Tuesday, 23 February 2021

Goresan Catatan Guru Bersama Korona Bagian 11



#Menulis di Blog Jadi Buku

#23 Februari 2021

Pembelajaran dengan e-learning
Oleh: Suyati

Pengetahuan tentang berbagai platform aplikasi memang mutlak diperlukan untuk kegiatan pembelajaran daring saat ini. Setelah berkutat dengan pelatihan pemanfaatan google form, kini kita harus beralih ke penggunaan e-learning. Sementara sebelumnya sudah mulai merasakan nyaman menggunakan google form.

Waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan penilaian dengan e-learning sebenarnya sudah lama disosialisasikan. Tetapi memang masih banyak yang belum aktif di dalamnya.

Sebenarnya platform e-learning ini lebih mudah dan lengkap. Terutama setelah di-update ke dalam sistem 3.0.0. Ada fasilitas semacam zoom meeting. Di e-learning kami menyebutnya learning conference.

Diharapkan semua kelas dan guru sudah menggunakan teknologi ini. Ada beberapa tutorial yang harus diperhatikan dan dipelajari sebelumnya. Hal tersebut sangat membantu para guru untuk dapat mengaplikasikan e-learning dalam pembelajaran online.

Tutorial tersebut meliputi beberapa langkah yang harus dilakukan untuk dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan di dalam sistem e-learning. Berikut beberapa link tutorial yang dapat dipelajari sehingga dapat memaksimalkan penggunaan fasilitas yang ada di e-learning.

Video ini adalah jawaban dari beberapa madrasah yang mungkin belum familiar dengan penggunaan elearning madrasah. Video meliputi

1. Fitur Operator

2. Fitur Eksekutif

3. Fitur Guru

4. Fitur Siswa


Tutorial Elearning Madrasah | #1 Pengenalan Fitur Login

Tutorial Elearning Madrasah | #2 Fitur Login Operator

Tutorial Elearning Madrasah | #3 Setting Kalender Akademik

Tutorial Elearning Madrasah | #4 Setting Ruang Kelas & Mapel

Tutorial Elearning Madrasah | #5 Setting Management User
Tutorial Elearning Madrasah | #6 Setting Wali Kelas dan BK

Tutorial Elearning Madrasah | #7 Setting Kenaikan Kelas
Tutorial Elearning Madrasah | #8 Fitur Login Eksekutif/Kepala & Waka
Tutorial Elearning Madrasah | #9 Fitur Login Guru
Tutorial Elearning Madrasah | #10 Membuat Kelas Online

Tutorial Elearning Madrasah | #11 Copy Kelas Online

Tutorial Elearning Madrasah | #12 Video Conference

Tutorial Elearning Madrasah | #13 Absen dan Jurnal Kelas

Tutorial Elearning Madrasah | #14 CBT Online

Tutorial Elearning Madrasah | #15 Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan

Tutorial Elearning Madrasah | #16 Penilaian Sikap
Tutorial Elearning Madrasah | #17 Fitur Login Siswa

Tutorial Elearning Madrasah | #18 Kelas Online

Tutorial Elearning Madrasah | #19 Video Conference Siswa

Tutorial Elearning Madrasah | #20 Cara Mengerjakan CBT
https://youtu.be/r-3ZHHid3Rc

Tutorial Elearning Madrasah | #21 Cara Mengerjakan Tugas Pengetahuan dan Keterampilan

Pemanfaatan e-learning ini akan membantu guru dan peserta didik untuk dapat belajar di satu link sekolah. E-learning diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya pada saat pembelajaran online dan jarak jauh seperti sekarang. Ini juga dapat dimanfaatkan pada situasi pembelajaran tatap muka.



Monday, 22 February 2021

Goresan Catatan Guru Bersama Korona Bagian 10




#Menulis di Blog Jadi Buku

# 22 Februari 2021

Belajar Link, Belajar Kedisiplinan dan Ketelitian
Oleh: Suyati


Perubahan-perubahan yang terjadi akibat pandemic mulai terbiasa kita rasakan. Kita memang harus berdampingan dengan virus ini. Tidak mengabaikan tetapi tidak pula kita bisa menghindarinya. Berbagai sektor sudah tepengaruh dengan keadaan ini. Kebiasaan-kebiasaan baru dituntut untuk dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan keadaaan.

Salah satu yang terjadi pada guru adalah tentang presensi/kehadiran dalam bekerja. Setelah dberlakukan finger print untuk presensi selama beberapa tahun ke belakang. Awalnya presensi ddengan menggunakan finger print mendapat banyak kritikan. Tetapi seiring berjalannya waktu, akhirnya pun kita bisa menyesuaikan dan akhirnya terbiasa. Kini karena merebaknya virus ini system presensi diubah dengan sistem online. Sekarang harus berganti pola kembali.

Yang ingin saya sampaikan di sini bukanlah tentang presensinya. Tetapi pola yang digunakan. Karena kita menggunakan link kadang-kadang ketika kita meyimpannya maka akan muncul kerepotan luar biasa. Bagi yang menyimpannya kita tinggal klik saja. Internet jalan dan kuota tersedia maka lancarlah. Tetapi bagi yang tidak ini akan menimbulkan kebingungan. Ketika kita harus mengetik alamat yang diberikan maka tidak satu pun kesalahan yang diperbolehkan masuk ke dalamnya. Jika kita salah mengetik satu karakter slah maka proses akan tertolak.

Yang kedua adalah penyampaian materi pelajaran. Kita bisa menggunakan blog, google, classroom, youtube dan berbagai fasilitas online lainnya. Sama halnya dengan link presensi, jika kita salah memasukkan link kita pada fasilitas pembelajaran tersebut maka kita tidak akan mendapatkan materi tersebut. Materi tersebut tidak dapat dibuka.

