Thursday, 31 December 2020

Kenangan, Kenyataan dan Harapan Menjadi Motivasi Diri




Berbicara tentang tema # Kamis Menulis, Kenangan, Kenyataan dan Harapan pasti tidak dapat terlepas dari yang namanya waktu. Kenangan adalah sesuatu yang sudah berlalu. Kenyataan adalah yang terjadi saat ini dan sedang dijalani. dan Harapan adalah sesuatu yang akan terjadi dimasayang akan datang. 

Kenangan adalah masa lalu. Kenyataan adalah masa kini. Harapan adalah masa depan. Semuanya ingin menciptakan kenangan yang indah, kenyataan yang manis dan harapan yang cerah. 

Tetapi apakah semuanya berlaku demikian? Alangkah indahnya jika yang terjadi demikian. Tetapi sebagian besar tidaklah demikian. Kita sering mengatakan "tapi takdir berkata lain." untuk menyatakan apa yang kita lakukan berbanding terbalik dengan yang terjadi. Lalu mengapa semua terjadi?

Tetapi apakah kita akan terpaku pada kenangan masa lalu, dan melupakasan masa sekarang? atau kita banyak berharap pada masa depan dengan tidak melakukan apa-apa sekarang? Tentu tidak. 

Orang bijak berkata 

“Masa lalu tak bisa diraih kembali, kendati kita dapat belajar darinya; masa depan belum kita miliki tapi kita harus merencanakannya. Saatnya adalah sekarang. Yang kita miliki hanya hari ini.”

“Betapa pun kelamnya masa lalumu, masa depanmu masih suci. Maafkanlah dirimu, dan majulah.” – Mario Teguh

“Kegagalan tidak pernah datang secara mendadak. Kegagalan dimulai dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang kecil-kecil.” – Mario Teguh

“Jika kamu ingin bahagia, jangan biarkan masa lalu mengusikmu. Kamu boleh melihat ke belakang, namun jangan membawanya kembali.”

“Janganlah menatap masa lalu dengan berduka, ia tak akan kembali lagi. Hadapilah masa sekarang dengan bijaksana dan sambutlah bayangan masa depan dengan tanpa keraguan dan dengan disertai keteguhan hati.”

“Saya belajar dari masa lalu, tapi saya merencanakan masa depan dengan fokus secara eksklusif pada saat ini.”


Kata-kata mutiara dan motivasi tersebut saya kutip dari beberapa sumber. Intinya adalah betapapun masa lalu kadang begitu pahit untuk dikenang. Ia memberikan pelajaran dan pengalaman yang berharga untuk hidup kita. Betapapun indah kenangan ia sudah berlalu dan tak mungkin kembali.

Demikian juga kenyataan. Saat ini dan sekaranglah waktunya untuk mewujudkan. Kita bisa membentuk kesuksesan dari apa-apa yang kita lakukan sekarang. Mengapa tidak kita lakukan sekarang? Jangan hanya berencana dan berharap tetapi segera lakukan. Menunda untuk melakukan hal baik sama saja menghilangkan harapan di masa yang akan datang.

Masa depan adalah harapan. Jangan merisaukan masa yang akan datang karena belum tentu kita melaluinya. Kita akan mengalaminya jika kita melakukan hal-hal yang baik sekarang. Apa-apa yang kitalakukan sekaranglah yang akan menetukan masa depan kita.

Kita tidak mungkin dilepaskan dari ketiganya kenangan masa lalu, kenyataan sekarang dan harapan masa depan. Itu sudah menjadi bagian hidup kita. Tinggal kita dapat memanfatkannya untuk kehidupan kita. Kenangan masa lalu bisa menjadi pemicu semangat untuk masa sekarang. Masa depan bisa kita gunakan untuk merencanakan apa yang meski kita lakukan sekarang.

Demikian makna kenangan, kenyataan dan harapan untuk saya pribadi. Semoga menjadi insan yang lebih baik lagi di hari-hari berikutnya. Semoga bermanfaat. Salam literasi.

Wednesday, 30 December 2020

Menulis fiksi : Tema dan Premis

 


Pada kesempatan #Selasa berbagi kali ini membahas tentang tulisan berbentuk  fiksi.

#SelasaBerbagi edisi menulis fiksi akan ada 3 bagian setiap pertemuannya. Termasuk pertemuan pertama hari ini, yaitu Bagian 1 tentang tema, bagian 2 tentang premis, dan bagian 3 tentang tantangan.

A. Tema 

Tema merupakan  pokok pikiran atau gagasan yang menjadi dasar atau bertindak sebagai nyawa atau ruh dalam penulisan cerpen.

Tema diperlukan untuk menyampaikan  pesan  yang ada dalam sebuah cerita pendek.

Ada beberapa tips untuk menentukan tema:

1. Dekat dengan penulis sehingga penulis akan mudah menentukannya.

2. Menarik perhatian penulis sehingga akan membuat penulis berusaha menyelesaikan tulisannya semaksimal mungkin.

3. Bahan mudah diperoleh sehingga mempermudah penulis untuk mengembangkan cerita pendek.

4. Ruang lingkup terbatas sehingga menjaga tulisan tetap fokus dan tidak melebar.

Cara menentukan tema:

1. Sesuaikan dengan minat

 Kenali minat diri ---> melakukan riset terhadap minat diri --> menentukan tema

2. Mengangkat kehidupan nyata

Meningkatkan kepekaan terhadap kejadian di sekitar --> pilih dan pilah yang menarik --> menentukan tema

3. Berimajinasi 

Meluangkan waktu berimajinasi --> pilih dan pilah yan menarik--> menentukan tema

4. Membaca, mendengarkan dan menonton

Membaca, mendengar dan menonton --> pilih dan pilah yang menarik --> menentukan tema

5. Mendengarkan curhatan/cerita pengalaman

Mendengarkan curhatan/cerita pengalaman --> mencatat garis besar curhatan/cerita --> menentukan tema

contoh tema:

a. Berkah kejujuran;

b. Pendidikan dan kemiskinan;

c. Persahabatan tiga anak SD;

d. Pengalaman siswa selama belajar di rumah;

e. Perjuangan guru selama Pembelajaran Jarak Jauh.

Bedanya judul dan tema, judul lebih spesifik dibandingkan tema. Judul bisa saja merupakan tema tulisan, tetapi tema tulisan tidak harus judul.

B. Premis

Merupakan dasar pemikiran  yang digunakan sebagai langkah awal dalam mewujudkan ide/gagasan suatu cerita dalam satu kalimat.

Premis digunakan untuk memudahkan komunikasi dengan target yang dituju,misalnya editor penerbit.

Premis digunakan untuk menjaga agar tulisan tetap fokus dijalurnya.

Premis digunakan sebagai panduan untuk membuat kerangka tulisan.

Ada 4 unsur-unsur premis,yaitu:

1. Karakter : memuat tentang siapa tokoh yang berperan penting dalam cerita.

2. Tujuan tokoh: memuat tentang keinginan tokoh utama dalam cerita.

3. Hambatan/Rintangan : memuat hambatan/rintangan yang dihadapi tokoh dan mengubah tokoh

4. Solusi: memuat akhir dari sebuah cerita.

Contoh premis:

a. Seorang pria tunawisma jujur menemukan cincin tunangan dan berusaha melawan keinginannya untuk memiliki cincin tersebut;

b. Seorang siswa miskin yang bersekolah di sekolah elit dan berusaha bertahan  agar tidak dikeluarkan dari sekolahnya karena terkendala biaya;

c. Seorang siswa SD mengajalduaorang temannya melakukan perjalanan ke rumah kakeknya dan berusaha memperoleh pemahaman materi IPA;

d. Seorang siswa SMP dari keluarga tidak mampu yang berjuang agar tidak ketinggalan pelajaran selama Belajar di Rumah dengan daring;

e. Seorang guru SMA gaptek yang rajin mengikuti webinar dan berjuang agar dapat menyelenggarakan proses pembelajaran daring semasa pandemi.

Tantangan #Selasa berbagi

1. Menuliskan lima tema yang bisa dikembangkan menjadi sebuah cerpen;

2. Dari kelima tema tersebut, tuliskan masing-masing premisnya yang memuat empat unsur pembentuknya.

Tantangan membuat premis cerpen: 

Karakter:

Tujuan:

Hambatan:

Resolusi:

Menjawab Tantangan

Tema:

1. Pembelajaran Daring 

Premis: Seorang guru yang ingin membuat pembelajaran daring yang menyenangkan di sekolahnya tetapi terkendala ketidakaktifan siswa dalam pembelajaran daring dengan pembuat video pembelajaran yang unik.

2. Menjadi Seorang Penulis

Premis : Seorang guru yang tidak muda lagi yang berusaha menjadi penulis pemula dengan belajar menulis tetapi usahanya tidak mudah karena sulitnya mencari ide untuk tulisannya.

3. Lolos menjadi PNS

Premis: Seorang pemuda yang berusaha menyakinkan orang sekitar bahwa ia lolos menjadi PNS bukan karena memberi uang suap tetapi karena prestasinya.

4. Kasih sayang kepada Ibu

Premis: Seorang anak yang berjuang untuk membebaskan ibunya dari pasungan karena gila dan meyakinkan masyarakat sekitar ibunya tidak akan lagi mengganggu mereka dengan membawanya pergi dari kampungnya.

5. Covid 19 di masa Pandemi

Premis: Seorang pria positif covid 19 yang terus berjuang meyakinkan masyarakat yang tidak percaya adanya virus covid 19 dengan menuliskannya kisahnya selama menjadi pasien positif covid dalam sebuah buku.

Monday, 28 December 2020

Cara Menambahkan Slide PPt ke dalam Blog

 


# Sabtu Blogging 26 Desember 2020

Tema pada #Sabtu blogging hari ini adalah tetang memasang slide powerpoint dan google form ke dalam blog. Wah ini menarik sekali. Untuk memasang google form insya allah sudah bisa saya lakukan terutama untuk proses penilaian siswa . Saya sudah memanfaatkannya di dalam blog. Sekarang adalah bagaimana memasang slide powerpoint ke dalam blog.

