Showing posts with label HOME SWEET HOME. Show all posts
Showing posts with label HOME SWEET HOME. Show all posts

Tuesday, 3 March 2026

Tips Penataan Ruangan Agar Nyaman

 Penataan di areayang paling sering menjadi sumber tumpukan barang: Meja Kerja dan Dapur.

Berikut adalah rekomendasi penataan khusus agar kedua area ini tidak hanya rapi, tapi juga fungsional dan enak dipandang:

1. Area Meja Kerja (Work from Home / Belajar)

Meja yang berantakan seringkali membuat pikiran sulit fokus. Kuncinya adalah menjaga permukaan meja tetap bersih (clear surface).

 * Gunakan Pegboard (Papan Berlubang): Pasang di dinding depan meja. Gantungkan gunting, penggaris, headphone, hingga catatan kecil di sana. Ini memindahkan beban dari meja ke dinding.

 * Cable Management Box: Sembunyikan stop kontak dan tumpukan kabel charger di dalam kotak khusus kabel. Kabel yang menjuntai adalah perusak estetika nomor satu.

 * Monitor Stand dengan Laci: Gunakan penyangga monitor yang memiliki ruang di bawahnya. Anda bisa menyelipkan keyboard saat tidak dipakai atau menyimpan pulpen di laci kecilnya.

 * Tray Dokumen Bertingkat: Jangan biarkan kertas menumpuk secara horizontal. Gunakan rak bertingkat untuk memisahkan "Surat Masuk", "Pekerjaan Aktif", dan "Arsip"


2. Area Dapur (Pusat Aktivitas)

Dapur adalah tempat dengan pernak-pernik paling banyak (bumbu, alat masak, bahan makanan).

 * Gunakan Lazy Susan (Nampan Putar): Letakkan di dalam lemari sudut atau di atas meja untuk botol saus dan bumbu. Cukup putar untuk mengambil botol yang paling belakang tanpa menjatuhkan botol di depan.

 * Rak Sisipan (Shelf Risers): Jika rak lemari Anda terlalu tinggi, gunakan rak besi tambahan di dalamnya untuk membuat "lantai dua". Ini efektif untuk menumpuk piring atau gelas agar tidak terlalu tinggi dan rawan pecah.

 * Wadah Kotak untuk Kulkas: Pindahkan bahan makanan dari plastik pasar ke wadah transparan yang seragam. Kulkas akan terlihat seperti di minimarket dan lebih mudah dibersihkan.

 * Gantungan Magnet di Kulkas/Dinding: Gunakan strip magnet untuk menempelkan pisau atau gunting dapur agar laci tidak penuh sesak dengan benda tajam.


3. Kamar Tidur (The Sanctuary)

Kunci utama kamar tidur adalah ketenangan visual. Semakin sedikit barang yang terlihat, semakin rileks otak Anda.

 * Strategi Kolong Tempat Tidur: Gunakan kotak penyimpanan beroda atau container pipih untuk menyimpan sprei cadangan atau pakaian musim tertentu di bawah kasur. Pastikan tertutup agar tidak berdebu.

 * Meja Samping (Nightstand) Minimalis: Gunakan meja yang memiliki laci. Simpan kabel charger, obat-obatan, atau kacamata di dalam laci, sisakan hanya lampu tidur dan satu buku di atas meja.

 * Zonasi Pakaian Kotor: Gunakan keranjang pakaian (hamper) yang memiliki tutup dan desain estetis (seperti anyaman) agar tumpukan baju kotor tidak merusak pemandangan.

4. Perpustakaan Pribadi (The Knowledge Hub)

Di sini, tantangan utamanya adalah debu dan pengelompokan agar buku mudah ditemukan.

 * Sistem Pengarsipan Visual: Susun buku berdasarkan warna punggung buku untuk kesan artistik, atau berdasarkan genre/penulis untuk kemudahan mencari.

 * Teknik "Breathing Space": Jangan penuhi rak buku dari ujung ke ujung. Sisakan celah kecil atau selipkan benda dekoratif (vas kecil atau foto) di antara buku agar rak tidak terlihat "berat" dan pengap.

 * Penerangan Fokus: Gunakan lampu baca yang arah cahayanya bisa diatur (adjustable) agar aktivitas membaca nyaman tanpa membuat seluruh ruangan silau.

 * Penyimpanan Pernak-pernik: Gunakan kotak buku palsu (fake book box) atau bookend yang berfungsi ganda sebagai wadah alat tulis atau pembatas buku.

5. Ruang Makan (The Social Center)

Ruang makan sering kali menjadi tempat "transit" barang (kunci, tas, belanjaan). Ini harus dihentikan.

 * Buffet atau Credenza: Gunakan lemari pendek di samping meja makan untuk menyimpan taplak meja, serbet, dan perlengkapan makan yang jarang dipakai (fine dining set).

 * Nampan Tengah (Centerpiece Tray): Letakkan botol garam, merica, dan tisu di atas satu nampan cantik di tengah meja. Ini membuat barang-barang kecil terlihat sebagai satu kesatuan dekorasi, bukan barang berserakan.

 * Kursi yang Bisa Masuk ke Bawah Meja: Jika ruangan kecil, pilih kursi tanpa sandaran tangan agar bisa didorong masuk sepenuhnya ke bawah meja saat tidak digunakan, sehingga lantai terlihat lebih luas.


Tips Tambahan: Aturan 5 Menit

Setiap malam sebelum tidur, lakukan "reset" 5 menit di setiap ruangan ini:

 * Masukkan buku ke rak.

 * Bersihkan meja makan dari sisa gelas.

 * Rapikan bantal di kamar tidur.

Kunci agar rumah tidak kembali berantakan adalah konsistensi, bukan durasi. Melakukan sedikit setiap hari jauh lebih efektif daripada bersih-bersih besar sebulan sekali yang melelahkan.
Berikut adalah Jadwal Rutin "Micro-Tidying" 15 Menit yang dirancang khusus untuk area yang kita bahas sebelumnya:
🕒 Jadwal 15 Menit: "The Daily Reset"
Pilih satu slot waktu (misalnya setelah pulang kerja atau sebelum tidur) dan pasang timer di ponsel Anda.

Senin: Kamar Tidur (The Sanctuary)
 * 5 Menit: Kembalikan pakaian ke lemari atau masukkan ke keranjang cuci (jangan biarkan di atas kursi!).
 * 5 Menit: Bereskan meja samping tempat tidur (nightstand). Buang sampah kecil atau pindahkan gelas bekas minum ke dapur.
 * 5 Menit: Tata bantal dan ratakan sprei agar visual kamar langsung terasa tenang.

Selasa: Ruang Makan (The Social Hub)
 * 7 Menit: Kosongkan meja makan dari barang "transit" (kunci, surat, tas). Pindahkan ke tempat asalnya.
 * 5 Menit: Lap permukaan meja dan tata kembali nampan tengah (centerpiece).
 * 3 Menit: Rapikan posisi kursi agar masuk sempurna ke bawah meja.

Rabu: Perpustakaan Pribadi/Ruang Kerja
 * 5 Menit: Susun kembali buku yang tergeletak di meja ke rak sesuai kategorinya.
 * 5 Menit: Rapikan kabel-kabel dan alat tulis. Masukkan ke dalam laci atau organizer.
 * 5 Menit: Bersihkan debu cepat pada permukaan meja atau rak yang paling sering terlihat.

Kamis: Area Dapur (The Heart of Home)
 * 5 Menit: Cek area bumbu (Lazy Susan). Lap botol yang lengket dan pastikan semuanya pada posisinya.
 * 5 Menit: Kosongkan rak pengering piring. Jangan biarkan piring menumpuk di sana semalaman.
 * 5 Menit: Lap permukaan countertop hingga bersih mengkilap.

Jumat: Scan & Sortir (The Decluttering)
 * 10 Menit: Keliling rumah dengan satu keranjang. Ambil barang yang berada di ruangan yang salah dan kembalikan ke "rumahnya".
 * 5 Menit: Buang brosur, struk belanja, atau kertas tidak terpakai yang menumpuk selama seminggu.

Sabtu & Minggu: Libur / Deep Clean Ringan
 * Gunakan waktu ini untuk menikmati hasil kerapian Anda. Jika ingin, pilih satu laci acak untuk dirapikan total dalam 15 menit saja.

