Showing posts with label KISAH INSPIRATIF. Show all posts
Showing posts with label KISAH INSPIRATIF. Show all posts

Tuesday, 2 September 2025

Kebaikan Selalu Punya Cara Untuk Kembali

 #CahayaDhuha


Sahabat, pernahkah Anda menyesal melakukan sebuah kebaikan? Saya harap tidak, karena setiap kebaikan selalu punya cara unik untuk kembali kepada pemberi kebaikan.


Seperti halnya kisah berikut ini :


Dikisahkan Karyawati ini bekerja di Pabrik yang memproduksi makanan beku. Setiap hari, sebelum pulang ia bertugas menghitung jumlah stock barang yang tersisa di Gudang. Tentu saja Gudang itu bukan sembarang Gudang, melainkan sebuah freezer raksasa.


Hari itu, saat masih berada di dalam Gudang, rekannya yang terburu - buru pulang tak sempat mengecek secara teliti dan langsung mengunci Gudang tanpa melihat bahwa ia masih berada di dalam.


Begitu sadar terkunci, wanita ini segera berlari menuju pintu, menggedor - gedor dan memanggil - manggil, sayangnya tak ada yang mendengarnya.


Meski tahu, bahwa sudah jam pulang, dan kemungkinan besar seluruh rekannya sudah tak ada di sekitar Gudang, wanita ini tak mau putus asa. Ia terus berteriak - teriak hingga suaranya serak, menggedor - gedor hingga tangannya sakit.


Namun, setelah berlalu beberapa jam, ia semakin kedinginan dan kelaparan. Tenaganya pun tak lagi tersisa banyak. Bahkan tubuhnya sudah hampir membeku, bibirnya membiru dan rambutnya sudah tertutup bunga es, akhirnya dia pun tak sadarkan diri.


Tepat saat itulah, seseorang datang membuka pintu dan menyelamatkannya


Sosok penolong itu ternyata adalah Satpam Pabrik tersebut. Ia segera dibawa ke Pos Satpam, diberi minum hangat dan mesin pemanas.


Setelah kondisinya membaik, ia mengucapkan banyak terima kasih, namun juga merasa heran bagaimana sang Satpam mengetahui bahwa ia masih berada di gudang penyimpanan.


Salah satu Satpam senior itu berkata, kau sudah menolong dirimu sendiri, nak! ...


Ternyata, adalah kebiasaan wanita ini setiap datang dan pulang bekerja ia akan menyapa Satpam yang bekerja di Pos jaga.


"Selamat pagi, Pak!"

"Pulang dulu ya, Pak!.. Sampai ketemu besok."


Dan bagi Satpam yang telah bekerja selama 8 tahun di Pabrik tersebut, wanita itu adalah satu - satunya orang yang meluangkan waktu untuk menyapanya.


Karenanya, hari itu sang Satpam merasa ada yang kurang. Pasalnya jam pulang sudah berlalu lama, namun ia belum mendengar suara ramah yang biasanya menyapa. Maka, Satpam itu memutuskan untuk mengecek sekali lagi seluruh ruangan di dalam Pabrik.


Begitulah ia akhirnya menemukan wanita itu dalam keadaan pingsan di Gudang makanan.


Siapa yang menyangka kebiasaan kecil semacam menyapa,  ramah dan tersenyum tulus, bisa menyelamatkan nyawa wanita itu


Kisah ini menginspirasi kita, bahwa tak ada kebaikan yang sia - sia, bahkan jika itu adalah hal sepele dan semudah senyuman juga satu kalimat ramah. Begitulah kebaikan sahabat, ia akan selalu diingat, dan ia juga akan selalu kembali, dengan cara yang tak pernah disangka - sangka.


Bahwa setiap menabur kebaikan, sejatinya kita sedang menabung kebaikan untuk diri kita sendiri.


#Semoga Bermanfaat🙏🙏👍🏻

Oleh Nur Chasanah, S.Psi



Tuesday, 15 July 2025

Kisah Sehat Mahathir Muhammad

 Umur 100 tahun, tapi gak pakai tongkat? Gimana caranya!?


Dengan dokter Erta,f Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Klinik Kiera, saya mau ajak kamu ngobrol soal satu sosok luar biasa: Tun Mahathir Mohamad. Di usia 100 tahun, beliau masih bisa berpikir jernih, jalan sendiri, bahkan kerja! Banyak yang penasaran, apakah beliau minum ramuan rahasia? Atau tiap pagi berendam di air kelapa muda? Ternyata, jawabannya lebih sederhana dari itu—dan bisa kita tiru kalau mau.


Waktu ditanya soal resep panjang umur, Mahathir jawabnya santai: jangan duduk terlalu lama, tetap aktif, makan jangan kebanyakan, dan jangan malas mikir. Iya, mikir. Otak juga butuh olahraga. Bukan cuma badan yang harus digerakkan, tapi juga pikiran. Makanya beliau rajin baca, nulis, kasih ceramah, debat, dan ngasih komentar politik walaupun sudah pensiun. Kita? Baru buka WhatsApp grup keluarga aja udah migren.


Satu hal yang bikin kagum, berat badan beliau dari muda sampai sekarang cuma 62 kg. Stabil, kayak listrik PLN pas gak ada hujan. Itu artinya disiplin makan dan hidup sehat itu bukan teori doang buat beliau. Sementara banyak dari kita yang berat badannya naik setiap ada tanggal merah, alasannya? "Kan hari libur, boleh dong makan enak." Ya boleh sih, tapi jangan tiap hari libur dianggap lebaran.


Mahathir juga gak merokok dan gak minum alkohol. Gaya hidupnya bersih. Yang diminum? Pharmaton. Itu pun katanya bukan tiap hari. Bukan minum jus daun jambu sambil telanjang dada di gunung seperti influencer herbal, tapi ya gaya hidup wajar-wajar aja. Gak neko-neko, tapi konsisten.


Tidurnya cukup, bangunnya pagi. Ada waktu khusus untuk tidur siang juga. Dan waktu ditanya apa dia masih kerja di usia segitu, dia jawab, “I’m back to work.” Kita? Umur 30-an, baru di-briefing 15 menit aja udah mulai mikir resign dan jualan cilok.


Beliau juga punya tujuan hidup yang jelas. Hidup itu bukan sekadar panjang, tapi juga bermakna. Makanya beliau terus kerja, terus menyumbang ide, terus ngasih pengaruh. Banyak orang yang kalau udah tua, bilangnya “Saya cuma pengen santai aja.” Santai boleh, tapi kalau semua hari dijadiin hari Minggu, ya jadi sayur lodeh dingin, gak bergairah.


Tantangan hidup beliau gak main-main. Udah tiga kali operasi jantung, pernah kena COVID, pernah kena infeksi paru juga. Tapi mental dan semangatnya gak pernah tumbang. Ada orang baru flu dikit langsung update status: “Mungkin ini akhirku.” Bro, tenang, baru bersin tiga kali.


Yang lucu, waktu ditanya kenapa bisa sehat terus, dia jawab, “Karena saya gak makan banyak.” Simpel banget ya. Tapi coba deh, lain kali waktu makanan enak disodorin, pikirin Mahathir. Kalau dia bisa tahan godaan nasi lemak, masa kita gak bisa tahan cilok kuah?


Beliau juga gak suka stres-stresan. Kalau capek, ya istirahat. Kalau banyak pikiran, ya jalan kaki sambil mikir. Bukan dibawa tidur lalu mimpi dikejar tuyul sambil teriak-teriak. Stres itu bikin jantung kita gak cuma rusak, tapi juga drama.


Ada satu kalimat beliau yang patut dicatat: “Kalau hidupmu berguna, kamu akan terus ingin hidup.” Nah, ini nih. Kuncinya bukan cuma sehat fisik, tapi juga sehat batin. Punya makna dalam hidup, itu yang bikin seseorang terus semangat walau umur udah tiga digit.


Gaya hidup Mahathir ini gak muluk-muluk. Gak perlu gym mahal, gak perlu makanan organik seharga motor, cukup disiplin, aktif, jaga pikiran, dan makan sewajarnya. Tapi sayangnya, justru yang begini sering diabaikan. Kita lebih percaya ramuan dari dukun online ketimbang pola hidup yang udah terbukti.


Kadang kita terlalu fokus sama usia, sampai lupa memperbaiki kualitas hidup. Mahathir ngajarin kita, bahwa usia panjang itu bonus, tapi isi hidup yang kita jalani tiap hari—itu yang penting. Dan semua itu dimulai dari keputusan kecil: bangun pagi, jalan kaki, nahan nasi tambah, dan aktif berpikir.


Banyak yang pengen hidup panjang, tapi sedikit yang mau hidup sehat. Banyak yang iri lihat Mahathir umur 100 masih segar, tapi pas disuruh jalan pagi malah jawab, “Lutut saya pengennya di kasur, Dok.” Lah, gimana mau sehat kalau niat aja udah tiarap.


