Sunday, 4 October 2026

Persiapan Mengikuti AKGTK

Bagi GTK yang akan mengikuti AKGTK, persiapan sebaiknya tidak hanya berupa belajar materi, tetapi juga memastikan administrasi, teknis, dan kesiapan kompetensi. AKGTK lebih tepat dipandang sebagai pemetaan kompetensi, sehingga persiapannya tidak perlu seperti menghadapi ujian yang harus “dihafalkan”.

1. Persiapan administrasi

Pastikan terlebih dahulu:

  • Terdaftar sebagai peserta AKGTK.

  • Nama, NIK/NUPTK/NSM atau data kepegawaian sesuai dengan data resmi.

  • Mengetahui jadwal, tempat, sesi, dan moda pelaksanaan AKGTK.

  • Membawa atau menyiapkan identitas yang dipersyaratkan.

  • Mengetahui akun/login yang digunakan apabila asesmen dilaksanakan secara daring.

  • Mengecek pengumuman atau informasi terbaru dari Kemenag/Kanwil/Kankemenag/madrasah.

2. Persiapan perangkat dan teknis

Jika AKGTK dilaksanakan berbasis komputer:

  • Pastikan komputer/laptop dapat digunakan dengan baik.

  • Cek koneksi internet.

  • Pastikan browser berfungsi dan diperbarui.

  • Siapkan username dan password.

  • Lakukan simulasi apabila panitia menyediakan simulasi.

  • Datang lebih awal agar tidak terganggu masalah teknis.

  • Jangan melakukan perubahan pada perangkat atau aplikasi yang tidak diperlukan.

3. Persiapan kompetensi guru

Untuk guru, sebaiknya mengulang kembali hal-hal berikut:

A. Pedagogik

  • Karakteristik dan kebutuhan peserta didik.

  • Perencanaan pembelajaran.

  • Tujuan pembelajaran.

  • Strategi/model/metode pembelajaran.

  • Pembelajaran berdiferensiasi.

  • Asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif.

  • Pengolahan dan pemanfaatan hasil asesmen.

  • Remedial dan pengayaan.

  • Pengelolaan kelas.

  • Refleksi dan perbaikan pembelajaran.

B. Profesional
Karena Ibu guru Bahasa Inggris, misalnya, dapat mereview:

  • Grammar dan vocabulary.

  • Reading, listening, speaking, dan writing.

  • Genre/text types.

  • Functional texts.

  • Pengembangan materi Bahasa Inggris SMP/MTs.

  • Kurikulum dan capaian pembelajaran yang berlaku.

  • Penggunaan konteks kehidupan nyata dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

C. Kompetensi kepribadian dan sosial
Persiapkan pemahaman mengenai:

  • Integritas dan tanggung jawab guru.

  • Keteladanan.

  • Etika profesi.

  • Komunikasi dengan peserta didik.

  • Kolaborasi dengan guru dan tenaga kependidikan.

  • Komunikasi dengan orang tua.

  • Lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.

4. Pahami arah pembelajaran saat ini

Ini cukup penting. Jangan hanya menghafalkan definisi istilah. Latih diri untuk menganalisis situasi pembelajaran.

Misalnya muncul kasus:

Sebagian peserta didik belum mencapai tujuan pembelajaran, sementara sebagian lainnya sudah menguasainya. Apa yang sebaiknya dilakukan guru?

Yang diuji bukan sekadar hafalan istilah diferensiasi, tetapi kemampuan memilih tindakan pedagogis yang paling tepat berdasarkan kondisi peserta didik.

Jadi, latihan yang baik adalah membaca kasus-kasus pembelajaran, kemudian menentukan:

  • masalahnya,

  • penyebabnya,

  • tindakan guru,

  • alasan memilih tindakan tersebut,

  • dan bagaimana mengevaluasi hasilnya.

5. Persiapan mental

Tidak perlu terlalu cemas. Karena AKGTK bertujuan melakukan pemetaan kompetensi, hasilnya juga dapat menjadi bahan untuk mengetahui bagian mana yang masih perlu dikembangkan.

