Mencatat pemasukan dan pengeluaran bulanan bagi saya sangat penting. Saya sudah melakukannya bertahun-tahun, dari tahun 2009 mulai saat setelah menikah. Mengapa saya lakukan ini? Karena saya bertanggungjawab terhadap uang yang diberikan suami untuk keperluan rumah tangga. Jika ada catatan, saya merasa tahu ke mana uang yang diberikan dapat saya jelaskan kepada suami dengan rinci.
Dari kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran bulanan ini memang ada beberapa yang menganggap sebagai suatu kegiatan yang merepotkan diri sendiri. Dicatat atau tidak uang yang ada di kita habis. Ngapain repot mencatatnya? Apa kalau sudah ditulis terus kita bisa nabung, menyisakan uang kita? Tentu bisa. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari membuat catatan belanja bulanan ini. Di antara seperti berikut.
Mencatat belanja bulanan sangat penting karena membantu kita mengelola keuangan dengan lebih sadar dan terarah. Berikut penjelasannya secara sederhana dan jelas:
1. Mengetahui ke mana uang digunakan
Dengan mencatat belanja, kita bisa melihat pengeluaran terbesar (misalnya makan, listrik, pulsa, cicilan) dan menyadari kebiasaan boros yang sering tidak terasa.
2. Mengontrol pengeluaran
Catatan belanja membantu membedakan kebutuhan dan keinginan, sehingga kita bisa menahan pengeluaran yang tidak penting.
3. Membantu membuat anggaran yang realistis
Data dari catatan bulan ini bisa digunakan untuk menyusun anggaran bulan berikutnya agar lebih sesuai dengan kondisi nyata.
4. Menghindari defisit keuangan
Dengan memantau pengeluaran, kita bisa mencegah pengeluaran lebih besar dari pemasukan yang bisa menyebabkan utang.
5. Memudahkan menabung dan investasi
Jika pengeluaran terkontrol, kita bisa menyisihkan uang secara rutin untuk tabungan, dana darurat, atau investasi.
6. Persiapan kebutuhan mendadak
Catatan belanja membantu kita merencanakan dana cadangan untuk kebutuhan tak terduga seperti sakit atau perbaikan rumah.
7. Melatih disiplin dan tanggung jawab finansial
Kebiasaan mencatat belanja melatih kita untuk lebih disiplin, teliti, dan bertanggung jawab dalam mengelola uang.
Mencatat belanja bulanan bukan soal pelit, tetapi soal bijak mengatur keuangan agar hidup lebih tenang dan terencana. Selain manfaat tersebut di atas ada manfaat lain penulis rasakan. Ia menjadi seperti catatan harian di mana penulis bisa mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi selama tahun tersebut. Misalnya kapan membeli barang ini, barang apa saja yang dimiliki, hajatan saudara dan tetangga, peristiwa kematian/takziah dll. Catatan ini melebihi catatan harian yang kadang terlewat berbagai peristiwa yang tidak terkait dengan kita. Catatan belanja merangkum itu secara lengkap di dalamnya.
Berikut contoh catatan belanja bulanan yang bisa kita buat. Pembaca bisa melengkapi dan melengkapi dengan kondisi masing-masing rumah tangga.
📒 Catatan Keuangan Bulanan
Pemasukan: Rp3.000.000
1️⃣ Alokasi Anggaran Bulanan
Kategori Anggaran
Kebutuhan pokok (makan & dapur) Rp1.200.000
Listrik & air Rp300.000
Pulsa / internet Rp150.000
Transportasi Rp250.000
Pendidikan / anak Rp300.000
Kesehatan Rp100.000
Sosial / sedekah Rp100.000
Tabungan Rp400.000
Dana darurat / lain-lain (Insidental): Rp200.000
Total Rp3.000.000
2️⃣ Catatan Pengeluaran Harian
Tanggal Keterangan Kategori Jumlah
1 Belanja beras & sayur Kebutuhan pokok Rp80.000
2 Listrik Tagihan Rp150.000
3 Pulsa Komunikasi Rp50.000
5 Ongkos transport Transport Rp40.000
10 Tabungan Tabungan Rp100.000
3️⃣ Rekap Akhir Bulan
Kategori Anggaran - Realisasi = Sisa
Kebutuhan pokok Rp1.200.000 - Rp1.150.000 : Rp50.000
Tagihan Rp300.000 - Rp280.000 = Rp20.000
Transport Rp250.000 - Rp260.000 = -Rp10.000
Tabungan Rp400.000 - Rp400.000 = Rp0
Lain-lain Rp200.000- Rp180.000 = Rp20.000
4️⃣ Catatan Evaluasi
Pengeluaran yang bisa dikurangi: __________________
Pengeluaran tak terduga: __________________
Target bulan depan: __________________
✨ Tips Agar Konsisten
✔ Catat setiap pengeluaran meski kecil
✔ Sisihkan tabungan di awal, bukan sisa
✔ Gunakan buku kecil atau HP
✔ Evaluasi setiap akhir bulan
No comments:
Post a Comment