💡 Tips Agar Jadwal Ini Berhasil:
 * Prinsip "Don't Put It Down, Put It Away": Jika Anda memegang barang, jangan diletakkan sembarangan, langsung taruh di tempatnya. Ini hanya butuh 2 detik tapi menghemat 15 menit waktu beres-beres.
 * Dengarkan Musik/Podcast: Putar lagu favorit agar waktu 15 menit terasa sangat cepat dan menyenangkan.


Mengatur Barang-barang di Rumah

Mengatur rumah bukan sekadar memindahkan barang, tapi soal menciptakan alur hidup yang lebih lancar. Rumah yang rapi secara psikologis bisa menurunkan tingkat stres dan meningkatkan produktivitas.

Berikut adalah panduan praktis untuk menata hunian Anda agar tetap indah dan nyaman:

1. Terapkan Prinsip "Zonasi"

Jangan campur adukkan fungsi ruangan. Setiap sudut harus memiliki tujuan yang jelas.

 * Zona Aktif: Ruang tamu dan dapur. Pastikan furnitur tidak menghalangi jalan lalu lintas orang (flow).

 * Zona Tenang: Kamar tidur dan ruang kerja. Jauhkan dari tumpukan barang yang mencolok mata agar pikiran lebih rileks.

2. Gunakan Aturan Vertikal

Jika lantai rumah terasa sempit, manfaatkan dinding.

 * Rak Melayang (Floating Shelves): Simpan buku atau dekorasi di dinding untuk memberi kesan lantai yang luas.

 * Gantungan Serbaguna: Di balik pintu atau di dapur, gunakan gantungan untuk alat-alat yang sering dipakai agar tidak menumpuk di meja (countertop).

3. Strategi Penyimpanan Pintar

Rapi bukan berarti barangnya hilang, tapi tersimpan di tempat yang tepat.

 * Penyimpanan Tersembunyi: Pilih furnitur multifungsi, seperti tempat tidur dengan laci di bawahnya atau ottoman yang bisa dibuka.

 * Wadah Seragam: Gunakan kotak atau keranjang dengan warna senada. Keseragaman visual secara instan membuat ruangan terlihat jauh lebih teratur dan estetis.

 * Labeling: Untuk barang di dalam gudang atau lemari, label kecil sangat membantu agar Anda tidak perlu membongkar semuanya saat mencari sesuatu.

4. Pencahayaan & Sentuhan Alami

Keindahan seringkali datang dari bagaimana cahaya jatuh di atas benda.

 * Cahaya Berlapis: Jangan hanya mengandalkan satu lampu plafon. Tambahkan lampu meja atau standing lamp di sudut ruangan untuk menciptakan kesan hangat.

 * Tanaman Indoor: Letakkan tanaman hijau di sudut ruangan atau di atas meja. Tanaman berfungsi sebagai "pembersih visual" yang memberikan kesan segar dan hidup.

5. Metode "Satu Masuk, Satu Keluar"

Ini adalah kunci agar rumah tidak kembali berantakan (clutter).

> Tips Pro: Setiap kali Anda membeli barang dekorasi atau baju baru, harus ada satu barang lama yang disumbangkan atau dibuang. Ini menjaga volume barang di rumah tetap stabil.

Perbandingan Penataan:

| Berantakan---> Sekarang (Rapi & Nyaman) 

| Permukaan Meja (Penuh kertas, kunci, dan kabel) ---> Bersih (Clear surface), hanya ada satu aksen dekorasi.

| Kabel Elektronik Menjuntai di mana-mana.---> Disembunyikan dalam cable box atau diikat rapi. 

| Posisi Furnitur Menempel ketat ke dinding. ---> Diberi sedikit jarak (napas) agar ruangan terasa dinamis. 

Untuk mengatasi pernak-pernik kecil yang biasanya menjadi sumber utama kekacauan (clutter), kuncinya adalah memberikan "rumah" bagi setiap barang tersebut.
Berikut adalah barang-barang yang sangat efektif untuk mengorganisir pernak-pernik di rumah Anda:
1. Organizer Laci (Drawer Dividers)
Laci seringkali menjadi "tempat pembuangan" barang acak.
 * Fungsi: Membagi laci menjadi sekat-sekat kecil.
 * Cocok untuk: Kaus kaki, pakaian dalam, alat tulis, hingga alat dapur seperti pembuka kaleng atau sendok takar.

2. Kotak Akrilik Transparan
Barang transparan sangat membantu karena Anda bisa melihat isinya tanpa harus membongkarnya.
 * Fungsi: Menyimpan barang secara vertikal dan terlihat rapi secara visual.
 * Cocok untuk: Kosmetik, skincare, obat-obatan, atau koleksi aksesori rambut.

3. Keranjang Anyaman atau Rotan
Jika Anda punya rak terbuka, keranjang adalah penyelamat estetika.
 * Fungsi: Menyembunyikan barang-barang yang bentuknya tidak seragam agar tidak terlihat berantakan dari luar.
 * Cocok untuk: Kabel-kabel cadangan, mainan anak, majalah, atau stok tisu.

4. Pegboard (Papan Berlubang)
Manfaatkan dinding untuk barang yang sering digunakan namun kecil.
 * Fungsi: Menggantung barang agar meja tetap bersih (clear surface).
 * Cocok untuk: Kunci kendaraan, gunting, alat pertukangan kecil, atau perlengkapan hobi (jahit/lukis).

5. Kantong Gantung di Balik Pintu (Over-the-Door Organizer)
Ini adalah trik memanfaatkan "ruang mati".
 * Fungsi: Menghemat ruang lantai dan laci.
 * Cocok untuk: Sandal rumah, koleksi ikat pinggang, botol pembersih, atau camilan di dapur.

6. Wadah Kaca atau Toples Seragam
Pernak-pernik dapur atau ruang tamu akan terlihat seperti dekorasi jika wadahnya seragam.
 * Fungsi: Menciptakan keseragaman visual.
 * Cocok untuk: Bumbu dapur, kancing baju, koleksi koin, atau alat jahit.

Tips Tambahan: "The Container Rule"
Anggaplah wadah atau rak Anda sebagai batas. Jika wadah untuk alat tulis sudah penuh, jangan beli wadah baru. Sebaliknya, sortir dan buang (atau sumbangkan) barang yang sudah tidak berfungsi.


Wednesday, 21 February 2024

Memilih Kata-kata untuk Anak

 Sebuah tulisan dengan judul Celotehan akar rumput ini sengaja saya kutip di sini. Tulisan ini mengingatkan saya sebagai orang tua akan pentingnya pilihan kata-kata ketika menyampaikan sesuatu kepada anak. Alih-alih anak menjadi patuh pada perkataan kita, malah menjadi sebaliknya. 


Semoga bisa mempraktekkan apa yang ada pada tulisan ini. Terima kasih kepada penulis yang menuliskan hal-hal di sekitar kita yang seringkali kita anggap sepele dan tidak berpengaruh banyak terhadap anak-anak kita. 


Bismillahirrahmanirrahim


Pemahaman etika yang diajarkan terhadap anak berbeda – beda. Kemudian ada seorang ibu sedang mengadakan jamuan tamunya di ruang tamu. Disaat asyik – asyiknya membicarakan percakapan datanglah anaknya yang masih kecil...


Anak kecil itu mulai "bertingkah', minta kue yang disuguhkan saat menyela percakapan. Dan bertingkah laku 'atraktik' yang sifatnya cari perhatian....


"Maaf yaa Jeng, anak ini memang begini,... Nakalnya minta ampuunn . Kadang – kadang  kewalahan dalam menghadapinya!", kata ibu itu pada tamunya..


"Nggak papa Jeng, namanya juga anak-anak ... Tapi  seharusnya tidak berkata demikian...", jawab tamunya yang kebetulan seorang psikolog anak..


"lalu bagaimana kata-kata yang tepat, jeng...?", tanya ibu itu...


" Maaf Yaa jeng, anak ini energinya luar biasa, pinter ngomong dan pemberani ,..  Doakan yaa semoga anak ini sukses dikemudian hari..! Mungkin ini kata-kata yang tepat...", Jawab tamunya memberi contoh...


Disaat lain ada seorang anak yang sedang mencoret-coret tembok dalam  rumahnya...