Pada tulisan sebelumnya karena coba-coba maka saya tidak sempat memperhatikan langkah-langkah detailnya. Tetapi di sini saya menggunakannya adalah dengan menggunakan google drive. Agak sedikit berbeda dengan yang disampaikan Pak Brian. Terus-terang agak kesulitan melalui slideshare.net. 

Saya merasa nyaman dengan google drive mungkin karena saya biasanya menggunakan itu untuk menambahkan google form ke dalam blog. Jadi langkah-langkahnya agak sudah terbiasa. BErikut yang saya lakukan untuk menambahkan file ppt ke dalam blog :

1. Kita masuk terlebih dahulu ke dalam google drive kita.

2. Berikutnya klik New/Baru untuk mengupload file ppt kita.

3. Pilih upload file.

4. Setelah file ppt kita terupload 100% dan selesai masuk ke googledrive kita. Silahkan buka file ppt tersebut dengan google slide. Setelah terbuka di window baru, klik "File" pilih "Bagikan"

5. Ada beberapa pilihan muncul setelah kita klik  "Dapatkan link" 

a. dibatasi

b. semua orang yang memiliki link (Kita pilih yang ini)

Di sebelah kanan akan dimintai pengaturan (1) Pengakses lihat saja (2) Pemberi komentar (3) Editor Kita pilih yang pertama saja, pengakses lihat saja. Meskipun bisa disesuaikan tergantung kebutuhan.

6. Setelah semua terisi dengan tepat, kita klik Selesai/Done

7. Setelah terbuka pptnya, klik bagian "File" kemudian pilih "Publikasikan di web"

Di sini ada pilihan "Tautan" dan "sematkan"

Di bagian tautan akan ada dua pilhan pengaturan yaitu (1) memilih ukuran file ppt kita di blog, bisa kecil, sedang maupun besar. (2) memutar otomatis slide kita setelah ... detik. Silahkan pilih yang sesuai menurut AndaKita juga bisa mencentang pilihan yang ada di bawahnya yaitu:

Putar slideshow segera setelah pemutar dimuat.

Mulai ulang tayangan slide setelah slide terakhir.

8. Setelah pengaturan ukuran dan tampilan selesai kita klik sematkan. Kita akan diberi kode iframe di dalam kotak. Kita control C/copy saja semuanya.

9. Sebelumnya di dalam blog kita bagian HTML (gambar tautan) bukan di bagian compose (gambar pensil) ya?

<div class="ppt">
<div class="ppt-responsive">
<div class="ppt-youtube loader">
Dst...dst ...
</div>
</div>
</div>

10. Yang terakhir ganti kode dst - dst dengan kode iframe dari google slide tadi, sehingga kodenya berubah seperti ini 

<div class="ppt">

<div class="ppt-responsive">

<div class="ppt-youtube loader">

<iframe src="https://docs.google.com/presentation/d/e/2PACX-1vR_TA2rdn7LqMA5ydiifzrbB-0nkgoD53EFTIJNw1wH7EUQWNFalRr_VLJQcUeTyLkljj8hK69eCBOA/embed?start=true&loop=true&delayms=3000" frameborder="0" width="816" height="1085" allowfullscreen="true" mozallowfullscreen="true" webkitallowfullscreen="true"></iframe>
</div>

</div>

11. Kita lihat dulu di Pratinjau/Preview. Jika sudah sesuai maka kita tinggal klik Publikasikan
12. Silahkan lihat hasilnya dengan klik lihat blog.

Demikian proses memasang slide PPt  yang saya lakukan. Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

Saturday, 26 December 2020

Parenting : Peran Ibu Sebagai Rumah Pertama Anak

 Pada hari Sabtu, 26 Desember adalah jadwal kegiatan parenting dan pembagian rapor untuk SD Muhammadiyah 1 Purbalingga. 


Pada waktu yang bersamaan di Lagerunal juga kebetulan adalah membahas tentang menambahkan file ppt ke dalam blog. Karena ternyata di dalam parenting dipresentasikan ppt oleh narasumbernya. Pucuk dicinta ulampun tiba. Saya tidak meresume materi tetapi akhirnya penasaran bagaimana memasukkan materi ppt yang ada ke dalam blog. Jadi bisa dapat dua-duanya. Alhamdulillah.

Tetapi ternyata tidak segampang mengikuti arahan Pak Brian. Bolak-balik salah. Tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Apa yang keliru ya?

Akhirnya setelah coba searching berbagai sumber yang lain untuk pembanding  hasilnya sebagai berikut. Untuk proses saya akan uraikan di dalam tulisan yang berbeda sehingga lebih fokus pada penambahan pptdi blog. Terima kasih kepada SDMuhammadiyah yang sudah memberikan dan mengshare materi ppt Parentingnya sehingga bis langsung saja uji cobakan di dalam blog. Selamat menyimak parenting bulan Desember ini. Semoga bermanfaat. 

Friday, 25 December 2020

Menyelipkan File Pdf ke Blog

Saya ingin menyelipkan beberapa file pdf ke dalam blog saya. Kita coba terlebih dahulu. Ini adalah cerita teman saya yang menjadi pasien covid 19. Beliau menceritakannya danmembagikannya dalam bentuk pdf. Kepikiran bagaimana ini bisa dibaca oleh banyak orang ya? 

Akhirnya searching di google bagaimana menyelipkan pdf ke blog. INi hasilnya. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Pertama kamu upload file pdf nya kedalam google drive milik kamu.

2. Setelah file di upload di google drive kita, silahkan klik kanan pada file tersebut dan pilih bagikan. Akan muncul kotak dialog silahkan tekan lanjutkan.

3. Ubah yang memiliki akses menjadi publik. Kemudian tekan selesai.

4. Selanjutnya kamu klik kanan pada file tersebut dan pilih preview. Tekan icon titik 3 dipjok kanan atas dan pilih buka dijendela baru.

5. Tetap sama, silahkan tekan icon titik tiga dipjok kanan atas dan sekarang tekan menyematkan item.

6. Akan muncul kode, silahkan copy kode tersebut untuk ditempelkan di postingan blog.

7. Sekarang masuk ke dalam artikel yang akan dimasukkan file pdf. Misalkan saya menggunakan blogspot.

Jangan lupa ubah dulu ke halaman HTML (Gambar kurung buka tutup) bukan hal hal tulisan.(Gambar pensil)

8. Ubah terlebih dahulu mode menjadi HTML. Kemudian pastekan kode yang tadi. Sekarang kamu bisa beralih kembali ke mode compose. Tekan preview untuk tahu wujud file pdf di postingan blog.

9.Kalau sudah tampil pdf dalampreview berarti sudah berhasil. Tinggal postingkan saja.

Memasang Animasi di Blog


Sebenarnya memasang animasi di blog adalah hal yang menarik. Walaupun tidak semua harus terpasang karena mungkin akan membuat berat tampilan blogitu sendiri. Saya sendiri memasang beberapa animasi yaitu animasi burung terbang dan animasi teks berjalan. 

Awalnya hanya iseng saja. Penasaran membuka berbagai cara menambahkan animasi di blog kita. Tadinya saja pasang banyak animasi. Ada animasi waktu, animasi ucapan sapaan dan seterusnya. Tetapi lambatlaun sepertinya kurang berfungsi. Mungkin karena berat ditampilannya. Sehingga kemudian saya menghapusnya.

Sekarang yang terpasang adalah animasi burung terbang dan teks berjalan. Pada kesempatan ini saya berikan cara menambah animasi burung terbang di blog kita:

Masuklah ke akun blog kita.

Pilih tata letak/Lay out.

Pilih Tambah gadget.

Pilih HTML yang sesuai dengan animasi burung terbang

Masukkan kode HTML yang di bawah ini dengan cara dipastekan saja di bagian HTML

<div style="position: fixed; top: 0px; left: 10px;width:225px;height:160px;"><a href="http://christiantatelu.blogspot.com" target="_blank"><img alt="animasi blog" src="http://i567.photobucket.com/albums/ss114/fatiasa/bird_ann.gif" title="Click to get more." /></a></div>

Silahkan sesuaikan dulu pengaturan posisi burung mau di kanan atau kiri, di atas atau di tengah. Tergantung dari keinginan masing-masing blogger. 

top=atas, bottom= bawah, center =tengah

left = kiri  right= kanan

Setelah itu tinggal kita simpan di blog kita. Lihat hasilnya. Jika sudah sesuai selamat. Kalu belum pas tinggal sesuaikan kembali.

Demikian semoga bermanfaat.

Bubur Ayam Yummy, Obat Kangen di Hati


Berbicara tentang bubur ayam, saya sebenarnya baru mengenalnya setelah kuliah di Yogyakarta. Sebelumnya di Purbalingga saya tidak menenalnya. Mungkin karena saya termasuk yang jarang makan di luar atau membeli makanan luar.

Pertama diajak makan bubur ayam lidah terasa asing. Di otakku bicara tentang bubur adalah bubur sumsum yang aku beli setiap pagi pada pedagang keliling di sekitar rumahku. Lembut, gurih dan manis karena memakai gula jawa yang kental.

Melihat bentuknya di awal juga membuat aku bergidik. Kok campur-campur begitu. Ada bubur kasar, suwiran daging ayam, kerupuk, kecap, bawang merah goreng, sambal dan kuah kaldu ayam. Tapi begitu sering makan sarapan pagi dengan bubur ayam malah jadi ketagihan. Rasanya ada gurih, lembut, manis dan pedas. Lengkap. Nano-nano. Apalagi kalau disajikan dengan sambal yang pedas yang banyak. Mantap. Yummy. Paginya menjadi bersemangat untuk beraktivitas.

