab:

“Kalau begitu, mereka akan bersandar (tidak beramal).”

Lalu Mu’adz menyampaikan hadits ini menjelang wafatnya karena takut berdosa jika menyembunyikan ilmu.

(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits :

1- Keutamaan tauhid dan syahadat

Siapa yang mengucapkan syahadat dengan iman yang benar dari hati, maka itu sebab keselamatan dari neraka.

2- Syarat penting: kejujuran hati

Tidak cukup hanya ucapan. Harus ada keyakinan dan keikhlasan dalam hati.

3- Bahaya hanya mengandalkan harapan tanpa amal.

Nabi shalallahu alaihi wa salam khawatir manusia menjadi malas beramal jika hanya mendengar kabar gembira ini.

4- Pentingnya keseimbangan antara harapan dan amal.

Islam mengajarkan harapan (raja’) tetapi tetap harus disertai usaha (amal).

5- Hikmah dalam menyampaikan ilmu

Seorang alim perlu mempertimbangkan kondisi dan maslahat:

Kadang ilmu disampaikan

Kadang ditunda demi kebaikan yang lebih besar

6- Amanah dalam menyampaikan ilmu. Mu'adz bin Jabal akhirnya menyampaikan hadits ini menjelang wafat karena takut berdosa jika menyembunyikan ilmu.

7- Hadits ini menegaskan:  Tauhid yang benar dari hati adalah sebab keselamatan.

Tapi tetap harus disertai amal, tidak boleh hanya bersandar pada harapan.


Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur'an :

1- Keikhlasan dalam tauhid. syahadat harus murni dari hati, bukan sekadar ucapan.

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ

“Ingatlah, hanya milik Allah agama yang murni (ikhlas).”

(QS. Az-Zumar: 3)


2- Iman harus dari hati, bukan hanya lisan. Ini menggambarkan orang munafik, yang berbeda dengan syarat hadits: jujur dari hati.

يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِم مَّا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ

“Mereka mengatakan dengan lisannya apa yang tidak ada dalam hatinya.”(QS. Al-Fath: 11)


3- Larangan bersandar tanpa amal. 

Menjelaskan kenapa Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda: “nanti mereka akan bersandar (tidak beramal.

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

“Dan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.”(QS. An-Najm: 39)


4- Kaitan iman dan amal. Dalam Al-Qur’an, iman selalu disertai amal, tidak dipisahkan.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh…”

(QS. Al-Baqarah: 25)


5- Jaminan keselamatan bagi orang bertauhid. Amal tetap diperhitungkan, walaupun tauhid adalah dasar keselamatan.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.”

(QS. Az-Zalzalah: 7)

Saturday, 25 April 2026

Jadwal Ta'lim Ahad Pagi PDM Purbalingga Bulan Mei 2026

 Jadwal Ketempatan Ta'lim Ahad Pagi  PDM Purbalingga Bulan MEI 2026 Jam 07.00-08.00 WIB:

 

1. Tgl, 03 Mei 2026

     Di Masjid Al Hikmah Perumahan Bojong, Kec. Purbalingga.

Ust. Dari Lazismu Prop. Jateng.


2. Tgl, 10. Mei 2026

     Di Masjid Darunnaja Desa Gembong, Kec. Bojongsari.

Ust. H.Sukarman, S.Ag.


3. Tgl, 17 Mei 2026

Di Panti Asuhan Muhammadiyah Bukateja, Kec. Bukateja

Ust. H. Suparna


4. Tgl, 24 Mei 2026

     Di Masjid Nurul Huda Desa Lamuk Kec. Kejobong.

Ust. Agus Triyono, S.Ag. M.Pd.


5. Tgl 31 Mei 2026

Di Masjid... Desa Sangkanayu, Kec. Mrebet

Ust. H. Sodikin Masyruhin, S.Ag.M.Pd.

Wednesday, 22 April 2026

Penuntut Ilmu dan Pemburu Harta

 ONE DAY ONE HADITS

Senin, 20 April 2026 / 2 Dzulkaidah 1447


عن ابن مسعود رضي الله عنه قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " مَنْهُومَانِ لا يَشْبَعَانِ طَالِبُ عِلْمٍ وَطَالِبُ دُنْيَا " ، الطبراني في الكبير

Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

Ada dua macam orang yang rakus selalu tidak merasa kenyang, yaitu penuntut ilmu dan pemburu duniawi.

[ Hr At- Tabroni]


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Bahwa Abdullah ibnu Mas'ud pernah mengatakan bahwa ada dua orang yang haus dan tidak pernah merasa kenyang, yaitu orang yang berilmu dan orang yang memiliki harta; tetapi keduanya tidak sama. 

2- Adapun orang yang berilmu, maka bertambahlah ridha Tuhan Yang Maha Pemurah kepadanya. Adapun orang yang berharta, maka dia makin tenggelam di dalam kesesatannya (sikap melampaui batasnya).

3- Semoga kita bisa menyikapi dan mewaspadai keadaan yang ada dengan benar dan baik untuk keselamatan dunia akhirat.


Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an: 

1-  Orang yang berilmu, maka bertambahlah ridha Tuhan Yang Maha Pemurah kepadanya bila mau mengamalkan ilmunya dengan benar dan baik

َ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ 

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.[Fâthir: 28]


2- Adapun orang yang berharta, bila tidak bisa mewaspadai dirinya maka dia makin tenggelam di dalam kesesatannya (sikap melampaui batasnya).

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَى  أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى 

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. [Al-'Alaq: 6-7].Lr

Thursday, 16 April 2026

Sunnah Nabi Itu Memang Super!

