Sunday, 13 August 2023

Lima Penyesalan Setelah Mati

 السَّلاَم علیکم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكـَـاتُهْ

بِسْــــــــــــــــــــــم الل


Kita suatu hari nanti pasti akan mati. Dunia fana, hanya persinggahan menuju sesuatu yang kekal bernama akhirat.


Manusia akhir zaman (kita) lebih cinta dunia dan takut mati. Banyak yang belum sedar dan membuat persiapan sebelum mati. Salah satu sebabnya adalah karena kehidupan dunia yang sungguh melenakan.


“Ketika kita mati, roh kita keluar dari mulut dan hidung”. Mata adalah pancaindera terakhir yang melihat roh. Sebab itu orang yang mati matanya terbuka lebar. Semua kita akan menghadap Allah dan memasuki alam kubur. Orang yang bersama kita di dunia akan segera melupakan kita, sedang kita akan menerima balasan perbuatan yang telah kita lakukan di dunia untuk menghadap Allah.


Hidup di dunia bukan bertujuan untuk mati tetapi persiapan menjalani kematian. Allah mencipta manusia dan jin tidak lain melainkan hanya untuk beribadah pada-Nya. Orang yang telah mati akan meminta pada Allah untuk dihidupkan kembali kerana ingin meningkatkan amalan nya. Berikut ini adalah 5 penyesalan kita setelah mati.


1️⃣ MENYESAL KARENA TIDAK BERSEDEKAH


Maksud bersedekah dalam perkataan Rasulullah kepada sahabatnya merupakan perbuatan baik. Bukan soal sedekah dalam bentuk uang saja, perbuatan baik yang dilakukan kepada sesama manusia dan makhluk ketika hidup di dunia. Contoh seperti menyayangi binatang, membantu saudara ketika susah, berkata baik kepada orang tua, dan menepati janji.


2️⃣ MENYESAL KARENA TIDAK MAU MENERIMA NASIHAT.


Menolak dalam hatinya atau secara terang-terangan seseorang yang menasihatinya tentang kebaikan. Allah menjelaskan dalam Surah Al Mulk ayat 6 – 11, "Ketika manusia dilempar ke dalam neraka sebab memperoleh azab Jahanam, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan. 


Setiap orang kafir dilemparkan, penjaga neraka bertanya apakah mereka tidak diberi peringatan saat di dunia. Penghuni neraka menjawab sesungguhnya telah datang kepadanya seorang pemberi peringatan namun mereka mendustakannya. Mereka pun menyesal dan mengakui dosa-dosa mereka."


3️⃣ MENYESAL KARENA TIDAK MENDIRIKAN SOLAT.


Kita tidak dapat meminta kematian untuk datang lebih awal atau menundanya. Ketika manusia menghadapi kematian ternyata masa mudanya disia-siakan, manusia itulah yang rugi. Sedangkan Allah telah memberi naungan kepada 7 golongan, salah satunya adalah anak muda yang hidup dalam ketaatan pada Allah.


4️⃣ MENYESAL KARENA MEMUTUSKAN TALI SILATURAHIM.


Orang yang memutuskan silaturahim kepada teman atau saudaranya, kemudian meninggal maka ia akan rugi. Karena Rasulullah menganjurkan kita untuk tidak memutuskan hubungan persahabatan atau kekeluargaan, benci-membenci, dan dengki-mendengki sesama manusia.


5️⃣ MENYESAL KARENA TIDAK PERNAH BERDAKWAH.


Dakwah adalah ajakan atau seruan kebaikan kepada manusia yang lain. Dakwah tidak semestinya perlu berdiri di atas pentas, dilihat oleh jutaan umat manusia, atau ceramah di masjid-masjid. Dakwah adalah kewajipan bagi setiap umat Muslim. Ia dapat dimulai dari seorang suami kepada istri dan anak-anaknya, sahabat di sekolahnya, teman sepejabat, bahkan anak kepada orang tua jika sekiranya orang tua melenceng dari ajaran Allah.


Itulah 5 penyesalan setelah kita mati. 

Apa pula 5 penyesalan semasa kita hidup? 

5 penyesalan kita semasa hidup ialah apabila kita tidak mampu untuk menunaikan 5 waktu solat fardhu untuk setiap hari..


Wallahua'lam...

Repost dari Sumber: هدايت كادابن

Monday, 7 August 2023

Masuk Surga Bersama: Indahnya Memaafkan


 Masuk Surga Bersama


Pada suatu hari, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassallam sedang berkumpul dengan para sahabatnya. 

Di tengah perbincangan dengan para sahabat, tiba-tiba Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wassallam tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya,

kemudian sahabat Umar r.a. yang berada di situ, bertanya :

"Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah ?"

_Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam_ menjawab : 

"Aku di beritahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Allah Subhannahu wa ta'la". salah seorang mengadu kepada Allah sambil berkata : ‘Yaa Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat dzalim kepadaku'.