Tapi sebenarnya menikmati bubur ayam ini menurut saya pasnya kalau suasana tenang. Tidak terburu-buru. Apalagi ditambah dengan ngobrol bareng teman-teman kos waktu itu. Serasa menambah rasa ayam buburnya. Tambah mantap. Setelah itu baru mulai satu-persatu keluar beraktivitas masing-masing. Siap beraktivitas dengan bekal sarapan bubur ayam. Semangat.

Kini sudah semakin menjamur pedagang atau kedai bubur ayam. Jadi lidah sudah terbiasa. Kalau kangen suasana kos-kosan waktu kuliah di UNY dulu. Langsung bisa nyari pedagang ayam bubur  di lingkungan sekitar. Makan bubur ayam yummy. Kangen terobati. 

Thursday, 24 December 2020

Puisi : Damai Bersama-Mu

 



Damai Bersama-Mu

Purbalingga, 24 Desember 2020


Sunyi

Menyembunyikan sepi

Riuhkan cengkrama hati

Pada-Mu di penghujung hari

 

Bersujud

Luruhkan jiwa

Meminta sepenuh raga

Kepada Maha Pemilik Segala

 

Merdu

Ayat-Mu melagu

Mengusik relung kalbu

Yang kopong karena merindu

Tuesday, 22 December 2020

Berbagi Kisah Menulis di Blog

 # Selasa  Berbagi Bersama Pak Sucipto Ardi

Pada hari Selasa ini, 22 Desember 2020 sekaligus hari istimewa hari Ibu. Lagerunal mengadakan acara rutinnya yaitu Selasa Berbagi. Kesempatan hari ini dimoderatori oleh Bu Aam dan narasumber Bapak Sucipto Ardi. Beliau adalah salah satu founder Komunitas Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal). Hari ini beliau berbagi tentang Kisah Menulis di Blog.


Biodata Pak Sucipto Ardi

Mengawali menulis di blog pada tahun 2007, Pak Sucipto memilih di blog karena secara teknis platform di Friendster tidak memut membuat tulisan yang banyak, maka beliau pindah ke blog. Ini teknis, namun intinya karena bebas. Hari ini mungkin pemerintah menyebutnya: merdeka.di blog beliau merasakan menjadi orang bebas. Menurut beliau menulis di media seperti koran/majalah, sering buah pikirannya di edit/dihilangkan. Dengan blog, beliau merasa menjadi orang bebas.

Makanya beliau menyadari ketika buku-buku beliau tidak pernah ada yang terbit, karena mungkin penerbit punya rambu-rambu tertentu, dan itu tidak pas dengan pemikiran beliau.

Dalam berbaai tulisan beliau di blognya seringkali menuliskan tentang kecintaan terhadap Indonesia. Hal ini diawali memang sejak kecil ortu sering cerita ke-Indonesiaan, beliau kerap cerita bagaimana sukarno saat ganyang Malaysia, beliau sering bercerita selayaknya gaya sukarno. setelah dewasa, suka baca buku sejarah, dan yang tidak bisa dibohongi adalah saya didikan Orde Baru dimana rasa nasionalisme begitu digelorakan. P4, PSPB, dan PMP menjadi salah satu penyebabnya. membaca buku Eko Prasetyo yang berjudul Guru: Mendidik itu Melawan. Buku itu mengajarkan agar guru memiliki kulit ari, sensitif terhadap nasib perjalanan bangsa. 

Menurut Pak Sucipto menulis itu bukan “give” /anugrah atau bawaan lahir, tapi menulis ini adalah budaya yang artinya produk kreasi, atau hasil belajar. Oleh karenanya, semua orang memiliki potensi yang sama untuk bisa menulis.

Jadi, bagaimana caranya bisa menulis ?

 1. Mulailah menulis. Tulis apa saja, bebas.

2. Tulislah yang paling disukai dan pahami.

3. Mulailah tulisan dengan tema-tema yang dekat, misalnya tentang kebiasaan yang hidup di sekitar rumah. 

No.1-3, kalau berisikan curhat, itu bukan masalah karena kalau dilakukan secara rutin, itu akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Suatu hari nanti bisa jadi buku lho….dahulu, pengalaman Pak Cipto membaca buku Sosiologi Pedesaan. Sang adalah penulis adalah seorang professor. Beliau memulai tulisan bukunya dengan masa kecilnya melihat bagaimana tembak menembak terjadi di Ladang Aceh yang kemudian dia susun mengikuti rangkaian teori konflik lalu dibangun untuk melihat bagaimana konsep sosiologis desa tempat tinggalnya. Bisa kebayangkan, sebuah karya ilmiah dibangun dari sebuah pengalaman masa kecilnya?. Curhat itu bisa jadi keren !

 4. Setelah dirasa “cukup” dengan yang diatas, mulailah “belajar sedikit lompat pagar” guna menulis yang bersifat agak serius, semisal artikel. Ingat, jangan pernah ragu dan takut salah.

5. Ingat, nutrisi yang paling baik untuk menulis adalah membaca dan mengaktifkan indera. Apa yang dirasa, dapat menjadi pemantik sebuah tulisan. Ini bertujuan agar tulisan yang dihasilkan “tidak kering”.

6. Mulailah menyediakan waktu tetap untuk menulis, misalnya waktu menulis pukul 21.00-22.00 WIB/WITA/WIT. Bangunlah kebiasaan menulis  seperti jam kerja/office hour.

7. Sediakan note book/buku saku special untuk merekam ide-ide pokok yang muncul seketika, bawalah setiap hari. Ini saya lakukan, hingga kini. Hasilnya menyenangkan!. Yg dituliskan hak yang menarik, poin/intinya saja. Misal, saat mengajar ada siswa yang dengan cerdas menyelesaikan permasalahn/soal dengan tepat cept. langsung ambil note nook, tulis intinya apa: siswa pakai cara X. Sampai dirumah, dikembangkan. Bisa pula, misalnya ada diskusi siwa, poin pentingnya ditulis, misalnya solusi baiknya pakai ini dan itu. ada waktu langsung tulis kembali dan kembangkan dengan apa yg kita miliki. 

8. Para ahli berpendapat: “menulislah ketika anda sudah siap !”. Ini ada benarnya karena kalau kita siap maka menulis rasanya seperti air mengalir. Namun, kapankah kita siap ?. Nah lo,….oleh karenanya sejak lama saya tidak memakai pendapat ini, malah saya menggunakan kalimat-kalimat para penjahat di film-film barat : “ready or not here I come”. Yakinlah, suatu hari nanti kalau kita niatkan sebagai penulis akan datang masanya: “nulis dateline”, dan tidak peduli siap atau tidak, apalagi penulis berbobot, ia akan layaknya sinetron yang “kejar tayang”. Jadi, siap setiap saat ya sobat lage.

9. No. 1-8 itu nulisnya dimana ? Ada yang langsung di word, corat-coret di note book, atau langsung di blog. Soal ini adalah style masing-masing. Sekarang bahkan ada yang “menulis dengan bicara” saya sudah melakukannya, walaupun ujung2nya di edit, tapi lebih memudahkan. Ini seperti “kita banget”, kenapa ? karena DNA orang Indonesia lebih kuat budaya tutur/lisan, dibanding menulis. Coba yaaa…

10. Jangan segan-segan untuk evaluasi diri. Bacalah tulisan-tulisan di blog yang sudah berlalu. Senyam-senyum lucu, mungkin tertawa bebaskanlah. Jika tidak dirasa menyenangkan, maka beranikan diri untuk bilang bahwa karya kita kurang, bahkan buruk. Ini penting untuk menyadarkan kita agar mau belajar lagi, dan siap untuk dikritik.

11. Tantangan yang ada di depan mata adalah, dimasa pandemic ini budaya menulis di blog begitu meriah namun akankah tetap terus mekar layaknya bunga?. Sekian lama menulis di blog saya menemukan satu hal penting bahwa: “banyak orang menulis di blog, namun saat yang bersamaan banyak pula yang meninggalkannya”. Gabung dalam komunitas adalah salah satu solusinya, “dekat dengan tukang minyak wangi, maka akan wangi pula”.

Hal yang mengesankan bagi beliau selama menulis di blog adalah saat dosen-dosen yang menjadikan blog ini sebagai bahan ajar mereka dan jadi rujukan menulis skripsi/penelitian. Ini yang paling top, rasanya menurut beliau melebihi tulisan beliau yang laku dijual.

Monday, 21 December 2020

Sunrise Penyemangat Hari

 

Hobiku selain membaca dan menulis adalah fotografi. Yang sering saya ambil untuk difoto adalah bunga dan sunshine atau matahari terbit. Tidak jauh-jauh dari rumah. Hanya dari sekitar rumah saja. Saya tidak tahu hasilnya bagus apa tidak. Tetapi biasanya saya akan untuk update status what app saya. Bukan apa-apa saya merasa lebih semangat ketika saya menyaksikan sinar matahari terbit di pagi hari. Apalagi jika ada pemandangan yang berbeda atau unik dari peristiwa terbitnya matahari. 

Untuk memperoleh gambar-gambar sunrise biasanya saya bersiap setelah subuh. Kalau tidak mendung sekitar jam 05.00 matahari sudah mulai muncul di ufuk timur. Hanya dengan memakai kamera dari HP saya selalu mencoba mengabadikan peristiwa sunrise setiap pagi. Kadang awalnya cerah ternyata beberapa menit kemudian menjadi mendung dan terturup awan demikian pula sebaliknya.

Saya share gambar tersebut untuk memotivasi dan menyemangati diri sendiri. Kalau ada orang lain ikut menikmati dan termotivasi, alhamdulillah. Semoga yang saya share membawa manfaat bagi orang lain juga.