Mahathir bukan superhero. Beliau juga manusia biasa, tapi punya disiplin luar biasa. Dan ternyata, rahasia umur panjang itu gak ribet. Kita cuma perlu konsisten, sabar, dan berhenti cari shortcut. Karena dalam hidup, gak ada yang instan—kecuali mie. Itu pun kalau dimasak.


Kalau hari ini kamu masih bisa jalan, makan enak, dan ketawa, syukuri dan rawat. Jangan tunggu sakit dulu baru panik cari info kesehatan. Mulailah dari hal kecil, kayak jalan kaki habis makan, atau belajar bilang “cukup” sebelum perut bilang “tolong.”


Hidup sehat itu bukan soal umur berapa kita mati, tapi seberapa hidup kita saat masih hidup. Mahathir udah buktiin itu. Seratus tahun bukan buat dikagumi aja, tapi buat ditiru.


Kita gak tahu akan sampai umur berapa, tapi kita tahu kita bisa memilih caranya. Dan semoga, kita bisa sampai di sana—di usia yang panjang, dengan tubuh yang bugar, hati yang ringan, dan hidup yang berarti.


Saturday, 1 March 2025

Sholat, Tapi Pikiran Melayang ke mana- mana

 

Pada suatu hari, di dalam majelis Rasulullah ﷺ, seorang sahabat duduk dengan wajah penuh kegelisahan. Matanya menunduk, jemarinya saling menggenggam, seolah ada sesuatu yang berat di hatinya. Ia menghela napas, lalu dengan suara lirih, ia berkata,


"Wahai Rasulullah, aku ingin bertanya… tetapi aku khawatir, mungkin pertanyaanku ini akan membuatku semakin malu di hadapan Allah."


Rasulullah ﷺ tersenyum lembut, tatapan beliau penuh kasih sayang. "Katakanlah, wahai saudaraku. Tidak ada pertanyaan yang membuat seseorang hina jika ia bertanya untuk mencari kebaikan."


Sahabat itu mengangkat wajahnya perlahan, matanya mulai berkaca-kaca. "Wahai Rasulullah, aku merasa shalatku sering tidak khusyuk. Kadang aku mengingat urusan dunia, kadang pikiranku melayang entah ke mana. Aku takut shalatku tidak diterima oleh Allah… apakah dengan shalat seperti itu, aku tetap mendapatkan pahala?"


Sekejap, suasana menjadi hening. Para sahabat yang lain menunduk, merasakan kegundahan yang sama. Mereka tahu betapa beratnya pertanyaan itu.


Namun, yang terjadi setelahnya benar-benar tak terduga. Rasulullah ﷺ tidak segera menjawab. Beliau menatap sahabat itu dalam-dalam, lalu air mata mulai membasahi pipi beliau. Para sahabat terkejut—mereka jarang melihat Rasulullah menangis dalam keadaan seperti ini.


Dengan suara bergetar, Rasulullah ﷺ berkata, "Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh setan tidak akan pernah berhenti berusaha mencuri bagian dari shalat seorang hamba, hingga ia teralihkan. Tetapi ketahuilah… Allah tetap melihat usahamu."


Beliau menarik napas dalam, lalu melanjutkan, "Wahai saudaraku, jika engkau meninggalkan shalat hanya karena takut tidak khusyuk, maka setan akan menang. Tetapi jika engkau tetap berusaha shalat meski dengan kehadiran pikiran yang mengganggu, ketahuilah… setiap kali engkau berusaha kembali kepada Allah dalam shalatmu, saat itulah Allah menyambutmu."

Air mata sahabat itu jatuh. Ia menangis, begitu pula para sahabat lainnya.


Kemudian Rasulullah ﷺ berkata dengan penuh kelembutan, "Bayangkan seorang ibu yang melihat anaknya berjalan ke arahnya, tetapi anak itu sering jatuh dan tersandung. Apakah sang ibu akan marah? Tidak! Ia justru akan berlari menghampirinya, mengangkatnya, dan mendekapnya erat. Itulah Allah… Ia lebih penyayang dari seorang ibu kepada anaknya. Selama engkau terus kembali, Allah akan selalu menerimamu."

Sahabat itu menangis terisak. Begitu pun para sahabat lainnya. Betapa Maha Pengasihnya Allah, betapa luas rahmat-Nya.


Dari hari itu, sahabat itu tidak lagi putus asa dalam shalatnya. Ia tetap berusaha, dan setiap kali pikirannya melayang, ia mengingat kata-kata Rasulullah ﷺ:

"Setiap kali engkau berusaha kembali, saat itulah Allah menyambutmu."

Wednesday, 26 February 2025

Kisah Rasulullah SAW dan Anggur Masam dari Seorang Lelaki

 

Kisah Rasulullah SAW dan Anggur Masam dari Seorang Lelaki 


Suatu hari, seorang lelaki miskin datang kepada Rasulullah SAW sambil membawa hadiah semangkuk buah anggur. Rasulullah SAW kemudian menerima hadiah tersebut dan mulai memakannya.


Biasanya, apabila ada yang memberi sedekah, Rasulullah SAW akan membagikan makanan tersebut kepada para sahabat tanpa ikut memakannya. Namun, jika ada yang memberi hadiah, beliau akan membagikan sebagian kepada sahabat-sahabatnya dan turut memakannya.


Namun kali ini, Rasulullah SAW memakan buah anggur itu satu per satu seorang diri sambil tersenyum. Beliau memakan buah pertama dan tersenyum, kemudian memakan buah kedua dan tersenyum kembali.


Melihat hal ini, orang miskin yang memberikan hadiah tersebut merasa sangat bahagia, karena Rasulullah SAW tampak menikmati anggur yang diberikannya. Para sahabat yang menyaksikan kejadian itu pun merasa heran, karena itu adalah hal yang jarang terjadi, karena Rasulullah SAW makan sendirian tanpa membagikannya kepada mereka.


Satu per satu anggur itu pun habis dimakan oleh Rasulullah SAW dengan tetap tersenyum. Orang miskin itu pulang dengan hati yang penuh kebahagiaan.


Sementara itu, salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak mengajak kami ikut makan bersamamu?"


Rasulullah SAW pun menjawabnya dengan tersenyum, "Kalian telah melihat bagaimana wajah bahagia orang itu dengan memberiku semangkuk anggur. Dan ketika aku memakan anggur itu, kutemukan rasanya masam. Dan aku khawatir jika mengajak kalian ikut makan denganku, akan ada yang menunjukkan sesuatu yang tidak enak hingga merusak kebahagiaan orang itu."


reposting 

#sulistyo_solo

#solo_26022025

Thursday, 19 December 2024

Kesempatan Kedua


Kecelakaan itu terjadi karena memang kelalaian penulis sendiri. Beberapa kali sudah diingatkan oleh Pak Su tentang tentang kondisi kendaraan. Tapi memang saya tipe yang paling tidak care terhadap kendaraan. 

Dulu ketika baru pertama diberi kesempatan untuk memiliki sepeda motor baru, sering melupakan jadwal servis yang memang ditentukan oleh pihak dealer. Alasannya cuma satu, karena semuanya dalam kondisi baik-baik saja. 

Hingga sekarang sering kali suami komplain kondisi kendaraan jika sempat menggunakan untuk keperluan tertentu. Dari yang kurang udara bannya, ganti oli yang telat, mesin yang tak nyaman dan masih banyak lagi. Biasanya akhirnya saya yang menyuruhnya untuk mengganti beberapa hal yang diperlukan. Aku kurang telaten untuk membawanya ke bengkel kecuali sudah mendesak misalnya ban gembes atau hal lain yang tidak terduga. 

Seperti hari Rabu 2 pekan kemarin, peristiwa tidak terduga itu terjadi.  Hari itu aku pulang lebih awal dengan maksud mau menitipkan motor dulu sebelum kegiatan takziah ke salah satu almarhumah Ibu salah satu teman kami. Kalau dibilang tergesa-gesa juga tidak

Setelah peristiwa ini penulis memang menjadi lebih berhati-hati dalam berkendara maupun pada kegiatan yang lain. Selalu libatkan Allah dalam setiap tindakan, ucapan bahkan pikiran. 

Thursday, 7 November 2024

Respon yang Lengkap

Peristiwa ini terjadi beberapa hari yang lalu saat saya harus meninggalkan kegiatan mengajar beberapa kelas di sekolah tempat saya bertugas karena ada kegiatan di luar. Setelah mendapatkan izin saya berangkat menuju ke kegiatan tersebut dan meninggalkan tugas untuk siswa. 

Pada hari tersebut saya memerintahkan siswa untuk mengerjakan tugas sebagai berikut. 

Kerjakan tugas berikut ini di buku Bahasa Indonesia masing-masing.

1. Tuliskan apa itu majas sarkasme?

2. Buatlah dua contoh kalimat/ungkapan yang berisi majas sarkasme!

Silahkan kumpulkan bukunya di meja guru mapel.