 *MERINDING!!! SUNNAH NABI ITU EMANG SUPER*


1. B.A.B duduk, beresiko tinggi terkena wasir/ambeien. BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

 

2. Kencing berdiri beresiko prostat dan batu ginjal. Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

 

3. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna. Dibanding dengan besi, kayu, atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

 

4. Makan dan minum berdiri dpt mengganggu perncernaan. Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

 

5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan. Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

 

6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi asam. Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

 

7. Tidur tengkurep tidak bagus untuk kesehatan, bahkan itu tidurnya syetan. Tidur menghadap kanan lebih menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

 

8. Banyak Rahasia Sunnah yg telah diteliti para pakar, dari segi hikmah, manfaat, dan kesehatan. Benarlah yg dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika misalnya belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.

 

9. Seorang dokter Eropa berkata: jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (Sunnah Makan, Sunnah di Kamar Mandi, dan Sunnah Tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien...

Subhanallah.

 

Cintailah Sunnah Nabi, tidak hanya adab2 sehari tapi seluruh apa yang telah Rasullah tetapkan dalam Dien Islam ... "Mau yg disukai atau tidak".


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 


Wednesday, 15 April 2026

Kasadaran Menjaga Diri

 ONE DAY ONE HADITS

Rabu, 15 April 2026 / 26 Syawal 1447


عن أنسٍ رضي الله عنه قَالَ: إِنَّكُمْ لَتعمَلُونَ أعْمَالًا هي أدَقُّ في أعيُنِكُمْ مِنَ الشَّعْرِ، كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم مِنَ المُوبِقاتِ. رواه البخاري. 

وَقالَ: ((المُوبقاتُ)): المُهلِكَاتُ. 


Dari Anas r.a., katanya: "Sesungguhnya engkau semua pasti melakukan berbagai amalan - yang diremehkannya sebab dianggap dosa kecil-kecil saja, yang amalan-amalan itu adalah lebih halus - lebih kecil - menurut pandangan matamu daripada sehelai rambut. Tetapi kita semua di zaman Rasulullah s.a.w. menganggapnya termasuk golongan dosa-dosa yang merosakkan - menyebabkan kecelakaan dan kesengsaraan."

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan ia mengatakan bahawa arti Almubiqat ialah apa-apa yang merusakkan.


Pelajaran yang terdapat dalam hadist:


1- Kesempurnaan para sahabat radhiAlloohu anhu dalam menjaga diri dan malunya kepada Allah Subhanahu wata'ala.

2- Hendaknya setiap orang selalu waspada akan dosa-dosa kecil, karena ia bisa menghancurkan baginya didalam agamanya.

3- Gambaran dosa kecil seperti bisa/racun, yang dianggap kecil/remeh tapi bisa merusak seluruh badan.

4- Seorang mukmin melihat dosanya seperti batu besar khawatir kalau akan menjatuhinya, seorang munafik melihat dosanya seperti lalat yang lewat di depan hidungnya.


Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:


1- Ilmu yang bermanfaat yang menjadikan orang takut kepada Allah subhanahu wata'ala.


إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ


Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

[Surat Fatir : 28]


2- Ilmu Allah meliputi segala sesuatu.


يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ


Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.

[Surat Ghafir : 19].Lr

Saturday, 11 April 2026

Cara Berbakti pada Orang Tua yang Telah Meninggal Dunia

 ONE DAY ONE HADITS

Jum'at, 10 April 2026 / 21 Syawal 1447


عن أبي عسيد مالك بن ربيعة السعدى رضي الله عنه قال، بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا ».


Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata,“Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya, pen.). (Bentuknya adalah) mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud no. 5142 dan Ibnu Majah no. 3664. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al-Hakim, juga disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)


Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:


1- Salah satu diantara rahmat yang Allah berikan kepada orang yang beriman adalah mereka bisa saling memberikan kebaikan, sekalipun harus berpisah di kehidupan dunia. Karena ikatan iman, Allah abadikan sekalipun mereka sudah meninggal.

2- Setelah orang tua meninggal, ada banyak cara bagi si anak untuk tetap bisa berbakti kepada orang tuanya. 

3- Mereka tetap bisa memberikan kebaikan bagi orang tuanya yang telah meninggal, berupa aliran pahala. Dengan syarat, selama mereka memiliki ikatan iman.

4- Ada enam sunah rasul, hal yang bisa kita simpulkan bagaimana bentuk berbakti dengan orang tua ketika mereka berdua atau salah satunya telah meninggal dunia:

a- Mendo’akan kedua orang tua.

b- Banyak meminta ampunan pada Allah untuk kedua orang tua.

c- Memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia.

d- Menjalin hubungan silaturahim dengan keluarga dekat keduanya yang tidak pernah terjalin.

e- Memuliakan teman dekat keduanya.

f- Bersedekah atas nama orang tua yang telah tiada.


Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:


1- Di dalam Al-Qur'an sering sekali disebutkan secara bergandengan antara perintah menyembah Allah semata dan berbakti kepada kedua orang tua. 


وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا


Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. (Al-Isra: 23)


2- Ikatan iman ini tetap Allah abadikan hingga hari kiamat. Karena ikatan iman ini, Allah kumpulkan kembali mereka bersama keluarganya di hari kiamat.


وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ


“Orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.” (QS. At-Thur: 21).


3- Diantara doa yang Allah perintahkan dalam Al-Quran adalah doa memohonkan ampunan untuk kedua orang tua kita,


وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا


“Berdoalah, Ya Allah, berilah rahmat kepada mereka (kedua orang tua), sebagaimana mereka merawatku ketika kecil.” (QS. Al-Isra: 24).