Sunday, 20 December 2020

Pentigraf : Liburan Nisa



Nisa menatap puas pada hasil pekerjaannya pagi ini. Tumpukan baju kotor dan pernak-perniknya kini tergantung rapi di jemuran. Siap melalui proses pengeringan. Matahari hari ini berkenan bersinar dengan cerah.Setelah beberapa hari bersembunyi di balik awan mendung dan bahkan hujan deras. Nisa menghela napas, menghembuskan lelah yang menerpa badannya setelah sepagian ini berkutat dengan pekerjaan rumah. Tetapi dia tersenyum penuh kebahagiaan. Pekerjaan yang ia tunda terus karena kesibukannya kini ia bisa lakukan. Hari Libur telah tiba. Dia sangat bahagia. Saatnya jalan-jalan? Saatnya refreshing?Bukan saatnya bekerja menata semuanya yang lama ditinggalkan.

Kini Nisa beranjak ke ruang dapurnya. Kotoran-kotoran bekas memasak masih berserakan. Daun-daun sayuran yang mengering. Kulit bawang merah dan bawang putih yang masih tersisa di potongan. Mata Nisa masih terus berkeliling mencari sasaran apalagi yang harus dibersihkan. Matanya menuju ke kompor gas yang sudah beberapa tahun dimilikinya. Kotor penuh sisa-sisa minyak cipratan memasak. Demikian pula keramik di bawahnya. Hitam kecoklatan menandakan lama tidak dibersihkan. Dengan siap Nisa mengambil lap yang biasa digunakan untuk membersihkan. Sigap bagai petugas kebersihan yang melihat sampah, demikian Nisa bekerja. Satu persatu masalah di dapur diselesaikannya.

Nisa mengusap peluh yang mulai menetes karena kepanasan dan kelelahan. Sedang asyik dengan pekerjaanya di dapur. Tiba-tiba anak semata wayangnya sudah berdiri di depannya. Menatap sayu sambil berkata "Kapan bersih-bersihnya selesai, Ma? Aku sudah lapar." Ha dilihatnya anaknya memelas meminta makan.Sepertinya ia sudah sanat lapar. OH Nisa terkaget sendiri. Sayuran yang akan dimasaknya masih rapi di tempatnya. Daging ayam yang dicucinya juga masih teronggok di wadahnya tanpa bumbu. Belum terjamah. Lho sejak tadi ia ngapain saja? Buru-buru ia menenangkan si buah hatinya untuk menunggu sebentar lagi. Rasa lelahnya hilang. Peluhnya diseka cepat. Ternyata pekerjaanya belum apa-apa. Masih banyak pekerjaan yang menunggunya. Kapan selesai beberesnya?!!

Friday, 18 December 2020

Membangun Branding Diri Lewat Blog dan Media Sosial

#Resume Kuliah ke 26 Belajar Menulis Gelombang 16



Pada perkuliahan malam dini disampaikan oleh seorang motivator pendidikan. Beliau adalah Bapak Namin AB Ibnu Solikhin. Beliau menyampaiakan materi tentang pentingnya branding diri melalui blog dan media sosial.

Pada tahun 2014 Pak Namin dan Om Jay bersama teman-teman menggagas berdirinya Komunitas Sejuta Guru Ngeblog, pada tahun 2014-2015 kami Komunitas Sejuta Guru Ngeblog memberikan Pelatihan Guru Ngeblog Gratis bagi guru di Jabodetabek. Program ini digagas dalam untuk menggerakan agar guru-guru mau menulis dan menggunakan internet dan teknologi sebagai pembelajaran. Selain itu kami juga memiliki impian agar para guru bisa aktif berkontribusi menjadi produsen digital dengan cara menulis konten edukasi setiap harinya.

Menurut beliau sudah saatnya guru menjadi produsen digital bukanlah lagi konsumen digital. Karena seperti yang kita pahami saat ini banyak sekali konten pornografi yang setiap harinya bisa menjadi monster dan predator yang sangat menyeramkan, yang bisa menyerang orang dewasa apalagi anak-anak. Indonesia termasuk Negara yang mengakses pornografi paling besar di dunia, kondisi seperti ini bisa menghancurkan masa depan generasi bangsa. Disinilah peran kita sebagi guru, berkontribusi menyelamatkan generasi bangsa dengan membuat konten edukasi yang kreatif.

Pak Namin mulai membangun Branding lewat blog sejak tahun 2014. Dan pada tahun 2015 beliau melaunching www.motivatorpendidikan.com. Seluruh konten tulisannya berisikan berbagai jenis program training yang beliau isi.

Membangun Branding memang tidak mudah, tapi jika kita sungguh-sungguh Insya Allah ada kemudahan. Membangun Branding juga harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki. Jangan coba-coba membangun Branding tertentu tapi tidak punya ilmunya. Membangun Branding melalui blog juga harus selaras dengan kepribadian kita di Blog, Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan.

Menulis konten kreatif di Blog dengan konsisten pada Branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus ditaati. Kala mau dikenal sebagai pakar pendidikan misalnya, ya sudah konsisten nulis hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Hingga akhirnya ketika orang berbicara “Motivator Pendidikan” mereka, Akhirnya akan mengingat “Namin AB Ibnu Solihin”. Ini contoh saja.

Menulis dan membangun Branding telah mengantarkan beliau keliling Indonesia, untuk mengisi berbagai training setidaknya dilebih dari 300 lembaga, sejak tahun 2014-sekarang. Lengkapnya materi membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial dapat dilihat pada link di bawah ini, baik dalam bentuk slide maupun video workshop.





Kita sering mendengar istilah Brand dan Branding, walau sepertinya mirip tapi sebenarnya memiliki perbedaan. Brand adalah merek yang dihasilkan melalui branding, lalu branding itu apa dong?

Branding adalah proses atau strategi yang dilakukan untuk membangun hubungan dengan para pembaca blog atau media sosial yang kita miliki.

Contoh membangun Bran dan Branding adalah sebagai berikut :

Contoh : Brand (Merek) Blog dan istagram motivatorpendidikan.com :

1. Nama Blog dan Instagram : motivatorpendidikan.com

2. Identitas (Logo dan tulisan dominan warna merah, yang mencerminkan nilai semat)

3. Fokus pada dunia pendidikan ( Training, Seminar dan Worksop)

4. Fokus Materi ( Training Guru Kreatif, Seminar Parenting, Motivasi Pelajar dan Mahasiswa, Branding Sekolah)

5. Konten tulisan berisi artikel pendidikan dan foto-foto kegiatan training.

Contoh Strategi yang dilakukan dalam membangun Branding Blog dan istagram motivatorpendidikan.com dengan cara :

1. Membuat blog dan media sosial yang mudah dibaca dan diingat oleh orang yaitu motivatorpendidikan.com

2. Mengisi konten Blog dan Media sosial dengan tulisan – tulisan yang berkaitan dengan dunia pendidikan, sehingga segmentasi jelas, bahwa pembaca yang akan berkunjung adalah mereka yang membutuhkan konten tersebut.

3. Membuat poster dan video yang berkaitan dengan motivasi pendidikan.

4. Membuat kaos yang bertuliskan motivatorpendidikan.com

5. Mengadakan pelatihan Gratis dari motivatorpendidikan.com sebagai sarana memperkenal Brand (merek)

6. Mengadakan perlombaan menulis buku yang diselenggarakan oleh motivatorpendidikan.com

7. Membagikan secara gratis ribuan video pendidikan kepada para follower atau peserta kegiatan seminar.

Unsur-unsur dalam branding diantaranya adalah:

a. Nama merek atau brand : Motivatorpendidikan.com

b. Logo (Tulisn dan Logo ).

c. Tampilan visual Blog dan Medsos (lihat website motivatorpendidikan.com, Simple, informati dan SEO Friendly).

d. Juru bicara (Namin AB Ibnu Solihin : Founder motivatorpendidikan.com).

e. Suara (Memiliki ciri khas ketika membuka sebuah training).

f.Slogan/Tagline/Akronim: Teacher Learning Partners).

Jika kita sudah berhasil membangun Branding, maka kita sebagi founder secara personal juga terbangun brandingnya, maka dikenal dengan istilah personal branding. Public akan mengenal dari merek kita, cara bicara kita, pembawaan kita saat menyampaikan seminar, dan cara berpakaian.

Personal Branding dari merek yang kita miliki, eh kamu tahu tidak website motivatorpendidikan.com, oh aku tahu tuh itu kan yang punya Pak.Namin AB Ibnu Solihin.

Oh iya, kalau mau membangun branding sekali lagi harus totalitas dari banyak hal ya, termasuk nama email contoh : infomotivatorpendidikan@gmail.com

Sebagai latihan membuat Branding  isi bkita diberikan tantangan untuk mengisi informasi  di bawah ini :

Nama Blog :

Konten Blog Tentang : 

Nama Instagram :

Nama Facebook.

Alamat Email :

Warna Khas :

Slogan/Tagline/Akronim :

Bahwa membranding diri kita untuk dikenal orang lain, itu sangat penting. Nama kita akan di kenal siapa ketika nama kita di ketik di papan pencarian mbah google. Semoga pertemuan terakhir ini, bisa membuat kita mempunyai branding sendiri. Demikian harapan moderator dan ditutup kata motivasi dari Pak Namin "Tetaplah bersemangat untuk menjadi pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan meneladani." menjadi penutup seluruh pemaparan materi branding malam ini.

Thursday, 17 December 2020

Kamis Menulis : Cerpen "Harta Karun Ibu"


 

Harta Karun Ibu

Oleh:  Suyati


Wajah ibu berbinar-binar ketika aku ketemu beliau setelah pulang sekolah. Tumben ibu terlihat gembira menghadapi tumpukan cucian baju yang ada di depannya. "Ada apa nih Ibu. Kok kelihatan gembira sekali.", Aku penasaran dengan wajah sumringah Ibu.

"Tahu nggak mba, Ibu baru menemukan harta harun." Mata Ibu berbinar mengatakan kalimat tersebut. 

"Harta karun Bu? Di mana? Mau lihat ah." Balasku penasaran.

"Nih,Ibu menemukan ini. Rasanya senang sekali. Sudah tanggal tua,dapat beginian. Duh senangnya." Kata Ibu sambil menunjukkan beberapa lembar uang puluhan ribu merah dan lima ribuan. Uang itu nampak masih basah di tangan Ibu.

