Monday, 15 June 2026

Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1448 H

 

Sejarah Kalender Hijriyah

Berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis perputaran bumi mengelilingi matahari (syamsiyah), kalender Hijriyah berbasis pada perputaran bulan mengelilingi bumi (qamariyah). Namun, tahukah Anda bahwa kalender ini tidak dimulai sejak zaman Nabi Muhammad $SAW$ lahir atau wafat?

Sejarahnya dimulai pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab (sekitar tahun 17 Hijriyah atau 638 Masehi). Khalifah Umar menerima surat dari gubernur Bashrah, Abu Musa al-Asy'ari, yang mengeluhkan tentang kebingungan penanggalan surat-surat resmi karena tidak adanya acuan tahun yang jelas.

Umar kemudian mengumpulkan para sahabat untuk berdiskusi. Ada yang mengusulkan perhitungan dimulai dari tahun kelahiran Nabi, ada pula dari tahun wafatnya.

 Ali bin Abi Thalib mengusulkan agar penanggalan dimulai dari peristiwa Hijrahnya Nabi Muhammad $SAW$ dari Mekkah ke Madinah. Usul ini diterima karena Hijrah adalah momentum pemisah antara kebenaran dan kebatilan, serta titik awal berdirinya peradaban Islam yang berdaulat. Oleh karena itu, kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah.

Apa yang Perlu Dilakukan pada Tahun Baru Islam?

Dalam Islam, pergantian tahun bukanlah momen untuk hura-hura, pesta kembang api, atau begadang tanpa arah. Momen ini adalah waktu yang tepat untuk beribadah dan merenung. Berikut adalah beberapa hal yang sangat dianjurkan:

  • Muhasabah (Evaluasi Diri): Ini adalah amalan paling utama. Menghitung kembali berapa banyak dosa yang dilakukan dan berapa banyak amal shalih yang telah tabung sepanjang tahun lalu.

  • Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun: * Doa Akhir Tahun dibaca sebelum maghrib di hari terakhir bulan Dzulhijjah, memohon ampunan atas dosa setahun ke belakang.

    • Doa Awal Tahun dibaca setelah maghrib (karena pergantian hari dalam Islam dimulai saat maghrib), memohon perlindungan dari setan dan keberkahan di tahun yang baru.

  • Meningkatkan Amalan Ibadah: Memperbanyak dzikir, istighfar, dan membaca Al-Qur'an.

  • Mempersiapkan Diri untuk Puasa Sunnah: Bulan Muharram adalah salah satu Asyhurul Hurum (bulan yang dimuliakan). Sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa, terutama Puasa Tasu'a (9 Muharram) dan Puasa Asyura (10 Muharram).

Haruskah Ada Resolusi Tahun Baru Hijriyah?

Jawabannya: Tidak wajib secara syariat, tetapi SANGAT BAGUS jika dilakukan secara esensial.

Kata "resolusi" sering kali identik dengan budaya barat di malam tahun baru Masehi (seperti diet, beli barang baru, atau target finansial). Namun, jika kita melihat dari kacamata Islam, esensi dari tahun baru Hijriyah adalah spirit Hijrah—yaitu berpindah dari kondisi yang buruk menuju yang lebih baik.

Rasulullah $SAW$ bersabda:

"Seorang muslim yang sejati adalah orang yang mana kaum muslimin lainnya selamat dari lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (HR. Bukhari)

Cara Membuat "Resolusi Hijrah" yang Bermakna:

Jika Anda ingin membuat resolusi, fokuslah pada aspek spiritual dan peningkatan kualitas diri sebagai hamba Allah, misalnya:

Bidang PeningkatanContoh Resolusi Hijriyah
Ibadah RitualBerkomitmen tidak lagi menunda shalat lima waktu atau merutinkan shalat tahajud.
SpiritualTarget mengkhatamkan Al-Qur'an secara berkala beserta artinya.
Akhlak/SosialBerhenti bergosip (ghibah), lebih rajin bersedekah, atau lebih sabar menahan amarah.
ProduktifitasMeningkatkan etos kerja atau belajar hal baru yang bermanfaat bagi sesama sebagai bentuk ibadah.

Membuat resolusi seperti ini justru menghidupkan makna Hijrah yang sesungguhnya di zaman modern. 

No comments:

Post a Comment

Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1448 H

  Sejarah Kalender Hijriyah Berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis perputaran bumi mengelilingi matahari (syamsiyah), kalender Hijriya...