Pagi ini di antara kekosongan jam mengajar saya mulai mengoreksi tugas-tugas siswa yng dikumpulkan kemarin. Satu kelas terselesaikan.  Menuju ke kelas berikutnya ada jawaban unik. Siswa menuliskan jawaban sebagai berikut

1. Sudah Bu.

2. Majas sarkasme adalah ....

3. Dua contoh majas sarkasme :

#

#

4. Okey

Saya mengira anak tersebut hanya mainan dan iseng melakukannya tapi ketika membuka buku siswa-siswa yang lain hampir semua menjawab dengan jawaban seperti di atas. Hampir semua siswa kelas tersebut menjawab dan merespon dengan jawaban serupa. Seluruh perintah diberikan jawaban. Ha ha ada-ada saja!

Demikian satu cerita yang menggelikan menjelang Hari Guru Nasional. Selamat Hari Guru untuk seluruh guru di Indonesia.

Friday, 13 September 2024

Kisah Jelang Akhir Tutup Usia Rosulullah Muhammad SAW

Kita sudah masuk di bulan Rabiul Awwal  atau Maulud , biar tambah kecintaan kita kepada  kanjeng Nabi , yuk baca sebentar Mohon ijin share 1 cerita di ujung hidup seorang manusia yang sangat mencintai kita semua :


Allahumma Shalli 'alaa Sayyidina Muhammad SAW..

😭😭😭😭😭😭😭

Cerita yang tak pernah ada bosannya .

Assalamu'Alaikum Wr. Wb...


Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat.

Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga keadaan beliau sangat lemah.


Pada suatu hari, Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua Sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para Sahabat.


Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat Taushiyah dari Rasulullah SAW.


Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat,

menahan sakit yang tengah dideritanya.


Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat-sahabatku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu,

bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu-satunya Tuhan yang berhak  di-ibadati  ?"


Semua Sahabat menjawab dengan suara bersemangat,

"Benar wahai Rasulullah,

Engkau telah sampaikan kepada  kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang berhak  di-ibadati ."


Kemudian Rasulullah SAW bersabda:

"Saksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."


Kemudian Rasulullah SAW bersabda lagi,

dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.


Akhirnya sampailah pada satu pertanyaan yang menjadikan para Sahabat sedih dan terharu. 


Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya,

aku akan pergi menemui Allah SWT,

Dan sebelum aku pergi,

aku ingin menyelesaikan segala urusan dgn manusia.

Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua.

Adakah aku berhutang kepada kalian?

Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut.

Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah SWT dalam keadaan berhutang kepada manusia."


Ketika itu semua para Sahabat diam,

dan dalam hati masing-masing berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yg banyak berhutang kepada Rasulullah".


Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.


Tiba-tiba bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH,

seorang sahabat , mantan preman sebelum masuk Islam, dan

dia berkata:


"Ya Rasulullah...

Aku ingin sampaikan masalah ini.

Seandainya ini dianggap hutang,

Maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".


Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".


Maka Ukasyah pun mulai bercerita:

"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, suatu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda.

Tetapi cemeti tsb tidak kena pada belakang kuda,

Tapi justeru terkena pada dadaku,

Karena ketika itu aku berdiri dibelakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah".


Mendengar itu,

Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau,

Maka hari ini aku akan terima hal yg sama."


Dengan suara yang agak tinggi,

Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."


Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian. 


Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah kepada Ukasyah. 

"Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. Bukankah Baginda sedang sakit..!!?


Ukasyah tidak menghiraukan semua itu.

Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah Fatimah, anaknya.


Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah,

Kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"


Bilal menjawab dengan nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah."


Terperanjat dan menangislah Fatimah, seraya berkata:

"Kenapa Ukasyah hendak memukul Ayahku Rasulullah?

Ayahku sedang sakit,

kalau mau memukul,

pukullah aku anaknya".


Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".


Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikannya kepada Ukasyah.

Setelah mengambil cambuk itu,

Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah. 


Tiba-tiba, Abu Bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil

berkata: "Ukasyah... kalau kamu hendak memukul,

pukullah aku..!!

Aku adalah orang yang pertama beriman kepada  apa yang Rasulullah SAW sampaikan.

Akulah sahabatnya di kala suka dan duka.

Kalau engkau hendak memukul,

maka pukullah aku".


Rasulullah SAW bersabda: "Duduklah wahai Abu Bakar.

Ini urusan antara aku dgn Ukasyah".


Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah SAW. Kemudian Umar bin Khaththab berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:


"Ukasyah...

kalau engkau mau mukul, pukullah aku.

Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad,

bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya.

Itu dulu. Sekarang, tidak boleh ada seorang pun yg boleh menyakiti Rasulullah Muhammad SAW.

Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah,

maka langkahi dulu mayatku..!!"


Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:

"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".


Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah, dan tiba-tiba berdirilah Ali bin Abu Talib, sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.


Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah aku saja.

Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".


Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:

"Duduklah wahai Ali,

ini urusan antara aku dengan Ukasyah".


Ukasyah semakin dekat dgn Rasulullah SAW. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husein. 


Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon...

"Wahai Paman,

pukullah kami Paman, Kakek kami sedang sakit,

Pukullah kami saja wahai Paman,,

sesungguhnya kami ini Cucu kesayangan Rasulullah SAW.

Dengan memukul kami, sesungguhnya itu sama dengan menyakiti Kakek kami,, wahai Paman."


Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai Cucu2 kesayanganku, duduklah kalian.

Ini urusan kakek dengan Paman Ukasyah".


Begitu sampai di tangga mimbar,

dengan lantang Ukasyah berkata:


"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini..!!"


Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah SAW didudukkan pada sebuah kursi,

lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:


"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju,

Ya Rasulullah."


Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.

Tanpa berlama-lama dalam keadaan lemah, Rasulullah SAW membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yg sangat indah; sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah, pertanda Rasulullah sedang menahan lapar...


Kemudian Rasulullah SAW berkata:

"Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan.Nanti Allah SWT akan murka padamu."


Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW,, Cambuk di tangannya ia buang jauh-jauh. Kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya, sambil menangis sejadi-jadinya...


Ukasyah berkata:

"Ya Rasulullah, Ampuni aku,

Maafkan aku;

Mana ada manusia yg sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya, agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu...

Karena Engkau pernah mengatakan "Barang siapa yang kulitnya pernah bersentuhan denganku, maka diharamkan api neraka atasnya."


Seumur hidupku aku bercita-cita dapat memelukmu.

Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. 

Dan sungguh aku takut dengan api neraka.

Maafkan aku ya Rasulullah..."


Rasulullah SAW dengan tersenyum berkata:

"Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kalian ingin melihat Ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!!"


Semua sahabat menitikkan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.


SEMOGA dengan membaca ini, air mata kita akan menetes ,  membuktikan Kecintaan kita kepada Kekasih Allah SWT...

Seluruh dunia mencintai Nabi SAW.

Kami ingin mengajak  Shalawat kepada jutaan sahabat yang mencintai Rasulullah Muhammad SAW.


KITA SEMUA UMAT RASULULLAH SAW..!!!

 ALLAHUMMA SHALLI  'ALA  MUHAMMAD,WA  'ALA  AALI  MUHAMMAD

اللّٰهم صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَی آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدﷺ❤

Thursday, 5 September 2024

Doa yang Terkabul

 

Bismillahirrahmanirrahim 

Belum Setengah Jam Doanya Sudah Dikabulkan


Waktu itu usai Isya saya duduk sendirian di depan warung, saya tanya kepada manager warung bagaimana penjualan hari ini,

"Agak sepi nih mas, mungkin karena akhir bulan pada belum gajian, jadi pada ngirit gak jajan di luar.." Katanya


Dari jauh ada lelaki tua naik sepeda memboncengkan dua anak kecil.. Aaah bapak itu, muadzin di masjid kampung sebelah. Saya mengenalnya, suara paraunya setiap subuh sudah bergema, dia yang mewakafkan tanah di sebelah rumahnya untuk di jadikan masjid, dialah orang kaya sesungguhnya.. Setiap pagi dengan sepeda yang sudah karatan berangkat ke sawah sebagai buruh tani, mengerjakan sawah orang lain dengan bayaran tak seberapa.


"Pak.. Pak.. Sekedap pak!" Saya memanggilnya.

"Pripun mas? Sehat to panjenengan..?"

"Sehat pak, Alhamdulillah.. Saya nyuwun panjenengan meninggalkan doa Al Fatehah untuk warung saya malam ini, doa dari panjenengan langsung.."


Dengan berdiri memegang stang sepeda pak tua itu menunduk, membacakan Al Fatehah seperti yang saya minta.. Menutupnya dengan mengusap wajahnya..

"Sampun mas.. Kulo lanjut nggih, ajeng ngeterke anak kulo tumbas  buah".