"Dasar anak nakal yang nggak bisa diatur... Tembok bersih dicoret-coret, mau jadi anak apa kamu nanti....!!", kata ayahnya....


Alangkah baiknya bila si ayah tidak berkata demikian...


Jauh lebih bijak bila si ayah menyediakan dan menfasilitasi anak dengan buku gambar dan pensil warna...


Dan yang lebih tepat berkata...

"..Waah bagus betul gambarmu nak, ... coba kalau kamu menggambarnya di buku gambar ini dan diwarnai pasti menjadi lukisan yang sangat indah... Nanti bisa dipigura dan ditempelkan ditembok..."


Kata-kata dari orang tua kadang-kadang menjadi doa...


Sebagai orang tua harus membiasakan memilih dan memilah kata yang bijak. Tidak melakukan tindakan yang melukai hati anak dan harus positif ....


Pembentukan karakter anak diajarkan dari kata-kata yang sederhana dan kelihatannya 'sepele'. Tetapi pengaruhnya akan sampai anak dewasa nanti...


Berilah kata-kata yang bijak dan positif untuk anak-anak ...!!!


Yang jauh lebih penting,  harus bisa mengendalikan emosinya  dihadapan anak....!!


Beranikan berkata jujur akan mampu memberikan pencerahan.


Tetap Semangat adalah Motivasi,

Bermakna tuk Kehidupan Hakiki,

Bermartabat menggapai Reputasi,

Barokah makna Rizki Ilahi.

Jaga Etika dalam apapun.


Sumber: 

https://t.me/celotehanakarrumput

Friday, 28 July 2023

Tips Mengatur Barang di Rumah

 

7 Tips Jitu Mengatur Barang di dalam Rumah agar Tidak Berantakan



Have you ever looked around your home, only to feel overwhelmed by the clutter? It can be difficult to keep a tidy home, especially if you have a busy schedule or a large family. However, a disorganized home can lead to added stress, lost items, and even health hazards. Fortunately, there are many tips and tricks you can use to organize your belongings and keep your home clutter-free. In this post, we will share with you 7 jitu tips to help you organize your home and keep it neat and tidy. From decluttering and finding creative storage solutions to establishing routines and minimizing the amount of stuff you own, these tips will help you create a peaceful and organized living space.



1. Mengapa penting untuk mengatur barang di dalam rumah


Mengatur barang di dalam rumah bisa menjadi tugas yang menantang, tetapi penting untuk diingat bahwa kebersihan dan kerapihan rumah memiliki dampak positif bagi kesejahteraan dan kenyamanan kita. Mengapa penting untuk mengatur barang di dalam rumah? Mari kita lihat beberapa alasan pentingnya:

1. Meningkatkan produktivitas: Ketika barang-barang di rumah teratur dan mudah diakses, kita dapat dengan mudah menemukan apa yang kita butuhkan. Ini menghemat waktu dan energi yang seharusnya digunakan untuk mencari-cari barang yang hilang. Dengan mengatur barang, kita dapat meningkatkan produktivitas dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

2. Menciptakan suasana yang nyaman: Rumah yang berantakan dapat menciptakan rasa kacau dan tidak nyaman. Ketika barang-barang berserakan di sekitar, kita mungkin merasa stres dan sulit untuk bersantai. Dengan mengatur barang, kita dapat menciptakan suasana yang lebih tenang, rapi, dan nyaman di rumah.

3. Meningkatkan kepuasan dan kebahagiaan: Lingkungan yang bersih dan teratur dapat memberikan perasaan kepuasan dan kebahagiaan. Ketika rumah kita terorganisir dengan baik, kita merasa lebih bahagia dan lebih bangga dengan tempat tinggal kita. Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

4. Mengurangi stres: Rumah yang berantakan dapat menjadi sumber stres. Ketika kita terus-menerus mencari barang atau merasa terbebani oleh kekacauan di sekitar kita, tingkat stres kita dapat meningkat. Dengan mengatur barang, kita dapat mengurangi stres dan menciptakan lingkungan yang lebih tenang.

5. Menjaga keamanan: Barang-barang yang berserakan dapat menjadi bahaya, terutama jika ada anak kecil di rumah. Mainan yang berceceran atau barang-barang yang menumpuk dapat menyebabkan kecelakaan. Dengan mengatur barang dengan baik, kita dapat menjaga keamanan anggota keluarga dan menghindari risiko kecelakaan.

Dalam menjaga rumah tetap rapi dan teratur, penting untuk memiliki sistem penyimpanan yang baik dan mengatur waktu secara teratur untuk membersihkan dan mengatur barang. Dengan mengatur barang di dalam rumah, kita dapat menciptakan lingkungan yang nyaman, stres-free, dan mengundang kebahagiaan bagi seluruh keluarga.



2. Mengidentifikasi area yang sering berantakan


Salah satu langkah penting dalam mengatur barang di dalam rumah agar tidak berantakan adalah dengan mengidentifikasi area yang sering menjadi tempat berantakan. Setiap rumah pasti memiliki area yang cenderung kacau dan berantakan, seperti meja kerja, dapur, ruang tamu, atau ruang tidur. Mengenali area ini adalah kunci untuk mengatasi masalah kekacauan di rumah.

Pertama-tama, perhatikan area yang sering menjadi tempat penumpukan barang. Apakah meja kerja Anda selalu dipenuhi dengan kertas, alat tulis, dan dokumen yang berserakan? Atau mungkin dapur Anda selalu berantakan dengan peralatan masak dan piring yang belum dicuci? Identifikasi area ini membantu Anda fokus dalam mengatur barang dan menciptakan rutinitas untuk menjaga kebersihan dan kerapihan.

Selanjutnya, pikirkanlah tentang penyebab kekacauan di area tersebut. Misalnya, jika dapur Anda sering berantakan karena terlalu banyak peralatan masak, pertimbangkan untuk menyusun kembali penyimpanan dan memilih peralatan yang benar-benar dibutuhkan. Jika ruang tamu selalu berantakan dengan mainan anak-anak, pertimbangkan untuk menyediakan area khusus untuk menyimpan mainan.

Setelah mengidentifikasi area yang sering berantakan dan memahami penyebabnya, langkah selanjutnya adalah membuat rencana pengaturan yang sesuai. Anda bisa menggunakan berbagai solusi penyimpanan, seperti rak, kotak, atau tempat penyimpanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ukuran area tersebut. Selain itu, buatlah kebiasaan untuk selalu menempatkan barang pada tempatnya setelah digunakan dan melakukan pembersihan secara teratur.

Dengan mengidentifikasi area yang sering berantakan dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut, Anda akan merasa lebih nyaman dan tenang di dalam rumah Anda. Tidak hanya itu, tetapi juga akan lebih mudah untuk menjaga kebersihan dan kerapihan sehingga rumah menjadi tempat yang nyaman dan rapi untuk tinggal.



3. Buat sistem penyimpanan yang efektif


Salah satu kunci utama untuk menjaga agar barang-barang di dalam rumah tetap teratur dan tidak berantakan adalah dengan membangun sistem penyimpanan yang efektif. Dengan memiliki sistem penyimpanan yang baik, Anda akan dapat dengan mudah menemukan barang-barang yang Anda perlukan tanpa harus merasa stres atau kehilangan waktu mencari-cari.

Langkah pertama dalam membuat sistem penyimpanan yang efektif adalah dengan mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi Anda. Pikirkan tentang jenis barang apa yang perlu Anda simpan, seberapa sering Anda menggunakannya, dan di mana lokasi yang paling nyaman untuk menyimpannya. Misalnya, jika Anda sering menggunakan alat-alat dapur, menyediakan rak atau laci yang mudah diakses di area dapur akan sangat membantu.

Selanjutnya, kelompokkan barang-barang serupa bersama-sama. Misalnya, simpan semua pakaian dalam satu lemari atau laci yang ditandai dengan jelas. Hal ini akan memudahkan Anda saat mencari pakaian yang spesifik dan menghindari kekacauan di dalam lemari.

Selain itu, gunakan kotak penyimpanan atau wadah yang dapat ditumpuk untuk mengatur barang-barang kecil atau benda-benda yang jarang digunakan. Dengan menggunakan wadah, Anda dapat mengatur dan menyimpan barang-barang dengan lebih teratur, sehingga membuat ruang di dalam rumah tetap rapi dan terorganisir.

