BAN MOTOR
Saat itu saya dalam perjalanan mengendarai motor, tiba-tiba ban belakang saya bocor.
Biasanya jika ban bocor seperti itu saya langsung turun dari motor, mencabut paku yang menjadi sumber masalahnya, kemudian saya tuntun motornya sampai tukang tambal ban terdekat.
Entah mengapa pada hari itu saya biarkan ban bocor seperti itu. Saya tetap mengendarai motornya, hanya kecepatannya saja yang saya kurangi, karena kondisi motor menjadi tidak seimbang.
Sampai akhirnya saya menemukan tukang tambal ban. Si tukang dengan sigap membongkar ban tersebut, dalam keadaan terkejut dia tanya saya,
"Mas ini ban dalam serta ban luar robek besar. Tidak bisa ditambal lagi, harus ganti baru. Ini pasti mas memaksakan terus jalan ya walaupun bocor?"
Saudara, apa hikmah di balik kejadian ini ? Hikmahnya adalah saat kita sudah mengetahui ada perbuatan dosa kecil yang kita biasakan, maka berhentilah secepatnya yang kita bisa.
Jangan merasa nyaman dengan perbuatan dosa sekecil apapun, karena semakin lama kerusakan yang ditimbulkan semakin besar untuk diri kita.
Jika hanya sebuah ban rusak bisalah kita ganti baru. Tapi bagaimana jika hidup kita yang rusak, perilaku kita yang rusak, rezeki kita yang rusak, dimana kita harus mencari gantinya.
Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!
Repost:
- Ust. Arafat
No comments:
Post a Comment