Saya langsung menyelipkan selembar uang kepada anak-anak itu, mereka menerimanya dengan mata berbinar-binar.. *Ilmu sedekah di muka..*

Bayangan tubuh mereka naik sepeda sekilas tampak dari sorot lampu mobil yang bersliweran.. 


Saya duduk lagi, tak lama berselang sebuah mobil berhenti.. 3 orang masuk ke dalam, pesan tengkleng dan sate bebarengan..


Tiba-tiba berhenti dua mobil lagi, rombongan  yang baru pulang wisata di Gunung Kidul.. Satu.. Dua.. Tiga.. Empat... Sepuluh orang turun bebarengan, riuh rendah dengan suara candaan..


Satu.. dua motor ikut berhenti..

Satu lagi mobil kebagian parkir di timur sana..

Tidak ada setengah jam, seluruh meja telah terisi wajah-wajah orang kelaparan.. Lima karyawan warung tampak kewalahan.. Saya pun turun tangan, ikut menata piring-piring sate untuk dihidangkan.. 


Hampir jam setengah sepuluh malam, saya bertanya pada Agus manager saya, 

"Piye gus?"

"Ludessss boss! Ludeeesss...!"


Aaahh, sambil berjalan pulang saya memandang langit penuh bintang... 

Gusti Allah itu mboten sare.. 

Sungguh.. 

Allah itu tak pernah tidur..


Sumber: 

https://t.me/celotehanakarrumput


Friday, 10 May 2024

Siapakah Kita, Nelayan atau Manajer?

Seorang manager yang memiliki gaji 100 juta perbulan tengah berdiri di tepi pantai dan memandang ke arah laut, ketika seorang nelayan merapatkan perahunya. 

Manager itu bertanya :

Berapa lama waktu yang anda habiskan untuk menangkap ikan sebanyak ini?

“Tidak lama, cukup 5 jam,” jawab nelayan.

“Mengapa tidak pergi lebih lama lagi dan menangkap lebih banyak lagi ?”

“Ini sudah cukup buat keluargaku.”

“Apa yang Anda lakukan di luar menangkap ikan?”

“Bermain dengan anak-anakku, tidur siang, makan siang bersama keluargaku, mengantar dan jemput anak ke sekolah, bermain gitar, ngobrol dengan teman-temanku, ya, hidup yang begitu kunikmati.”

“Aku punya ide untuk membantumu,” ujar si manager. 

“Aku lulusan master dari Amerika,Saranku, habiskan waktumu lebih banyak utk menangkap ikan, beli perahu yang lebih besar, dapat lebih banyak uang, beli lagi beberapa perahu.’

Jangan jual ikan ke perantara, jual langsung ke pengolahan sampai Anda memiliki pabrik sendiri. 

Kendalikan produk, distribusi dan produksinya.

Setelah itu anda pindah ke kota besar, kemudian ke luar negeri untuk mengembangkan usaha ini.”

“Menarik, tapi berapa lama waktu yg dibutuhkan supaya aku bisa seperti itu?” tanya nelayan mulai tertarik.

“Lima belas tahun paling cepat. Dua puluh tahun paling lambat,” jawab si manager. 

“Setelah itu pak, Pak ?”

“Inilah bagian yang paling menarik,

Anda bisa menjual saham perusahaan di bursa dan menghasilkan uang miliaran.”

“Wah, miliaran ya. 

Lalu apa setelah itu Pak?”

“Lalu, Anda bisa istirahat dan pulang ke rumah. 

Pindah ke desa kecil di tepi laut, memancing, bermain dengan anak-anak, tidur siang, makan bersama istri, mengantar anak ke sekolah,  bermain gitar serta ngobrol dengan teman-teman dekat.

Oooooooh..

Kalau TUJUAN AKHIR nya cuma itu, sekarang SAYA SUDAH MENDAPATKAN apa yang SAYA INGINkan, 

Kalau menunggu 20 tahun lagi, anak-anak saya sudah besar,  

jadi gak mungkin lagi saya bermain dan mengantar mereka ke sekolah sahut si nelayan sambil meninggalkan manager yg kebingungan.


Pesan si Nelayan : 

Jangan lewatkan GOLDEN MOMENT bersama ANAK-ANAK & KELUARGAmu. 

Karena HAL INDAH  ini TIDAK AKAN TERULANG  DUA KALI.....

Thursday, 9 May 2024

Bahagia itu Sederhana : Turunkan Ekspektasi

Merasakan kenikmatan dan kebahagiaan tidaklah selalu harus mewah. Demikian juga ketika liburan. Saya mengeluhkan tidak dapat menikmati karena bahkan ketika berada pada hari liburan urusan sekolah masih tersampaikan lewat HP. Bagaimana caranya? Turunkan ekspektasinya. 

Begitu pun hari ini. Libur dua hari saya gunakan "hanya" untuk menyelesaikan mencuci baju dan menyetrika baju yang sudah menumpuk. Rasanya sia-sia liburan dua hari ini tanpa diisi dengan jalan-jalan atau healing seperti lainnya. 

Yang lain satu persatu mulai mengirimkan status WA di berbagai tempat liburan. Aku hanya memandangi sekilas. Ada kegiatan di rumah yang tidak bisa ditinggal. Rumah sedang diperbaiki. Tidak lucu kalau ada yang sedang bekerja, kita tuan rumahnya jalan-jalan. Maka demikianlah, liburan terlewat tanpa rekreasi. Apakah kita tidak bisa menikmati liburan?

.Memang terbayangkan ketika akan liburan sementara ada kegiatan di rumah yang tidak mungkin ditinggalkan. Tugas dari sekolah juga menuntut untuk diselesaikan. Di liburan ini juga tidak bisa lepas dari beragam kegiatan sekolah. Meskipun tidak hadir ke sekolah, agenda kegiatan terus berlanjut lewat dunia maya, WhatsApp. Maka begitulah kesempatan menikmati liburan dengan jalan-jalan semakin menjauh dari ekspektasi. 

Jadi teringat pesan teman beberapa waktu lalu ketika saya mengeluhkan tidak bisa menikmati liburan karena agenda sekolah pasti akan terus berkutat meski waktu libur. Katanya kurangi besarnya ekspektasi. Liburan jangan selalu dijadwalkan dengan jalan-jalan atau rekreasi. Kalau sering kecewa karena rencana jalan-jalan liburan gagal karena berbagai kegiatan maka tidak usah merasa bersedih hati dan galau. Barangkali ekspetasinya yang terlalu tinggi. 

Dipikir ada benarnya juga. Selama ini ketika melihat kalender merah maka berbagai rencana jalan-jalan mulai bermunculan. Berbagai tempat yang bisa menjadi tempat tujuan liburan dibuat list meskipun hanya di pikiran. Dan pada akhirnya memang sering kecewa. Begitu luas liburan usai kita merasa menjadi orang yang paling kurang healing dan rekreasi. 

Nah, kali ini saya mencoba mengubahnya. Meskipun hanya dengan menikmati tidur siang dengan santai dan tenang, menyelesaikan tugas-tugas rumah yang sering tertunda saat hari aktif, atau hanya sekedar mengurus tanaman atau bunga dengan lebih inten, saya mensyukurinya. Saya menikmatinya tanpa berpikir bahwa sekarang liburan dan harus jalan-jalan. Rasanya menjadi berbeda. Saya tidak merasa bersalah pada diri sendiri karena menganggap tidak rekreasi di saat liburan berarti terlalu keras pada diri sendiri. 

Saya menikmati setiap suasana yang saya lewati dengan berbagai kegiatan di rumah dengan penuh syukur. Cucian dan setrikaan yang menggunung berkurang. Tanaman dibebaskan dari kekeringan dan rumput liar. Bisa tidur nyenyak tanpa buru-buru untuk pergi ke tempat kerja. Rasanya plong dan bahagia. Sesederhana itu. Mengurangi besarnya ekspektasi mengubah segalanya. Terima kasih untuk pesan singkat namun ternyata berdampak luar biasa. 

Sunday, 5 May 2024

Membeli Waktu

Assalamuallaikum warahmatulahi wabarakatuh 

Bismillahirrahmanirrahim 


Membeli Waktu


Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul  21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu  sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah.  Sepertinya ia sudah menunggu lama.

 

“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.

 

Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja,  dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.

 

“Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”, kata sang anak.

“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta  uang lagi ya?”, jawab sang ayah.

“Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…” kata anaknya

.“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Setiap bulan  rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”, tanya sang ayah.

 

Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman.

 

Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.

 

“Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”

“Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!”

 

Tapi sang anak tidak mau beranjak. “Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?”

 

“Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur”

 

“Tapi papa..”

“Sudah, sekarang tidur” suara sang Ayah mulai meninggi.

 

Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.

 

Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000.

 

Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata  “Maafin Papa ya! Kenapa kamu minta uang malam-malam begini.. Besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu  juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?”

 

“Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”

 

“Iya..iya..tapi buat apa??” tanya sang Papa.

 

“Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 30.000. Tadi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena uang tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp 10.000 dari Papa” Sang Papa cuma terdiam.

