ٱلسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
*Pejuang Subuh
بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima"
Bismillah,
Pagi ini matahari terbit masih seperti kemarin.
Namun ada dua keadaan yang berbeda.
Di satu rumah, ia lalui dengan kebahagiaan.
Di rumah lain, ia lalui dengan kesedihan.
Di satu rumah, ia jalani dengan kemudahan.
Di rumah lain, ia jalani dengan kesusahan.
Begitulah sebuah takdir...
Hari ini kita bisa memasuki pagi dengan tawa.
Tapi esok hari kita mungkin memasuki pagi dengan air mata.
Hari ini kita menyambut dengan berbagai nikmatNya.
Tapi esok hari kita mungkin menyambut dengan musibahNya.
Inilah dunia, Kawan...
Hidup memang tak selamanya akan senantiasa membawa kita berada ditempat yang sama.
Ada tawa ada air mata, ada suka ada duka,
ada sakit ada sehat, ada mudah dan ada sulit..
Tak mengapa, biarlah itu terjadi dengan sendirinya..
Yang Terpenting..
Saat kemarin itu kau di atas ketakwaan.
Hari inipun kau tetap di atas ketakwaan.
Kemarin itu kau beramal shalih.
hari inipun kau tetap beramal shalih.
Ekonomi boleh sulit,
Namun ibadah tidak boleh sulit.
Jangan sampai kita sulit di dunia,
Sulit pula di akhirat.
Ingatlah bahwa Allah ﷻ tidak menakut-nakuti kita dengan kefakiran, melainkan dengan ancaman api neraka.
Berkata Hatim al-Asham rahimahullah, : "Janganlah engkau sekali-kali merasa takut terhadap kefakiran, Sesungguhnya Allah tidaklah menakutimu dengan kefakiran, tetapi Allah menakutimu (mengancammu) dengan api neraka." (Al-Fawaid wal Akhbar: 152).
Maka jangan biarkan ketakutan terhadap dunia melalaikan kita dari akhirat. Neraka adalah ancaman yang nyata, sedangkan kefakiran hanyalah tipu daya yang ditiupkan oleh setan.
Karena itu lebih baik kita tetap fokus dan berusaha istiqomah mendekat sepenuhnya padaNya,
Dan selanjutnya kita berusaha dan tidak perlu bersedih atau putus asa.
Dengan demikian semoga Allah memberi kita kebaikan di dunia dan di akhirat.
Allah Ta’ala berfirman:
… ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
“Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang yang kafir.” (QS. Yusuf[12]: 87)
Juga Allah berfirman:
وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ
“Dan tidak berputus asa dari rahmat tuhannya kecuali orang yang tersesat.” (QS. Al-Hijr[15]: 56)
Barakallahu fiikum.
No comments:
Post a Comment