Pastikan juga untuk memberikan label pada setiap kotak penyimpanan atau wadah. Label ini akan membantu Anda mengidentifikasi dengan cepat apa yang ada di dalamnya dan memudahkan proses mencari barang yang dibutuhkan.

Selain itu, jangan lupa untuk menyimpan barang-barang yang sering Anda gunakan di tempat yang mudah dijangkau. Misalnya, jika Anda sering menggunakan alat elektronik, letakkan mereka di tempat yang mudah dilihat dan dijangkau sehingga Anda tidak perlu mencari-cari mereka ketika ingin menggunakannya.

Terakhir, jangan takut untuk melakukan pembenahan dan pengaturan ulang secara berkala. Sistem penyimpanan yang efektif adalah hal yang dinamis dan dapat berubah seiring waktu. Pastikan untuk memeriksa dan mengevaluasi kembali sistem penyimpanan Anda secara rutin dan melakukan perubahan jika diperlukan.

Dengan menerapkan sistem penyimpanan yang efektif, Anda akan merasa lebih nyaman dan teratur di dalam rumah Anda. Anda tidak akan lagi menghabiskan waktu berharga mencari barang atau merasa frustrasi karena kekacauan. Jadi, mulailah menerapkan langkah-langkah ini sekarang dan nikmati rumah yang rapi dan teratur!



4. Prioritaskan kebutuhan dan kelola ruang dengan bijak


Ketika kita memiliki banyak barang di dalam rumah, sangat penting untuk mengatur dan mengelola ruang dengan bijak. Salah satu cara yang efektif adalah dengan memprioritaskan kebutuhan. Pertama-tama, identifikasi barang-barang yang memang benar-benar diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Pilihlah barang-barang yang sering digunakan atau memiliki nilai sentimental yang tinggi.

Setelah itu, tata ulang ruangan agar dapat mengakomodasi barang-barang yang diprioritaskan tersebut. Gunakan rak, kotak penyimpanan, atau lemari yang sesuai untuk menyimpan dan mengorganisir barang-barang tersebut. Pastikan setiap barang memiliki tempat yang jelas dan mudah dijangkau.

Selain itu, penting juga untuk mengelola ruang dengan bijak. Jangan terlalu memaksakan menyimpan terlalu banyak barang dalam satu ruangan. Jika ada barang-barang yang tidak terpakai atau sudah tidak diperlukan lagi, pertimbangkan untuk menyumbangkan, menjual, atau menghibahkan kepada yang membutuhkan.

Selain itu, menggunakan ruang secara efisien juga dapat membantu mengelola barang dengan bijak. Misalnya, manfaatkan ruang kosong di bawah tempat tidur untuk menyimpan barang-barang yang jarang digunakan. Gunakan gantungan dinding atau gantungan di pintu untuk menggantung barang-barang seperti tas atau jas.

Dengan memprioritaskan kebutuhan dan mengelola ruang dengan bijak, kita dapat menghindari kekacauan di dalam rumah. Semakin teratur dan rapi rumah kita, semakin nyaman dan nyaman untuk tinggal di dalamnya.



5. Rutin membersihkan dan mengorganisir barang


Rutin membersihkan dan mengorganisir barang di dalam rumah adalah salah satu kunci utama agar rumah tetap rapi dan terhindar dari kekacauan. Tidak ada yang lebih mengganggu daripada melihat tumpukan barang yang tidak tertata dengan baik di sekitar rumah. Oleh karena itu, penting untuk mengatur waktu secara teratur untuk membersihkan dan mengorganisir barang-barang Anda.

Mulailah dengan mengidentifikasi area rumah yang sering menjadi tempat kumpulan barang. Apakah itu lemari, laci, atau rak buku, pastikan Anda meluangkan waktu untuk membersihkan dan menyusun barang-barang di tempat tersebut. Ambil satu area atau ruangan pada satu waktu agar tidak terlalu terbebani.

Setelah membersihkan, saatnya untuk mengorganisir barang-barang Anda. Gunakan sistem penyimpanan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya, gunakan kotak penyimpanan atau wadah transparan untuk menyimpan barang-barang kecil seperti mainan atau alat tulis. Berilah label pada setiap kotak atau wadah agar Anda dapat dengan mudah menemukan barang yang Anda perlukan di kemudian hari.

Selain itu, pastikan untuk mengatur ulang barang-barang Anda secara berkala. Pilihlah waktu tertentu setiap bulan untuk meninjau dan memindahkan barang-barang yang tidak lagi digunakan atau dibutuhkan. Ini akan membantu menjaga agar rumah tetap terorganisir dan terhindar dari penumpukan barang yang tidak perlu.

Selama proses membersihkan dan mengorganisir, jangan ragu untuk membuang atau mendonasikan barang yang tidak lagi Anda perlukan. Jangan biarkan barang-barang yang tidak berguna atau rusak mengambil ruang di rumah Anda. Dengan cara ini, Anda dapat memastikan bahwa setiap barang yang ada di rumah Anda memiliki tempat yang sesuai dan dapat diakses dengan mudah.

Dengan melakukan rutinitas membersihkan dan mengorganisir barang secara teratur, Anda akan merasa lebih nyaman dan rileks di rumah. Anda juga akan lebih mudah menemukan barang-barang yang Anda butuhkan dan menghindari kekacauan yang tidak perlu. Jadi, jangan lupakan pentingnya merawat dan mengatur barang-barang di dalam rumah agar tetap rapi dan teratur.



6. Gunakan kotak dan wadah penyimpanan yang sesuai


Pada saat kita berusaha mengatur barang di dalam rumah agar tidak berantakan, penting untuk memiliki kotak dan wadah penyimpanan yang sesuai. Dengan menggunakan kotak dan wadah yang tepat, kita dapat mengoptimalkan ruang yang ada dan menjaga barang-barang agar tetap rapi dan terorganisir.

Pertama, pastikan untuk memilih kotak dan wadah yang memiliki ukuran yang sesuai dengan kebutuhan dan ruang yang tersedia. Jika ruang penyimpanan terbatas, pilihlah kotak yang dapat dimasukkan ke dalam rak atau ditaruh di bawah tempat tidur. Gunakan wadah yang dapat disusun secara vertikal untuk menghemat ruang.

Kedua, pastikan kotak dan wadah tersebut mudah diakses dan memiliki penanda atau label yang jelas. Dengan demikian, kita dapat dengan mudah menemukan barang yang kita butuhkan tanpa harus membuka satu per satu kotak atau wadah. Label atau penanda juga membantu menjaga kebersihan dan keteraturan secara keseluruhan.

Selanjutnya, pilihlah kotak dan wadah yang terbuat dari bahan yang tahan lama dan mudah dibersihkan. Material seperti plastik atau kain yang dapat dihapus adalah pilihan yang bagus karena mudah dirawat dan tidak mudah rusak. Hindari menggunakan kotak atau wadah yang terbuat dari bahan yang mudah pecah atau berkarat.

Terakhir, jangan lupa untuk memilih kotak dan wadah yang estetis sehingga dapat memberikan sentuhan dekoratif pada ruangan. Pilihlah warna dan desain yang sesuai dengan gaya interior rumah Anda. Dengan demikian, kotak dan wadah penyimpanan tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menjaga keteraturan, tetapi juga sebagai elemen dekorasi yang menarik.

Dengan menggunakan kotak dan wadah penyimpanan yang sesuai, kita dapat dengan mudah mengatur barang di dalam rumah agar tidak berantakan. Selain itu, penggunaan kotak dan wadah yang tepat juga membantu menjaga kebersihan, keteraturan, dan efisiensi ruang dalam rumah.



7. Atur kembali barang-barang secara berkala


Atur kembali barang-barang secara berkala merupakan langkah penting dalam menjaga kebersihan dan keteraturan di dalam rumah. Terkadang, kita cenderung mengumpulkan barang-barang yang tidak terpakai atau sudah rusak dalam waktu yang lama, yang akhirnya membuat ruangan terlihat berantakan dan tidak rapi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, luangkanlah waktu secara rutin untuk mengatur ulang barang-barang di dalam rumah. Mulailah dengan satu ruangan atau area tertentu setiap kali. Carilah barang-barang yang sudah tidak terpakai atau tidak lagi diperlukan, dan pertimbangkan untuk membuang, mendaur ulang, atau menyumbangkan barang-barang tersebut.