Wednesday, 8 April 2026

Hukuman Anak Durhaka Kepada Orangtuanya Disegerakan di Dunia

 ONE DAY ONE HADITS

Rabu, 8 April 2026 / 19 Syawal 1447


حَدَّثَنَا حَامِدُ بْنُ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا بَكَّارُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: كُلُّ الذُّنُوبِ يُؤَخِّرُ اللَّهُ تَعَالَى مِنْهَا مَا شَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، إِلَّا عُقُوقَ الْوَالِدَيْنِ ، فَإِنَّهُ يُعَجِّلُهُ لِصَاحِبِهِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا قَبْلَ الْمَمَاتِ


Menceritakan kepada kami Hamid bin Umar, berkata : menceritakan Bakar bin Abdul Azis dari bapaknya, dari ayahnya, dari Nabi shallallahun alaihi wasallam bersabada,” Setiap dosa-dosa, Allah Ta’ala mengakhirkan (balasannya), sebagaimana yang Dia kehendaki dari dosa-dosa itu hingga hari kiamat. Kecuali durhaka kepada kedua oranguanya, sesungguhnya Allah menyegerakan (balasan) nya bagi pelakunya saat hidup di dunia sebelum wafat.” (Riwayat At Thabarani dan Al Hakim, dishahihkan oleh Al Hakim dan As Suyuthi).


Pelajaran yang terdapat didalam hadist:


1- Dosa adalah sebuah perbuatan tercela yang dilakukan oleh manusia dan bertentangan dengan perintah agama. Pada hakikatnya, setiap dosa yang dilakukan oleh manusia akan dipertanggungjawabkan kelak diakhirat nanti.

2- Namun ternyata, ada beberapa dosa besar yang balasannya disegerakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala di dunia. Dosa-dosa tersebut diantaranya, durhaka kepada orang tua.

3- Al Munawi menyatakan bahwa Allah Ta’ala akan mengakhirkan balasan setiap dosa-dosa di hari kiamat. Maka di hari itu para pelakunya memperolah balasannya jika Allah menghendaki. Kecuali hukuman bagi siapa yang berbuat durhaka kepada kedua orangtua, yakni kedua orangtua kandung Muslim, maka Allah menyegerakannya hukuman di dunia.

4- Dan bagi mereka yang telah melakukan perbuatan durhaka kepada kedua orangtua, hendaklah mereka tidak terlena dengan diakhirkannya beberapa lama dampak dari dosa itu, karena balasan itu pasti akan terjadi meski di waktu yang lama.

Sebagaimana Ibnu Sirin ketika ditimpa kesedihan ia menyatakan, ”Aku tahu bahwa kesedihan ini karena dosa yang telah aku lakukan 40 tahun yang lalu.”

Demikian pula dikisahkan bahwa ketika beberapa ahli ibadah menyaksikan suatu perkara (perbuatan dosa), maka ada yang mengatakan, ”Lihatlah balasannya setelah 40 tahun.” Maka benar, balasan itu terjadi setelah 40 tahun.

5- Durhaka kepada kedua orang tua adalah keluar dari tabi'at manusia. Imam Ad Dzhabi sendiri menyebutkan bahwa durhaka kepada kedua orangtua termasuk dosa besar. Dan hal itu sudah disepakati para ulama.* (lihat, Faidh Al Qadir, 5/ 40)

6- Semoga kita diberikan taufiq hidayah Allah subhanahu wa Ta'ala untuk bisa selalu berbakti kepada kedua orang tua dan mendapatkan ridho keduanya karena ridho Allah tergantung pada ridho keduanya. Kalau seadainya orang tua kita berbuat dholim, itu urusannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, kewajiban anak berbakti kepada keduanya.


Tema hadist yang berkaitan dengan Al Quran:


- Islam sangat menganjurkan kepada kita unguk memuliakan dan memperlakukan sebaik mungkin kedua orang tua.

Bukan tanpa alasan. Memuliakan orang tua bisa menjadi sebab seorang anak menjadi ahli surga. Sebaliknya, jika seorang anak berbuat durhaka kepada orang tua maka itu juga akan menjadi sebab dirinya menjadi penguhuni neraka.

Karena itu, berpelikau baik kepada kedua orangtua merupakan satu kewajiban. Dan Islam pun sudah memerintahkan hal itu. Seperti yang dijelaskan dalam firman Allah SWT:


وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِ


“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah"

dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia.” (QS Al-Isra: 23).

Sunday, 5 April 2026

Jadwal Taklim Ahad Pagi Bulan April 2026

 Jadwal Ketempatan Ta'lim Ahad Pagi  PDM Purbalingga Bulan APRIL 2026 Jam 07.00-08.00 WIB:

 

1. Tgl, 05 April 2026

     Di SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga, Jln.S.Parman, Purbalingga

Ust. H. Munibullah


2. Tgl, 12 April 2026

     Di Masjid Al Ihwan Kel. Kandang  Gampang, Kec. Purbalingga.

Ust. Drs. H. Munir


3. Tgl, 19 April 2026

Di Masjid Nurrohman Penurupan Desa Karangcegak Kec. Kutasari

Ust. Sudirman, S.Kom. I


4. Tgl, 26 April 2026

     Di Masjid Baiturrahman, Desa Bumisari Kec. Bojongsari

Ust. H. Aris Pujianto, S.Pd.

Saturday, 4 April 2026

Allah Menolong Agama-Nya dengan Siapa Saja

 ONE DAY ONE HADITS

Sabtu, 4 April 2026 / 15 Syawal 1447


عن أبى هريرة رضي الله عنه قال ، قال رسول الله عليه وسلم:

إِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِأَقْوَامٍ لَا خَلَاقَ لَهُمْ


Dari abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam:

Agama Allah akan tetap tegak

Allah tidak bergantung pada manusia tertentu. Bahkan jika orang saleh sedikit, Allah bisa menolong agama-Nya dengan siapa saja, termasuk orang yang fajir(durhaka) tidak taat. (Hadits ini diriwayatkan 

Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits :


1- Ini menunjukkan kemahakuasaan Allah dalam menjaga Islam.

2- Amal lahir tidak selalu mencerminkan keadaan batin

Seseorang bisa saja berperan besar dalam kemenangan Islam (misalnya dalam perang atau dakwah), tapi niatnya tidak ikhlas atau kehidupannya penuh maksiat.

