Tahun 2020 tahun yang istimewa. Sungguh sama sekali tidak terbayang di tahun tersebut terjadi peristiwa luar biasa, pandemic covic 19, yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita secara luar biasa. Anakku mungkin lagi semangat-semangat belajar di sekolah dasar karena baru masuk kelas 1. Tiba-tiba berubah semuanya.
Salah satunya kita harus WFH, bekerja dari rumah. Ada sisi positif, ada pula sisi negatifnya. Tapi saya lebih fokus ke yang positif saja. Pertama, saya lebih sering bertemu dengan keluarga. Melihat perkembangan dan pertumbuhan anak lebih detail. Hal yang biasanya dilakukan terburu-buru agak melambat dan lebih fokus. Kedua, saya lebih sering memasak. Hal yang jarang dilakukan pada hari normal kecuali libur. Karena selain ada waktu intensitas makan keluarga juga tambah. Jadi pede bisa masak enak karena selalu habis. Yang ketiga lebih banyak belajar tentang teknologi informasi internet untuk pembelajaran daring. Mungkin kalau tidak dipaksa keadaan tidak sesemangat ini. Salah satunya bersyukur bisa belajar melalui diklat jarak jauh ini. Yang terakhir ada banyak waktu untuk berbenah, introspeksi diri tentang semua. Masalah keimanan, pembelajaran di sekolah, kebersihan dan kenyamanan rumah, dan pola pikir yang harus di upgrade.
Untuk hal-hal negatif akibat korona ini saya lebih memilih bersabar menyikapinya. Stay at home, work from home and learning from home. Tetap semangat dan jangan lupa bahagia.(Suyati, MTsN 1 Purbalingga)
Satu tugas yang didapatkan dari kegiatan diklat jarak jauh (4-31 Mei 2020)
Wednesday, 6 May 2020
Wednesday, 20 November 2019
PUISI-PUISIKU
Hening Cipta
Purbalingga, 29 Maret 1997
Dalam tertunduk
Kuheningkan cipta sejenak
Coba mengenang kembali ke masamu
Di mana darah tercecer
Bersimbah pada luka-luka menganga
Jasad-jasad kaku membeku
Yang menyunggingkan senyum tulus
Tinggalkan dunia ini tuk satu cita: Merdeka
Dalam hening cipta
Kutabur bunga-bunga doa
Di pusara terakhirmu
Semoga engkau damai di sisi-Nya
Dan janji-janji memenuhi rongga dadaku
Tuk tebarkan benih-benih cintamu pada bangsa
Di jiwa para generasi muda
Penerus perjuanganmu
Ku kenang jasamu
Meski waktu terus berlalu
Sebab tanpa kau pejuang
Sepi
Sepi…
Kadang kau sangat kubenci
Sepi…
Kau membuat hatiku sunyi
Tapi kadang kuingin sendiri
Menikmatimu sepenuh hati
Purbalingga, 29 Maret 1997
Lewat Puisi
Purbalingga, 9 April 1997
Lewat puisi
Kucoba dekati kebahagiaan
Ku coba rasai hangat kehidupan
Ku coba lewati sebuah perjalanan panjang
Lewat puisi
Ku ketuk pintu hati yang terkunci
Beku oleh dinginnya polusi hari
Tertutupi oleh pilunya lara hati
Terkoyak oleh perihnya luka
Lewat puisi
Kuingin rasakan
Panasnya sinar mentari
Yang bersinar garang di tengah hari
Meneteskan lelah keringat-keringat
Menjadi asa mencari sesuap nasi
Lewat puisi
Ku ingin nikmati
Dingin gerimis yang mengguyur bumi
Membangunkan dedaunan tuk bersemi
Menghidupkan jiwa-jiwa yang tlah mati
Lewat puisi
Kuingin rasakan semua yang ada di dunia ini
Membuat perjalananku silih berganti
Bahagia duka tawa tangis ceria muram durjana kunikmati
Inilah kebahagiaanku sejati lewat puisi
Kemarau
Purbalingga, April 1997
Mengapa engkau masih malu
Tuk turun di kotaku
Yang kini menjadi panas memanggang
Daun-daun terkulai lemas kekuningan
Penuh harap takzim berdoa
Harapkan tetesan gerimismu segera tiba
Mengapa kau tak juga singgah
Walau sekejap di tanah harapanku
Berikan sedikit curahmu
Yang tlah ditunggu penuh harap
Ketandusan ini…
Meranggas sampai ke hati kami
Kering…
Gersang…
Tanpa harapan
Monday, 7 October 2019
Menjadi Pembelajar Kembali
Masa usia anakku sudah 6 tahun. Dia menginginkan untuk bersekolah di sekolah dasar. Pada awalnya ragu juga untuk menyekolahkannya pada usia 6 tahun tetapi karena ia sudah bersekolah lebih awal di taman kanak-kanak, selama 2 tahun maka saya dan suami memutuskan untuk menyekolahkannya di tingkat sekolah dasar. Mudah-mudahan bukan keputusan yang gegabah yang hanya mengikuti trend bersekolah lebih dini.
Meskipun sebenarnya mungkin kematangan berpikir berbeda dengan yang lebih usianya. Tetapi kami sudah menetapkan dan memberinya kesempatan untuk mencoba ke tingkat yang lebih tinggi. Tetapi kadang saya agak takut mentargetkan hal yang terlalu tinggi buatnya.