Selain itu, pastikan setiap barang memiliki tempat yang ditetapkan. Gunakan kotak penyimpanan, rak, atau wadah lainnya untuk mengorganisir barang-barang kecil seperti perhiasan, mainan anak, atau peralatan dapur. Dengan memiliki tempat yang jelas untuk setiap barang, Anda akan lebih mudah menemukan dan menyimpannya kembali setelah digunakan.

Jika memungkinkan, gunakan sistem label untuk mengidentifikasi isi setiap kotak penyimpanan. Ini akan membantu mempercepat proses pencarian dan memudahkan Anda dalam menjaga keteraturan ruangan.

Selain mengatur ulang barang-barang, jangan lupa untuk membersihkan debu dan kotoran di sekitar area penyimpanan. Bersihkan rak, lemari, dan laci secara teratur untuk menjaga kebersihan barang-barang Anda.

Dengan mengatur kembali barang-barang secara berkala, Anda dapat menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan nyaman di dalam rumah. Hal ini juga akan membantu mengurangi stres dan kebingungan saat mencari barang yang diperlukan. Jadikan kegiatan ini sebagai rutinitas yang menyenangkan dan nikmati hasilnya dalam bentuk rumah yang lebih terorganisir dan bersih.



8. Menjaga kebiasaan dan disiplin dalam mengatur barang


Menjaga kebiasaan dan disiplin dalam mengatur barang adalah kunci utama untuk menghindari kekacauan di dalam rumah. Meskipun menerapkan sistem pengaturan yang efektif adalah langkah awal yang penting, tetapi tanpa menjaga kebiasaan dan disiplin yang baik, semua upaya tersebut akan sia-sia.

Pertama-tama, penting untuk mengembangkan kebiasaan rutin dalam membersihkan dan mengatur barang-barang di rumah. Tentukan waktu khusus setiap hari atau setiap minggu untuk meluangkan waktu dan energi Anda dalam merapikan ruangan-ruangan yang sering berantakan. Buatlah jadwal yang jelas dan patuhi komitmen tersebut.

Selain itu, penting juga untuk mengajarkan anggota keluarga lainnya untuk menjaga kebiasaan yang sama. Libatkan semua orang dalam proses pengaturan dan berikan tanggung jawab kepada masing-masing individu untuk merapikan dan mengatur barang-barang mereka sendiri. Ini akan mengajarkan nilai-nilai tanggung jawab dan disiplin kepada seluruh keluarga.

Selanjutnya, penting untuk memiliki tempat yang ditentukan untuk setiap barang di rumah. Tetapkan area khusus untuk menyimpan pakaian, sepatu, peralatan dapur, dan barang-barang lainnya. Pastikan setiap anggota keluarga mengetahui tempat-tempat tersebut dan kembali menyimpan barang-barang mereka setelah digunakan.

Selain itu, buatlah kebiasaan untuk segera memperbaiki setiap kekacauan yang terjadi. Jika Anda melihat barang yang tergeletak di lantai atau meja yang berantakan, segera ambil tindakan untuk merapikannya. Hal ini akan mencegah kekacauan semakin bertambah dan menjaga rumah tetap rapi.

Tidak hanya itu, tetapkan aturan untuk tidak menumpuk barang-barang yang tidak diperlukan. Jika ada barang yang sudah tidak digunakan lagi atau tidak memiliki nilai yang signifikan, pertimbangkan untuk menyumbangkannya atau membuangnya. Hindari menimbun barang yang tidak perlu karena hal ini hanya akan menambah kekacauan di rumah.

Terakhir, tetapkan waktu khusus untuk membersihkan dan mengatur barang-barang di rumah secara menyeluruh. Misalnya, setiap bulan atau setiap tiga bulan, luangkan waktu untuk mengecek dan merapikan lemari, laci, dan ruangan-ruangan lainnya. Ini akan membantu mencegah penumpukan barang-barang yang tidak perlu dan menjaga rumah tetap teratur.

Dengan menjaga kebiasaan dan disiplin dalam mengatur barang, Anda akan mampu menjaga rumah tetap rapi dan terhindar dari kekacauan. Dengan menerapkan tips ini, Anda dapat menciptakan lingkungan yang nyaman dan menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga.



9. Libatkan anggota keluarga untuk membantu menjaga kebersihan dan ketertiban


Mengatur barang di dalam rumah agar tidak berantakan adalah tugas yang tidak hanya bisa dilakukan oleh satu orang saja. Melibatkan anggota keluarga untuk membantu menjaga kebersihan dan ketertiban akan membuat tugas ini lebih mudah dan menyenangkan.

Melibatkan anggota keluarga dalam menjaga kebersihan dan ketertiban juga memiliki banyak manfaat. Pertama, ini akan menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak untuk belajar tentang tanggung jawab dan kerja sama. Mereka akan belajar pentingnya menjaga kebersihan dan merawat lingkungan tempat tinggal mereka.

Kedua, dengan melibatkan anggota keluarga lain, beban pekerjaan akan terbagi dan menjadi lebih ringan. Anda tidak lagi merasa kesepian dalam menjaga kebersihan rumah, melainkan memiliki tim yang akan membantu anda menjaga kebersihan dan ketertiban.

Ada beberapa cara untuk melibatkan anggota keluarga dalam menjaga kebersihan dan ketertiban. Pertama, ajak mereka untuk membersihkan dan merapikan ruangan masing-masing. Buatlah jadwal bersama untuk membersihkan ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dan area lainnya secara bergantian.

Selain itu, libatkan anggota keluarga dalam mengorganisir barang-barang. Ajak mereka untuk membantu mengatur lemari pakaian, rak buku, atau tempat penyimpanan lainnya. Berikan tugas-tugas kecil kepada mereka, seperti mengatur sepatu atau melipat pakaian. Dengan melibatkan mereka dalam proses ini, mereka akan merasa memiliki tanggung jawab dan menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban.

Selain itu, jangan lupa untuk memberikan penghargaan kepada anggota keluarga yang membantu menjaga kebersihan dan ketertiban. Berikan pujian, hadiah kecil, atau bahkan waktu berkualitas bersama sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.

Dengan melibatkan anggota keluarga dalam menjaga kebersihan dan ketertiban, rumah akan menjadi tempat yang lebih rapi, nyaman, dan harmonis. Semua anggota keluarga akan merasa terlibat dan memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan dan ketertiban di rumah.



10. Kesimpulan dan motivasi untuk menjaga rumah tetap rapi


Setelah membahas beberapa tips jitu mengatur barang di dalam rumah agar tidak berantakan, saatnya untuk merangkum kesimpulan dan memberikan motivasi agar Anda tetap termotivasi untuk menjaga rumah tetap rapi.

Kesimpulannya, menjaga kebersihan dan kerapihan rumah bukan hanya tentang aspek visual semata, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan dan kenyamanan kita. Rumah yang rapi memberikan suasana yang tenang, nyaman, dan memudahkan kita dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Dalam menjaga rumah tetap rapi, kunci utamanya adalah konsistensi dan disiplin. Terapkan kebiasaan rutin untuk membersihkan dan merapikan barang-barang di rumah. Selalu kembalikan barang ke tempatnya setelah digunakan dan hindari menumpuk barang yang tidak diperlukan.

Motivasi diri Anda dengan memahami manfaat yang akan didapatkan dari rumah yang rapi. Rumah yang rapi akan membuat Anda lebih produktif, efisien, dan lebih santai. Bayangkan betapa nyamannya ketika Anda pulang ke rumah yang selalu teratur dan bersih setiap harinya.

Ingatlah juga bahwa menjaga rumah tetap rapi bukanlah tugas yang harus Anda lakukan sendirian. Ajak anggota keluarga untuk turut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan dan kerapihan rumah. Dengan bekerja sama, tugas ini akan menjadi lebih ringan dan terasa lebih menyenangkan.

Terakhir, janganlah terlalu keras pada diri sendiri jika ada waktu di mana rumah tidak seordernya seperti yang diinginkan. Setiap orang memiliki masa-masa sibuk dan terkadang sulit untuk menjaga rumah tetap rapi setiap saat. Yang terpenting adalah kembali ke rutinitas dan melanjutkan usaha untuk menjaga rumah tetap rapi.

