Monday, 3 November 2025

Exercise: Simple Present Tense

 Change the sentence below into (-) and (?)

1. Zebras eat grass. (+)

(-) ...

(?) ...

2. My sister cooks fried rice every morning.

(-) ...

(?) ...

3. Mr. Imran speaks English everyday. 

(-) ...

(?) ...

4. We clean the school every month.

(-) ...

(?) ...

5. Your mother makes chocolate cake.

(-) ...

(?) ...

6. My brother and I go to school by motorcycle.

(-) ...

(?) ...

7. Dinda sweeps the floor everyday.

(-) ...

(?) ...

8. They teach mathematics at the classroom.

(-) ...

(?) ...

9. She listens to the music in the bedroom.

(-) ...

(?) ...

10. You and I study English together.

(-) ...

(?) ...


Sunday, 2 November 2025

Al Qur’an Sebagai Hujjah bagi yang Mengamalkan dan Hujjah atas yang Mengabaikannya

 ONE DAY ONE HADITS

Ahad, 2 November 2025 / 11 Jumadil awal 1447


عَنْ أَبِي مَالِكٍ الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صل الله عليه وسلم :

«الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلآنِ -أوْ تَمْلأُ- مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ، وَالصَّلاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو، فَبَائِعٌ نَفْسَهُ، فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا»

(رواه مسلم، رقم 223


Dari Abu Malik Al-Asy‘ari radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

“Kesucian (thaharah) adalah separuh dari iman; ucapan ‘Alhamdulillah’ memenuhi timbangan; ‘Subhanallah’ dan ‘Alhamdulillah’ memenuhi apa yang ada antara langit dan bumi.

Shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, sabar adalah sinar, dan Al-Qur’an adalah hujjah bagimu atau hujjah atasmu.

Setiap orang pergi di pagi hari, maka ia menjual dirinya: ada yang membebaskannya (dengan amal saleh), dan ada pula yang membinasakannya (dengan dosa).”

(HR. Muslim, no. 223)


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits 


1- Al-Qur’an memiliki kedudukan besar dalam kehidupan seorang Muslim.

Ia bukan sekadar bacaan, tetapi pedoman hidup yang harus diamalkan.

2- Orang yang hidup dengan Al-Qur’an akan mendapat pembelaan darinya di akhirat.

Al-Qur’an akan “datang” dan memberi syafaat bagi pembacanya.

3- Al-Qur’an bisa menjadi saksi yang memberatkan.

Jika seseorang membaca tapi tidak mematuhi perintah dan larangannya, maka bacaan itu justru menjadi bukti atas kelalaiannya.

4- Al-Qur’an bukan sekadar kitab bacaan, tetapi saksi hidup yang akan berbicara di hadapan Allah.

Ia akan menjadi pembela bagi yang mengamalkannya, dan penuntut bagi yang menelantarkannya.

5- Amal ibadah lain juga disebut dalam hadis ini:

- Thaharah (bersuci) separuh iman

- Shalat cahaya

- Sedekah bukti keimanan

- Sabar sinar

Semua ini menunjukkan pentingnya amal dan kebersihan hati.

6- Setiap manusia “menjual dirinya” setiap hari.

- Dengan amal saleh  ia membebaskan dirinya dari neraka.

- Dengan maksiat ia membinasakan dirinya.


Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an :

1- Bahwa Al-Qur’an membawa rahmat dan kesembuhan bagi yang beriman dan mengamalkannya.

Namun bagi orang yang menentang atau mengabaikannya, Al-Qur’an justru menjadi sebab kerugian dan kehancuran


وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang zalim selain kerugian.”

(QS. Al-Isrā’ [17]: 82)


2- Orang yang meninggalkan Al-Qur’an akan mendapatkan kesempitan hidup di dunia dan kehinaan di akhirat.

Ini selaras dengan makna “hujjah ‘alaik” (Al-Qur’an menjadi saksi yang menentangmu).


وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ


“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur’an), maka sungguh, baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

(QS. Thāhā [20]: 124)


3- Rasulullah shalallahu alaihi wa salam mengadu bahwa sebagian umatnya meninggalkan Al-Qur’an, tidak dibaca, tidak dihayati, dan tidak diamalkan.

Maka bagi mereka, Al-Qur’an akan menjadi hujjah atas mereka (penuntut) di hari kiamat.


وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا


 “Dan berkatalah Rasul, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan.’”

(QS. Al-Furqān [25]: 30)

Saturday, 1 November 2025

Kemuliaan dan Kehinaan Umat Tergantung pada Sikap terhadap Al-Qur’an

 ONE DAY ONE HADITS

Sabtu, 1 November 2025 / 10 Jumadil awal 1447


عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صل الله عليه وسلم قَالَ:

«إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ»

(رواه مسلم، رقم 817)


Dari Umar bin Al-Khaththab radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

 “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat beberapa kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dan Allah juga akan merendahkan dengan kitab ini kaum yang lain.”

(HR. Muslim, no. 817)


Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Hadis ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an bisa menjadi sebab kemuliaan, tetapi juga bisa menjadi sebab kehinaan, tergantung bagaimana seseorang memperlakukan Al-Qur’an.

a. Al-Qur’an Mengangkat Derajat

Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang:

- Membaca Al-Qur’an dengan benar,

- Mengamalkan isinya,

- Menjaga adab terhadapnya,

- Menjadikannya pedoman hidup, bukan sekadar bacaan.

Contohnya: Para sahabat Nabi banyak dari mereka menjadi pemimpin dan mulia karena berpegang pada Al-Qur’an.

Bukan karena keturunan atau kekayaan, tapi karena mereka hidup dengan Al-Qur’an.

b- Al-Qur’an Dapat Merendahkan

Sebaliknya, Allah akan merendahkan orang-orang yang:

- Membaca tapi tidak mengamalkan,

- Menghafal tapi tidak menjaga akhlak dan amalnya,

- Menjadikan Al-Qur’an sekadar simbol, bukan pedoman.

Al-Qur’an akan menjadi hujjah (bukti) bagi seseorang, apakah ia memperjuangkan dan mengamalkannya, atau justru menelantarkannya.

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:


والقرآن حجة لك أو عليك

“Al-Qur’an itu akan menjadi hujjah (pembela) bagimu atau justru hujjah atasmu (menjerumuskanmu).”

(HR. Muslim)


Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an :

1- Al-Qur’an akan mengangkat derajat siapa pun yang menjadikannya pedoman dalam hidup, baik individu maupun suatu bangsa.


وَالَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِالْكِتَابِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُصْلِحِينَ 

 "Sesungguhnya orang-orang yang berpegang teguh kepada Kitab (Al-Qur’an) dan mendirikan shalat, Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang memperbaiki diri."

(QS. Al-A‘rāf: 170)


2- Bahwa umat Islam sebagai pewaris Al-Qur’an terbagi menjadi tiga golongan:

1.(Orang yang menzalimi dirinya sendiri)

- Orang yang mengabaikan Al-Qur’an, tidak membaca atau tidak mengamalkan isinya.

- Termasuk golongan yang direndahkan oleh Allah.

2. (Orang yang pertengahan)

- Orang yang berusaha menjalankan sebagian perintah dan menjauhi sebagian larangan.

- Derajatnya menengah.

3. (Orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan)

- Orang yang benar-benar hidup dengan Al-Qur’an membaca, memahami, dan mengamalkannya.

- Mereka inilah yang diangkat derajatnya oleh Allah, sebagaimana sabda Nabi shalallahu alaihi wa salam dalam hadis Muslim tadi.


ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

“Kemudian Kami wariskan Kitab (Al-Qur’an) kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami.

Maka di antara mereka ada yang menzalimi dirinya sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Itulah karunia yang besar.”

(QS. Fāṭir [35]: 32)

Tujuh Kebiasaan Sepele yang Busa Bikin Kaya

Banyak orang mengira menjadi kaya adalah soal keberuntungan besar-menang lotre atau warisan. Padahal, kekayaan sejati adalah matematika sede...