DALAM perjalanan hidup ini, kita sering berbuat baik kepada orang lain tanpa ada yang tahu, membantu tanpa diminta, atau berkorban tanpa dihargai. Di saat-saat seperti itu, hati mudah lelah. Dalam kondisi seperti itu, kita tidak berharap pujian. Sebab balasan dari Allah atas perbuatan kita tersebut lebih sempurna._
🌺 NAMUN demikian, ada satu pengingat yang mampu menenangkan segalanya. Yakni bahwa tidak ada satu pun kebaikan yang luput dari pandangan Allah. Allah berfirman seperti di bawah ini.
وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ ٱللَّهُ
“Dan kebajikan apa pun yang kamu kerjakan, niscaya Allah (pasti) mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 197).
🌺 PESAN ayat tadi menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan, baik besar atau kecil, terlihat atau tersembunyi, tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan Allah.
🌺 ADA dua pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat tersebut, yakni yang berikut ini.
1️⃣ *Melatih keikhlasan*. Ketika seseorang terbiasa mengingat dan meyakini bahwa setiap kebaikan yang dilakukan pasti dilihat dan akan dibalas oleh Allah, maka seseorang tidak akan terlalu peduli apakah orang lain melihat kebaikannya atau tidak.
🌺 KEIKHLASAN akan tumbuh saat seseorang hanya berharap.pada Allah yang menilai dan membalas amalnya, bukan manusia. Pujian manusia menjadi tidak penting. Sebab, balasan Allah jauh lebih sempurna.
2️⃣ *Menjadikan seseorang tidak _baperan (bawa perasaan, sensitif, mudah tersinggung). Terkadang seseorang sudah berbuat baik, tetapi orang yang dibantu justru lupa, tidak menghargai, atau malah membalas dengan keburukan.
🌺ITULAH yang sering membuat hati menjadi baper, kecewa, dan patah semangat. Namun, ketika ia yakin bahwa Allah melihat dan mengetahui setiap niat dan kebaikannya, serta menjanjikan balasan yang sempurna, maka hatinya menjadi lebih lapang, lebih tenang, dan tidak mudah tersinggung oleh sikap manusia.
🌺 PERIHAL tersebut, kita diberi informasi oleh Allah
tentang salah satu ciri penduduk surga dalam firman-Nya seperti yang di bawah ini.
*إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا
“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih." (Q.S. Al-Insan: 9).
🌺 SALAH satu ciri dan sifat penduduk surga yaitu berbuat baik karena Allah, bukan karena berharap manusia akan membalas atau bahkan sekadar berterima kasih. Itulah sebabnya, janganlah kita berharap balasan manusia. Sebab kebaikan kita tersebut tak akan pernah sirna
🌺 DALAM kehidupan sehari-hari, kita melihat banyak kebaikan yang mengalir dari hati manusia. Guru yang sabar menuntun muridnya, suami dan istri yang saling melayani, orang tua yang bekerja keras demi anak-anaknya, hingga kebaikan kecil yang kita berikan kepada teman dan tetangga.
🌺 NAMUN, sering kali kebaikan itu tidak kembali kepada kita sebagaimana yang kita harapkan. Tidak selalu ada ucapan terima kasih. Tidak selalu ada penghargaan. Tidak selalu ada balasan yang setimpal. Tetapi ketahuilah, tidak ada satu pun kebaikan yang hilang di sisi Allah.
🌺 WALAUPUN manusia tidak membalas, selama kebaikan itu dilakukan karena Allah, niscaya balasan dari-Nya pasti datang dengan lebih indah, lebih adil, dan lebih sempurna daripada apa pun yang dapat diberikan manusia.
🌺 ALLAH berfirman seperti yang di bawah ini.
إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
“Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. At-Taubah: 120).
🌺 RASULULLAH SAW juga memberikan kabar gembira,
إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً
“Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi seorang mukmin atas kebaikan apa pun.” (H.R. Muslim).
🌺 ARTINYA, setiap kebaikan pasti diganti oleh Allah, meskipun manusia tidak membalasnya. Hal ini tentu berbeda ketika kita menjadi objek penerima manfaat atau kebaikan dari orang lain.
No comments:
Post a Comment