Dengan menerapkan tips-tips jitu yang telah dibahas sebelumnya, Anda akan mampu menjaga rumah tetap rapi dan memberikan lingkungan yang nyaman bagi diri sendiri dan keluarga. Jangan lupa, kebersihan dan kerapihan adalah investasi untuk kesejahteraan dan kenyamanan hidup Anda. Selamat mencoba!





Kami berharap Anda menikmati artikel kami tentang tips jitu mengatur barang di dalam rumah agar tidak berantakan. Rumah yang rapi dan teratur tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan kepribadian Anda. Dengan mengikuti tujuh tips yang telah kami sajikan, Anda akan dapat mengatur barang-barang di rumah dengan lebih efisien dan efektif. Jangan ragu untuk mencoba dan mengadopsi tips ini ke dalam kehidupan sehari-hari Anda. Dalam waktu singkat, Anda akan melihat perubahan signifikan dalam kebersihan dan kerapihan rumah Anda. Terima kasih telah membaca, dan semoga rumah Anda selalu rapi dan nyaman!


------------------------------

Sunday, 13 June 2021

Memancing di Sungai

Salah satu kegiatan yang tidak disukai ibu-ibu adalah ketika suaminya punya hobi memancing. Mungkin karena kalau sudah memancing seringkali lupa waktu.

Suami sayang termasuk yang suka memancing. Yang sering protes justru datang dari anak-anak. Karena seringkali hari liburan tidak bisa jalan dan bermain bersama ayahnya karena ada kegiatan memancing bersama teman-temannya.

Saya sendiri termasuk yang mempersilahkan untuk men

Saturday, 15 May 2021

Minuman Boba


Suasana siang ini terasa panas. Meskipun demikian aku tetap mencoba untuk mengistirahatkan tubuh untuk kuajak tidur. Kuajak pula anakku untuk tidur siang. Tetapi ia menolaknya. Ia mau mainan saja. Ya akhirnya dengan memasang kipas angin berhasil juga aku ke alam mimpi. Sementara anakku kubiarkan melanjutkan bermain di rumah

Di antara rasa kantukku, anakku membangunkan. Katanya ia sudah membuatkan dua gelas minuman. Mendengar kata minuman terbayang segarnya. Aku ditawari satu gelas. Duh senangnya. Bisa menjadi pengobat rasa kantuk dan panas suasana siang ini. Hebatnya anakku sudah bisa membuat orang lain bahagia.

Akhirnya aku mengiyakan. Menunggu beberapa saat, katanya lagi disiapkan. Ia kemudian membawa  dua gelas di tangan kanan dan kirinya. Wah segarnya ketika kulihat dua gelas plastik minuman di depanku. Aku mengucapkan terima kasih atas usahanya. Aku mencoba mengaduknya. Lho, kok ini boba-boba yang ada di mainan anakku. "Jangan diminum beneran ya ma, ini hanya mainan." Aku mencoba mencium aroma minuman Boba. Tidak ada aroma susu. Lha, berarti ini hanya minuman Boba mainan? Oalah, tiwas sudah membayangkan segarnya ternyata...Terasa hari jadi makin panas.






Thursday, 1 April 2021

Bulan Ramadhan: Saat Berpuasa bersama si Buah Hati

 


Assalamu'alaikum wr wb. Selamat pagi. Semangat pagi. Tetap semangat dan jangan lupa bahagia. Pada kesempatan #Kamis menulis hari ini adalah ABC Lima Dasar. Apa pula ini? Bertanya-tanya maksudnya. Ternyata kita harus menuliskan sebuah kata yang berawalan huruf yang dipilih.  Pada kesempatan Kamis ini yang keluar adalah huruf B. Setiap mendapat tantangan selalu bertanya mau menulis apa ya? Itulah namanya tantangan.

Setelah berpikir beberapa saat akhirnya saya memutuskan untuk menulis tentang bulan Ramadhan. Kesempatan itu sudah di depan mata sehingga dari beberapa ide yang muncul saya memilih Bulan Ramadhan. 

Tahun ini insya allah menjadi tahun ketiga buah hatiku ikut berpuasa. Anakku baru berumur 8 tahun. Berpuasa bersama  si buah hati tentu berbeda dengan berpuasa sendiri. Kita harus mempersiapkan banyak hal untuk memotivasi anak. Beberapa persiapan yang dilakukan antara lain:

1. Mengkondisikan lingkungan menuju ke Bulan Ramadhan. Misalnya menyediakan gambar-gambar yang berkaitan dengan bulan Ramadhan. Hias rumah dengan aneka pernak-pernik yang ceria dan gembira. Termasuk memperdengarkan lagu-lagu yang terkait dengan tema Bulan Ramadhan sehingga suasana  terbentuk.

Ramadhan Kurindu (Sumber : youtube)

Ramadhan-Maher Zain (Sumber : Youtube)

Ramadhan Tiba -Opick (Sumber: Youtube)

2. Memperkenalkan kembali rutinitas kegiatan ibadah Ramadhan pada bulan-bulan sebelumnya dengan melatih anak berpuasa Senin Kamis lewat orang tuanya terlebih dahulu.

3. Banyak menyediakan alternatif kegiatan bermain untuk anak yang terkait dengan kegiatan Ramadhan. Sehingga waktu yang terlewat akan berarti dan tidak terasa oleh si buah hati. Kegiatan mewarnai, bermain masak-masakan dan sebagainya bisa menjadi alternatif kegiatan anak selama bulan Ramadhan.

4. Lewat video dan cerita perkenalkan si Buah hati dengan makna berpuasa di bulan Ramadhan yang sesungguhnya. Tidak berlebihan dan memperbanyak kebaikan.

5. Libatkan si Buah hati dalam berbagai kegiatan terkait bulan Ramadhan. Misalnya menentukan menu berbuka dan sahur. Lebih asyik lagi kalau mereka dilibatkan dalam proses memasaknya. Akan banyak pelajaran yang bisa disampaikan secara tidak langsung.

Sumber gambar: Ayobandung.com

Demikian beberapa yang perlu dipersiapkan untuk menyambut Bulan suci Ramadhan dan menikmatinya bersama si Buah hati. Semoga kita diperkenankan bertemu Bulan penuh berkah tersebut di tahun ini. Aamiin. Semoga bermanfaat. Salam literasi.

Friday, 5 March 2021

Senja yang Indah

 Sudah beberapa hari dalam sepekan ini hari terlewatkan dengan hujan di sore hari. Begitu setelah dhuhur tiba, mendung sudah menggantung di langit. 

Banyak acara yang ditunda karena hujan ini. Biasanya harus diundurkan malam atau malah esok harinya. Sore ini berbeda. Semenjak siang matahari terik menyinari alam. Bahkan hingga sore ini masih menyisakan terangnya. Suasana menjadi terang.

Sore tanpa hujan ini digunakan untuk menikmati sunset di balkon rumah. Bercengkrama dengan anak sambil menyelesaikan tugas sekolah. Angin semilir bertiup semakin menambah kenyamanan sore ini. Ditambah lagi dengan iringan lagu ilir-ilir bersama Kyai Kanjeng dari pengeras suara tetangga. Menambah suasana menjadi bertambah sahdu tenang.

Berikut beberapa gambar yang saya ambil dari suasana sore ini. Ternyata ini menjadi inspirasi bagi saya untuk menuliskan sesuatu. Terima kasih atas suasana yang nyaman dan tenang. 






Saturday, 26 December 2020

Parenting : Peran Ibu Sebagai Rumah Pertama Anak

 Pada hari Sabtu, 26 Desember adalah jadwal kegiatan parenting dan pembagian rapor untuk SD Muhammadiyah 1 Purbalingga. 


Pada waktu yang bersamaan di Lagerunal juga kebetulan adalah membahas tentang menambahkan file ppt ke dalam blog. Karena ternyata di dalam parenting dipresentasikan ppt oleh narasumbernya. Pucuk dicinta ulampun tiba. Saya tidak meresume materi tetapi akhirnya penasaran bagaimana memasukkan materi ppt yang ada ke dalam blog. Jadi bisa dapat dua-duanya. Alhamdulillah.