3- Maka yang dinilai di sisi Allah adalah niat dan keikhlasan, bukan sekadar kontribusi lahir.

4- Peringatan agar tidak tertipu dengan amal. Hadits ini jadi peringatan keras:

jangan merasa aman hanya karena banyak berbuat untuk agama.

Bisa jadi seseorang beramal besar, tapi tidak mendapat pahala karena rusaknya niat.

5- Motivasi untuk memperbaiki diri

Kalau Allah saja bisa memakai orang fajir untuk menolong agama-Nya, maka orang beriman seharusnya lebih pantas lagi berjuang dengan iman, amal, keikhlasan.

6- Hidayah di tangan Allah

Kadang orang yang awalnya fajir bisa berubah menjadi baik, dan justru berjasa besar dalam Islam.

Ini mengajarkan kita untuk tidak mudah menghakimi orang.

7- Hadits ini mengajarkan dua hal besar: kekuasaan Allah: Islam tidak bergantung pada siapa pun.

Pentingnya keikhlasan: Amal tanpa iman dan niat yang benar bisa sia-sia.

8- Allah tidak butuh manusia tertentu untuk menolong agama-Nya.

Allah bisa memakai siapa saja, bahkan orang yang tidak saleh.

Yang terpenting adalah iman, keikhlasan, dan hidayah

Amal tanpa dasar yang benar bisa tidak bernilai


Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur'an:


1- Allah akan mengganti kaum jika berpaling. Allah memilih siapa saja untuk menolong agama-Nya bisa mengganti peran manusia kapan saja. 


وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

Artinya: “Jika kamu berpaling, niscaya Allah akan mengganti kamu dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu.”

(Surah Muhammad: 38)


2- Allah bisa menguatkan agama dengan orang lain. 

Allah memilih siapa saja untuk menolong agama-Nya—bisa mengganti peran manusia kapan saja.


فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ


Artinya: “Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya…” (Surah Al-Ma'idah :54)


3- Hidayah bukan di tangan manusia. Orang yang tampak “fajir” bisa saja suatu saat menjadi penolong agama, karena hidayah milik Allah


إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ

Artinya: “Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki.”

(Surah Al qosos:56)


4- Amal bisa sia-sia tanpa iman yang benar. Sejalan dengan hadits—orang bisa beramal besar, tapi tanpa iman/niat yang benar, tidak bernilai di sisi Allah.


وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَّنثُورًا

Artinya: “Kami hadapi amal-amal yang mereka kerjakan lalu Kami jadikan itu seperti debu yang berterbangan.”(Al Furqan:23)

Thursday, 2 April 2026

Belajar Ilmu Lebih Utama dari Ibadah Sunnah

 ONE DAY ONE HADITS

Kamis, 2 April 2026 / 13 Syawal 1447



عن أبى هريرة رضي الله عنه قال ، قال رسول الله صل الله عليه وسلم 

وَلَأَنْ تَغْدُوَ فَتَتَعَلَّمَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ عُمِلَ بِهِ أَوْ لَمْ يُعْمَلْ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تُصَلِّيَ أَلْفَ رَكْعَةٍ

(رواه ابن ماجه)


Dari sahabat Abu Hurairata radhiyallahu ‘anhu) berkata, bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wa salam,

“Sesungguhnya jika engkau pergi di pagi hari lalu mempelajari satu bab dari ilmu, baik diamalkan ataupun tidak diamalkan, itu lebih baik daripada engkau shalat seribu rakaat.”(Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam kitab Sunan Ibnu Majah.)Statusnya:

Dinilai dha’if (lemah) oleh sebagian ulama hadits.

Namun maknanya didukung oleh hadits-hadits shahih lain tentang keutamaan menuntut ilmu

Penguat dari Hadits Shahih

Ada hadits shahih yang lebih kuat, misalnya:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”(HR. Muslim)


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:


1- Menuntut ilmu lebih utama daripada ibadah sunnah yang banyak.

2- lmu memberi manfaat luas, bukan hanya untuk diri sendiri

3- Keutamaan Menuntut Ilmu

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam mengajarkan bahwa menuntut ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam.

Walaupun terdapat riwayat yang menyebut belajar satu bab ilmu lebih baik daripada shalat seribu rakaat (HR. Ibnu Majah) yang statusnya masih diperselisihkan, namun maknanya diperkuat oleh hadits shahih:

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Dari sini kita memahami bahwa: 

- Ilmu adalah jalan menuju kebaikan

- Ilmu memberi manfaat jangka panjang.

- Ibadah dengan ilmu lebih bernilai

4- Mari kita semangat menuntut ilmu, karena dengan ilmu, amal menjadi benar dan bernilai di sisi

Allah. Imam Bukhari berkata, 


العلم قبل القول والعمل


Ilmu itu harus mendahului perkataan dan perbuatan


Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur'an:


- Keutamaan Menuntut Ilmu.

Menuntut ilmu merupakan amalan yang sangat mulia dalam Islam. Dengan ilmu, seseorang dapat mengangkat derajat, membedakan antara yang benar dan yang salah, serta menjadikan ibadahnya lebih bernilai di sisi Allah.

Allah Ta’ala berfirman:


يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

(سورة المجادلة: ١١)


Artinya: “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Sunday, 29 March 2026

Jadwal Ta'lim Ahad Pagi PDM Purbalingga Bulan Maret 2026

 Jadwal Ketempatan Ta'lim Ahad Pagi  PDM Purbalingga Bulan MARET 2026 Jam 07.00-08.00 WIB:

 

1. Tgl, 01 Maret 2026

     Di Masjid At Takwa Kel. Mewek, Kec. Kalimanah

Ust. Fery Nuryadi, S.Pd.I


2. Tgl, 08 Maret 2026

     Di Masjid Bsiturrahman, Kel. Wirasana  Kec. Purbalingga.