_Allah Subhanahu Wa ta'laa_ berfirman : 

"Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun ?"

Orang itu berkata : 

"Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku di pikul olehnya"

(Sampai di sini, mata Rasulullah berkaca-kaca, menangis tidak mampu menahan tetesan airmatanya.

_Rasulullah_ berkata : 

"Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya"


Kemudian, Rasulullah melanjutkan kisahnya,

Lalu Allah berkata kepada orang yang mengadu tadi : "Sekarang angkat kepalamu, dan lihatlah! "

Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata : "Yaa Rabb, aku melihat di depanku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas dan perak bertatahkan intan berlian, Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, Yaa Rabb ?

Untuk orang Shiddiq yang mana, Yaa Rabb ?

Untuk Syuhada yang mana, Yaa Rabb ?"


_Allah Ta'alaa_ berfirman : 

"Istana itu di berikan kepada orang yang mampu membayar harganya".

Orang itu berkata : "Siapakah yang  mampu membayar harganya, Yaa Rabb ?"

Allah berfirman : 

"Engkau pun mampu membayar harganya".

Orang itu terheran-heran, sambil berkata : 

"Dengan cara apa aku membayarnya, Yaa Rabb ?"

Allah berfirman : "Caranya, engkau MEMAAFKAN saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kedzalimannya kepada-Ku".


Orang itu berkata : 

"Ya Rabb, kini aku memaafkannya".

Allah berfirman : 

"Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk ke surga bersamamu"


Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkata : "Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian SALING BERDAMAI dan MEMAAFKAN. Sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin".

Semoga bermanfaat🙏🏻🙏🏻


(HR. Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih).

Tujuh Tips agar Menjadi Orang Tua yang Dicintai

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan:


1. Menunjukkan kasih sayang dan perhatian.

Tunjukkan bahwa Anda peduli dan selalu ada untuk anak² Anda. Beri mereka perhatian penuh saat berinteraksi dengan mereka dan dengarkan dengan seksama apa yang mereka katakan. Jangan ragu untuk mengungkapkan cinta dan kasih sayang pada mereka secara teratur.


2. Jadilah teladan yang baik

Anak² cenderung meniru perilaku orang tua mereka. Oleh karena itu, pastikan Anda menjadi contoh yang baik bagi mereka. Tunjukkan sikap positif, bertanggung jawab, jujur, dan memiliki nilai² yang baik. Ini akan membantu mereka tumbuh menjadi orang yang baik dan menghargai orang tua mereka.


3. Berikan peraturan yang jelas

Anak² membutuhkan batasan yang jelas dan konsisten dalam hidup mereka. Berikan peraturan yang wajar dan konsisten, serta konsekuensi yang jelas jika peraturan tersebut dilanggar. Tetapi jangan hanya fokus pada hukuman, *berikan juga pujian dan apresiasi saat mereka mematuhi peraturan.


4. Berikan kesempatan untuk berbicara dan dengarkan pendapat mereka

Berikan kesempatan pada anak² Anda untuk mengungkapkan pendapat mereka. Dengarkan dengan hati² dan hormati apa yang mereka katakan, walaupun Anda tidak selalu setuju dengan mereka. Ini akan membuat mereka merasa dihargai dan penting.


5. Terlibat dalam kehidupan mereka

Ambil bagian aktif dalam kehidupan anak² Anda.

Hadiri acara² penting seperti pertandingan olahraga atau pertunjukan sekolah mereka. 

Ajak mereka berbicara tentang kegiatan sehari-hari mereka dan berikan dukungan moral dan motivasi.


6. Biarkan mereka belajar dari kesalahan

Anak² akan membuat kesalahan di sepanjang hidup mereka. Biarkan mereka belajar dari kesalahan tersebut dengan memberikan mereka kesempatan untuk menghadapi konsekuensi dan membantu mereka untuk mengoreksi kesalahan mereka. Tetaplah mendukung mereka dan beri tahu bahwa Anda akan selalu ada untuk mereka.


7. Berikan keamanan dan stabilitas

Anak² membutuhkan rasa aman dan stabilitas dalam hidup mereka. Ciptakan lingkungan yang aman dan stabil di rumah, berikan rutinitas harian yang konsisten, dan beri mereka perasaan percaya diri dengan memberikan mereka tanggung jawab yang sesuai dengan usia mereka.


💡 Ingatlah bahwa setiap anak unik. Jadi penting untuk menyesuaikan pendekatan Anda sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian individu mereka.

Selalu bersikap sabar, pengertian, dan kasih sayang dalam menghadapi anak² Anda


Semoga bermanfaat ya Ayah dan Bunda.

Repost dari Bapak  Aris Ahmad Jaya-ABCo), Mr Sugesti Indonesia

Perbedaan Above/On and Below/Under

Meskipun sekilas tampak mirip karena sama-sama menunjukkan posisi, above vs on serta under vs below memiliki aturan penggunaan yang berb...