 

Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangis. Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis..

 

Ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..

 

“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.

 

“Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa  bekerja keras. Maafkan Papa anakku” kata sang Papa ditengah suara tangisnya.

 

Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papanya.


https://t.me/celotehanakarrumput


Selamat menjalankan ibadah dan beraktivitas hari ini, semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita.

Aamiin


Sunday, 24 March 2024

Indahnya Burung Terbang di Angkasa

Banyak yang bertanya kepada saya mengapa blognya kok ada burung melayang-layang seperti itu? 

Sebenarnya selain sebagai pembeda dengan blog lain juga karena saya menyukai kebebasan. Burung melayang-layang merupakan inspirasi untuk bebas mengungkapkan pendapat lewat tulisan di blog ini secara bebas. Tapi tentu saja ada keindahan dan kejelian di sana. 

Berbicara tentang burung saya dapat kiriman video tentang indahnya burung saat terbang di udara. Ingin tahu seperti apa? Silahkan, simak video berikut.


Kalau kita melihat video tersebut, subhanallah betapa luar biasanya burung terbang. Meliuk-liuk di udara, membelah langit dan menikmati pemandangan dan angin yang berhembus kencang. Seperti itulah keasyikan yang sering terbayangkan oleh saya pribadi kepada burung terbang. Maka karena hal tersebut saya terinspirasi untuk memunculkan animasi burung tersebut di blog saya. 

Semoga kehadiran burung terbang di blog ini tidak mengusik pembaca saat menjelajah di blog ini. Terima kasih.

Monday, 18 March 2024

Keberkahan dan Keutamaan Makan Sahur

 

Shalawat para Malaikat bagi orang yang makan Sahur


A. KEBERKAHAN SAHUR


عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً


Dari Anas bin Maalik Radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan.”


Takhrij

Hadits yang mulia ini dikeluarkan oleh Imam al-Bukhâri dalam shahihnya no. 1789 dan Imam Muslim dalam shahihnya no. 1835.


Biografi Perawi Hadits.

Beliau adalah Anas bin Mâlik bin an-Nadhar al-Anshâri al-Khazraji.


 Beliau Radhiyallahu anhu dibawa Ummu Sulaim Radhiyallahu anhuma pada usia sepuluh tahun menghadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Kota Madinah seraya berkata :


يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَسٌ خَادِمُكَ ادْعُ اللَّهَ لَهُ


Wahai Rasûlullâh ini Anas yang akan menjadi khadim (pelayan) Engkau. Maka doakanlah ia !


Lalu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan kebaikan untuk beliau :


اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَأدْخِلْهُ الجَنَّةَ


Ya Allâh perbanyaklah hartanya dan anaknya serta masukkanlah ia kedalam syurga.


Anas Radhiyallahu anhu menyatakan, “Aku telah mendapatkan keduanya (harta dan anak) dan berharap mendapatkan yang ketiga (masuk syurga).


 Sungguh telah dikubur dari keturunanku selain cucu-cucuku sejumlah seratus dua puluh lima orang dan kebunku berbuah dua kali dalam setahun.”


Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu terus menjadi pelayan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tinggal di Madinah hingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat .


 Setelah itu beliau Radhiyallahu anhu menetap di kota Bashrah dan wafat disana pada tahun 90 H dan beliau Radhiyallahu anhu termasuk sahabat yang terakhir meninggal disana[1].


Kosa Kata.

تَسَحَّرُوا : 

Makan sahurlah kalian

السُّحُورِ :

 apabila huruf sinnya didhammahkan maka artinya makan sahur (aktifiasnya); 


Bila dibaca fathah maka artinya adalah dzat makanan sahurnya.


بَرَكَةً :

 kebaikan yang

 banyak dan tetap.


B. Syarah Hadits


Dinul Islam adalah din yang adil dan penuh rahmat yang memberikan bagian istirahat dan pendukung kekuatan badan dan memberikan jiwa bagiannya berupa ibadah dan ketaatan.


 Dalam hadits yang mulia ini, sahabat yang mulia Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu menceritakan bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan orang-orang yang berpuasa untuk makan sahur agar mendapatkan gizi dan tambahan tenaga.


 Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sahur memiliki keberkahan dalam rangka memotivasi orang agar melakukannya[2].


Keberkahan sahur juga dijelaskan dalam sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :


إِنَّهَا بَرَكَةٌ أَعْطَاكُمْ اللَّهُ إِيَّاهَا فَلَا تَدَعُوهُ


Sesungguhnya dia adalah berkah yang diberikan Allâh kepada kalian, maka jangan kalian meninggalkannya.[3]


Keberkahan dalam sahur ada yang bersifat agamis dan ada yang bersifat keduniaan.


Sahur sebagai suatu berkah yang bersifat agama dapat dilihat dengan jelas karena sahur itu mengikuti sunnah, mendapatkan pahala dan kekuatan dalam berpuasa dan juga mengandung nilai penyelisihan terhadap ahli kitab.


Allâh Azza wa Jalla mensyariatkan sahur atas kaum Muslimin dalam rangka membedakan puasa mereka dengan puasa orang-orang sebelum mereka, sebagaimana yang disabdakan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Sa‘id al-Khudriy Radhiyallahu anhu :


فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ


Yang membedakan antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.[4]


Demikian juga diantara keberkahan sahur adalah mendapatkan shalawat dari Allâh dan para malaikat, sebagaimana yang ada dalam hadits Abu Sa‘id al-Khudry Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


السُّحُورُ أَكْلَةٌ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ


Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun salah seorang dari kalian hanya meneguk seteguk air, karena Allâh Azza wa Jalla dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur.[5]


Sedangkan Imam Ibnu Hibban dan ath-Thabrani meriwayatkan hadits diatas dari Abdullâh bin Umar Radhiyallahu anhuma dengan lafazh :


إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ


Allâh dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur.[6]


Al-Hâfizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Keberkahan dalam sahur muncul dari banyak sisi, yaitu (karena) mengikuti sunnah, menyelisihi ahli kitab, memperkuat diri dalam ibadah, menambah semangat beraktifitas, mencegah akhlak buruk yang diakibatkan rasa lapar, menjadi pendorong agar bersedekah kepada orang yang meminta ketika itu atau berkumpul bersamanya dalam makan dan menjadi sebab dzikir dan doa di waktu mustajab[7].


Keberkahan sahur yang bersifat duniawi adalah menikmati makanan dan minuman yang halal yang disukainya dan dapat menguatkan orang yang berpuasa serta menambah semangat untuk melakukan ketaatan selama berpuasa.


 Demikian juga terjaga kekuatan badan dan semangat aktifitasnya.


C. Sunnah Mengakhirkannya


Yang sangat perlu diperhatikan dalam sahur ini dan banyak dilupakan kaum Muslimin sekarang adalah disunnahkannya memperlambat sahur sampai mendekati waktu Shubuh (fajar) sebagaimana yang dilakukan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam .


 Dijelaskan dalam hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu , beliau berkata:


تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً


Kami bersahur bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , kemudian beliau pergi untuk shalat.” Aku (Ibnu Abbas) bertanya, “Berapa lama antara adzan dan sahur?” Beliau menjawab, “Sekitar 50 ayat.” [8]


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan hadits ini dengan menyatakan, “Ketika memperkuat badan untuk berpuasa dan menjaga semangat beraktifitas padanya termasuk tujuan makan sahur, maka termasuk hikmah adalah mengakhirkannya.[9]


Dalam hadits yang mulia di atas dijelaskan jarak waktu mulai makan sahur dengan adzan shalat Shubuh adalah seukuran orang membaca lima puluh ayat secara sedang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat[10].


Salah seorang shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bernama  Sahl bin Sa’d menceritakan:


كُنْتُ أَتَسَحَّرُ فِي أَهْلِي ثُمَّ تَكُونَ سُرْعَتِي أنْ أدْرِكَ السُّجُودَ مَعَ رَسُولِ اللهِ


Aku makan sahur bersama keluargaku, kemudian aku segera bergegas menuju masjid agar aku bisa bersujud (pada rakaat pertama shalat shubuh) bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam

 (HR. al-Bukhâri no. 1786)


Dengan demikian ketentuan imsak yakni menahan diri dari makan dan minum beberapa saat sebelum terbitnya fajar adalah perkara yang di ada-adakan oleh sebagian kaum Muslimin dan menyelisihi firman Allâh Azza wa Jalla :


وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ


Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.

 [al-Baqarah/2: 187]


Juga menyelisihi tuntunan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat beliau Radhiyallahu anhum .


Para Ulama telah menegaskan bahwa hal tersebut termasuk sikap berlebih-lebihan dalam beragama, walaupun dilakukan dengan alasan kehati-hatian dan menjaga diri dari perkara yang haram.


