Oleh:
_Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi_
Hari Arafah adalah hari yang sangat istimewa. Dianjurkan bagi umat Islam untuk memanfaatkannya dengan berlomba-lomba dalam kebaikan dan memperbanyak ibadah seperti puasa, doa, takbir dan lain sebagainya.
Diantara amalan yang sangat ditekankan adalah puasa Arafah.
Dari Abu Qotadah bahwasanya Rasulullah ditanya tentang puasa Arafah, beliau menjawab:
يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
Puasa arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang. (Muslim: 1662)
Hadits ini menunjukkan kepada kita anjuran dan keutamaan puasa Arafah. Subnallah, Alangkah luasnya rohmat Allah, dengan amalan yang sangat ringan yaitu puasa sehari, namun pahalanya begitu besar. Bayangkan, hanya puasa satu hari, tapi keutamaannya bisa menghapus 730 hari yaitu dua tahun.
Para salaf shalih sangat menganjurkan untuk puasa Arafah ini dan mengajak keluarga kita untuk menyemarakkannya.
Ummul Mukminin Aisyah radiallahunha berkata:
"Tidak ada satu hari dalam setahun yang paling aku cintai untuk berpuasa di hari tersebut ketimbang hari Arafah". (Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 2/341)
Berkata imam tabi'in Said bin Jubair رحمه الله: "Bangunkanlah pelayan2 kalian untuk sahur puasa hari Arafah". (Hilyatul Auliya 14/281)
Dan ini merupakan keadilan Allah kepada para hambanya. Jika saudara-saudara kita yang berangkat haji bisa melakukan wukuf di Arofah dan doa mereka mustajab, maka Allah mensyariatkan puasa Arofah bagi mereka yang tidak haji karena doa orang berpuasa juga mustajab.
Berbahagialah orang-orang yang melaksanakannya dan merugilah orang-orang yang melalaikannya. Bukankah kita adalah hamba yang sangat membutuhkan ampunan?!!
Alangkah indahnya ucapan Al-Hafizh Ibnu Rojab al-Hanbali tatkala mengatakan –dengan sedikit ringkasan-:
مَنْ فَاتَهُ فِيْ هَذَا الْعَامِ الْقِيَامُ بِعَرَفَةَ, فَلْيَقُمْ لِلَّهِ بِحَقِّهِ الَّذِيْ عَرَفَهُ. وَمَنْ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى نَحْرِ هَدْيِهِ بِمِنَى, فَلْيَذْبَحْ هَوَاهُ هُنَا وَقَدْ بَلَغَ الْمُنَى. وَمَنْ لَمْ يَصِلْ إِلَى الْبَيْتِ لِأَنَّهُ مِنْهُ بَعِيْدٌ, فَلْيَقْصِدْ رَبَّ الْبَيْتِ فَإِنَّهُ أَقْرَبُ إِلَى مَنْ دَعَاهُ وَرَجَاهُ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ
“Barangsiapa yang tidak wukuf di Arofah tahun ini, maka hendaknya dia melaksanakan hak Allah yang dia ketahui.
Barangsiapa yang tidak mampu menyembelih di Mina, maka hendaknya dia menyembelih hawa nafsunya sehingga mencapai tujuan. Barangsiapa yang tidak bisa berangkat ke rumah suci (Ka’bah) karena jauhnya jarak, maka hendaknya dia berangkat menuju Allah (masjid) karena Allah sangatlah dekat dengan hamba yang berdoa dan berharap kepadaNya daripada urat nadi”.(Lahoiful Ma’arif hlm. 633).
Jika anda bertanya: Mengapa puasa Arofah menghapus dosa-dosa dua tahun sedangkan puasa Asyuro hanya menghapus dosa-dosa setahun?!
Imam Ibnul Qoyyim menjawab pertanyaan ini dengan dua jawaban:
1. Karena hari Arofah jatuh pada bulan harom (Dzulhijjah), sebelumnya bulan haram (Dzulqo’dah) dan sesudahnya bulan haram (Muharram), lain halnya dengan Asyuro (sesudahnya bulan Shofar yang bukan merupakan bulan haram).
2. Puasa Arofah termasuk kekhususan umat Islam, berbeda dengan Asyuro. Allah melipatgandakan pahala Arofah dengan berkah Nabi Muhammad. (Bada’iul Fawaid 4/1667, tahqiq Ali bin Muhammad al-‘Imron).
Semoga Allah memudahkan kita semua untuk berpuasa Arafah bersama keluarga.
No comments:
Post a Comment