Thursday, 15 October 2020

Ingin Menulis? Inilah Triknya!!!

 

# Resume Kuliah ke 1 Belajar Menulis Gelombang 8

Di dalam grup ini narasumbernya adalah Ibu Dra. Sri Sugiastuti,M.Pd atau sering disapa Bu Kanjeng. Beliau termasuk penulis dan motivator senior. Beliau sudah tidak muda lagi tetapi semangat menulis dan berkaryanya luar biasa. Membuat malu kita-kita yang tergolong masih muda.

Pada awal sesi materi ada warm up dari beliau tentang buku-buku yang sudah beliau hasilkan bersama dengan komunitasnya. Juga sedikit cerita ringkas awal mula beliau terjun di dunia tulis –menulis. Sungguh menginspirasi.

Ada beberapa hal yang beliau sampaikan pada sesi pemaparan materi. Di antaranya adalah:

Tips Menulis

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjadi seorang penulis antara lain:

  • Banyak membaca. Apa yang kita baca akan tercermin pada gaya tulisan kita.
  • Mencoba menulis di komputer, buku harian atau di media sosial (facebook, blog). Ada korelasi positif semakin kita banyak menulis maka kemampuan menulis kita akan semakin terasah.
  • Teruslah menulis meskipun naskah Anda ditolak atau sudah pernah diterbitkan. Kembangkan terus kemampuan Anda dan perbanyak karya-karya Anda.
  • Mengirimkan tulisan kita ke media cetak atau ke penerbit buku. Bisa mengirimkan ke penerbit mayor atau diterbitkan secara self publishing.

Tips Mencari Ide
Ide adalah hal penting dalam berkarya. Tulisan pun membutuhkan ide. Ada beberapa tips untuk dapat mencari ide di antaranya:

  • Bacalah sebanyak mungkin buku.
  • Refreshing. Pergi ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi untuk menyegarkan otak Anda dari rutinitas.
  • Tulis apa yang  Anda bisa tulis.
  • Cari referensi dari berbagai media.
  • Gunakan cara ATM (amati, tiru,modifikasi) sebagai langkah awal.

Tips Memilih Judul yang Menarik

  • Sesuaikan dengan tema tulisan.
  • Buatlah judul dengan kata-kata yang mudah diingat.
  • Buat orang penasaran dengan judul tersebut karena dengan membuat orang penasaran orang bisa tertarik untuk membaca dan membeli buku kita.

Tips Menulis Cepat

   Pikirkanlah ide tulisan yang akan Anda buat. Lalu segera tuliskan.  Bisa juga dengan membuat kerangka terlebih dahulu agar lebih terarah. Teruslah mengetik berdasarkan ide yang Anda miliki. Jangan lihat ke belakang apa yang telah Anda ketik. Abaikan jika ada yang salah baik dari segi struktur, bahasa maupun ide.

 Waktu yang Tepat untuk Menulis 

Biasanya saat senggang atau sedang menunggu. Bisa juga malam hari sebelum tidur. Manfaatkan waktu tenang untuk menulis bisa sebelum subuh atau setelah isya. Sehingga ide-ide bisa keluar dengan lancar.

Cara Mengirim Naskah ke Penerbit dan Hal yang Harus Diperhatikan 

Sebelum Anda mengirimkan naskah ke penerbit, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Siapkan naskah yang rapi.
  • Pilih penerbit yang sesuai dengan jenis naskah Anda.
  • Perhatikan tata cara pengiriman dan ketentuan mengirim naskah ke penerbit yang bersangkutan.
  • Kirimkan naskah beserta sinopsis dan bioadata penulis. Jika perlu kirim pula proposal untuk meyakinkan penerbit yang bersangkutan.
  • Jangan mengirim naskah kebeberapa penerbit sekaligus.

Sesi materi 1 ini diakhiri dengan penutup tentang motivasi penulisan buku yang luar biasa. Jika terus berjuang, akan ada 2 pilihan lagi. Mau terus mengirimkan ke penerbit mayor atau diterbitkan secara self publishing. Berdasarkan pengalaman penulis-penulis yang awalnya diterbitkan di penerbit indie pun banyak yang menjadi sukses karena karyanya memang potensial. Ada banyak jalan untuk menjadi penulis sukses. Yang terpenting adalah terus melangkah dan jangan berhenti. Jadikan menulis sebagai kebutuhan bukan sebagai kewajiban. Menulis itu sebuah ketrampilan, bukan bakat. Jadi seringlah dilatih, tulislah berbagai ide yang berserak di sekitar kita. Jadikan menulis dan membaca sebagai gaya hidup. Membaca yang selektif dengan kaca mata yang utuh. Beristiqomahlah dalam menulis. Biarkan tulisan menemui takdirnya. Jangan risau, tetaplah menulis dan belajar mengupgrade diri agar naik kelas. Menulislah apa yang disukai dan dikuasai. Terus SEMANGAT!!!

