Friday, 11 July 2025

Menjadi Guru yang Berpengaruh


Menjadi guru yang berpengaruh adalah impian banyak pendidik. Berikut tiga rahasia untuk mencapai hal tersebut:


1. Menjadi Pendengar yang Baik

Salah satu kunci utama untuk menjadi guru yang berpengaruh adalah kemampuan mendengarkan dengan empati. Ketika siswa merasa didengarkan, mereka akan lebih terbuka dan merasa dihargai. Guru yang bisa menangani masalah pribadi siswa dan memberikan solusi atau sekadar dukungan emosional akan menciptakan hubungan yang kuat dan berdampak positif.


2. Menggunakan Metode Pengajaran yang Inovatif dan Menarik

Guru yang berpengaruh mampu membuat proses belajar menjadi menarik dan relevan bagi siswa. Menggunakan berbagai metode pembelajaran, seperti teknologi, eksperimen, atau pembelajaran berbasis proyek, dapat membuat materi yang diajarkan lebih menarik dan mudah dipahami. Kreativitas dalam mengajar membuat siswa lebih antusias dan termotivasi.


3. Menjadi Teladan dalam Sikap dan Tindakan

Sebagai seorang guru, sikap dan tindakan sehari-hari akan menjadi contoh bagi siswa. Seorang guru yang konsisten, jujur, dan memiliki integritas tinggi akan diikuti dan dihormati. Keteladanan dalam hal disiplin, etika kerja, dan pengelolaan hubungan interpersonal memberikan dampak yang kuat terhadap siswa, membantu mereka mengembangkan karakter yang baik.


Dengan ketiga rahasia ini, seorang guru dapat menciptakan dampak yang luar biasa, tidak hanya dalam perkembangan akademis siswa, tetapi juga dalam kehidupan mereka secara keseluruhan.


Semoga bermanfaat

Aris Ahmad Jaya

Dua Nikmat Sehat dan Sempat Seringkali Manusia Tertipu

 ONE DAY ONE HADITS

Kamis, 10 Juli 2025 / 14 Muharram 1447


عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ


Dari Abdullah bin 'Abas Semoga Allah meridhoi keduanya dari Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda, 

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412)


Pelajaran yang terdapat didalam hadist :

1- Ibnu Baththol mengatakan, ”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu sempat dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan. 

2- Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. 

3- Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.”

4- Ibnul Jauzi mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki sempat yaitu waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki kesempatan, waktu luang , namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul pada manusia nikmat sempat dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).”

4- Ibnul Jauzi juga mengatakan nasehat yang sudah semestinya menjadi renungan kita, “Intinya, dunia adalah ladang beramal untuk menuai hasil di akhirat kelak. Dunia adalah tempat kita menjajakan barang dagangan, sedangkan keuntungannya akan diraih di akhirat nanti. 

5- Barangsiapa yang memanfaatkan nikmat sempat dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, maka dialah yang akan berbahagia. Sebaliknya, barangsiapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah yang betul-betul tertipu. 


Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Dunia kesenangan yang menipu


وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

[Surat Aal-E-Imran : 185]


2- Menggunakan waktu luang dengan sebaik-baiknya

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ


Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

[Surat Al-Sharh : 7]


3- peringatan akan penyesalan orang-orang yang tidak mau menggunakan waktu luang dan sehat


يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذَلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ


(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan.


4- Pertanggungan jawab terhadap nikmat yang diberikan


ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ 

Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

(At-Takastur:8)

Thursday, 10 July 2025

Fungsi dan Manfaat Pembelajaran

 

Fungsi Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran memiliki beberapa fungsi krusial, di antaranya:

 * Panduan Komunikasi: Tujuan pembelajaran menyediakan kerangka kerja yang jelas untuk mengkomunikasikan apa yang diharapkan siswa pelajari. Ini memastikan semua pihak — guru, siswa, dan bahkan orang tua — memahami arah dan maksud dari kegiatan belajar mengajar.

 * Arah Pengembangan Materi: Tujuan yang jelas membantu guru dalam menyeleksi dan menyusun bahan ajar yang relevan dan efektif. Tanpa tujuan yang spesifik, guru mungkin kesulitan menentukan materi apa yang harus diajarkan dan bagaimana menyajikannya.

 * Fokus Pembelajaran: Dengan adanya tujuan, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih terfokus dan efisien, karena setiap aktivitas dirancang untuk mencapai hasil yang diinginkan.

 * Dasar Evaluasi: Tujuan pembelajaran menjadi patokan utama dalam mengevaluasi keberhasilan proses belajar mengajar dan pencapaian siswa.

Manfaat Tujuan Pembelajaran

Secara umum, tujuan pembelajaran memberikan manfaat seperti:

 * Peningkatan Efektivitas Pembelajaran: Dengan arah yang jelas, proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan berpotensi lebih efektif dalam mencapai hasil yang diinginkan.

 * Efisiensi Waktu dan Sumber Daya: Guru dapat mengalokasikan waktu dan sumber daya secara lebih efisien karena mereka memiliki panduan yang jelas tentang apa yang perlu dicapai.

 * Motivasi Siswa: Ketika siswa memahami apa yang diharapkan dari mereka, mereka cenderung lebih termotivasi untuk belajar.

 * Akuntabilitas: Tujuan pembelajaran menciptakan akuntabilitas bagi guru dan siswa dalam mencapai hasil yang telah ditetapkan.

Jadi, memudahkan komunikasi dan pemilihan/penyusunan bahan ajar adalah dua aspek penting yang muncul dari fungsi dan memberikan manfaat yang signifikan dari adanya tujuan pembelajaran yang jelas.


Yu Kamisem Bingung Jaman Saiki

Esuk-esuk ning warung kopi, Yu Kamisem, Mbah Rasini, lan Kang Tarwan lagi padha lungguh ngombe teh anget karo mendoan. Yu Kamisem banjur ngg...