Menata rumah bukan hanya soal estetika, melainkan tentang menciptakan
sistem yang memudahkan hidup Anda. Rumah yang rapi dapat mengurangi tingkat
stres dan meningkatkan produktivitas.
Berikut adalah panduan praktis untuk menata ruangan serta kebiasaan yang
perlu dibangun.
1. Strategi Menata Barang di Ruangan
Sebelum membeli kotak penyimpanan baru, gunakan langkah-langkah
sistematis ini:
·
Sortir & Singkirkan (Decluttering): Pisahkan barang
menjadi tiga kategori: Simpan, Donasikan/Jual,
dan Buang. Jika barang tersebut tidak digunakan dalam satu
tahun terakhir, kemungkinan besar Anda tidak membutuhkannya.
·
Zonasi Berdasarkan Fungsi: Kelompokkan barang
sesuai dengan aktivitasnya. Misalnya, semua alat tulis di satu laci, dan semua
kabel elektronik di kotak yang sama.
·
Manfaatkan Ruang Vertikal: Jika lantai sudah
penuh, gunakan dinding. Pasang rak ambalan, pegboard, atau gantungan di
belakang pintu untuk memaksimalkan ruang.
·
Penyimpanan Transparan: Gunakan wadah
bening agar Anda bisa melihat isinya tanpa harus membongkar seluruh isi lemari.
·
Prinsip Aksesibilitas: Simpan barang yang
sering digunakan di tempat yang paling mudah dijangkau (setinggi mata atau
tangan). Barang musiman (seperti dekorasi hari raya) bisa disimpan di rak
paling atas atau gudang.
2. Kebiasaan untuk Membentuk Hidup
Rapi
Kerapian bukanlah hasil dari sekali bersih-bersih besar, melainkan
akumulasi dari kebiasaan kecil setiap hari.
Aturan 1 Menit
Jika sebuah pekerjaan membutuhkan waktu kurang dari satu menit (seperti
menggantung handuk, mencuci gelas, atau menaruh sepatu di rak), lakukan saat itu juga. Jangan menundanya.
Prinsip "One In, One Out"
Setiap kali Anda membeli satu barang baru (misal: baju baru), Anda harus
mengeluarkan satu barang lama dari kategori yang sama. Ini menjaga volume
barang di rumah tetap stabil.
Reset Malam Hari
Luangkan waktu 10-15 menit sebelum tidur untuk melakukan
"reset". Kembalikan bantal sofa ke posisinya, bersihkan meja makan,
dan pastikan tidak ada piring kotor di wastafel. Anda akan bangun dengan
perasaan lebih tenang di pagi hari.
Jangan Letakkan, Tapi Simpan
Seringkali kita menaruh barang di sembarang tempat karena malas (misal:
menaruh kunci di meja makan). Biasakan untuk selalu mengembalikan barang ke
"rumah" aslinya segera setelah digunakan.
3. Tips Tambahan Per Ruangan
|
Ruangan |
Tips
Utama |
|
Dapur |
Jaga
agar permukaan countertop tetap kosong dari barang yang jarang
dipakai. |
|
Kamar
Tidur |
Biasakan
merapikan tempat tidur segera setelah bangun. Ini adalah "kemenangan
pertama" hari itu. |
|
Ruang
Tamu |
Gunakan
furnitur multifungsi, seperti meja kopi yang memiliki laci atau sofa bed. |
|
Area
Kerja |
Minimalisir
kabel yang berantakan dengan cable organizer agar fokus tetap terjaga. |
Menata rumah adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir. Mulailah dari
satu sudut kecil terlebih dahulu agar Anda tidak merasa kewalahan.
Pilihan yang tepat untuk memulai! Dapur dan ruang makan
adalah jantung rumah, tetapi juga area yang paling cepat berantakan karena
aktivitas harian.
Berikut adalah rencana aksi spesifik untuk menata kedua area tersebut
tanpa merasa kewalahan:
1. Strategi Dapur (Fungsi &
Kecepatan)
Di dapur, prinsip utamanya adalah "Work Triangle"
(Segitiga Kerja) antara kulkas, wastafel, dan kompor.
·
Kosongkan Permukaan Meja (Countertop): Pindahkan alat
yang jarang dipakai (seperti blender atau pemanggang roti yang hanya dipakai
sebulan sekali) ke dalam lemari bawah. Meja yang bersih membuat dapur terlihat
jauh lebih luas.
·
Zonasi Peralatan: * Simpan alat
masak (sutil, panci) di dekat kompor.
o Simpan piring dan alat makan di dekat area cuci atau meja makan.
o Simpan bahan makanan kering di satu area (pantry).
