_Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 253_
*BACAAN SAAT SUJUD Bag-6*
Oleh: Abdullah Zaen
Pada momen sujud, Nabi _shallallahu ‘alaihi wasallam_ mencontohkan beberapa redaksi bacaan. Mulai dari yang pendek, hingga yang agak panjang. Di antara dzikir dan doa yang dibaca beliau adalah:
Bacaan Keenam
Membaca doa berikut ini:
«اللهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ. سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ. تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ»
_“Ya Allah, hanya kepada-Mu aku sujud. Hanya kepada-Mu pula kami beriman. Dan hanya kepada-Mu kami berislam. Wajahku sujud kepada Yang menciptakannya dan membentuknya, serta Yang membuka pendengaran dan pengelihatannya. Maha berkah Allah ta’ala sebaik-baik Pencipta”._
Dalil Landasan
Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib _radhiyallahu ‘anhu,_ ketika beliau menjelaskan tata cara shalat Nabi _shalallahu ‘alaihi wasallam._ Di akhir hadits, beliau mengatakan,
"وَإِذَا سَجَدَ قَالَ: «اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ. سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ، وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ. تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ»"
_“Manakala Nabi sujud, beliau membaca, “Allôhumma laka sajadtu, wa bika âmantu, wa laka aslamtu. Sajada wajhî lilladzî kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu wa bashorohu. Tabârokallohu ahsanul khôliqîn”._ HR. Muslim (no. 771).
Renungan Kandungan
Doa sujud ini mengajarkan puncak tauhid, ketundukan, dan rasa syukur kepada Allah. Nabi _shallallahu ‘alaihi wasallam_ mengucapkan, *_"Ya Allah, hanya kepada-Mu aku sujud, hanya kepada-Mu aku beriman, dan hanya kepada-Mu aku berislam."_* Susunan kalimat tersebut menunjukkan makna pembatasan: hanya Allah yang berhak menerima sujud, keimanan, dan kepasrahan kita. Tidak boleh sedikit pun hak itu diberikan kepada selain-Nya.
Penyebutan "iman" dan "islam" dalam doa ini mencerminkan keterpaduan antara batin dan lahir. Iman sebagai bentuk pengakuan serta ketundukan hati, sedangkan islam sebagai perwujudan ketaatan melalui anggota tubuh.
Selanjutnya Nabi _shallallahu ‘alaihi wasallam_ berkata, “Wajahku sujud kepada Yang menciptakannya dan membentuknya, serta Yang membuka pendengaran dan pengelihatannya”._* Ini merupakan pengakuan bahwa wajah—anggota tubuh yang paling mulia—ditundukkan di atas tanah sebagai bentuk kerendahan diri di hadapan Sang Pencipta. Allah-lah yang menciptakan manusia, membentuk wajahnya dengan rupa yang istimewa, serta menganugerahkan pendengaran dan penglihatan. Setiap manusia memiliki susunan wajah yang sama, tetapi tidak ada dua wajah yang benar-benar identik. Demikian pula letak mata, telinga, dan seluruh anggota tubuh yang sempurna. Semuanya menjadi bukti kebijaksanaan dan kekuasaan Allah.
Doa ini ditutup dengan kalimat, "Mahaberkah Allah, sebaik-baik Pencipta."_* Allah adalah sebaik-baik yang menetapkan, merancang, membentuk, dan menciptakan segala sesuatu dengan penuh hikmah dan kesempurnaan.
Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Senin, 5 Shafar 1448 / 20 Juli 2026_
No comments:
Post a Comment