Wednesday, 6 May 2020

CORONA

Tahun 2020 tahun yang istimewa. Sungguh sama sekali tidak terbayang di tahun tersebut terjadi peristiwa luar biasa, pandemic covic 19, yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita secara luar biasa. Anakku mungkin lagi semangat-semangat belajar di sekolah dasar karena baru masuk kelas 1. Tiba-tiba berubah semuanya.

Salah satunya kita harus WFH, bekerja dari rumah. Ada sisi positif, ada pula sisi negatifnya. Tapi saya lebih fokus ke yang positif saja. Pertama,  saya lebih sering bertemu dengan keluarga. Melihat perkembangan dan pertumbuhan anak lebih detail. Hal yang biasanya dilakukan terburu-buru agak melambat dan lebih fokus. Kedua, saya lebih sering memasak. Hal yang jarang dilakukan pada hari normal kecuali libur. Karena selain ada waktu intensitas makan keluarga juga tambah. Jadi pede bisa masak enak karena selalu habis. Yang ketiga lebih banyak belajar tentang teknologi informasi internet untuk pembelajaran daring. Mungkin kalau tidak dipaksa keadaan tidak sesemangat ini. Salah satunya bersyukur bisa  belajar melalui diklat jarak jauh ini. Yang terakhir ada banyak waktu untuk berbenah, introspeksi diri tentang semua. Masalah keimanan, pembelajaran di sekolah, kebersihan dan kenyamanan rumah, dan pola pikir yang harus di upgrade.

Untuk hal-hal negatif akibat korona ini saya lebih memilih bersabar menyikapinya. Stay at home, work from home and learning from home. Tetap semangat dan jangan lupa bahagia.(Suyati, MTsN 1 Purbalingga)

Satu tugas yang didapatkan dari kegiatan diklat jarak jauh (4-31 Mei 2020)

Wednesday, 20 November 2019

PUISI-PUISIKU


Hening Cipta
Purbalingga, 29 Maret 1997

Dalam tertunduk
Kuheningkan cipta sejenak
Coba mengenang kembali ke masamu
Di mana darah tercecer
Bersimbah pada luka-luka menganga
Jasad-jasad kaku membeku
Yang menyunggingkan senyum tulus
Tinggalkan dunia ini tuk satu cita: Merdeka

Dalam hening cipta
Kutabur bunga-bunga doa
Di pusara terakhirmu
Semoga engkau damai di sisi-Nya
Dan janji-janji memenuhi rongga dadaku
Tuk tebarkan benih-benih cintamu pada bangsa
Di jiwa para generasi muda
Penerus perjuanganmu

Ku kenang jasamu
Meski waktu terus berlalu
Sebab tanpa kau pejuang
Indonesia tiada kan pernah merekahkan senyum kemerdekaan


Sepi


Sepi…
Kadang kau sangat kubenci
Sepi…
Kau membuat hatiku sunyi
Tapi kadang kuingin sendiri
Menikmatimu sepenuh hati

Purbalingga, 29 Maret 1997

Lewat Puisi
Purbalingga, 9 April 1997

Lewat puisi
Kucoba dekati kebahagiaan
Ku coba rasai hangat kehidupan
Ku coba lewati sebuah perjalanan panjang

Lewat puisi
Ku ketuk pintu hati yang terkunci
Beku oleh dinginnya polusi hari
Tertutupi oleh pilunya lara hati
Terkoyak oleh perihnya luka

Lewat puisi
Kuingin rasakan
Panasnya sinar mentari
Yang bersinar garang di tengah hari
Meneteskan lelah keringat-keringat
Menjadi asa mencari sesuap nasi

Lewat puisi
Ku ingin nikmati
Dingin gerimis yang mengguyur bumi
Membangunkan dedaunan tuk bersemi
Menghidupkan jiwa-jiwa yang tlah mati

Lewat puisi
Kuingin rasakan semua yang ada di dunia ini
Membuat perjalananku silih berganti
Bahagia duka tawa tangis ceria muram durjana kunikmati
Inilah kebahagiaanku sejati lewat puisi


Kemarau
Purbalingga, April 1997

Mengapa engkau masih malu
Tuk turun di kotaku
Yang kini menjadi panas memanggang
Daun-daun terkulai lemas kekuningan
Penuh harap takzim berdoa
Harapkan tetesan gerimismu segera tiba

Mengapa kau tak juga singgah
Walau sekejap di tanah harapanku
Berikan sedikit curahmu
Yang tlah ditunggu penuh harap

Ketandusan ini…
Meranggas sampai ke hati kami
Kering…
Gersang…
Tanpa harapan



Noun Phrase dan Aturan Adjectives

Dalam tata bahasa Inggris, ketika ada beberapa kata sifat ( adjective ) yang menjelaskan satu kata benda ( noun ), urutannya mengikuti atura...