ٱلسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
*Pejuang Subuh
بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima"
Bismillah,
Engkau kuat berjalan jauh demi dunia yang akan kau tinggalkan. Engkau sanggup begadang demi urusan yang nilainya sementara.
Namun ketika dipanggil menuju akhirat yang kekal, langkahmu terasa berat.
Waktumu terus berkurang.
Setiap hari yang pergi membawa sebagian dari umurmu. Tidak ada hari yang kembali, tidak ada kesempatan yang diulang.
Jika engkau tidak menyibukkan dirimu dengan ketaatan, maka kelalaian akan menyibukkanmu.
Wahai jiwa, dunia membuatmu berlari, maka biarlah akhirat membuatmu lebih berlari lagi.
Karena sungguh,sia-sia yang kau cari di dunia akan habis, dan yang kau kejar untuk Allah tidak akan pernah sia-sia.
Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:
أنت في طلب الدنيا صحيح الجسم ، وفي طلب الآخرة بك أوجاع ! كم تعرج عن سُبل التقوى يا أعرج الهمة، يا من يبقى في القاع!
“Engkau dalam mencari dunia tubuhmu sehat dan kuat,
tetapi dalam mencari akhirat engkau merasa penuh keluhan dan sakit!
Betapa sering engkau menyimpang dari jalan-jalan takwa, wahai orang yang pincang semangatnya,
wahai orang yang tetap tinggal di dasar (tidak mau naik derajat)!”
(Bahrud Dumu‘, hal. 53)
Syahr bin Hawsyab berkata bahwa ia berkata pada istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ummu Salamah,
يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ مَا كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا كَانَ عِنْدَكِ
“Wahai Ummul Mukminin, apa do’a yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika berada di sisimu?”
Ummu Salamah menjawab,
كَانَ أَكْثَرُ دُعَائِهِ « يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ ».
“Yang sering dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah, ’Ya muqollibal quluub tsabbit qolbii ‘ala diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)’.”
Ummu Salamah pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لأَكْثَرِ دُعَائِكَ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
“Wahai Rasulullah kenapa engkau lebih sering berdo’a dengan do’a, ’Ya muqollibal quluub tsabbit qolbii ‘ala diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)’. ”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya menjawab,
يَا أُمَّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِىٌّ إِلاَّ وَقَلْبُهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ
“Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.”
Setelah itu Mu’adz bin Mu’adz (yang meriwayatkan hadits ini) membacakan ayat,
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami.” (QS. Ali Imran: 8)
(HR. Tirmidzi, no. 3522; Ahmad, 6: 315. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
No comments:
Post a Comment