Tetapi ternyata tidak segampang mengikuti arahan Pak Brian. Bolak-balik salah. Tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Apa yang keliru ya?

Akhirnya setelah coba searching berbagai sumber yang lain untuk pembanding  hasilnya sebagai berikut. Untuk proses saya akan uraikan di dalam tulisan yang berbeda sehingga lebih fokus pada penambahan pptdi blog. Terima kasih kepada SDMuhammadiyah yang sudah memberikan dan mengshare materi ppt Parentingnya sehingga bis langsung saja uji cobakan di dalam blog. Selamat menyimak parenting bulan Desember ini. Semoga bermanfaat. 

Monday, 9 November 2020

Ungkapan untuk Berkaca Diri (Lagi) sebagai Orang tua

 Membaca kembali sebuah tulisan dari Ustadz Wijayanto seperti tertohok jauh ke relung jiwa. Tak terasa airmata mengalir. Karena rasa menyesal yang dalam akan apa yang sering dilakukan. Merasa lebih tahu dan lebih benar dari anak. Tetapi yang lebih menyesakkan lagi adalah karena mengulangi apa yang pernah dilakukan, yang dulu disesali. Tanpa sadar mengulangi dan melakukannya kembali. Astagfirullah. Mungkin karena itu aku diarahkan untuk menuju tulisan yang saya posting sendiri di tahun 2018. Kita perlu diingatkan kembali.

Mudah-mudahan dengan membaca kembali tulisan ini menjadi nasehat dan penyadar diri. Terutamadi masa pembelajaran dari rumah. Dimana ibu harus betul-betul mampu mengelola emosinya di antara kelelahan dan tugas-tugas pembelajaran online. Terima kasih untuk kebahagiaanyang kauberikan Kafa. Anakku, buah hatiku. Maaf khilaf ini masih terulang kembali.






Hutang Kita Banyak pada anak-anak

Tidak jarang, kita memarahi mereka saat kita lelah.
Kita membentak mereka padahal mereka belum benar-benar paham kesalahan yang mereka lakukan.
Kita membuat mereka menangis karena kita ingin lebih dimengerti dan didengarkan.
Tetapi,
seburuk apapun kita memperlakukan mereka, segalak apapun kita kepada mereka, semarah apapun kita pernah membentak mereka...
Mereka akan tetap mendatangi kita dengan senyum kecilnya.
Menghibur kita dengan tawa kecilnya,
Menggenggam tangan kita dengan tangan kecilnya,
Seolah semuanya baik-baik saja,
seolah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.
Mereka selalu punya banyak cinta untuk kita,
meski seringkali kita tak membalas cinta mereka dengan cukup.
Kita bilang kita bekerja keras demi kebahagiaan mereka,
tetapi kenyataannya merekalah yang justru membahagiakan kita dalam lelah di sisa waktu dan tenaga kita.
Kita merasa bahwa kita bisa menghibur kesedihan mereka atau menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka,
tetapi,
Sebenarnya kitalah yang selalu mereka bahagiakan.
Merekalah yang selalu berhasil membuang kesedihan kita,
melapangkan kepenatan kita, menghapus air mata kita.
Kita berhutang banyak pada anak-anak kita.
Dalam 24 jam, berapa lama waktu yang kita miliki untuk berbicara, mendengarkan, memeluk, mendekap dan bermain dengan mereka?
Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa keras kita bekerja untuk menghadirkan kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka, melukis senyum sejati di wajah mungil mereka?
Tentang anak-anak,
Sesungguhnya merekalah yang selalu "lebih dewasa" dan "bijaksana" daripada kita.
Merekalah yang selalu mengajari dan membimbing kita menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya.
Seburuk apapun kita sebagai orangtua, mereka selalu siap kapan saja untuk menjadi anak-anak terbaik yang pernah kita punya.
Kita selalu berhutang kepada anak-anak kita.
Anak-anak yang setiap hari menjadi korban dari betapa buruknya cara kita mengelola emosi.
Anak-anak yang terbakar residu ketidakbecusan kita saat mencoba menjadi manusia dewasa.
Anak-anak yang menanggung konsekuensi dari nasib buruk yang setiap hari kita buat sendiri.
Anak-anak yang barangkali masa depannya terkorbankan gara-gara kita tak bisa merancang masa depan kita sendiri.
Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap memberi kita banyak cinta, mereka selalu mencoba membuat kita bahagia.
Maka dekaplah anak-anakmu, tataplah mata mereka dengan kasih sayang & penyesalan, katakan kepada mereka:
"Maafkan untuk hutang-hutang yang belum terbayarkan"
Maafkan jika semua hutang ini telah membuat Allah tak berkenan.
Maafkan karena hanya pemaafan dan kebahagiaan kalianlah yang bisa membuat hidup ayah dan ibu lebih baik dari sebelumnya.
Iya, lebih baik dari sebelumnya.
Selamat memeluk anak-anak kita.

Terima kasih kepada Ustadz Wijayanto yang telah menuliskan ungkapan indah ini untuk para orang tua. Menyadarkan kami sebagai orang tua. Hari ini, ungkapan ini begitu mewakili dan menuju ke relung hati saya saya. Semoga bisa memperbaiki langkah-langkah ke depan sebagai orang tua, khususnya sebagai ibu. Jazakillah khoiron katsir.

Wednesday, 4 November 2020

Perlu Ruang untuk Berkembang

 Rasanya tidak tega ketika harus memisahkan pohon yang sudah biasa dalam  satu pot menjadi beberapa pot dengan harapan dapat tumbuh maksimal. Saya kira biasa menanam pohon/bunga dalam satu tempat meskipun berbeda jenis tanaman. Asalkan tempat/pot cukup besar. Tetapi betulkah demikian?

Tapi saya mencobanya beberapa hari yang lalu pada pohon jeruk sambal yang saya tanam. Awalnya saya kira tidak ada pengaruhnya. Tetapi setelah beberapa hari proses pemindahan, ada perubahan positif yang terjadi. Tunas-tunas baru yang kecil mulai bermunculan di batang pohon jeruk tersebut.

Saya terus terang sangat gembira melihat perubahan ini. Tetapi tidak dapat dipungkiri sekaligus merasa bersalah. Seperti merasa mendhalimi si pohon jeruk selama ini. Coba kalau selama ini langsung dipisahkan dan tidak digabung dengan tanaman-tanaman lain barangkali sudah sangat rimbun tumbuhnya.

Sampai saat ini pohon jeruk ini hanya mempunyai dua ranting baru yang kadang-kadang juga rontok daunnya. Entah karena kurang air atau kurang unsur hara lain karena berebut dengan tanaman yang lain dalam satu pot.

Melihat keadaan ini saya jadi teringat bahwa mungkin masing-masing makhluk termasuk manusia dan pohon jeruk ini memerlukan waktu untuk menyendiri. Mempunyai ruang tersendiri untuk dapat tumbuh sesuai dengan kemampuan maksimalnya.

Pemikiran bahwa dengan 'ditemani' dapat membuat seorang /makhluk dapat tumbuh maksimal mungkin berlaku hanya pada taraf tertentu. Ada saat-saat di mana ia harus tumbuh dan berkembang sendiri bersama potensi yang dimiliknya. Justru dengan diberikan ruang tersendiri, potensinya akan tumbuh dan berkembang secara maksimal. Kepada jiwa-jiwa yang sudah diberikan ruang tersendiri, selamat bertumbuh. Temukan potensi maksimalmu dan kembangkan.