Ust. Drs. H. Djubaidi Syarbini.


3. Tgl, 15 Maret 2026

Di Masjid Ash Shobari Kel. Kalikabong Kec. Kalimanah

Ust. Dari Lazismu PWM JATENG.


4. Tgl, 22 Maret 2026

     Libur masih dalam suasana Idul Fitri 1447 H


5. Tgl. 29 Maret 2026

Di Pendopo Kecamatan Kutasari

Ust. H. Sutaryo Al Kusman, S.Ag.

Kehidupan Dunia dan Rahmat Allah SWT

 ٱلسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

*Pejuang Subuh


بسم الله الرحمن الرحيم 

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً


"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima"


Bismillah,

Pagi ini matahari terbit masih seperti kemarin.

Namun ada dua keadaan yang berbeda.


Di satu rumah, ia lalui dengan kebahagiaan.

Di rumah lain, ia lalui dengan kesedihan.


Di satu rumah, ia jalani dengan kemudahan.

Di rumah lain, ia jalani dengan kesusahan.


Begitulah sebuah takdir...

Hari ini kita bisa memasuki pagi dengan tawa.

Tapi esok hari kita mungkin memasuki pagi dengan air mata.

Hari ini kita menyambut dengan berbagai nikmatNya.

Tapi esok hari kita mungkin menyambut dengan musibahNya.


Inilah dunia, Kawan...

Hidup memang tak selamanya akan senantiasa membawa kita berada ditempat yang sama.

Ada tawa ada air mata, ada suka ada duka,

ada sakit ada sehat, ada mudah dan ada sulit..

Tak mengapa, biarlah itu terjadi dengan sendirinya..


Yang Terpenting..

Saat kemarin itu kau di atas ketakwaan.

Hari inipun kau tetap di atas ketakwaan.


Kemarin itu kau beramal shalih.

hari inipun kau tetap beramal shalih.

Ekonomi boleh sulit,

Namun ibadah tidak boleh sulit. 


Jangan sampai kita sulit di dunia,

Sulit pula di akhirat.

Ingatlah bahwa Allah ﷻ tidak menakut-nakuti kita dengan kefakiran, melainkan dengan ancaman api neraka.


Berkata Hatim al-Asham rahimahullah, : "Janganlah engkau sekali-kali merasa takut terhadap kefakiran, Sesungguhnya Allah tidaklah menakutimu dengan kefakiran, tetapi Allah menakutimu (mengancammu) dengan api neraka." (Al-Fawaid wal Akhbar: 152).

 

Maka jangan biarkan ketakutan terhadap dunia melalaikan kita dari akhirat. Neraka adalah ancaman yang nyata, sedangkan kefakiran hanyalah tipu daya yang ditiupkan oleh setan.

Karena itu lebih baik kita tetap fokus dan berusaha istiqomah mendekat sepenuhnya padaNya,

Dan selanjutnya kita berusaha dan tidak perlu bersedih atau putus asa.


Dengan demikian semoga Allah memberi kita kebaikan di dunia dan di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman:

… ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ 

“Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang yang kafir.” (QS. Yusuf[12]: 87)


Juga Allah berfirman:

 وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

“Dan tidak berputus asa dari rahmat tuhannya kecuali orang yang tersesat.” (QS. Al-Hijr[15]: 56)


Barakallahu fiikum.



Friday, 27 March 2026

Penyakit Hati

 

         BISMILLAH


🖤 *Penyakit Hati Lebih Berat Dari Penyakit Badan...* 🖤


🍃 *Penyakit badan dapat menggugurkan dosa bila ia bersabar...*

Bila meninggal, Allah akan masukkan ia ke syurga-Nya...


❤‍🩹 *Sedangkan penyakit hati.. Menambah dosa dan menjauhkan ia dari Allah Azza wajalla.


Bila ia meninggal dengan membawa penyakit hati...

Ia mendapat kemurkaan Allah dan adzab-Nya...


✍️Ustadz Badru Salam Lc hafidzahullah.

✰•*¨*•.¸¸★*・゚🌙゚・*☆¸¸.•*✬¨*•


🤲 Doa Memohon Ampun Untuk Diri Sendiri Dan Kaum Mukminin, Dan Agar Tidak Dengki Kepada Orang Beriman


رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ


*Robbanagh-fir lanaa wa li-ikhwaaninal-ladziina sabaquunaa bil-iimaan, wa laa taj'al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu, robbanaa innaka ro-uufun rohiim.*


Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. 

📖(Al Hasyr (59) : 10)

Thursday, 26 March 2026

NIKMAT SUJUD DAN TILAWAH AL QUR'AN

 ٱلسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

*Pejuang Subuh


بسم الله الرحمن الرحيم 

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً


"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima"

_________________________

Sumber gambar: Muslimah.or.id


Bismillah,

Ada orang yang hartanya melimpah, tapi hatinya terasa berat untuk sujud.

Ada yang waktunya longgar, tapi lisannya jarang menyentuh ayat-ayat Al-Qur’an.

Sering kali kita mengira rezeki itu hanya tentang uang, jabatan, atau kemudahan hidup di dunia.

Padahal… bisa jadi rezeki paling mahal justru bukan itu semua.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering mengukur keberuntungan dari apa yang terlihat: rumah besar, kendaraan mewah, pekerjaan bergengsi, atau penghasilan yang tinggi.


Namun ada satu hal yang nilainya jauh lebih besar, tetapi sering tidak disadari.

Kemampuan untuk bersujud kepada Allah.

Kesempatan untuk membuka Al-Qur’an dan membaca firman-Nya.


Tidak semua orang diberi nikmat itu.

Ada yang sehat, tapi tak pernah sujud.

Ada yang kaya, tapi tak pernah mengaji.

Ada yang punya banyak waktu, tapi hatinya tidak pernah terpanggil untuk mendekat kepada Allah.