"Ini harta karun Ibu?" Penasaran aku memegang uang yang ada di tangan ibu. Ada uang sejumlah 30 ribu kertas, dalam kondisi basah."Ibu menemukan ini di mana?" tanyaku mengulang rasa penasaranku.

"Tuh di baju cucian Ibu. Ada di kantong celana Bapak. Mungkin Bapak lupa kali ya?" tanya Ibu balik kepadaku. Ibu nampak sekali bahagia mendapatkan uang tersebut. "Lumayan kan bisa buat nambah uang belanja ibu di akhir bulan. Kayak menemukan harta karun." ujar Ibu tersenyum.

Aku memandang Ibu yang kelihatan begitu gembira menemukan uang Bapak yang lupa diambil ketika mau dicuci oleh Ibu. Tak menduga apa yang dilakukan Bapak menyengaja menyelipkan uang di celananya yang akan dicuci Ibu membuat Ibu begitu gembira. Kata Bapak hal yang tak terduga itu menggembirakan. Coba nanti kamu perhatikan reaksi Ibu," kata Bapak ketika itu.

Ternyata benar reaksi ibu luar biasa. Malah beliau menganggapnya sebagai harta karun. Ketika Bapak pulang dan ibu bercerita dengan antusias. Ibu menceritakan tentang uang temuannya dengan antusias kepada Bapak.

"Pak boleh uang itu dipakai Ibu untuk tambah belanja ya?" tanya Ibu meminta izin Bapak. 

"Tentu, Bu. Itu sudah menjadi uang Ibu sekarang." jawab Bapak mengiyakan. 

Bapak memandangku dan kami tersenyum. Tak lupa Bapak acungkan jempolnya. Sejak itu Bapak sering menyengaja meninggalkan beberapa lembar uang di celananya atau di bajunya yang akan dicuci ibu. Aku pun kadang mengikutinya walau pun hanya beberapa lembar uang lima ribuan. Binar mata Ibu ketika menemukan uang-uang itu memang sangat berharga buat kami. Semoga Ibu selalu berbahagia dengan kejutan-kejutan kecil "harta karun"nya.


Purbalingga, 17 Desember 2020.

#Kamis Menulis

Mencoba menulis cerpen. Salam lierasi. Selamat membaca.



 

Wednesday, 16 December 2020

Cara Tulis dan TataTertib Penulisan

 




Assalamu'alaikum wr wb

Selamat pagi pembaca. Saya sengaja mempostingkan ulang materi tentang cara tulis dan tata tertib penulisan ini di blog. Selain untuk menyimpan memori akan ilmunya. Biasanya kalau di simpan di HP dalam bentuk pesan WA suatu saat akan dihapus chatnya karena kaitannya dengan berkurangnya memori HP. Pengalaman pribadi he he. Nah sayangkan ilmu yang luar biasa terhapus begitu saja.

Sengaja saya tidak meresumenya karena hampir semua isinya adalah ilmu kepenulisan. Kalau Anda mau membuat kesimpulan silahkan simpulkan sendiri ya setelah membaca ini. Jangan lupa dipraktikkan. Karena sesungguhnya tujuan penyampaian materi ini adalah untuk memperbaiki cara kita menulis. Selamat menulis. Salam literasi.

Materi #5 KMK 10

Cara tulis dan tata tertib penulisan

Oleh : Agung Purnomo


Dalam tulis-menulis, apalagi menulis buku, mungkin penulis sering luput dalam penulisan huruf karena terlalu fokus pada kualitas kontennya, bukan teknik menulisnya.

Pernahkah kita merasa ketika ingin menulis buku, ada sesuatu yang kurang pas? Biasanya hal tersebut dilahirkan dari kecemasan kita terhadap konten yang kita tulis. Ya, kita takut bilamana tulisan kita tidak menarik minat para pembaca. Hal itu dapat disebabkan oleh konten yang kurang menarik ataupun bahasa yang terlalu kaku.

Oleh sebab itu, biasanya penulis melakukan pengecualian terhadap teknik menulis buku sesuai kaidah. Dalam kata lain, penulis melakukan kesengajaan dalam melanggar kaidah menulis buku secara terstruktur. Meskipun tidak sepenuhnya kasusnya semacam itu, karena ada juga penulis yang belum begitu memahami kaidah penulisan yang baik dan benar.

Salah satu kaidah penulisan yang sudah tergantung dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah tata cara penulisan huruf. Tata cara penulisan huruf adalah salah satu kaidah paling dasar dalam EYD, sehingga terkadang para penulis menyepelekannya.

Walaupun tata cara penulisan huruf adalah hal yang bersifat mikro dalam menulis buku, tetap saja tata cara ini dianggap penting. Ibarat kata, tidak akan ada 1 juta rupiah jika tidak ada 1 rupiah didalamnya. Apalagi dalam penulisan yang bertemakan ilmiah, tata cara kecil ini harus dijunjung tinggi demi mendapatkan kualitas yang tinggi.

Dalam tata cara penulisan huruf, ada dua penulisan huruf yang menjadi fokus kita. Yang pertama, adalah penggunaan huruf kapital atau sering kita sebut huruf induk. Yang kedua, adalah penggunaan huruf miring atau secara universal disebut italic. Berikut ini tata cara penulisan huruf yang wajib kita ketahui:

A. Cara Penulisan Huruf Kapital Yang Benar

1. Huruf kapital digunakan sebagai penggunaan huruf pertama dalam ungkapan yang berkaitan dengan hal-hal keagamaan, kitab suci, nama Tuhan termasuk kata gantinya.

Contohnya:

– Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya.

– Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.

2. Huruf kapital digunakan sebagai hurufpertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.

Contohnya:

– Imam Syafi’I, Haji Agus Salim, Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Adapun beberapa perhatian khusus, seperti dalam kalimat ini :

– Dua tahun berikutnya, dosen kami akan berangkat haji.

– Hassanuddin, sultan Makassar, digelari Ayam Jantan dari Timur.

3. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang pemangku jabatan.

Contohnya:

– Walikota Tri Rismaharini, Gubernur Ahok

– Menteri Pendidikan Anis Baswedan, Menteri Bambang Sudibyo

– Profesor Soepomo, Letnan Jenderal Djoko Santoso, Letjen Suprapto

Adapun beberapa perhatian khusus, seperti dalam kalimat ini :

– Siapakah walikota yang baru dilantik itu?

– Dua hari yang lalu, Mayor Jenderal Djoko Santoso baru diangkat menjadi letnan jenderal.

4. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama orang.

Contohnya:

– Muchamad Resya Firmansyah, Arum Sulistyowati, Sri Handayani, Patrick Simamora, Alan            Budi Kusuma, Giovanni Putri Astuti, Bambang Sutrisno, Rhendy Sapta Wardhana

Adapun beberapa pengecualian dalam nama orang, karena latar belakang keluarga                 ataupun budaya pemilik nama seperti :

– LeBron James, Leonardo DiCaprio

5. Huruf Kapital digunakan sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.

Contohnya :

– bangsa Indonesia, suku Dayak, bahasa Jepang

Adapun perhatian khusus dalam penyusunan kalimat, seperti :

– . . . mengindonesiakan kata-kata asing.

– Jangan keinggris-inggrisan!

6. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.

Contohnya :

– tahun Hijrah, bulan Oktober, hari Galungan, Jum’at Kliwon, hari Natal, Perang Tabuk, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Adapun perhatian khusus dalam penyusunan kalimat, seperti :

– Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada . . .

– Perkembangan teknologi nuklir memicu resiko pecahnya perang . . .

7. Huruf kapital digunakan sebagai nama khas geografi.

Contohnya :

– Asia Tenggara, Sungai Nil, Kali Opak, Lembah Baliem, DKI Jakarta, Jabotabek, Kota Pelajar, Daerah Istimewa Yogyakarta

Adapun perhatian khusus seperti :

– . . . mereka pun akhirnya pergi ke selatan.

– Mandi di kali adalah kebiasaan masyarakat . . .

8. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintahan, organisasi, ketatanegaraan, dan nama dokumen resmi, serta sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna.

Contohnya :

– Undang Undang Dasar 1945 (UUD 45)

– Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

– Kementrian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi

– Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

– Palang Merah Indonesia (PMI)

– Rancangan Undang-Undang Kepegawaian

– Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 57, Tahun 2004

Adapun beberapa perhatian khusus, antara lain :

– Pemerinttah republik kita telah menyepakati . . .

– . . . menurut undang-undang yang berlaku, guru . . .

– . . . kasus suap dalam beberapa lembaga badan hukum.

9. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata partikel seperti di, ke, dari, untuk, dan yang, yang tidak pada posisi awal.Contohnya :

– Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

– Bacalah majalah Bahasa dan Sastra

– Yadi adalah wartawan koran Jawa Pos

10. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan khusus.Contoh :

– S.S. sarjana sastra

– Prof. professor

– S.pd.                   sarjana pendidikan

– M.A.                   master of arts

  – Tn.                       tuan

– Bpk.                    bapak

– Ny.                      nyonya

– Sdr.                     Saudara

Adapun perhatian khusus dalam pemberian huruf kapital dalam gelar adalah dokter dan doktor:

– Dr. digunakan kepada seseorang yang telah menempuh pendidikan hingga lulus strata tiga (S3). Misalnya : Dr. Eko Setyo Humanika, M.Hum.

– Sedangkan penggunaan dr. digunakan kepada seorang ahli penyakit yang telah menempuh pendidikan profesi dokter. Misalnya : dr. Erwin Santosa

– Untuk menghindari kesalahpahaman dalam penulisan dalam awal kalimat, disarankan untuk tidak menggunakan singkatan. Misalnya : “. . . penyakit tersebut. Dokter Muchlis akhirnya memutuskan untuk . . .”, bukan “. . . penyakit tersebut. Dr. Muchlis akhirnya memutuskan untuk . . .” ataupun “. . . kasus tersebut. dr. Muchlis akhirnya memutuskan untuk . . .”

