Tuesday, 3 December 2024

Perjalanan untuk Andi

 Andi menatap surat pemberitahuan dari sekolah perihal pelaksanaan Kegiatan Study Tour. Hatinya bimbang untuk memberitahukan pemberitahuan ini kepada orang tuanya. Jangankan diminta untuk memilih salah satu tempat yang tercantum di sana. Ke Bandung, Jakarta atau Malang, semuanya membuatnya bingung. Bukan karena dia sudah pernah ke sana. Ketiga tempat itu belum pernah ia tuju. Sangat ingin dia memilih salah satu tempat tujuan study tour tersebut namun kebimbangan semakin memuncak ketika malam tiba. Ayahnya sebentar lagi pulang dari bekerja. 

Akankah ia memberitahukan pemberitahuan ini kepada orang tuanya? Sudah sangat jelas ia melihat bagaimana orang tuanya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Bekerja sebagai buruh harian lepas ayahnya tentu mendapatkan penghasilan yang tidak seberapa setiap harinya. Belum lagi digunakan untuk memenuhi 4 orang kakak beradik dengannya. 

Begitu melihat ayahnya pulang, Andi memegang surat pemberitahuan dari sekolah itu dengan bimbang. Akankah ia berikan kepada orang tuanya atau ia simpan saja? Toh, orang tuanya tidak banyak tahu tentang berbagai kegiatan sekolahnya. Bukan karena tidak peduli tetapi seringkali informasi tersebut berlalu saja tanpa ia mengikutinya karena berbagai pertimbangan keuangan. 

"Ndi , kamu pilih ke mana study tournya? Sudah ditunggu Ibu Lala, wali kelas kita. Segera kumpulkan suratnya kembali. " Pertanyaan dari Roni, teman sebangkunya mengingatkannya kembali. Namun, ia sepertinya enggan untuk mengumpulkannya. Sudah jelas ia tidak akan mengikutinya. Orang tuanya tidak akan mengizinkannya pergi. Terlebih dengan biaya kurang lebih 1 juta. 

Uang sebesar itu bisa digunakan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan makan selama 2 bulan . Kini, hanya untuk dia seorang uang sebesar itu akan digunakan. Itupun kalau ada uangnya. Tidak mungkin uang sebesar itu dapat dipinjam dari orang lain. 

"Bapak, ini ada surat dari sekolah," Andi ragu memulai pembicaraan ketika Bapaknya sudah meminum kopi di dipan depan. Disodorkannya surat pemberitahuan dari sekolah ke hadapan Bapaknya. Bapaknya menerimanya dengan pelan sambil memandang wajah Andi. 

Masuk Surga Dengan Rahmat Allah

 ONE DAY ONE HADITS

Selasa, 3 Desember 2024 / 1 Jumadilakhir 1446


Masuk Surga Dengan Rahmat Allah 


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَدْخُلُ أَحَدٌ مِنْكُمُ الْجَنَّةَ بِعَمَلِهِ» قَالُوا: وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «وَلَا أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ مِنْهُ بِرَحْمَةٍ وَفَضْلٍ..


Dari Abu Hurairah RA. Ia berkata : Rosulullah SAW bersabda : “ Salah seorang diantara kalian tidak akan masuk surga dengan amalannya” Para Sahabat bertanya : Demikian juga Anda wahai Rosulullah? Nabi menjawab: “ Tidak juga aku, Kecuali Allah melimpahkan Rahmat dan Kemurahannya padaku (maka Aku masuk syurga)”[ Bukhori Muslim]


Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:


1- Sebanyak apapun Amal seseorang tidak akan bisa memasukkannya ke syurga, sebab amalanyya tersebut bukanlah voucer yang bisa ditukarkan tiket untuk masuk syurga.

2- Satu-satunya yang bisa memasukkan orang ke Syurga adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan Rahmatnya.

3- Amal Shalih merupakan salah satu sebab seseorang masuk syurga, karena dengan orang beramal shalih maka kemungkinan mendapat Rahmat Allah lebih besar.

4- Rahmat Allah didapatkan dengan bertaqwa (melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya).


Tema hadits yang berkaitan dengan Al qur'an :


1- Amal Shalih merupakan salah satu sebab seseorang masuk syurga, karena dengan orang beramal shalih maka kemungkinan mendapat Rahmat Allah lebih besar



الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُون


Orang-Orang yang telah diwafatkan oleh Malaikat dalam keadaan Baik, mereka (malaikat) mengucapkat Salam kepada mereka Masuklah kalian ke syurga dengan apa-apa yang telah kalian kerjakan (dari amal shaleh).[An Nahl:32]


2- Sesungguhnya rahmat Allah selalu mengincar orang-orang yang berbuat kebaikan, yaitu mereka yang mengikuti perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Seperti pengertian yang 


إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ


Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (Al-A'raf: 56).

Monday, 2 December 2024

Si Pengingat Kenangan

Hari ini aku melanjutkan beres-beres rumah dan menata barang-barang yang sudah bertumpuk karena proses renovasi ruangan. Barang-barang yang menurutku tidak berguna bergegas aku singkirkan dari ruang dan bersiap menuju ke tempat sampah. Mainan anak, kertas-kertas yang sudah menumpuk bertahun, dan berbagai peralatan yang selama ini hanya terognggok tanpa digunakan. 

Aku sangat gembira karena banyak barang yang selama ini memenuhi ruangan ternyata bisa disingkirkan dari rumah dan memberikan ruang yang cukup untuk membuat ruangan menjadi lega dan luas. Namun, belum sempat saya menyingkirkan mainan di kecil. Ia mulai memprotes, "Yang ini jangan dibuang. Ini barang dikasih Kakak. Yang itu jangan dibuang, itu mainan adik yang masih disayang." Ujarnya sambil mengambil berbagai mainan yang sudah di kotak tempat pembuangan sampah. 

Akhirnya barang-barang yang sudah niat dibuang itu kembali ke ruangan. Ruang yang sudah cukup luas untuk berkegiatan kembali dipenuhi barang-barang mainan anak . Satu-persatu mainan itu kembali menumpuk di salah satu ruangan. Gemas, mungkin seharusnya langsung dibuang tanpa izin. Aduh kalau sudah lawan dengan kenangan nggak bisa sepertinya untuk kegiatan berkemas. Akhirnya kurelakan calon sampah itu kembali mengisi ruangan. Gagal total acara beres-beresnya.

Noun Phrase dan Aturan Adjectives

Dalam tata bahasa Inggris, ketika ada beberapa kata sifat ( adjective ) yang menjelaskan satu kata benda ( noun ), urutannya mengikuti atura...