Minggu-minggu pertama anakku sekolah, masih terkendala dengan seragam yang belum jadi. Itu sebenarnya tidak terlalu berpengaruh karena masih banyak temannya yang juga belum mendapatkan seragam. Ia lebih banyak memakai baju gamis untuk pakaian seragamnya. Kecuali baju olahraga yang masih memakai baju or taman kanak-kanak.
Minggu berikutnya ia sudah mulai berseragam tetapi terlalu besar. Sudah berusaha dikecilkan tetapi badannya memang lebih kecil dibandingkan ketika di TK. Karena malas makan atau beban belajarkah? Pelajaran kesabaran dimulailah dari sini. Hampir setiap pagi saya dan suami harus berjibaku membujuknya untuk memakai seragamnya. Berbagai alasan ia ungkapkan,dari kebesaran,tidak sama dengan yang lain. Yang pada akhirnya ia mengancam untuk tidak bersekolah. Nah lho!
Selain soal seragam, waktu berangkat pun menjadi ajang melatih adrenalin karena setiap pagi sudah harus siap jam 06.15. Dari gaya perayu sampai tentara yang super keras diterapkan bagaimana mendisiplinkan dia untuk bangun, shalat subuh, sarapan pagi dan bersiap berangkat sekolah. Terkadang yang muncul adalah ketelatan-ketelatan yang terus berlanjut. Dan itu melatih saya untuk dapat berkendara lebih cepat dari biasanya karena waktu yang lumayan lama menuju ke sekolah tempat bekerja setelah mengantar anakku.
Berbagai kendala dan tantangan tersebut pada akhirnya membuat saya pribadi harus belajar kembali. Banyak mencari referensi parenting yang tepat sesuai kasus. Yang mana yang tepat,saya tidak tahu. Hampir yang saya lakukan adalah model trial dan error. Banyaknya adalah error karena saya terlalu emosional.
Untuk anakku terima kasih mengajari ibu untuk kembali belajar, belajar sabar, belajar telaten, belajar memasak dan masih banyak yang lain. Teruslah belajar, do the best. Love is always for you.
Meskipun sebenarnya mungkin kematangan berpikir berbeda dengan yang lebih usianya. Tetapi kami sudah menetapkan dan memberinya kesempatan untuk mencoba ke tingkat yang lebih tinggi. Tetapi kadang saya agak takut mentargetkan hal yang terlalu tinggi buatnya.
Minggu-minggu pertama anakku sekolah, masih terkendala dengan seragam yang belum jadi. Itu sebenarnya tidak terlalu berpengaruh karena masih banyak temannya yang juga belum mendapatkan seragam. Ia lebih banyak memakai baju gamis untuk pakaian seragamnya. Kecuali baju olahraga yang masih memakai baju or taman kanak-kanak.
Minggu berikutnya ia sudah mulai berseragam tetapi terlalu besar. Sudah berusaha dikecilkan tetapi badannya memang lebih kecil dibandingkan ketika di TK. Karena malas makan atau beban belajarkah? Pelajaran kesabaran dimulailah dari sini. Hampir setiap pagi saya dan suami harus berjibaku membujuknya untuk memakai seragamnya. Berbagai alasan ia ungkapkan,dari kebesaran,tidak sama dengan yang lain. Yang pada akhirnya ia mengancam untuk tidak bersekolah. Nah lho!
Selain soal seragam, waktu berangkat pun menjadi ajang melatih adrenalin karena setiap pagi sudah harus siap jam 06.15. Dari gaya perayu sampai tentara yang super keras diterapkan bagaimana mendisiplinkan dia untuk bangun, shalat subuh, sarapan pagi dan bersiap berangkat sekolah. Terkadang yang muncul adalah ketelatan-ketelatan yang terus berlanjut. Dan itu melatih saya untuk dapat berkendara lebih cepat dari biasanya karena waktu yang lumayan lama menuju ke sekolah tempat bekerja setelah mengantar anakku.
Berbagai kendala dan tantangan tersebut pada akhirnya membuat saya pribadi harus belajar kembali. Banyak mencari referensi parenting yang tepat sesuai kasus. Yang mana yang tepat,saya tidak tahu. Hampir yang saya lakukan adalah model trial dan error. Banyaknya adalah error karena saya terlalu emosional.
Untuk anakku terima kasih mengajari ibu untuk kembali belajar, belajar sabar, belajar telaten, belajar memasak dan masih banyak yang lain. Teruslah belajar, do the best. Love is always for you.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Noun Phrase dan Aturan Adjectives
Dalam tata bahasa Inggris, ketika ada beberapa kata sifat ( adjective ) yang menjelaskan satu kata benda ( noun ), urutannya mengikuti atura...
-
Assalamu'alaikum wr wb. good morning students. How are you doing? Mrs. Suyati hopes you are in healthy and happy condition. Today we wil...
-
Assalamu'alaikum wr wb Good morning. Selamat pagi semua. Hari ini kita akan belajar tentang preposition. Apa itu preposition? Prepositi...
-
Sumber gambar : math-only-math.com Pengertian Number dalam bahasa Inggris dibagi menjadi dua macam, yaitu cardinal number dan ordina...