11. Huruf kapital digunakan khusus sebagai huruf pertama kata ganti Anda.

Contohnya :

– Sudahkah Anda tahu?

– . . . gagal. Maka dari itu, Anda tidak wajib . . .

– Jamu ini sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh Anda.

12. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama pada awal kalimat.

Contohnya :

– Mereka pergi ke seminar tersebut menggunakan angkutan umum.

– Akan tetapi, para pemimpin dunia saat itu tidak menyepakati . . .

13. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama petikan langsung.

Contohnya :

– Akupun bertanya pada diri sendiri, “Apakah setelah lulus nanti dia akan pergi?”

– “Kemana saja kau dari kemarin??”, katanya.

14. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman, yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.

Contohnya :

– “Kapan Bapak berangkat?” tanya Siti.

– Karin bertanya,”itu apa, Pak?”

Adapun perhatian khusus seperti :

– Sebagai anak yang berbakti, wajib hukumnya untuk menghormati bapak dan ibu kita.


B. Teknik menulis huruf miring



Demikian materi sedikit tentang ejaan yang kadang dipandang sepele namun cukup mengganggu  pandangan pembaca yang pada akhirnya pembaca tak tertarik dengan tulisan kita.

Kita harus menyajikan tulisan yang tepat dan disukai pembaca. Tulisan kita harus memikat. Apa yang mesti kita lakukan? Berikutbeberapa hal yang harus diperhatikan untuk memikat pembaca:

  • Tulisan harus rapi memahami fungsi tanda baca dan kaidah penulisan yang benar. 
  • Menggunakan bahasa yang sesuai dengan target pembaca. Pilihlah kalimat-kalimat yang memancing daya imajinasi dan emosional pembaca.
  • Tidak mengulangi kata-kata yang sama dalam satu kalimat serta gunakan padanan kata yang  lain
  • Kuatkan data (sumber) artinya pilih data-data yang kuat untuk menjelaskan satu pembahasan.
  • Posisikan diri sebagai pembaca. Bagaimana seandainya kamu membaca tulisan sendiri.

Terus, kenapa ide suka loncat-loncat, kesana kemari, alias tidak  konsisten dan gak karuan. Pernah ngalamin kek gini? saya pernah...

Saya katakan pasti diawal Anda akan mengalami kondisi ini, sadar atau tidak. Biasanya muncul saat proses penulisan sebuah buku, "Satu ide belum selesai muncul ide berikutnya dan begitu seterusnya."

Dalam menulis saya percaya dengan prinsip ini, "makin banyak memberi makin banyak menerima." atau pernyataan, "kerja keras enggak akan pernah mengkhianati hasil."

Memberi nilai lebih, kerja lebih keras dan sabar yang kuat dalam belajar dan komitmen itulah nasihat yang diajarkan oleh Jack Ma, untuk mencapai kesuksesan di era ini. Lemahnya kesabaran. Ingin cepat sukses. Tidak fokus, loncat kesana-kemari. Lemahnya daya juang alias gampang nyerah, membuat banyak para pemula gagal di pertengahan jalan, termasuk saat mengawali diri berproses untuk menulis.

Lagi banyak ide tapi  kebingungan gimana nulisnya. Udah nulis tapi di tengah  jalan bingung dan mentok, mandeg...

Malah, tulisan belum juga tuntas, tiba-tiba muncul ide baru. Efeknya merasa bahwa  ide baru lebih bagus dari ide lama yang udah ditulis setengah jalan. Celakanya kondisi justru membuat kita  gampang move on alias gampang loncat pindah menulis ke ide baru, meninggalkan tulisan lama yang dianggap udah gak bagus. Gak menarik lagi untuk dilanjutkan.

Alhasil tulisan lama mangkrak gak tuntas. Jika ini yang sedang dialami oleh teman-teman, saya akan sampaikan bahwa Anda sedang diserang penyakit berbahaya. Penyakit yang biasa menyerang penulis pemula. Penyakit yang bisa menghambat para pemula untuk fokus dan  lebih produktif dalam berkarya... Ini penyakit laten.

Pertama: Tidak selektif dalam memilih ide. 

Tidak semua ide itu bagus, bisa jadi itu adalah ujian. Mengapa saya bilang begitu? Sederhananya begini. Jika setiap ide yang mucul Anda turuti tanpa berpikir matang maka yang ada Anda akan diombang-ambingkan oleh ide baru yang selalu muncul setiap saat. Ingat, pikiran kita tidak pernah berhenti menghasilkan ide.

Kabar buruknya, jika kita selalu menuruti ide baru yang tiba-tiba mucul, tulisan yang sudah digarap bisa dengan mudah ditinggalkan begitu saja. Dengan alasan sudah tidak relevan, tidak menarik, gak ada feel lagi buat lanjut nulis.

Solusinya, Anda harus pilih ide dan tetap fokus sampai ide tersebut mewujud menjadi karya. Sampai tulisan tuntas.

"Menuntaskan tulisan jauh lebih baik dari pada tulisan yang dianggap sempurna, namun tidak pernah selesai."

Kedua: Muncul Ide yang Tidak Nyambung  dengan Tulisan Sebelumnya. 

Untuk mengatasinya, selalu awali dengan pertanyaan apa hubungannya ide baru ini dengan ide sudah ditulis?

Jika diawali dengan "pertanyaan" tersebut maka ide yang tiba-tiba muncul justru akan menjadi penambah sudut pandangan baru pada tulisan yang sedang ditulis. Cakupan menjadi lebih luas. Bukan malah ditinggalkan.

Ketiga: Tidak Membuat Titik Fokus. 

Jika yang disampaikan tidak punya fokus, tulisan jadi kabur. Tidak tepat sasaran. Bahasan jadi kesana-kemari. Menulis itu harus fokus pada satu titik sasaran. Fokusnya pada tujuan atau nilai yang ingin disampaikan.

Misalnya, saat Anda ingin menulis yang tujuannya untuk memberikan orang motivasi dalam berbisnis, maka fokus pada menyampaikan masalah itu saja.

Catatan penting, pisahkan antara menulis dan mengoreksi (membaca ulang tulisan), jangan sampai bersamaan. Tuntaskan tulisan lebih dulu baru koreksi. 

Sebab, membaca, menulis, dan mengoreksi hasil tulisan adalah bagian berbeda. Pikiran kita tidak bisa melakukan itu secara bersamaan.

Monday, 14 December 2020

MEMILIH DIKSI YANG TEPAT

MEMILIH DIKSI YANG TEPAT

disampaikan oleh Kak Peny dalam Materi ke-3 KMK 10

Ahad, 13 Desember 2020



Hal yang penting untuk diperhatikan dalam menulis adalah diksi. Jika diksi yang dipilih terlihat kurang tepat atau terkesan aneh saat dibaca, maka otomatis pembaca akan langsung meninggalkan tulisan tersebut.  Seorang penulis, baik pemula maupun sudah lama, pasti selalu memikirkan masalah diksi. Tulisan yang dibiarkan dengan diksi aneh sejak awal menulis akan menjadi sulit untuk di-edit nantinya.

Diksi adalah pemilihan kata. Ungkapan kata yang ditulis haruslah dipahami oleh pembaca dengan tepat. Untuk itulah, seorang penulis harus bisa memilih diksi yang tepat untuk tulisannya. Pemilihan kata di sini harus memperhatikan kaidah makna, kaidah kalimat, kaidah sosial dan kaidah karang-mengarang.

Setiap kata terdiri atas dua aspek, yaitu bentuk dan makna. Bentuk merupakan sesuatu yang dapat diinderai, dilihat, atau didengar. Makna merupakan sesuatu yang dapat menimbulkan reaksi dalam pikiran kita karena rangsangan bentuk.

Penggunaan Diksi Yang Tepat

Ketika ingin menulis sebuah tulisan menarik, pastinya perlu untuk menggunakan diksi yang terbaik sehingga mampu untuk memberikan banyak sekali tulisan terbaik. Diksi yang digunakan dalam sebuah tulisan memang banyak sekali sehingga perlu sekali untuk memperhatikan penggunaan diksi yang tepat. Oleh karenanya dapat menjadikan sebuah tulisan lebih enak dibaca dan mudah dipahami oleh pembaca. Penggunaan diksi yang digunakan dalam tulisan perlu untuk memperhatikan struktur kalimat serta memperhatikan keselarasan dengan inti tulisan. Sebab banyak sekali diksi yang berbeda dengan hal yang baru sehingga memang perlu untuk selalu menggunakan diksi yang terbaik agar pembaca dapat memahami isi dalam tulisan yang digunakan.

Kalau selama ini kita sering bertanya-tanya, merasa aneh sendirl saat membaca kata-kata ajaib seorang penulis, hingga muncul pertanyaan, "kok bisa yah," bikin kalimat dalem gitu !!!

Gimana sih caranya? 

Caranya paling umum adalah banyak baca, belajar mengolah kata, mengganti kosa kata, dll. Tapi, belakangan ini, saya berpikir lagi, malah sata sering sekali menemukan suatu kalimat, paragraf, yang rasanya, tersusun kata-kata yang biasa saja. Tapi, begitu menjadi kesatuan yang utuh, kok nusuk rasanya. #jleb

"Ingin rasanya aku ikut berlari, berteriak agar kau kembali, mencengkeram bahumu agar kau tahu aku ada di sini. Namun, bahasaku tinggal rasa. Dan entah bagaimana caranya agar rasa bisa bersuara jika raga tak lagi ada. Aku hanya ingin merengkuhmu. Adakah e…

5 Langkah Cepat Menulis Puisi Untuk Pemula :

1. Memanfaatkan Suasana Hati

Dalam menulis, kita harus fokus dengan apa yang ingin kita tulis, seperti menulis artikel, buku, cerpen, atau novel. Begitu juga dengan menulis puisi yang justru menurut saya lebih rumit karena harus menghasilkan kata-kata yang imajinatif dan bermakna mendalam. Untuk itu, memanfaatkan suasana hati menjadi lebih penting agar kata demi kata yang kita hasilkan lebih bermakna dan mendalam.