·
Gunakan Wadah Seragam: Pindahkan bumbu
dapur atau bahan kering (gula, kopi, pasta) ke toples bening. Selain rapi, Anda
bisa langsung tahu kapan harus belanja lagi.
·
Audit Kulkas: Buang makanan
kadaluwarsa atau saus yang sudah berubah warna. Lap rak kulkas sebelum
mengisinya kembali.
2. Strategi Ruang Makan (Ketenangan
& Kebersihan)
Ruang makan sering menjadi "tempat pembuangan" sementara untuk
kunci, surat, tas, atau belanjaan.
·
Aturan "Meja Kosong": Meja makan hanya
boleh berisi hiasan (vas bunga atau keranjang buah). Singkirkan semua benda
yang tidak ada hubungannya dengan makan.
·
Siapkan "Drop Zone": Jika Anda sering
menaruh surat atau kunci di meja makan, sediakan keranjang kecil atau rak
gantungan di dekat pintu masuk agar barang tersebut tidak mampir ke meja makan.
·
Manfaatkan Ruang di Bawah atau di
Samping: Jika ada meja samping (sideboard), gunakan
untuk menyimpan taplak meja, serbet, dan lilin hias agar meja utama tetap
bersih.
3. Rencana Aksi 2 Hari (Dapur &
Ruang Makan)
Jika Anda ingin melakukannya akhir pekan ini, berikut pembagiannya:
Hari
ke-1: Dapur (Area Basah & Panas)
·
15 Menit: Sortir bumbu dan
bahan makanan di kulkas/lemari (buang yang kadaluwarsa).
·
30 Menit: Kelompokkan alat
masak. Panci yang jarang dipakai ditaruh di rak paling bawah.
·
15 Menit: Bersihkan area
wastafel dan kompor secara mendalam.
Hari
ke-2: Ruang Makan & Penyelesaian
·
15 Menit: Singkirkan semua
barang di meja makan yang bukan miliknya (surat, pakaian, mainan).
·
20 Menit: Lap meja makan dan
tata kursi dengan rapi.
·
15 Menit: Sapu dan pel
lantai dapur serta ruang makan hingga bersih total.
Tips Kebiasaan Hidup Rapi di Dapur:
"Clean
as you go": Sambil menunggu air mendidih atau masakan matang, langsung cuci
peralatan yang sudah kotor. Jangan menunggu makan selesai baru mulai mencuci
semuanya.
Mari kita fokus ke Almari Buku.
Seringkali almari buku menjadi berantakan karena kita hanya menaruh buku tanpa
sistem, atau banyak buku yang sebenarnya tidak akan kita baca lagi.
Berikut adalah panduan menata almari buku agar terlihat seperti perpustakaan
pribadi yang estetik dan rapi:
1. Metode Sortir (Hapus Beban)
Keluarkan semua buku dari rak. Tanya pada diri sendiri: "Apakah saya akan membaca ini lagi?" atau "Apakah buku ini punya nilai memori yang kuat?"
·
Simpan: Buku favorit,
referensi pekerjaan, atau koleksi langka.
·
Donasikan/Jual: Buku yang sudah
dibaca dan tidak ingin dibaca lagi, buku sekolah yang sudah tidak relevan.
2. Pilih Sistem Penataan
Pilih salah satu metode yang paling cocok dengan kepribadian Anda:
·
Berdasarkan Kategori/Genre: (Paling Praktis)
Kelompokkan novel, pengembangan diri, hobi, dan buku agama secara terpisah.
·
Berdasarkan Warna: (Paling Estetik)
Urutkan buku sesuai warna pelangi. Ini membuat ruangan terlihat sangat rapi di
foto dan mata.
·
Berdasarkan Ukuran: Letakkan buku yang
tinggi di pinggir dan yang pendek di tengah agar terlihat simetris.
·
Berdasarkan Penulis: Urutkan secara
alfabetis jika koleksi Anda sangat banyak.
3. Teknik "Breathing Space"
(Ruang Bernapas)
Jangan penuhi rak dari ujung ke ujung hanya dengan buku. Ini membuatnya
terlihat berat.
·
Selipkan Dekorasi: Taruh tanaman
kecil (sukulen), foto bingkai, atau dekorasi estetik di antara barisan buku.
·
Horizontal & Vertikal: Susun sebagian
buku secara berdiri (vertikal) dan sebagian lagi secara bertumpuk (horizontal).
Tumpukan horizontal bisa berfungsi sebagai "penyangga" buku lainnya.
4. Perawatan Rutin
·
Gunakan Pembatas Buku (Bookends): Agar buku tidak
jatuh dan melengkung.
·
Bersihkan Debu: Minimal sebulan
sekali, gunakan kemoceng atau kain mikrofiber karena buku adalah magnet debu.