Pada hari pelaksanaan:

Datang cukup awal → cek perangkat/login → baca petunjuk → kerjakan dengan teliti → jangan terburu-buru → manfaatkan waktu untuk meninjau kembali jawaban.


Checklist singkat GTK sebelum AKGTK

Yang disiapkanCek
Status/daftar peserta☐
Jadwal dan lokasi/sesi☐
Identitas☐
Akun dan password☐
Perangkat komputer☐
Koneksi internet☐
Simulasi AKGTK☐
Pedagogik☐
Profesional sesuai bidang☐
Asesmen pembelajaran☐
Kurikulum yang berlaku☐
Analisis kasus pembelajaran☐
Kesiapan fisik dan mental☐

Untuk Ibu sebagai guru Bahasa Inggris MTs, disarankan untuk persiapan lebih difokuskan pada soal studi kasus pedagogik + kompetensi profesional Bahasa Inggris, bukan sekadar menghafal teori. Ini biasanya lebih membantu menghadapi soal yang menuntut analisis dan pengambilan keputusan sebagai guru.

Pelaksanaan AKGTK (Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan)

AKGTK (Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan) adalah asesmen yang digunakan untuk memetakan kompetensi guru dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan madrasah. Asesmen ini membantu melihat sejauh mana kompetensi yang dimiliki pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan tuntutan tugas dan profesinya.

Tujuan AKGTK

Secara umum, AKGTK bertujuan untuk:

  1. Memetakan kompetensi guru dan tenaga kependidikan
    Mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang diperlukan dalam melaksanakan tugas profesional.

  2. Mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan pengembangan
    Hasil asesmen dapat menunjukkan aspek yang sudah baik dan aspek yang masih perlu ditingkatkan.

  3. Menjadi dasar pengembangan profesional
    Data AKGTK dapat digunakan untuk merancang pelatihan, pengembangan keprofesian, pendampingan, dan peningkatan kompetensi yang lebih sesuai kebutuhan.

  4. Mendukung peningkatan kualitas pembelajaran
    Kompetensi guru yang semakin baik diharapkan berdampak pada kualitas proses dan hasil belajar peserta didik.

  5. Menyediakan data bagi pengambilan kebijakan
    Kementerian, Kanwil, Kankemenag, maupun madrasah dapat menggunakan hasil pemetaan untuk menentukan program peningkatan mutu yang lebih tepat.

Apa yang diukur?

Untuk guru, aspek yang diasesmen pada prinsipnya berkaitan dengan kompetensi yang diperlukan dalam menjalankan profesinya, seperti:

  • Pedagogik – kemampuan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.

  • Profesional – penguasaan materi dan bidang keilmuan yang diajarkan.

  • Sosial – kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif.

  • Kepribadian – sikap, integritas, keteladanan, dan karakter sebagai pendidik.

Sementara itu, aspek yang diukur pada tenaga kependidikan disesuaikan dengan tugas dan jabatan masing-masing.

Yang penting dipahami

AKGTK bukan semata-mata ujian untuk menentukan guru "baik" atau "tidak baik". Fungsi utamanya adalah pemetaan kompetensi. Karena itu, hasil AKGTK sebaiknya dipandang sebagai cermin untuk mengetahui posisi kompetensi saat ini dan menentukan langkah pengembangan berikutnya.

Untuk guru madrasah seperti di MTsN, AKGTK juga dapat menjadi bahan untuk merencanakan pengembangan kompetensi yang lebih spesifik, misalnya dalam pembelajaran mendalam (Deep Learning), asesmen, pedagogik, penguasaan materi, literasi digital, dan pengembangan profesional guru.

Persiapan Mengikuti AKGTK

Bagi GTK yang akan mengikuti AKGTK, persiapan sebaiknya tidak hanya berupa belajar materi, tetapi juga memastikan administrasi, teknis, dan ...