AKGTK (Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan) adalah asesmen yang digunakan untuk memetakan kompetensi guru dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan madrasah. Asesmen ini membantu melihat sejauh mana kompetensi yang dimiliki pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan tuntutan tugas dan profesinya.
Tujuan AKGTK
Secara umum, AKGTK bertujuan untuk:
Memetakan kompetensi guru dan tenaga kependidikan
Mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang diperlukan dalam melaksanakan tugas profesional.Mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan pengembangan
Hasil asesmen dapat menunjukkan aspek yang sudah baik dan aspek yang masih perlu ditingkatkan.Menjadi dasar pengembangan profesional
Data AKGTK dapat digunakan untuk merancang pelatihan, pengembangan keprofesian, pendampingan, dan peningkatan kompetensi yang lebih sesuai kebutuhan.Mendukung peningkatan kualitas pembelajaran
Kompetensi guru yang semakin baik diharapkan berdampak pada kualitas proses dan hasil belajar peserta didik.Menyediakan data bagi pengambilan kebijakan
Kementerian, Kanwil, Kankemenag, maupun madrasah dapat menggunakan hasil pemetaan untuk menentukan program peningkatan mutu yang lebih tepat.
Apa yang diukur?
Untuk guru, aspek yang diasesmen pada prinsipnya berkaitan dengan kompetensi yang diperlukan dalam menjalankan profesinya, seperti:
Pedagogik – kemampuan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.
Profesional – penguasaan materi dan bidang keilmuan yang diajarkan.
Sosial – kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif.
Kepribadian – sikap, integritas, keteladanan, dan karakter sebagai pendidik.
Sementara itu, aspek yang diukur pada tenaga kependidikan disesuaikan dengan tugas dan jabatan masing-masing.
Yang penting dipahami
AKGTK bukan semata-mata ujian untuk menentukan guru "baik" atau "tidak baik". Fungsi utamanya adalah pemetaan kompetensi. Karena itu, hasil AKGTK sebaiknya dipandang sebagai cermin untuk mengetahui posisi kompetensi saat ini dan menentukan langkah pengembangan berikutnya.
Untuk guru madrasah seperti di MTsN, AKGTK juga dapat menjadi bahan untuk merencanakan pengembangan kompetensi yang lebih spesifik, misalnya dalam pembelajaran mendalam (Deep Learning), asesmen, pedagogik, penguasaan materi, literasi digital, dan pengembangan profesional guru.
No comments:
Post a Comment