Al-Hâfizh Ibnu Hajar rahimahullah menyatakan, “Termasuk kebidahan yang mungkar adalah yang terjadi di zaman ini berupa dikumandangkannya adzan kedua (yaitu) dua puluh menit sebelum fajar di bulan Ramadhan dan memadamkan pelita-pelita yang dijadikan sebagai tanda tidak boleh makan dan minum bagi orang yang ingin berpuasa.


 Ini dengan anggapan dari orang yang membuat-buatnya untuk kehati-hatian dalam ibadah dan hal ini tidak diketahui adanya kecuali oleh beberapa orang saja. Hal ini menyeret mereka untuk tidak mengumandangkan adzan hingga setelah matahari terbenam beberapa waktu untuk memastikanm waktunya dalam anggapan mereka.


 Lalu mereka mengakhirkan buka puasa dan mempercepat sahur serta menyelisihi sunnah. Oleh karena itu sedikit sekali kebaikan dari mereka dan banyak pada mereka keburukan. Allâhul musta’an.[11].


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata, “Imsak yang dilakukan oleh sebagian orang itu adalah suatu tambahan dari apa yang diwajibkan oleh Allâh Azza wa Jalla sehingga menjadi kebatilan, dia termasuk perbuatan yang diada-adakan dalam agama Allâh padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, yang artinya, “Celakalah orang yang mengada-adakan! Celakalah orang yang mengada-adakan ! Celakalah orang yang mengada-adakan !”[12]


D. Hukum Makan Sahur.


Sahur merupakan sunnah yang muakkad dengan dalil:


a. Perintah dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk itu sebagaimana hadits yang terdahulu dan juga sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :


تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً


Bersahurlah karena dalam sahur terdapat berkah.[13]


b. Larangan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari meninggalkannya sebagaimana hadits Abu Sa’id yang terdahulu. 


Oleh karena itu, al-Hâfidz Ibnu Hajar dalam Fath al-Bâry (3/139) menukilkan ijma’ atas sunnahnya sahur.


Faedah Hadits


1⃣Perintah makan sahur bersifat sunnah.


2⃣Sahur memiliki keberkahan

Sahur dan keutamaannya tidak khusus pada satu jenis puasa saja bahkan umum untuk semua jenis puasa.


3⃣Kesempurnaan Islam dalam memperhatikan keadilan

Bagusnya pengajaran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menyertakan hikmah satu hukum agar mudah diterima dan menampakkan ketinggian ajaran Islam.


3⃣Disunnahkan mengakhirkan makan sahur.


4⃣Jarak antara makan sahur Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan adzan adalah sejarak bacaan lima puluh ayat.


[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03-04/Tahun XVI/1433H/2012. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

______

Footnote

[1] Dinukil dari Tanbîhul Afhâm, Ibnu Utsaimin, 3/36


[2] Tanbîhul Afhâm, 3/36


[3] Riwayat an-Nasai no. 2162 dengan sanad yang sahih. Hadits ini dihukumi shahih oleh al-Albani dalam Shahih Sunan an-nasaa’i dan shahih at-targhib wa at-tarhib 1096


[4] HR Riwayat Muslim.


[5] Riwayat Ibnu Abu Syaibah dan Ahmad 3/44 lihat sifat Shaum nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam karya Syeikh Ali Hasan al-Halabi.


[6] Hadits Ibnu Umar ini di hasankan al-Albani dalam Shahîhut Targhîb wat Tarhîb no. 1066


[7] Khulâshatul Kalâm Syarh Umdah al-Ahkâm, hlm. 111


[8] Riwayat Bukhariy dan Muslim


[9] Tanbîhul Afhâm, 3/39


[10] Lihat penjelasannya dalam kitab Tanbîhul Afhâm, 3/39


[11] Dinukil dari Khulâshah al-Kalam, hlm. 118


[12] Fatâwâ Arkânil Islâm Syeikh ibnu Utsaimin


[13] Riwayat al-Bukhariy dan Muslim


 ==============


Disalin oleh Muhammad Syarif

Wednesday, 21 February 2024

Memilih Kata-kata untuk Anak

 Sebuah tulisan dengan judul Celotehan akar rumput ini sengaja saya kutip di sini. Tulisan ini mengingatkan saya sebagai orang tua akan pentingnya pilihan kata-kata ketika menyampaikan sesuatu kepada anak. Alih-alih anak menjadi patuh pada perkataan kita, malah menjadi sebaliknya. 


Semoga bisa mempraktekkan apa yang ada pada tulisan ini. Terima kasih kepada penulis yang menuliskan hal-hal di sekitar kita yang seringkali kita anggap sepele dan tidak berpengaruh banyak terhadap anak-anak kita. 


Bismillahirrahmanirrahim


Pemahaman etika yang diajarkan terhadap anak berbeda – beda. Kemudian ada seorang ibu sedang mengadakan jamuan tamunya di ruang tamu. Disaat asyik – asyiknya membicarakan percakapan datanglah anaknya yang masih kecil...


Anak kecil itu mulai "bertingkah', minta kue yang disuguhkan saat menyela percakapan. Dan bertingkah laku 'atraktik' yang sifatnya cari perhatian....


"Maaf yaa Jeng, anak ini memang begini,... Nakalnya minta ampuunn . Kadang – kadang  kewalahan dalam menghadapinya!", kata ibu itu pada tamunya..


"Nggak papa Jeng, namanya juga anak-anak ... Tapi  seharusnya tidak berkata demikian...", jawab tamunya yang kebetulan seorang psikolog anak..


"lalu bagaimana kata-kata yang tepat, jeng...?", tanya ibu itu...


" Maaf Yaa jeng, anak ini energinya luar biasa, pinter ngomong dan pemberani ,..  Doakan yaa semoga anak ini sukses dikemudian hari..! Mungkin ini kata-kata yang tepat...", Jawab tamunya memberi contoh...


Disaat lain ada seorang anak yang sedang mencoret-coret tembok dalam  rumahnya...


"Dasar anak nakal yang nggak bisa diatur... Tembok bersih dicoret-coret, mau jadi anak apa kamu nanti....!!", kata ayahnya....


Alangkah baiknya bila si ayah tidak berkata demikian...


Jauh lebih bijak bila si ayah menyediakan dan menfasilitasi anak dengan buku gambar dan pensil warna...


Dan yang lebih tepat berkata...

"..Waah bagus betul gambarmu nak, ... coba kalau kamu menggambarnya di buku gambar ini dan diwarnai pasti menjadi lukisan yang sangat indah... Nanti bisa dipigura dan ditempelkan ditembok..."


Kata-kata dari orang tua kadang-kadang menjadi doa...


Sebagai orang tua harus membiasakan memilih dan memilah kata yang bijak. Tidak melakukan tindakan yang melukai hati anak dan harus positif ....


Pembentukan karakter anak diajarkan dari kata-kata yang sederhana dan kelihatannya 'sepele'. Tetapi pengaruhnya akan sampai anak dewasa nanti...


Berilah kata-kata yang bijak dan positif untuk anak-anak ...!!!


Yang jauh lebih penting,  harus bisa mengendalikan emosinya  dihadapan anak....!!


Beranikan berkata jujur akan mampu memberikan pencerahan.


Tetap Semangat adalah Motivasi,

Bermakna tuk Kehidupan Hakiki,

Bermartabat menggapai Reputasi,

Barokah makna Rizki Ilahi.

Jaga Etika dalam apapun.


Sumber: 

https://t.me/celotehanakarrumput

Friday, 26 January 2024

Musabangga Fruit Festival







Dalam rangka Milad ke-11 SD Muhammadiyah 1 Purbalingga, ada beberapa event yang diadakan untuk menyemarakkan hari tersebut. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh SD Musabangga antara lain:

Musabangga Competition

Musabangga Fruit Festival

Pengajian Akbar dan Parenting 

Friday, 29 December 2023

Dancing in The Rain

 

Sebuah film yang ditayangkan di Moji TV jelang tahun baru 2024. Sebuah film yang bercerita tentang persahabatan 3 anak manusia. Radin, Kinara dan Banyu.  Film tersebut berjudul Dancing in The Rain. 
Berdasarkan informasi Wikipedia, film ini bercerita tentang Kemudian muncul Radin, anak baru di komplek yang selalu membela Banyu saat di-bully. Dan setelah itu kehadiran Kinara membuat indahnya persahabatan mereka semakin lengkap. Hingga dewasa, ketiganya tetap bersahabat, benih cinta tumbuh antara Radin dan Kinara.

Masalah mulai hadir ketika Mama Radin, yang tak menyukai putranya berteman dengan Banyu, suatu ketika berhasil memfitnah Banyu, seolah Banyu mencelakakannya. Radin yang salah paham menjadi sangat marah dan meninggalkan Banyu.

Hal yang menarik dari film tersebut adalah ternyata di film tersebut ada lagu Jawa yang sering saya nyanyikan untuk mengantar tidur anak. Saya malah baru tahu lirik lagu secara lengkap sekarang. Maka saya selipkan di sini di samping cerita film itu sendiri. 