Friday, 22 September 2017

Sebuah Refleksi 22 September 2017

Ada yang banyak tersirat hari ini untuk dipikirkan, banyak rencana ingin dijalani, banyak harapan ingin diraih. Tetapi harus dibatasi agar tidak menjadi angan-angan yang kemudian hilang dan tidak kebablasan sehingga menjadi angan-angan yang dihembuskan syeitan. Di hari ini Jumat, 22 September 2017 bertepatan dengan 2 Muharram 1439 H, ingin saya tuliskan apa yang tersirat, apa yang menjadi rencana dan harapan seorang Suyati.
1. Akan menyelesaikan hafalan juz 30.
2.Akan lebih care dan konsen terhadap kerapian dan kenyamanan rumah dan pernik-perniknya.
3. Akan lebih tertib, rapi dalam administrasi kegiatan sekolah dan desa.
4. Akan belajar banyak dari lingkungan, termasuk anak.
Khusus teruntuk anakku, Kamila Azka Faustina, permata hati bunda. Ini kutuliskan sebuah ungkapan yang luar biasa bermakna membuat ibu semakin berterima kasih dan bersyukur kepada Allah, menjadikan engkau sebagai anakku. Meskipun kau bukan milikku, milik kami, Bapak dan Ibu tetapi kau banyak bergaul dan hidup bersama sebagai keluarga. Maafkan sangat jauh ibumu ini dari ibu yang sempurna, tetapi I'll always love you, honey. This is special expression from me, your mom. Diambil dari Ustadz Wijayanto, mengingatkan ibu bahwa banyak salah terhadapmu. Sorry so much. Mudah-mudahan ini bisa mewakili rasa sayang ibu padamu. Love you always, Kafa.

Hutang Kita Banyak pada anak-anak
Tidak jarang, kita memarahi mereka saat kita lelah.
Kita membentak mereka padahal mereka belum benar-benar paham kesalahan yang mereka lakukan.
Kita membuat mereka menangis karena kita ingin lebih dimengerti dan didengarkan.
Tetapi,
seburuk apapun kita memperlakukan mereka, segalak apapun kita kepada mereka, semarah apapun kita pernah membentak mereka...
Mereka akan tetap mendatangi kita dengan senyum kecilnya.
Menghibur kita dengan tawa kecilnya,
Menggenggam tangan kita dengan tangan kecilnya,
Seolah semuanya baik-baik saja,
seolah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.
Mereka selalu punya banyak cinta untuk kita,
meski seringkali kita tak membalas cinta mereka dengan cukup.
Kita bilang kita bekerja keras demi kebahagiaan mereka,
tetapi kenyataannya merekalah yang justru membahagiakan kita dalam lelah di sisa waktu dan tenaga kita.
Kita merasa bahwa kita bisa menghibur kesedihan mereka atau menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka,
tetapi,
Sebenarnya kitalah yang selalu mereka bahagiakan.
Merekalah yang selalu berhasil membuang kesedihan kita,
melapangkan kepenatan kita, menghapus air mata kita.
Kita berhutang banyak pada anak-anak kita.
Dalam 24 jam, berapa lama waktu yang kita miliki untuk berbicara, mendengarkan, memeluk, mendekap dan bermain dengan mereka?
Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa keras kita bekerja untuk menghadirkan kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka, melukis senyum sejati di wajah mungil mereka?
Tentang anak-anak,
Sesungguhnya merekalah yang selalu "lebih dewasa" dan "bijaksana" daripada kita.
Merekalah yang selalu mengajari dan membimbing kita menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya.
Seburuk apapun kita sebagai orangtua, mereka selalu siap kapan saja untuk menjadi anak-anak terbaik yang pernah kita punya.
Kita selalu berhutang kepada anak-anak kita.
Anak-anak yang setiap hari menjadi korban dari betapa buruknya cara kita mengelola emosi.
Anak-anak yang terbakar residu ketidakbecusan kita saat mencoba menjadi manusia dewasa.
Anak-anak yang menanggung konsekuensi dari nasib buruk yang setiap hari kita buat sendiri.
Anak-anak yang barangkali masa depannya terkorbankan gara-gara kita tak bisa merancang masa depan kita sendiri.
Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap memberi kita banyak cinta, mereka selalu mencoba membuat kita bahagia.
Maka dekaplah anak-anakmu, tataplah mata mereka dengan kasih sayang & penyesalan, katakan kepada mereka:
"Maafkan untuk hutang-hutang yang belum terbayarkan"
Maafkan jika semua hutang ini telah membuat Allah tak berkenan.
Maafkan karena hanya pemaafan dan kebahagiaan kalianlah yang bisa membuat hidup ayah dan ibu lebih baik dari sebelumnya.
Iya, lebih baik dari sebelumnya.
Selamat memeluk anak-anak kita.

Terima kasih kepada Ustadz Wijayanto yang telah menuliskan ungkapan indah ini untuk para orang tua. Menyadarkan kami sebagai orang tua. Hari ini, ungkapan ini begitu mewakili dan menuju ke relung hati saya saya. Semoga bisa memperbaiki langkah-langkah ke depan sebagai orang tua, khususnya sebagai ibu. Jazakillah khoiron katsir.

Thursday, 17 November 2016

Untuk Anakku 1

Melihat perkembangan kau buah hati ibu adalah anugrah yang luar biasa indahnya. Hati galau, sedih, khawatir dan badan yang capai, lelah menjadi hilang begitu melihat ada kejutan indah dari perkembangan anakku yang baru dapat terlihat. Meski terlambat karena kesibukan ibu, itu merupakan kejutan indah. Bahkan kadang ibu menyadarinya terlambat.
Untuk my angel, Kafa kau anugrah istimewa yang deberikan Allah, Sang Pengasih. Nikmati hidup semoga ibu bisa menemanimu bermain dan belajar di sela kesibukan dan tugas yang terbebani di pundak ibu. I'm proud of you, honey. Be a nice kid. Love Allah and Love Rosulullah.


Wednesday, 25 November 2015

Semua Memerlukan Proses

Perubahan status dari seorang istri menjadi seorang ibu rumah tangga tidak mudah untuk melakukan penyesuaian. Perubahan yang terjadi terutama adalah jadwal dratis yang berubah. Kita harus menyesuaikan jadwal dengan si baby yang terus terang membuat sedikit tekanan tersendiri. Bagi saya, yang lebih suka terjadwal dan segalanya tepat waktu, amat tidak mudah menyesuaiakan diri. Jadwal tidur, makan, dan istrirahat yang berubah total dan tidak bisa terprediksi pada awal-awal kelahiran membuat stress.

Tetapi memang segalanya berproses. Saya mencoba banyak bertanya kepada ibu-ibu yang sudah terlebih dahulu menjadi seorang ibu. Memang demikian adanya. Segalanya berubah sehingga bagi ibu-ibu yang belum mempersiapkan diri secara fisik dan mental, seringkali timbul permasalahan yang tidak bisa dianggap remeh. Masalah yang sering dikeluhkan oleh ibu-ibu baru antara lain adalah cepat marah, mudah merasa tersinggung atau sensitif. Hal ini mungkin dikarenakan rasa lelah yang dialami oleh ibu baru setelah melahirkan. Seringnya bangun malam karena kebutuhan anak terhadap sang ibu membutuhkan tenaga ekstra luar biasa. Pemahaman dan pengertian dari seluruh anggota keluarga terutama dukungan suami sangat menjadi dorongan ibu baru untuk tetap fit dan sehat. Sehingga ibu baru tetap merasa happy d i hari-hari barunya.

Menurut bidanku.com kelelahan yang dialami oleh ibu baru disebvablkan oleh beberapa faktor, yaitu 1) kurangnya istirahat karena terforsir merawat si kecil yang membutuhkan perhatian ekstra; 2) karena tiroid yang kurang aktif. Padahal tiroid berfungsi untuk mengatur metabolisme tubuh. Terganggunya fungsi tiroid menyebabkan terganggunya sistem kerja metabolisme tubuh.3) adanya alergi pada makanan tertentu yang menyebabkan asupan makanan pada si ibu baru terganggu. Oh begitu rupanya. Pantas saja perubahan ini tanpa disadari terjadi pada diri saya dan mengakibatkan efek tertekan dan kelelahan.

Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai ibu baru untuk mengatasi hal tersebut. Masih menurut bidanku.com, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh kita yaitu 1) mencuri waktu pada waktu istirahat bayi 2) dapatkan tidur yang berkualitas; 3) sempatkan untuk sarapan dan 4) perbanyak cairan. Oh mungkin ini beberapa cara yang juga selaras dengan nasehat orang tua untuk terus mengkonsumsi sayur bening dengan daun katu setiap hari sampai bulan pertama. Tapi kalau tidur siang apa benar tidak boleh dilakukan oleh ibu baru? Mengapa ya? Benar atau mitos ya?

ECA (Extra Curricula Activities)

  Sumber gambar: Labbaikudidadu Wisdom Matric School Sumber gambar: The Catalyst Ekstrakurikuler (atau sering disebut ECA — Extra-Curricula...