Padahal bagi sebagian orang, sekadar mampu menundukkan kepala dalam sholat adalah nikmat yang sangat mahal.

Karena sejatinya, orang yang masih ingin beribadah bukan hanya karena punya waktu, tetapi karena Allah masih memanggil hatinya untuk kembali kepada-Nya.


Jika hari ini kita masih bisa sholat,

masih bisa membaca Al-Qur’an walau terbata-bata,

masih ada rasa ingin mendekat kepada Allah…

Itu bukan kebetulan.

Itu adalah tanda bahwa pintu rahmat Allah masih terbuka untuk kita.

Dan mungkin, itulah rezeki terbesar yang sering tidak kita sadari.


Sebab, diantara anugrah Allah kepada hambaNya adalah kelezatan dalam beribadah adalah apa yang dirasakan oleh seorang muslim dari ketenangan jiwa dan kebahagian kalbu, lapang dada dalam menjalankan beribadah, dan kelezatan yang dirasakan oleh seorang hamba akan berbeda-beda tergantung pada kekuatan dan kelemahan iman seseorang. 


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. 

(QS. Al-Nahl: 97)


Oleh karena itu mintalah pertolongan kepada Allah subhanahu wata'ala.

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. 

[Al-Baqarah/2: 45]



Wednesday, 25 March 2026

ISTIGFAR PENUTUP SEGALA AMAL

 ٱلسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

*Pejuang Subuh*


بسم الله الرحمن الرحيم 

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً


"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima"

_________________________

Bismillah,

Istighfar (ejaan bahasa Indonesia= istigfar) berasal dari kata kerja (bahasa Arab) istighfara yastaghfiru yang artinya meminta ampunan.

 

Sedangkan akar kata istighfar adalah ghafara yang berarti menutupi. Ketika seseorang telah selesai dalam melakukan suatu amalan (salat, haji, membaca Al-Qur’an, suatu majelis pertemuan), maka Nabi shallallahu alaihi wasallam menganjurkan untuk menutupnya dengan istigfar. Bahkan, istigfar juga berfungsi sebagai zikir, doa, penambah pahala, serta penambal amalan ibadah yang telah dikerjakan.


*MENGAPA BERISTIGFAR?

Manusia tidaklah terjaga dari kesalahan dan dosa karena setan selalu mengintai dan menghembuskan nafsu ke dalam dirinya yang dihiasi dengan gemerlap keindahan dunia. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْم

Dan aku (istri Al-Aziz) tidak menyatakan diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS. Yusuf: 53)


Terlebih pula dalam hal ibadah, tentu ketika kita melakukan berbagai ibadah tersebut banyak kekurangan. Oleh karena itu, banyak perintah di dalam Al-Qur’an maupun hadis agar kita senantiasa beristigfar seusai melakukan suatu aktivitas ibadah.


*ISTIGFAR SETELAH SELESAI SALAM DALAM SHALAT FARDU*

Dari Tsauban radhiyallahu anhu, beliau menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika selesai salat, beliau membaca istigfar 3 kali.

Kemudian membaca,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

Allahumma antas salam wa minkas salam tabarakta yaa dzal jalali wal ikram.”(HR. Muslim no. 1362 dan Nasai no. 1345)


*ISTIGFAR SETELAH SHALAT DUHA

Dari ‘Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selesai salat Duha, beliau mengucapkan,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

Allahummaghfir-lii wa tub alayya, innaka antat tawwabur rohiim.” (artinya: Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang) sampai beliau membacanya seratus kali.” 

(HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 619. Syekh Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini sanadnya sahih."


*ISTIGFAR SEUSAI HAJI

Setelah selesai melakukan rangkaian ibadah haji, kita pun disyariatkan untuk beristigfar. Allah Ta’ala berfirman,

فَاِذَآ اَفَضْتُمْ مِّنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوْهُ كَمَا هَدٰىكُمْ ۚ وَاِنْ كُنْتُمْ مِّنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الضَّاۤلِّيْنَ

ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Maka, apabila kamu telah bertolak dari Arafat, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram (di Muzdalifah), dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu. Dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (yaitu dari ‘Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. Al-Baqarah: 198-199)


*ISTIGFAR SETELAH MEMBACA AL-QUR'AN

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

 عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: مَا جَلَسَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَجْلِسًا قَطُّ ، وَلَا تَلَا قُرْآنًا، وَلَا صَلَّى صَلَاةً ، إِلَّا خَتَمَ ذَلِكَ بِكَلِمَاتٍ ، قَالَتْ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَاكَ مَا تَجْلِسُ مَجْلِسًا ، وَلَا تَتْلُو قُرْآنًا، وَلَا تُصَلِّي صَلَاةً إِلَّا خَتَمْتَ بِهَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ ؟

Tidaklah Nabi duduk di majelis, tidak pula membaca Al-Qur’an (redaksi dari Khollaad bin Sulaiman), dan tidak pula salat, kecuali menutupnya dengan kalimat-kalimat tersebut. Aku berkata, Wahai Rasulullah, aku melihatmu tidaklah duduk di suatu majelis, tidak juga membaca Al-Qur’an, dan tidak juga salat, kecuali engkau tutup dengan kalimat tersebut?


قَالَ: نَعَمْ، مَنْ قَالَ خَيْرًا خُتِمَ لَهُ طَابَعٌ عَلَى ذَلِكَ الْخَيْرِ، وَمَنْ قَالَ شَرًّا كُنَّ لَهُ كَفَّارَةً: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ،  أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Beliau bersabda, Iya, siapa yang berkata baik, akan ditutup dengan stempel kebaikan. Dan siapa yang berkata buruk, akan menjadi penghapus dosanya. Yaitu, subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaika.” (HR. Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra 10.067, Thabrani dalam Ad-Du’a 1912, dan lain-lain dengan sedikit perbedaan redaksi)


Status hadis:

Al-Hafizh rahimahullah dalam An-Nukat (II: 733) berkata, Sanadnya sahih. Al-Albani rahimahullah dalam As-Shahihah (93164) berkata, Sanadnya sahih atas syarat Muslim. Syekh Muqbil rahimahullah dalam Al-Jaami’ As-Shahiiih Mimaa Laysa fis Shahihaini (II: 128) berkata, Hadis ini sahih.