Sebagai contoh, jika kita memiliki suasana hati yang sedih, menyayat, dan galau berat, maka cobalah menulis puisi. Di saat seperti ini biasanya banyak terlintas kata-kata bermakna yang terlintas dalam pikiran kita. Namun, ketika bahagia pun juga seperti itu terkadang terdapat ide brilian yang terlintas dalam pikiran kita. Nah, manfaatkanlah momen-momen ini agar kita lebih mudah untuk merangkai kata demi kata dalam menulis puisi karena hakikatnya menulis puisi adalah membawa perasaan dalam menulisnya.

2 Menentukan Tema

Tema merupakan sebuah gagasan yang kita tuangkan dalam bentuk puisi dan alangkah lebih baiknya menulis puisi sesuai dengan tema yang paling kita sukai. Banyak orang yang ahli dalam menulis puisi, namun belum tentu menguasai semua tema yang ada. Misalkan, kita ahli dalam menulis puisi tentang cinta, tapi belum tentu kita ahli juga dalam membuat puisi cinta, begitupun sebaliknya.

Jadi, dalam menulis puisi sebaiknya sesuaikan dengan karakter kita masing-masing. .

3 Memilih Diksi

Diksi merupakan pilihan kata yang digunakan dalam penulisan puisi. Pemilihan kata-kata ini harus dilakukan secara cermat, sehingga nantinya puisi yang dibuat dapat menyampaikan makna dan tujuan kita secara tepat. Diksi ini juga meliputi pemakaian gaya bahasa, sehingga karya yang dibuat akan memiliki nilai estetik yang tinggi. 

Dalam membuat diksi, sebaiknya berhubungan dengan tema puisi yang dibuat, diksi yang dibuat juga harus unik, menarik, serta memiliki makna yang kuat dan mendalam.

4 Menggunakan Citraan/ Imaji

Untuk memberikan gambaran yang jelas dan menimbulkan suasana yang hidup serta menarik, kita harus sering menggunakan gambaran angan. Nah, gambaran angan ini disebut dengan citraan (imagery). Citraan atau pengimajian adalah gambar-gambar dalam pikiran atau gambaran angan si penyair. Setiap gambar pikiran ini disebut citra atau imaji (image). Gambaran pikiran ini sebuah efek dalam pikiran yang menyerupai gambaran yang dihasilkan oleh penangkapan kita terhadap sebuah obyek yang dapat dilihat oleh mata (indera penglihatan). Citraan ini tidak membuat kesan baru dalam pikiran.

5. Menulis Puisi

Setelah keempat langkah di atas dilakukan, maka kita sudah bisa membuat sebuah puisi yang dimulai dari inspirasi yang telah kita dapatkan. 

SELAMAT MENCOBA

Sekarang mari kita latihan, membuat diksi sesuai konsep di atas.

Contoh 1: ANAK.

1. deskripsi: Anak bagiku seperti jiwa yang kuletakkan pada tubuh asing.

2. kata terkait: Aku melihat kehidupanku pada cara anakku belajar berjalan.

Nggak usah dipuitis-puitiskan, kan yang penting mewakili konsep kita. Bukan konsep umum.

Contoh 2: Hidup: menyuap udara; saat satu tarikan udara terasa melelahkan, kematian menjadi yang didamba.

Contoh 3: Rindu: rindu bukan tentang jarak, tapi hati yg teresonansi.

Tentang MAKAN, bisa bermakna cara mendapatkannya atau malah DAMPAK pada sistem tubuh kita. Nah, penulis yang perenung, dia bukan hanya membahas kerumitan KULIT tapi juga.

Contoh 4: Takut

Takut itu bukan saat kau melihat setan. takut itu saat kau menatap wajah pulas anak-anakmu, dan kau tak bisa memastikan kau akan selalu ada menjaga mereka.

Contoh 5: UANG. Apa susahnya membuat konsep UANG. Anak SD bilang: Uang adalah recehan seplastik yang diberikan ibuk untuk kuhabiskan sehari ini. Anak SMP: Uang adalah jumlah rupiah tak adil dari ibu yang mesti pintar kubagi antara pulsa, makan dikantin, dan malam mingguan. SEORANG BAPAK: Uang adalah setiap sen yang bisa kukumpulkan dengan susah payah dan kubagi dengan hati-hati. 

Nah kaaaaaaaan….nggak rumit…butuh jujur aja.

Contoh 6:

Bawang: sesuatu yang kemarin kautemui di dapur mungilmu dan hari ini menggelisahkan presidenmu lebih dari persiapan Pemilu.

Nah, begitu. Silakan membuat kesimpulan dan penutup sendiri. Intinya semua teknik seperti yang digunakan penulis-penulis hebat itu bisa dipelajari. 

Meski nggak mudah. Tapi saya yakin, semakin kita belajar dan berlatih, semakin lancar kita menggunakan diksi yang keren dalam tulisan kita.

Diksi itu sangat penting dalam hal dunia kepenulisan. 

Penulisan naskah fiksi dan nonfiksi memiliki perbedaan yang mencolok dari segi diksi. Tentu kita tidak mungkin menempatkan diksi super-ilmiah di tulisan novel teenlit, atau meletakkan diksi santai atau nyastra di sebuah karya tulis ilmiah. Maka, inilah pentingnya memahami di kursi mana kita duduk, menulis apakah kita, lantas menentukan diksi yang harus digunakan.

Ada sebuah slogan yang bagus dalam memilih diksi; jelas, sesuai, dan menarik.

Jelas: berarti diksi yang digunakan dapat dipahami pembaca. Misal, kalian menggunakan kata ‘puppy’ daripada ‘anjing’ atau ‘binatang’. Ya, memang itu spesifik dan jelas, tapi tidak semua orang mengetahuinya. Maka, jangan lupakan segmen pembaca dan mempertimbangkan apakah semua orang dapat memahami maknanya. Jika dirasa tidak bisa dipahami semua lapisan, ada baiknya membuat catatan kaki atau memakai diksi lain yang lebih mudah dimengerti.

Sesuai: Ini sama dengan yang saya jelaskan sebelumnya. Diksi harus sesuai dengan jenis tulisan. Tidak mungkin membuat diksi yang puitis untuk makalah atau skripsi, dan tidak mungkin menggunakan diksi yang formal untuk menulis puisi.

Menarik: ada beberapa diksi yang maksudnya sama, namun jika diterapkan mengakibatkan ‘rasa’ yang berbeda. Contoh: dia menangis akan kalah menarik dengan air matanya bergulir menuruni pipi.

Ya benar kamu itu harus tau arti dan makna dari setiap kata yg kamu tuliskan, bnyak yg bisa kamu pelajari bisa dari mengolah kata, merangkai kata dan cari seputar info lebih lengkap mengenai diksi. 

Tidak, pemilihan diksi itu tergantung dari penulisnya itu sendiri. Karena masing-masing penulis memiliki arti makna yang berbeda.

Teknis Mengemas Paragraf Menarik

 MATERI #4 KMK 10

Teknik Mengemas Paragraf Menarik

oleh Agung Purnomo


Selain membuat diksi-diksi yang apik dan mengemas judul yang diminati pembaca bahkan memicu penjualan, yang mesti kita pelajari dalam mengembangkan skill nulis adalah membuat paragraf. Mau tidak mau, paragraf yang menarik akan membuat pembaca betah berlama-lama membaca tulisan Anda. 

Lalu, gimana caranya membuat paragraf yang menarik? Teknik menulis ini membutuhkan ketelatenan, ketekunan, dan ketelitian.

Paragraf menarik adalah yang enak untuk dibaca, mudah dipahami, dan tidak membosankan.

Sayangnya tidak banyak orang mudah melakukannya. Terutama penulis pemula. Jangankan menulis satu karya, menulis satu paragraf pun kesulitan. Iya kan?

Kita bisa melakukan dengan mengutip salah satu sumber referensi yang kita baca. Bisa juga kita menuliskan kalimat yang menarik menurut kita.

Dalam ilmu jurnalistik sih, ada istilah teras berita atau yang biasa disebut dengan LEAD. Pertanyaannya, "Gimana seandainya kita merasa kesulitan bikin paragraf pembuka?"

Ini rumusnya:

A. Teknik Menulis Paragraf Pembuka

Sesuai dengan namanya, paragraf pembuka ditulis sebagai kalimat pembuka. Sebagai paragraf pembuka, seorang penulis diuji kemampuannya dengan menyampaikan kalimat yang tidak berbelit-belit. Paragraf pertama harus memiliki kekuatan.

Tujuannya agar pembaca tertarik, penasaran, dan melanjutkan membaca ke paragraf kedua.

Paragraf pertama sengaja dikemas agar menarik pembaca. Poin ini tidak hanya diterapkan dalam teknik menulis buku, juga bisa diterapkan ke tulisan lain, seperti artikel dan copywriting .

Pembuka yang menarik akan mempengaruhi banyak sedikitnya pembaca. Berikut beberapa paragaraf yang menarik:

 1.Memulai dengan pertanyaan

Pertanyaan selalu menimbulkan rasa ingin tahu dalam diri pembaca serta mengajak kita semua untuk berpikir lebih dalam tentang suatu hal. Pertanyaan juga bisa bersifat retoris maupun mengangkat tema yang umum dalam masyarakat, seperti politik, agama, sosial, ekonomi, dan banyak lagi.

Contoh:

Berapa banyak balita yang menderita kurang gizi? Berapa banyak rakyat dari kalangan atas yang menderita obesitas dan sindrom metabolik? Kita hidup di sebuah negara yang ironis di mana dua masalah gizi sama-sama menjadi permasalahan besar yang harus dipecahkan oleh seluruh tenaga kesehatan.

