ٱلسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
*Pejuang Subuh*
بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima"
Bismillah,
Seringkali kita merasa takut melangkah karena hasil di depan mata belum terlihat jelas. Ketakutan terhadap hal yang belum diketahui sering membuat kita terjebak dalam analysis paralysis (terlalu lama menimbang), menunda-nunda, hingga akhirnya tidak bergerak sama sekali.
Ketidakpastian bukanlah alasan untuk berhenti. Seorang Muslim justru diuji pada saat ia tidak mengetahui hasil akhir. Risiko adalah keberanian untuk melangkah meski hasil masih gaib, selama langkah tersebut berada dalam ketaatan kepada Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ
“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.”
(QS. Ath-Thalaq: 3)
Tawakal bukan berarti diam menunggu hasil. Dalam sirah Nabi ﷺ, beliau banyak bertindak sebelum mengetahui hasil akhir, seperti saat peristiwa Hijrah. Semua dilakukan dengan tawakal, bukan menunggu kepastian.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ باِللهِ
“Jika engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.”
(HR. At-Tirmidzi no. 2561, hasan shahih)
Hadis ini mengajarkan bahwa keberanian seorang hamba lahir dari keyakinan kepada Allah, bukan dari kepastian duniawi. Maka, melangkah sambil berdoa dan berusaha sejatinya adalah bentuk ibadah.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang kuat, berani berikhtiar, dan penuh tawakal.
No comments:
Post a Comment