Hasil Utama

Tak lelo, lelo ledungWes menengo anakku Si KuncungEmbokmu lagi lungo menyang kaliNgumbah popok nyangking berukWes menengo ono uwong
Tak lelo, lelo, lelo ledungCep meneng ojo pijer nangisAnakku sing ayu rupaneYen nangis ndak ilang ayune
Tak gadhang biso urip mulyoDadiyo wanito utomoNgluhurke asmane wong tuwoDadiyo pendhekaring bongso
Wis cep menengo anakkuKae bulane ndadariKoyo buto nggegilaniLagi nggoleki cah nangis
Tak lelo, lelo, lelo ledungWes cep menengo ngger, anakkuTak emban slendang Batik KawungYen nangis mundak ibu bingung

Monday, 7 August 2023

Masuk Surga Bersama: Indahnya Memaafkan


 Masuk Surga Bersama


Pada suatu hari, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassallam sedang berkumpul dengan para sahabatnya. 

Di tengah perbincangan dengan para sahabat, tiba-tiba Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wassallam tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya,

kemudian sahabat Umar r.a. yang berada di situ, bertanya :

"Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah ?"

_Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam_ menjawab : 

"Aku di beritahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Allah Subhannahu wa ta'la". salah seorang mengadu kepada Allah sambil berkata : ‘Yaa Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat dzalim kepadaku'.

_Allah Subhanahu Wa ta'laa_ berfirman : 

"Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun ?"

Orang itu berkata : 

"Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku di pikul olehnya"

(Sampai di sini, mata Rasulullah berkaca-kaca, menangis tidak mampu menahan tetesan airmatanya.

_Rasulullah_ berkata : 

"Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya"


Kemudian, Rasulullah melanjutkan kisahnya,

Lalu Allah berkata kepada orang yang mengadu tadi : "Sekarang angkat kepalamu, dan lihatlah! "

Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata : "Yaa Rabb, aku melihat di depanku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas dan perak bertatahkan intan berlian, Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, Yaa Rabb ?

Untuk orang Shiddiq yang mana, Yaa Rabb ?

Untuk Syuhada yang mana, Yaa Rabb ?"


_Allah Ta'alaa_ berfirman : 

"Istana itu di berikan kepada orang yang mampu membayar harganya".

Orang itu berkata : "Siapakah yang  mampu membayar harganya, Yaa Rabb ?"

Allah berfirman : 

"Engkau pun mampu membayar harganya".

Orang itu terheran-heran, sambil berkata : 

"Dengan cara apa aku membayarnya, Yaa Rabb ?"

Allah berfirman : "Caranya, engkau MEMAAFKAN saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kedzalimannya kepada-Ku".


Orang itu berkata : 

"Ya Rabb, kini aku memaafkannya".

Allah berfirman : 

"Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk ke surga bersamamu"


Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkata : "Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian SALING BERDAMAI dan MEMAAFKAN. Sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin".

Semoga bermanfaat🙏🏻🙏🏻


(HR. Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih).

Friday, 9 June 2023

Jaga Lisan Orang Tua


Sumber gambar: atsar.id


Bismillah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Ayah-bunda, berhati-hatilah


HATI ANAK DI LIDAH ORANG TUA

______________________


Anak tinggi besar itu, Dion, terus-terusan menangis. Sekuat apapun ia berusaha mencoba tak menangis, tapi tetap saja ia menangis juga. Berkali-kali ia mengusap air mata yang meleleh di pipinya.


Malam itu Dion, pelajar satu SMP di Bogor, curhat pada saya dalam sesi kumpul dengan para remaja di satu sekolah swasta. Ia bertanya, “Pak, bagaimana ya kalau orang tua kita suka merendahkan kita?” Kemudian ia bercerita kalau orang tuanya suka menyebutnya tidak becus, dan lain-lain. Ketika saya menjelaskan bagaimana semestinya orang tua bersikap pada anak, air mata Dion mulai meleleh.


Saya terhenyak. Ini memang salah satu problem pengasuhan anak. Kita, orang tua seringkali tidak sabar dalam mendidik anak-anak. Saat anak tidak bisa memenuhi harapan kita, amarah serta merta keluar. Kita menjadi orang tua yang tidak sabaran. Sumbu pendek.


Kita juga lebih punya semangat menyalahkan ketimbang mencari solusi. Padahal semestinya kita sadar sesadar-sadarnya kalau kecerdasan dan kemampuan anak memang sedang berkembang. Banyak hal yang sudah kita pahami, mereka tidak paham. Coba saja yang simpel; tidak semua anak tahu cara menguras bak mandi. Maka saat ia tidak bisa melakukannya apa seharusnya yang kita lakukan? Tentu mengajarkannya cara menguras bak mandi yang benar. Bukan memarahinya.


Orang tua harusnya berfungsi sebagai pendidik, bukan semata yang melahirkan anak dan memberi mereka uang jajan. Namun banyak orang tua yang tidak sadar dan tidak mau belajar mengembangkan ketrampilan mendidik anak. Bila sudah demikian maka langkah yang paling praktis yang bisa dilakukan orang tua adalah memarahi anak, mencemoohnya dan melecehkannya.


Itulah yang dirasakan Dion, juga mungkin anak-anak kita. Padahal, saat kalimat cemoohan dan bentakan itu terlontar, hati anak terluka. Apa yang kemudian terjadi? Umumnya bila anak sering dibentak dan dihina orang tuanya, maka akan terbentuk self- image atau citra-diri dalam pikiran mereka.


Anak yang sering disebut ‘dasar bodoh’ atau ‘dasar nakal’ oleh orang tuanya, maka akan melekat citra diri seperti itu dalam benak mereka. Itu karena citra diri tumbuh berkembang bersumber dari apa yang anak percayai dari dalam dirinya, dan dari penerimaan lingkungan terhadap dirinya. Ketika lingkungan di sekitarnya – terutama orang tua – merendahkan dirinya, maka citra diri itu yang tumbuh dalam dirinya. Ia akan jadi pribadi yang rendah diri, inferior dan hilang kepercayaan.


Mari kita renungkan, apakah ada orang tua yang ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi seperti demikian? Pribadi yang rendah diri, serba gamang, tak punya kepercayaan diri? Bukan salah anak bila mereka berkembang menjadi pribadi kacau seperti itu. Anak hanya produk pendidikan dan pengasuhan orang tua. Sayang orang tua sering tak sadar bahwa lidah merekalah yang telah membuat keruh hati anak-anak sejak kecil. Padahal hati setiap anak itu awalnya adalah bersih, sampai lidah orang tualah yang mengotorinya.


Pantas bila Rasulullah SAW. mengingatkan setiap dari kita untuk menjaga lisan sebaik-baiknya. Apalagi bila sampai mendatangkan petaka yang besar di kemudian hari. Sabda Beliau:


إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيْهَا يَهْوِى بِهَا فِي النَّارِأَبْعَدَمَا بَيْنَ الْمَسْرِقِ وَالْمَغْرِبِ


“Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat”


Ayahbunda, kendalikan lisan saat berhadapan dengan buah hati kita. Sampaikan hanya perkataan yang ma’ruf, perkataan yang memberi motivasi, harapan dan doa. Bukan perkataan yang merusak pikiran dan hati mereka. Karena, hati anak terletak pada lidah orang tua.


Oleh: Ustadz Iwan Januar

Celotehan akar rumput

https://t.me/celotehanakarrumput

Monday, 22 May 2023

Tidak Akan Merugi Bersedekah

Membaca tulisan ini di wag menyadarkan saya atas pentingnya ikhlas dalam beramal saleh. Cukup percaya bahwa Allah akan membalasnya dengan cara-Nya, yang seringkali tidak kita sangka-sangka. Dialah Allah YangMaha Kaya.  Tulisan ini silahkan bisa disimak di sini. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. 


"ALLAH BAYAR TUNAI"


Pengemudi taksi dihentikan oleh calon penumpang yang berpakaian kurang layak. Dari penampilannya dapat diduga orang itu orang tidak punya. Wajahnya terlihat kuyu dan letih.


"Bapak mau ke mana?" tanya pengemudi taksi itu dengan santun, begitu ia memberhentikan mobil taksinya dan berada di samping orang yang memberhentikannya.


"Saya mau pulang ke kampung di daerah Tangerang, tetapi saya tidak punya uang untuk membayarnya".


"Oh, tidak apa-apa. Silahkan Bapak naik", sambut pengemudi taksi dengan simpati.


Pengemudi taksi itu pun mengantarkan orang miskin itu ke alamat yang dituju. 


Sesampainya di ujung gang menuju rumah, anak-anak kecil berhamburan menuju mobil taksi.

"Ayah dataaaaang.... ayah dataaaaaang", teriak anak-anak itu kegirangan.


"Mana makanannya, ayah? Kami sudah tidak tahan menahan lapar" rengek anak-anak kecil itu.


"Maaf nak, ayah tidak membawa apa-apa....", ujar orang miskin itu tanpa menyebutkan alasannya. 