2. Memulai dengan konflik atau permasalahan

Pembaca cenderung tertarik setelah mereka mengetahui gambaran permasalahan secara keseluruhan. Pembaca akan merasa tidak perlu banyak waktu untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang mereka baca. Konflik bisa juga dinyatakan dengan fakta umum, misalnya hasil sebuah riset atau survei.

Contoh:

Indonesia masih berkutat dengan tingginya angka kematian akibat penyakit infeksi tahun ini. Tuberkulosis masih menempati urutan pertama penyumbang penyakit infeksi terbesar, diikuti dengan kolera, malaria, dan demam berdarah. Berada di wilayah tropis tak bisa lagi dijadikan satu-satunya alasan kejadian penyakit infeksi, melainkan juga sanitasi yang sepertinya memang kurang diperhatikan di Indonesia.

3.Mengulangi judul dalam paragraf pertama

Bagi penulis yang telah menentukan judul tulisannya terlebih dahulu, bisa memasukkannya pada awal kalimat suatu paragraf. Unsur dalam judul tidak harus ditulis lengkap, melainkan bisa ditulis sebagian saja. Hal ini dapat memberi kesan adanya hubungan antara judul dengan keseluruhan tulisan.

Contoh:

Adakah yang salah dengan senja? Dengan semburat warna jingga keemasannya yang indah? Ataukah aku yang selama ini salah menilai senja?

(Paragraf pertama dalam cerpen berjudul Muslihat Senja)

4. Memulai dengan tindakan

Melalui sebuah tindakan yang nyata, pembaca digiring untuk turut merasakan suasana yang ingin diciptakan oleh penulis. Tindakan memberikan kesan tidak bertele-tele dan membosankan sehingga menjadikan paragraf menarik untuk dibaca.

Contoh:

Seorang pencuri berlari dari kejaran dua orang berseragam polisi. Pencuri itu menerobos kerumunan orang yang tengah menyaksikan sebuah pertunjukan sulap. Lalu ia menikung ke kiri menuruni tangga menuju pasar tradisional dan bersembunyi di bawah meja sebuah kios yang gelap dan sesak tak. Ia mengintip melalui celah kayu yang sudah lapuk, tampak dua polisi tadi berlari melewatinya. Pencuri itu kini bisa bernapas lega.

 5. Menggambarkan karakter

Karakter adalah unsur intrinsik terpenting dari sebuah cerita. Melebihi tema, alur, dan latar, sebuah karakter membangun cerita menjadi lebih kokoh. Tak jarang pembaca terlebih dahulu jatuh hati pada karakter daripada isi dari cerita itu sendiri.

Contoh:

Anak lelaki kecil itu muncul setiap pagi di perempatan Pucang, siang di perempatan Dharmawangsa dan sore di perempatan Kertajaya. Kerjanya bergelut dengan jalanan dan asam pahit kehidupan. Meski demikian, dengan koran dan kaleng di tangannya yang kusam, sorot matanya tetap memancarkan semangat kehidupan. Kudengar anak-anak yang lain menjulukinya ‘Si Mata Sipit’.

 6. Menghindari latar belakang dalam kalimat awal

Latar belakang tempat dan waktu sering digunakan penulis amatir untuk memulai paragraf. Padahal salah satu cara membuat paragraf yang menarik adalah dengan menghindari hal tersebut. Di bawah ini adalah contoh paragraf yang harus dihindari penulisannya.

Contoh:

Pada suatu pagi yang cerah, angin berembus sepoi-sepoi. Ombak bergulung menuju tepi. Aku sangat menikmati pagi yang segar di pinggir pantai.

 7. Menggunakan sebuah kutipan

Sebuah kutipan yang arif dapat membangkitkan perasaan pembaca. Kalian bisa mengutip dari novel, puisi, atau kata-kata orang yang terkenal. Kutipan tersebut bisa menggunakan bahasa Indonesia maupun asing disertai dengan sumbernya.

Contoh:

Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan Bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

(Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono)

8. Memulai dengan dialog

Dialog antarkarakter membuat paragraf menjadi lebih hidup. Dibandingkan dengan narasi, dialog lebih tidak membosankan. Akan tetapi, hendaknya kalian hanya menggunakan dialog yang benar-benar penting dalam membentuk jalan cerita. Jangan gunakan dialog yang tak berarti.

Contoh:

“Aku mau pergi. Aku mau merantau saja di negeri orang. Mungkin di Cina, Jepang, atau Amerika sekalian. Pokoknya aku mau pergi jauh dari sini,” ujar Budiman sambil meneguk secangkir kopinya yang mengepul.

“Memangnya gampang merantau di negeri orang? Siapa tahu kamu malah jadi gelandangan di sana,” Andi menanggapi pernyataan temannya dengan sinis.

“Tidak. Aku sudah bertekad. Paling tidak di sana tidak ada yang mengenalku, tidak ada yang akan menghakimiku. Di sana peluang masih terbuka lebar untukku. Pokonya aku akan berangkat bulan ini juga setelah pasporku selesai.”

9. Buka pikiran atau ingatan pembaca

Membuka pikiran (ingatan) pembaca adalah teknik pembukaan yang ampuh. Cara ini bisa dilakukan dengan menggunakan kata-kata seperti Bayangkan…, Apa jadinya…, Apakah anda ingat ketika…, dan sebagainya.

Kedua Paragraf Pengembang

Dilihat dari fungsinya sih sebagai kalimat penjelas. Kalimat yang menerangkan lebih detail dan menjelaskan dari topik yang ingin disampaikan. Sebagai paragraf pengembang, maka tulisan yang ditulispun harus runtut . Setidaknya paragraf satu dengan paragraf lain harus saling berkaitan satu sama lain.

Fungsi paragraf pengembang saat menulis buku tidak hanya nyambung, tetapi juga logis. 

Wajar jika selama proses penulisan, seorang penulis mampu mengemukakan inti dari persoalan yang akan dikupas. 

Tanpa tahu inti permasalahan, tulisan kita akan terasa hambar dan kering. Pembahasan dan pengembangan tulisan pun benar-benar tuntas, agar pembaca puas saat membaca.

 Ketiga, Teknik Menulis Paragraf Penutup

Setiap kali menulis buku selalu ditutup dengan kesimpulan. Lalu, apakah setiap buku selalu ditutup dengan kesimpulan? Kenyataannya, tidak semua buku ditulis dengan kesimpulan yang jelas. Salah satu contohnya buku fiksi, yang ditutup dengan ending cerita mengantung. 

Ending mengantung, dan diserahkan kepada pembaca, sengaja membuat pembaca bertanya-tanya dengan ending cerita.

Lalu, bagaimana katagori paragraf penutup yang baik?

Adapun ciri kesimpulan yang baik, kesimpulan yang mampu mengarahkan agar pembaca berfikir. 

Berfikir dalam hal ini lebih pada membangun ide, kreatifitas dan mendorong pembaca untuk melakukan action nyata.

Hampir sebagian besar, memilih membaca kesimpulan akhir daripada membaca keseluruhan isi.

Begitupun ketika kita terlibat dalam teknik menulis. Buku yang menyertakan kesimpulan setiap bab, atau akhir bab lebih mudah dipahami oleh pembaca, dibandingkan dengan tulisan yang tidak diberi kesimpulan sama sekali.

Paragraf penutup yang baik seharusnya memaparkan jawaban atas ulasan yang diangkat. 

Tidak hanya itu, penutup yang bagus adalah penutup yang menawarkan kesimpulan hasil dari pembahasan yang dipaparkan. 

Tidak dapat dipungkiri, pembaca lebih nyaman dan terbantu dengan kesimpulan yang singkat, padat, jelas dan mudah dimengerti.

Sebagai analogi sederhana, tentu Anda mengingat pentingnya kesimpulan pada jurnal penelitian. 

Kira-kira, kita lebih nyaman membaca keseluruhan isi? Atau lebih pada kesimpulan akhir yang ditawarkan oleh si penulis. 

Dari tiga bentuk paragraf tersebut, semoga memberikan manfaat. Semoga dengan ulasan ini membantu memahami dan memudahkan kita lebih mahir menulis.

Jika menulis buku masih dirasa berat, kita bisa memulai dengan menulis barang tiga paragraf, atau satu judul tulisan.


Sunday, 13 December 2020

Tubing di Limbasari



Hari beranjak meninggi di arah timur. Tapi langit  masih menyelimutkan awannya pada sang mentari. Suasana agak mendung pagi itu, saat kita bersiap untuk melakukan kegiatan tubing di salah satu sungai di Desa Limbasari Kecamatan Bobotsari. 

Desa Limbasari memang menjadi salah satu desa wisata yang sedang menggalakkan potensi desanya untuk dijadikan objek wisata. Salah satunya adalah kegiatan tubing yang memanfaatkan potensi sungai besar yang tidak terlalu dalam sehingga arus yang dihasilkan deras menantang.




Acara tubing diawali dengan pengarahan dari instruktur tubing. Secara rinci dan jelas ditunjukkan bagaiman bertubing dengan aman. Kami semua menyimak dengan seksama agar kami dapat menikmati kegiatan tubing ini dengan selamat dan menyenangkan. 


Berpose dulu sebelum melakukan kegiatan tubing.Salam sehat. Salam semangat. Salam kompak.

Bersiap untuk menghadapi tantangan dan arus tubing di Sungai Limbasari. Semangat !! Bravo!!!






Menikmati air terjun dari bendungan setelah sampai di garis finish. Akhirnya sampai juga setelah adrenalin dipacu. Sorak kemenangan melawan ketakutan tenggelam dan jatuh di derasnya aliran sungai.

Merindukan kembali saat-saat seperti ini. Tapi sayang karena pandemi banyak aktivitas seperti ini ditiadakan. Padahal kegiatan seperti ini bisa membuat fresh dan meningkatkan imun. Meski pandemi belum berakhir semoga ini menjadi salah satu agenda kegiatan yang bisa rutin dilakukan untuk menjaga kekompakan dan kerjasama. Bisa dilaksanakan kembali setelah pandemi berakhir. Semoga segera berlalu pandemi ini. Aamiin.