Sebagian ulama berpendapat, jika setelah membaca Al-Qur’an langsung pergi meninggalkan majelis, maka disunahkan membaca doa kafarat (penutup majelis) tersebut. Adapun jika setelah membaca Al-Qur’an kita masih duduk di majelis, maka tidak disyariatkan sebagaimana hadis dari Ibnu Mas’ud dalam riwayat Bukhari dan Muslim.


*ISTIGFAR SETELAH SELESAI MENUNAIKAN MAJELIS DAN SEMUA AMALAN*

Dari Abu Barzah Al-Aslami, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata di akhir majelis jika beliau hendak berdiri meninggalkan majelis,

 سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.” (artinya: Mahasuci Engkau Ya Allah. Segala pujian untuk-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah, selain Engkau. Dan aku meminta ampunan dan bertobat pada-Mu.)


فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ لَتَقُولُ قَوْلاً مَا كُنْتَ تَقُولُهُ فِيمَا مَضَى. قَالَ « كَفَّارَةٌ لِمَا يَكُونُ فِى الْمَجْلِسِ

Ada seseorang yang berkata pada Rasul shallallahu alaihi wasallam, Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan suatu perkataan yang belum pernah engkau ucapkan sebelumnya. Beliau bersabda, Doa itu sebagai penambal kesalahan yang dilakukan dalam majelis.” (HR. Abu Daud, no. 4857;  Ahmad, 4: 425. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)


Maksud sebagai penambal kesalahan adalah perkataan yang sia-sia.


*JANGAN BOSAN BERISTIGFAR

Tiada manusia yang tidak berdosa. Allah Ta’ala telah menjanjikan ampunan bagi siapa saja yang bertobat dan beristigfar kepada-Nya.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ، وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ ، فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ

Demi Zat yang diriku berada di tangan-Nya, jika kalian tidak berbuat dosa Allah akan hilangkan kalian dan Allah akan datangkan kaum lain yang berdosa, lalu mereka pun minta ampun kepada Allah, Allah pun ampuni dosa mereka.” (HR. Muslim)


Dari hadis di atas, Nabi shallallahu alaihi wasallam menginginkan agar kita senantiasa memohon ampunan kepada Allah, senantiasa istigfar kepada Allah. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam juga bersabda dalam hadis lain,

كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertobat.” (HR. Tirmizi no. 2499, dalam Shahih Al-Targib)


Bahkan, Rasul kita tercinta shallallahu alaihi wasallam adalah manusia yang paling banyak beristigfar dan bertobat. Padahal beliau shallallahu alaihi wasallam merupakan orang yang ma’sum (terjaga dari dosa) dan dijamin diampuni dosanya baik yang telah lalu maupun yang akan datang. Nabi kita tidak pernah bosan dalam bertobat dan beristigfar.


Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

Demi Allah. Sungguh aku selalu beristigfar dan bertobat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari)


Dalam riwayat lain beliau juga bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

Wahai sekalian manusia. Tobatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertobat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim)


Jika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saja bertobat dan beristigfar sebanyak 70 hingga 100 kali dalam sehari, apalagi kita sebagai manusia biasa yang banyak dosa, lebih pantas lagi untuk beristigfar setiap saat.


Semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan bagi kita untuk mengikuti Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam memperbanyak beristigfar kepada Allah Ta’ala setiap hari dan setiap saat.



Sunday, 15 March 2026

Doa Minta Kesehatan

 

Doa yang Anda maksud biasanya merujuk pada potongan doa berikut:

Lafal Doa Kesehatan

Arab:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

Latin:

Allahumma inni as-aluka al-'afwa wal-'afiyah fid-dunya wal-akhirah.

Artinya:

> "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan kesehatan (keselamatan) di dunia dan di akhirat."

Mengapa Doa Ini Penting?

Kata Al-'Afiyah dalam doa ini memiliki makna yang sangat luas, tidak hanya sekadar bebas dari penyakit fisik, tetapi juga:

 * Kesehatan jasmani: Terhindar dari penyakit.

 * Kesehatan rohani: Hati yang tenang dan jauh dari penyakit hati.

 * Perlindungan: Dijauhkan dari musibah dan fitnah.

Variasi Lain (Doa Pagi & Petang)

Ada juga versi yang lebih spesifik untuk anggota tubuh yang sering dibaca dalam dzikir pagi dan petang:

Lafal:

Allahumma 'afini fi badani, Allahumma 'afini fi sam'i, Allahumma 'afini fi bashari.

Artinya:

"Ya Allah, sehatkanlah badanku; Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku; Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku."

Doa ini sangat baik dibaca setiap hari, terutama setelah shalat atau saat memulai aktivitas di pagi hari agar hari Anda penuh berkah dan energi.


Wednesday, 11 March 2026

Serba-Serbi Iktikaf

 ⬜️⬛️ *Serba Serbi i’tikaf (iktikaf)


_Ustadz Ammi Nur Baits_

Bismillahirrahmanirrahim  


☑️ I’tikaf adalah ‘tinggal di masjid dengan niat tertentu dan dengan tata cara tertentu’. Tempat i’tikaf: di masjid yang digunakan untuk shalat berjemaah, meskipun tidak digunakan untuk jumatan seperti mushalla.


Allah berfirman, yang artinya, “Janganlah kalian melakukan hubungan suami-istri ketika kalian sedang i’tikaf di masjid ….” (Q.s. Al-Baqarah:187)


Imam Al-Bukhari membuat judul bab “Bab (anjuran) i’tikaf di sepuluh hari terakhir dan (boleh) i’tikaf di semua masjid“. (Shahih Bukhari, 7:382)


✅ Kapan memulai i’tikaf (iktikaf)?