Ia tidak ingin pengemudi taksi itu berlama-lama berada di mulut gang itu. 

Bukan karena merasa malu kalau dirinya tidak mempunyai uang dan gagal membawa makanan untuk anak-anaknya, tetapi ia tahu bahwa waktu bagi pengemudi  taksi adalah uang. 

Ia sudah sangat berbaik hati mengantar dirinya di tempat itu, tanpa bayaran pula.


Setelah orang miskin itu turun dan masuk rumah, pengemudi taksi itu meninggalkan lokasi. 


Ketika dalam perjalanan mengantar orang miskin itu ia melihat ada beberapa warung nasi. 

Ia pun menuju salah satu warung nasi terdekat. 

Ia beli enam bungkus nasi lengkap dengan lauk pauk dan beberapa botol air mineral. 


Ia bergegas kembali ke rumah orang miskin tadi.


Pengemudi sopir itu sampai mengucapkan syukur alhamdulillah beberapa kali dalam hati ketika melihat anak-anak dan ayahnya melahap nasi bungkus bawaannya habis dalam hitungan menit.


"Ya Allah, mereka benar-benar sangat kelaparan..." gumam pengemudi taksi dalam hati.


Setelah itu, pengemudi taksi kembali ke kota untuk mencari penumpang. 


Tidak seberapa lama masuk kota, ada dua orang turis asing menghentikan taksinya.

Mereka minta diantar ke bandara Soekarno-Hatta. 


Sesampainya di tujuan, pengemudi itu segera membukakan pintu penumpang dan menurunkan koper serta tas dari bagasi.


Kedua turis asing ini memberinya 100 dolar (sekitar Rp 1,5 juta)


"I have no change, Sir. Can you give me just one hundred thousand rupiahs..?" kata pengemudi itu.

( "Saya tidak punya kembalian, tuan. Bisakah Anda memberi saya 100.000 rupiah saja?" )


"Oh, no problem. Take the change for you", kata turis itu sambil menepuk pundak pengemudi taksi.

( "Gak masalah. Kembaliannya ambil saja buat kamu.")


"Thank you very much, Sir".


Eehh... Saat masih berada di bandara, ada dua turis lain mendatanginya dan meminta untuk mengantarkan mereka ke sebuah hotel di pusat kota. 


Seperti yang dilakukan selama ini kepada semua penumpang, tanpa membedakan mereka itu orang pribumi atau turis asing, pengemudi taksi yang satu ini memperlakukan semua pelanggannya sama. 


Maka ketika sampai di hotel yang dituju, ia pun dengan sigap membukakan pintu penumpang, lebih cepat dari petugas hotel yang biasa menyambut para tamunya, dan menurunkan barang bawaan kedua turis itu. 


Lagi-lagi, turis asing ini memberinya 100 dolar, dan ketika dikatakan ongkosnya hanya 100.000 rupiah, turis itu malah berkata, 

"take the change for you."


Apa yang kemudian dilakukan pengemudi taksi yang beruntung ini?


Ia langsung pergi ke pusat penukaran uang asing. 

Ia tukarkan 200 dolar ke mata uang rupiah. 

Kemudian ia pergi berbelanja sembako, makanan ringan, buah-buahan, aneka kue dan permen. 


Dari pasar tradisional ia beli beberapa kilo telur ayam. Ia juga mampir ke Warung Padang, membeli enam bungkus nasi dengan lauk pauk yang paling enak. 


Setelah itu ia bergegas pergi menuju ujung jalan di kampung Tangerang tadi. 

Ia menemui orang miskin dengan kelima anaknya.


"Allah memberi saya rezeki hari ini adalah karena Bapak, karena saya telah menolong Bapak,

maka jika saya memberi bantuan yang tidak seberapa ini, mohon Bapak doakan agar perbuatan ini semata-mata untuk mengharap ridha Allah.


Saya kembali ke rumah Bapak ini karena saya ingin membiasakan jiwa saya dan mendidiknya untuk bergantung hanya kepada Allah Ta'ala, karena Dialah Yang Maha Pemberi rezeki.

Saya ingin membiasakan dan mendidik jiwa saya untuk gemar bersedekah semata-mata mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala..."


Si bapak miskin itu hanya bisa terpana tak bisa berkata apa-apa. 

Terlihat butiran-butiran bening menetes dari kedua pelupuk matanya...


Allah ﷻ berfirman: 


ﻣَﻦْ ﺫَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﻳُﻘْﺮِﺽُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻗَﺮْﺿًﺎ ﺣَﺴَﻨًﺎ ﻓَﻴُﻀَﺎﻋِﻔَﻪُ ﻟَﻪُ ﺃَﺿْﻌَﺎﻓًﺎ ﻛَﺜِﻴﺮَﺓً ۚ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﻭَﻳَﺒْﺴُﻂُ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ ﮦ 

"Siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menginfakkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan ganjaran (berupa) pembayaran kepadanya dengan jumlah yang berlipat-lipat ganda.

Dan Allah-lah yang menyempitkan dan melapangkan (rezki).

Dan kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan."

(QS. Al-Baqarah, 2:245)


Selamat Menggapai Ridha Ilaahi.


Sumber : kisah nyata Bapak Dahlan , Sopir taxi yang gemar bersedekah (kisah ini pernah di muat pada laman Hidayatullah).

Thursday, 18 May 2023

Memberikan Hukuman Siswa

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Kisah ini sangat menarik untuk saya sebagai seorang pendidik dan guru di sebuah madrasah. Betapa kita sebagai orang tua dan guru membentuk anak didik kita menjadi anak didik yang baik dan berakhlak mulia. 

Namun seringkali yang terjadi, ada beberapa siswa yang memiliki perilaku di luar harapan orang tua dan madrasah. Bagaimana menyikapinya? Tentu itu menjadi tugas madrasah berkolaborasi dengan wali peserta didik. Tidak bisa dilakukan sendiri -sendiri. Berikut adalah salah satu kisah indah menyadarkan kesalahan anak dari perilaku buruknya tanpa pukulan fisik.


AYAH BERHATI EMBUN


Seorang kepala sekolah menuturkan….


Suatu kali aku datang ke sekolah….Tiba-tiba aku dikejutkan dengan tulisan mengandung celaan di tembok pagar sekolah yang mengarah keluar. Tulisan itu menggunakan cat semprot.

Setelah menelusuri siapa yang melakukan itu, dengan cara memperhatikan siapa saja siswa yang bolos hari itu, ditemukan lah sang pelaku. Seorang siswa kelas 3 SMA.

Orang tua dari siswa itu segera diminta untuk datang ke sekolah. Setelah ia sampai di sekolah dan menyaksikan apa yang ditulis anaknya di tembok pagar sekolah, serta merundingkan permasalahan yang terjadi, dengan gaya sangat tenang ia meminta anaknya untuk hadir. Lalu ia mendengarkan pengakuan anaknya bahwa benar, ia yang telah melakukannya.

Selanjutnya ia mengeluarkan HP dan menghubungi tukang cat. Dia memintanya untuk datang ke sekolah setelah memberikan alamat lengkapnya. Dia meminta untuk mencat kembali pagar itu dengan warna yang sama hingga kondisinya lebih bagus dari semula.

Sebelum ia minta izin untuk kembali, ia menghampiri dan mengelus kepala anaknya sambil berkata dengan sangat tenang dan lembut: “Anakku sayang, bila kamu sudah angkat kepala ayahmu ini jangan kamu benamkan lagi!”

Kemudian ia minta izin dan segera berlalu.


Kepala sekolah melanjutkan ceritanya:

Aku melirik ke arah siswa itu, tiba-tiba ia meletakkan kedua telapak tangannya di depan wajahnya, lantas ia menangis tersedu-sedu.

Aku dan pembina siswa betul-betul tercengang melihat cara bapak anak itu dan bagaimana pengaruh cara yang ia lakukan terhadap anaknya.

Siswa itu berkata sambil terisak-isak: “Kiranya ayahku memukulku dan tidak mengatakan perkataan itu kepadaku”.

Kemudian siswa itu minta maaf dan memperlihatkan mimik penyesalan yang luar biasa. Hari-hari berikutnya ia berubah drastis menjadi salah seorang siswa terbaik di sekolah itu.


– Pendidik yang sukses adalah pendidik yang mampu memanfaatkan kesalahan dan masalah yang terjadi untuk meluruskan dan membenarkan tingkah laku anak didik.


– Kata mutiara orang dulu mengatakan: “Kesalahan itu adalah jalan yang benar”.


– Hukuman itu bukan lah tujuan. Yang menjadi tujuan adalah menyelesaikan masalah dan keluar dari masalah itu dengan melahirkan hasil yang positif.



ECA (Extra Curricula Activities)

  Sumber gambar: Labbaikudidadu Wisdom Matric School Sumber gambar: The Catalyst Ekstrakurikuler (atau sering disebut ECA — Extra-Curricula...