Keloid adalah jaringan parut (bekas luka) yang tumbuh berlebihan dan menonjol di atas permukaan kulit. Keloid terbentuk ketika proses penyembuhan luka berjalan tidak normal sehingga tubuh memproduksi kolagen secara berlebihan.
🔍 Bagaimana keloid muncul?
Keloid biasanya muncul setelah kulit mengalami luka, seperti:
- Luka operasi
- Luka bakar
- Bekas jerawat
- Tindik telinga atau tubuh
- Luka sayat atau gigitan serangga
Pada sebagian orang, luka kecil sekalipun bisa berkembang menjadi keloid.
Prosesnya:
- Kulit terluka
- Tubuh memperbaiki luka dengan membentuk kolagen
- Kolagen diproduksi berlebihan dan terus tumbuh, bahkan setelah luka sembuh
- Terbentuk benjolan keras dan menonjol → keloid
🧬 Ciri-ciri keloid
- Menonjol dan keras
- Warna merah muda, cokelat, atau keunguan
- Bisa terasa gatal, nyeri, atau perih
- Tumbuh melewati batas luka awal
- Tidak mengecil dengan sendirinya
⚠️ Siapa yang berisiko?
- Memiliki riwayat keloid dalam keluarga
- Kulit gelap
- Usia remaja hingga dewasa muda
- Luka di area dada, bahu, telinga, dan punggung
💊 Bagaimana cara menghilangkan keloid?
Keloid sulit hilang sepenuhnya, tetapi bisa diperkecil dan diratakan. Beberapa cara yang umum dilakukan:
1️⃣ Suntikan kortikosteroid
- Cara paling sering digunakan
- Mengurangi peradangan dan mengecilkan keloid
- Dilakukan beberapa kali oleh dokter
2️⃣ Salep atau lembar silikon
- Membantu meratakan keloid kecil
- Digunakan rutin dalam waktu lama
3️⃣ Terapi laser
- Mengurangi warna dan ukuran keloid
- Biasanya dikombinasikan dengan terapi lain
4️⃣ Operasi pengangkatan
- Hanya dilakukan pada kasus tertentu
- Risiko keloid tumbuh kembali cukup tinggi jika tanpa terapi lanjutan
5️⃣ Cryotherapy (pembekuan)
- Cocok untuk keloid kecil
- Keloid dibekukan menggunakan nitrogen cair
🚫 Hal yang perlu dihindari
- Menggaruk atau memijat keloid
- Menggunakan obat tanpa anjuran dokter
- Melakukan tindik atau operasi jika punya riwayat keloid
✅ Pencegahan
- Rawat luka dengan baik
- Hindari cedera kulit yang tidak perlu
- Gunakan silikon gel pada luka yang berisiko
- Konsultasi dokter sebelum tindik atau operasi
terlalu banyak gerakan pada luka bisa menjadi salah satu pemicu keloid, namun bukan penyebab utama.
🔄 Mengapa gerakan berlebihan berpengaruh?
Saat luka sering bergerak (misalnya di sendi, bahu, dada, leher, atau punggung):
1. Luka terus tertarik dan terbuka sedikit
2. Proses penyembuhan jadi lebih lama
3. Tubuh merespons dengan memproduksi kolagen lebih banyak
4. Pada orang yang berbakat keloid, kolagen berlebih ini bisa berkembang menjadi keloid
➡️ Jadi, gerakan berlebihan memperberat proses penyembuhan, bukan penyebab tunggal.
⚠️ Faktor yang lebih kuat memicu keloid
Riwayat keloid dalam keluarga
Jenis kulit (kulit gelap lebih berisiko)
Lokasi luka (dada, bahu, telinga)
Peradangan lama atau infeksi luka
Luka yang lama sembuh
✅ Kesimpulan singkat
✔️ Gerakan berlebihan dapat meningkatkan risiko keloid
❌ Bukan satu-satunya penyebab
👉 Berisiko tinggi pada orang yang memang berbakat keloid
🩹 Tips mencegah keloid pada luka yang sering bergerak
Batasi gerakan area luka sementara waktu
Gunakan plester penyangga / penutup luka elastis
Jaga luka tetap bersih dan tidak meradang
Gunakan silicone gel/sheet setelah luka menutup
Segera periksa jika luka merah, nyeri, atau menebal
.
No comments:
Post a Comment