Dianjurkan untuk memulai i’tikaf di malam tanggal 21 setelah magrib, kemudian mulai masuk ke tempat khusus (semacam tenda atau sekat) setelah subuh pagi harinya (tanggal 21 Ramadan).


Dari Aisyah radhiallahu ‘anha; beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Aku membuatkan tenda untuk beliau. Lalu beliau shalat subuh kemudian masuk ke tenda i’tikafnya.” (H.r. Al-Bukhari dan Muslim)


✅ Rukun i’tikaf (iktikaf)

Niat. Letak niat itu di hati dan tidak boleh dilafalkan. Sebatas keinginan untuk itikaf itu sudah dianggap berniat untuk i’tikaf.

Dilakukan di masjid, baik masjid untuk jumatan mauapun yang tidak digunakan untuk jumatan.

Menetap di masjid.


✅ Pembatal i’tikaf (iktikaf)

- Hubungan biologis dan segala pengantarnya.

- Keluar masjid tanpa kebutuhan.

- Haid dan nifas.

- Gila atau mabuk.


✅ Yang diperbolehkan ketika i’tikaf (iktikaf)

- Keluar masjid karena kebutuhan mendesak, seperti: makan, buang hajat, dan hal lain yang tidak mungkin dilakukan di dalam masjid.

- Mengeluarkan sebagian anggota badan dari masjid.

- Makan, minum, tidur, dan 

berbicara.

- Wudhu di masjid.

- Bermuamalah dan melakukan perbuatan (selain ibadah) di masjid, kecuali jual beli.

- Menggunakan minyak rambut, parfum, dan semacamnya.


✅ Yang dimakruhkan ketika i’tikaf (iktikaf)

- Menyibukkan diri dengan kegiatan yang tidak bermanfaat, baik ucapan maupun perbuatan.

- Tidak mau berbicara ketika i’tikaf (iktikaf), dengan anggapan itu merupakan bentuk ibadah. Perbuatan ini termasuk perbuatan yang tidak ada tuntunannya.


✅ Mandi ketika i’tikaf (iktikaf)

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan bahwa hukum mandi ketika i’tikaf dibagi menjadi tiga:

Wajib, yaitu mandi karena junub.

Boleh, yaitu mandi untuk menghilangkan bau badan dan kotoran yang melekat di badan.

Terlarang, yaitu mandi sebatas untuk mendinginkan badan. 

(Majmu’ fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin, 20:178)


✅ I’tikaf (iktikaf) bagi wanita

Diperbolehkan bagi wanita untuk melakukan i’tikaf bersama suaminya atau sendirian, dengan syarat: ada izin dari walinya (suami atau orang tuanya) serta aman dari fitnah atau berdua-duaan dengan laki-laki. ‘

Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan sampai Allah merwafatkan beliau. 

Kemudian para istri beliau beri’tikaf setelah beliau meninggal.” (H.r. Al-Bukhari dan Muslim)

Diperbolehkan bagi wanita mustahadhah untuk melakukan i’tikaf. 

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha; beliau mengatakan, “Salah seorang istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang istihadhah beri’tikaf bersama beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. 


Terkadang wanita ini melihat darah kekuningan dan darah kemerahan ….” (H.r. Al-Bukhari)


☑️ Batasan “dianggap telah keluar masjid”


Orang yang i’tikaf dianggap keluar masjid jika dia keluar dengan seluruh badannya. Jika 


orang i’tikaf hanya mengeluarkan sebagian badannya maka tidak disebut keluar masjid.


‘Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memasukkan kepala beliau ke ruanganku ketika aku berada di dalam, kemudian aku menyisir rambut beliau, sedangkan aku dalam kondisi haid.” (H.r. Al-Bukhari dan Muslim)


Catatan: Pintu ruangan Aisyah mepet dengan Masjid Nabawi.


Allahu a’lam.

 Materi ini di repost ulang oleh Group Kajian WA ISLAMADINA 

▶️ Click https://chat.whatsapp.com/L0qDTJ7ira2HrBnXIBW7o0

Saturday, 7 March 2026

Mengisi Malam Lailatul Qadar

 بسم الله الرحمن الرحيم


✍️ *TIPS AGAR KITA DAPAT MERAIH FADHILAH MALAM LAILATUL QADAR 1 MALAM LEBIH DARI 1000 BULAN (84 TAHUN KIRA²)

1. Di 10 malam akhir, pastikan tiap malam kamu bersedekah, banyak atau sedikit semampumu

2. Di 10 malam terakhir ini pastikan kamu mengaji Al-Qur'an sebanyak yang kamu bisa.

3. Di 10 malam terakhir ini, pastikan kamu sholat Isya dan Tarawih bersama imam sampai selesai. Jika malamnya nanti mau ditambah lagi 2 rakaat 2 rakaat, boleh.


4. Pastikan di 10 malam terakhir ini kamu banyak² beristighfar dan minta ampun kepada Allah dengan banyak² mengatakan:

ALLAHUMMA INNAKA AFUWWUN TUHIBBUL AFWA FA'FU'ANNAA


5. Jika bisa, di 10 malam akhir ini kamu punya waktu beritikaf di masjid walaupun tak lama.


Karena Malam Lailatul Qadar pasti ada di salah satu dari 10 malam ini (yang dikatakan malam itu dari matahari tenggelam Maghrib sampai sebelum Subuh). #Ustadz Mufy Hanif Thalib Hafizhahullah


Sumber

📷 @ittiba.id

ECA (Extra Curricula Activities)

  Sumber gambar: Labbaikudidadu Wisdom Matric School Sumber gambar: The Catalyst Ekstrakurikuler (atau sering disebut ECA — Extra-Curricula...