Berikutnya adalah link-link tentang sertifikat atau pengumpulan suatu dokumen. Pada saat sekarang banyak pengarsipan dokumen-dokumen yang dilakukan lewat online. Kita diminta untuk mengumpulkan dokumen-dokumen tentang kepegawaian, tentang kenaikan pangkat, tentang sertifikat, dan alin sebagainya melalui link. Tentu ini akan berbahaya dan sekaligus merugikan jika kita sampai salah link. Apa yang seharusnya dikirim akhirnya tertunda bahkan gagal terupload karena salah penulisan karakter pada link.

Bahasa pemrogramanan mungkin di kalangan penikmat teknologi tidak asing lagi. Tetapi bagi yang jarang berkutat dengan hal tersebut adalah hal yang membingungkan. Memang link tersebut tidak harus diingat. Kita hanya perlu menyimpannya dean kemudian kita bisa mengkopi paste di lain kesempatan. Kalau tidak demikian maka akan bolak-balik akses kita ditolak oleh komputer atau jaringan kita. Ini yang kadang akhirnya memakan waktu proses dari kegitan presensi dan penyampaian materi. Keluhan link tidak bisa dibuka sering mewarnai. Dan kadang-kadang hal tersebut terjadi karena hal-hal yang sepele saat kita memasukkan link yang diberikan. Ketelitian dan perhatian mutlak diperlukan untuk bisa menggunakan Bahasa pemrograman ini dengan baik. Hanya karena kurang tanda titik (.), salah membedakan strip (-) dengan slash (_), menggunakan koma dan sampai menulis karakter huruf dan angka salah menjadi masalah yang tidak bisa dianggap kecil dalam pembuatan link dalam penyampaian materi.

Berkaca dari kebingungan dan kegagalan masuk karena memasukkan karakter salah dalam link. Saya lebih berhati-hati. Tidak menganggap sepele apa yang kita anggap tidak penting. Juga meningkatkan kedisplinan dalam segi yang lain. Tidak asal dan sembarangan. Karena akibatnya tidak main-main. Kegagalan kita masuk pada sebuah link tentu akan merugikan diri kita sendiri. Selain kita tidak mendapatkan apa yang kita tuju. Lebih dari itu kita sama sekali tidak bisa masuk ke dalamnya. Nah solusinya latih ketelitian dan kedisplinan diri mulai dari menuliskan atau mengetik link secara tepat dan benar sesuai yang diberikan. Salam literasi.


Pentigraf: Film Upin dan Ipin di Mata Anakku

 


Siapa yang tidak kenal film Upin dan Ipin? Saya kira tidak ada ya? Semua mengenal filmnya maupun versi di layar televisi. Upin dan Ipin sudah menjadi tontonan wajib bagi anak-anak termasuk anakku. Ia sudah hafal betul jam berapa saja film ini ditayangkan di layar kaca. Meski sekarang lebih jarang menonton televisi tapi jadwal menonton Upin dan Ipin tidak boleh terlewatkan. Biasanya ia akan menonton bersama-sama teman-temannya di rumah.

Perkembangan pengenalannya terhadap tokoh-tokoh Upin dan Ipin ternyata luar biasa. Sekarang ia sudah mampu menganalisis karakter dari masing-masing tokoh pemain di sana. Seperti sore ini ia bercerita dengan teman-temannya siapa saja pemain di Upin dan Ipin. Mereka saling menyebutkan tokoh-tokoh. Ia mulai menganalisis karakter mereka. Misalnya, Upin dan Ipin, suka membantu Atuk dan pengen menjadi detektif. Upin dan Ipin suka makan ayam goreng. Ijat yang penakut dan suka pingsan. Ikhsan menurutnya orang kaya yang suka makan dan manja. Mey-Mey yang suka bermain masak-masakan, pakai kacamata dan suka membaca. Susanti orang Indonesia yang suka memotret. Mail yang suka berjualan. Apa-apa harus dibayar. Tidak boleh ada yang gratis. Jarjit yang suka berpantun dan pakai topeng. Opah, nenek yang sayang sama Upin dan Ipin. Atuk giginya ompong dan suka berkebun. Satu demi satu mereka saling melengkapi analisis mereka.

Mendengar analisis mereka saya berdecak kagum. Ternyata anak-anak tidak hanya sekedar menonton seperti yang saya kira. Mereka mencermati apa yang mereka tonton. Mungkin inilah yang menjadi alasan, anak-anak harus didampingi saat mereka menonton televisi. Ada satu tokoh yang belum mereka sebutkan dalam cerita mereka, yaitu Kak Ros. Aku akhirnya ikut bergabung penasaran. Saya tanya tentang Kak Ros. “Kalau Kak Ros bagaimana?” Sejenak anakku diam. Teman-temannya juga diam, berpikir untuk mencoba menjawab. Tiba-tiba anakku menjawab, “Kak Ros itu kayak Mama. Suka marah-marah. Apa-apa nggak boleh dilakukan Upin Ipin.” Mendengar jawaban anakku, aku tercengang. Duh jawabannya mak jleb banget. Teman-temannya tertawa, mungkin membenarkan. Begitukah aku selama ini? Pemarah kayak Kak Ros? “Tapi aku sayang Mama. Kayak Upin Ipin sayang Kak Ros,” ucapnya sambil memelukku di depan teman-temannya. So sweet, my little angel! Love you, too.

Doa-Doa Harian

Berikut adalah kumpulan doa-doa harian dalam bahasa Arab, lengkap dengan teks Latin dan artinya yang bisa diamalkan sehari-hari: 1. Doa Ba...